Jumat, 22 Mei 2015

Presiden juga manusia, bisa saja nggak ngerti...


From: Suhardono


Faisal Basri: Terlalu Naif Presiden Tak Tahu Menterinya Mau Bubarkan Petral

Dana Aditiasari - detikfinance
Rabu, 20/05/2015 23:01 WIB


Jakarta -Dalam beberapa hari terakhir polemik pembubaran anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni Pertamina Energy Trading Limited (Petral) ramai dibicarakan. Salah satunya terkait pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang mengungkapkan Pembubaran Petral sebelumnya selalu mentok di Kantor Presiden terdahulu.

"Nggak fair kalau dikatakan Petral tidak dibubarkan itu salah Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Tadi kan Pak Faisal sendiri bilang, Petral sudah ada sejak Zaman Soeharto. Lalu bagaimana presiden-presiden setelah Soeharto? Bagaimana Gus Dur, bagaimana Megawati dan seterusnya?" kata Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat M. Nasir, ketika mencecar mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri, di Ruang Komisi VII, Rabu (20/5/2015).

Menanggapi hal tersebut, Faisal menegaskan secara implisit, bahwa tidak mungkin ada presiden yang tidak tahu ada menteri yang ingin membubarkan Petral. Sepertinya ini mengacu kepada keinginan Dahlan Iskan saat menjadi Menteri BUMN di zaman Presiden SBY.

"Sebenarnya saya nggak dalam posisi yang kredibel untuk mengatakan, bahwa kesalahan di pemerintahan terdahulu. Tapi menurut saya, terlalu naif kalau ada presiden mengaku nggak tahu kalau ada menterinya yang ingin membubarkan Petral," ungkap Faisal.

Ia juga menegaskan, pembubaran Petral di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini pun, bukan dirinya atau Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang merekomendasikan.

"Tapi saya juga katakan, bukan berarti saya juga merekomendasikan, saya tidak merekomendasikan ke Menteri ESDM untuk melontarkan (pembubaran Petral) itu," tutup Faisal.

Seperti diketahui, melalui akun Twitternya, yaitu @SBYudhoyono, SBY merasa difitnah terkait ucapan Menteri ESDM Sudirman Said pada hari Minggu lalu mengatakan, selama ini pembubaran Petral selalu mentok di meja Presiden terdahulu, yaitu SBY.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar