Kamis, 14 Mei 2015

LITERASI DAN AKSI: MENGENAL BUKU “THE MULTIPLE INTELLIGENCES OF READING AND WRITING”-NYA THOMAS ARMSTRONG (1)


From: hernowo mengikatmakna 


Seri Pengetahuan Home Reading 26

LITERASI DAN AKSI: MENGENAL BUKU "THE MULTIPLE INTELLIGENCES OF READING AND WRITING"-NYA THOMAS ARMSTRONG (1)

Oleh Hernowo

 

 

"Baik Anda—yang dituju adalah Thomas Armstrong—maupun Howard Gardner mengatakan bahwa ada banyak cara untuk belajar dan mengajar. Tetapi sekarang Anda menguliahi kami tentang multiple intelligences hanya lewat satu kecerdasan: kecerdasan linguistik atau word smart. Bukan hal itu memberitahu kita bahwa kecerdasan linguistik adalah kecerdasan yang paling penting?"

 

Pertanyaan mendasar dan sangat penting tersebut saya temukan dalam buku Thomas Armstrong, The Mutltiple Intelligences of Reading and Writing, yang saat ini sedang saya nikmati. Kebetulan ketika dulu saya membuat buku kedua saya, Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza (2003), waktu itu saya benar-benar terpesona dengan gagasan Gardner dan kemudian menggunakannya sebagai pijakan untuk mendaftar profesi apa saja yang memerlukan keceradasan linguistik.

 

Tidak berhenti di situ, saya pun memanfaatkan keseksian teori multiple intelligences untuk judul kecil buku saya. Judul buku kedua saya itu pun secara lengkap adalah Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan "Word Smart". Saya merasakan bahwa teori Gardner ini memberi rasa baru terhadap dunia literasi dan orang-orang yang memiliki kemampuan literasi—khususnya literasi di sini terkait dengan membaca dan menulis.

 

Thomas ArmstrongThomas Armstrong

 

Kini sepuluh tahun sudah masa-masa keterpesonaan saya terhadap multiple intelligences itu berlalu. Slama hamper sepuluh tahun itu, saya pun terus mendalami teori Gradner sesuai kemampuan dan keterbatasan saya. Kedelapan kecerdasan yang ditemukan Gardner kemudian mengilhami saya untuk menciptakan buku Bu Slim dan Pak Bil—dua guru fiktif yang suka mengobrolkan perkembangan pendidikan dengan berpijak pada buku-buku yang dibacanya. Sebagaimana kita tahu SLIM-n-BIL adalah akronim dari kedelapan kecerdasan Gardner.

 

Kini, saya tentu sangat senang dapat membaca kembali buku-karya praktisi multiple intelligences, Thomas Armstrong, yang secara khusus mengaitkan teori Gardner dengan kemampuan literasi. Buku lain Armstrong yang praktis dan sangat menginspirasi saya, antara lain, adalah In Their On Way dan Multiple Intelligences in the Classroom.  Dan begitu pembacaan saya sampai ke halaman yang memuat pengalaman Armstrong saat mendapat pertanyaan oleh peserta lokakaryanya—sebagaimana saya kutipkan di baris paling atas—saya pun terenyak!

 

Bagaimana apabila pada awalnya Gardner memutuskan untuk menyajikan gagasan-gagasannya tentang multiple intelligences dalam sebuah lagu (music smart)? Apakah ada yang mendengarkan dan kemudian mendiskusikannya secara saksama? Bagaimana pula apabila Gardner membuat koreografi dan menyajikan teorinya dalam sebuah tarian yang indah di sebuah gedung teater yang besar? Apakah akan ada orang yang menonton dan membahasnya?[]


--

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar