Minggu, 31 Mei 2015

Indonesia bukan tak mampu memproduksi garam industri, hanya...


From: Suhardono 


2016 Pun Indonesia Masih Belum Bisa Lepas dari "Jerat" Impor Garam

Kamis, 28 Mei 2015 | 16:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia masih belum bisa lepas dari jerat impor garam pada 2016. Setidaknya hal itu bisa tercermin dari pernyataan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Partogi Pangaribuan. 

Menurut dia, kebutuhan garam nasional yang tinggi sementara produksi dalam negeri yang rendah memaksa pemerintah harus melakukan impor terutama garam untuk keperluan industri. "Terpaksa kita impor (garam) untuk keperluan Januari-Juni (2016 nanti)," ujar Partogi usai acara Seminar Nasional Garam 2015 di Jakarta, Kamis (28/5/2015). 

Dia menjelaskan, saat ini kebutuhan garam nasional untuk konsumsi sebanyak 1,7 juta ton dan garam untuk industri sebanyak 2,1 juta ton per tahun. Sementara itu, produksi garam nasional hanya 2,1 juta ton, itu pun garam konsumsi bukan garam industri. 

Menurut Partogi, garam konsumsi dan Industri memiliki perbedaan yaitu pada kadar NaCl-nya. Untuk garam konsumsi, kadar NaCl ada di bawah 98 persen. 

Sementara garam industri, kadar NaCl harus mencapai 98 persen. "Garam konsumsi kita sisa sekitar 400 ribu ton setiap tahun. Misalnya, jika sisa garam konsumsi itu dikembangkan kembali dengan meningkatkan kandungan NaCl hingga 98 persen, maka pemerintah masih akan tetap impor garam (1,7 juta ton garam industri) karena kebutuhan garam industri hanya berkurang 400 ribu ton (dari kebutuhan 2,1 juta ton)," kata Partogi. 

Sebenarnya kata dia, Indonesia bukan tak mampu memproduksi garam industri, hanya saja saat ini Indonesia memiliki kekurangan sumberdaya salah satunya yaitu masalah lahan. Misalnya kata dia di Nusa Tenggara Timur (NTT) meski secara iklim sangat baik untuk budidaya garam, namun bermasalah secara lahan. 

Oleh karena itu, kata dia, pembangunan industri garam merupakan hal yang sangat penting untuk Indonesia ke depan dan mengakhiri ketergantungan impor garam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar