Kamis, 30 April 2015

tulus...



From: Suhardono 


Bisakah SBY padamkan emosi Australia?

Reporter : Muhammad Hasits | Kamis, 30 April 2015 10:31


Merdeka.com - Australia tengah murka pada Indonesia. Penyebabnya karena Indonesia tetap mengeksekusi mati pada dua warga negara Australia, Andrew Chan and Myuran Sukumaran pada Rabu (29/4) kemarin.

Keputusan Indonesia ini membuat Australia marah besar. Perdana Menteri Australia Tony Abbott langsung menggelar keterangan pers. Abbott langsung menegaskan bahwa Australia ingin menarik duta besarnya di Jakarta sebagai bentuk protes.

Hubungan Indonesia dan Australia yang tengah hangat membuat mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung turun tangan. SBY menegaskan, dia ingin kembali mendamaikan hubungan kedua negara yang tengah memanas ini. 

"Tanpa diminta, mungkin saya bisa bantu pemerintah agar hubungan baik kita tetap terjaga, termasuk 'people-to-people relation'." kata SBY dalam akun Twitternya.

Karena tengah panas, SBY kemudian membatalkan kunjungannya ke Australia. SBY sendiri dijadwalkan terbang ke Negeri Kanguru pada Senin (27/4) lalu.

SBY menjelaskan, setelah berkonsultasi dengan Duta Besar RI untuk Australia dan pejabat utama di Jakarta, dia memutuskan untuk membatalkan kunjungan. SBY berharap, selama di Australia, bisa mendiskusikan bagaimana hubungan yang terganggu saat ini bisa dipulihkan.

Pembatalan ini tak lepas dari sejumlah unjuk rasa terkait yang dilakukan warga Australia menentang rencana eksekusi duo Bali Nine. Dalam kunjungan lima harinya ke Australia, SBY akan mengunjungi University of Western Australia dan US-Asia Centre yang berlokasi di Perth. 

"Dalam 5 hari kunjungan, saya juga dijadwalkan untuk berikan Pidato Kunci di International Forum 'In the Zone' tentang kerja sama Asia Pasifik." ujarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar