Kamis, 30 April 2015

Ambisius


Suhardono <suhardono@gmail.com> wrote:

Target Bangun 1 Juta Rumah, Jokowi: Kalau Kerja Cara Normal Tak Akan Tercapai

Dana Aditiasari - detikfinance
Rabu, 29/04/2015 16:55 WIB

Semarang -Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku banyak mendapat pertanyaan soal program membangun 1 juta rumah dalam satu tahun. Program ini dianggap terlalu ambisius, menurut Jokowi target yang tinggi tersebut memang tak akan terealisasi bila dikerjakan apa adanya tanpa terobosan.

"Saya sampaikan kalau dikerjakan dengan cara normal ya tidak akan tercapai. Tetapi kalau berani melakukan lompatan ya angka itu bisa tercapai," kata Jokowi saat groundbreaking rusunawa di Ungaran, Jawa Tengah, sebagai kick off program 1 juta rumah, Rabu (29/4/2015)

Menurut Jokowi, target yang dianggap ambisius tersebut bisa terealisasi bila memakai cara yang tak biasa alias pakai terobosan.

"3 minggu lalu saya mengumpulkan BUMN kita yang punya tabungan duit yang besar, bertahun-tahun ditaruh di bank dengan bunga kecil karena regulasi nggak mendukung," katanya.

Jokowi mencontohkan, dana menganggur di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial/BPJS (Jamsostek) Ketenagakerjaan yang mencapai Rp 180 triliun. Namun anggaran tersebut tak bisa digunakan maksimal untuk perumahan karena regulasi aturannya hanya bisa dimanfaatkan untuk bangun rumah hanya 5%. 

"Setelah saya kumpulkan saya suruh ubah semuanya. Sebesar-besarnya bisa berapa? Katakanlah 40% itu besar sekali. Dan itu bukan uang hilang. Karena uangnya memang untuk pekerja. Ini yang tidak pernah dilakukan bertahun-tahun," katanya.

Jokowi mencontohkan di Malaysia, tabungan haji diinvestasikan untuk jalan, dan infrastruktur lainnya. Padahal bila diputar di sektor jalan tol pendapatannya sangat besar,

"Tiap tahun harga naik. Tapi di negara kita itu nggak bisa dilakukan," katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengakui di Indonesia soal pemanfaatan dana-dana menganggur tersebut memang sangat ketat dan hati-hati, karena pada masa lalu sempat menimbulkan kasus penyimpangan. Padahal masalah semacam ini bisa diatasi asalkan tujuannya jelas.

"Ada korupsi, ada korupsi, ada korupsi. Makanya uangnya dikunci tidak bisa digunakan. Harusnya bukan itu dikunci justru tetap dibuka hanya saja penggunaannya harus tepat sasaran. Harus diperjelas pengeluarannya untuk apa ke mana," katanya.

Di Indonesia ada tabungan haji sekitar Rp 80 triliun. Sehingga bila program 1 juta rumah ditopang dari dana-dana 'menganggur' tersebut maka target membangun perumahan skala besar akan mudah tercapai.

"Ini lah saya kira terobosan yang bisa kita kerjakan agar kecepatan pembangunan bisa dilakukan," katanya.


--

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar