Selasa, 31 Maret 2015

Tumpuk


Ngelesnya becanda... Haduuuuuuuuu


From: A.Syauqi Yahya 


Cium Tangan Puan, Menteri Yuddy Chrisnandi Tuai Kecaman

http://m.news.viva.co.id/news/read/608117-cium-tangan-puan--menteri-yuddy-chrisnandi-tuai-kecaman

Dedy Priatmojo
Selasa, 31 Maret 2015, 11:21 WIB

VIVA.co.id - Ada pemandangan tak biasa pada saat sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Pada sidang Senin kemarin, 30 Maret 2015, ada pemandangan menarik.

Sidang kabinet itu sedianya membahas kenaikan harga bahan pokok, situasi politik dan keamanan terkini, serta melaporkan hasil kunjungannya ke Tiongkok dan Jepang selama sepekan.

Namun, sebelum sidang kabinet itu digelar, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi tiba-tiba mencium tangan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani.

Puan yang mengenakan batik coklat tampak terkejut dengan perlakuan 'tak biasa' Yuddy Crisnandi. Apalagi aksi tersebut disaksikan langsung Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi, M Nasir yang berada persis di depan kedua menteri asal partai politik itu.

Pemandangan ini pun tak disia-siakan para fotografer. Tak butuh waktu lama, momen kedua tokoh itu langsung menyebar dan mengundang banyak reaksi.

Belum diketahui alasan menteri yang juga politikus Hanura itu mencium tangan putri sulung Megawati Soekarnoputri itu. Hingga berita ini diturunkan, Menteri Yuddy belum bersedia membalas telepon dan pesan singkat yang dikirimkan VIVA.co.id.

Beragam reaksi masyarakat melalui Twitter, menanggapi aksi politikus Hanura tersebut. Salah satunya Song Hyo Bun, melalui akunnya @ibunsurubun: "abis cium tanga ,mgkn mnum air cucian kaki ibunya*eh".

Langgeng melalui akunnya @hasanrbg juga turut men-tweet aksi 'tak biasa' Menteri itu. "Pake cium tangan Istri orang... Ngelesnya becanda... Haduuu"

Ongen Vito Corleone melalui akunnya @ypaonganan juga turut mengomentari foto tersebut. "Ampun.Menteri Yuddy cium tangan puan maharani.Azab atau tata krama?"

Pada sidang kabinet Senin kemarin, Presiden Jokowi meminta agar harga bahan pokok harus terkendali. Untuk harga beras, Presiden mengaku harganya sudah normal pasca kenaikan beberapa waktu lalu menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak.

"Berkaitan dengan harga bahan pokok, meskipun kita lihat di lapangan, harga beras pada posisi normal kembali, tetapi saya ingin agar situasi harga itu dipantau dari hari ke hari," kata Presiden Joko Widodo, Senin 30 Maret 2015.

Sementara itu, menjelang puasa Ramadan dan jelang lebaran Idul Fitri, menurut Jokowi, harga kebutuhan bahan pokok perlu dipantau. Mengingat konsumsi pada saat itu juga tinggi. "Tak hanya urusan beras, karena ini mendekati lebaran, urusan-urusan juga dengan gula," ucapnya. (ase)

--

Kamis, 26 Maret 2015

Tauke


From: Suhardono


Rabu, 25/03/2015 17:54 WIB

Ketua DPRD Bercanda Soal 'Ngidam Tokek', Ahok Santai

Mulya Nurbilkis - detikNews
Ketua DPRD Bercanda Soal Ngidam Tokek, Ahok Santai
Jakarta - Tim angket DPRD DKI memanggil dua pakar hari ini untuk membahas soal landasan hukum untuk menyelidiki APBD dan dugaan pelanggaran etika Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok). Dalam kegiatan itu, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi sempat berseloroh soal Ahok yang lahir ketika ibundanya ngidam tokek .

Ahok yang ditanya wartawan soal ini justru tertawa. Jauh dari kesan marah atau bersuara keras dengan raut wajah yang memerah. Ia justru tersenyum bahkan bercanda.

"Emang di rumah saya di Gantong (Belitong Timur) banyak tokek. Jadi kalau tokek bunyi, bapak saya bilang, 'nah tuh bunyi tuh, artinya kamu bisa jadi orang kaya," kata Gubernur DKI Basuki T Purnama di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Rabu (25/3/2015).

Ia menjelaskan bahwa di Gantong secaran lisan, tokek tak jauh berbeda dengan bahasa mandarin 'tauke' yang berarti bos perusahaan. Jika tokek berbunyi di malam hari, ayahnya akan bicara padanya bahwa itu layaknya memanggil dirinya sebagai 'bos'.

"Karena tokek itu panggilan 'tau ke tau ke'. Tau ke itu (artinya) bos. Di kampung saya tau ke itu bos. Makanya paling seneng kalau tokek bunyi, bisa bunyi tau ke, hehehe," ujar Ahok santai.

Ia tak menanggapi secara berlebihan ucapan Prasetio. Ucapan ini dikeluarkan Prasetio saat bertanya pada ahli hukum tata negara Irman Putra Sidin. Ia bertanya bagaimana menjaga ucapan Ahok. Pras menduga saat mengandung, ibunda Ahok ngidam tokek sehingga Ahok bawaannya curigaan terus jika berbicara tentang anggota DPRD.

"Ini yang jadi masalah. Kalau mau komunikasi dengan DPRD, mungkin waktu lahir ngidam tokek karena curiga terus. Bagaimana bicara dengan dia untuk mengerem?" kata Prasetio di dalam rapat tim angket, hari ini, sambil bercanda.

Rabu, 18 Maret 2015

Nurul Izzah


From: A.Syauqi Yahya 


Serangan Balik Putri Anwar Ibrahim

Sempat ditahan, kemudian dibebaskan.

http://fokus.news.viva.co.id/news/read/602529-serangan-balik-putri-anwar-ibrahim

Rabu, 18 Maret 2015 | 11:05 WIBOleh : Ni Kumara Santi Dewi

Nurul Izzah Anwar meneriakan kata-kata  ( REUTERS/Olivia Harris)


 
VIVA.co.id - Kata "reformasi" terdengar diteriakkan dari depan kantor polisi Dang Wangi sekitar pukul 12.15 waktu setempat pada Selasa kemarin. Pada jam itu, putri pemimpin oposisi, Nurul Izzah Anwar, akhirnya dibebaskan setelah ditahan selama satu malam di sana.

Laman Malaysia, The Star, Selasa, 17 Maret 2015 melansir Izzah seharusnya ditahan oleh polisi selama empat hari, namun akhirnya dibebaskan dengan menggunakan jaminan. Menurut pengacara Izzah yang turut menjemputnya, R.Sivarasa, penahanan kliennya merupakan sesuatu yang tidak perlu.

"Karena kami telah menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan polisi dalam proses penyelidikan," ungkap Sivarasa di luar kantor polisi.

Kendati Izzah ditahan di kantor polisi Dangi, namun dia diinterogasi oleh tim kepolisian dari pusat yakni Bukit Aman. Penahanannya ini dilakukan usai penangkapan beberapa aktivis yang terlibat dalam aksi unjuk rasa #KitaLawan pada 7 Maret lalu.

Namun, pembebasan Izzah dilakukan dengan menggunakan jaminan. Artinya begitu jaminan habis, maka Wakil Presiden Koalisi PKR itu diwajibkan hadir kembali ke kantor polisi pada 16 April mendatang.

"Menurut ketentuan, jaminan hanya berlaku hingga satu bulan, sehingga dia harus kembali ke kantor polisi pada 16 April. Namun, bukan berarti, dia kemudian akan dikenai tuduhan," imbuh Sivarasa.

Sementara, Izzah mengucapkan terima kasih kepada para pendukungnya yang setia mendukungnya serta ikut membela aktivis lainnya seperti Mandeep Singh, Adam Adli dan anggota dari Partai Aksi Demokratik (DAP), Teo Kok Seong.

Penahanannya pada Senin kemarin dilakukan, karena dianggap polisi telah melakukan tindak penghasutan ketika membacakan pidato di hadapan parlemen pekan lalu mengenai penangkapan ayahnya, Anwar Ibrahim. Izzah mengecam proses persidangan yang dilalui Anwar karena bagian dari konspirasi politik. Dia ikut menuding Pengadilan Federal Negeri Jiran yang malah menguatkan keputusan hukum sebelumnya mengenai tuduhan sodomi yang dialamatkan kepada Anwar.

Alhasil, Anwar kembali ditahan selama lima tahun di penjara.

Alih-alih nyalinya menciut, usai dibui, semangat Izzah kian menggebu-gebu. Dia lantang bersuara bahwa penahanannya keliru.

Wanita berusia 34 tahun itu mengatakan sebagai anggota parlemen dia diberikan kekebalan untuk bebas berpendapat dan menyampaikan pernyataan di hadapan parlemen. Hal itu, ujar Izzah tertuang di dalam konstitusi pasal 63 ayat 2.

"Saya memiliki setiap hak untuk menyuarakan isi pikiran saya dan menyinggung isu-isu tertentu ke parlemen. Mereka (polisi) seharusnya tidak menahan saya," ungkap Izzah usai dibebaskan.

Kepada stasiun berita Channel News Asia, Selasa, 17 Maret 2015, Izzah mengatakan selama semalam di penjara, dia tidak memperoleh waktu tidur yang cukup.

"Penjaranya sangat penuh bahkan anak-anak pun ikut ditahan. Sementara, kualitas rasa makanannya pun buruk," papar Izzah.

Dia menyebut, apa yang dia lakukan saat ini, akan berpengaruh terhadap masa depan penerusnya. Oleh sebab itu, Izzah melanjutkan, dia tetap berkomitmen untuk memperjuangkan demokrasi.

"Ini hanya bagian dari pengorbanan kecil," imbuhnya.

Tahanan Politik

Sementara, begitu dibebaskan Izzah langsung bertolak ke gedung parlemen dan menggelar jumpa pers. Didampingi, dua anggota parlemen lainnya, Lim Kit Siang dan Khalid Samad, Izzah menegaskan, penahanannya merupakan sebuah tanda yang jelas bahwa pemerintahan yang berkuasa tengah putus asa.

"Penahanan saya membenarkan apa yang selama ini telah kami pertahankan: 'Anwar Ibrahim merupakan tahanan politik nomor satu.' Mereka juga memiliki tujuan tersembunyi untuk ikut membuat saya menjadi seorang tahanan politik juga untuk lebih mengkonsolidasikan kekuasaan di kalangan elite," papar Izzah seperti dikutip laman Free Malaysia Today.

Oleh sebab itu, dia akan memperkarakan balik Inspektur-Jenderal Polisi, Khalid Abu Bakar dengan UU Parlemen nomor 347 (mengenai hak dan kekuasaan) pasal 7 di tahun 1952 lalu.

"Saya sangat yakin, mereka tidak memahami apa makna demokrasi," tegas Izzah.

Dia menyebut Konstitusi Federal dan Prinsip Pemisahan Kekuasaan harus kembali ditegakkan dengan memberikan sanksi kepada polisi karena menghina pengadilan dalam dua proses keputusan pengadilan di bawah ketentuan UU Majelis Perdamaian 347 pasal 9 ayat 5 dan ayat 7.

Sementara, anggota parlemen veteran, Lim Kit Siang yang turut hadir dalam jumpa pers mengatakan, insiden itu jelas merupakan penyalahgunaan kekuasaan oleh polisi. Dia mengecam keras tindakan itu.

"Sudah jelas bahwa Inspektur Jenderal Polisi ingin berperang dengan para pemimpin koalisi Pakatan dan aktivis lokal," kata Lim.

Menurutnya, alih-alih menangkap mereka, seharusnya polisi lebih berkonsentrasi untuk memulai perang dengan kelompok militan Islamic State of Iraq and al Sham (ISIS). Sebanyak 17 anggota kelompok tersebut, Lim melanjutkan, berencana untuk melakukan teror di sekitar Kuala Lumpur.

"Kami bukan sebuah ancaman bagi keamanan negara ini," tegas Lim.

Dikecam Dunia

Penahanan Izzah turut membetot perhatian dunia. Salah satunya sempat diserukan oleh Komisi Juri Internasional (ICJ) yang terdiri dari 60 hakim dan pengacara dari seluruh dunia menyerukan agar Izzah dibebaskan. Laman The Malaysia Insider melansir, organisasi itu turut mengecam terus digunakannya UU Penghasutan 1948 oleh Pemerintah Malaysia, yang dinilai tidak sesuai dengan standar HAM Internasional.

"Otoritas Malaysia harus berhenti melanjutkan penggunaan UU penghasutan semena-mena untuk menahan dan melumpuhkan kebebasan berekspresi," tulis Direktur ICJ kawasan Asia Pasifik, Sam Zarifi pada Senin malam.

Selain itu, di mata mereka kata penghasutan yang disebutkan dalam UU tersebut memiliki makna ganda dan dapat diartikan ke pidato atau publikasi apa pun yang dapat memicu kebencian, penghinaan atau membangkitkan ketidakpuasan terhadap penguasa atau pemerintah atau mempromosikan niat buruk dan permusuhan di antara ras atau kelas yang berbeda-beda.

Keprihatinan juga disampaikan oleh Pemerintah Amerika Serikat. Pada Selasa kemarin, Departemen Luar Negeri mengeluarkan pernyataan keprihatinan yang mendalam terhadap penahanan Izzah. Dikutip dari laman The Malay Online, Negeri Paman Sam mengirimkan pesan kekhawatiran mengenai kebebasan dan penegakkan hukum di Malaysia usai ditangkapnya Izzah.

"Penyelidikan yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia baru-baru ini dan tuduhan penghasutan memicu kritik dan kekhawatiran serius mengenai kebebasan berekspresi, penegakkan hukum dan kemandirian sistem peradilan di Malaysia," tulis Deplu dan diunggah di situs resmi Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur.

Mereka melanjutkan, pembatasan kebebasan lebih lanjut, hanya akan memicu erosi dari pilar penting sistem demokrasi Malaysia.




Baca Juga :

Anwar Ibrahim Dinyatakan Bersalah dalam Kasus Sodomi

Dibui Lagi, Anwar Ibrahim: Saya Tidak Bersalah

Dunia Serukan Pembebasan Putri Anwar Ibrahim

--

Senin, 16 Maret 2015

Tonton "Mrungsungi" di YouTube



Mrungsungi: http://youtu.be/E27C-xb0M7U


Kami kecewa,


From: A.Syauqi Yahya 


Senin, 16/03/2015 17:26 WIB

Kronologi Kasus Pembunuhan Sadis di Pekanbaru yang Pelakunya Dapat Grasi

http://m.detik.com/news/read/2015/03/16/172602/2860227/10/1/kronologi-kasus-pembunuhan-sadis-di-pekanbaru-yang-pelakunya-dapat-grasi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Musniza, (Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)
Pekanbaru - Terpidana mati kasus pembunuhan di Pekanbaru, Riau, Dwi Trisna Firmansyah (27), mendapat grasi dari Presiden Jokowi. Seperti apa kasus pembunuhan yang dilakukannya, berikut kronologi kasusnya seperti disampaikan saksi Musniza.

Musniza (43) merupakan adik kandung korban Agusni Bahar, dan juga saksi saat rekonstruksi kasus. Pelaku pembunuhan itu adalah, Candra, Dwi, Andi dan M Rohim. Hanya saja M Rohim masih belum tertangkap.

Peristiwa bermula, ketika Agusni yang membuka toko ponsel, butuh tenaga kerja. Andi, seorang pedagang siomay yang berjualan di depan rukonya, menawarkan nama Candra. Namun syaratnya, Agusni menyediakan tiket pesawat untuk mendatangkan Candra dari Jawa. Tawaran itu diterima Agusni.

"Nyatanya, dalam rekonstruksi, Candra itu ada di Pekanbaru, satu kos dengan Andi. Jadi sejak awal mereka ini sudah sindikat," kata Musniza di Pekanbaru, Senin (16/3/2015).

Candra diterima bekerja, tinggal di ruko sekamar dengan anak korban Dodi Haryanto yang saat itu duduk di bangku kuliah. Tiga bulan berikutnya, ternyata justru Candra yang menjadi otak pembunuhan itu yang terjadi pada 16 April 2012 itu.

Pada malam sebelum pembunuhan itu, saat kedua korban tertidur, Candra diam-diam membuka pintu ruko, memasukkan tiga pelaku lain ke dalam. Ketiganya disuruh tidur di kolong mobil agar jika terpergok ketika pemilik ruko tiba-tiba mengecek ke lantai dasar.

Ketika tiba jam salat Subuh, Agusni sempat membangunkan anaknya termasuk Candra. Pelaku lantas bangun dan pergi ke lantai dasar untuk membangunkan tiga rekannya.

"Dalam rekonstruksi saat abang saya salat Subuh, Candra langsung memukul balok ke bagian kepala. Abang saya tersungkur, lantas ketiga rekannya membacok hingga tewas," kata Musniza.

Mendengar kegaduhan, Dodi keluar dari kamarnya, tapi langsung diikat Candra, lalu dibunuh. Usai membunuh kedua korban, Candra memerintahkan teman-temannya menguras seluruh isi toko, termasuk mobil, dan motor. Para pelaku membunuh pakai sarung tangan, darah yang berceceran mereka bersihkan. Selanjutnya mereka keluar dan mengunci ruko. Dari luar mereka buat tulisan, 'toko libur'.

Kasus ini terbongkar dua hari kemudian, setelah Sulastri, istri korban yang berada di Dumai, bolak-balik menelpon suaminya tetapi tidak diangkat. Dia lantas menelpon anaknya Riyan Rahmat yang kos di wilayah Rumbai, Pekanbaru. Riyan datang ke ruko atas perintah ibunya.

"Saat itu saya dan Riyan datang ke ruko, dan mengintip dari luar mobil sudah tidak ada, isi toko habis," kata Musniza.

Karena posisi toko terkunci, akhirnya pintu ruko dibuka dengan las, barulah diketahui Agusni dan Dodi sudah tewas dibunuh.

"Sekarang Dwi salah satu pembunuhnya yang divonis mati pengadilan mendapat pengampunan dari Presiden Jokowi menjadi seumur hidup. Kami kecewa," tutup Musniza.

Gubernur Lemhannas: Remisi Koruptor akan Buat Gap Pemerintah dan Masyarakat



From: Suhardono 

Senin, 16/03/2015 14:32 WIB

Gubernur Lemhannas: Remisi Koruptor akan Buat Gap Pemerintah dan Masyarakat

Aditya Fajar Indrawan - detikNews

Jakarta - Menkum HAM Yasonna H Laoly berniat memberikan remisi bagi koruptor yang di masa Presiden SBY telah dibatasi. Gubernur Lemhannas Budi Susilo Soepandji berpendapat bila ide Menkum itu terealisasi, maka akan membuat gap antara pemerintah dan masyarakat.







"Perlu diperhatikan‎ itu akan memberikan gap antara pemerintah dengan masyarakat," ujar Budi usai diskusi 'Menanti Kehancuran Negara RI' di Founding Fathers House Jl Prapanca nomor 101, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2015).

Menurut adik mantan Jaksa Agung Hendarman Soepandji ini, remisi untuk koruptor diatur dalam UU. Namun dia enggan memberikan komentar lebih jauh akan pernyataan Menkum HAM tersebut. 

"Jangan sampai gap itu mengganggu proses pemberantasan korupsi," kata mantan Dekan Fakultas Teknik UI ini.

Menkum HAM Yasonna Laoly sebelumnya menegaskan napi koruptor bisa mendapatkan remisi dan pembebasan bersyarat. Yasonna menyebut PP 99 tahun 2012 yang membatasi hak remisi bagi koruptor yang dikeluarkan di masa pemerintahan Presiden SBY diskriminatif.

"Itu harus persetujuan KPK dan kejaksaan padahal peraturannya kan sehabis keputusan proses pembinaannya ada di kementerian hukum, sehingga juga menjadi sangat diskriminatif," jelas Yasonna di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (14/3).

PP 99/2012 dinilai Yasonna tidak sejalan dengan UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan yang mengatur hak warga binaan untuk mendapatkan remisi, asimilasi, dan pembebasan bersyarat.

-- 

Minggu, 15 Maret 2015

Wik wik wik...!


From: A.Syauqi Yahya 


Sabtu, 14/03/2015 12:00 WIB

Wik wik wik...! Burung Uncuing Suaranya Boleh Seram, Tapi Justru Banyak Bantu Petani

http://m.detik.com/news/read/2015/03/14/120041/2858704/10/wik-wik-wik-burung-uncuing-suaranya-boleh-seram-tapi-justru-banyak-bantu-petani

Dhani Irawan - detikNews
foto: youtube
Jakarta - Wik wik wik wik wik...! Cuitan suara burung Uncuing yang nyaring banyak dianggap seram. Tak sedikit mitos berkembang kalau burung itu berbunyi, maka memberi tanda adanya orang yang akan meninggal di suatu tempat. Tapi itu hanya mitos saja.

Pakar Burung Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (Fahutan IPB) Dr Yeni Aryani Mulyani menyebut kalau suara burung itu justru sebagai alat komunikasi dengan sejenisnya. Memberi tanda wilayah dan menarik hati pasangannya.

"Jenis burung ini tak banyak yang tahu bahwa secara ekologi, bisa membantu petani. Sebagian besar jenis burung Kedasi adalah pemakan serangga bahkan berani memakan jenis-jenis ulat yang tampilannya mengerikan. Dengan demikian burung-burung kedasi bisa menjadi sahabat petani, yaitu dalam hal memakan serangga yang bisa menjadi hama," jelas Yeni, Sabtu (14/3/2015).

Burung Uncuing atau biasa dikenal sebagai burung Kedasi adalah nama yang diberikan bagi sekelompok burung anggota suku Kangkok atau Cuculidae, atau dalam bahasa Inggris disebut Cuckoo. Nama lain yang diberikan kepada kelompok ini adalah Wiwik atau Uncuing, atau Sirit Uncuing.

"Dikatakan, biasanya burung-burung ini terdeteksi dari suaranya yang nyaring tetapi jarang terlihat, sehingga tidak mudah mempelajari jenis-jenis burung ini. Burung ini tidak membuat sarang dan tidak mengerami telurnya, tetapi menitipkan telur dan pemeliharaan anaknya di sarang burung lain. Perilaku ini dikenal dengan brood parasitism atau parasitisme anakan atau parasitisme sarang," jelas dia.

Sebagaimana umumnya parasit, maka burung Kedasi atau Wiwik mendapatkan makanan dari inangnya, sementara inang akan menderita akibat parasitisme oleh Kedasi atau Wiwik ini. Beberapa jenis burung yang biasa menjadi inang misalnya adalah Cipoh kacat, Remetuk laut, Kipasan belang, dan jenis-jenis Perenjak dan Cinenen.

"Burung-burung tersebut berukuran lebih kecil daripada Kedasi," tutupnya.

(ndr/mad)

--
--

Tonton "Goyangin tangki bensin he3" di YouTube



Goyangin tangki bensin he3: https://youtu.be/LgirmYjIqSA


Rabu, 11 Maret 2015

Siapa Sih yang Buat? Please deh...




RABU, 11 MARET 2015 | 10:22 WIB
Logo HUT RI ke-70, Siapa Sih yang Buat? Please deh...

http://www.tempo.co/read/news/2015/03/11/072649010/Logo-HUT-RI-ke-70-Siapa-Sih-yang-Buat-Please-deh


Advertisement
Lambang "70 tahun Indonesia Merdeka". Twitter.com

TEMPO.CO, Jakarta - Peluncuran logo perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-70 tahun menuai berbagai reaksi di dunia maya. Kebanyakan netizen mengaku kecewa dengan logo tersebut.

Akun bernama Vidka misalnya, mempertanyakan desain logo itu. "Shame on me, siapa sih yang buat?please deh?," cuitnya, Selasa, 10 Maret 2015. Akun bernama Sunu Wijianto bahkan menyatakan log tersebut mirip bendera Jepang.

Beda lagi dengan akun Nerwin Putra, yang mengeluhkan hal tersebut langsung pada Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. "Pak @Triawan begitu banyak desainer grafis yg luar biasa karyanya di negeri ini, kenapa logo 70 tahun Indonesia bisa gt ya pak. Tolong pak!!," cuitnya. Akun bernama Diskon Ringo lebih frontal lagi "Logo ora mutu!," cuitnya.

Logo perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-70 pertama kali dipublikasikan oleh Presiden Joko Widodo saat berada KM 0 di Sabang, Aceh, Selasa kemarin. Logo ini merupakan perpaduan lingkaran merah dengan latar putih.

Di dalam lingkaran terdapat angka 70 menyerupai kepala garuda berjambul. Di atas lingkaran terdapat tulisan 'Indonesia Merdeka'. Sedangkan di bawah logo juga terdapat tulisan berwarna merah 'Ayo Kerja'.

Di antara cibiran para netizen, ada juga yang mengapresiasi logo tersebut. Salah satunya akun
@kangahmadreza. Dia menyatakan logo 70 tahun Indonesia lebih fresh dan tak lagi monoton. Begitu juga akun @fajriadhari, dia menilai desain logo tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

FAIZ NASHRILLAH