Senin, 16 Februari 2015

Bandar Judi amati Mimik Jkw


From: Titik Haryati


Bandar judi di Mangga besar ikut ragu dengan keputusan Jokowi dalam menentukan siapa yang akan calon Kapolri. Rupaya pasa bandar  di Mangga besar juga ikut galau....../th'73


Sabtu, 14 Februari 2015 , 07:20:00

Presiden Joko Widodo saat mengumumkan sikapnya yang menyebut akan secepatnya mengambil keputusan soal jabatan Kapolri di Istana Bogor, Jumat (13/2). Foto: Natalia/jpnn.com
Presiden Joko Widodo saat mengumumkan sikapnya yang menyebut akan secepatnya mengambil keputusan soal jabatan Kapolri di Istana Bogor, Jumat (13/2). Foto: Natalia/jpnn.com

JAKARTA - Rupanya, ketidakpastian sikap Presiden Jokowi terkait jadi tidaknya Komjen Budi Gunawan dilantik sebagai kapolri, menjadi bahan taruhan.

Anggota Komisi III DPR, Martin Hutabarat mengaku mendapat informasi, pasar taruhan alias judi di pusat hiburan malam Mangga Besar, Jakarta, meningkat tajam seiring ketidakpastian sikap Jokowi.

"Pasar taruhan meningkat tajam dalam seminggu terakhir ini. Calon kapolri sudah jadi pasar taruhan di Mangga Besar, apakah jadi dilantik atau tidak jadi dilantik. Dan kemudian berkembang kalau tidak jadi dilantik siapa yang jadi calonnya," ujar Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra Sumut itu di Jakarta kemarin (13/2).

Martin, yang mengaku punya akses informasi menyangkut perjudian di Mangga Besar, mengatakan, para bandar judi di sana sekarang ini tidak ada yang yakin dengan pilihan taruhannya. Mereka mulai bingung.

"Bandar-bandar di Mangga Besar sana sekarang tidak ada yang merasa pasti. Tidak ada yang merasa yakin seratus persen bahwa pilihannya di pasar taruhan akan menang. Semuanya bingung," ujar vokalis komisi hukum DPR ini.

Yang menarik, lanjut Martin, para bandar judi belakangan ini makin rajin memelototi tayangan televisi, untuk mengamati bahasa dan mimik Jokowi jika bicara soal kursi kapolri.

"Semua memperhatikan ekspresi dan mimik Jokowi setiap tampil di TV tiap hari. Mimik Jokowi dianalisi setiap hari oleh para petaruh," ujar Martin sembari terkekeh.

Dia pun blak-blakan mengaku punya kawan yang ikut menjadi pataruh di Mangga Besar. Dari kawannya itu, Martin mengaku mendapat informasi itu. Bahkan, kawannya itu bertanya ke Martin, kira-kira bagaimana sikap Jokowi, jadi melantik Komjen Budi Gunawan atau tidak. Kalau tidak, siapa yang akan menggantikannya.

Menjawab pertanyaan kawannya itu, Martin mengaku tidak tahu. "Sampai sekarang kita pun tak tahu apa yang akan diputus Jokowi. Mimik Jokowi benar-benar nggak bisa kebaca. Sama juga nasib saya dengan mereka-mereka yang masang taruhan di Mangga Besar," ujarnya, lagi-lagi sembari tertawa. (sam/jpnn)

 

 

--
--

Na'udzubillah! Ternyata Asal Mula Valentine Day adalah Lupercalian Festival


From: Budiono 


Na'udzubillah! Ternyata Asal Mula Valentine Day adalah Lupercalian Festival

By Ibnu K -
 
Feb 14, 2015
 
Ustadz Felix Siauw

Menjijikkan. Kata itu mungkin paling tepat untuk menggambarkan asal mula hari Valentine. Ustadz Felix Siauw menjelaskan bahwa valentine day berasal dari perayaan pagan Lupercalia yang aktifitas utamanya adalah seks massal.

Dai muda ini menjelaskan, Perayaan Lupercalia adalah kebudayaan pagan Romawi untuk memuja Lupercus sang dewa kesuburan dan Hera dewi pernikahan.

"Karena inti perayaan Lupercalia ini ialah kesuburan, maka aktivitas seks massal menjadi hidangan utamanya," tulisnya di akun twitter @felixsiauw, Sabtu (24/2/2015).

Festival tersebut berlangsung setiap tahun pada 13 – 18 Februari. Pada puncak acaranya, laki-laki dan wanita yang mengikuti acara tersebut dipasang-pasangkan kemudian masing-masing pasangan bercinta semalam suntuk. Selain itu, mereka juga meneguk minuman keras hingga mabuk.

Paus Gelasius, lanjut ustadz Felix, mengesahkan perayaan ini menjadi hari raya gereja pada tahun 496 Masehi. "Karena tak sanggup menghapuskan tradisi pagan ini," ungkap ustadz Felix.

Namanya pun diubah dari Lupercalian Festival menjadi Valentine Day sembari dikarang sebuah cerita St. Valentinus yang mati demi cinta.

Pada tahun 1969, gereja melarang Valentine Day karena diketahui sebagai pembenaran Lupercalian Festival. Tetapi larangan itu terlambat karena cerita St. Valentinus telah mengakar dalam benak kaum kristiani.

Parahnya lagi, kini sebagian remaja muslim juga termakan propaganda valentine sebagai hari kasih sayang. Kendati dinamakan hari kasih sayang, tetap saja Valentine Day tidak bisa lepas dari seks bebas. Di Amerika Serikat, 14 Februari diperingati sebagai Nation Condom Week karena sadar pada hari itu banyak terjadi hubungan haram tersebut. Di Indonesia, beberapa tahun juga menjadi berita penjualan kondom meningkat tajam saat hari valentine. Na'udzubillah. [Ibnu K/bersamadakwah]

--
"Allahuma inni as-alukal huda wattuqo wal 'afaaf wal ghina"-Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk, ketakwaan, kesucian dan kekayaan kepadaMu. (HR. Muslim).

Jumat, 13 Februari 2015

Spageti Carbonara


Delman Masuk Tol


From: A.Syauqi Yahya


Selasa, 10/02/2015 14:21 WIB

Tak Mau Kalah dengan Motor, Delman Ini Masuk Tol untuk Hindari Banjir

http://m.detik.com/news/read/2015/02/10/142135/2828843/10/tak-mau-kalah-dengan-motor-delman-ini-masuk-tol-untuk-hindari-banjir

Nala Edwin - detikNews
 Foto: Ambar Safroni (pasangmata.com)
FOKUS BERITA
Jakarta Terendam Banjir

Jakarta - Banjir di Jl Yos Sudarso membuat motor diperbolehkan naik ke atas Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Utara. Selain motor, sebuah delman juga ikut masuk ke dalam ruas tol yang menghubungkan Jakarta Timur dengan Jakarta Utara itu.

"Delmannya naik dari Tol Pelabuhan lalu turun di Cempaka Putih. Mungkin menghindari banjir jadi ikut naik ke tol," kata Ambar Safroni kepada detikcom, Selasa (10/2/2015).

Ambar mengatakan, saat bertemu dengan delman itu, dia sedang berkendara dari bandara mengarah ke Cawang. Saat itu ada seorang penumpang yang mengenakan celana pendek duduk di bagian belakang delman ini.

"Saya juga kaget kok ini delman masuk tol," katanya.

Ambar menyatakan, masih banyak motor yang melintas di tol Wiyoto Wiyono. Malahan ada motor yang melawan arah di dalam ruas tol ini.

"Kalau motor masih banyak yang masuk tol, malahan ada yang melawan arah segala," katanya.

(nal/try)

--

CLOWN


From: A.Syauqi Yahya 


Jumat, 13/02/2015 14:13 WIB

Sanggahan Pengacara BG yang Bikin Geli Pengunjung Sidang Praperadilan

Rini Friastuti - detikNews

FOKUS BERITA
Calon Kapolri Tersangka

Jakarta - Ada hal lucu yang terjadi saat sidang praperadilan Komjen Budi Gunawan (BG) siang ini. Kuasa hukum dari pihak BG, Fredrich Yunadi kerap memberikan komentar yang cukup keras kepada saksi ahli pertama dari pihak KPK, Zainal Arifin Mochtar.

Namun, alih-alih mendapatkan jawaban, pertanyaan Fredrich malah membuat geli para pengunjung sidang.

Sidang yang dimulai pukul 09.30 WIB, Jumat (13/2/2015) ini, dimulai dengan agenda mendengarkan pernyataan saksi ahli mengenai pengertian lembaga negara independen.‎ Zainal mengatakan bahwa dalam aturannya, lembaga independen negara tak bisa diintervensi oleh Presiden.

Pertanyaan dan jawaban bergulir selama ‎persidangan yang berlangsung selama 2 jam tersebut. Nah, tibalah giliran Fredrich bertanya kepada saksi ahli, mengenai pengertian collective.

Saat itu, Zainal berusaha menjelaskan bahwa dalam aturannya, pengertian collective tersebut tak dapat diartikan dalam satu makna saja.

"Kalau merunut dari aturan hukum Internasional, misalnya seperti di Amerika Serikat, collective itu..," namun buru-buru dipotong oleh Frederich.

"Dari tadi anda nyebut-nyebut hukum Amerika, Amerika. Jangan disamakan dong. Kita kan sekarang lagi di Indo‎nesia, ya kita pakai hukum Indonesia," kata Frederich sengit.

Mendengar ucapan Frederick, Zainal kemudian menjawab. "Tadi saudara menginginkan saya untuk menjelaskan mengenai pengertian collective, ya saya harus jelaskan secara runut dong, tidak dapat dipakai menurut satu pengertian saja," jawabnya.

Namun Frederich kembali menyanggah "kita pakai hukum Indonesia, kenapa anda terus-terusan menyebut Amerika Amerika seperti itu," kata dia.

Mendengar kata-kata Frederich yang cukup keras, para pengunjung sidang tertawa dengan komentar tersebut. Buru-buru hakim menengahi.

"Sudah, pertanyaan pemohon tidak perlu saudara saksi menjawabnya," kata Hakim Sarpin.

Sontak, ruangan sidang kembali riuh karena suara tertawa pengunjung persidangan.

Sementara para kuasa hukum dari KPK hanya tersenyum dan tertawa kecil dengan insiden tersebut.

Saat ini sidang akan kembali dimulai dengan mendengarkan keterangan saksi ahli kedua dari 4 saksi ahli yang akan diha‎dirkan pihak KPK dalam sidang praperadilan hari ke-5 ini.

--
--

Yang Kentut Belum Bayar !!!


From: A.Syauqi Yahya

"Tedjo Edhy, Apakah Anda Blo'on?"

http://m.kompasiana.com/post/read/701521/3/tedjo-edhy-apakah-anda-bloon.html


Daniel H.t.
13 Feb 2015 | 15:41

Sumber: Menko Polhukkam Tedjo Edhy Purdijatno (Kompas.com)

Sikap Wakapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti, Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso, dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno terhadap perintah Presiden Jokowi untuk mengusut, menyelidiki, dan tangkap pelaku teror terhadap pegawai KPK dan keluarga mereka, sungguh memperlihatkan bahwa tiada rasa segan dan hormat yang sepatutnya mereka tunjukkan kepada Presiden. Terutama sekali sikap yang ditunjukkan oleh Menko Polhukkam Tedjo Edhy Purdijatno, yang bahkan membuat pernyataan yang melawan pernyataan Presiden tersebut.

Ketika melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi, pada Kamis, 12 Februari kemarin, mereka pasti menunjukkan rasa hormatnya, menunduk-nunduk kepala, "Siap, Pak Presdien!" Siap, Pak Presiden!" Tetapi begitu berada jauh dari Presiden, sikap aslinya yang muncul.

Pernyataan-pernyataan mereka menunjukkan tiada simpatik mereka kepada KPK, bahkan saya yakin laporan tersebut tidak akan ditindaklanjuti sama sekali.

Budi Waseso meminta KPK membuktikan dan mengklarifikasi teror yang mereka terima seandainya terdapat peran polisi di dalamnya, "Yang bicara teror kan KPK. Ya, silakan saja dibuktikanlah teror itu!" katanya.

Badrodin Haiti bilang, "Jangan terus dipelesetkan orang merasa diteror," ujarnya. "Apakah kalau di-SMS, diteror, itu pasti dari polisi? Kan tidak?!"

Padahal dalam konferensi pers yang disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto itu, tiada satu kata pun dari pernyataan itu yang menyebutkan pihak yang meneror itu polisi!

Ketika wartawan mengajukan pertanyaan, siapa pelaku terornya, Bambang juga tidak menjawabnya. Katanya, "Kami belum sampai ke sana."

Ini mengingatkan saya dengan anekdot yang ceritanya begini: Di dalam sebuah bis penuh penumpang yang sedang melaju, tiba-tiba tercium mau kentut. Semua orang menutup hidungnya, tidak ada yang mau mengaku siapa yang kentut.

Muncul akal dari kondektur bis, katanya dengan suara keras: "Yang kentut, belum bayar!"

Spontan seorang laki-laki berdiri dan protes, "Kata, siapa?! Saya sudah bayar tadi, kok!"

Badrodin Haiti juga mengaku, saat merespon laporan KPK tentang teror tersebut. Kata dia, polisi juga diteror. Tetapi siapakah yang mau percaya di tengah-tengah kredibilitas Polri yang sedemikian rendahnya? Siapakah yang berani dan punya kemampuan untuk meneror polisi, lagi pula untuk apa? Mau bikin polisi ketakutan seperti yang dialami para pegawai KPK dan keluarganya itu? Lelucon yang tidak lucu. Lagi pula, dia sendiri mengatakan laporan KPK itu harus jelas, sedangkan dia sendiri tidak menjelaskan bagaimana sebenarnya bentuk dan cara teror yang katanya dialami polisi juga itu.

Tedjo Edhy Purdijatno seolah-olah hendak menyimpulkan pernyataan Budi dan Badrodin itu dengan membuat pernyataan yang melawan perintah Presiden Jokowi itu, katanya,"Tidak ada teror-meneror (KPK). Mungkin perasaan orang-orang saja karena situasi seperti ini," katanya. Ia menambahkan, telepon atau pesan gelap yang diterima pegawai KPK dan keluarga kemungkinan hanya tindakan pihak iseng.

Yang namanya teror, ancaman, dan sebagainya  itu biasanya selalu tidak jelas siapa pelakunya, tetapi bisa diduga siapa pelakunya, karena ada korelasinya antara kejadian yang sedang terjadi dengan teror tersebut. Ini adalah bagian dari tugas Bareskrim Polri, mereka pasti punya punya kemampuan untuk melacaknya sampai menemukan pelakunya, jika mau. Demikian juga Tedjo yang pernah menjabat sebagai KSAL TNI-AL, dan sekarang adalah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, pasti lebih dari tahu soal yang begini-begini.

Sikap Tedjo ini kontan menambah kegeraman publik kepadanya, setelah sebelumnya juga pernah mengatakan rakyat yang mendukung KPK itu adalah rakyat tak jelas, sehingga dia di-bully habis-habisan di media sosial.

Di negara-negara yang hukumnya sudah ditaklukkan para koruptor dan mafia dan koruptor sajalah teror, intimidasi, ancaman, bahkan pembunuhan  sudah dianggap lumrah.

Pengacara senior dari Surabaya, Trimoelja D. Soerjadi, yang pernah menangani kasus pembunuhan buruh, Marsinah, pun tak tahan untuk melampiaskan kegeramannya, khususnya kepada Tedjo. Di dalam akun Face Book-nya, Trimoelja sampai menulis: "TEDJO EDHY, APAKAH ANDA BLO'ON?"

Selengkapnya inilah ekspresi kegeraman dari Trimoelja yang pernah karena menjadi pengacara Marsinah, dirinya bersama semua anggota keluarga mengalami teror dan ancaman pembunuhan, seperti yang dialami staf KPK sekarang ini:

--

Selasa, 10 Februari 2015

PROTON ???


From: A.Syauqi Yahya


Bisnis Proton vs Realitas Pasar Proton di Indonesia 2014

http://m.kompasiana.com/post/read/700710/3/bisnis-proton-vs-realitas-pasar-proton-di-indonesia-2014.html

Isson Khairul
09 Feb 2015 | 12:01

Sumber: Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tahun 2014, penjualan Proton di Indonesia adalah 523 unit. Secara detail varian, dari sejumlah media, saya hanya menemukan 479 unit, sebagaimana yang saya tampilkan pada tabulasi di atas. Dengan capaian penjualan tersebut, penetrasi Proton terhadap pasar otomotif di Indonesia, masih sangat minim. Foto: kontan.co.id

Oleh: isson khairul (id.linkedin.com/pub/isson-khairul/6b/288/3b1/ - dailyquest.data@gmail.com)
Malaysia bukanlah bangsa yang unggul di bidang teknologi. Karena itulah, Negeri Jiran itu terseok-seok, untuk meyakinkan publik akan produk otomotif mereka, Proton. Presiden Jokowi telah menunjuk Proton untuk mengembangkan proyek mobil nasional di Indonesia. Bagaimana peluang bisnisnya?

Konsumen adalah segalanya dalam bisnis, tak terkecuali di sektor industri otomotif. Eforia rasa kebangsaan serta gerakan mencintai produk dalam negeri, seringkali tak cukup ampuh untuk meraih serta mempertahankan konsumen. Contohnya, konsumen otomotif di Malaysia. Di awal kelahiran Proton tahun 1983, gerakan cinta produk dalam negeri, berhasil menghimpun konsumen, hingga Proton menguasai 50 persen market share otomotif di negerinya sendiri.

Proton, Tinggal 21 Persen

Tahun-tahun berikutnya, meski Proton terus membenahi manajemen serta teknologi produknya, juga meluncurkan sejumlah varian baru demi memenuhi need konsumen, toh para konsumen berlarian meninggalkan Proton. Di tahun 2014, market share Proton di negerinya sendiri, hanya tinggal 21 persen. Keuangan perusahaan kedodoran, indeks kepercayaan konsumen terhadap Proton melorot, dan angka penjualan terjun bebas.

Kolumnis dan filantropi kenamaan Malaysia, Koon Yew Yin, dalam situs malaysiakini.com, pada 30 Mei 2012, sudah melancarkan kritik pedas terhadap Mahathir Muhammad. Koon Yew Yin menulis, bahwa pendirian perusahaan mobil nasional Malaysia, Proton National Bhd., pada 1983, adalah sebuah kesalahan besar yang harus dibayar Mahathir. Menurut Koon Yew Yin, miliaran ringgit kas negara yang dikumpulkan dari para pembayar pajak, telah terbuang sia-sia, demi menjaga pabrik mobil itu tetap beroperasi.

Majalah bisnis terkemuka di dunia, The Economist, dalam situsnya pada 9 Juni 2014, menulis bahwa kesalahan terbesar Proton adalah minimnya inovasi. Manajemen Proton tidak memiliki inovator, yang mampu menjawab kebutuhan konsumen otomotif. Proton bergerak lamban di tengah industri otomotif yang seharusnya bergerak lincah. "Proton hanya mampu memperkenalkan sedikit model baru, itu pun terkesan kuno dan ketinggalan zaman dibandingkan dengan standar produsen lainnya, seperti Toyota, Honda, dan Daihatsu," tulis The Economistdalam analisis bisnis otomotif.

Salah satu contoh minimnya inovasi Proton adalah ketika perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan otomotif Jepang, Mitsubishi, tersebut meluncurkan varian Proton Inspira pada 2010. Mobil yang dilengkapi continuously variable transmission (CVT) tersebut, ternyata hanya meniru Mitsubishi Lancer. Manajemen Proton yang minim inovasi, bahkan cenderung monoton tersebut, dengan cepat membuat para konsumen otomotif di negerinya sendiri berlarian ke produk lain.


Sumber: Ini adalah 10 brand mobil dengan penjualan terbanyak di Indonesia tahun 2014, berdasarkan data Gaikindo. Dengan minimnya inovasi, dengan rendahnya indeks kepercayaan konsumen di Malaysia terhadap Proton yang merupakan produk nasional mereka, alangkah tak mudah bagi Proton untuk meraih kepercayaan konsumen otomotif di Indonesia. Tahun 2014, penjualan Proton di Indonesia, hanya 523 unit. Foto: kompas.com
Proton, Apaan Tuh?

Memang, masih sangat sedikit orang Indonesia yang mengenal Proton. Hanya segelintir yang pernah melihat Proton. Yang pernah membeli serta menggunakan Proton ya lebih sedikit lagi. Titik-awalnya adalah tahun 1983, ketika Mahathir Muhammad masih berkuasa sebagai Perdana Menteri Malaysia. Mahathir memegang tampuk kekuasaan Malaysia selama 22 tahun tahun, dari tahun 1981-2003.

Sebagai orang nomor satu di Malaysia, Mahathir kala itu memerintahkan jajarannya untuk mendirikan perusahaan otomotif, yang kemudian dinamai Perusahaan Otomobil Nasional Bhd (Proton). Lalu, perusahaan tersebut menggalang kerjasama dengan salah satu raksasa otomotif dari Jepang, Mitsubishi. Sejak 1983, proyek mobil nasional Malaysia itu pun bergulir. Dua tahun kemudian, pada 1985, produk pertamanya, Proton Saga, pun diluncurkan.

Di Indonesia, Proton dikelola Proton Edar Indonesia (PEI), selaku Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Hingga saat ini, Proton memiliki 10 model, yang terdiri dari 27 varian, yang sudah dipasarkan di Indonesia sejak tahun 2007. Semua model tersebut memasuki pasar Indonesia dalam bentuk impor utuh (CBU) dari Malaysia. Mahathir Muhammad sendiri mulai efektif sebagaichairman Proton Holding Bhd, sejak 16 Mei 2014. Mantan orang nomor satu di Malaysia ini otomatis juga mengepalai Lotus Grup, merek mobil sport yang kini di bawah kepemilikan Proton.

Sebagai politikus ulung di kawasan regional Asean, Mahathir tentu saja memanfaatkan relasi politiknya untuk mengibarkan Proton. Salah satunya dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang sengaja dikunjungi Mahathir pada Senin (14/4/2014). Di halaman rumah Megawati, Jalan Teuku Umar Nomor 27-A, Menteng, Jakarta Pusat, Jokowi dan Puan Maharani menyambut kedatangan chairman Proton Mahathir Mohammad tersebut dengan penuh senyum.

Pada waktu itu, Jokowi belum menjadi Presiden. Puan Maharani pun belum menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Jokowi dilantik menjadi Presiden pada Senin (20/10/2014), sekitar 6 bulan setelah pertemuan tersebut. Bertemu dengan chairmanProton Mahathir Mohammad, Jokowi pada Senin sore itu mengenakan batik cokelat, sementara Puan pakai kebaya putih. Senyum suka-cita mereka merebak, menghangatkan sore yang indah itu. Suatu sore yang kemudian menjadi sebuah sore yang bersejarah, karena Jokowi telah menunjuk Proton untuk mengembangkan proyek mobil nasional Indonesia, pada Jumat, 6 Februari 2015, sekitar 9 bulan setelah pertemuan tersebut.


Sumber: Jokowi duduk di kursi penumpang depan Proton yang dikemudikan langsung oleh Chairman Proton, Mahathir Mohammad. Jokowi bahagia dan tersenyum, kata Mahathir usai mengetes varian Iriz kepada wartawan, seperti dilansir The Star, Sabtu (7/2/2015). Foto kanan: Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa atau Doktor Kehormatan kepada Mahathir Mohammad pada Senin (3/9/2012) di Kampus UNS, Kentingan, Solo. Foto: kompas.com dan antaranews.com
Proton, Jokowi Testimoni

Chairman Proton Mahathir Mohammad menunjukkan kepiawaiannya. Bukan hanya dalam kancah politik, tapi juga di sektor bisnis. Mahathir dengan terang-terangan menjadikan Presiden Jokowi untuk testimoni produk Proton varian Iriz, pada Sabtu (7/2/2015). Mahathir memegang kemudi, Jokowi duduk sebagai penumpang di sebelahnya. Sebagai kepala negara, sesungguhnya ini hal yang tak patut terjadi.

Bagaimanapun juga, Presiden Jokowi adalah seorang kepala negara, dari sebuah negara yang berdaulat. Mahathir Mohammad bukan lagi Perdana Menteri Malaysia, yang menjadi Perdana Menteri kini adalah Dato Sri Mohammad Najib Tun Abdul Razak. Maka, bukan pada tempatnya, Mahathir menggelandang Presiden Jokowi untuk agenda serta kepentingan bisnisnya di Proton.

Dalam konteks marketing, ini adalah reputasi serta prestasi Mahathir Mohammad sebagai chairman Proton. Ia telah dengan sukses menjadikan seorang Presiden untuk testimoni produknya. Dunia menyaksikannya. Ini benar-benar sebuah marketing campaign yang patut diacungkan jempol. Dunia, setidaknya kawasan regional Asean, akan mencatat gerakan marketing yang mengagumkan ini.

Sebaliknya, dalam konteks political communication, testimoni yang dilakukan Presiden Jokowi tersebut, sangat tidak strategis dan sungguh memalukan. Barangkali, ini tidak disadari oleh orang-orang di lingkaran Jokowi. Agenda Jokowi ke Malaysia adalah agenda resmi kenegaraan, yang seluruh aktivitas Presiden selama kunjungan kenegaraan tersebut sangat mencerminkan reputasi serta martabat negara yang melekat padanya, Indonesia.

Sebagai Presiden yang baru, dengan pengalaman dan strategi yang masih terbatas, Jokowi memang bukan negosiator yang sepadan untuk berhadapan dengan politikus ulung sekelas Mahathir Mohammad, yang sudah 22 tahun malang-melintang sebagai Perdana Menteri Malaysia. Tapi, orang-orang di sekitar Presiden Jokowi, sudah seharusnya mencermati hal ini. Dengan kejadian tersebut, kentara sekali bahwa Tim Komunikasi Istana tidak paham, juga tidak bekerja, betapa pentingnya strategi dalam political communication, di tengah dunia yang sudah borderlessini.

Jakarta, 09-02-2014

Dibaca : 237 kali

--

Senin, 09 Februari 2015

Kena "Bully" Netizen


From: A.Syauqi Yahya

Jakarta Banjir, Jokowi Kena "Bully" Netizen

http://megapolitan.kompas.com/read/2015/02/10/08093301/Jakarta.Banjir.Jokowi.Kena.Bully.Netizen

KOMPAS.COM/JESSI CARINA

Banjir di Jalan Medan Merdeka Utara depan Istana Merdeka, Senin (9/2/2015).
Selasa, 10 Februari 2015 | 08:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak kemarin, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dirundung (bully) oleh netizen di media sosial. Hal ini berkaitan dengan kondisi Jakarta yang sedang dilanda banjir akibat hujan terus menerus hingga pagi ini, Selasa (10/2/2015).

Para netizen menyindir Jokowi atas ucapan dulu ketika masih sebagai calon presiden. Ketika itu, Joko Widodo yang masih berstatus gubernur DKI Jakarta mengatakan, permasalahan kemacetan dan banjir di Jakarta akan mudah teratasi jika dia menjadi presiden. Seorang presiden akan mudah mengatur dan memerintahkan kepala daerah di kawasan Jabodetabek untuk bekerja sama.

"Dulu bilang kalau Jkt akan bebas banjir kalau @jokowi_do2 jadi presiden. Skrg mau alesan apa lagi? Mau jadi sekjen PBB? Karepmu pak." ujar Fatkhur Rochman dalam alun twitter-nya @fatkhuur.

"Mungkin yg d maksud JKT bebas banjir klo @jokowi_do2 jadi presiden adl banjir kpn aj bisa dtg k JKT tanpa bisa d tanggulangi" ujar pemilik alun twitter @jojontravolta.

Budayawan Nirwan Dewanto bahkan tidak hanya menyindir Jokowi dalam kicauannya di akun @nd_ir, tetapi juga Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

"Pak Ahok sudah jadi Gubernur, Pak Jokowi sudah jadi Presiden. Lha kok banjirnya masih begitu-begitu saja? @basuki_btp @jokowi_do2" ujar Nirwan Dewanto.

Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra bahkan juga menyebar tautan berita Kompas.com mengenai ucapan Jokowi dulu. Berita yang disebar Yusril melalui akunnya @Yusril Ihza_Mhd tersebut berjudul "Jokowi : Macet dan Banjir Lebih Mudah Diatasi Jika Jadi Presiden". Berita itu tersebut ditulis pada 24 April 2014.

Hujan deras memang mengguyur hampir seluruh wilayah Jakarta sejak minggu malam hingga pagi ini. Kemarin, sebanyak 49 wilayah di Jakarta pun tergenang banjir dengan ketinggian yang beragam.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana pun mencatat genangan air di Jakarta kini bertambah hingga 107 titik genangan. Tepatnya, 25 genangan di wilayah Jakarta Pusat, 27 genangan di Jakarta Barat, 25 genangan di Jakarta Timur, 10 genangan di Jakarta Selatan, dan 20 genangan di Jakarta Utara.

Salah satu kawasan yang terkena banjir adalah Jalan Medan Merdeka Utara yang berada di depan Istana Merdeka. Mengomentari hal ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama curiga telah terjadi sabotase. Pasalnya, dia yakin banjir tidak mungkin terjadi di Monas dan Istana.

Penulis: Jessi Carina
Editor: Kistyarini

--
--

Jumat, 06 Februari 2015

Labora Sitorus: Saya Hanya Tumbal


From: Suhardono 


SORONG, KOMPAS - Labora Sitorus, terpidana kasus pencucian uang, penimbunan bahan bakar minyak, dan pembalakan liar kayu, akhirnya mau bersuara. Untuk bertemu Labora tidaklah mudah. Kompas harus menunggu selama enam jam, pukul 11.00-17.00 WIT, di depan pintu gerbang PT Rotua setinggi 4 meter.

Dari upaya pendekatan seorang teman wartawan media lokal di 

Jumat, 6 Februari 2015 | 15:00 WIB

Kota Sorong, Labora akhirnya mau memberikan keterangan terkait sejumlah pemberitaan tentang dirinya. Selama satu jam, laki-laki kelahiran Banjarmasin, 3 November 1961, itu menuturkan sejumlah alasan di balik keluarnya dirinya dari jeruji besi, selama 12 bulan ini.

Anggota Kepolisian Resor (Polres) Raja Ampat, Papua Barat, itu telah divonis Mahkamah Agung dengan 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Papua mengajukan kasasi karena vonis Pengadilan Tinggi Papua hanya 8 tahun penjara.

Berikut ini petikan wawancara Labora Sitorus dengan beberapa wartawan, termasuk Kompas, di salah satu ruangan berukuran 8 meter x 6 meter di kediamannya, di kawasan Tampa Garam, Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Rufei, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (5/2) petang. Tempat itu juga menjadi lokasi PT Rotua milik Labora yang bergerak di industri pengolahan hasil kayu merbau yang didatangkan dari sejumlah wilayah di Papua Barat.

Di kompleks rumah Labora, tampak puluhan karyawan duduk di teras dan berkerumun di bagian lain kompleks rumah itu. Saat wawancara, Labora didampingi juru bicaranya, Fredy Fakdawer. Di ruangan itu pun terdapat empat laki-laki lain.

Mengapa Anda melarikan diri dari Lapas Sorong?

Saya tegaskan bahwa ketiga instansi, yakni kepolisian, kejaksaan, dan lapas (lembaga pemasyarakatan), telah melakukan pembohongan publik di media massa. Selama ini, saya hanya berada di rumah. Karena itu, saya merasa heran mengapa ada di dalam daftar pencarian orang yang ditetapkan kejaksaan. Padahal, para petinggi dari tiga institusi ini selalu datang ke rumah untuk bersilaturahim.

Anda tahu bahwa surat bebas hukum yang dikeluarkan pihak Lapas Sorong itu tidak sah?

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di sejumlah media massa sudah menyatakan surat itu tidak sah. Namun, perlu publik ketahui, pihak lapas yang berinisiatif mengeluarkan surat itu dengan alasan masa penahanan saya telah berakhir. Sementara kejaksaan belum mengirimkan surat perpanjangan masa tahanan. Bahkan, mereka sendiri yang mengantarkan surat itu ke rumah. Apabila terjadi kesalahan dengan surat itu, pihak lapas yang seharusnya dipidanakan karena membuat surat palsu.

Mengapa Anda tak mau kembali ke lapas? Padahal, Anda sudah diputus bersalah Mahkamah Agung?

Sampai saat ini, saya tidak menyetujui putusan Mahkamah Agung. Sebab, saya hanya menjadi tumbal dari permainan sejumlah oknum petinggi di Markas Besar Polri dan Kepolisian Daerah Papua. Misalnya, penetapan tersangka dengan berita acara pemeriksaan palsu dan tidak ditandatangani oleh saya. Masa dalam surat itu saya dinyatakan sebagai pegawai Pemda Kabupaten Sorong. Selain itu, mereka menyatakan saya berpangkat aiptu (ajun inspektur satu). Padahal, saya hanya berpangkat brigadir kepala.

Maksudnya?

Apabila saya bersalah, mengapa kepolisian dan kejaksaan masih menempuh cara persuasif. Saya sudah berkali-kali mengajukan pengunduran diri. Namun, Mabes Polri tidak menyetujui dan mengusulkan pensiun dini. Sampai saat ini, saya masih menerima gaji sebagai anggota Polri. Logikanya, seorang terpidana jika melarikan diri harus segera ditangkap atau ditembak.

Langkah apa yang akan Anda tempuh jika memang merasa tidak bersalah?

Intinya, saya tidak akan menjatuhkan nama institusi karena perbuatan oknum. Saya akan menyampaikan data yang lengkap terkait segala permainan di balik kasus ini. Namun, saya mohon bantuan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban serta Komnas HAM datang ke sini.

Anda menggunakan karyawan dan warga setempat untuk menghalangi proses eksekusi?

Saya tak pernah menggunakan massa untuk suatu kebenaran. Cuma mereka tak ingin kehilangan saya. Sebab, selama ini saya selalu memperhatikan segala kebutuhan mereka.

Anda siap untuk dieksekusi dalam waktu dekat?

Saya heran. Sebab, selama ini saya tidak pernah menghalangi proses eksekusi. Kondisi tubuh saya memang belum sehat karena masih menjalani terapi setelah terkena stroke ringan. Intinya, Pemerintah Indonesia masih menggunakan hukum rimba. Para karyawan dan masyarakat di sini yang mengetahui siapa sebenarnya saya.

Segera dieksekusi

Di Jakarta, Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan, Kejaksaan Agung menjamin tidak akan membuang waktu untuk segera mengeksekusi Labora setelah terpidana itu ditangkap.

"Yang penting ditangkap dan ditahan, maka bisa segera kami mulai eksekusinya. Kesulitan dan halangannya hanya itu. Makanya, kami berharap, kalau Labora melihat ini, tolong segera menyerahkan diri," tuturnya.

Prasetyo mengatakan, sejak awal kejaksaan sudah akan mengeksekusi Labora. Namun, Labora tidak berada di tahanan. "Itu di luar pengetahuan dan kendali kejaksaan," ujarnya.

Jaksa Agung mengharapkan kepolisian dan kejaksaan dapat segera menemukan dan menangkap Labora. "Jajaran saya di bawah, Kejaksaan Negeri Papua, sudah mengadakan kerja sama intensif dengan Polda Papua Barat. Saya pun sempat bicara singkat dengan Pak Plt Kapolri, juga Menteri Hukum dan HAM," ujar Prasetyo.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Ronny F Sompie, kepolisian di Papua telah membentuk tim untuk membantu pencarian dan penangkapan Labora.

"Pembentukan tim dan koordinasi antarinstitusi yang sedang berlangsung ini sudah dilaporkan kepada Pak Badrodin (Pelaksana Tugas Kepala Polri/Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti) oleh Kapolda Papua Barat. Saat ini kami masih berusaha menangkap Labora," lanjutnya.

Ronny mengatakan belum dapat mengungkap perkembangan terbaru proses penangkapan. Ia berharap, setelah Labora ditangkap, kejaksaan dapat segera melakukan eksekusi sesuai kewenangannya. (FLO/AGE)

--

Rabu, 04 Februari 2015

'Saya Dikorbankan'


From: A.Syauqi Yahya 


Rabu, 04/02/2015 11:54 WIB

Di tengah Riuh KPK-Polri, Antasari Azhar Luncurkan Buku 'Saya Dikorbankan'

http://m.detik.com/news/read/2015/02/04/115447/2823043/10/di-tengah-riuh-kpk-polri-antasari-azhar-luncurkan-buku-saya-dikorbankan

Rina Atriana - detikNews
 Antasari Azhar bersama Buku 'Saya Dikorbankan' (Foto: Rina/detikcom)

Tangerang - Empat pimpinan KPK dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan suatu kasus. Sebaliknya, Komjen Pol Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka tak lama sebelum laporan-laporan itu diajukan.

Di tengah kekisruhan yang terjadi antara KPK-Polri, mantan pimpinan KPK, Antasari Azhar, meluncurkan sebuah buku berjudul 'Saya Dikorbankan'. Buku tersebut di launching di Pengadilan Negeri Tangerang, Jalan Taman Makam Pahlawan, Kota Tangerang, Rabu (4/2/2015), sesaat sebelum ia menjalani sidang.

Buku berisi 412 halaman tersebut ditulis oleh seorang wartawan bernama Topik Pram. Antasari menjelaskan, makna dikorbankan artinya ia dikriminalisasi ditengah kesibukannya menangani kasus di KPK.

"Tidak bisa dilepaskan dari masa-masa dulu, saat itu sedang banyak hal yang saya tangani. Apa mungkin karena ketidaknyamanan atau apa," ujar Antasari.

Menurut Antasari, di buku ketiga yang pernah diterbitkan selama ia di tahanan ini, dijelaskan mengenai konstruksi kasus yang menjerat sejak awal hingga saat ini. Termasuk di dalamnya ada 2 hal baru yang belum pernah ada di buku-buku sebelumnya.

"Pertama adanya surat pengakuan dari pelaku penembak asli. Di sini ada penjelasan mengenai suratnya, memohon maaf kepada Pak Antasari bahwa dia yang melakukan semua itu (membunuh Nasrudin Zulkarnain)," jelas Antasari.

"Hanya saja dia tidak berani sebut nama. Hanya ada NN," lanjutnya.

Hal kedua yaitu tentang persamaan analisis jaksa dengan dokter forensik. Keduanya tahu disebut sebagai dalang dibalik pembunuhan tersebut. Akan tetapi tak ada yang menyebutkan nama.

"Orang tersebut masih terkait dengan peristiwa Trisakti. Orang ini pernah dilihat jaksa dalam peristiwa Trisakti. Banyak yang perlu dielaborasi lebih jauh," tutupnya.

(rna/rni)

--
--

Derajat Hadits Mendahulukan Tangan ketika Turun Sujud


From: Budiono


Derajat Hadits Mendahulukan Tangan ketika Turun Sujud


image

oleh: Ust. Imanan, S.Ag
Muqoddimah: QS. an-Nisa' ayat 59.
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Alloh dan taatilah Rosul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Alloh (al-Quran) dan Rosul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Alloh dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Dalam kesempatan kali ini kami akan mencoba membahas hadits mendahulukan tangan ketika turun sujud. Kami memandang bahwa ada sedikit permasalahan yang perlu untuk kami jelaskan berkenaan dengan hadits tersebut, sebab secara dzohir hadits tersebut terdapat keterbalikan.
Para ulama hadits juga ada yang mempermasalahkan hadits tersebut, sebagian ada yang memandangnya sebagai hadits maqlub (terdapat keterbalikan) dalam matan (susunan kalimat). Sebagian lagi memandang bahwa hadits tersebut adalah benar dan tidak terdapat keterbalikan dalam susunan teksnya. Sebagian lagi memandang bahwa hadits mendahulukan tangan tatkala turun sujud bertentangan dengan hadits yang lain, yang memerintahkan untuk mendahulukan dua kaki daripada kedua tangan.
Perbedaan tersebut seiring dengan cara pandang yang berbeda, sebagian melihat pada dzohir kalimat, sebagian lagi menggunakan takwil sehingga hadits tersebut tidak terlihat ada keterbalikan (maqlub). Demikian juga dalam masalah idhtirob dalam susunan teks hadits tersebut dengan hadits yang lain.
Dalam kajian ringan ini kami akan berusaha menjelaskan sedikit tentang permasalahan tersebut, dan kami akan sertakan keterangan-keterangan dan akan kami akhiri dengan sebuah kesimpulan ringan. Semoga bermanfaat bagi kami secara pribadi dan pembaca yang budiman.
Teks hadits mendahulukan tangan ketika sujud.
وروي عن عبد العزيز الدراوردي ، عن محمد بن عبد الله بن حسن ، عن أبي الزناد ، عن الأعرج ، عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذا سجد أحدكم فلا يبرك كما يبرك البعير ، وليضع يديه قبل ركبتيه {أخرجه البيهقي في معرفة السنن والآثر ورواه أيضا أبو داود والنسائي والترمذي وأحمد والدارمي والدارقطني والبغوي في شرح السنة كلهم من طريق محمد بن عبد الله بن حسن عن أبي الزناد عن الأعرج عن أبي هريرة.} 
Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabada: apabila salah seorang diantara kalian sujud (dalam sholat), maka janganlah kalian turun seperti seperti turunnya onta untuk duduk. Maka hendaklah kalian mendahulukan kedua tangan sebelum kedua kaki.
Imam al-Bukhori meriwayatkan hadits tersebut dalam at-Tarikh ul-Kabir, dan mengatakan dalam sanad hadits tersebut ada ilat (cacat) dari sisi Muhammad bin Abdullah bin al-Hasan. Imam at-Tirmidzi mengatakan sanad hadits tersebut adalah ghorib. Imam ad-Daruquthni berpendapat bahwa Abdul Aziz ad-Darowurdi bersendirian dalam meriwayatkan hadits tersebut.
Bisa kita dapatkan teks hadits tersebut dengan beberapa perbedaan kalimatnya. Adapun secara jelasnya teks yang berbeda tersebut adalah sebagai berikut:
1. (إذا سجد أحدُكم فَلاَ يَبْرُكْ كما يَبْرُكُ البعيرُ (أحمد ، وأبو داود ، والنسائى ، والبيهقى الدارمى عن أبى هريرة
2. (إذا سجد أحدُكم فَلاَ يَبْرُكْ كما يَبْرُكُ الجملُ (أخرجه البيهقى والدارقطني والنسائى وأحمد عن أبى هريرة
3. وفي مسند أبي يعلى وابن أبي شيبه عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ، قَالَ : إِذَا سَجَدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِرُكْبَتَيْهِ قَبْلَ يَدَيْهِ ، وَلا يَبْرُكْ بُرُوكَ الْفَحْلِ
Perbedaan yang pertama adalah terletak penggantian kata ba'ir dan jamal yang berarti onta, yang dapat kita jumpai dalam hadits lain dengan lafadz fahl yang berarti kuda jantan.
Illat (cacat) dalam sanad hadits
Imam al-Bukhori, imam at-Tirmidzi dan ad-Daruqudni berpendapat ada cacat dalam sanad hadits tersebut. Dalam sanad hadits tersebut ada seorang rowi bernama Muhammad bin Abdullah bin al-Hasan.
Imam al-Bukhori dalam at-Tarikh ul-Kabir mengatakan tidak mengetahi apakah Muhammad bin Abdulla bin al Hasan mendengarkan hadits dari Abi az-Zinad. Pendapat imam al-Bukhori tersebut didasarkan pada salah satu syarat yang ditentukanya dalam menerima hadits bahwa seorang rowi benar-benar bertemu gurunya, dan tidak cukup bahwa seorang rowi satu masa dengan gurunya.
Sedangkan imam at-Tirmidzi mengatakan sanad hadits tersebut tergolong ghorib dari sisi Muhammad bin Abdullah bin al Hasan.
Pendapat Imam al-Bukhori tentang Muhammad bin Abdullah bin al-Hasan bukanlah merupakan jarkh (celaan), sebab beliau sedikitpun tidak memberikan komentar atas kepribadian Muhammad bin Abdullah bin al-Hasan. Beliau hanya menyangsikan kebertemuan antara Muhammad bin Abdullah bin al-Hasan dengan gurunya – Abu az-Zinad.
Keraguan Imam al-Bukhori tersebut dapat ditepis dengan melihat riwayat hidup Muhammad bin Abdullah al-Hasan.
Imam an-Nasai berependapat bahwa Muhammad bin Abdullah bin al-Hasan adalah seorang yang tsiqohAbu az-Zinad wafat pada tahun 130 H, sedangkan Muhammad bin Abdullah al-Hasan wafat pada 145 H, dan pada saat itu beliau berusia 45 tahun, jadi sangat memungkinkan sekali Muhammad bin Abdullah bin al-Hasan bertemu dengan Abu az-Zinad. Dan yang demikian adalah sesuai dengan syarat yang ditentukan oleh imam Muslim –Mu'ashoroh- (pernah sezaman).
Imam ad-Daroqothni berpendapat bahwa rowi yang bernama Abdul Aziz ad-Darowurdibersendirian dalam meriwayatkan hadits tersebut. Imam Ahmad berpendapat tentang Abdul Aziz ad Darowurdi "jika ia meriwayatkan dengan hafalanya, ada keraguan." Sedangakan Abu Zur'ah berpendapat bahwa ia adalah orang yang termasuk buruk hafalanya. Namun Yahya Ibn Main dan dan Aly al-Madini keduanya berpendapat bahwa Abdul Aziz ad-Darowurdi adalah seorang yang tsiqoh.
Oleh karena itu riwayat seorang rowi yang memungkinkan ada kesalahan dalam hafalanya dibutuhkan orang lain meriwayatkan hadits serupa sebagai bukti bahwa tidak ada kesalahan dari hadits yang diriwayatkan oleh orang yang kurang baik hafalannya.
Pendapat akan kesendirian Abdul Aziz ad-Darowurdi dalam meriwayatkan hadits ini terbantah. Bahwasanya ada orang lain yang meriwayatkan hadits tersebut selain Abdul Aziz ad-Darowurdi. Ia adalah Abdullah bin Nafi' dalam riwayat an-Nasai dan Abu Daud.
Wal hasil, pendapat sebagain ulama seperti Imam al-Bukhori tentang adanya ilat dalam sanad hadits tersebut karena keberadaan rowi yang bernama Muhammad bin Abdullah bin al-Hasan, yang Imam al-Bukhori tidak merasa yakin akan kebertemuanya dengan Abu az-Zinad, bukanlah sebuah bentuk jarkh terhadap Muhammad bin Abdullah bin al-Hasan. Bahka jika dilihat dari kurun waktu masa hidupnya dan masa hidup Abu az-Zinad, telah bisa disimpulkan adanya kemungkinan kuat bahwa Muhammad bin Abdullah bin al-Hasan bertemu denganAbu az-Zinad, sedangkan yang demikian – Mu'asharoh- telah memenuhi syarat shohih sebuah Hadits dalam pandangan imam Muslim.
Sedangkan kesendirian Abdul Aziz ad-Darowurdi, dalam meriwayatkah hadits tersebut sebagaimana yang dinyatakan oleh ad-Daruquthni, dijawab oleh ulama yang lain bahwa ada orang lain yang meriwayatkan selain Abdul Aziz ad-Darowurdi yakni Abdullah bin Nafi'. Oleh sebab itu maka hadits tersebut dapat dihukumi sebagai hadits shohih sebagaimana pendapat Nashiruddin al-Bani dalam irwa ul-gholil, atau hadits hasan dikarenakan selamatnya para rowi dari cacat yang mengakibatkan ke-dhoif-an hadits. Dan ada juga ulama menilai hadits tersebut dhoif.
Kesimpulan
1. Hadits mendahulukan tangan ketika turun sujud adalah hadits ghorib/aneh (ahad).
2. Para ulama berbeda pendapat tentang hadits tersebut, ada yang mempermasalahkan derajat ke-shahihan-nya.
3. Jika ada hadits diperselisihkan/dipermasalahkan derajatnya, maka yang berlaku kaidah:
الجرح مقدم على تعدل
Yang mencacat (menilai dhoif) didahulukan dari pada yang menshahihkan
4. Para ulama ahli fiqh berbeda pendapat dalam masalah mendahulukan tangan ketika turun untuk sujud.
5. Madzhab Maliki dan al-Auzai, demikian pula Ibn Hazm berpegang mendahulukan tangan ketika sujud.
6. Sedangkan madzhab iman Abu Hanifah, at-Tsauri, Ibn Sirin , as-Syafii, Ahmad, Ishaq ibn Rohawaih, memilih lebih mendahulukan lutut, dan cara ini menjadi pilihan Muhammadiyah (HPT kitab Shalat).
7. Imam Ahmad dalam sebuah riwayat cara turun sujud tersebut adalah mukhoyyar. (bebas memilih).
Demikianlah pembahasan singkat ini, mudah-mudahan bermanfaat. Amin.
والله أعلم بالصواب
Lihat Takhrij hadits tersebut dalam al-Muharor fi al-hadist oleh ibn Qudamah al-Maqdisei yang telah ditakhrij haditsnya dalam ad-Durar fi takhrij al-Mukharor no. hadits 239
)* Penulis adalah Wakil Ketua Bid. Pengembangan Cabang & Ranting, PDM Surabaya

--
"Allahuma inni as-alukal huda wattuqo wal 'afaaf wal ghina"-Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk, ketakwaan, kesucian dan kekayaan kepadaMu. (HR. Muslim).

Mengenal Imam Syafi'i, Perumus Ilmu Ushul Fiqh


From: Budiono 


Mengenal Imam Syafi'i, Perumus Ilmu Ushul Fiqh


Ilmu ushul fiqh adalah sebuah kajian luar biasa yang mampu meringkas begitu banyak teks yang memiliki konsekuensi hukum yang sama menjadi sebuah formula yang sederhana. Ilmu ini digunakan para ulama dalam mengambil kesimpulan hukum. Menyederhanakan masalah yang pelik menjadi mudah butuh kecerdasan dan pemahaman yang mendalam. Oleh karena itulah, seseorang yang menciptakan ilmu ushul fiqh ini pasti memiliki kecerdasan yang luar biasa dan pemahaman yang mendalam tentang ilmu-ilmu syariat. Ilmu ini pertama kali dirumuskan oleh Muhammad bin Idris asy-Syafii atau lebih dikenal dengan Imam Syafii.
Nasab dan Masa Pertumbuhannya
Beliau adalah Muhammad bin Idris bin al-Abbas bin Utsman bin Syafi' bin Saib bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Abdul Muthalib bin Abdu Manaf. Nasab Imam Syafii dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bertemu pada kakek mereka Abdu Manaf. Jadi, Imam Syafii adalah seorang laki-laki Quraisy asli. Adapun ibunya adalah seorang dari Bani Azdi atau Asad.
Imam Syafii dilahirkan pada tahun 150 H/767 M di Kota Gaza, Palestina. Tahun kelahiran beliau bertepatan dengan wafatnya salah seorang ulama besar Islam, yakni Imam Abu Hanifahrahimahullah. Ayahnya wafat saat Syafii masih kecil sehingga ibunya memutuskan untuk hijrah ke Mekah agar Syafii mendapatkan santunan dari keluarganya dan nasabnya pun terjaga.
Di Mekah, Syafii kecil mulai mempelajari bahasa Arab, ilmu-ilmu syariat, dan sejarah. Ia terkenal sebagai seoarang anak yang cerdas,  di usia enam atau tujuh tahun 30 juz Alquran sudah sempurna bersemayam di dalam dadanya. Keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang baginya dalam menuntut ilmu, Syafii mencatat palajarannya di atas tulang-tulang hewan atau kulit-kulit yang berserakan. Namun ia dimudahkan dengan karunia Allah berupa daya hafal yang sangat kuat sehingga beban ekonomi untuk membeli buku dan kertas bisa terganti. Setelah beliau merasa cukup menuntut ilmu di Mekah, Madinah menjadi destinasi berikutnya dalam menimba ilmu. Di sana adaseorang ulama yang dalam ilmunya, yakni Imam Malik rahimahullah.
Proses Menuntut Ilmu
Saat menginjak usia 13 tahun, gubernur Mekah mendorongnya agar belajar ke Madinah di bawah bimbingan Imam Malik. Selama belajar kepada Imam Malik, sang imam negeri Madinah sangat terkesan dengan kemampuan yang dimiliki remaja dari Bani Hasyim ini. Kemampuan analisis dan kecerdasannya benar-benar membuat Imam Malik kagum sehingga Imam Malik menjadikannya sebagai asistennya dalam mengajar. Padahal kita ketahui, Imam Malik adalah seorang yang sangat selektif dan benar-benar tidak sembarangan dalam permasalahan ilmu agama, tapi kemampuan Syafii muda memang pantas mendapatkan tempat istimewa.
Di Madinah, Imam Syafii larut dalam lautan ilmu para ulama. Selain belajar kepada Imam Malik, beliau juga belajar kepada Imam Muhammad asy-Syaibani, salah seorang murid senior Imam Abu Hanifah. Di antara guru-guru Imam Syfaii di Madinah adalah Ibrahim bin Saad al-Anshari, Abdul Aziz bin Muhammad ad-Darawaridi, Ibrahim bin Abi Yahya, Muhammad bin Said bin Abi Fudaik, dan Abdullah bin Nafi ash-Sha-igh.
Adapun di Yaman, beliau belajar kepada Mutharrif bin Mazin, Hisyam bin Yusuf yang merupakan hakim di Kota Shan'a, Amr bin Abi Salama, salah seorang sahabat Imam al-Auza'i, dan Yahya bin Hasan. Sedangkan di Irak beliau belajar kepada Waki' bin Jarrah, Abu Usamah Hamad bin Usamah al-Kufiyani, Ismail bin Aliyah, dan Abdullah bin Abdul Majid al-Bashriyani.
Dengan kesungguhannya dalam mempelajari ilmu syariat ditambah kecerdasan yang luar biasa, Imam Syafii mulai dipandang sebagai salah seorang ulama besar. Terlebih ketika gurunya yang mulia, Imam Malik wafat pada tahun 795, Imam Syafii yang baru menginjak usia 20 tahun dianggap sebagai salah seorang yan paling berilmu di muka bumi kala itu.
Di antara keistimewaan fikih Imam Syafii adalah beliau mampu menggabungkan dua kelompok yang memiliki sudut pandang yang berbeda dalam memahami fikih. Kelompok pertama dikenal dengan ahlul hadits, yaitu orang-orang yang mencukupkan diri dengan hadis tanpa butuh intepretasi atau analogi-analogi (qias) dalam menetapkan suatu hukum. Sedangkan kelompok lainnya dikenal dengan ahlu ra'yi atau mereka yang menggunakan hadis sebagai landasan penetapan hukum namun selain itu mereka juga memakai analogi-analogi dalam menetapkan hukum. Imam Syafii mampu mengkompromikan dua kelompok ini bisa menerima satu sama lainnya.
Ibadah Imam Syafii
Tidak diragukan lagi, seorang ulama yang terpandang selain memiliki keilmuan yang luas, mereka juga merupakan teladan dalam beribadah. Ar-Rabi' mengatakan, "Imam Syafii membagi waktu malamnya menjadi tiga bagian: bagian pertama adalah untuk menulis, bagian kedua untuk shalat, dan bagian ketiganya untuk tidur."
Di malam hari beliau tidak pernah terlihat membaca Alquran melalui mush-haf, akan tetapi bacaan beliau di malam hari hanya dilantunkan dalam shalat-shalatnya. Al-Muzani mengatakan, "Saat malam hari, aku tidak pernah sekalipun melihat asy-Syafii membaca Alquran melalui mush-haf. Ia membacanya saat sedang shalat malam (melalui hafalan pen.)."
Kefasihan Bahasa Imam Syafii
Selain menjadi bintang dalam ilmu fiqh, Imam Syafi'i juga dikenal dengan kefasihan dan pengetahuannya tentang bahasa Arab. Beliau belajar bahasa Arab kepada seorang Arab desa yang bahasa Arabnya fasih dan murni. Hal itu serupa dengan keluarga Nabishallallahu 'alaihi wa sallam yang menitipkan beliau kepada ibu susunya yang berasal dari desa, tujuannya agar bahasa Arab Nabi berkembang menjadi bahasa Arab yang fasih ketika tumbuh dewasa. Ibnu Hisyam bercerita tentang kefasihan Imam Syafii, "Saya tidak pernah mendengar dia (Imam Syafi'i) menggunakan apa pun selain sebuah kata yang sangat tepat maknanya, seseorang tidak akan menemukan sebuah pilihan diksi bahasa Arab yang lebih baik dan lebih pas dalam mengungkapkan suatu kalimat."
Perjalanan Hidupnya
Tidak lama setelah wafatnya Imam Malik, Imam Syafii ditugaskan pemerintah Abasiyah ke Yaman untuk menjadi hakim di wilayah tersebut. Namun beliau tidak lama memangku jabatan tersebut karena jabatan hakim secara tidak langsung menghubungkannya dengan dunia politik yang sering mengkompromikan antara kebohongan dengan kejujuran, dan beliau tidak merasa nyaman dengan hal yang demikian.
Setelah itu, beliau berpindah menuju Baghdad dan menyebarkan ilmu di ibu kota kekhalifahan tersebut. Kehidupan beliau di Baghdad dipenuhi dengan dakwah dan mengajar, bahkan beliau sempat berkunjung ke Suriah dan negeri-negeri di semenanjung Arab lainnya  untuk menyebarkan pemahaman tentang Islam. Sekembalinya ke Baghdad, kekhalifahan telah dipegang oleh al-Makmun.
Al-Makmun memiliki pemahaman yang menyimpang tentang Alquran. Ia menganut paham Mu'tazilah yang mengedepankan logika dibandingkan wahyu Alquran dan sunnah. Al-Makmun meyakini bahwasanya Alquran adalah makhluk, sama halnya seperti manusia. Pemahaman ini berkonsekuensi menyepadankan antara logika manusia dengan Alquran, artinya Alquran pun tidak mutlak benar sebagaimana akal manusia. Tentu saja keyakinan ini bertentangan dengan keyakinan Imam Syafii dan ulama-ulama Islam sebelum beliau yang menyatakan bahwa Alquran adalah firman Allah, yang kebenarannya absolut.
Al-Makmun memaksa semua orang agar memiliki pemahaman yang sama dengannya. Banyak para ulama ditangkap dan disiksa karena peristiwa yang dikenal dengan khalqu Alquran ini. Akhirnya, pada tahun 814, Imam Syafii hijrah menuju Mesir, negeri dimana beliau berhasil merumuskan ilmu ushul fiqh.
Wafatnya
Sebagaimana lazimnya manusia lainnya, sebelum wafat Imam Syafii juga merasakat masa-masa sakit. Dalam keadaan tersebut, salah seorang muridnya yang bernama al-Muzani mengunjunginya dan bertanya, "Bagaiaman keadaan pagimu?" Imam Syafii, "Pagi hariku adalah saat-saat pergi meninggalkan dunia, perpisahan dengan sanak saudara, jauh dari gelas tempat melepas dahaga, kemudian aku akan menghadap Allah. Aku tidak tahu kemana ruhku akan pergi, apakah ke surga dan aku pun selamat ataukah ke neraka dan aku pun berduka." Kemudian beliau menangis.
Imam Syafii dimakamkan di Kairo pada hari Jumat di awal bulan Sya'ban 204 H/820 M. Beliau wafat dalam usia 54 tahun. Semoga Allah merahmati, menerima semua amalan, dan mengampuni kesalahan-kesalahan beliau. 
sumber : kisahmuslim

--
"Allahuma inni as-alukal huda wattuqo wal 'afaaf wal ghina"-Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk, ketakwaan, kesucian dan kekayaan kepadaMu. (HR. Muslim).