Minggu, 09 November 2014

Kuliner di Semarang



Berburu Bestik Lidah di Semarang

PlasadanaOleh Riwis Sadati | Plasadana – Rab, 8 Okt 2014

Konten Terkait

Saat Anda piknik ke Semarang, mungkin kebanyakan kerabat atau rekan akan memesan oleh-oleh bandeng presto yang lembut dan gurih. Tapi ternyata, Ibu kota Jawa Tengah ini tak hanya terkenal dengan kegurihan sang bandeng. Pun menyuguhkan penganan lezat nan unik. Berikut tiga menu spesial ala Semarang berdasarkan pengecapan Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia.

Bestik lidah
Berada di dekat Kota Lama, Toko Oen memiliki menu andalan yang kerap menjadi sasaran turis. Bestik lidah namanya. Sebenarnya, bestik lidah bukan jenis makanan baru di Jawa Tengah. Hidangan lidah sapi yang dimasak dengan bumbu bestik merupakan menu lazim.
Pilihan camilan di Toko Oen. (Plasadana/Riwis Sadati)Pilihan camilan di Toko Oen. (Plasadana/Riwis Sadati)
Bestik sendiri merupakan alkulturasi budaya Barat dari steak dengan pemasakan gaya Jawa yang menghasilkan rasa kaya rempah. Di Toko Oen, bestik lidah hadir dalam cita rasa lezat. Tak ada rasa manis atau asin yang berlebihan dalam potongan daging lidahnya. Bahkan racikan bumbu pun meresap merata. Kelembutan olahan lidah sapi ini juga patut mendapatkan acungan jempol. Dengan harga Rp 75.000 per porsi, Anda dapat menghilangkan rasa lapar.
Bestik lidah. (Plasadana/Riwis Sadati)Bestik lidah. (Plasadana/Riwis Sadati)
Toko Oen sendiri begitu nyaman dan tenang sebagai tempat makan. Bangunan tua bergaya Eropa ini seolah membawa tamu ke suasana masa lalu. Gerai di Jalan Pemuda No 52 ini memang masih mengusung tema 1936. Masa pendirian Toko Oen di Semarang oleh Ibu Liem Gien Nio.

Loenpia Semarang
Masih di Jalan Pemuda, Anda dapat menemukan gang berpapan penunjuk "Loenpia Mbak Lien". Di Semarang, kudapan lumpia sangat populer untuk oleh-oleh. Apalagi ukurannya lebih besar ketimbang lumpia dari daerah lain.
Loenpia goreng. (Plasadana/Riwis Sadati)Loenpia goreng. (Plasadana/Riwis Sadati)
Menurut sejarah, dulu lumpia dibuat oleh keturunan Tionghoa yang menikah dengan penduduk Indonesia dan menetap di Semarang. Alkuturasi makanan ini mulai terkenal ketika dijajakan di pesta olahraga Ganefo.
Loenpia rebus. (Plasadana/Riwis Sadati)Loenpia rebus. (Plasadana/Riwis Sadati)
Loenpia Mbak Lien sendiri merupakan salah satu lumpia rekomendasi. Di sana, Anda bisa menikmati dua tipe lumpia: goreng dan basah. Sementara isi lumpia dapat Anda pilih sesuai selera, ayam, udang, atau perpaduan keduanya. "Daya tahan lumpia basah sekitar empat hari di luar kulkas dan sepekan dalam pendingin," ujar pegawai Loenpia Mbak Liem. "Harganya beragam, antara Rp10.000 sampai Rp12.000."

Kue mochi
Kue mochi juga bisa Anda beli di gerai Loenpia Mbak Liem. Di Semarang, kue mirip onde-onde ini terkenal dengan sebutan moachi. Meski juga bertabur wijen, mochi Semarang jauh lebih lembut.
Mochi. (Plasadana/Riwis Sadati)Mochi. (Plasadana/Riwis Sadati)
Konon, kue mochi ini masuk ke Semarang bersama pedagang Jepang. Dari hari ke hari, mochi Jepang mengalami modifikasi dengan rasa lokal. "Kue mochi termasuk oleh-oleh paling laris," kata pegawai Loenpie Mbak Liem. "Harganya sekitar Rp18.000 sampai Rp33.000, dan bisa bertahan selama satu pekan."

--

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar