Senin, 06 Oktober 2014

Si Hitam Ngetrend




Selasa, 07/10/2014 11:00 WIB

Trend Makanan Hitam

Si Hitam yang Kini Populer Sebagai Superfood

Odilia Winneke - detikFood

Jakarta - Makanan hitam dulu sering dianggap kotor dan menjijikkan. Namun beberapa tahun ini makanan hitam justru dibuktikan sebagai superfood. Karenanya harganya juga lebih mahal.

Sejak tahun lalu dunia mulai dilanda kegemaran mengonsumsi makanan serba hitam. Seperti yang terjadi di Australia, orang menggandrungi makanan hitam karena dipercaya bernutrisi lebih.

Para chef juga bereksplorasi dengan makanan hitam. Misalnya black garlic yang punya sejumlah nutrisi penting terutama antioksidan karena proses fermentasi selama puluhan hari.

Makanan hitam juga mulai populer di jaringan restoran cepat saji. Burger King Jepang pun menciptakan bun burger hitam untuk menarik perhatian pelanggannya. Kemudian disusul dengan hot dog hitam di Amerika hingga Jakarta.

Warna hitam pada sayuran seperti kacang, terung, biji-bijian juga dipercaya bernutrisi lebih dibandingkan dengan warna hijau atau oranye.

Sedangkan pewarna hitam umumnya diperoleh karena warna alami. Seperti pemakaian tinta cumi untuk membuat pasta hitam di Italia. Abu merang sebagai pewarna kue di Indonesia.

Untuk citarasa tidaklah jauh berbeda dengan makanan berwarna lain. Tetapi dari segi harga makanan hitam jauh lebih mahal harga. Seperti beras hitam yang harganya mencapai Rp.45.000 per kilogram, nyaris tiga kali lipat beras putih biasa. Karena beras ini kaya zat anthocyanin dan flavonoid yang merupakan antioksidan.

--

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar