Jumat, 26 September 2014

Menemukan Struktur (Bangunan) Buku: Buku Kecil untuk Kado Pernikahan Anak Saya (2)


From: hernowo hasim


Menemukan Struktur (Bangunan) Buku: Buku Kecil untuk Kado Pernikahan Anak Saya (2)
Oleh Hernowo
 
 
Di samping buku-buku karya Kang Jalal dan Haidar Bagir, saya juga membaca buku-buku karya Ustad Quraish Shihab terkait dengan pernikahan. Seingat saya, dahulu Ustad Quraish juga membuat buku khusus untuk sebuah pernikahan. Saya lupa ditujukan untuk siapa buku tersebut. Saya mencoba mencarinya lagi tetapi tidak ketemu. Seingat saya, buku tersebut dahulu juga pernah diterbitkan oleh Penerbit Al-Bayan—salah satu imprint Penerbit Mizan—dengan sampul warna kuning.
 
Hanya saya beruntung dapat membaca buku karya Ustad Quraish yang berjudul Perempuan. Buku ini membuka cakrawala—dan mengubah paradigma—saya tentang perempuan. Sehabis membaca buku ini, saya tak mungkin akan menyepelekan (melecehkan) perempuan. Mungkin sebelum membaca buku Ustad Quraish, saya masih memiliki pemikiran yang tidak benar tentang perempuan, meskipun saya punya ibu, istri, dan juga anak perempuan.
 
Ketika membahas perempuan, Ustad Quraish, mau tak mau, juga membahas tentang hal-hal menarik seputar pernikahan. Lewat buku inilah saya diperkaya oleh materi yang ditulis Ustad Quraish. Apalagi beliau senantiasa memijakkan pembahasannya dengan merujuk kepada Al-Quran. Saya pun akhirnya menjadikan karya-karya Ustad Quraish—dan juga karya Kang Jalal dan Haidar—sebagai referensi. Bahkan, bukan hanya sebagai referensi, bangunan buku yang saya bentuk pun sebagian besar berasal dari pandangan Ustad Quraish, Kang Jalal, dan Haidar.
 
 
Apa stuktur atau bangunan buku kecil yang saya tujukan untuk kado pernikahan anak saya? Saya hanya membangun buku kecil ini dari tiga unsur. Ketiga unsur tersebut adalah,pertama, merujuk ke ayat ke-21 Surah An-Nisa', tentang pernikahan sebagai "mitsaqan ghalizha ("… dan mereka [para istri] telah mengambil dari kamu perjanjian yang amat kukuh/kuat [untuk hidup bersama dan saling menjaga rahasia]" [QS An-Nisa' (4): 21]).
 
Kedua, tentang bagaimana menciptakan keluarga yangsakinah, mawaddah, dan rahmah dalam kehidupan rumah tangga ("Di antara tanda-tanda kebesaran Tuhan adalah Dia telah menciptakan pasangan bagi kamu dari jenis yang sama agar kamu menjadi tenteram [meraih sakinah] bersamanya. Dia menjadikan kamu berdua cinta [mawaddah] dan kasih dan sayang [rahmah]. Itu adalah pelajaran yang berharga bagi orang-orang yang berpikir" [QS Ar-Rum (30): 21]).
 
Dan ketiga, tentang bagaimana mementingkan atau memedulikan tetangga—baik tetangga yang dekat maupun yang jauh—dalam bingkai silaturahim ("Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan [peliharalah] hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu" [QS An-Nisa' (4): 1]).
 
Kenapa bangunan itu hanya terdiri atas tiga unsur? Saya tidak tahu. Feeling—dan berpijak pada pengalamansaya mengatakan bahwa jika anak saya berhasil mendirikan tiga tiang yang menopang bangunan rumah tangganya, insya Allah pernikahannya akan sukses dunia dan akhirat. Buku kecil ini akhirnya juga saya anggap sebagai doa (harapan) saya dan istri saya—sebagai orangtua—untuk kesejahteraan pernikahan anak saya.[]

--

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar