Selasa, 30 September 2014

Keganjilan Fats, Jolly, dan Arf: Menikmati Imajinasi-Dahsyat J.K. Rowling (5)


From: hernowo mengikatmakna 


Keganjilan Fats, Jolly, dan Arf: Menikmati Imajinasi-Dahsyat J.K. Rowling (5)

Oleh Hernowo

 

 

Saya belum dapat menemukan tokoh utama novel ini. Apakah Barry? Jika Barry---yang memang banyak disebut di lembar-lembar halaman novel yang tebal ini---mengapa dia dimatikan sejak halaman pembuka? Di samping Barry, memang ada beberapa tokoh yang dikisahkan secara berulang dan unik oleh Rowling--baik sang tokoh tersebut berkaitan dengan Barry atau tidak. Apakah novel ini memang tak punya tokoh utama tunggal kayak Harry Potter?

 

Setelah pembacaan saya atas novel ini berjalan hingga bagian kelima, saya terkesan dengan tiga tokoh yang memiliki nama-nama julukan. Tiga tokoh itu masih bersekolah di sebuah SMA. Fats, Jolly, dan Arf---demikian nama julukan mereka. Fats dan Arf berkawan karib (sejak usia keduanya empat tahun) dan suka merokok. Ayah Fats dan Arf dilukiskan sebagai orangtua yang, sepertinya, suka berperilaku kasar dan ganjil. Jolly, satu-satunya perempuan, bersekolah di sekolah yang sama dengan Fats dan Arf. Jolly juga ada masalah dengan ibunya, tapi saya belum tahu apa masalah itu.

 

Rowling melukiskan sosok ketiga anak muda itu dengan sangat menarik. Jolly memiliki orangtua yang berprofesi dokter. Dia punya dua adik laki-laki bernama Jaswant, yang memiliki julukan Jazzy, dan Rajpal. Anda akan kaget apabila sempat membaca novel ini dan sampai pada halaman yang menggambarkan perilaku ganjil Jolly. Sekali lagi, sepertinya, Jolly tidak suka dengan ibunya atau ibunya yang tidak suka dengan putrinya. Kenapa dia memiliki julukan Jolly? "Itu nama julukannya saat kecil, diberikan sebagai sebuah ironi," kata Rowling.

 

Fats lain lagi. Nama asli Fats, Stuart Wall. Ibunya suka memanggilnya Stu. Ayah Fats  adalah wakil kepala SMA tempat Fats bersekolah. Sepertinya ada sesuatu yang dirahasiakan tentang asal-usul Fats ini. Rowling membukanya sedikit demi sedikit dan kadang ada ketegangan di dalam diri Tessa, ibu Fats, ketika Fats tak lagi memanggilnya, "Mum". Fats juga tidak menyukai ayahnya atau sebaliknya. Ketika ayah Fats ikut mencalonkan diri menjadi pengganti Barry yang meninggal, Fats bikin gara-gara dan membuat seisi Pagford gaduh.

 

 

Arf memiliki keluarga yang unik. Dengan memikat, Rowling melukiskan karakter kedua orangtua Arf. Ayahnya suka memanggil Arf dengan sebutan  si "Muka Piza" karena wajah Arf berjerawat. Arf punya adik bernama Paul. Arf, adik, dan ibu mereka kadang menjadi sasaran kemarahan ayah mereka yang tertutup. Bahkan, Rowling tak segan-segan untuk menggunakan kata-kata kasar dalam melukiskan karakter ayah Arf yang, sepertinya, juga memiliki kelainan.

 

"Lalu akhirnya, semua aman. Sukhvinder berdiri dan mengeluarkan silet dari lubang telinga boneka kelinci empuknya. Dia mencuri silet itu dari kotak peralatan cukur ayahnya di lemari kamar mandi. Sukhvinder turun dari ranjang dan mencari-cari senter di lacinya, segenggam tisu, lalu bergeser ke bagian kamarnya yang paling jauh dari pintu, ke dekat cerobong bulat di pojokan.

 

"Di sini, sinar senternya akan bertahan dan tak terlihat dari bawah pintu. Sukhvinder duduk bersandar ke dinding, menggulung lengan baju tidurnya, dan dengan senter mengamati bekas-bekas dari sesi terakhirnya, masih terlihat saling silang dan gelap di lengannyan tapi mulai sembuh. Dengan sedikit denyar ketakutan yang terasa melegakan dan terfokus, Sukhvinder menekankan silet ke tengah lengan bagian dalam dan mulai mengiris...."[] 

 

--

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar