Sabtu, 26 Juli 2014

The Cuckoo’s Calling: Novel Terbaru J.K. Rowling


From: hernowo mengikatmakna 

The Cuckoo's Calling: Novel Terbaru J.K. Rowling

Oleh Hernowo

 

 

Saya mengawali tahun baru 2014 dengan membaca buku terbaru J.K. Rowling. Buku terbaru Rowling ini saya beli pada akhir Desember 2013. Setelah ketujuh novel fantasi yang fantastis, Harry Potter, dan novel dewasanya yang gelap,The Casual Vacancy, Rowling menciptakan novel untuk dewasa lagi yang bercorak kriminal, The Cuckoo's Calling. Dalam The Cuckoo's Calling, Rowling menggunakan nama alias atau a.k.a Robert Galbraith. Entah kenapa dia memilih nama alias laki-laki dan kenapa pula menggunakan nama alias dalam novel terbarunya ini.

 

Terjemahan judul novel The Cuckoo's Calling adalah Dekut Burung Kukuk. Saya juga belum menemukan kenapa judulnya diterjemahkan seperti itu. Kalau terjemahan judul novel The Casual Vacancy adalah Perebutan Kursi Kosong dan saya tahu kenapa diterjemahkan seperti itu. Istilah "casual vacancy" memang merujuk ke jabatan yang kosong dalam sebuah pemerintahan. Rowling menjelaskan istilah ini di halaman 8 novelnya. Novel ini pun bercerita tentang jabatan yang kosong di sebuah dewan kota gara-gara kematian Barry Fairbrother.

 

Memang ada kisah perebutan jabatan yang pernah dijabat Barry dalam The Casual Vacancy. Namun, inti ceritanya bukan di situ. Semula saya menduga novel dewasa Rowling ini banyak bercerita tentang intrik politik. Ternyata tidak. Lewat pengisahan yang memukau, Rowling berkisah tentang konflik dan drama keluarga yang semula diceritakan secara terpisah-pisah namun pada akhirnya setiap tokoh yang ada di dalam keluarga-keluarga yang dikisahkan di novel tersebut dibuat saling berkaitan. Penggambaran setiap karakter dan pemunculan sisi gelap setiap tokoh yang dimunculkan secara perlahan-lahan sungguh dahsyat.

 

Di akhir halaman, saya (si pembaca The Casual Vacancy) diminta untuk menyimpulkan sendiri pesan yang ingin disampaikan Rowling. Yang jelas, novel dewasa Rowling ini memang gelap. Dan ketika Rowling menggambarkan dan mengisahkan tentang kegelapan itu—penyimpangan seksual, kecanduan narkoba, umpatan-umpatan sangat kasar, dan sejenisnya—sungguh menonjok dan menyentak. Rowling memiliki dan menguasai bahasa kasar dan gelap itu. Rowling juga fasih dalam membawa imajinasi saya untuk merasakan emosi-emosi yang hadir secara nyata. Padahal itu semua adalah karangan (fiksi) Rowling. Kata orang, Rowling memiliki kemampuan menggambarkan sisi gelap itu karena dia pernah mengalaminya.

 

Baik, bagaimana dengan novel kriminal terbarunya, Dekut Burung Kukuk? Saat ini saya baru membaca sampai halaman 94. Halaman ini ada di Bagian 2 Bab 4. Novel ini mempunyai ketebalan 517 halaman dan memiliki lima bagian yang masing-masing bagian terdapat sekitar 3 hingga 5 bab. Di halaman awal ada Bab Prolog dan di halaman akhir ada Epilog. Seperti biasa, Rowling juga memajang beberapa kutipan di beberapa halaman. Misalnya di Bab Prolong ada kutipan dari Lucius Accius, Telephus: "Is demum miser est, cuius nobilitas miserias nobiitat" (Sungguh celaka orang yang cacat celanya menjadi ikut terkenal karena ketenarannya). Apa maksudnya? Saya belum tahu.

 

Seperti dalam The Casual Vacancy, Rowling memulai novel kriminal The Cuckoo's Callingdengan sebuah kematian. Hanya kalau di novel sebelumnya kematian itu diakibatkan hal yang tampak wajar (serangan jantung), di novel sesudahnya kematian itu dijadikan misteri. Tepatnya, kematian itu perlu diselidiki. Maklum ini novel kriminal. Meskipun baru sedikit membacanya, saya tetap menemukan kehebatan Rowling. Dia menulis dengan teliti dan penuh detail. Saya kadang mengulang-ulang membacanya untuk menyerap kepiawaiannya ini. Jika di The Casual Vacancy tak ada tokoh tunggal, di The Cuckoo's Callingdiciptakannyalah tokoh tunggal: detektif. Karakter sang detektif dibuka perlahan-lahan dan, itu tadi, digunakan Rowling untuk menunjukkan kepiawaiannya dalam melukiskan detail.[]


--

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar