Rabu, 11 Juni 2014

setelahngamuk




SUSAH MEMANG KALAU PUNYA BAWAHAN YG SUDAH BEBAL MENTALNYA, KERJA SAJA DIKANTOR TAPI TAK BEDA DENGAN KULI PASAR, DIBENTAK BENTAK DULU BARU JADI BENAR KERJANYA....

Setelah Ngamuk, Ahok Dapat Sumbangan 30 Bus TransJakarta

Jakarta, HanTer - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapat sumbangan 30 armada bus TransJakarta dari tiga perusahaan besar yak

Setelah Ngamuk, Ahok Dapat Sumbangan 30 Bus TransJakarta

Jumat, 06 Juni 2014 18:27:00 WIB | Dilihat : 540
Setelah Ngamuk, Ahok Dapat Sumbangan 30 Bus TransJakarta
Harian Terbit/Dokumen

Jakarta, HanTer - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapat sumbangan 30 armada bus TransJakarta dari tiga perusahaan besar yakni Telkomsel, Tiphone, dan Roda Mas.

"Terima kasih sudah memberikan bus," kata Ahok di Silang Monas, Jakarta, Jumat (6/6).

Dijelaskan Ahok, sumbangan ini tentunya bermanfaat guna berbagai kepentingan warga ibukota. Para penyumbang bisa mendapatkan keuntungan dari iklan mereka yang ditempel di bus-bus tersebut.

"Bus sumbangan yang berjumlah 30 ini akan dialokasikan di sejumlah koridor yang membutuhkan. Wilayah mana yang kurang akan disebar," jelas Ahok yang mengenakan pakaian khas Betawi.

Sebagaimana diketahui, berapa waktu lalu Ahok mengebrak meja dan marah-marah pada anak buahnya. Terjadi saat Pemprov DKI Jakarta melakukan pertemuan dengan pengusaha Antonius Wenoe bersama Telkomsel dan Ti-phone.

Dalam pertemuan tersebut pihak swasta membahas sulitnya memberikan bantuan berupa 30 bus sedang kepada Pemprov DKI untuk menunjang transportasi massal. Para donatur tersebut mengaku justru dipersulit.

"Sudah kita kumpulkan sebanyak  30 bus. Mau antar saja susahnya minta ampun. Karena bertele-tele. Saya sudah setahun ke pemda untuk urusin bus ini. Kita frustasi, Pak. Bus itu mau diterima atau tidak. Kalau tidak mau diterima bus mau dijual lagi," kata Antonius di kantor Ahok,Selasa (11/3).

Mendengar kejadian itu, Ahok lantas bertanya pada anak buahnya, mengapa sampai terjadi. Rupanya Dishub DKI lebih memilih menggunakan bus China dengan kualitas yang tidak bagus ditambah pelaksanaan tender yang rumit daripada menerima sumbangan bus yang mereknya sudah ternama seperti Hino.

Selain itu, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) juga mempersulit dengan penekanan pembayaran pajak, sehingga bantuan akhirnya tertunda hingga delapan bulan, dari Agustus 2013-Maret 2014.

"Kita ini sudah mau disumbang bus masih mau dikenakan pajak coba. Saya baru tahu Pemprov (DKI) nih gilanya luar biasa gendeng. Orang mau menyumbang mesti dipersulit. Biar seluruh dunia tahu, orang Pemprov DKI gendeng-gendeng. Sumbang bus dikenakan pajak, heran saya cara berpikirnya," tegas Basuki lagi.

Lama-lama saya nanti jadi paranoid gara-gara dengan kalian yang suka main tender," lanjut Ahok dengan suara tinggi.

(Daniel)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar