Rabu, 04 Juni 2014

akil


"Saya tidak pernah terima langsung, tapi ada kiriman pempek," ujar Akil saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/6). 
Hakim Ketua Suwidya kembali mempertegas peryataan Akil Mochtar tersebut. "Apakah Pempek betulan?" tanya Suwidya. "Betulan," jawab Akil lugas.

IYA BETUL.....DIATASNYA MPEK MPEK...BISA JADI, MUNGKIN... DIBAWAHNYA LAIN...  

Akil Mochtar Bantah Terima Uang 2 Kardus

Jakarta, HanTer - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar membantah keterangan saksi Muhtar Ependi dan Miko Panji soal paket kiriman dua dus berisi uang unt

Akil Mochtar Bantah Terima Uang 2 Kardus

Senin, 02 Juni 2014 14:25:00 WIB | Dilihat : 695
Akil Mochtar Bantah Terima Uang 2 Kardus
Mantan Ketua MK Akil Mochtar

Jakarta, HanTer - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar membantah keterangan saksi Muhtar Ependi dan Miko Panji soal paket kiriman dua dus berisi uang untuknya. Akil mengaku hanya pernah menerima paket berisi makanan pempek khas Palembang, bukan kiriman uang.
 
"Saya tidak pernah terima langsung, tapi ada kiriman pempek," ujar Akil saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/6).
 
Hakim Ketua Suwidya kembali mempertegas peryataan Akil Mochtar tersebut. "Apakah Pempek betulan?" tanya Suwidya. "Betulan," jawab Akil lugas.
 
Untuk diketahui, Miko Panji dalam kesaksiannya pada 7 April 2014 lalu menegaskan pernah mengantar dus berisi uang yang ditujukan kepada Akil. "Saya disuruh anterin paket ikan asin. Bulan puasa waktu itu. Saya berdua dengan Pak Muhtar," ujar Miko.
 
Awalnya Muhtar sempat bertemu dengan calon bupati Empat Lawang, Budi Antoni Aljufri di Restoran Pisang Ijo, Boulevard, Kelapa Gading. Di sana, Miko mendengar Budi meminta tolong kepada Muhtar soal pilkada.
 
Setelah pertemuan itu, Miko mengantar Muhtar ke Bank BPD Kalimantan Barat di kawasan Kota, Jakarta Barat. Dari tempat itu, dua dus tersebut dimasukkan ke dalam mobil Muhtar. Namun keterangan tersebut justru dibantah Akil Mochtar.
 
Akil juga membantah menerima uang dari penanganan sengketa Pilkada Empat Lawang dan Palembang. "Itu imajinasi karena saya tidak pernah meminta atau menyuruh meminta. Perkara Empat Lawang dan Palembang itu dua perkara yang penghitungan surat suara diulang dengan sidang terbuka untuk umum, sehingga logikanya dia sudah tahu dia sudah menang, tidak mungkin kita minta uang," ujarnya.
(Anugrah)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar