Kamis, 08 Mei 2014

tolak


http://harianterbit.com/read/2014/05/05/1794/43/25/SBY-dan-Ibas-Tolak-Panggilan-KPK

TENTU SAJA SBY DAN IBAS MENOLAK, KARENA DIMINTA UNTUK JADI SAKSI YG MERINGANKAN ANAS URBANINGRUM.....

SBY dan Ibas Tolak Panggilan KPK

Jakarta, HanTer - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah melayangkan surat pemanggilan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Edhi Baskoro Yu

SBY dan Ibas Tolak Panggilan KPK

Senin, 05 Mei 2014 22:30:00 WIB | Dilihat : 366
SBY dan Ibas Tolak Panggilan KPK
Harian Terbit/Dokumen

Jakarta, HanTer - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah melayangkan surat pemanggilan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Edhi Baskoro Yudhoyono. Surat tersebut telah dilayangkan KPK sejak 28 April 2014 lalu.

Juru Bicara KPK, Johan Budi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, keduanya diminta menjadi saksi meringankan untuk tersangka kasus dugaan korupsi Hambalang, Anas Urbaningrium.

"Benar, penyidik KPK telah mengirimkan surat kepada SBY dan Edy Baskoro, terkait permintaan menjadi saksi meringankan atas permintaan tersangka AU (Anas Urbaningrum) pada tgl 28 April lalu," kata Johan Budi SP melalui pesan singkat, Senin (5/5/2014).

Namun demikian usai KPK mengirim surat kepada Ketua Umum PD tersebut. Tak perlu menunggu beberapa waktu SBY kemudian membalas surat dari KPK yang isinya menolak menjadi saksi meringankan bagi mantan Ketua Fraksi PD DPR RI ini.

"Atas surat ini, baik SBY maupun Edy Baskoro telah menyampaikan surat kepada KPK, bahwa mereka tidak bersedia menjadi saksi meringankan untuk tersangka AU. Surat itu diterima KPK tanggal sekitar tanggal 30 April," jelas Johan.

Sementara menanggapi surat menyurat antara KPK dan SBY itu, penasihat hukum tersangka Anas Urbaningrum Adnan Buyung Nasution mengamini hal tersebut. Menurutnya, surat permintaan keterangan SBY dan Ibas sebagai saksi meringankan dilayangkan antar institusi pada pekan lalu.

"Minggu yang lalu dia dipanggil. Jawabannya minggu ini, hanya dua lembar halamannya. Mereka bilang, tidak bersedia," kata Adnan usai menemani Anas diperiksa di Gedung KPK, Jakarta.

Namun, SBY dan putranya Ibas menolak menjadi saksi meringankan untuk kliennya. "Anas minta minggu lalu supaya dipanggil sebagai saksi untuk meringankan, ya, Ibas sama SBY. Dan KPK sudah memanggil, tapi Ibas maupun SBY tidak bersedia," ujarnya.

Meski SBY dan anaknya menolak, Adnan mengaku tak patah arang. Menurut mantan Wantimpres ini, upaya menghadirkan SBY maupun Ibas bisa dilakukan tim pembela saat kasus bergulir di persidangan.

"Buat saya, buat pembela, memang tidak masalah, kalau SBY maupun Ibas nggak mau dipanggil di KPK, di penyidik, kita bisa panggil minta di pengadilan. Iya kan, masih ada kesempatan di pengadilan. Jadi saya pikir ya sudah, kalau nggak bersedia, ya sudah, kita tunggu di pengadilan saja," pungkas Adnan.

(Luki)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar