Minggu, 25 Mei 2014

pesawat terbang



SEMOGA MANTAP...
Pesawat N-219 adalah pesawat multifungsi bermesin dua yang dirancang oleh PT DI untuk dioperasikan di daerah-daerah terpencil. Pesawat ini terbuat dari logam dan dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo.
Pesawat yang dibuat dengan memenuhi persyaratan FAR 23 ini dirancang memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel yang memastikan bahwa pesawat ini bisa dipakai untuk menangkut penumpang dan juga kargo.

N-219 Bakal Jadi Pesawat Buatan Indonesia Pertama Tersertifikat

Berita IPTEK: Pesawat dengan volume kabin terbesar di kelasnya ini dijadwalkan terbang perdana pada Agustus 2015.

Sabtu, 24 Mei 2014 | 20:23
   Email

N-219 Bakal Jadi Pesawat Buatan Indonesia Pertama Tersertifikat

Model pesawat N 219 yang sedang dikembangkan oleh PT Dirgantara Indonesia.
Model pesawat N 219 yang sedang dikembangkan oleh PT Dirgantara Indonesia. (sumber: Indo Defense)

Jakarta - Indonesia boleh berbangga, sejumlah putra bangsa saat ini sedang mengembangkan pesawat N-219, pesawat komuter baling-baling berkapasitas 19 penumpang. Jika hasilprototype rampung, pesawat ini merupakan pesawat terbang pertama yang tersertifikasi setelah uji coba terbang perdana.

Kepala Program Penerbangan Pesawat Transportasi Nasional Pusat Teknologi Penerbangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Agus Aribowo mengatakan saat ini proses pembuatan N-219 masih detail desain, pembelian komponen mesin dan baling-baling. Dalam pengembangan pesawat ini, Lapan menggandeng PT Dirgantara Indonesia dan beberapa lembaga lain seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

"Dalam hal ini Lapan sebagai owner yang membiayai. PT DI (Dirgantara Indonesia) sebagai kontraktornya atau yang membangun. Tahun ini dana pengembangan pesawat yang dimulai awal tahun 2014 ini mencapai Rp 310 miliar. Nantinya pesawat ini menjadi pesawat buatan Indonesia pertama tersertifikasi," katanya di sela-sela talk show yang digelar Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE) bertema Kebangkitan Dirgantara Nasional di Jakarta, Sabtu (24/5).

Agus menambahkan tahun 2014 komponen sayap, ekor dan hidung diproyeksian sudah jadi. Mulai Januari 2015 siap dirakit. Ditargetkan Agustus 2015 prototype sudah lengkap dan menjalani uji terbang pertama kali Oktober 2015. Rencana terbang pertama harus mengantongi izin dan selanjutnya sertifikat dari Civil Aviation Safety Regulation Desember 2016 jika akan diproduksi.

"Ketika uji terbang pertama, dilakukan juga uji mesin, keamanan, getaran dan ketahanan. Sehingga uji terbang membutuhkan waktu 360 jam atau perlu waktu 1 tahun," paparnya.

Ditargetkan pula pasar dari pesawat N-219 ini menjangkau Asia Pasifik dan atau Amerika. Ia mengungkapkan beberapa perusahaan mengaku tertarik untuk memesan pesawat tersebut. Pemesanan datang dari Lion Air 100 pesawat, NBA 30, Papua dan Papua Barat 15, Aceh dalam negoisasi enam unit, Sulawesi enam, Riau empat, Thailand 18 dan TNI Angkatan Laut 15 pesawat.

Pesawat N-219 adalah pesawat multifungsi bermesin dua yang dirancang oleh PT DI untuk dioperasikan di daerah-daerah terpencil. Pesawat ini terbuat dari logam dan dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo.

Pesawat yang dibuat dengan memenuhi persyaratan FAR 23 ini dirancang memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel yang memastikan bahwa pesawat ini bisa dipakai untuk menangkut penumpang dan juga kargo.

N-219 merupakan pengembangan dari NC-212 yang sudah diproduksi oleh PT DI di bawah lisensi CASA, Spanyol. Pesawat ini dirancang memiliki kecepatan jelajah maksimum 395 km/ jam dan kecepatan jelajah ekonomis 352 km/jam dengan muatan maksimum 2.500 kilogram.

Suara Pembaruan

Penulis: R-15/HA

Sumber:Suara Pembaruan


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar