Kamis, 22 Mei 2014

newmont


"Karyawan berjumlah 4.000 orang. 
Jumat, 23 Mei 2014 | 03:01
   Email

Tolak Rencana PHK Masal Pekerja Newmont, KSPSI Ancam Demo Besar

Ilustrasi Newmont
Ilustrasi Newmont (sumber: AFP Foto)

Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menolak dengan tegas PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mengurangi produksi dan merumahkan 80 persen pekerjanya mulai Juni mendatang.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyatakan akan berunjuk rasa secara besar-besaran jika PT NNT merealisasikan rencana tersebut. Aksi yang akan diikuti oleh ribuan buruh KSPSI ini sebagai bentuk solidaritas kepada para pekerja tambang PT NNT.

"Akan ada aksi besar jika itu dilakukan. Ribuan buruh KSPSI akan tumpah ruah ke jalan menolak hal tersebut sebagai bentuk rasa solidaritas," kata Andi dalam konferensi persnya di Jakarta, Kamis (22/5).

Selain bentuk solidaritas, aksi besar-besaran tersebut dilakukan untuk mendorong pemerintah agar segera memberikan solusi dan bertanggungjawab atas beberapa kebijakan yang merugikan pekerja dan berpotensi menciptakan angka pengganguran baru.

Dikatakan, KSPSI mendukung pengolahan dan pemurnian dalam negeri sesuai amanat UU No 4 tahun 2009. Namun, dengan adanya aturan pelarangan ekspor tambang yang tertuang dalam UU No 4 tahun 2009 justru malah mengorbankan nasib para pekerja. Selain itu, pihaknya juga mendorong perundingan kembali mengenai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 6/PMK.011/2014 yang mengatur besaran bea keluar progresif.

"Harus dirundingkan kembali untuk mencari solusi terbaik. Hubungan industrial antara buruh, pengusaha dan pemerintah harus dijalankan secara benar dan jangan sampai merugikan para pekerja. Kebijakan negara tidak boleh mengorbankan para pekerja karena dampaknya pasti akan meluas," kata Andi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan SPSI PT Newmont Nusa Tenggara Zainudin Wanden mengaku sudah empat hari berada di Jakarta untuk mempertanyakan nasibnya.

Dituturkan, keresahan ribuan pekerja PT NNT pun telah disampaikan kepada Ketua DPR Marzuki Alie. Zainudin mengaku khawatir PT NNT merealisasikan ancaman untuk merumahkan para pekerja. Hal itu lantaran sudah ada sekitar 173 pekerja yang dirumahkan sementara oleh pihak manajemen PT NNT.

"Selain itu sudah beredar selebaran yang meminta para pekerja untuk bersiap dirumahkan. Saat ini PT NNT pun mulai mengurangi sejumlah kegiatan baik produksi maupun aktivitas lainnya," ungkapnya.

Zainudin meminta pemerintah mengantisipasi terjadinya PHK masal oleh PT NNT. Setidaknya, pemerintah memberi kelonggaran pelaksanaan aturan bea keluar.

"Kalau pemerintah tidak memberi kelonggaran bea keluar, perusahaan bakal tutup operasi dan kami akan kehilangan mata pencaharian. Nasib kami saat ini di ujung tanduk karena tidak ada penjualan konsentrat di kuartal pertama ini. Jika PHK besar-besaran ini terjadi Pemerintah harus sudah menyiapkan opsi untuk menampung korban PHK ini," katanya.

Tak hanya para pekerja yang resah dengan rencana PHK masal PT NNT. Zainudin juga mengkhawatirkan, PHK masal ini akan berdampak pada puluhan ribu masyarakat lokal.

"Sebenarnya sesuai ketentuan, sebelum operasional perusahaan dihentikan harus berbicara dulu dengan kami. Prinsipnya, keputusan merumahkan karyawan itu harus dirundingkan dulu," harapnya.

Diberitakan, PT NNT akan menghentikan operasi mulai awal Juni 2014. Hal itu akan dilakukan jika sampai akhir Mei 2014 ini pemerintah belum mengeluarkan izin ekspor barang tambang. Kalau PT NNT berhenti operasi maka 3.200 karyawannya dirumahkan.

Demikian dikatakan Presiden Direktur PT NNT Martiono Hadianto kepada wartawan seusai bertemu Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Irianto Simbolon di Gedung Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans), Jakarta, Rabu (7/4).

"Karyawan kami berjumlah 4.000 orang. Kami akan merumahkan 80 persen dari jumlah itu, sedangkan 20 persennya kita pertahankan untuk perawatan" kata dia.

Suara Pembaruan

Penulis: F-5/WBP

Sumber:Suara Pembaruan

  akan merumahkan 80 persen dari jumlah itu, sedangkan 20 persennya dipertahankan untuk perawatan"

Tolak Rencana PHK Masal Pekerja Newmont, KSPSI Ancam Demo Besar

Berita MEGAPOLITAN: Selain bentuk solidaritas, aksi besar-besaran tersebut dilakukan untuk mendorong pemerintah agar segera memberikan solusi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar