Kamis, 08 Mei 2014

nasionalisasi




TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Fadli Zon membantah calon presiden dari partainya, Prabowo Subianto, kerap mengkampanyekan nasionalisasi aset. Dia balik menuding media sengaja mengait-ngaitkan isu yang berkembang untuk menjatuhkan citra Prabowo. "Semua hal negatif selalu diarahkan ke Pak Prabowo, apa-apa Pak Prabowo," katanya dengan nada tinggi ketika dihubungi, Rabu, 7 Mei 2014.

Menurut dia, Prabowo, dalam beberapa kesempatan, memang kerap menyindir pemimpin bangsa yang menjual aset negara ke pihak asing. Menurut dia, sindiran itu lantaran partainya ingin aset negara dikelola sendiri oleh bangsa Indonesia. (Baca: Kritikan SBY Diduga Diarahkan ke Prabowo)

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kanal Suara Demokrat di YouTube mengatakan ada calon presiden menebar janji-janji kampanye yang berpotensi membahayakan negara. Salah satu janji kampanye berbahaya itu, kata SBY, berkaitan dengan rencana mengambil alih aset dari tangan asing. Menurut dia, ini adalah contoh janji muluk-muluk tapi efektif mencitrakan calon presiden tersebut sebagai pemimpin yang berani dan tegas. (Baca: SBY Beberkan Ada Janji Capres Bahayakan Negara)

Poin yang dikritik Ketua Umum Partai Demokrat itu ihwal janji kampanye calon presiden yang membahayakan bangsa tersebut ternyata ada dalam manifesto Partai Gerindra. Manifesto dalam buku berjudul Manifesto Perjuangan Partai Gerindra itu menyebutkan sistem pemerintahan yang diinginkan partai yang didirikan Prabowo Subianto itu adalah presidensial murni. (Baca: PKS Ajak Gerindra Bahas Manifesto)

Gerindra, dalam manifesto itu, akan memperjuangkan tatanan politik nasional berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945. Buku manifesto setebal 50 halaman tersebut juga menjabarkan Gerindra menginginkan pembenahan lembaga negara yang tak diatur konstitusi. "Pembenahan lembaga, badan, atau komisi yang dibentuk dan tidak sesuai dengan UUD 1945."
(memang nya menasionalisasikan prusahaan yg bercokol di bumi pertiwi salah yaaaa????? knapa grindra jdi takut???? fadlizon knapa tdk menyikapi apa yg sering dikampanyekan prabowo soal nasionalisasikan contoh freeport ???) sby jangan di dengar gk pas lah semua pendapat diaaa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar