Kamis, 01 Mei 2014

Minta Uang Parfum, Buruh Wanita: Kami Perlu Percantik Diri




Minta Uang Parfum, Buruh Wanita: Kami Perlu Percantik Diri

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Buruh menuntut pemerintah menyetujui 84 komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang di dalamnya terdapat kebutuhan untuk Televisi, pulsa, dan parfum. Beragam buruh mendukung ajuan tersebut. Ini dia alasannya.

Seperti yang diutarakan Nyonya Ne (43), karyawan perusahaan tekstil PT Unitex Bogor ini mengaku tiga komponen tersebut merupakan kebutuhan penunjang produktivitas para buruh. Televisi, menurut Ne, dinilai mampu meningkatkan kapasitas wawasan dunia luar para buruh.

"Dulu itu radio 4 band, itu kan sudah enggak signifikan. Kita butuh hubungan informasi cepat. Kalau radio 4 band itu seperti pembodohan, tidak memberi kesempatan pada buruh untuk maju," kata Ne saat berbincang dengan detikcom di Bundaran HI, Jumat (1/5/2014).

Perempuan yang sudah bekerja selama 20 tahun ini juga menilai perusahaan seyogyanya memberikan pemenuhan biaya untuk parfum. Item ini menjadi perlu dengan alasan menjaga penampilan di lokasi kerja, terutama kenyamanan saat berhadapan dengan pimpinan.

"Pekerja juga perlu mempercantik diri, ketika beraktifitas banyak keringat keluar, komunikasi dengan pimpinan enggak mungkin juga buat tidak nyaman," ujar perempuan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) ini.

Senada dengan Ne, Rudi (23), buruh pabrik Adidas Tangerang, mengaku tiga item tersebut diperlukan buruh. Alasan yang dilontarkan tidak jauh beda dengan yang dilontarkan Ne.

Pria yang baru pertama kali ikut aksi ini ditemani sang istri, Rina (21). Dia bercerita mengenai upah yang didapat dengan biaya yang dikeluarkan selama sebulan. Menurutnya, dari gaji Rp 2,4 juta dia baru bisa menyisihkan Rp 500 ribu setelah dipotong kebutuhan setiap hari dan bulanan.
Untuk kebutuhan indekos saja, dia merogoh kocek Rp 700 ribu sebulan. "Kost-nya ada AC-nya," ujar karyawan yang telah bekerja selama 5 tahun ini.

Belum lagi kredit Motor Satria FU sebesar Rp 700 ribu sebulan. "Rp 500 ribu untuk istri. Itu juga masih kurang. Sisa Rp 500 ribu untuk ditabung," kata Rudi.

Senada dengan Ne dan Rudi, Evi Susiati (45) pun mendukung ajuan komponen KHL berupa Televisi, parfum, dan pulsa. Alasan yang diajukan pun tidak jauh berbeda, wawasan dan peningkatan skil kerja.

"Parpum ya perlu untuk sehari. Kalau ada teman yang bau badan bisa menganggu produktivitas kerja. Sediit-sedikit keluar karena enek," ujar karyawan garmen di Cakung ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar