Kamis, 29 Mei 2014

kpk palsu



Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Syahrasaddin, ditipu seseorang yg mengaku petugas KPK, uang sejumlah hingga Rp2,1 miliar melayang..... Modus tersangka, berpura-pura dapat membantu menyelesaikan perkara hukum yang sedang dihadapi korban.

PERTANYAANNYA; SEKDA JAMBI HEBAT YA, LEPASIN UANG 2 M LEBIH GAMPANG BANGET.... UANG HASIL KERJA KAH???

Petugas KPK Palsu Tipu Sekda Jambi 2,1 Miliar

Berita MEGAPOLITAN: Modus tersangka, berpura-pura dapat membantu menyelesaikan perkara hukum yang sedang dihadapi korban.

Rabu, 28 Mei 2014 | 23:10
   Email

Petugas KPK Palsu Tipu Sekda Jambi 2,1 Miliar

Ilustrasi gedung KPK
Ilustrasi gedung KPK (sumber: AFP Foto)

Jakarta - Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, mengamankan seseorang atas nama Efendy yang mengaku berpangkat Komisaris Besar dan bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lantaran diduga menipu Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Syahrasaddin, hingga Rp2,1 miliar. Modus tersangka, berpura-pura dapat membantu menyelesaikan perkara hukum yang sedang dihadapi korban.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan, membenarkan pihaknya telah menangkap tersangka.

"Iya benar telah ditangkap seseorang yang mengaku anggota KPK, berpangkat Kombes," ujar Herry kepada Beritasatu.com, Rabu (28/5).

Dikatakan Herry, kronologi penangkapan berawal ketika korban dikenalkan dengan tersangka oleh seseorang bernama Yandra, saat datang ke Jakarta.

"Dalam pembicaraan, tersangka mengaku dapat membantu menyelesaikan permasalahan korban yang sedang tersangkut perkara hukum (korupsi)," tambahnya.

Ia menyampaikan, dalam pertemuan itu, korban diminta mentransfer uang sebesar Rp2,1 miliar. Korban pun menyanggupi. Namun, janji hanyalah janji. Perkara korupsi korban terus bergulir, sang Kombes gadungan tak berbuat apa-apa.

"Korban kemudian meminta bantuan adiknya Hermansyah RH untuk menemui tersangka," katanya.

Menurutnya, Hermansyah lalu mengajak tersangka bertemu. Namun, saat diminta untuk mengembalikan uangnya tersangka tidak mau.

"Tersangka dipancing adik korban untuk bertemu dan tidak mengaku. Akhirnya, dibawa ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polda Metro untuk dilaporkan. Kami terima penyerahan tersangkanya tadi malam dari SPKT," tandasnya.

Tersangka dilaporkan Hermansyah selaku adik korban ke SPKT Polda Metro Jaya, dengan nomor laporan LP/1959/V/2014/PMJ/Ditreskrimum, sekitar pukul 23.01, Selasa (27/5). Atas perbuatannya, tersangka diduga melanggar Pasal 378 dan Pasal 372 tentang Penipuan dan Penggelapan.

Berdasarkan laporan, dugaan kasus penipuan itu terjadi pada bulan Februari sampai Maret 2014 lalu.

Penulis: Bayu Marhaenjati/FMB


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar