Jumat, 09 Mei 2014

JK tergusur



http://harianterbit.com/read/2014/04/22/1074/45/26/JK-Tergusur-Abraham-Samad-dan-Ryamizard-Calon-Kuat-Cawapres-Jokowi

Informasi yang diterima Harian Terbit, tergusurnya Jusuf Kalla itu karena Jokowi menginginkan pendampingnya tokoh yang lebih muda. Keinginan yang sama juga disampaikan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

KITA LIHAT SAJA...., KATANYA MAU DIUMUMKAN TGL 9 MAY....., HARI INI....

JK Tergusur, Abraham Samad dan Ryamizard Calon Kuat Cawapres Jokowi

Jakarta, HanTer - Nama nama calon pendamping Joko Widodo (Jokowi) mulai terkuak. Dari tiga nama yag dijagokan, masing-masing Jusuf Kalla, Abraham Samad, dan mantan KSAD

JK Tergusur, Abraham Samad dan Ryamizard Calon Kuat Cawapres Jokowi

Selasa, 22 April 2014 11:53:00 WIB | Dilihat : 1553
JK Tergusur, Abraham Samad dan Ryamizard Calon Kuat Cawapres Jokowi
Istimewa

Jakarta, HanTer - Nama nama calon pendamping Joko Widodo (Jokowi) mulai terkuak. Dari tiga nama yang dijagokan, masing-masing Jusuf Kalla, Abraham Samad, dan mantan KSAD, Ryamizard Ryacudu, kini tinggal hanya dua nama. Sementara nama Jusuf Kalla tergusur.

Dengan demikian, hanya Abraham Samad dan Ryamizard yang bertarung untuk posisi Cawapres Jokowi.

Informasi yang diterima Harian Terbit, tergusurnya Jusuf Kalla itu karena Jokowi menginginkan pendampingnya tokoh yang lebih muda. Keinginan yang sama juga disampaikan  Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

"PDIP kini hanya memiliki dua nama cawapres yakni Abraham Samad (Ketua KPK) dan Ryamizard Ryacudu (Mantan Kasad). Dua nama ini disukai Jokowi, Bu Mega serta petinggi PDIP lainnya. Kepada JK bukan tidak suka tapi karena masalah umur, sudah ketuaan," kata sumber Harian Terbit di PDIP yang tak mau disebut namanya, Senin (22/4).

Pengamat politik Prof. Indria Samego mengatakan, mantan petinggi TNI, Ryamizard Ryacudu sudah hilang dari peredaran, namun bisa saja meraih suara jika disandingkan dengan Jokowi sebagai calon Wakil Presiden.

"Ryamizard ini menurut saya sudah hilang dari peredaran. Di Sumatera bisa saja dapat suara, Indonesia ini kan bukan cuma Sumatera. Jika kita menggunakan dikotomi militer, adanya perang, perang dan perang, bukan seorang pemikir," ujar Indria kepada Harian Terbit di Jakarta, Selasa (22/4).

Menurut Indria pasangan untuk cawapres harus dari sosok yang memiliki basis massa. "Cari saja tokoh dengan basis massa, susah jika tidak begitu. Seperti misalnya jika Jusuf Kalla (JK) yang katanya akan menjadi cawapres Jokowi, bisa nggak JK menggalang basis massa Golkar dan basis massa Islam," tuturnya.

(Sammy/Danial/Akbar)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar