Minggu, 11 Mei 2014

foto badui




http://www.harianterbit.com/read/2014/05/11/2059/0/20/Foto-Baduy-Dalam-Ikut-Pameran-di-Jepang-Warga-Marah

MEMANG SUATU KEBANGGAAN JIKA HASIL KARYA KITA BISA DILIHAT DUNIA INTERNATIONAL, TAPI SUNGGUH DISAYANGKAN, DEMI HAL TERSEBUT FOTOGRAFER INI TELAH MELANGKAHI ATURAN ADAT SUKU BADUY DALAM. BISA JADI FOTO TSB DIAMBIL SECARA DIAM DIAM.....

Kepala Desa Kanekes, Jaro Dainah. Ia menilai kemunculan foto tersebut merupakan hal yang dianggap telah melanggar tata tertib saba budaya.
" Mana mungkin saya mengijinkan orang atau tamu yang kesini (Baduy) untuk memotret Baduy Dalam, ini kan sudah jadi aturan adat. Saya khawatir hal ini diketahui oleh para tokoh di Baduy Dalam, ini bisa mengundang kemarahan," tegasnya.

Foto Baduy Dalam Ikut Pameran di Jepang, Warga Marah

Jakarta, HanTer - Foto warga Baduy Dalam yang tengah menggendong seorang balita, dalam poster

Foto Baduy Dalam Ikut Pameran di Jepang, Warga Marah

Minggu, 11 Mei 2014 07:03:00 WIB | Dilihat : 484
Foto Baduy Dalam Ikut Pameran di Jepang,  Warga Marah
Istimewa

Jakarta, HanTer - Foto warga Baduy Dalam yang tengah menggendong seorang balita, dalam poster "Treasure of Baduy - The Living Culture Harmony" dan akan dipamerkan dalam sebuah pameran di Kota Tokyo, Jepang 16-19 Mei 2014 membuat warga Banten marah dan akan memberi sanksi kepada fotografernya sesuai adat yang berlaku disana.

Foto yang diduga di ambil di Desa Cibeo, satu dari tiga desa di kawasan Baduy Dalam, mengusik adat warga masyarakat disana, tata tertib di Desa Cibeo, Cikertawana dan Cikeusik, melarang tamu  atau siapapun mengambil gambar atau merekam apapun yang ada di ketiga kawasan tersebut.

Kepala Desa Kanekes, Jaro Dainah. Ia menilai kemunculan foto tersebut merupakan hal yang dianggap telah melanggar tata tertib saba budaya.

"Jelas kami menyayangkan dan mengecam tindakan yang mengambil foto di wilayah Baduy Dalam," kata Kepala Desa Kanekes, Jaro Dainah, kepada wartawan, Kamis (8/5/2014).

Kata Dainah, sudah sangat jelas dalam tata tertib bahwa tamu atau siapapun tidak boleh mengambil atau merekam baik secara audio/visual di tiga Kampung yang masuk kedalam Baduy Dalam (Cibeo, Cikertawana, dan Cikeusik.

"Kami akan memanggil orang yang telah mengambil foto ini. Jika benar, maka akan ada sanksi tegas sesuai adat," kata Dainah.

Saat ditanya apakah orang yang mengambil foto tersebut benar sudah melakukan koordinasi dan mendapatkan ijin darinya, Dainah membantahnya.

"Kata siapa? Tidak benar itu. Mana mungkin saya mengijinkan orang atau tamu yang kesini (Baduy) untuk memotret Baduy Dalam, ini kan sudah jadi aturan adat. Saya khawatir hal ini diketahui oleh para tokoh di Baduy Dalam, ini bisa mengundang kemarahan," tegasnya.

(Ariesmen)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar