Rabu, 21 Mei 2014

Curhat Anak Jokowi di Media Sosial


From: dewanto


Setelah saya kisahkan tentang anak sulung Jokowi dan bisnisnya, saya ingin mengisahkan sedikit tentang anak bungsu Jokowi yang bernama Kaesang Pangarep. Kaesang ini sekarang tinggal di Singapura, karena memang sedang kuliah di sana.

Hidup jauh dari orangtua, keluarga besar dan  Tanah Air, menjadi romantika tersendiri bagi anak muda ini. Beruntung era sekarang adalah eranya media sosial. Kaesang pun menjadikan media sosial, khususnya Facebook, sebagai salah satu tempat untuk mencurahan hati (curhat). Kaesang yang menyimpan kerinduan mendalam terhadap ibu-bapak serta kampung halamannya mencurahkan perasaannya itu di status-statusnya.

Belum lama ini jejaka tanggung tersebut mengunggah status "Ibu, aku kangen". Sebagai seorang ibu, hati saya tersayat membaca status yang singkat itu. Berdekatan dengan waktu deklarasi Jokowi-JK sebagai Capres-Cawapres RI, dia juga menulis status tentang ayahnya. Status yang mirip keluhan karena begitu sulitnya dia menghubungi sang ayah. Katanya, "Mau menelepon bapak sendiri kayak mau menelepon Obama."

Kaesang tak lupa memberi semangat pada bapaknya pada hari deklarasi, dengan status berisi doa, semoga Allah bersama Jokowi-JK. Persisnya status itu berbunyi begini, "Selamat buat deklarasinya di Gedung Joeang 45, semoga diberikan yang terbaik, Allah bersama kalian."

Seperti remaja pada umumnya, sesekali dia pamer nilai ujiannya. Terutama saat mendapatkan nilai A. Dia juga laporan ke Facebook untuk hal-hal yang "kurang penting", seperti bahwa dia lagi pengin makan yang pedes-pedes, target Ramadhan jangan sampai tarawihnya bolong,  atau kabar bahwa dua bulan lagi akan mudik.

Namun ada status yang membuat saya tersentak. Singkat namun menusuk. Saat dia membantah ada darah Cina dalam dirinya, seperti selama ini disebarkan oleh para pembenci ayahnya, dan diyakini oleh banyak orang. Walaupun sebenarnya mau Cina atau Jawa, itu tidaklah penting karena sama-sama orang Indonesia. Namun isu murahan ini dilancarkan lawan politik Jokowi untuk membakar emosi orang-orang rasis  anti-Cina yang ternyata masih tersebar di Bumi Pertiwi. Anyway busway, terkait itu Kaesang mengunggah status seperti di bawah ini:

1400604181299010434

Sebenarnya Kaesang sendiri mengalami pergolakan batin terhadap isu-isu miring yang dilancarkan lawan politik ayahnya. Ini terungkap dalam salah satu statusnya, tentang posisinya yang serbasalah. Kalau menanggapi isu-isu dan fitnah itu, akan dianggap tidak bisa mengontrol emosi. Namun kalau diam saja, dianggap tidak peduli pada orangtuanya sendiri.

1400605980323509706



Ini ungkapan Kaesang, remaja belasan tahun yang tentu merasa sakit hatinya dengan fitnah-fitnah yang tertuju pada keluarganya, leluhurnya dan terutama ayahnya.

Pada satu sisi, Kaesang ini lumayan lucu. Salah satu status lucu yang membuat saya tertawa adalah saat menanggapi rasa penasaran orang tentang siapa bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi bapaknya. Dia menulis status yang bunyinya begini. "Fix, pasangan Jokowi di Pemilu 2014 itu Ibu Iriana. Ndak usah ribut."

Namun yang membuat saya paling ngakak adalah transkrip dialog via telepon antara dirinya dengan sang ibu, Iriana. Silakan menikmati sendiri kelucuan itu dalam gambar berikut ini:

14006066091724531551



Dan tulisan saya kali ini akan saya tutup dengan wejangan bapaknya, Jokowi, kepada Kaesang yang ditulis dalam salah satu statusnya. Bunyi wejangan itu adalah: 1. Rajin belajar. 2. Jangan lupa salat. 3. Jangan pernah putus asa. 4. Jangan pernah pacaran ketika hidup masih tergantung pada orangtua. (Heheheheheheee)

14006068941963677858



Kepada Mas Kaesang,  seiring bapak sampeyan menjadi Capres, Anda juga ikut menjadi public figure sekarang. Lebih berhati-hatilah dalam bermedia sosial atau tindakan apapun. Akan makin gencar serangan kepada keluarga sampeyan, tak terkecuali melalui FB.

Oiya kalau setelah ini Facebook sampeyan dibanjiri permintaan add pertemanan sama cewek-cewek atau siapa saja, pesan saya tetap selektiflah mengonfirmasi teman. Bikinlah Facebook sampeyan se-secure mungkin dengan password yang sulit dan mengatur setting privasinya.

Mohon maaf kalau gara-gara tulisan saya ini, agenda Facebook-an sampeyan jadi kurang nyaman.

Sekian, teriring doa semoga saya tidak di-unfriend (putus pertemanan) oleh Mas Kaesang gara-gara tulisan ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar