Minggu, 11 Mei 2014

BPJS




http://harianterbit.com/read/2014/05/09/1962/29/29/BPJS-Pemerintah-Tak-Mau-Belajar


Kejadian yang dialami Muhammad Fauzian Syahputra ( balita berusia 12 bulan penderita radang selaput otak, terbaring tak berdaya setelah 6 rumah sakit menolak merawatnya ).merupakan kejadian kesekian kalinya sebagai bukti bahwa ucapan Presiden SBY yang menyatakan tidak ada lagi rakyat miskin yang ditolak RS, adalah sebuah ucapan yang bohong. "Faktanya banyak pasien miskin mendapat penolakan RS, dan hal tersebut dibiarkan pemerintah,

BPJS, Pemerintah Tak Mau Belajar

Jakarta, HanTer - Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar mengatakan, pemerintah tidak pernah mau belajar dan mau memperbaiki masalah-masalah RS yang masih mem

BPJS, Pemerintah Tak Mau Belajar

Jumat, 09 Mei 2014 02:05:00 WIB | Dilihat : 186
BPJS, Pemerintah Tak Mau Belajar
Ilustrasi

Jakarta, HanTer - Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar mengatakan, pemerintah tidak pernah mau belajar dan mau memperbaiki masalah-masalah RS yang masih memungut biaya kepada pasien tidak mampu dan mempunyai kartu BPJS, padahal sudah banyak kasus seperti ini terjadi yang seharusnya RS tidak boleh menolak pasien apalagi pasien miskin.

"Tindakan 6 RS ini sudah sangat jelas merupakan tindakan yang melanggar UU Rumah Sakit yang sangat jelas dan tegas menyatakan bahwa seluruh RS wajib melayani rakyat miskin," sesal Timboel kepada Harian Terbit, Kamis (8/5).

Timboel juga menilai, pemerintah lemah dalam hal penegakkan hukum isi UU no. 44/2009 tentang Rumah Sakit.  Terkait dengan pelayanan yg dilakukan RS Royal Taruma di Grogol namun RS tersebut menolak penggunaan kartu Jamkesmas sehingga keluarga pasien harus membayar uang muka dan biaya lainnya, kata Timboel keluarga pasien harus datang ke kantor pusat BPJS Kesehatan dan meminta agar BPJS Kesehatan membayar seluruh biaya yang ada.

"Pasien harus dilayani oleh BPJS Kesehatan dengan gratis karena faktanya pasien adalah peserta BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan harus membayar seluruh biaya pasien di RS Royal Taruma," jelas Timboel.

Selain itu, kata Timboel, kejadian yang dialami Muhammad Fauzian Syahputra merupakan kejadian kesekian kalinya sebagai bukti bahwa ucapan Presiden SBY yang menyatakan tidak ada lagi rakyat miskin yang ditolak RS, adalah sebuah ucapan yang bohong. "Faktanya banyak pasien miskin mendapat penolakan RS, dan hal tersebut dibiarkan pemerintah," tegas Timboel.

(Robby)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar