Rabu, 30 April 2014

tidak peduli



Hari ke-561 Jokowi

Ahok Imbau BPS Ukur Angka Kemiskinan DKI Pakai KHL, Bukan Standar Kalori


Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengukur angka kemiskinan di DKI per Maret 2013 adalah 3,55% dari total jumlah penduduk. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak puas dengan hasil itu karena BPS memakai standar kalori, Rp 407.437 per bulan. Ahok mengimbau mengukur angka kemiskinan dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di DKI yakni Rp 2,29 juta. Angka kemiskinan naik, Ahok tak peduli.

"Kalau gunakan itu (KHL) saya perkirakan bisa sampai 30 persen sampai 40 persen (dari total jumlah penduduk)," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/4). 

Jumlah ini jauh di atas data resmi yang dirilis di situs BPS DKI Jakarta, jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta "hanya" 354,19 ribu orang (3,55 persen) per Maret 2013.

Acuan garis kemiskinan yang diterapkan oleh BPS saat itu yakni sebesar Rp 407.437 per kapita per bulan menurut Ahok angka itu sudah tidak lagi relevan dijadikan acuan. Ahok pun tak bergembira meski angka kemiskinan dinyatakan turun dibanding periode sebelumnya.

"Kalau menggunakan data BPS, kemiskinan turun. Kenapa? Karena mereka hanya gunakan standar kalori. Ya bayangkan Rp 344 ribu saja, Anda punya penghasilan segitu Anda sudah dikategorikan tidak miskin. Kalau menurut saya, orang berpenghasilan di bawah Rp 2 juta di Jakarta itu miskin lho," jelasnya.

Ahok mendorong agar survei kemiskinan tak lagi pakai standar pendapatan per kapita ataupun standar asupan kalori seperti yang diterapkan PBB. "Di BPS bisa enggak kalau kita gunakan itu (KHL). Karena gaji UMP itu patokannya KHL, masa ngurus kemiskinan enggak pakai KHL. Masa pakai standar PBB, sistem dollar atau kalori," kata Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur ini juga meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta dan BPS mulai menerapkan standar KHL ketika membuat survei. Dia menambahkan, walau perubahan itu akan membuat angka kemiskinan meningkat hingga 60%, dia tidak akan peduli.

"Saya akan lawan arus, lebih baik contek standar KHL saja. Kami tidak peduli kalau ada yang ngomong semasa pemerintahan Jokowi-Ahok kemiskinan makin bertambah, ya kami masa bodo, memang akan meningkat, karena memang standarnya kami naikkan," bebernya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar