Kamis, 24 April 2014

puncak


"Menikmati Pemandangan Puncak tak Harus Memiliki"
Cisarua|Kotahujan.com-Konversi lahan yang mempengaruhi aspek sosial, budaya dan ekonomi di kawasan Puncak Bogor sudah pada titik parah dan perlu upaya penyelamatan. Temuan aktivis, akademisi, komunitas dan masyarakat yang tergabung dalam Konsorsium Penyelamatan Kawasan Puncak, terjadi inkonsistensi pemanfaatan lahan. Prosentase inkonsistensi mencapai 53,6 persen di Desa Tugu Selatan dan 46,4 persen di Desa Tugu Utara. Perbandingan penggunaan lahan pada data 2012 terlihat luas lahan sawah tersisa 16, 52 Ha dari 36, 172 Ha (2010). Pemukiman meningkat menjadi 260,07 Ha (2012) dari 225,174 Ha (2010) dan 89, 636 Ha pada tahun 2000.

"Perubahannya pesat sekali, mengingat puncak merupakan kawasan yang sebenarnya kawasan dikendalikan , karena memiliki fungsi lindung," ungkap peneliti senior P4W IPB, Ernan Rustiadi pada seminar Aksi Penyelamatan Puncak di Cisarua, Bogor Selasa (22/4) kemarin.
Perkembangan kawasan Puncak dalam 30 tahun terakhir cukup cepat dengan laju konversi lahan yang tinggi. Untuk Cisarua khususnya Desa Tugu Utara dan Tugu Selatan yang masuk kawasan lindung, hutan tersisa hanya 12 persen. Perubahan fungsi kawasan berdampak kurangnya daya dukung lingkungan. Puncak rentan bencana longsor dan kawasan hilir di Jabodetabek semakin rentan banjir.

Meski sudah ada Perpres 54/2008 yang mengatur kawasan Puncak, tidak mudah melaksanakannya. Paling memungkinkan adalah menyelamatkan yang tersisa karena untuk mengembalikan lahan yang hilang atau sudah dikonversi tentunya perlu energi besar. Termasuk merubah perilaku masyarakat.

"Tahun 2013 saja terdapat 3980 villa di Kecamatan Cisarua, Megamendung dan Ciawi. Orang Jakarta yang bernafsu membeli atau memiliki lahan di Puncak barangkali ditahan dulu, sebetulnya kita menikmati pemandangan tanpa harus memiliki pemandangan itu," kata Edy Nasution, Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah I Bogor yang menjadi moderator pada seminar tersebut.

http://www.kotahujan.com/menikmati-pemandangan-puncak-tak-harus-memiliki/

kotahujan.com

Menikmati Pemandangan Puncak tak Harus MemilikiWarga membersihkan sampah di sungai. Sampah menjadi salah satu masalah selain konversi lahan di kawasan Puncak. Foto : Sutisna/FWICisarua|Kotahujan.com-Konversi lahan yang mempengaruhi aspek sosial, budaya dan ekonomi di kawasan Puncak Bogor sudah pada…


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar