Rabu, 30 April 2014

Hapus Subsidi BBM




Idrus tenan wong iki, lagi arep pilihan wis wani ngomongke kebijakan sing ora populer... 



Jakarta
 -Subsidi BBM dinilai sudah tidak layak diberikan, bahkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang juga calon presiden melontarkan idenya untuk menghapus subsidi BBM dalam 4 tahun. Tapi bagaimana caranya?

Jokowi mengatakan, gambaran idenya menghapus subsidi BBM di Indonesia dalam 4 tahun masih akan dihitung. Namun dia berpandangan subsidi BBM harus dihapus.

"Besarannya masih dihitung, nanti kita lihat berapa-berapanya. Pokoknya 4 tahun saja, nanti dihitung," kata Jokowi di acara Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (30/4/2014).

Sepertinya, penghapusan subsidi BBM ini akan menjadi rencana Jokowi bila dirinya terpilih menjadi presiden baru Indonesia. Jokowi juga menyatakan, dirinya siap menghadapi DPR untuk penghapusan subsidi BBM ini.

"Ya nanti kita bicarakan ke DPR, ini kan untuk rakyat juga. Masa nggak bisa," cetus Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi beralasan anggaran subsidi BBM sudah terlalu besar. Pada tahun 2014 anggarannya sudah mencapai Rp 210,7 triliun. Sementara yang menerima subsidi, bukanlah yang berhak dampaknya membuat goncangan ekonomi dan sosial.

Menurutnya anggaran sebesar itu, diarahkan kepada sektor-sektor yang produktif dan kalangan yang membutuhkan misalnya seperti petani dan nelayan.

"Ya guncangan ekonomi sosial alasannya. Tetapi harus dengan catatan subsidi itu bisa diberikan kepada yang menerima. Misalnya subsidi untuk petani, subsidi untuk nelayan yang dibutuhkan oleh mereka," terangnya.

Ia menghitung besaran angka kenaikan harga BBM subsidi per tahun, dihitung dari selisih harga BBM yang disubsidi dengan harga keekonomian dibagi selama 4 tahun. Sehingga pada tahun kelima, pemerintah tidak perlu sediakan anggaran untuk BBM bersubsidi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar