Senin, 14 April 2014

cakar



CAKAR CAKARAN KARENA TIDAK PUAS HASIL PILEG 

Dipicu perolehan suara yang tak signifikan saat pileg, 
caleg wanita Gerindra di Solo cakar pengurus partai sendiri
Reporter : Arie Sunaryo | Sabtu, 12 April 2014 09:5

Merdeka.com - Dua pengurus Partai Gerindra Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Solo, Jawa Tengah, terlibat pertengkaran hebat. Cekcok sesama pengurus partai tersebut melibatkan Wakil Ketua DPC Nanang Sapto Nugroho dan Kurnia Sari, sekretaris partai.

Informasi yang dihimpun di kantor DPC Gerindra Solo, Sabtu (12/4), menyebutkan Kurnia yang juga calon legislatif (caleg) Dapil Laweyan tersebut datang ke kantor DPC di wilayah Pasar Kembang sekitar pukul 22.00 WIB. Pada saat bersamaan, di lantai 2 sedang berlangsung rapat antara Nanang bersama pengurus lainnya. Kurnia yang ikut bergabung, langsung terlibat adu mulut dengan Nanang, hingga terjadi pertengkaran hebat.

"Mbak Kurnia tiba-tiba marah-marah ke pak Nanang. Sempat adu mulut, dan saya lihat mbak Kurnia berkali-kali memarahi Pak Nanang. Tak hanya itu, Mbak Kurnia juga menampar dan mencakar muka dan tangan Pak Sapto. Tapi pak Sapto tidak melawan," ujar Wahyu, saksi mata, yang juga pengurus Gerindra Solo.

Lebih lanjut Wahyu menceritakan, pertengkaran berlangsung sekitar 15 menit. Namun tak ada yang berani melerai. Kurnia terlihat sangat marah dan terus menyerang Nanang dengan membabi buta. Tetapi tak ada perlawanan dari Nanang. Kurnia baru menghentikan amukannya setelah suami dan keluarganya datang melerai.

Mengenai motif pertengkaran, Wahyu mengaku tak mengetahui pasti. Namun saat datang, Kurnia yang dalam kondisi emosi, menanyakan kepada Nanang perihal surat mandat untuk saksi saat pencoblosan. Surat mandat dimaksud tanpa sepengetahuan Kurnia sebagai sekretaris partai. Namun Nanang beralasan hanya menjalankan tugas dari Ketua DPC.

"Kata Pak Nanang surat mandat sudah sepengetahuan Ketua DPC. Tapi Mbak Kurnia tetap tidak terima dan marah-marah," paparnya.

Kemarahan Kurnia, lanjut Wahyu, kemungkinan juga dipicu perolehan suara Kurnia saat pileg, yang tak signifikan. Hal tersebut menyebabkan Kurnia kecewa karena kemungkinan terpilih menjadi caleg sangat kecil.

Atas kejadian tersebut, Nanang bersama pengurus lainnya melakukan visum ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo. Nanang juga bermaksud melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Solo.

Sementara itu, baik Nanang maupun Kurnia hingga berita ini diturunkan, belum bisa dihubungi. Demikian juga Kasubag Humas Polresta Solo, Sis Rainawati mengatakan pihaknya belum menerima adanya laporan tersebut. "Sudah saya cek, belum ada laporan penganiayaan dari partai manapun," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar