Senin, 31 Maret 2014

Tak Peduli Rambu !


From: A.Syauqi Yahya


foto ini diambil hari sabtu, 29 maret 2014 di Terminal 2 International Airport Juanda Surabaya. Semua kembali ke perilaku. kesadaran pengguna jalan utk disiplin mematuhi rambu2 lalu lintas, maupun perilaku petugas yg membiarkan, bahkan tak ada petugas yg peduli dg perilaku pemilik kendaraan spt terlihat dlm foto. Akankah terminal baru yang sangat bagus ini menjadi seperti teminal lama lainnya?

--

Rabu, 26 Maret 2014

Pesan Ekonomi Kerakyatan Prabowo dari Atas Kuda Seharga Rp 3 Miliar




Selasa, 25/03/2014 16:09 WIB

Pesan Ekonomi Kerakyatan Prabowo dari Atas Kuda Seharga Rp 3 Miliar

ERWIN DARIYANTO - detikNews

Prabowo Subianto berkuda memeriksa kesiapan kader.
Jakarta - Kuda berwarna cokelat itu berjalan di atas sebuah karpet berwarna hijau yang berada di tengah Gelora Bung Karno, Jakarta pada Minggu siang (23/3) lalu. Di atasnya duduk Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto. Di belakang Prabowo ada tiga kuda berwarna putih yang mengawal.

Begitulah aksi Prabowo memeriksa kesiapan kadernya di acara kampanye Partai Gerindra. Berbeda dengan calon presiden atau ketua umum partai lainnya yang biasanya memeriksa 'pasukan' dengan mengendarai mobil.

Mantan menantu Presiden Soeharto itu memilih menunggang kuda jenis Lusiano yang didatangkan langsung dari Portugal. Harga per ekor kuda itu disebut mencapai Rp 3 miliar. Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi mengatakan, aksi Prabowo naik kuda tersebut bukan sekadar seremonial saja, namun ada pesan yang ingin disampaikan.

“Kami ingin menyampaikan pesan, mari berdayakan peternakan, mari kita kembali ke ekonomi kerakyatan,” kata Suhardi saat berbincang dengan detikcom Selasa (25/3).

Menurut Suhardi, Prabowo merasa prihatin dengan kondisi masyarakat saat ini yang lebih mementingkan membeli kendaraan ketimbang hewan ternak. Ironinya pejabat justru menyebut dengan tingginya penjualan kendaraan menandakan ada pertumbuhan ekonomi. “Kalau ada keluarga yang memiliki banyak sapi, tidak disebut ada pertumbuhan ekonomi,” kata dia.

Mestinya kepada masyarakat diberi pengertian bahwa dengan memiliki ternak seperti kuda, dan sapi mereka bisa mendapat keuntungan. “Coba dalam tiga tahun satu motor itu jadi berapa?, beda dengan sapi atau kuda. Kuda bisa beranak bahkan harganya bisa Rp 3 miliar,” papar Suhardi.

Prabowo tak sekadar menyampaikan pesan dari atas kuda seharga Rp 3 miliar. Purnawirawan jenderal bintang tiga Tentara Nasional Indonesia itu menurut Suhardi juga giat mengembangkan peternakan. Di komplek kediamannya di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Prabowo memiliki lahan peternakan. Tak hanya 50-an kuda, namun juga ada ratusan sapi, 800 kambing, dan sejumlah ternak lainnya.

--

Selasa, 25 Maret 2014

Sinden-sinden Bule Merak Ati


From: A.Syauqi Yahya

Sinden-sinden Bule Merak Ati

Gaganawati

25 Mar 2014 | 12:30

Saya orang Jawa. Bersyukur bahwa selain masih bisa menari, saya pernah mempelajari cara menyanyi Jawa (nembang, meski pating plethot metal), menulis dan membaca Jawa (meski terbata-bata). Bagaimana rasanya saat semakin banyak bule melestarikan budaya Jawa, jadi sinden? Nano-nano, ya seneng dan bangga ... ya senep. Takut, khawatir, prihatin jangan-jangan semakin lama, budaya Jawa tidak dilestarikan kita, generasi bangsa malah oleh negeri tetangga. Lha kok saya dulu tidak pernah jadi sinden ya? Air cucuran atap jatuhnya ke tetangga ... Ah nggak juga ... masih banyak sinden cilikyang mulai bergerak, kok. Menthel gowel, centil. Lanjoet!

Sumber: Sinden dari Amerika bukan Ameriki, Megan (dok.Budi Susilo)

***

Megan Collin – Amerika

Mas Budi Susilo, seorang kawan lama, kenal di 360 Y! yang sekarang sudah bubar. Tapi komunitas Indonesianya masih menghimpun grup di face book. Kawan baik saya ini pecinta budaya Jawa. Sering ia tag gambar-gambar wayangan, gunungan, tokoh wayang seperti prabu Kresna dan seterusnya. Pokoknya, lep lah.

Hingga suatu hari, dia menayangkan gambar si Megan dan muncul di wall FB saya. Sinden umuran 29 tahun yang berasal dari California. Excuse me? Amerika bukan Ameriki! Perempuan cantik yang bening itu sungguh menjereng mata penonton. Nggak ngantuk. Namanya wayang kan semalam suntuk. Kalau tidak terbiasa bisa terkantuk-kantuk bahkan ketiduran di kursi.

Siapa sih, Megan? Saya hunting video di youtube. Wanita cantik dari Los Angeles, California itu sudah 2 tahun tinggal di Indonesia ternyata tak hanya pandai nembang tapi juga melucu, humoris. Dalam percakapan dengan dalang di Malang misalnya, bule ini dikerjain dengan kosa kata baru “pek*k“ dan “cip*k“. Hahaha ... dasar. Kelucuannya tak hanya dengan dalang itu, dengan Ki Soenarjo, Kirun, Tribasa, Ki Enthus sampai Petruk.

Saya sangat terpana saat ia berkolaborasi dengan Sheila on 7 dan menyanyikan „Ilir-ilir“ dengan begitu menghayati musik dan lagu. Matanya terpejam (sejak kecil saya sudah sering melihat puluhan sinden dari jarak dekat, baru kali itu melihat sinden merem matanya). Nah, mbak Megan yang badannya besar ini awalnya nembang biasa, begitu di tengah-tengah, tahulah saya cengkok dan kualitas suaranya tak kalah sama sinden Jawa. Cemengkling.

Sumber: Sinden Jepang rasa Jawa

Hiromi Kano – Jepang

Saya pernah menulis tentang “Dilarang Impor Sinden dan Dalang 2050.“ Di sana, saya menyoroti dalang-dalang yang saya kenal dan ... Hiromi yang mendampingi pak Manteb dalam acara wayangan ultah beliau di Solo. Saya yang waktu itu mudik dari Jerman ke Indonesia, ndomblong. Oalahhh. Ada sinden bule!

Sebelum acara berlangsung, saya sempat foto dan berbincang dengannya. Memang wanita berkacamata itu sudah lama di Solo dan belajar nembang (tahun 2006?). Tapi saya tidak menyangka, ketika gilirannya berada di panggung untuk menyanyi bersama sinden-sinden senior, suaranya joss. Kalau sudah menyanyi Jawa, waduuuuh merduuuu. Ia paling suka menutupi gigi gingsulnya dengan tangan. Xixi. Punya malu seperti orang Jawa.

Kalau ia tidak mengaku sebagai orang Jepang, pasti orang bisa mengira ia orang Jawa. Mulai dari badannya yang mungil dan rambut hitam dan muka bundar ala Asia. Hiromi memang wasis berdandan Jawa. Kebaya, selendang dan kain batik (jarik) itu pas di badannya yang mirip tipikal orang Jawa. Mungil dan langsing.

Ester – Belanda

Saya klik judul „Sinden Belanda“ yang sudah di klik sebanyak 67.839. Dalang yang sedang memegang wayang diiringi suara sinden yang tidak terlihat. Begitu disorot kamera, yang menyanyi orang Belanda. Kalau saja tidak diperlihatkan, hanya sebuah kaset, saya pasti kecelek. Bisa mengira kalau itu pasti orang Jawa juga, ternyata buleeee yooo.

Wajah seriusnya itu menunjukkan betapa niatannya untuk mendalami budaya Jawa itu dari hati.

Belanda memang memiliki sejarah yang erat dengan negeri kita. Dahulu banyak orang Belanda di seluruh pelosok Indonesia. Sekarang banyak orang Indonesia yang berada di Belanda. Ada hubungan erat di antara kedua negara. Tapi tetap saja saya masih geleng kepala, melihat kemahiran si wanita Belanda menembangkan lagu Jawa.

***

Masing-masing sinden bule itu punya ciri khas, semua unik. Megan memang fenomenal karena ia lucu. Kata mbak Ira Latief penulis „Normal is boring“; kalau tidak bisa jadi orang yang pandai jadilah orang yang lucu (kalau saya; „kalau tidak bisa jadi orang pandai jadilah orang yang baik“, meski kata orang ... jadi orang baik saja tidak cukup). Interaksi Megan dengan dalang misalnya, menjadi bukti bahwa ia menikmati. Tak sekedar menyanyi. OK. Megan bukan satu-satunya sinden dari negeri asing, ada juga Hiromi dari Jepang, Ester dari Belanda dan entah siapa lagi (barangkali Gana di Jerman? Hahaha). Muka saya seperti ditampar salju, mak nyosss. Padahal salju ada di luar, saya di dalam ruangan. Itu senepnya.

Senangnya. Bersyukur. Budaya Jawa menjadi sebuah magnet bagi para bule cantik tersebut di atas. Kekuatan mereka mengingatkan saya ... ayoooo nembang maneeeeh. Jirolu-jiroluuu ... yo mas, yo maaaas.Selamat malam, bobok dulu. Barangkali ngimpi bisa jadi sinden. "Yen ing Tawang ana lintang, cah ayuuu ... " (G76)

PS: Kisah sinden bule ini hanya sepenggal dari pelestarian budaya Jawa yang menggugah hati, masih ada waranggana bule (Kitsie Emerson) atau ... ada lagi?

--

Minggu, 23 Maret 2014

Mantra Coblosan



From: DioN Erbe 



Mantra Coblosan


FIKSI | 23 March 2014 | 11:38

13955492272021873462

***

hiruk pikuk tahun politik politisi
berkumandang gempita berpesta demokrasi
beradu kampanye ajang lima tahunan yang dinanti
oleh seluruh warga yang dambakan negeri gemah ripah loh jinawi

tertatih dalam peta perjalanan sejarah nusantara
terpuruk dalam tangis derita anak generasi bangsa
yang berkalang nestapa
terenggut nasib di tanah merdeka
pupus harapan akan negeri yang sejahtera

negeri ini berharga diri ditebus dengan tumpah darah revolusi
korbankan nyawa mulia para pejuang gagah pemberani
merebut hak bebas dari penjajah dan tinggalkan amanah suci
pertahankan tanah merdeka dan kibarkan lestari bendera panji panji

masa lalu adalah kereta berharga yang hilang
kini adalah menyambut segala tantangan tuk berperang
menuju masa depan indah cemerlang
satu pilihan tepat untuk amanah mendatang
satu hak pilih mengubah satu bangsa menjelang

satu hati pengenal kebenaran
satu sentuhan adalah rasa kepedulian
satu langkah harus dimulai dalam perjalanan
satu suara coblosan adalah mantra ajaib perubahan

masa kelam biarlah berlalu
bingkaikan kenangan peristiwa pilu
kuburkan dalam sebijak bijak nurani kalbu
satu harapan tuk songsong masa depan yang baru
di tanah air Indonesia yang satu

***
Jakarta - 23 Maret 2014
Ganendra




Hasil Survei : Bersih dan Jujur Lebih Dipilih Dibanding Tegas


From: DioN Erbe



Hasil Survei : Bersih dan Jujur Lebih Dipilih Dibanding Tegas

Minggu, 23 Maret 2014 17:07 WIB
Hasil Survei : Bersih dan Jujur Lebih Dipilih Dibanding Tegas
Tribunnews/Herudin
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto usai melepas mobil kesehatan relawan Prabowo untuk keliling Pulau Jawa, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, MInggu (16/3/2014). Usai melepas rombongan, Prabowo menuju ke Sragen, Jawa Tengah untuk kampanye akbar pertama Partai Gerindra. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Karakter Calon Presiden (Capres)- Cawapres bersih dan jujur menjadi nilai paling penting dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Juli mendatang. Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda AR menyampaikam hal itu saat rilis hasil Survei Pakar bertajuk “Mengukur Kualitas Personal Para Kandidat Capres-Cawapres 2014” di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Minggu (23/3/2014).

Karakter capres bersih dan jujur mempunyai urgensi paling tinggi 59,7 persen. Kemudian, karakter peduli dan dekat dengan rakyat 57,7 persen, karakter tegas dan berani 54,4 persen karakter berpengalaman 49,8 persen dan capresberkarakter visioner juga cukup tinggi 49,3 persen.

Sedangkan karakter berpenampilan menarik hanya 26,7 persen. "Sehingga penampilan menarik bukan menjadi satu karakter yang terlalu penting sekarang ini," ungkap Hanta Yuda.

Lalu, terkait kemampuan, mengatasi masalah ekonomi dan kesejahteraan menjadi hal teratas yang dinilai harus dimilikicapres.

Kemudian, menegakkan hukum dan memberantas korupsi, serta mengatasi masalah keamanan dan masalah HAM dan Masalah kerusakan lingkungan.

"Kemampuan capres dalam mengatasi problem ekonomi dan kesejahteraan 46,54 persen dan menegakkan hukum dan memberantas korupsi 36,03 persen dianggap publik sebagai kemampuan paling penting," tegasnya.

-- 

Ojo Serik Yo


Jumat, 21 Maret 2014

Mbubur yuk


To Survive, Your Must Tell Stories: Makna Buku Basyrah Nasution Bagiku


From: hernowo mengikatmakna


To Survive, Your Must Tell Stories: Makna Buku Basyrah Nasution Bagiku

Oleh Hernowo

 

Umberto Eco

Umberto Eco

 

Aku sungguh gembira ketika pada Kamis sore kemarin menerima kiriman buku 4 Ginjal di Tubuhku: Syukur Meniti Garis Takdir buah tangan sahabatku, Basyrah Nasution. Sebelum buku itu terbit, aku pernah diminta untuk membaca draft-nya. Waktu itu, aku sudah terkesan dengan tulisan Basyrah. Kisah yang diceritakan Basyrah saat menghadapi vonis gagal ginjal sungguh menyentuh dan mengoyak-ngoyak hatiku. Aku paham kenapa bahwa Basyrah berhasil mengeluarkan jati dirinya lewat kata-kata yang dirangkainya. Bagiku, itu merupakan keberhasilan seorang penulis—meskipun aku tahu bahwa Basyrah tidak ingin disebut sebagai penulis pada saat menuliskan kisah-kisahnya tersebut.

 

Kekagetanku bertambah saat menikmati dan menelusuri halaman demi halaman buku 4 Ginjal di TubuhkuDraft yang pernah kubaca berubah bentuk menjadi buku yang sangat kaya dan menarik hati. Basyrah merupakan salah seorang sahabatku yang sangat kukenal betul gemar membaca. Setiap kali bertemu denganku, salah satu bahan obrolan yang kami perbincangkan dengan hangat adalah tentang buku-buku yang kami baca (pahami dan nikmati). Diskusi kami terakhir tentang buku membahas buku Agustinus Wibowo yang, akhirnya, aku langsung membeli dan membaca tiga buku Agustinus berkat cerita Basyrah yang berapi-api setelah dia membaca Selimut Debu dan Garis Batas, serta terutama, Titik Nol.

 

Kegemaran Basyrah membaca menjadikan buku 4 Ginjal di Tubuhku sangat kaya. Sulit aku melukiskan “kekayaan” buku Basyrah. Kenapa? Karena “kekayaan” itu menyangkut kekayaan hati dan kekayaan wawasannya. Salah satu yang membedakan draft dengan bukunya adalah kutipan-kutipan yang ada di dalam buku dan juga penyebutan beberapa buku yang dibaca oleh Basyrah. Membaca buku, mungkin, sesuatu yang biasa. Namun, hasil kegiatan membaca yang kemudian dikaitkan dengan derita yang dialami ketika berjuang mengalahkan rasa sakit dan lelah dalam menghadapi gagal ginjal, menurutku, adalah luar biasa! Dan Basyrah berhasil menyajikan pengaitan itu (baca: pemaknaan) itu secara hampir sempurna.

 

Salah satu yang membuatku terpana adalah ketika membaca halaman pertama buku Basyrah. Ya, halaman pertama! Aku langsung dihadapkan dengan makna keseluruhan buku Basyrah. Kutipan kata-kata Umberto Eco sungguh dahsyat. Kutipan tersebut tak kutemukan di draft bukunya. Aku langsung melacak dari mana kutipan tersebut ditemukan oleh Basyrah. Ternyata, itu berasal dari buku Umberto Eco,  The Island of the Day Before. Umberto Eco terkenal dengan karyanya, The Name of the Rose (Il ome della Rosa). Dia adalah seorang filsuf dan novelis berkebangsaan Italia. Aku pernah membaca terjemahanThe Name of the Rose tetapi gagal memahaminya. Aku hanya tahu bahwa dia ahli semiotika dan sastrawan.

 

Mengapa Basyrah mengutip kata-kata Umberto Eco? Aku tidak tahu. Yang jelas, kutipannya itu mengesankanku. Setelah membaca dan mencoba memahami kutipan di halaman pertama, aku langsung meloncat ke halaman 134. Di sinilah dimulai bab yang dahsyat dan menggetarkanku. Bab ini merupakan Bab 15 dan berjudul “Penderitaan yang Tidak Membuatmu Mati, Akan Membuatmu Kuat”. Ketika aku membaca draft-nya, aku memang sudah jatuh hati dengan tulisan Basyrah di bab ini.

 

Selamat untuk Basyrah yang berhasil membuat buku dengan bagus dan mengesankan.[]


--

superhero-di-PKS


From: <syauqiyahya@gmail.com>


Jumat, 21/03/2014 13:37 WIB

Foto News

Superhero di Kampanye PKS

Fotografer : Hasan Al Habshy



1 dari 5

Next

Jakarta - Kampanye PKS di Cilandak Barat, Jakarta Selatan, menarik minat anak-anak, Jumat (21/03/2014). Pasalnya ada 3 karakter fiktif superhero terkenal yang disertakan dalam kampanye tersebut.
?
Keterangan Foto :
 3 Karakter itu adalah Wiro Sableng, Si Buta dari Gua Hantu dan Spiderman.




Selasa, 18 Maret 2014

Alasan China Rangkul Muslim Hui


From: DioN


Alasan China Rangkul Muslim Hui



18 Maret 2014 20:18 WIB




REPUBLIKA.CO.ID,  YINGCHUAN -- Hingga kini, daerah otonomi Ningxia Hui merupakan kantong Muslim terbesar di Cina Daratan. Dibandingkan dengan kantong Muslim lainnya, Ningxia memang relatif aman ketimbang Xianjiang.

Harus diakui, kemiripan karakteristik fisik dan budaya membuat wilayah ini relatif lebih mudah berbaur. Berbeda dengan etnis Uighur yang jauh berbeda sehingga kerap terlibat benturan. Padahal kedua wilayah tersebut juga mengalami sejarah yang sama, yakni berseberangan dengan kepentingan Beijing.

Seperti dilansir the asian times, Selasa (18/3), Tiga dekade setelah China meluncurkan reformasi ekonomi. Ningxia dipandang Beijing sebagai potensi. Apa potensinya, tentu saja populasi Muslim. Beijing melalui koneksi etnis Hui yang Muslim ingin menjangkau negara-negara Arab dan Muslim. Tidak heran, dalam waktu relatif singkat, wilayah ini terlibat perdagangan dengan negara-negara tersebut.

Walhasil, Beijing mendapat dua keuntungan besar. Pertama, mereka dapat menurunkan ketegangan dengan etnis Muslim. Kedua, ada hubungan yang erat antara Muslim dan Beijing. Hebat. Ironisnya, itu sulit dilakukan pada etnis Uighur yang notabene juga penyangga dunia Islam.

Kemampuan Beijing memantau masalah memang patut dipuji. Kasus Hui merupakan salah satu contohnya. Tapi tengok sejarah modern China, ketika negara itu mengalami chaos seiring runtuhnya Kekaisaran Qing, Beijing harus berhadapan dengan Jepang yang agresif.

Tidak ada yang menduga, Beijing kala itu mengirimkan diplomatnya yang Muslim untuk mendapatkan dukungan dunia Islam, yang waktu itu dipimpin Kekalifahan Ustmani. Faktanya China gagal menghadang Jepang bukan karena dukungan itu melainkan situasi dalam negeri sendiri.

Kesigapan Beijing dalam melihat potensi etnis Hui begitu mencengangkan. Lihat bagaimana Beijing mengubah isu domestik menjadi senjata kebijakan luar negerinya.

Soal Hui, Beijing memang tidak agresif. Apalagi ketika Dunia Islam tengah naik pamor, utamanya sejak meledaknya produksi minyak di Timur Tengah. Mereka lakukan pendekatan dengan basis keterikatan dunia Islam dengan etnis Hui yang Muslim.

Sejak itu dibangunlah forum yang mempromosikan hubungan China dan Muslim. Forum tersebut melahirkan China-Eurasia Expo, satu hal yang harusnya dibuka melalui Muslim Uighur.  Beijing sengaja melakukan itu karena koneksi Uighur dengan dunia Islam punya efek berbeda.

Seperti dilansir Asian Times, Selasa (18/3), Beijing utak-atik model bisnis yang tepat untuk kepentingannya. Dibentuklah China-Arab States Expo. Narasi toleransi budaya dan kemakmuran dikedepankan Beijing. Islam menjadi titik jual yang mempertemukan pembeli dan penjual, komoditas utama dan menguntungkan.

Di masa lalu, hubungan ini sudah dibangun. Namun berhenti seiring berakhirnya kejayaan jalan sutra. Benturan kepentingan yang tidak sehat mengakhiri kemesraan dunia Islam dan China. Baru September 2013, China membuka nostalgia itu secara aktif. Ini bisa dilihat dari keaktifan Presiden china Xi Jinping ke Asia Tengah.

Usaha Beijing memang berbuah manis, jalan rel yang menghubungkan China dan Asia Tengah berdiri kokoh. Efeknya, jalur perdagangan hidup hingga Eropa. "Otonomi Ningxia menjadi gerbang pembuka, yang menghubungkan China, Timur Tengah, Asia Tengah, Afrika dan Eropa," ungkap Yu Zengsheng, Ketua Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China.

Jalur sutra versi modern ini selanjutnya telah menarik 18 pemimpin negara untuk bertemu. Disusul 195 pejabat setingkat menteri, 93 diplomat dari 76 negara. Angka perdagangan pun melonjak dengan volume mencapai 42 miliar dolar AS. Sekitar 5.000 perusahaan asing dan China 'tumplek blek' di pasar yang gemuk itu.

Data terbaru Departemen Perdagangan China mencatat volume transaksi perdagangan Sino-Arab mencapai 194 miliar dolar AS pada 10 bulan pertama tahun 2013. Angka ini bakal naik mengingat jalur ini menjadi incaran negara lain di luar dunia Islam.

Red: Agung Sasongko



salam,
DioN

Telkom Indonesia®

--
Allahumma akhrijna min zulumatil wahmi wa akrimna binuril fahmi waftah 'alaina bima'rifatika wa sahhil lana abwaba fadlika ya arhamar rahimiin.
"Ya Allah, keluarkanlah kami dari kegelapan prasangka, muliakanlah kami dari cahaya kepahaman, bukalah pengertian ilmu kepada kami dan bukalah untuk kami pintu-pintu anugerah-Mu, wahai Zat Yang Paling Penyayang."

Akhirnya


Angkutan Umum dipedalaman Flores




Ini adalah angkutan umum yang biasa digunakan untuk mengangkut penumpang ke pedalaman2 pulau Flores. Dimodifikasi dari truk colt diesel yang dipasangi bak kayu untuk tempat penumpang.

--

Rapopo nDasmu !!


'Jualan' Pak Harto


From: A.Syauqi Yahya


Selasa, 18/03/2014 11:40 WIB

Strategi Golkar 'Jualan' Pak Harto

Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta - Masa kampanye akbar Pemilu 2014 telah dimulai. Parpol pun memutar otak untuk mencuri perhatian rakyat, Partai Golkar memilih menjual nama besar Presiden RI kedua, Jenderal Soeharto.

Dalam kampanye di Lapangan Kuncup, Pringsewu, Lampung, Senin (17/3) kemarin, Ketum Golkar Aburizal Bakrie langsung mengungkit nama Pak Harto. Sosok Soeharto memang sampai saat ini masih lekat dengan Partai Golkar. Anak-anak Pak Harto pun ada yang masih jadi petinggi di partai kuning itu.

"Golkar sudah memerintah selama 32 tahun. Ingat Pak Harto? Zaman mbiyen ingat? Enak zaman mbiyen?" tanya Ical ke 1000 lebih massa berkaus kuning di hadapannya itu.

"Enak!" jawab para pendukungnya.

Tak hanya Ical yang menyerukan nama Soeharto di kampanye Golkar. Siti Hediati Soeharto atau Titik Soeharto yang maju dalam pemilihan calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Dapil DIY langsung membangkitkan kenangan warga Yogya tentang sosok Soeharto.

Saat kampanye putaran pertama yang digelar di Alun Alun Selatan Yogyakarta, Senin (17/3/2014), Titik Soeharto yang merupakan wakil dari keluarga Cendana itu maju menjadi juru kampanye nasional (jurkamnas) Golkar.

"Kalau ingin kembali seperti dulu, pilihlah keluarga Soeharto," kata Titik dalam orasinya.

Di belakang Titik dipasang poster besar bertulis. "Putri Ngayogyakarto, Putrine Pak Harto, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA. Pak Harto Oke! Mbak Titik Yes!"

Banyak juga caleg Golkar yang membawa foto Soeharto di baliho maupun spanduk. Lalu apakah menjual nama Soeharto bakal mendongkrak Golkar kembali ke masa kejayaannya dulu?

Sing Elek Ganti, Sing Ape wae


Sing Elek Ganti, Sing Ape wae. Begitu tulisan caleg yang kreatif ini agar mudah di ingat

--

Kamis, 13 Maret 2014

Suka puding atau es krim?



Resep Dessert: Chocolate Parfait

detikcom - Suka puding atau es krim? Keduanya ada pada dessert cokelat ini. Rasa lembut puding dan dinginnya es krim menyatu dengan sentuhan chantilly cream, jadilah dessert cokelat yang enak ini.

Bahan:
6 buah Biskuit lady's finger
400 g krim segar
115 g dark chocolate
200 g gula pasir
120 ml putih telur
1/2 sdt esens vanili
80 g gula pasir
250 g krim segar
Chocolate chips
Daun mint

Cara Membuat:
Tim cokelat hingga leleh dalam oven microwave.
Kocok krim segar dengan mikser hingga kental dan mengembang.
Tuangkan putih telur dan gula pasir dalam mangkuk tahan panas.
Taruh mangkuk ini dalam panci berisi air panas.
Tim sambil kocok dengan kocokan kawat hingga gula larut dan suhunya 60 C lalu angkat.
Kocok dengan mikser hingga kental dan mengembang.
Tuangkan sedikit krim kocok ke dalam cokelat leleh, aduk rata.
Tambahkan sedikit putih telur kocok, aduk rata.
Ulangi mencampur hingga semua bahan habis dan tercampur rata.
Potong-potong biskuit, campurkan ke dalam adonan cokelat lalu aduk rata.
Siapkan loyang, alasi plastik tipis.
Tuang adonan ke dalam loyang, ratakan.
Simpan di dalam freezer selama 3-4 jam hingga mengeras.
Chantilly Cream:
Kocok krim bersama gula dan vanili hingga kental.
Penyelesaian:
Potong cokelat yang sudah mengeras, taruh di piring saji.
Semprot dengan Chantilly Cream dan hiasi dengan chocolate chips dan daun mint.

--

Rabu, 12 Maret 2014

Kirain produksi Mangli Grabag, ternyata Mangli Kaliangkrik


From: suhardono









Nasi Jagung Manglie: Solusi untuk Penderita Diabetes



Nasi Jagung Mangli adalah sebuah inovasi di bidang pengolahan hasil pertanian. Sebuah produk yang mengolah jagung menjadi makanan yang praktis dan mudah disajikan. Dengan cita rasa yang enak, unik, dan khas desa Mangli, Gunung Sumbing Magelang. Kini begitu mudah anda dapatkan di dalam produk NASI JAGUNG MANGLIE.


Oleh Eman Mulyatman

Hidup memang harus ulet dan sabar, betapa pun beratnya beban hidup sebagai orang beriman tak boleh berputus asa. Setiap tantangan membuat orang menjadi kreatif. Dengan kreativitas itulah seseorang bisa bertahan hidup. Namun tak cukup kreatif masih ada faktor lain yang tak kalah penting yaitu, jeli melihat peluang. 
Peluang bisa kita dapat kalau kita mau belajar dan terus mencari informasi . Pergaulan, jaringan atau silaturahim (dalam bahasa agama), akan membuka pintu-pintu keberkahan. Faktor  inilah yang membuat Supariyo bertindak gesit. Setelah jeli melihat peluang dia menentukan bidang usaha, memproduksi Nasi Jagung Manglie . Namun tak berhenti sampai disitu, selanjutnya dia rajin mengikuti pameran.


Supariyo ditemui MafazaOnline saat Pameran Pertanian di Soropadan. Sebuah ajang pameran bertajuk, Gelar Promosi Agribisnis (GPA) V 28 Juni- 2 Juli 2012, di Pusat Pelayanan Agribisnis, Agro Center Soropadan, Jalan Raya Magelang KM 13 Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah. Ketika pameran berlangsung memang sedang tren lagu Iwak Peyek Nasi Jagung yang dibawakan Trio Macan. Populernya lagu ini sebagai bukti betapa akrab dan merakyatnya nasi jagung.


Usaha yang dijalankan Supariyo ini memang beriringan dengan program pembangunan Provinsi Jawa Tengah. Hal ini seperti terekam dalam sambutan Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo dalam pembukaan GPA V Soropadan 2012. Ia menyampaikan bahwa acara pameran GPA  diharapkan dapat menjadi jembatan dalam mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang semakin sejahtera, mandiri, berkemampuan, berdaya saing tinggi melalui pengembangan pertanian sebagaimana misi kedua pembangunan Jawa Tengah Tahun 2008-2013, yakni “Membangun Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pertanian dalam Arti Luas dengan Melaksanakan Sapta Usaha Tani, Pemberdayaan UKM dan Industri Padat Karya”.


Selain itu, Gubernur Bibit Waluyo dalam kampanyenya mencanangkan “Bali nDeso mBangun Deso,” Supariyo memang berniat untuk membangun desanya. Supariyo memang bertempat tinggal di puncak Gunung Sumbing, tepatnya di Desa Mangli I Kaliangkrik, Magelang Jawa Tengah 56153. Dia mengidamkan ada usaha dari desanya, “Agar desa saya terbantu dari segi ekonominya,” bulat sudah tekadnya.


Produksi dan Pemasaran



Sejalan dengan itu, Desa Mangli Kecamatan Kaliangkrik Magelang mencanangkan program berupa pengalihan dari nasi beras ke nasi jagung. Kembali ke nasi jagung, alasannya, karena Indonesia masih kekurangan beras, maka diadakan program pengalihan dari beras ke nasi jagung. Di Mangli sendiri sekitar 60 persen bahan pokoknya masih nasi jagung. Aslinya, orang-orang Mangli mayoritas petani yang makanan pokoknya nasi jagung


Supariyo sendiri sudah mendengar program kembali ke nasi jagung ini sekitar dua tahun yang lalu. Namun, baru di bulan Januari 2012, Supariyo mengawali langkah bisnisnya dengan membawa sampel nasi jagung ke Yogya. Sampel itu dia berikan pada teman-teman. Ternyata mereka merespon dengan baik.  Lalu timbul pemikiran bagaimana caranya agar teman-teman di kota bisa menikmati nasi jagung ini. Maka Supariyo pun mulai memproduksinya.


Supariyo lalu memutuskan untuk memproduksi nasi jagung dengan label Mangli, yang diambil dari nama desanya. Tujuannya sederhana,  agar bisa terserap oleh konsumen. Tapi karena Mangli ini sudah menjadi hak umum, maka untuk produknya dia menambahkan huruf E pada labelnya, jadilah, Nasi Jagung Manglie. Supariyo menggunakan nama ini, karena Mangli sudah terkenal sampai Jakarta. Usahanya ini baru berproduksi sekitar dua bulan yang lalu. Presiden SBY pun sudah mengetahui, Bibit Waluyo pun ke desa Mangli sudah dua kali. Jadi potensi ini memang harus dikembangkan. ”Kami legal juga, sudah mendapat persetujuan dari Lurah setempat untuk menggunakan nama Mangli menjadi merk,” katanya.


Untuk menjalankan usahanya, Supariyo bekerjasama dengan Kementerian Pertanian dan Deperindag. “Saat ini nasi jagung yang kami produksi sudah dikenal sampai Jakarta, sudah ada pesanan,” katanya berpromosi.


Meski hanya lulusan SD, bisnis sudah dijalani sejak lama. Umumnya penduduk gunung, biasanya bertani atau menjadi peternak. Tapi Supariyo memilih untuk berdagang. Lalu dia berpikir bagaimana caranya untuk membuat sebuah usaha, tapi dengan cara kembali ke kampung. Seperti kata Gubernur Bibit Waluto, Bali ndeso mbangun ndeso, “Jadi balik ke desa, bukan karena gagal di kota. Tapi ingin membantu masyarakat desa yang memang secara perekonomian sangat kurang,” jelasnya.


Supariyo memulai usaha dengan menggunakan dana pribadi. Mulanya kecil-kecilan untuk tes saja, waktu itu modal awalnya satu juta. Alhamdulillah, sekarang sudah ada tenaga karyawan yang membantu. Dana yang 1 juta itu berputar. Produksi berjalan seadanya,  dikerjakan secara manual, karyawannya keluarga sendiri. Dibantu keluarga, bapak ibu dan kakak adik. Ternyata tanggapan pasar positif. Kami lalu menghubungi teman-teman untuk meminjamkan dana untuk permodalan. Akhirnya bisa berproduksi sampai ratusan dus. Supariyo mau tidak mau harus menambah 5 orang karyawan lagi.


“Awalnya bersama keluarga produksi 20-30-an kantong, itupun dua hari sekali. Sekarang perhari produksinya 300-an dus,” katanya sambil tersenyum.



Supariyo tidak terlalu kaget untuk memasuki dunia bisnis, apalagi bisnisnya nasi jagung. “Saya memang sudah biasa berbisnis, dari lulus SD saya sudah berbisnis. Keadaan ekonomi orangtua pas-pasan, sehingga mau tidak mau saya harus usaha sendiri. Apalagi nasi jagung merupakan makanan sehari-hari,” jelasnya terselip rasa bangga.


Dari hasil evaluasinya, ternyata bisnis menyita waktunya, sedangkan produksi menuntut konsentrasi. Supariyo lalu memutuskan untuk menjalin kerjasama dengan mitra usaha untuk memasarkannya. Sehingga produksinya bisa lebih berkembang dan distribusinya bisa ke seluruh Indonesia. Supariyo menjalin kontak dengan dinas-dinas terkait agar membantu pemasaran. Bisnisnya berkibar dengan bendera CV Karya Insan Mandiri (KIM), “Jadi sekarang ini untuk pemasaran saya serahkan ke pihak lain,” simpulnya.


Sisa waktu lainnya, dia manfaatkan untuk terus belajar agar ide-ide tidak macet. “Hasil mengikuti expo sangat bagus, karena bertemu dengan partner kerja dan marketing. Karena pengunjung yang datang dari berbagai kota, rata-rata pengusaha UKM, sehingga kami bisa sharing untuk marketing. Terus kami juga bertemu dengan orang-orang marketing yang berniat memasarkan produk kami,” katanya mengungkap salah satu kiat sukses, rajin mengikuti pameran.


Selain itu Iklan pun gencar dilakukan lewat internet online, brosur dan banner. Kalau ingin memasarkan bisa menghubungi bagian pemasaran di, 081229462340 atau (0293) 5562254 dengan harga yang sudah diaturnya. Harga untuk agen, untuk pemasaran dan untuk pembeli.  “Kami terus  meningkatkan produksi dan masuk ke supermarket dan swalayan,” kata ayah tiga orang anak ini.


Tak henti berinovasi, ini kiat sukses lainnya dari seorang Supariyo. Dia rajin browsing mencari kemasan yang pas dan menarik. “Dari pertemuan dengan rekan bisnis, di internet itu terbuka sangat lebar. Kita butuh bahan apa, sangat jelas. Lalu kami dipertemukan dengan percetakan, penyedia aluminium foil dan seterusnya,” bebernya.



Kaya Manfaat


Nasi jagung bisa sebagai makanan alternatif, bagi orang yang terkena penyakit gula. Karena mereka tidak bisa makan nasi karena nasi beras mengandung gula yang sangat tinggi. Dari penelitian terbukti, nasi jagung ini banyak mengandung vitamin yang dibutuhkan manusia. Rendah kalori. “Produk kami aman dan layak untuk dikonsumsi,” beber Supariyo.  


Namun, untuk menjadi nasi, sangat susah pembuatannya. Untuk menjadi nasi, bisa sampai 3 kali prosesnya. Sedangkan orang sekarang inginnya yang instan. Soal produksi sendiri, Supariro mengaku tidak menjadi masalah, karena kami biasa memproduksi jagung untuk makanan sehari-hari.  “Inilah di antara keunggulannya kami mempercepat proses, jadi makanan instan,” kata Supariyo setengah promosi.


Nilai lebih dari usaha ini adalah ada pembedrdayaan bagi masyarakat. “Tanaman  jagung belum terserap secara pemasaran, jadi kami ingin petani itu menanam jagung bisa terserap langsung. Selain itu kami memperkerjakan ibu-ibu setempat,” ungkap Supariyo.


Jadi dari sebuah kebiasaan yang dipandang biasa-biasa saja di tangan orang kreatif bisa menjadi ladang bisnis yang menguntungkan. Supariyo sudah membuktikannya.


MANFAAT NASI JAGUNG MANGLIE


Nasi Jagung Manglie memiliki begitu banyak manfaat karena murni terbuat dari jagung pilihan. Manfaat utama yang dapat anda dapatkan antara lain :

  •     Membantu proses pertumbuhan anak


  •     Menjaga kesehatan


  •     Menjaga berat badan


  •     Kadar gula rendah sehingga cocok untuk penderita diabetes


  •     Serat jagung yang menjaga kadar kolesterol dalam darah


  •     Protein inhibitor di dalam jagung bermanfaat untuk menurunkan resiko kanker


  •     Asam folat di dalam jagung bermanfaat untuk menurunkan resiko serangan jantung dan stroke


  •     Mengandung vitamin A, C, E, B1, B2, Niasin, Fosfor, dan Kalsium


Sarapan @gresik nasi krawu opo jenenge ketoke


David Beckham


Jahil


Duh, sopo sing sok ngene iki ?



From: A.Syauqi Yahya


Berkendara sambil menggunakan Hand Phone....bahaya !

--