Selasa, 24 Desember 2013

Cak Mencak


Dari: "A.Syauqi Yahya"

>
> Cak Mencak
>
> Sumber: Ilustrasi: kupang.tribunnews.com
> ***
> cak mencak
> mencak-mencak
> ada apa kok mencak-mencak?
> beginikah sikap pejabat kalau sudah di puncak?
> sepertinya mereka sudah pada kehilangan sifat nan bijak
> semakin hari semakin pula menunjukkan sikapnya yang kocak?
>
> cak mencak
> ada bupati yang mencak-mencak
> gara-gara tidak dapat tiket kok mencak?
> emang bapak ini pemilik bandara apa cak?
>
> cak mencak
> mencak-mencak
> makanya itu dia cak
> biar lho sudah pada kaya cak,
> tapi sekali-kali boleh coba naik becak
> atau kalau mau naik kelas dikit coba naik ojek
> ingat, jangan sekali-kali kamu takut jalanan becek?
> pun jangan takut naik angkot dengan alasan nanti kulitmu lecet
> agar sekali-kali kau juga bisa rasakan bagaimana rasanya terjebak macet
>
> cak mencak
> mencak-mencak
> tadinya serius kini jadi kocak
> yang benar minta maaf sama pemencak
> wajar, mungkin karena dia takut kena mencak
> atau paling-paling karena takut nanti ada yang bacok
> duh, kok sepertinya negeri ini memang sudah semakin kocak
>
> eh, esok atau lusa siapa lagi ya yang dapat giliran mengocok?
> tau ahk, mending sekarang kita bikin saja acara rujak
> bukankah itu lebih seru dan pastinya bebas kena pajak
> iya kan cak ?
> gimana cak ?
> oke cak ?
> *
> (cak mencak, mencak-mencak, cak cak, cicak cicak di dinding, diam-diam merayap, datang seorang bupati, cicaknya pada lari ...  ha ha ha)
> ______________________________
> Adhye PAnritalopi
> negeri para daeng
> 23 Desember 2013
>
> --

Tidak ada komentar:

Posting Komentar