Kamis, 17 Oktober 2013

es seger

Sabuah sajo nan di hati

Duo tigo toko di Padang
Sabuah sajo toko basi.
Duo tigo bungo nan kambang,
Sabuah sajo nan di hati.

Kain batiek tabang mangirok.
Unduang-unduang anak rang Bayang.
Tampak adiek darah tasirok,
Badan bak raso bayang-bayang.

Pulau Panjang tadorong panjang,
Nan didakek pulau Sambilan.
Kasieh saying tadorong saying,
Indak dapek lai ditahan

--
--

Makan

Albartos

enak

Telas

bacaan pagi

ini derita lelaki tulen. peristiwanya
sederhana saja, tetapi kalau aku gagal
mengambil keputusan tepat bertindak
menangani dampaknya, aku bisa dipenjara.
kemarin pagi kebelet pipis di bandara.
masuk toilet, keadaannya sepi, tempat pipis
laki-laki berderet di dinding, dari kiri ke
kanan semuanya ada sepuluh buah, rapi
dan bersih. aku pilih tempat pipis nomer
satu atau paling kiri.
waktu udah buka ritsleting, ada oom oom
masuk, berjalan ke arahku, ambil posisi
mau pipis di tempat pipis nomer dua,
persis samping kananku. padahal tempat
pipis berderet tak terpakai. kenapa dia di
sebelahku? aku mulai curiga.
pas udah pipis aku merasa diamati. setan
alas. merinding, jijik, dan maunya marah
saja. kalau saja dia orang partai politik atau
anggota DPR atau menteri pasti langsung
kutendang mulutnya sampai berdarah-
darah dan terkapar di lantai. akan kuinjak
lehernya, pas di jakun, agar dia tercekik
dan mati. aku pasti akan langsung terkenal
sebagai bajingan, tapi bajingan pembunuh
musuh negara, pemakan uang rakyat.
paling aku dipenjara empat tahun. berapa
novel bisa kutulis selama empat tahun itu?
aku akan kaya raya, berjasa memberantas
sampah negara, mati masuk surga.
buru-buru kuselesaikan pipisku. basuh lalu
tutup ritsleting. daaannnn....srettt.. karena
buru-buru tititku kejepit ritsleting.
aaawww....rasa sakitnya itu menyebar dari
kaki sampai ke sampai ke ubun-ubun.
menghadap dinding, aku mencoba
melepaskannya dari jepitan setan terkutuk
ritsleting celana jins. tapi sia-sia. digeser
naik tambah njepit, sudah pasti sakit.
digeser turun juga sakit karena si setan besi
kuningan itu merobek kulit tititku.
huaaasuuu tenan.
"kejepit ya? sini kubantu?" suara si oom di
belakangku
"anjing kamu. pergi atau kupecahkan
kepalamu!"
baru kali ini aku sulit percaya niat baik
seseorang. dia bilang mau bantu? jelas itu
modus. kubentak kasar begitu dia tidak
takut. ehhh.. dia masih di belakangku.
hyahhh...
dengan kaki terbuka dan mulut meringis
aku berjalan masuk ke bilik WC. persis
seperti burung pinguin sedang berjalan
sambil gigit ikan. di dalam bilik kupaksa
melepaskan jepitan. tarik ke bawah
daannn...srettt lagi. aaaawwww.....mulutku
mangap, tak bisa kutahan perihnya. darah
mengucur memerahi bagian celanaku.
sekarang aku harus alihkan rasa perih di
titit. caranya, kubangkitkan amarah dalam
hatiku, kusetel marah itu naik ke kepalaku.
cari dan hantam. peduli setan semua
urusan. bertahun-tahun nggak olahraga ini.
masuk kembali ke ruang tunggu, kucari
oom oom itu di semua deretan kursi,
seperti satpam lagi patroli. gak nyadar, cara
berjalanku masih seperti pinguin. kakiku
terbuka karena mengurangi gesekan luka
robek dengan celana. pantesan ada ibu-ibu
cekikikan melihatku.
dapat. dia duduk di samping gate 4. di
sampingnya ada tong sampah. putar otak
lagi. dia tahu aku berjalan ke arahnya.
mulutnya tersenyum, seakan menyambut
kedatanganku. sambi berjalan ke arahnya,
kuraih tutup tong sampah. agak berat,
terbuat dari bahan seng. lumayan.
melompat ke arahnya, kupukulkan tutup
tong sampah tepat ke kepalanya.
dhieeennggg...pukulan pertama, dia
ternganga
dhieeennggg...pukulan kedua, dia coba
bangkit
dhieeennngg..pukulan ketiga dia duduk
terkulai.
baru mau dhieeennnggg keempat,
seseorang menyekapku dari belakang.
"sabar mas, sabar mas.."
kemudia samua orang berusaha
menahanku. petugas keamanan
membawaku ke ruang keamanan bandara.
"dia homo, menggodaku di toilet, sampai
titit saya kejepit ritsleting." kataku di ruang
satpam.
"pak, tapi dia bisa melaporkan bapak ke
polisi dengan tuduhan penganiayaan," kata
satpam, "kecuali bapak coba minta maaf."
biar urusan tidak panjang, aku terpaksa,
baca baik-baik; teeerrrr...paakkk...saaaa...
kuulurkan tangan sambil minta maaf
"ya, saya maafkan, tapi cium dulu,"
"byattt...." kuraih pentungan satpam
tergantung berjajar di dinding. kupukulkan
ke arah kepalanya. dia meloncat dari kursi
lalu lari keluar ruangan.
semua satpam di dalam ruangan tertawa
sambil merebut pentungan serta
mencegahku mengejarnya. berikutnya, aku
di tahan di ruang satpam. agak lama juga.
kata satpam aku baru boleh kembali ke
ruang tunggu kalo si hombreng tadi sudah
boarding. Ahh...bersyukur aku tidak satu
flight dengannya. kalau satu flight, akan
kulempar dia keluar pesawat melalui pintu
darurat. aku bisa merekayasa agar nampak
seperti dia melakukan bunuh diri dan aku
mencoba mencegahnya. gampang itu.
di dalam penerbangan aku merenung
kenapa peristiwa itu terjadi. mungkin
karena aku risih merasa diamati hombreng.
ya, itu jelas. tapi kenapa sampai tititku
kejepit. pasti ada faktor lainnya. ini
peristiwa tititku kejepit ritsleting kedua
kalinya dalam sebulan ini. kenapa yaa..?
emmm....belakangan aku baru menyadari.
ternyata itu akibat tititku tak terlindungi;
aku nggak pakai kancut. coba aku pakai
kancut, tititku tertutup kancut baru tarik
ritsleting. aman.
tapi pakai kancut itu ribet, tambah biaya
dan panas. titit tidak bisa bergerak dinamis
dan merdeka mengikuti gaya tarik bumi. itu
alasan kenapa sejak kecil aku menolak
kancut.
kejepit ritsleting itu risiko karena nggak
pakai kancut. jadi biar aman, nggak pakai
kancut jangan pakai celana, apalagi celana
jins. kubayangkan misalnya aku pakai aja
sarung. selain aman dan sejuk, dengan
sarung aku akan merasa seperti gajah kecil
sedang bermain akrobat; kaki belakang di
atas, kaki depan untuk bertumpu dan
belalai menjuntai bebassss....
kyaaa...