Selasa, 30 April 2013

Filosofi Pantat Sepeda

Filosofi Pantat Sepeda

Bung Seand Munir benar. Tinggal dibiasakan untuk menikmati penderitaan sehingga menjadi hal yang tak menyakitkan.

Waktu itu saya beli sepeda dan merasakan keheranan atas bentuk tempat duduk sepeda zaman ini yang kecil dan keras. Tempat duduk itu menyakitkan untuk diduduki. Padahal harga sepedanya relatif mahal. Beda dengan tempat duduk sepeda model lama yang besar.

Bung Seand sarankan coba saja pakai. "Coba aja pakai, nanti juga biasa," katanya dengan yakin. Mendapati saran itu aku mengurungkan niat membeli matras atau asesoris tambahan untuk tempat duduk sepeda.

Seminggu pertama menggowes pantat terasa sakit. Sakitnya seperti tertinggal di pantat ke arah lubang dubur (maaf). Bahkan dua hari sesudah menggowes masih terasa sakit di pantat. Iseng-iseng kuperhatikan di cermin, jangan-jangan sebabkan kapalan atau bisulan. Syukurlah, ternyata, tidak.

Minggu kedua sudah mulai terbiasa. Sakitnya makin berkurang. Dan, minggu ketiga, sama sekali tak terasa sakit lagi. Minggu keempat dan seterusnya, tak ada bedanya antara duduk di kursi dengan duduk di dudukan sepeda yang kecil dan keras tersebut.

Begitulah filosofi kesakitan dan penderitaan. Tinggal dibiasakan saja. Lama-lama akan akrab dan tak terasa lagi.


Es buah

Es buah

Minggu, 28 April 2013

IMG00174-20130421-1445.jpg

Nyante

Balungan ayam

Piye ki Nis ?


From: <syauqiyahya@gmail.com>

KENDALA – KENDALA YANG MENYEBABKAN DATA STATISTIK PERTANIAN PADI DAN PALAWIJA (SP PADI & SP PALAWIJA) ANTARA BPS & DINAS PERTANIAN TIDAK SAMA

Oleh: Gusti Anom Wijaya, S.st | 28 April 2013 | 17:52 WIB

KENDALA – KENDALA YANG MENYEBABKAN DATA STATISTIK PERTANIAN PADI DAN PALAWIJA (SP PADI & SP PALAWIJA) ANTARA BPS & DINAS PERTANIAN TIDAK SAMA
Oleh : Gusti A. Wijaya, S.ST
Pengolah Data Statistik Pertanian BPS Kab. Toraja Utara

Data Statistik Pertanian Padi (SP-Padi) dan Statistik Pertanian Palawija (SP-Palawija) mulai di olah dikabupaten sejak tahun 2012. Hal ini merupakan salah satu intregasi dari program percepatan data statistik pertanian padi dan palawija yang dicanangkan oleh Badan Pusat Statistik dan Dinas Pertanian. Data ini sangat penting dan strategis, sebab data ini menggambarkan luas panen, luas tanam, dan luas puso yang terjadi di kabupaten. Dengan adanya data ini tentunya pemerintah daerah dapat menentukan kebijakan yang tepat sasaran terkait dengan pertanian tanaman pangan.
Saya kebetulan menangani program pengolahan data SP-Padi dan SP-Palawija di BPS Kabupaten Toraja Utara. Suatu pekerjaan yang tidak terlalu sulit tetapi mempunyai resiko yang sangat besar, karena nantinya hasil pengolahan yang saya input inilah yang dijadikan acuan untuk laporan ke provinsi hingga ke pusat. Artinya saya tidak bisa bermain-main dengan peng-inputan data ini, tidak asal memanenkan data yang seharusnya belum panen ataupun menanamkan data yang seharusnya tidak ditanam.
Tetapi setelah diterapkan selama tahun 2012 adalah data penginputan yang saya lakukan dengan data yang direkap oleh dinas pertanian hasilnya adalah tidak sama. Hal ini tentunya menjadi sebuah tanda tanya mengapa bisa terjadi demikian. Saya sudah merangkum factor-faktor yang menyebabkan bisa terjadi ketidaksamaan data SP-Padi dan SP-Palawija antara BPS & Dinas Pertanian khususnya di Kabupaten Toraja Utara, antara lain :
1. Data yang tidak konsisten dari laporan bulanan SP-Padi & SP-Palawija, mencakup antara lain data laporan akhir bulan laporan tidak sama dengan laporan awal bulan berikutnya, tanaman yang sudah seharusnya dipanen pada waktunya tetapi belum juga dipanen pada laporan bulanan, ada tanaman yang sudah dipanen padahal umurnya masih kurang dari 3 bulan.
2. Koordinasi yang masih belum solid dari pihak BPS dengan Dinas Pertanian. Ini merupakan program kerjasama sudah seharusnya juga dilakukan dengan koordinasi yang baik antar instansi. Perlunya komunikasi dan jadwal untuk melakukan penginputan secara bersama-sama dapat dijadikan solusi untuk masalah ini.
3. Kurangnya koordinasi antara KSK dan KCD. Data SP-Padi dan SP-Palawija ini dikumpulkan oleh KCD dan kemudian diserahkan ke KSK untuk laporan percepatan paling lambat tanggal 5 tiap bulan. Hal ini sering tidak berjalan sebagaimana mestinya, laporan SP-Padi dan SP-Palawija yang diambil oleh KSK justru mayoritas berasal dari staf dinas pertanian sendiri bukan dari KCD. Peran KSK adalah sebagai penyaring atau pengontrol data yang diserahkan oleh KCD untuk diperiksa kembali konsistensinya.
Pemaparan faktor-faktor diatas berdasarkan pengamatan yang terjadi di Kabupaten Toraja Utara. Mungkin ada juga faktor-faktor lain yang belum saya paparkan yang dapat menyebabkan ketidaksamaan data di beberapa daerah lainnya. Untuk tahun 2013 ini semoga kendala-kendala tersebut dapat teratasi dengan baik dengan terjadi kesamaan data setelah dilakukan sinkronisasi antara pihak BPS dan Dinas Pertanian. Tidak ada lagi ketidakkonsistensian data, tidak ada lagi kekurang solid-an kerjasama antara pihak BPS & Dinas Pertanian.
Untuk Masa Depan Petani Yang Lebih Baik…
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-

Resep Gita


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Resep Gita Wirjawan Bikin Indonesia Negara Maju

TEMPO.CO, Surabaya-Sektor jasa menjadi prioritas Indonesia dalam pertumbuhan ekonomi.  Menteri Perdagangan Gita Wiryawan mengatakan sektor jasa merupakan masa depan perekonomian.

"Dari jumlah lapangan kerja, sektor jasa menyumbang hampir 50 persen dari Produk Domestik Regional Bruto," kata Menteri Gita seusai membuka Services Dialogue di pertemuan Asia PAcific Economic Cooperation (APEC) 2013 di Hotel JW Marriott Surabaya, Jumat, 19 April 2013.

Kementerian Perdagangan akan mendorong lebih banyak terobosan-terobosan baru yang pro investasi untuk mengejar ketertinggalan dengan negara maju. Menurut Gita, porsi sektor jasa di negara maju minimal menembus 70 persen. "Memang tidak bisa (dilakukan hanya dalam) satu hari, bisa berbulan-bulan."

Menteri mencatat, pengeluaran belanja masyarakat Indonesia cukup tinggi. Dalam 20 tahun mendatang diperkirakan mencapai US$ 36 triliun. Sebanyak 53 persen di antaranya disumbang dari sektor jasa di industri dan 50 persen lainnya dari sektor konsumsi.

Asia Pasifik merupakan kawasan yang memiliki ketahanan menghadapi ekonomi global. Liberalisasi dan perdagangan global, menurut Gita harus dilanjutkan dengan tetap mempertimbangkan kesetaraan dan keadilan. Negara maju diharapkan bisa membantu negara berkembang.

Mereka yang mampu meningkatkan investasi akan diberi insentif fiskal. Terutama investasi di bidang infrastruktur yang bisa berdampak pada penurunan biaya logistik sekitar 21 persen.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Duta Besar Yuri O Thamrin mengatakan Indonesia mendorong pembangunan infrastruktur dan konektivitas di APEC sesuai kebutuhan dan mendukung sektor swasta dalam negeri.

Sejumlah isu menjadi prioritas nasional di antaranya pembangunan dan investasi infrastruktur, program pemberdayaan perempuan, usaha kecil menengah, perluasan akses kesehatan, pengembangan energi terbarukan serta memastikan pasar internasional tetap terbuka bagi ekspor Indonesia. "Ke depan, akan ditingkatkan konektivitas fisik, secara institusional dan hubungan antar manusia," ujarnya.

Konektivitas fisik yang dimaksud seperti keberadaan jembatan, pelabuhan dan bandar udara. Perbaikan peraturan dan transparansi akan dilakukan secara institusional, termasuk juga hubungan antar manusia yang meliputi pertukaran pelajar, peneliti dan kebudayaan.

Yuri menyebutkan selama 22 tahun dari 1989 hingga 2011, terjadi peningkatan perdagangan Indonesia ke seluruh dunia. Pada 1989, total perdagangan Indonesia ke negara APEC adalah US$ 29,9 miliar, sekitar 78 persen dari total perdagangan Indonesia ke seluruh dunia. Sedangkan tahun 2011, meningkat menjadi US$ 289,3 miliar atau 75 persen dari total perdagangan ke seluruh dunia.

AGITA SUKMA LISTYANTI

Sabtu, 27 April 2013

Arisan Berondong ?


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Jum'at, 26 April 2013 | 20:37 WIB


Sosialita Sekarang Berani 'Buka-bukaan'  

TEMPO.CO, Jakarta - Sosialita pada masa kini lebih terbuka ketimbang sosialita pada masa orde baru Presiden Soeharto. Dalam beberapa tahun belakangan, aktivitas komunitas borjuis ini makin terekspos media, film, dan buku.

"Kebutuhan mereka untuk unjuk identitas lebih kuat," kata Veven Sp Wardhana, pengamat budaya, kepada Tempo, Kamis 25 April 2013. "Ada kebutuhan untuk lebih terkenal."

Kebutuhan lebih terkenal ini berkaitan dengan identitas sang sosialita sendiri. Eksistensi diri, demikian Veven menyebutnya. Karena itulah, kini, kaum elit ini tak segan-segan dan malu bila segala aktivitas mereka justru diumbar.

Para sosialita ini membentuk kelompok-kelompok arisan yang beragam jenisnya. Mulai dari arisan berlian, barang-barang mewah, hingga pria berondong alias lelaki muda. Memang belum ada penelitian yang jelas mengenai jenis-jenis sosialita di Indonesia. Yang jelas, kata Veven, identitas khusus yang melekat adalah mereka dari kalangan glamor, punya profesi mentereng, hingga hobi rumpi. Ada pula kalangan selebritas yang bergabung dengan komunitas ini.

Kemunculan film, buku, dan tulisan-tulisan media tentang aktivitas sosialita adalah bukti bahwa kelompok borjuis ini ingin lebih terkenal.

Pada masa orde baru era Presiden Soeharto, keberadaan sosialita memang cenderung tertutup. Siapa saja yang teridentifikasi dalam kelompok elit ini, tentu mereka yang berlebihan dalam segala hal. "Mereka ini komunitas yang kelebihan waktu, uang, talenta, dan lain-lain," Veven berujar.

NIEKE INDRIETTA
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Camilan

Siap mandi

Makan enak

Makan siang

Kotak kardus

Rabu, 24 April 2013

ING WENGI KANG ATIS IKI

ING WENGI KANG ATIS IKI

ing wengi kang atis iki

aku butuh latu

kang bisa mbakar sigrakku

nyengkuyung tanggung  jawab

kang dakpikul ing palagan

bebrayan iki kanthi asih

Bahan Swikee

Masuk rumah makan padang

Sabtu, 20 April 2013

Tambak udang

Benarkah...?


From: "Tommi Hernowo"

Dapat kiriman ...:
---
Kiamat menurut Agama Islam di tandai dgn:

- Kemunculan Imam Mahdi

- Kemunculan Dajjal

- Turunnya Nabi Isa (AS)

- Kemunculan Yajooj dan Majooj

- Terbitnya matahari dari Barat ke Timur

- Pintu pengampunan akan ditutup

- Dab'bat al-Ard akan keluar dari tanah & akan menandai muslim yang sebenar2nya

- Kabut selama 40 Hari akan mematikan semua orang beriman sejati shg mereka tidak perlu mengalami tanda2 kiamat lainnya

- Sebuah kebakaran besar akan menyebabkan kerusakan

- Pemusnahan/runtuhnya Kabah

- Tulisan dalam Al-Quran akan lenyap

- Sangkakala akan.      ditiup pertama kalinya.    membuat semua makhluk hidup merasa kaget dan ketakutan

- Tiupan sangkakala yang kedua kalinya akan membuat semua makhluk hidup mati dan yg ketiga yang membuat setiap makhluk hidup bangkit kembali

Nabi MUHAMMAD SAW telah bersabda:
"Barang siapa yg mengingatkan ini kepada orang lain, akan Ku  buatkan tempat di syurga baginya pada hari penghakiman kelak"

Kita bisa kirim ribuan bbm mesra, promote, bc yang ga terlalu penting tapi bila kirim yang berkaitan dengan ibadah mesti berpikir 2x.

Allah berfirman : "jika engkau lebih mengejar duniawi daripada mengejar dekat denganKu maka Aku berikan, tapi Aku akan menjauhkan kalian dari surgaKu"

Itulah yg dimaksud dajjal yg bermata satu:artinya hanya mikirkan duniawi drpda akhirat.                                                Kerugian meninggalkn sholat:
Shubuh:
Cahaya wajah akan pudar.
Dzuhur:
Berkah pendapatan akan hilang.
Ashar:
Kesehatan mulai terganggu.
Maghrib:
Pertolongan anak akan jauh di akhirat nanti.
Isya:
Kedamaian dlm tidur sulit didapatkan.
---

Njuk disuruh ikut nyebarkan ....

Piye..?
Ora manut (nyebarke) ya rapopo tho....

Tas opo ki

Ikhtiar


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Rabu, 17/04/2013 12:24 WIB

Anas Pilih Buyung untuk Dapatkan Keadilan

Syarifah Nur Aida - detikNews

Jakarta - Anas Urbaningrum memilih Adnan Buyung Nasution sebagai pengacaranya. Anas berharap bisa mendapatkan keadilan melalui pembelaan yang dilakukan Buyung.

"Fokus saya adalah menemukan para lawyer yang bisa membantu saya menemukan keadilan. Saya lebih suka ini ikhtiar untuk mencari dan menemukan keadilan, bukan membela Anas. Saya dalam posisi tersangka tentu mengharapkan proses hukum yang adil, obyektif, dan transparan," jelas Anas dalam jumpa pers di kantor Buyung di Jl TB Simatupang, Jakarta, Rabu (17/4/2013).

Anas menganggap Buyung dan tim pengacara bisa menjadi bagian yang penting dalam proses hukum yang dia harapkan. Anas tidak berpikir sudah terlambat dalam meminta bantuan Buyung ini.

"Mengapa baru sekarang? Menurut saya itu bukan terlambat. Saya kira dari segi waktu, sudah tepat. Saya berharap yang diikhtiarkan para lawyer nanti fokus pada penegakkan hukum dan keadilan. Kalau menyerempet masalah non hukum, mungkin saja. Waktunya sekarang saya anggap tepat dan saya anggap pas untuk memimpin tim," jelasnya.

Sedang menurut Buyung, sudah menjadi 'track record' dia untuk menjadi pembela orang yang tertindas dan teraniaya.

"Saya menerima Anas sebagai klien saya, karena dalam pengamatan saya, AU sudah dihukum oleh opini publik yang begitu gencar. Saya merasa terpanggil untuk membelanya. Kita punya misi untuk menegakkan kebenaran dan keadilan," tutup Buyung.

Gun Jack


From: syauqiyahya@gmail.com

Sabtu, 20 April 2013 | 05:55 WIB


Musim Para 'Gali' Gabung ke Partai  


TEMPO.CO , Yogyakarta - Pria yang akrab dipanggil dengan sebutan Gun Jack dikenal sebagai Gali-- sebutan preman di Yogyakarta. Bromocorah yang sudah malang melintang di dunia kelam di kota pelajar ini telah makan 'asam-garam' kekerasaan jalanan. Sampai kemudian dia  terlibat perkelahian dengan perwira TNI hingga tewas. Dia juga pernah membunuh pemuda perantauan asal Sulawesi di Jalan Mangkubumi di dekat kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Akibatnya, Gun Jack harus menghuni sel penjara selama tiga tahun. Pergaulannya dengan sesama bandit kian luas. Hingga kemudian pecah peristiwa perburuan para preman untuk dibunuh oleh penembak misterius (petrus) pada 1982-1985. Para gali yang selamat dari petrus kemudian banyak yang bergabung menjadi anggota satgas di tiga partai politik yang ada waktu itu.

Gun Jack termasuk salah satu yang bergabung di satgas PPP. Pada 1987, dia direkrut menjadi Komandan Satuan Tugas PPP Wilayah DIY. Sejak saat itu, namanya berkibar dan kiprahnya moncer. "Mereka secara sukarela masuk partai, karena butuh payung perlindungan," kata Komandan Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) kota Yogyakarta, Rudi Tri Purnama.

Seiring waktu, wilayah kekuasaan Gun Jack kian luas. Jika semula hanya jadi pemuda 'ndugal' di Kampung Badran dan sekitarnya. Kemudian meluas merambah ke Pasar Kembang yang merupakan area bisnis prostitusi yang lebih dikenal dengan Sarkem. Dia pun menguasai Malioboro yang menjadi pusat bisnis Kota Yogyakarta.

Gun Jack bahkan melebarkan sayap kekuasaannya di kawasan Terban, yang dulu menjadi pusat perjudian. Bahkan sampai sepanjang tempat-tempat hiburan seperti tempat bilyar di Royal, Mataram, dan Mahkota. Jika ada informasi yang menyatakan wilayah kekuasaan Gun Jack hanya seputaran Pasar Kembang, Malioboro, dan Terban, menurut Rudi justru lebih dari itu. "Wilayah kekuasaannya itu se-DIY. Dia dititipi aparat untuk 'menjaga' keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Rudi.

Menurut Rudi, kepercayaan aparat polisi maupun militer saat itu kepada Gun Jack juga tak terlepas dari hubungan baik antara aparat dengan partai politik. Hampir semua persoalan hukum yang ditangani polisi akan berakhir dengan damai, bahkan dipetieskan jika partai politik ikut campur tangan. Hubungan harmonis antara partai politik dengan aparat militer pun diwujudkan dengan penyediaan seragam untuk satgas parpol.

Saat itu, Komandan Resor Militer (Danrem) 072/Pamungkas Yogyakarta pada 1995 dijabat Soesilo Bambang Yudhoyono yang kini menjadi presiden. "Pak SBY mengumpulkan kami untuk membahas soal motif seragam untuk satgas PPP. Akhirnya keluar seragam satgas motif loreng. Awalnya, satgas PPP yang pakai, hijau loreng. Lalu menyusul PDI dengan merah loreng dan Golkar dengan kuning loreng," kata Rudi.

Waktu berlanjut, pemuda yang menikah di usia 17 tahun pada 1979 itu tak hanya menjadi orang yang ditakuti dan disegani. Gun Jack yang pandai menjalin komunikasi dan merangkul semua pihak, semakin memberikan pengaruh di berbagai kalangan.

Dia tak hanya dikenal oleh orang-orang yang bergerak di dunia hitam. Sejumlah tokoh di Kota Budaya ini pun akrab dengannya, seperti Emha Ainun Nadjib dan Butet Kartaradjasa. Gun Jack bahkan sempat terlibat dalam produksi ketoprak dagelan yang diberi nama ketoprak "Jampi Stres".  Dia juga  sering sowan ke pondok pesantren Al Munawwir di Krapyak, Bantul, untuk bertemu dengan pengasuh pondok KH. R. Chaidar Muhaimin Afandi, alias Gus Kendar.

"Saya akui, dia mempunyai strategi yang bagus, cerdas. Seperti Soeharto (Presiden) yang punya tahapan langkah. Dia tak hanya menjalin hubungan baik dengan para pihak, di sisi lain ada simbiosis mutualisme antar keduanya," kata Rudi.

PITO AGUSTIN RUDIANA

Generasi Penerus Gun Jack


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Sabtu, 20 April 2013 | 06:11 WIB


Generasi Penerus Preman Yogya


Gun Jack, tak ada figur gali 'hulig-huligan'--yang paling berkuasa--yang mampu meneruskan dan menggantikannya. Yang terjadi adalah perebutan lahan-lahan bekas kekuasaan Gun Jack oleh preman-preman yang keberadaannya tenggelam semasa Gun Jack hidup.

Tak heran, jika konflik pun mulai bermunculan. Termasuk di kawasan Pasar Kembang. Zaman Gun Jack, satu orang perempuan pekerja seks akan menyetor Rp 150 ribu per bulan. Begitu juga pemilik rumah bordil atau penginapan tempat peempuan pekerja seks beroperasi. Nilai nominalnya sama.

"Sekarang jadi rebutan. Baik preman maupun aparat. Solusinya, semua dapat jatah biar tak ribut," kata teman Gun Jack, Rudi Tri Purnama, Komandan Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) kota Yogyakarta. .

Keributan itu tak hanya di Pasar Kembang. Melainkan juga di tempat-tempat hiburan malam, seperti di Hugos Café yang kasus besarnya mencuat saat terjadi dua kali pembunuhan pada Desember 2012 dan Maret 2013. "Zamannya Gun Jack tak ada keributan seperti itu. Bisa diselesaikan. Paling hanya kecil-kecil," kata Rudi.

Sementara itu, preman-preman di Yogyakarta ini mulai tersebar di berbagai sudut kota dan mulai memperlihatkan eksistensinya. Seperti Santo dan Harno di Godean, Sotong di hotel-hotel di kawasan Jogokaryan, Marcelinus Bhigu di Lempuyangan, juga Yono sebagai penguasa keamanan perjudian di pasar Terban. "Perjudian di Terban juga melibatkan aparat juga," kata Rudi.

Saat Tempo mencari sosok yang bernama Yono di pasar Terban, banyak orang yang menggelengkan kepala untuk mengatakan tidak tahu. "Ada penjaga keamanan di sini. Bukan Yono, tapi Pak Giyono. Kalau ada apa-apa, kami minta bantuan padanya. Mungkin dia maksudnya," kata seseorang di pasar tersebut, Selasa (16/4).

Rumah Giyono berada di perkampungan padat di sisi utara pasar. Tempo hanya bertemu anak Giyono saat menyambangi rumahnya yang tanpa halaman itu. Giyono dikabarkan belum pulang. "Bapak sudah lama tinggal di sini. Tapi kalau dulu pindah-pindah tugasnya, karena prajurit TNI. Sekarang sudah purnawirawan karena usianya sudah 80-an tahun," kata anaknya.

Dari anaknya pula, nama Giyono pun bukan nama asli. Melainkan nama beken yang dikenal publik di sana.

Bukan tak ingin ada saingan, Gun Jack juga melakukan pengkaderan terhadap preman-preman yang menjadi anak buahnya. Hanya saja, tetap saja ada rasa tidak percaya dan was-was pada diri Gun Jack terhadap mereka. Sepeninggal Gun Jack, orang-orang yang menjadi anak buahnya mulai meninggalkan nama besarnya. Menurut Rudy, berbeda dengan sebelumnya, saat orang bangga menyebut dirinya sebagai anak buah Gun Jack. "Sekarang seperti lampu teplok. Apinya meredup," kata Rudi.

PITO AGUSTIN RUDIANA

Nak .......


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Nak, Kamu Sekolah yang Pinter Biar Jangan Kayak Bapak

Penulis: Robertus Belarminus


Sabtu, 20 April 2013 | 18:40 PM


Sumhari (46), salah satu pedagang di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang kehilangan mata pencahariannya akibat kiosnya digusur dalam penertiban yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia, Kamis (18/4/2013).
Photo: Kompas.com/Robertus Belarminus

JAKARTA, KOMPAS.com - Sampai detik ini Sumhari belum tahu harus bagaimana menyambung hidup. Kiosnya di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tempat ia sehari-hari berdagang gorengan telah rata dengan tanah, digusur petugas PT KAI, Kamis (18/4/2013). Sumhari kehilangan pekerjaan.

Penggusuran kemarin berujung ricuh. Para pedagang melakukan perlawanan. PT KAI memang kini tengah berbenah. Semua stasiun di Jakarta kini dibersihkan dari pedagang.

"Saya dagang bukan buat apa-apa, cuma buat sekolah anak. Saya sampai pinjam di bank buat modal usaha," kata Sumhari saat berbincang dengan Kompas.com, Sabtu (20/4/2013), di Mapolda Metro Jaya.

Sumhari meminjam Rp 9 juta kepada bank untuk menambah modal usaha gorengan. Pinjaman itu belum lunas, masih menyisakan lima bulan cicilan sebesar Rp 650 ribu tiap bulan. Biasanya, usaha gorengannya mampu memberi pendapatan sekitar Rp 300 ribu tiap hari.

Bukan hanya pinjaman bank yang menjadi bebannya. Yang lebih utama, biaya hidup keluarganya kini tak menentu. Bersama isteri, mertua, ibu, dan tiga dari enam anaknya, ia tinggal di rumah kontrakan di daerah Condet, Jakarta Selatan, dengan harga sewa Rp 1 juta per bulan.

"Hanya saya yang kerja jadi tulang punggung. Ini enggak tahu mau jualan di mana lagi, masih cari-cari," ujar Sumhari yang sudah 12 tahun berdagang gorengan di Stasiun Pasar Minggu.

Beban hidup membuat keenam anaknya terpencar. Empat anaknya masih bersekolah. Si Sulung yang berusia 19 tahun hanya lulus SD dan tinggal bersamanya membantu berdagang setiap hari. Anak kedua tinggal dengan kakak Sumhari di Jember. Sumhari lupa anak keduanya kelas berapa sekarang. "Saya lupa karena sudah tiga tahun tidak ketemu," kata dia.

Anak ketiganya berusia 14 tahun, kelas 3 SMP dan tinggal di pesantren. Anak keempat kelas 6 SD. Keduanya kini tinggal kampung halaman di Madura. Anak kelimanya kelas 1 SD tinggal bersamanya dengan anak bungsunya yang masih berusia tiga tahun.

Sumhari kini sadar betul, sekolah adalah penting bagi masa depan. Ia sangat berharap mampu menyekolahkan semua anak-anaknya. Pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan.

Sumhari tidak selesai lulus SD. Dulu, keinginannya sekolah dilarang orang tua lantaran tidak ada biaya. "Dulu saya sekolah enggak boleh sama ibu saya. Ibu saya bilang, kamu ngapain sekolah, ke sawah saja," katanya.

"Ya, namanya orang dulu," imbuhnya.

"Makanya saya mau nyekolahin anak saya biar enggak kayak saya. Saya selalu bilang, 'Nak, kamu sekolah yang pinter biar jangan kayak Bapak'," kata dia. 

Editor: Heru Margianto
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Pari

Ikan bakar

Sayurrrrrr...

*Cara Penyembuhan penyakit dengan buah2 an / sayur mayur yg ada di sekitar kita.

1. Perempuan dilarang menarik barang, perempuan harus mendorong.

2. Jalan 50 langkah memperbaiki tulang tubuh, menaiki 20 anak tangga memperbaiki tulang lutut

3. Kopi sangat tidak disarankan bagi WANITA, karena dapat menyebabkan Osteoporosis dan mempercepat menopause

4. Rebus 10 lbr daun salam dng 2 gelas air, minum tiap hari selama 12 hari, untuk menurunkan kolestrol dan darah tinggi

5. Penyebab darah tinggi adalah kekurangan kalium. Semangka, timun adalah sumber kalium (disarankan semangka kuning)

6. Jus Pear+Strobery (4 buah) menaikkan daya tahan tubuh

7. Anggur hitam menguatkan jantung, Anggur hijau melangsingkan tubuh, Anggur merah melebarkan pembuluh darah (agar tdk tersumbat)/anti kolestrol

8. Labu Kuning baik untuk mempertajam daya ingat anak, dimakan wanita hamil lebih baik. Untuk pria dewasa, berguna untuk menghasilkan sperma berkualitas

9. Pisang: untuk yg sering keram dan kesemutan

10. Manggis: paling baik untuk tulang

11. Paprika: Menyembuhkan diabetes, sakit tulang dan anti kanker

12. Apel+Buncis dijus bersama dapat menjadi obat pankreas/diabetes.

13. Makan sayuran hijau siang hari anti stroke

14. Sayur memastikan protein tdk menjadi kanker

15. Sayur memastikan karbo tdk menjadi diabetes...

Yuk kita mulai hidup sehat.  *
---

Kalo kurang tambahi dewe ya ....hehehe

Makan hampir habis

Kacamata

Kotak kayu

Ojo kemrungsung

Enak

Hujan

Spanduk

Kamis, 18 April 2013

please deh .....

Apa yang diobrolkan para tanaman ?

Suatu hari 4 tanaman di kebun sedang bercakap-cakap...
 
Jamur : "Aku mirip payung."

Brokoli : "Aku mirip pohon."

Bunga Matahari : "Kalau Aku mirip matahari,,,,"

Terong : "Teman-teman, please deh.... Bisa ganti topik pembicaraan gak....?

Es Murni


From: <wahidsmansa84@gmail.com>

Meh entek..........
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

--

Bagi Waktu Ngetwit dan Lagu


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Pengamat: @SBYudhoyono Bagi Waktu Ngetwit dan Lagu

TEMPO.CO , Jakarta:Pengamat politik Effendi Gazali menilai langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terbilang terlambat karena baru membuat akun Twitter. Kendati demikian, pengajar di Unersitas Indonesia ini menyambut baik kehadiran Presiden di ranah Twitterland.

"Setidaknya Presiden upto date," ucap Effendi melalui pesan singkat, Sabtu 13 April 2013. Namun Effendi menyangsikan, bila SBY menuliskan langsung setiap kicauan di Twitter. Untuk itu ia berpesan kepada follower agar sadar bahwa seseorang sekelas pemimpin negara dikelilingi oleh banyak staf.

Effendi menilai menarik ketika melihat fenomena modifikasi bahasa yang digunakan oleh para follower ketika berkomunikasi dengan Presiden SBY. "Menarik dilihat reaksi presiden kalau ada yang ngetwit pakai bahasa relatif spontan atau vulgar. Atau tiba-tiba orang mengubah gaya bahasanya saat bicara dengan presiden," kata dia.

Ia berharap, kemunculan Presiden SBY di twitter tidak bernasib sama seperti kisah SMS pengaduan atau kotak pos yang pernah diluncurkan beberapa waktu lalu. "Jadi kita nikmati saja, mungkin Pak SBY akan membagi waktu antara mencipta lagu dan ngetwitt," ucapnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya membuat kicauan pertamanya di dunia maya Twitter pukul 17.25 WIB. Lewat akun @SBYudhoyono, Presiden menyapa para follower-nya. "Halo Indonesia. Saya bergabung ke dunia twitter untuk ikut berbagi sapa, pandangan dan inspirasi. Salam kenal. *SBY*," begitu kicauan pertama SBY.

Kicauan pertama SBY itu langsung diretweet ribuan orang. Sebanyak 590 orang menjadikannya sebagai favorit.  

Sejak Sabtu pagi, jagat Twitter dihebohkan dengan kemunculan akun @SBYudhoyono. SBY kemudian bercuit mengenai kecelakaan Lion Air di Bali. "Terhadap kecelakaan Lion Air di Bali, saya telah instruksikan Menhub untuk merawat yang luka dan melakukan investigasi. *SBY*."

ADITYA BUDIMAN
Powered by Telkomsel BlackBerry®

--
--

Wow !


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Selasa, 16/04/2013 14:47 WIB

Wow! Berkas Perkara Irjen Djoko 6 Ribu Halaman, Tingginya Capai 1 Meter

Rachmadin Ismail - detikNews

Jakarta - Ini mungkin jarang terjadi di perkara korupsi yang ditangani KPK sebelumnya. Untuk satu orang terdakwa, ada berkas perkara yang tingginya mencapai lebih dari satu meter dan berjumlah 6.000 halaman.

Berkas ini baru diterima tim pengacara dari panitera sidang Pengadilan Tipikor. Tak lama lagi, Irjen Djoko memang bakal menjalani sidang di kursi terdakwa terkait dugaan korupsi proyek simulator SIM dan pencucian uang.

"Ini berkasnya nggak banyak kok, cuma hampir enam ribu halaman saja," sindir anggota tim pengacara Irjen Djoko, Gloria Tamba, kepada detikcom, Selasa (16/4/2013).

Terkait persidangan itu, kuasa hukum Djoko, Juniver Girsang, mengaku sudah menyiapkan strategi untuk di pengadilan. Termasuk telah mempersiapkan saksi-saksi yang siap meringankan sangkaan terhadap Djoko.

Sebelumnya, pihak KPK telah mengatakan berkas perkara Djoko Susilo akan dijadikan satu, yaitu perkara tindak pidana korupsi dan dugaan pencucian uang dalam pengadaan simulator senilai Rp 196,8 miliar. Jenderal polisi bintang dua yang terakhir bertugas sebagai Gubernur Akademi Kepolisian itu diduga melakukan pencucian uang dari hasil tindak pidana korupsi dengan menyamarkan, menyembunyikan, mentransfer, dan mengubah bentuk uang hasil tindak pidana korupsi tersebut.

KPK telah menyita puluhan aset mantan Kakorlantas ini yang tersebar di berbagai wilayah. Jumlah nilai aset-aset itu mencapai Rp 100 miliar.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

--
--

Tiwul

KENAPA TIWUL UNTUK DIET PARA DIABET?

Oleh: Djambak | 17 April 2013 | 03:28 WIB

Kita tentu tak asing lagi dengan istilah Diabetes Mellitus atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan penyakit kencing manis. Penyakit Diabetes Mellitus sudah dikenal di Mesir pada tahun 1552 SM (Sebelum Masehi). Menurut beberapa sumber Penyakit ini ditemukan Aretaeus pada tahun 200 SM (sebelum Masehi) dan diberi nama diabetes mellitus, dimana diabetes berarti mengalir terus dan mellitus berarti manis. Jadi penderita diabetes mengalami peningkatan kadar gula dalam darah dan kencingnya terasa manis.

Menurut medis, Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup. Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas, yang bertanggung jawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang normal. Insullin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi.
Seseorang dikatakan menderita diabetes jika memiliki kadar gula darah puasa > 126 mg/dL dan pada tes sewaktu lebih dari 200 mg/dL. Kadar gula darah sepanjang hari bervariasi dimana akan meningkat setelah makan dan kembali normal dalam waktu 2 jam. Kadar gula darah normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70 -110 mg/dL. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120 – 140mg/dL pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya. Faktor penyebab utama diabetes adalah masalah gaya hidup dan sebagian kecil karena keturunan,

Sebenarnya anjuran makan pada diabetes sama dengan anjuran makan sehat pada umumnya, yaitu makanan menu seimbang dan sesuai dengan kebutuhan energi masing-masing. Menu seimbang maksudnya, dalam menu terkandung berbagai makanan yang mengandung sumber zat tenaga, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur. Sumber zat tenaga misalnya nasi, kentang, jagung, roti, mie, dan sebagainya. Sumber zat pembangun misalanya daging sapi, ayam, ikan, telur, susu, tahu, tempe dan sebagainya. Sedangkan sumber zat pengatur seperti sayuran dan buah-buahan. Namun, yang membedakan orang sehat dengan penderita diabetes adalah masalah kebutuhan energi yang dapat mengubah kalori menjadi tenaga. Sehingga, penderita diabetes dianjurkan memakan makanan sumber tenaga penguraiannya lambat menjadi gula yang untuk selanjutnya menjadi tenaga..

Penderita diabetes mesti menghindari nasi sebagai sumber tenaga, karena nasi adalah jenis makanan tinggi kalori dan cepat terurai menjadi gula. Umbi-umbian adalah makanan yang sering digunakan sebagai bahan pengganti nasi. Namun, umbi-umbian tidak memiliki variasi makanan yang sama seperti nasi. untuk mengatasi hal diatas orang banyak menggunakan

Tiwul yaitu jenis makanan dari singkong yang dibuat granulasi menyerupai nasi dan dapat menikmati makanan sebagai pengganti nasi agar menu santapan masih sama dengan biasa seperti buah dan lauk namun makanan sumber energi bisa dari tiwul yang menyerupai nasi.
Kebiasaan gaya hidup makan nasi, mengakibatkan kita susah beralih ke makanan lain. Kita semakin sulit untuk membiasakan diri makan roti layaknya orang barat atau makan mie seperti di cina atau makan rebus ubi seperti di Amerika latin. Kita sudah terbiasa makan dengan bulir nasi di piring dengan santapan lauk dan sayur yang mengoda lidah. Kelemahan dari sumber karbohidrat selain beras adalah, tidak bisa dibuat buliran layaknya beras. Hal ini menyebabkan sulitnya kita menerima kebiasaa ini. Satu-satunya sumber karbohidrat yang sehat yang bisa dibuat buliran seperti nasi hanya singkong, yang disebut Tiwul.
Tiwul saat ini mulai digemari di daerah perkotaan, bagi orang-orang yang mulai sadar  kesehatan. Tiwul yang berasal dari singkong adalah sumber karbohidran untuk sumber tenaga, namun perbedaannya dengan nasi adalah, dengan karakter yang dimilikinya, tiwul lebih lambat berubah jadi glukosa dalam tubuh kita dibandingkan beras. Karakternya yang lama jadi glukosa tersebut yang menyebabkan tubuh kita tetap fit namun tidak mengalami timbunan kalori, karena penggunaan kalori dengan hasil olahan glukosa dalam tubuh relatif seimbang. Hal ini sangat baik untuk diet.

http://tiwulsehat.blogspot.com
Powered by Telkomsel BlackBerry®

--
--

Nyoto

Sms

Supermarket

Kereta

Selasa, 16 April 2013

Dewata

Dhuha time

HIKMAH:
PELAUT DAN FILSUF

Ada seorang filsuf yang menaiki sebuah perahu kecil ke suatu tempat. Karena merasa bosan dalam perahu, dia pun mengajak pelaut yang bersamanya mengobrol.

Ia bertanya, " Apakah Anda mengerti filosofi?"
"Tidak mengerti," jawab pelaut pendek.

"Waduhh, sayang sekali, Anda telah kehilangan setengah dari seluruh kehidupan Anda. Hm, apa Anda mengerti matematika?" Filsuf tersebut bertanya lagi.
"Tidak mengerti juga," jawab pelaut tersebut.

Filsuf itu, menggelengkan kepalanya seraya berkata, "Sayang sekali, bahkan Anda tidak mengerti akan matematika. Berarti Anda telah kehilangan lagi setengah dari kehidupan Anda!"

Tiba-tiba ada ombak besar, membuat perahu kecil tersebut terombang-ambing. Beberapa tempat telah kemasukan air; sepertinya perahu tersebut akan tenggelam. Filsuf tersebut ketakutan.

Si pelaut pun bertanya pada filsuf, "Tuan, Anda bisa berenang?"
Filsuf dengan cepat menggelengkan kepalanya dan berkata, "Saya tidak bisa, cepat tolonglah saya!"

Pelaut itu berkata, "Tidak bisa berenang? Saat ini, Anda bisa kehilangan seluruh kehidupan Anda!"
______________________________

Dari cerita ilustrasi di atas, kita mendapatkan sebuah pesan bahwa semua orang sebenarnya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Jadi, merasa bangga atas prestasi itu wajar saja, tetapi jangan sampai membuat diri sendiri menjadi sombong maupun angkuh. Ingat: pasti masih ada yang lebih pintar dari kita. Kita juga masih perlu belajar dari kelebihan orang lain...! (Andri wongso)

Sarapan soto medan


From: "endah martiningrum"

Kangen soto medan, akhirnya pagi ini masak dewe...lha di jogja belum pernah ketemu warung yang jualan somed je...
Hiks!

-