Sabtu, 31 Maret 2012

Link dr mas Satriyo

Satriyo Pranoto
Kita membeli bensin paling murah ke 5 di
dunia..dan kita adalah negara berkembang yg net
importir... Negara2 maju membayar lebih mahal,
saudi arabia membayar lebih mahal, bahkan
ethiopia membayar lebih mahal... Ketakutan inflasi
yg didengungkan politisi tidak akan
menyelamatkan apa2. Penundaan hanya sementara
dan inflasi sudah terjadi karena market selalu
sudah priced-in apa yg akan terjadi... Selamat
kepada para politisi..anda berhasil mencuri start
kampanye 2014 saat ini
http://www.nationmaster.com/graph/ene_gas_pri-
energy-gasoline-priceshttp://
www.nationmaster.com/graph/ene_gas_pri-energy-
gasoline-prices
Gasoline prices statistics - countries compared -
Nationmaster
Definition: Ratio of premium gasoline price to
world averageUnits: Ratio of Gasoline Price to
World…

adi wisaksono

Koncone mas ndon

Piye?

Fight Like A Man ... I Don't Affraid

Exportir terbesar minyak dunia & sekutu A.S sejak 1940

Sabtu, 31 Maret 2012 | 10:52 WIB


Bahas Pasokan Minyak, Clinton Temui Raja Abdullah  

TEMPO.CO, Riyadh - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton membahas peran Arab Saudi dalam menjaga pasokan minyak dunia agar tetap stabil. Arab Saudi adalah eksportir minyak terbesar di dunia dan bersekutu dengan Amerika Serikat sejak tahun 1940.

Sebelumnya, Amerika dan negara-negara konsumen lainnya khawatir Arab Saudi mungkin mengurangi produksi minyak jika mereka melepaskan cadangan daruratnya sebagai upaya untuk mendinginkan pasar energi dunia.

Clinton bertemu langsung Raja Abdullah, Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Saud al-Faisal, dan pejabat lain dari kerajaan di Riyadh pada hari Jumat, sehari sebelum menteri luar negeri dari seluruh negara Teluk bertemu dengan para pejabat Amerika untuk membahas keamanan regional.

"Mereka berbicara tentang menjaga pasokan minyak global dan peran penting yang harus dimainkan Arab Saudi," kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri Amerika kepada wartawan.

Para diplomat dan sumber-sumber industri mengatakan pekan ini bahwa negara-negara Barat mungkin ingin Clinton mencari jaminan bahwa Saudi tidak akan melemahkan upaya mereka untuk memotong anggaran bahan bakar mereka.

Harga minyak telah meningkat tajam sejak awal tahun ini, dengan titik puncaknya pada harga US$ 128 per barel, terutama karena sanksi yang diperluas pada Iran, salah satu eksportir minyak utama dunia.

"Kepentingan bersama kami adalah dalam menjaga stabilitas di pasar minyak," kata seorang pejabat Arab Saudi.

Pejabat itu mengatakan bahwa pembicaraan Clinton dengan para pejabat Saudi pada Jumat juga termasuk diskusi tentang rencana untuk meningkatkan kemampuan pertahanan rudal di Teluk, reformasi dan peran perempuan di Arab Saudi, dan perundingan multilateral tentang program nuklir Iran dan Suriah.

TRI P | REUTERS

--

Walang coklat

Jumat, 30 Maret 2012

Paidi mandi pagi

Sarapan ketan.jpg

Belalang abu2

Demokrasi Transaksional ?


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Jum'at, 30 Maret 2012 | 06:48 WIB

PKS dan Golkar 'Sandera' Presiden SBY  

TEMPO.CO , Jakarta-Partai-partai anggota Sekretariat Gabungan Koalisi dituding menyandera pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Itu setelah Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Golkar menyatakan sikap berlawanan dengan rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak pada 1 April 2012.

»Isu BBM ini jadi instrumen baru mereka untuk melakukan bargaining dengan SBY," kata peneliti Lingkaran Survei Indonesia, Adjie Al Faraby kepada Tempo, Kamis 29 Maret 2012. Menurutnya, tawar-menawar itu bisa terkait pembahasan program legislasi, mekanisme pembagian kompensasi, maupun proyek lain.

Pengamat politik, Ari Dwipayana, menyatakan sikap Golkar dan PKS merupakan strategi mereka mengamankan popularitasnya di depan publik. »Ada kepentingan politik jangka pendek untuk mengurangi risiko terseret menjadi partai yang non populis seperti Demokrat saat ini," kata Ari.

Sebelumnya, dalam pidato penutupan Musyawarah Kerja Nasional PKS di Medan, Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, mengatakan PKS tetap menolak kenaikan harga BBM. Bahkan, ia mengisyaratkan partainya siap keluar dari koalisi. »Kami selalu siap terus menjadi mitra koalisi. Namun kami juga siap untuk tidak dalam perahu," ujarnya.

Belakangan Golkar menunjukkan gelagat sama. Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie meralat omongannya dan menyatakan bahwa untuk saat ini tidak perlu ada kenaikan harga BBM. "Partai Golkar katakan tak perlu ada kenaikan harga BBM," kata Aburizal seusai berdialog dengan petani kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Sejumlah politikus Demokrat yang dihubungi kemarin mengaku terkaget-kaget dengan pernyataan Aburizal Bakrie. »Itu informasi terbaru? Kapan? Saya belum tahu itu," kata Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Syarifuddin Hasan kemarin.

Sekretaris Setgab Partai Koalisi ini menyatakan, pada rapat Setgab Senin lalu, Golkar masih masih menyetujui kenaikan BBM. Syarif mengaku terus melakukan lobi dengan semua partai. "Saya kira prinsipnya semua koalisi solid. Mudah-mudahan Paripurna besok (hari ini) bisa berjalan lancar," katanya.

Perubahan sikap Golkar tentu mengkhawatirkan. Jika suara Golkar dan PKS bersatu dengan PDI Perjuangan, Hanura dan Gerindra, akan berjumlah 301 (dari 560 anggota DPR), kubu penolak kenaikan pasti menang dalam voting.

ANGGA SUKMA WIJAYA | RAFIKA AULIA | ISTMAN MP | AGUSSUP

--

O urso e o cão... ou será lobo?

Gamawan Anggap Pramono Sebar Fitnah

: <syauqiyahya@gmail.com>

Gamawan Anggap Pramono Sebar Fitnah

Oleh: Laela Zahra
Rabu, 28 Maret 2012, 14:29 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membantah pernah menolak kebijakan penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi saat masih menjabat sebagai gubernur Sumatra Barat.

"Saya tidak pernah menolak kenaikan BBM waktu gubernur (Sumatera Barat)," ujar Gamawan melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu (28/3/2012).

Pada saat menjabat gubernur, Gamawan bersama Ketua DPRD Sumatera Barat hanya menerima massa pengunjuk rasa menolak kenaikan BBM subsidi. "Dan mereka minta kami sekedar mengetahui tuntutan mereka (tahun 2005 lalu, Red)," jelasnya.

Gamawan merasa difitnah dengan pernyataan Wakil Ketua DPR dari PDIP Pramono Anung menyebutnya pernah menolak penaikan harga BBM. "Itu jelas fitnah," katanya. [mah]

--

Mkn sebaiknya BBM tdk naik saat ini ..

anak panda

Kamis, 29 Maret 2012

Connectivism: Sebuah Teori Pembelajaran Baru oleh Ines Puspita


From: "hernowo hasim"

Connectivism: Sebuah Teori Pembelajaran Baru
Oleh Ines Puspita
 
 
Salam,
Minggu, 25 Maret 2012, lalu ada diskusi menarik di milis IGI (Ikatan Guru Indonesia). Diskusi menarik itu terkait dengan fungsi atau peran ICT (Information and Communication Technology) di dunia pendidikan. Mata—dan terutama pikiran—saya terbuka lebar-lebar ketika membaca pandangan Mbak Ines Puspita—peserta milis IGI dan seorang guru di Deutsche Internationale Schule—tentang peran ICT dalam kegiatan belajar-mengajar.
 
Mbak Ines menunjukkan kepada saya adanya teori pembelajaran (learning theory) baru bernamaconnectivism. Saya tak ingin menjelaskan apa itu teori pembelajaran baru bernama konektivisme. Saya ingin Anda membaca tulisan Mbak Ines terkait dengan itu dan merasakan betapa dahsyat dampak yang ditimbulkannya di dunia pendidikan. Saya pun meminta izin Mbak Ines untuk menyebarkannya lewat Facebook dan milis lain yang saya ikuti.
Semoga memberikan manfaat juga bagi Anda.
Hernowo
 
 
Izinkan saya ikut berbagi pendapat mengenai topik ICT ini. Karena ICT dalam pembelajaran disebut-sebut maka saya jadi tertarik untuk nimbrung.
 
Pertama, Information and Communication Technology (ICT) adalah teknologi untuk mengakuisisi, memproses, menyimpan, menyebarluaskan dan mengomunikasikan informasi baik berupa tulisan, gambar, numeric signal, audio, video, dll. Meskipun istilah ICT dicetuskan di Inggris pada tahun 1997-an, tetapi teknologi ini sudah berkembang sejak manusia memasuki masa sejarah (setelah prasejarah).
 
Candi Borobudur merupakan alat ICT yang dipakai beberapa orang di zaman dinasti Sailendra untuk mengomunikasikan sebuah cerita yang bermakna kepada khalayak. Daun lontar yang dipakai Mpu Tantular juga alat ICT.  Pemikiran yang dituangkan Mpu Tantular ke dalam daun lontar tersebut selamat dan sampai kepada kita sehingga kita bisa menjadikannya sebagai landasan hidup berbineka tunggal ika. Jadi, alat ICT itu luas, sejarahnya panjang, dan perkembangannya pun tidak bisa dielakkan.
 
Kedua, ketika kita melihat ICT, kita sering lupa melihat bahwa ICT itu hanya alat yang baik-buruknya bergantung pada mereka yang menggunakannya. ICT ini hanya akan bermanfaat kalau pada dasarnya manusia di balik ICT-nya tahu bagaimana berkomunikasi dan bisa mengolah informasi yang didapat untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Jadi, apabila ada guru yang tanpa ICT yang canggih saja, yang hanya dengan papan tulis dan kapur saja TIDAK BISA berkomunikasi dengan baik (para murid bosan, mengantuk, tidak mengerti, tidak ingat apa pun yang dikatakan oleh gurunya), maka diberi iPad pun dia tidak akan serta-merta dapat memperbaiki komunikasinya, apalagi pembelajaran yang disampaikan.
 
Kemampuan berkomunikasi yang rendah tersebut akan bertambah buruk ketika guru juga tidak mengerti pedagogi dalam pembelajaran. Jadi tidak mengherankan kalau ada sekolah yang kemudian berinvestasi besar di ICT tetapi sekolah tersebut tidak bisa meningkatkan kualitas anak didiknya. Kesimpulan yang paling mudah kita ambil dari kasus sekolah tersebut biasanya adalah bahwa ICT ternyata tidak berguna dan oleh karenanya tidak perlu dipelajari.
 
 
Ketiga, kenapa ICT untuk pendidikan ini didengungkan sedemikian dasyatnya sekitar 10 tahun terakhir ini? Tentu tidak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa perusahaan yang berkepentingan seperti yang disampaikan oleh Pak Pur. Tetapi dengan mengesampingkan itu, kemajuan ICT ini telah melahirkan sebuah LEARNING THEORY (teori pembelajaran) baru yaitu CONNECTIVISM, yang memantapkan learning theory yang banyak berkembang sebelumnya yaitu constructivism.
 
Dalam teori pembelajaran connectivism, premisnya adalah pengetahuan ini ada di dunia bukan hanya ada dalam satu individu saja. Dengan menghubungkan satu orang dengan orang lainnya di dunia yang memiliki pengetahuan yang beragam maka kita bisa belajar dengan sendirinya. Sebelum ICT berkembang, connectivism ini sudah terjadi dan terbukti seperti yang dialami oleh Bu Nina yang belajar banyak hanya dengan mengunjungi tempat-tempat di luar negeri dan bertemu beragam orang.
 
Dulu sebelum ICT berkembang, connectivism ini MAHAL karena untuk membuka akses koneksi/kontak antara satu orang dengan orang lain di dunia begitu sulit. Setelah ICT berkembang, terutama dalam satu dekade terakhir, connectivism ini bisa dilakukan dengan mudah dan murah sehingga orang kampung yang miskin dengan pendidikan kelas kampong pula seperti saya bisa menjadi guru Indonesia pertama yang diizinkan mengajar Science di Sekolah International Jerman padahal saya bukan lulusan Science. (Maaf, saya bukan bermaksud menyombongkan diri. Saya hanya ingin berbagi pengalaman pribadi.)
 
Semua pengetahuan tentang Science dan bagaimana mengajarkannya, saya dapatkan semua dari orang-orang lain di berbagai belahan dunia yang dengan suka rela membagikan ilmunya dalam sebuah jaringan world wide web. Di sinilah kenapa perkembangan ICT menjadi sangat penting dan kemudian menggema ke mana-mana.
 
Keempat, perkembangan ICT yang sedemikian pesat benar-benar menggeser banyak sekali peran guru. Bukan berarti guru tidak diperlukan tetapi dengan ICT seseorang bisa memilih gurunya sendiri dari berbagai belahan dunia dan meninggalkan guru yang dirasakan tidak memberikan manfaat baginya. Makna guru juga berkembang tidak hanya terbatas hanya mereka yang bekerja sebagai guru di sekolah. Siapa saja yang bisa membagikan ilmunya kepada orang lain dan bermanfaat bagi orang lain adalah guru.
 
Misalnya, waktu saya belajar membudidayakan jamur, saya belajar dari petani jamur di Yogyakarta lewat komunikasi di Facebook dan dari Website beliau. Padahal ketemu beliau saja saya tidak pernah. Jadi bisa dibayangkan betapa guru-guru seperti kita bisa menjadi terancam dan kalang kabut menghadapi "guru-guru" (virtual) lain yang hebat-hebat di bidangnya di seluruh dunia. Senjata yang bisa kita pakai untuk mempertahankan "status-quo" kita mungkin adalah kebijakan "HARUS" yang disertai ancaman (sebagaimana contoh berikut ini:) "Kamu harus belajar di kelas saya kalau tidak ..." , "Kamu harus belajar dengan saya kalau tidak ...", " Kalau sekolah di sini maka gurunya hanya ini kalau tidak mau ..." 
 
Kita memiliki pilihan untuk menyikapi kehadiran kemajuan ICT ini. Saya sendiri memilih beradaptasi dengan kemajuan di bidang ICT dan memanfaatkannya untuk murid-murid saya dan diri saya. Meskipun saya tidak menguasai seluruh aspek ICT, saya kemudian memilih alat/perangkat yang bisa saya pakai. Dengan kemajuan ICT, peran guru seharusnya bergeser dari Mr Know It All & Do It As I Say menjadi fasilitator, motivator, inspirator—tiga peran yang tidak akan punah dengan adanya kemajuan ICT tetapi justru bisa berkembang seiring dengan perkembangan ICT. 
 
Akhir kata, seperti kata B.W. Seibert, "People will never be replaced by technology—but people who use technology will replace those who do not."  Semoga lebih banyak lagi anak kampung yang tidak punya banyak uang dan juga yang minim fasilitas (seperti saya) yang bisa keluar dari belenggu kebodohan dan kemiskinan lewat pembelajaran mandiri melalui teknologi ICT. Ide Self-Teaching with Technology Sugata Mitra (India) untuk anak-anak yang tidak terjangkau oleh pendidikan yang berkualitas, bukan ide yang kosong. Yang Sugata Mitra atasi adalah masalah terbesar pendidikan yaitu "Guru-guru dan sekolah-sekolah terbaik tidak ada di tempat-tempat di mana mereka paling dibutuhkan" (Klik http://www.youtube.com/watch?v=dk60sYrU2RU). 
Ines Puspita

--

Dajal


From: "Adji Prihananto"

Buat rekan2 sing ahli hoax...atau mungkin email iki wis dikirim ping seket bunthet.
Monggo dipun pirsani malih gambar menika, mugi menawi leres saged kagem pangeling kita sedaya.

Salam,

Adji Jgj


Kini di belahan bumi kita tepatnya di Israel telah lahir seorang bayi yang memiliki mata satu tepat di jidatnya.
Bayi ini kemudian dianggap sebagai DAJAL.
Yang dimana apabila DAJAL telah muncul didunia maka kiamat sudah dekat.
Di Al-Qur'an juga di tuliskan bahwa DAJAL akan di turunkan di Israel.
Oleh sebab itu jika saya punya salah sama kalian mohon di maaf kan ya.
Karena saya tidak mau terlalu banyak menampung salah, baik di sengaja ataupun yang tidak di sengaja.
Ini kisah nyata.
Kirimkan ke teman-teman kalian jika kalian masih peduli sama mereka.
Jangan putus. Ini beneran nyata..ASLI
http://blogwarta.com/wp-content/uploads/2010/05/Lahirnya-bayi-dajjal-di-Israel.jpg
Na`u dzubillah mindzalik,,

”Teknologi PoD” Memungkinkan Enam Buku Lama Saya Dapat Diterbitkan Kembali


From: "hernowo hasim"

"Teknologi PoD" Memungkinkan Enam Buku Lama Saya Dapat Diterbitkan Kembali
Oleh Hernowo
 
 
Enam buku lama saya tersebut dapat diperoleh kembali di http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=pod. Berkat teknologi PoD-lah, keenam buku saya dapat dimiliki kembali oleh konsumen yang memerlukannya. Teknologi PoD—Print on Demand—adalah teknologi cetak yang memungkinkan sebuah buku dapat dibeli oleh konsumen dengan jumlah yang sangat sedikit (misalnya, bahkan, hanya satu atau dua eksemplar). Meskipun begitu, harga buku yang dicetak dalam jumlah yang sangat sedikit itu tidak menjadikan berharga mahal. Harganya relatif sama dengan harga ketika dicetak dengan oplah yang banyak, misalnya 3.000 (tiga ribu) atau 5.000 (lima ribu) eksemplar.
 
PoD sendiri, kurang lebih, berarti sebuah kegiatan mencetak produk (dalam hal ini buku) yang disesuaikan dengan permintaan pasar. Sebelum teknologi PoD muncul, biasanya sebuah buku—agar memenuhi standar ongkos produksi yang menjadi harga buku tidak terlalu mahal—harus dicetak minimal 3.000 (tiga ribu) atau kini bahkan 5.000 (lima ribu) eksemplar. Kelebihan teknologi PoD adalah kualitas cetakan buku tetap tidak jauh berbeda dengan teknologi cetak yang biasa atau yang banyak (massal) tersebut. Di samping itu, harganya pun tidak semahal harga jual buku apabila dicetak sedikit dengan menggunakan teknologi untuk cetakan massal.
 
Keenam buku saya yang kini dapat diperoleh lewat teknologi PoD adalah (1) Mengikat Makna: Mengubah Paradigma Membaca dan Menulis secara Radikal, (2) Mengikat Makna untuk Remaja, (3)Mengikat Makna Sehari-hari: Mengubah Beban Membaca dan Menulis menjadi Kegiatan yang Ringan-Mengasyikkan, (4) Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza: Rangsangan-Baru untuk Melejitkan "Word Smart", (5) Langkah Mudah Membuat Buku yang Menggugah, dan (6) Vitamin T: Bagaimana Mengubah Diri lewat Membaca dan Menulis. Keenam buku ini saya ciptakan pada saat saya mengalami masa-masa produktif dan kreatif (alias dalam keadaan yang nyaman dan menyenangkan) ketika menulis buku.
 
 
Buku Mengikat Makna: Mengubah Paradigma Membaca dan Menulis secara Radikal adalah buku pertama saya yang terbit pada Juli 2001 ketika saya berusia 44 tahun. Setelah melahirkan Mengikat Makna, saya terus mengembangkan sekaligus memperbaiki konsep "mengikat makna" hingga tiga kali—dua di antaranya kini juga dapat diperoleh lewat teknologi PoD. Pada Juli 2004, pengembangan dan perbaikan konsep "mengikat makna" itu saya terbitkan dengan judul Mengikat Makna untuk Remaja, dan pada tahun 2005 dengan judulMengikat Makna Sehari-hari: Mengubah Beban Membaca dan Menulis menjadi Kegiatan yang Ringan-Mengasyikkan. Puncak kreativitas saya dalam mengembangkan dan memperbaiki konsep "mengikat makna" terjadi ketika penerbitan bukuMengikat Makna Update: Membaca dan Menulis yang Memberdayakan pada November 2009.
 
Namun, yang sangat membahagiakan saya adalah diterbitkannya kembali buku yang sangat saya sukai, Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza: Rangsangan-Baru untuk Melejitkan "Word Smart".Ini merupakan buku kedua saya yang terbit pada awal tahun 2003 setelah saya berhasil menciptakan Mengikat Makna pada 2001. Saya sangat suka buku ini karena, seakan-akan, buku tersebut merupakan penjelmaan diri saya dalam bentuk sederetan teks yang indah. Lewat buku Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza, diri saya pun kemudian beredar ke mana-mana dan dapat dibaca (dipahami) oleh siapa pun yang menemukan (dan membaca) buku tersebut.
 
Selain keenam buku saya yang kini telah tersedia berkat teknologi Pod, ada dua buku lain yang tak kalah menarik dan penting. Kedua buku tersebut adalah, pertama, ditulis oleh Putut Widjanarko, Elegi Gutenberg: Memposisikan Buku di Era Cyberspace; dan yang kedua ditulis oleh Haidar Bagir, Buat Apa Shalat?! Kecuali Jika Anda Hendak Mendapatkan Kebahagiaan dan Pencerahan Hidup. Semoga di tengah gencar dan derasnya "air bah" bernama era digital yang membanjiri masyarakat dunia—termasuk juga masyarakat Indonesia—buku-buku yang dapat dibaca tanpa memerlukan listrik tersebut masih ada—dan tentu saja cukup banyak—yang memerlukan. Salam.[] 

Ketika Kepala Daerah "Melawan" Pusat


From: Daniel H.T.


 

http://m.kompasiana.com/post/politik/2012/03/29/ketika-kepala-daerah-melawan-pusat/Ketika Kepala Daerah "Melawan" Pusat



Pada Selasa, 27 Maret 2012, beberapa kepala dan wakil kepala daerah yang notabene bagian dari pemerintah malah ikut-ikutan unjukrasa anti rencana menaikkan harga BBM oleh pemerintah. Bingung? Yang pasti pemerintah pusat mengaku bingung. Jangan tanya ke Bapak Presiden. Soalnya, si Bapak lagi kebetulan di luar negeri.

Namun suara dari Istana Negara sudah cukup mewakili kebingungan pemerintah pusat. "Praktik politik itu tidak hanya membingungkan publik, namun juga mengacaukan sistem pemerintahan republik. Sangat kacau!" kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa, Selasa, 27 Maret 2012, di Jakarta (Jawa Pos, 28/03/2012).

Daniel mengatakan bahwa sikap mereka itu tidak mendidik dan membahayakan sistem. "Sebaiknya para kepala daerah lebih sadar politik. … Ini soal wibawa, otoritas, dan jurisdiksi yang berbeda. … Mereka telah membuat sejarah hitam, meninggalkan praktik pemerintahan yang buruk," tegas Daniel.

Ada beberapa kepala daerah yang mengaku atas nama rakyat ikut-ikutan unjuk rasa menentang kebijakan pemerintah menaikkkan harga BBM. Kata mereka, mereka mengikuti suara hatinya demi membela rakyat kecil. Di antara beberapa kepala daerah itu, yang menonjol adalah aksi Wakil Walikota Solo F.X. Hadi Rudyatmo dan Wakil Walikota Surabaya Bambang D.H. yang ikut unjuk rasa di kotanya masing-masing pada Selasa kemarin itu.

Padahal, sebelumnya Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi telah beberapakali memberi peringatan, melarang kepala dan wakil kepala daerah ikut menentang rencana pemerintah pusat menaikkan harga BBM. Haram hukumnya, kata Mendagri, bagi pemerintah daerah yang adalah subsistem pemerintah pusat tidak satu suara.

Gamawan mengaku tidak hanya memberi peringatan secara terbuka, tetapi juga telah mengirim surat tertulis untuk itu kepada semua kepala dan wakil kepala daerah. Bagi yang melanggar pasti akan dijatuhi sanksi. Termasuk kemungkinan sanksi pemecatan.

Nah, sekarang giliran kita yang bingung. Bagaimana bisa, apa dasar hukumnya, dan bagaimana caranya Mendagri mau memecat kepala daerah dan wakilnya, sedangkan yang memilih mereka adalah rakyat secara langsung? Dasar hukumnya berupa undang-undang pun belum ada. Apakah ini bukan termasuk bikin kacau?

Tapi Gamawan bisa menjawab, dengan mengatakan bahwa ada asas kepatutan yang harus diemban daerah. Pemerintah daerah adalah bagian dari sitem nasional. (Mereka tidak boleh menentang kebijakan pemerintah pusat).

Sekarang, pemerintah pusat marah dan mengancam akan memberi sanksi (pemecatan) ketika ada kepala/wakil kepala daerah yang berani menentang kebijakannya (menaikkan harga BBM). Padahal, sebelumnya, ada kepala daerah yang bahkan berani menentang dasar negara dan konstitusi, serta membangkang terhadap hukum negara, tetapi pemerintah pusatnya malah adem-ayem saja. Masa bodoh. Alasannya, itu adalah masalah pemerintah daerah yang bersangkutan, Presiden (pemerintah pusat) tidak bisa mencampurinya.

Yang sayamaksudkan adalah "keberanian" Walikota Bogor Diani Budiarto dalam kasus GKI Yasmin, yang jelas-jelas sudah melanggar Pancasila dan UUD 1945 tentang kebebasan beragama di NKRI ini, serta "keberaniannya" membangkang terhadap hukum dengan mengakali keputusan kasasi dan PK dari MA tentang kasus itu. Meskipun kasus ini telah menjadi perhatian internasional, sampai ke PBB, pemerintah pusat dengan alasan masalah tersebut adalah masalah pemerintahan kota Bogor, tidak mau ikut mengatasinya.

Jadi, ketika ada kepala daerah yang menentang dasar negara dan konstitusi negara, serta membangkang terhadap hukum negara, pemerintah pusat merasa itu bukan masalah mereka. Tetapi, ketika ada pemerintah daerah yang menentang kebijakan mereka yang juga banyak ditentang rakyat, itu menjadi masalah besar bagi mereka.

Awal dari keberanian beberapa kepala/wakil kepala daerah menentang pemerintah pusat ini bisa jadi juga berawal dari fenomena pembangkangan Walikota Bogor ini, yang tidak diperdulikan pemerintah pusat. Pemerintah pusat telah memperlihatkan bahwa betapa tidak adanya wibawa pada dirinya, maka itu pemerintah-pemerintah daerah lain, yang katanya ada sub-pemerintahan nasional pun menjadi berani kepada pemerintah pusat itu. Di samping selama ini dalam beberapa kasus juga memperlihatkan bahwa betapa lemah dan tidak berwibawanya pemerintah pusat selama ini, yang dilakoni oleh Presiden SBY.

Maka, sebetulnya, Daniel Sparringa tidak perlu bingung. Karena sangat kacaunya sistem pemerintahan Republik ini, seperti yang dia katakan itu, berawal dari perilaku pemerintah pusat itu sendiri yang telah lama kehilangan wibawanya. Lihat saja beberapa kejadian, ketika instruksi Presiden SBY kepada para pembantunya (menteri dan setingkat dengan jabatan itu) tidak dijalankan sepenuhnya, SBY hanya bisa diam saja. Tidak ada tindakan apapun yang dia jatuhkan kepada mereka. Padahal di sebuah perusahaan kecil saja, ketika ada bawahan yang tidak menjalankan instruksi atasannya (dengan baik), atasannya itu pasti menjatuhkan sanksinya. Minimal dikasih peringatan, bukan hanya bisanya mengeluh.

Daniel mengatakan bahwa sikap kepala/wakil kepala daerah itu tidak mendidik dan membahayakan sistem pemerintahan. Katanya, "… mereka telah membuat sejarah hitam, meninggalkan praktik pemerintahan yang buruk."

Sebagai contoh kasus, kita bertanya balik: apakah ketidakperdulian pemerintah pusat (Presiden SBY) atas tindakan Walikota Bogor dalam kasus GKI Yasmin itu yang jelas-jelas melanggar kebebasan beragama bagi setiap penduduk Indonesia sebagaimana dijamin oleh konstitusi itu bukan merupakan tindakan tidak mendidik dari pemerintah pusat? Bukankah dengan kejadian ini justru Presiden SBY-lah yang telah membuat sejarah hitam dalam catatan kebebasan beragama di NKRI ini? Dalam UUD 1945 disebutkan negara menjamin dan melindungi kebebasan beragama dan menjalankan ibadahnya itu bagi setiap warganegaranya. Pelaksanaannya dibebankan kepada pimpinan bangsa dan negara. Yakni Presiden.

*
Ancaman Mendagri Gamawan Fauzi untuk menjatuhkan sanksi, bahkan sampai pemecatan kepada kepala/wakil kepala daerah sama sekali tidak membuat nyali Wakil Walikota Solo dan Surabaya ciut. Mereka bahkan dengan sangat terang-terangan balik menantang Mendagri agar kalau memang mau jatuhkan sanksi itu, silakan saja. "Kami siap!" Kata mereka.

DI Metro TV, Selasa, 27 Maret 2012, dalam acara Metro Hari Ini, yang disiarkan langsung, Wakil Walikota Surabaya, Bambang D.H. dengan sangat terang-menderang menantang, seolah-olah berkata langsung kepada Mendagri, bahwa Mendagri tidak perlu banyak bicara soal ancaman sanksi itu, kalau memang mau jatuhkan sanksi, mau pecat, silakan saja. Sekarang juga, dia siap.

Wah, sang Mendagri mungkin tidak menduga, terkejut mendapat reaksi seperti itu.  Mau menggertak malah balik digertak. Memberi peringatan, malah balik diperingatkan. Sekarang, kita tunggu konsistensi dan konsekuensi pernyataan Mendagri ini. Atau, apakah dia akan sama dengan boss-nya, Presiden SBY, yang juga sudah terbukti beberapakali hanya berani memberi peringatan, tetapi ketika tidak dilaksanakan/dilanggar, atau balik ditantang, malah tiba-tiba diam seribu bahasa. Pura-pura lupa.

Juga kita akan lihat bagaimana konsistensi dan konsekuensi dari sikap para kepala/wakil kepala daerah yang malah ikut  unjuk rasa menentang kebijakan pemerintah pusat yang mau menaikkan harga BBM itu. Apakah mereka sungguh-sungguh ketika berkata bahwa aksi mereka itu murni untuk mewakili aspirasi rakyat banyak yang akan menderita kalau harga BBM jadi dinaikkan. Sehingga dipecatpun mereka tidak takut?

Konsistensi dan konsekuensi para kepala dan wakil kepala daerah itu, termasuk dan terutama Wakil Walikota Surabaya dan Solo itu akan terlihat nyata ketika nanti pemerintah benar-benar jadi menaikkan harga BBM.

Jika, mereka konsekuen dengan pernyataan-pernyataan heroik mereka itu, seharusnya ketika pemerintah jadi menaikkan harga BBM, tanpa harus menunggu dipecat, mereka dengan inisiatif sendiri menyatakan mundur dari jabatannya masing-masing. Sebab bukankah, seperti yang mereka sendiri katakan bahwa kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM itu menyengsarakan rakyat banyak? Nah, ketika harga BBM itu benar-benar naik, mereka seharusnya mundur, karena telah gagal memperjuangkan aspirasi rakyat banyak. Kalau mereka terus mempertahankan jabatannya, bukankah mereka merupakan bagian dari pemerintah yang telah menyengsarakan rakyat, seperti kata mereka itu?

Ataukah, setelah kenaikan harga BBM itu, kita pun tahu ternyata semua itu hanyalah sandiwara pencitraan demi kepentingan politik jangka pendeknya? Jadi, baik pejabat pemerintah pusat, maupun daerah itu sebenarnya sama saja. Munafik, dan suka mengatasnamakan rakyat demi kepentingan politik jangka pendeknya. Padahal, sesungguhnya meraka sangat cinta dengan jabatannya itu.
Kita lihat saja nanti.***
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non


From: "dewanto"

 
Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
Published on antyo.rentjoko.net | shared via feedly

TENTANG PERKAWINAN DAN KELUARGA DALAM VERSI POPPY.

blogombal-buku-pak-moer-poppy-the-untold-storySejak 1978, sebelum menjadi menteri muda sekretaris negara dan kemudian menteri sekretaris negara (1983-1988, 1988-1998), Moerdiono menempati sebuah paviliun di area Kantor Menkopolkam, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Tanpa keluarga, karena Pak Moer, demikian dia dipanggil, berpisah ranjang dari Maryati, istrinya.

Di rumah itu tak ada dapur. Untuk makanan, sopir Moer yang bernama Soewardji membelikannya di luar (termasuk saat Lebaran dan itu merepotkan). Untuk tidur, Moer cukup membaringkan diri di atas sebuah ranjang tunggal. Lantas bagaimana dia menjalani kehidupan asmara dengan pengusaha cantik Poppy Dharsono sejak 1989, saat dirinya berusia 55 dan Poppy masih 38?

Buku yang ditulis oleh jurnalis Derek Manangka ini menjawabnya dari sisi Poppy Dharsono. Isinya adalah jalinan asmara sepasang manusia, lengkap dengan segala gangguan, hingga Moer meninggal di Singapura pada 7 Oktober 2011 dalam usia 77 tahun. Ketika Moer harus menyepi karena menyiapkan pidato presiden, Poppy biasanya menemani. Tentang Moer, sebelum mereka berpacaran, Poppy mendapatkan rekomendasi dari Guntur Soekarnoputra.

Derek mengakui, buku ini kurang berimbang karena tak mewawancarai anak-anak Moer. "Jadi kalau dibilang buku ini subyektif, tidak salah. Tapi setidaknya subyektif yang lebih bertanggung jawab. Subyektif tidak untuk mencari sensasi, subyektif yang bermartabat." (Bab Penutup, hal. 333)

Banyak hal yang terungkap dalam Pak Moer – Poppy: The Untold Story, buku tebal yang seperempatnya berisi album foto, dan paparan isinya mirip kumpulan cerita terpenggal-penggal itu. Misalnya Moer memanggil Poppy yang 17 tahun lebih muda "Non", sedangkan Poppy memanggil Moer dengan istilah Inggris lama "Sire". Mereka menikah siri pada 14 Oktober 1998, saat Moer berusia 64 dan Poppy janda berusia 47. (Catatan: pernikahan itu diulangi lagi di Singapura, disaksikan seorang ustaz, dalam rumah sakit, Agustus 2011)

Ketika melakukan pendekatan, Moer rela menjadi sopir Poppy dari Jakarta ke Bandung (via Puncak, belum ada jalan tol Cipularang), untuk menghadiri resepsi pernikahan anak Letjen Himawan Soetanto. Selama Poppy berpesta dalam gedung, Moer menunggu dalam Mercedes Benz, berbaur dengan para sopir. Kegemaran menyetir sendiri ini terus berlangsung hingga mereka menikah.

Yang ditunggu pembaca, misalnya status anak penyanyi dangdut Machicha Mochtar dan gugatan sang ibu, juga dibahas. Dalam buku dikatakan bahwa Poppy kecewa namun kemudian mendampingi Moer untuk melawan, antara lain dengan membentuk tim kecil. Tim itu beranggotakan adik Moer (BS), seorang jurnalis (LJL), dan menantu Moer (RPM).

Dalam perjalanan kasus, tim itu kemudian membelot, memihak Machicha. Menurut Poppy, itu karena adik Moer ingin bayaran lebih. (Catatan: ketika MK mengabulkan uji materi Machicha tentang hak perdata anak di luar nikah, Februari 2012, naskah buku ini sudah selesai)

Juga dibahas alasan Moer menggugat cerai Maryati tahun lalu, yang dinyatakan kepada anak-anaknya, "Saya menceraikan ibu kamu, karena saya ingin mengesahkan perceraian saya dan saya tidak ingin melakukan poligami…" (hal. 37)

Begitulah, buku dengan penonjolan peran Poppy dan puja-puji untuk Moer — dengan pengulangan pada banyak bab — ini menjadi semacam pembelaan diri Poppy. Kalaupun bukan pembelaan ya klarifikasi terhadap kesalahpahaman, termasuk yang disebarkan oleh infotainment.

Dari sisi Poppy, salah satu titik utama cerita adalah bagaimana dia selama 17 bulan harus merawat Moer yang sakit-sakitan (terutama kanker), baik di Bambu Apus, Jakarta Timur, maupun di apartemennya di Singapura, bahkan harus merawat luka bernanah di punggung Moer saat herpesnya kambuh. Poppy pula yang membersihkan kotoran Moer di toilet umum sambil menunggu pertolongan pertama — tak jelas di Jakarta atau Singapura (hal. 332). Saat merawat Moer, Poppy merasa dizalimi oleh opini publik.

Demi Moer pula Poppy sampai dua kali menyewa pesawat untuk membawa Sire ke Singapura. Maka dalam buku ini tercitrakan bahwa Poppy, ibu dari Fauzi Ichsan (ekonom di Standard Chartered Bank Indonesia), hasil perkawinan dininya dengan fotografer Firman Ichsan, telah berkorban banyak. Secara tak langsung terarahkan kesimpulan bahwa Poppylah yang keluar uang lebih banyak. Moer, yang tak punya rumah pribadi, hanya hidup dari bunga deposito, karena gaji dan uang pensiunnya untuk keluarga.

Soal keuangan ini membuat Moer marah dan hubungan dengan anak-anaknya memburuk karena Poppy dituding mengincar harta. Poppy mengutip Moer, "Berarti mereka menuduh saya koruptor. Berarti mereka bangga karena ayah mereka koruptor. Itu sebabnya mereka ingin kebagian uang hasil korupsi…" (hal. 305)

Lagi-lagi dari sisi Poppy, semua kesulitan dia terima sebagai kenyataan yang harus ditabahi, bahkan sejak awal hubungan. Misalnya jangan sampai kelihatan berjalan berdua. Bahkan ketika menghadiri sebuah acara pun mereka harus memberi kesan datang sendiri-sendiri. Maklumlah saat Moer masih menjabat menteri, padahal Presiden dan terutama istrinya, Tien, tak menyukai perceraian dan poligami. Moer pulalah yang merumuskan konsep untuk menjadi draft PP 10 bagi pejabat publik.

Mungkin itulah episode meniti buih. Soeharto tahu tapi menenggang. Dalam penitian buih itu, Poppy juga harus mengukur perasaan anak-anak Moer. Sebagai pendiri dan ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia, Poppy mencoba "memberi perhatian khusus" kepada Ninuk, putri Moer yang jurnalis, yang kemudian menjadi editor mode dan sekian tahun menangani edisi Minggu sebuah koran besar (hal. 301).

Menurut Poppy, respon dari si putri tak menampakkan penolakan maupun penerimaan, sehingga Poppy mengira hubungan dengan Moer tak dianggap sebagai masalah — suatu hal yang di belakang hari ternyata sebaliknya.

poppy dharsono difoto oleh moerdinono

Poppy Dharsono, difoto oleh Moerdiono, 1990

Buku ini seperti bahan drama. Mungkin bisa dikemas menjadi serial TV. Sebagai serangkaian episode mengharu biru buku ini menarik karena menyangkut dua tokoh: seorang Moer yang bekas petinggi berkuasa dan 27 tahun menjadi penulis pidato presiden (menurut eks-Menkopolkam Sudomo, kalau seorang menteri ingin mendapatkan akses cepat ke Soeharto harus melalui Moer), dan seorang Poppy yang pesohor, bagian dari dunia fashion Indonesia, yang kemudian menjadi senator dari Jawa Tengah dalam DPD-RI 2009-2014.

Tentang karier politik Poppy, ada hal yang menarik. Pada 2007 Moer melarang istrinya mencalonkan diri sebagai gubernur Jawa Tengah. Larangan itu membuat Poppy ngambek, dan sempat terpikir untuk berpisah, lalu dia kembali ke rumahnya di Pondok Indah. Demi Gadis, putri angkat mereka, akhirnya Poppy kembali ke Rumah Bahagia di Bambu Apus.

Lantas apa manfaat buku ini bagi pembaca? Menambah pengetahuan umum dan bahan obrolan. Dari sisi lain mungkin juga cerita dan citra tentang ketulusan cinta dan bektining garwa seorang perempuan ayu dan pengusaha kaya yang sebetulnya memiliki banyak pilihan dalam hidupnya.

JUDUL: Pak Moer – Poppy: The Untold Story • PENULIS: Derek Manangka • PENERBIT: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta: 2012 • TEBAL: 474 + viii halaman • HARGA: Rp 150.000 • ISBN 978-979-22-7926-9


Feedly. Feed your mind. http://www.feedly.com

--

Derita Nyonya Iyem: Perang Batin Seorang Dokter (3)


From: "hernowo hasim"

Derita Nyonya Iyem: Perang Batin Seorang Dokter (3)
Oleh Hernowo
 
 
Saya pernah mendengar sebuah kisah tentang seorang ulama-sufi yang sedang ditunggu oleh jamaahnya untuk memberikan ceramah. Beberapa lama ditunggu, sang sufi tidak kunjung datang. Kebetulan, ada seorang ulama-cendekiawan yang kemudian mengambil inisiatif untuk menggantikan sementara sang sufi. Ulama-cendekiawan tersebut pun berdiri di atas mimbar dan memberikan ceramah.
 
Isi ceramahnya menggambarkan betapa hebat ketinggian dan kedalaman ilmu yang dimilikinya. Namun, para hadirin yang mendengarkan ceramah ulama-cendekiawan itu tampak gelisah dan malah ribut. Seakan-akan yang disampaikan oleh sang ulama-cendekiawan itu masuk ke telinga kiri tetapi keluar lagi lewat telinga kanan.
 
Tidak lama kemudian, ulama-sufi yang ditunggu-tunggu datang dengan tergesa-gesa. Suasana ruangan yang gaduh langsung hening seketika. Ulama-sufi pun lantas berdiri di atas mimbar dan meminta maaf atas keterlambatannya. Di perjalanan, dia melihat seekor anak kucing yang kurus kelaparan sehingga dia harus membawa anak kucing itu ke rumahnya untuk diberi makan dan dirawat.
 
Apa yang diungkapkan oleh ulama-sufi itu begitu sederhana dan bersahaja. Namun, seluruh hadirin hening dan menyimak secara saksama. Bahkan, beberapa orang yang mendengarkan kisahnya itu merasa tersentuh hatinya sehingga mereka menangis terharu.
 
Kisah di atas tidak saya peroleh dari buku Profesor Rully, Playing "God", tetapi saya peroleh dari buku Semua Berakar pada Karakter (2007) karya Ratna Megawangi. Kisah itu berada di halaman 230, tepatnya di bab yang berjudul "Kembali ke Fitrah". Menurut Ratna Megawangi, perbedaan antara kedua ulama itu adalah ulama-cendekiawan menyampaikan pesan dengan menggunakan egonya yang ingin menunjukkan kehebatan ilmu yang dimilikinya dan berharap semua hadirin mengaguminya. Sedangkan apa yang diucapkan oleh ulama-sufi adalah berasal dari hati yang bersih yang kemungkinan besar disampaikan dengan kerendahan hati, simpel, dan tidak berbelit-belit.
 
Kang Jalal ketika hadir dalam peluncuran buku Playing "God"
 
Saya ingin berhenti sejenak di sini tetapi tidak akan membahas atau mendudukkan apa itu hati. Entah kenapa tiba-tiba saya teringat kisah yang disampaikan oleh Ratna Megawangi tersebut ketika membaca kisah Nyonya Iyem yang disampaikan oleh Profesor Rully dalam Playing "God". Perkenankan saya mengutipkan di sini tulisan Profesor Rully yang ada di halaman 43 bukunya dan berada di bab berjudul "Bila Hari Jumat Tiba" yang membuat saya terkenang kisah dua ulama di atas:
 
Pada rapat setiap hari Jumat, semua data pasien diajukan. Mulai dari usia, status kesehatan, jumlah keperluan obat, status ekonomi, dan berbagai data lain. Kasus yang akan kami bicarakan pertama adalah kasus Nyonya Iyem.
 
Dia berusia 60 tahun. Selain gagal ginjal, wanita ini menderita TBC paru lanjut dan gagal jantung. Dia sangat miskin sehingga obat pun terkadang tidak terbeli. Kami menolak permohonannya!.
 
Karena kalaupun dibantu cuci darahnya, dia tidak akan bertahan lama. Penyakit TBC dan jantung telah menggerogoti Nyonya Iyem dan akan merenggut nyawanya. Apalagi, obat pun jarang dibeli. Kami menganggap bantuan cuci darah akan percuma sebab dia akan meninggal dikarenakan penyakit lain.
 
Jadi, kami menolak membebaskan biaya cuci darahnya. Artinya? Dalam waktu dekat, dia akan meninggal. Astaghfirullahal 'azhim! Ya Allah, ampunilah kami yang seakan menentukan hidup mati seseorang. Tapi, kami terpaksa melakukan ini!
 
Aku tidak tahu, mengapa harus begini. Dulu, niatku menjadi dokter ahli ginjal dan mendirikan rumah sakit semata dilandasi oleh kepedulian terhadap sesama. Mengapa setiap hari Jumat aku harus terjebak dalam perang batin?[]

Pernyataan tulus dari presiden atas kenaikan bbm

Rajagombal

Gombal Jalanan!
*anak SMA*
- Bentar lagi UAN ya?
> Iya...
- Aku denger kabar, standar kelulusan tahun
katanya makin dipersulit. Bener ga sih?
> Bener bgt! Bete gue!
- Tapi standar untuk jadi pendamping
hidupmu ga dipersulit kan, beb?
> Emm.. Ehehe.. *remas2 lambang osis*
- Oiya, sehabis melingkari jawaban ujian, jgn
lupa ya melingkari tanggal pertunangan
kita...
> Eeaa.. *kemudian seragam berserakan*
--------------- -----
- Mbak numpang tanya jalan dong?
> Iya silahkan, jalan apa?
- Emm... Jalan2 sama saya mau ga?
> Aish matiii... Mau, mau. Tapi aku minta ijin
suamiku dulu ya?
- Wogh! Ga jadi mbak.. *salah
sasaran**kaboorr*
--------------- -
- Hei Teh SYAHRINI
> Yaampuun L4!
- L4 apaan sih?
> Lo Lagi Lo lagi! Gombal Warming tauk?
- Ehehe enggak, cuma mau nanya aja.
Bentar lagi kan Jakarta...
> Eeaa... Klepek2 sampai ngesot aku.
Sosweet bgt sih, gila! Pocari sweet aja
kalah...
- BELOOM! *banting bulu mata anti pecah*
> Hahaha... Mau nanya apa tadi?
- Bentar lagi Jakarta ngadain pilkada
gubernur, nah Teteh mau milih siapa? Ntar
aku ngikut...
> Golput aja deh!
- Wah ga boleh gitu dong, sebagai warga
negara yg baik kita harus ikut milih, apalagi
Teteh sbg seorang public figure.
> Dengar ya, aku ga akan milih siapa2,
pilihan hatiku cuma kamu beb, satu untuk
selamanya...
- Eeaa... *breakdance di atas genteng*
---------------
- Hape-nya bagus bgt Mbak..
> Hehe makasih..
- Pasti harganya mahal..
> Yagitudeh..
- Buat saya aja ya mbak hapenya, boleh?
> Apa2an sih, muji2 tau-nya mau diminta!
Enak aja! Ga boleh!
- Kalo hape-nya ga boleh, nomernya aja
boleh kan mbak?
> Boleh. Nih.. *bongkar hape* *ngasih
SIMCard*
- KOPLOK! *tepok jidat* *modus gagal*
--------------
*ketemu cewek SMA*
- Ngomong2 kapan sih UAN dimulai?
> Ga tau, tapi kalo ada mas aku selalu
teringat UAN deh..
- Maksudnya aku suka bikin pusing gitu?
> Bukan! Wajahmu tuh mas, UANjritt
ganteeeeeeeng bgt..
- Ngeaaaa... *keselek pensil 38B*
-----------
- Eh mbak, jadi orang ga usah serakah gitu
deh?
> Serakah apaan sih?!
- Ya serakah! Cantik kok diambil sendiri,
yglain dapat apa mbak?
> Aeh mateee... *banting belanjaan*
------------
*lampu merah menyala*
> Prittt.. Anda melanggar lampu lalu lintas..
- Eh mbak polwan, saya kan udah berhenti
kayak pengendara2 lain, kok masih
melanggar juga sih?
> Memang mobil kamu udah berhenti..
- Trus knp masih dipermasalahkan ?
> Tapi kegantenganmu ga mau berhenti,
terus melaju menabrak hatiku..
- Eeaaa... *ngunyah dashboard*
-----------
- Mbak jangan lari2 gitu kenapa?
> Kenapa emangnya?
- Ntar kalo cantiknya rontok gimana?
> Eeaaa.. *lutut lemes*
------------
- Eh mbak, seumur hidup mbak nggak
pernah main bola ya?
> Kok tau?
- Pantesan kaki mbak mulus halus begitu..
> Aih, ini kaki palsu kok Cyin.. *buka
stoking* *bulu kaki menjuntai*
- ASTAGHFIRULLAH! BENCONG! *tancap
gas*

adi wisaksono

PDIP Jokja


From: <syauqiyahya@gmail.com>
I I I I pO

Kamis, 29 Maret 2012 | 15:22 WIB


Besok, PDIP Ajak Yogyakarta Demo Kenaikan BBM  

TEMPO.CO, Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur DIY Sri Pakualam IX diajak pengurus DPD PDI Perjuangan DIY untuk melakukan aksi demonstrasi menolak rencana kebijakan penaikan harga BBM, Jumat besok, 30 Maret 2012. Orang nomor satu di DIY itu dinilai mempunyai persepsi yang sama dalam menyikapi rencana kebijakan pusat tersebut. Aksi tersebut akan digelar DPD PDIP DIY di gedung DPRD DIY seusai salat Jumat.

»Karena Sultan kemarin bilang, kalau bantuan langsung tunai tidak mendidik masyarakat. Kenaikan harga BBM juga dinilai memberatkan rakyat kecil," kata Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDIP DIY Supriyanto, Kamis, 29 Maret 2012.

Aksi tersebut merupakan puncak dari lima aksi yang digelar DPC-DPC PDIP di lima kabupaten dan kota di wilayah DIY, yang diawali pada Senin lalu, 26 Maret di Sleman. Pada aksi hari ini, DPD PDIP DIY akan mengajak seluruh unsur PDIP di wilayah DIY juga elemen-elemen masyarakat. Aksi akan dimulai dari kantor DPD PDIP di Badran, Kota Yogyakarta, dengan melakukan konvoi jalan kaki ke gedung DPRD DIY. Bupati maupun wali kota se-DIY juga diundang untuk bergabung.

Supriyanto juga menegaskan bahwa pemerintah daerah yang ikut serta aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM selama ini tidak melanggar undang-undang. Pasalnya, saat ini belum ada keputusan soal perubahan Pasal 7 UU APBN 2012 yang menyebutkan tidak ada kenaikan harga BBM pada 2012. »Melanggar undang-undang yang mana? Justru pemda melaksanakan undang-undang karena saat ini masih berlaku yang lama," kata Supriyanto.

Dalam aksi di DPRD nanti, PDIP akan mendesak pimpinan Dewan dan pimpinan fraksi untuk membuat resolusi internal Dewan. Isinya bahwa pimpinan Dewan dan fraksi sepakat menolak kenaikan harga BBM atas dasar kepentingan rakyat. Resolusi tersebut akan dikirimkan ke pemerintah pusat.

»Penginnya Dewan menggelar paripurna istimewa. Tapi waktunya tidak cukup," kata Supriyanto.

Sementara itu, beberapa massa yang menggelar aksi demonstrasi hari ini memblokir beberapa titik jalan utama, yakni di pertigaan jalan depan kampus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, dan di titik nol atau perempatan jalan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Pengendara kendaraan bermotor yang melalui pertigaan UIN diminta untuk memutar balik. Bahkan beberapa pengendara motor yang terjebak masuk di kawasan lokasi aksi terpaksa mengangkat sepeda motornya melewati pembatas jalan dengan bantuan polisi setempat. Sementara itu, kendaraan bermotor yang melalui kawasan Malioboro dialihkan ke arah Jalan Pasar Kembang.

Meskipun aksi kembali diwarnai dengan pembakaran ban dan pemasangan tenda di tengah jalan kawasan UIN, unjuk rasa berlangsung relatif aman. »Kami siapkan 55 personel polwan untuk memantau aksi," kata Kepala Polisi Resor Sleman, Ajun Komisaris Besar Polisi Herry Sutrisman, di lokasi aksi.

PITO AGUSTIN RUDIANA

--

Balung kuwuk

Dipukul Mundur ...

From: <syauqiyahya@gmail.com>

Kamis, 29/03/2012 17:45 WIB

Dipukul Mundur dari DPR, Ratusan Pendemo Kocar-kacir di Palmerah

Arbi Anugrah - detikNews

Jakarta - Sekitar 500 pendemo di depan gerbang DPR dipukul mundur. Pendemo pun berlari ke arah belokan yang menuju Palmerah.

7 Komentar 

Kirim Komentar

sasto 

about a minute ago

bagi warga masyarakat yg menolak kenaikan bbm mohon partisipasinya utk demo bergabung mahasiswa dng jumlah yg lebih besar sy jamin kalau satu jt orang kaya dimesir dan bertahan pasti demonya didengar ama anggota parlemen yg ada didpr        

Beri Tanggapan

andik 

less than a minute ago

demo mhs=rusuh=rusak=macet

Beri Tanggapan

Buruh 

less than a minute ago

Demo...silahkan...tapi kalo anarkis...sikat habis...apalagi ganggu ketertiban umum jalan raya..sikat abis..

Beri Tanggapan

Den_Willy 

14 minutes ago

Pa Polisi, direkam sj semua yg anarkis....satu2 dijemput dirumahnya.  

Beri Tanggapan

jambros 

16 minutes ago

Polisi jadi herder SBY ...

Beri Tanggapan

D34TH 

17 minutes ago

TINDAK TEGAS! DEMO BARBAR GETO HARUS DIBINASAKAN!

1 Tanggapan ·  Beri Tanggapan

Mio Ai 

21 minutes ago

bubarkan saja pak...ga ada manfaatnya kalo ujung2nya hanya merusak..dan anarkis....bikin panik n repot rakyat aja

Beri Tanggapan

--

Titanic.

Rabu, 28 Maret 2012

Tujuh pesan

Tujuh pesan Sunan Drajat :
1. Memangun resep teyasing Sasomo (kita
selalu membuat senang hati orang lain)
2. Jroning suko kudu eling Ian waspodo
(didalam suasana riang kita harus tetap
ingat dan waspada)
3. Laksitaning subroto tan nyipto marang
pringgo bayaning lampah (dalam perjalanan
untuk mencapai cita – cita luhur kita tidak
peduli dengan segala bentuk rintangan)
4. Meper Hardaning Pancadriya (kita harus
selalu menekan gelora nafsu – nafsu)
5. Heneng – Hening – Henung (dalam
keadaan diam kita akan memperoleh
keheningan dan dalam keadaan hening
itulah kita akan mencapai cita – cita luhur).
6. Mulyo guno Panca Waktu (suatu
kebahagiaan lahir bathin hanya bisa kita
capai dengan sholat lima waktu)
7. Menehono teken marang wong kang
wuto, Menehono mangan marang wong
kang luwe, Menehono busono marang
wong kang wudo, Menehono ngiyup
marang wongkang kodanan (Ajarkan ilmu
pada orang yang tidak tau, Berilah makan
kepada orang yang lapar, Berilah baju
kepada orang yang tidak punya baju, serta
beri perlindungan orang yang menderita)

adi wisaksono

Sinyal....


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Rabu, 28/03/2012 18:18 WIB

Bela Wawali Surakarta Demo BBM, Jokowi Sebut Pemerintah Pusat Lamban

Muchus Budi R. - detikNews

Solo - Sikap 'keras kepala' Wakil Walikota Surakarta, Hadi Rudyatmo, didukung sepenuhnya oleh Walikota Surakarta, Jokowi. Jokowi menilai sangat wajar jika saat ini kepala daerah ikut serta melakukan aksi penolakan kenaikan harga BBM. Alasannya, pemerintah pusat lamban memberikan sinyal rencana kenaikan harga BBM, sehingga pemerintah daerah tidak bisa mengantisipasi keputusan mendadak tersebut.

"Sinyal rencana kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah pusat sudah sangat terlambat. Harusnya sudah sejak jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga mestinya persiapan anggaran untuk antisipasi kenaikan harga BBM sudah diplot di APBD pada bulan November yang lalu," ujar Jokowi kepada wartawan di Solo, Rabu (28/3/2012).

Jika sinyal kenaikan harga BBM itu dilakukan sedini mungkin, lanjut Jokowi, pemerintah daerah bisa menyiapkan program dan dana khusus untuk membantu masyarakat yang terkena dampak kenaikan harga BBM, berupa program yang mendorong gerakan ekonomi masyarakat. Namun saat ini pemerintah daerah sudah kesulitan menganggarkannya, sehingga bisa dipahami kalau kepala daerah ikut menolak rencana kenaikan harga BBM tersebut.

Lebih lanjut, Joko Widodo menegaskan bahwa secara pribadi dia kurang menyetujui program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebesar Rp 150 ribu bagi warga setiap bulan sebagai kompensasi kenaikan harga BBM. Menurutnya, program pengganti BLT itu sama sekali tidak mendidik dan justru mengajari masyarakat untuk menjadi peminta-minta.

"Harusnya bantuan itu berupa program untuk memajukan usaha kreatif dan produktif dan kreatif. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, BLT yang diberikan secara tunai kepada masyarakat, larinya justru ke arah konsumtif dan bukan kepada usaha produktif. Karena tidak ada arahan khusus, Pemerintah Dearah tidak bisa berbuat apa-apa dalam menyikapinya," ujar Bakal Cagub DKI dari PDIP dan Gerindra tersebut.

--

Bajuri berkebun mangga


From: <anishariri@gmail.com>

http://owarkop.blogspot.com/2012/03/bajuri-berkebun-mangga-oleh-haryo.html?m=1

Bajuri Berkebun Mangga - oleh Haryo Aswicahyono

Bajuri Berkebun Mangga

Oleh Haryo Aswicahyono

Bajuri mendapat warisan tanah dari orang tuanya. Setelah tanya kanan kiri, akhirnya dia memutuskan memanfaatkan tanah itu untuk berkebun mangga. Tetapi dia tidak punya pengalaman dan tidak punya waktu berkebun mangga. Akhirnya dia memutuskan untuk kerjasama bagi hasil dengan Paijo tetangganya. Paijo yang modalin dan ngurusin kebun, ntar mangganya dibagi

Bajuri: gimana Jo, kira-kira gimana prospek bisnis mangga

Paijo: harga mangga naik terus coy. Gue udah cek lahan nganggur loe bisa ngasilin 340 ribu mangga per tahun.¹ Harga mangga sekarang Rp. 945/butir.²

Oneng ambil kalkulator: gileee gede banget bang, setahun dapet 321 juta ye bang, itu uang semua bang? asyiiik gue bisa buka salon di Menteng

Bajuri: oneng ... oneng ... emang berkebun gak pake ongkos. Loe buka salon kan juga mesti beli sampo, krim buat krimbat?

Oneng: oh iye ... lupa bang, saking semangatnya. Ya ude, jadi berapa ongkosnye berkebun mangga, mas?

Paijo: hasil survey gue, kira-kira 35% dari hasil jualan mangga.³ Coba neng itung, ongkosnye setahun berapa

Oneng utak atik kalkulator: udeh ni jo, ongkosnye setahun 112 juta. Asyiiik berarti abis dipotong ongkos kite dapet 208 juta ya bang Juri?

Paijo: enak aja, terus gue dapet apa oneeeeng? mangganya loe ambil semua, padahal ongkos gue talangin dulu. emang gue kerja bakti?

Oneng: oh iye maap-maap. Abis dipotong ongkos baru untungnye dibagi ye. Yaudin rundingin deh pembagian yang adil ama bang Juri. Pesen gue, kita sekeluarga juga pengen ngerasain mangganya. jadi jangan dijual semua, gue mau juga ngerasain mangganya berapa kek

Bajuri: ok, sekarang kita itung-itungan bagi hasil ya. Pertama, ongkos yang 112 juta tadi loe yang nanggung ntar kalau mangganya udah laku baru gue balikin. Labanya dibagi. gue dapet 70% loe 30%.⁴ Gimana?

Paijo: hmmm sebetulnya kerendahan sih bagian gue, tapi yasud lah. Betewe ongkos 112 juta tadi cuma kira-kira. Ongkos benerannya tergantung naik turunya biaya-biaya di lapangan . Ntar gue tanggung dulu semua ongkosnya, gue catet rapi, terus gue laporin ke loe buat dapet rimbursan

Bajuri: Paijo ... Paijo lagak loe kayak akuntan aja pake istilah rimbursan. Tapi ... maap ya, bukannya gue curiga ama loe, tapi mungkin aja kan ntar ongkos loe gelembungin, jadi di atas kertas loe bilang rugi, gue malah nombokin.

Paijo: Astagfirulah, Juri, gak percayaan amat sih, ya udin kalau gitu loe berkebun sendiri aja. Atau sewa aja Pres Woterhos buat meriksa laporan gue

Bajuri: Yeeee sewot, yaudin ... gini aja ... gue tugasin sodara gue yang akuntan buat ngawasin laporan loe. Terus, begitu panen, 1/5 hasil penjualan panenan langsung dibagi dulu biar pasti gue dapet bagian penjualan mangga⁵

Paijo: Ntar gue itung dulu ... Oneeeeng bantuin ngitung pake kalkulator Neng. Jangan salah mencet ya. Pertama 1/5 duit penjualan panenan mangga langsung dibagi 70% buat bang Juri 30% buat gue, coba itung neng

Oneng: ok, tadi mangganya kalau laku semua dapet 321 juta. Terus 1/5nya langsung dibagi: 1/5 dari 321 juta itu 64 juta. Terus 64 juta tadi dibagi: 70% buat kite, 70/100 kali 64 juta itu 45 juta. Jadi bagian kite 45 juta bagian mas Paijo sisanya 19 Juta. Bener kaan?

Paijo: iye udah bener, sekarang sisanya abis pembagian pertama 321 juta - 64 juta itu 257 juta. Bener gak?

Oneng: Bener mas, terus sisanya langsung dibagi ya mas

Paijo: Enak aja, dikeluarin ongkosnya dulu dong, rimbursan buat gue yang 112 juta tadi. Jadi 257 juta dikurangi rimbursan 112 juta baru sisanya 145 juta dibagi

Oneng: oh iye, lupa lagi ... berarti bagian kita 70% kali 145 juta ... 101 juta. Bagian mas Paijo sisanya ... 44 juta. Bener kan mas?

Paijo: Bener neng, itungan loe gue catet dari tadi, gue bacain ya itungan loe:

Bagian penjualan pertama yang 1/5 tadi

Bang Juri dapet 45 Juta. Gue dapet 19 juta

Terus sisanya setelah dipotong reimbursan dibagi

Bang Juri dapet 101 Juta. Gue dapet 44 Juta

Jadi duit 321 juta hasil penjualan mangga itu pembagiannya kayak gini: bang Juri dapet 146 juta, gue dapet 63 juta, 112 juta buat gantiin ongkos2.

ok catetan gue tinggal. Ntar loe cek and ricek lagi,

Oneng: bentar ... bentar, tadi gue kan udah pesen jangan dijual semua mangganya, kita pengen juga dapet mangga buat kita bagi dan kita dagangin sendiri, gue usul bagian mas Paijo dipotong lagi 7.5% dari 320 juta kira-kira 24 juta.⁶ Jadi bagian kite ditambah 24 juta jadi 170 juta, bagian mas Paijo dipotong 24 juta jadi 39 juta.

Jadi duit 321 juta hasil penjualan mangga itu pembagiannya kayak gini: kite dapet 170 juta,⁷ mas Paijo dapet 39 juta, 112 juta buat gantiin ongkos-ongkos.

Paijo: Waduh dipotong lagi ... tapi ya udah deh ... kebun, kebun loe, gue cuma ngelola, dapet 39 juta lumayan lah. Tapi ntar kalau ada yang punya lahan kosong lain, terus nawarin bagian yang lebih besar buat gue, jangan nyesel ya kalau gue pindah

***

Cerita kebun mangga Oneng Bajuri di atas menggunakan data dan aturan bagi hasil untuk minyak bumi. hanya saja skalanya diturunkan dari trilyun menjadi juta agar ceritanya menjadi realistis.

Menurut Rieke Dyah Pitaloka penerimaan negara dari minyak bumi 225 trilyun. Jauh lebih tinggi dari penerimaan Oneng dan Bajuri yang besarnya 170 trilyun

Perbedaan itu terjadi terutama karena Rieke mengabaikan cost recovery yang harus dibayarkan pemerintah kepada kontraktor. Untuk RAPBN-P 2012 disepakati 12.3 milyar dollar dengan kurs Rp. 9000/USD maka cost recovery itu bernilai 110 trilyun

***

¹Asumsi lifting minyak mentah Indonesia 930 ribu barrel/hari. Jadi dalam setahun harus dikali 365 hari = 339.450 ribu barrel/tahun

²Harga minyak mentah Indonesia US$105/barel nilai tukar Rp. 9000/dollar. Jadi harga minyak mentah (ICP) dalam rupiah = 9000*105 = Rp. 945.000/barel

³Dalam perjanjian kontrak bagi hasil biaya-biaya ini disebut Cost Recovery untuk saat ini ditetapkan total seluruh kontrak jumlahnya US$ 12.3 milyard dollar. Dalam persentasi seluruh nilai minyak = 12.3 M/(340.000 ribu x 105) = 34.4%

⁴Aturan bagi hasil yang baru berbeda-beda antara kontrak yang satu dengan kontrak yang lain. Dalam kenyataan rata-rata bagian pemerintah 65%, bagian kontraktor 35%. Bahkan kalau menggunakan data realisasi APBN lebih rendah lagi. Bagian pemerintah sekitar 56%

⁵Aturan 20% penerimaan minyak harus langsung dibagi disebut First Tranche Petroleum (FTP)

⁶Kewajiban Kontraktor untuk menyisihkan sebagian lifting minyak untuk konsumsi domestik disebut Domestik Market Obligation (DMO)

⁷Hasil hitungan penerimaan pemerintah Rieke oleh Dyah Pitaloka dan Kwik Kian Gie over-estimate karena mengabaikan Cost Recovery. Estimasi Rieke dan KKG 224 trilyun dalam contoh mangga di sini, penerimaan Bajuri hanya 170 juta (setiap satu juta setara setara satu trilyun)

(Gambare ra iso dicopas)

--

Betulkah??


From: "Djulianto Rochadi"

Ini tadi kayaknya juga jadi bahan diskusi di MetroTV.
Lucu nggak yah??
 
JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia Corruption Watch menyatakan, pemerintah tidak transparan dalam memberikan detail penghitungan biaya subsidi bahan bakar minyak (BBM). Hal ini mengakibatkan adanya dugaan mark up (penggelembungan dana) dalam perhitungan tersebut.
Menurut ICW, jika harga BBM premium dan solar tidak naik, dalam arti tetap di harga Rp 4.500 per liter, maka total beban subsidi BBM dan LPG hanya Rp 148 triliun. Hal ini berbeda dengan versi pemerintah yang menyebut jika harga BBM tidak naik maka beban subsidi BBM bisa mencapai Rp 178 triliun. Perbedaan hitungan inilah yang, menurut ICW, menunjukkan indikasi mark up mencapai sekitar Rp 30 triliun.
"Skenarionya, kalau BBM tidak naik, pemerintah berkali-kali mengatakan, subsidi kan jebol sampai Rp 178 triliun. Pertanyaannya, kalau kita hitung lagi secara detail, kita hanya dapatkan bahwa beban subsidi hanya Rp 148 triliun. Ada selisih lebih rendah Rp 30 triliun dari yang dibilang pemerintah. Pertanyaannya dari mana masalah perbedaan ini muncul," jelas Koordinator Divisi Monitoring Analisis Anggaran ICW, Firdaus Ilyas, dalam jumpa pers di kantor ICW, Jakarta Selatan, Rabu (28/3/2012).
Firdaus mempertanyakan bagaimana metode perhitungan biaya subsidi BBM ini versi pemerintah yang tidak transparan. ICW, kata dia, menggunakan metode perhitungan-perhitungan umum, yang lazim digunakan dalam penghitungan harga BBM di Pertamina, BPH Migas, maupun Kementerian ESDM.
Sementara patokan harganya mengacu pada Mean Oils Platt Singapore atau harga rata-rata transaksi bulanan minyak di pasar Singapura. Metode ini dipakai secara umum di Indonesia tahun 2006.
"Jika harga BBM dinaikkan menjadi Rp 6.000 dari hitungan ICW, total beban subsidi Rp 68 triliun, sedangkan menurut hitungan pemerintah Rp 111 triliun. Selisihnya hampir Rp 43 triliun. Kita menggunakan parameter asumsi yang sama, metode yang sama dengan pemerintah. Tetapi, kenapa ada hasil perhitungannya bisa berbeda. Ini persoalan pada tidak transparan penghitungan," jelas Firdaus.
Ia menyatakan tak tahu akan mengalir ke mana dana selisih itu jika memang ada indikasi mark up. Dugaan ICW, banyak pihak yang berkepentingan dengan bisnis minyak saat ini yang perlu diwaspadai.
"Saya tidak tahu akan masuk ke kantong mana saja jika biaya subsidi BBM di-mark up. Tapi, pihak yang memiliki kepentingan dengan bisnis ini banyak. Mungkin saja pemerintah, legislatif, dan pengusaha," terangnya.
Ia menyatakan, ICW siap berdiskusi dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM, Pertamina maupun BPH Migas terkait perbedaan perhitungan tersebut. Publik, kata dia, perlu tahu jika memang ada perhitungan dan dugaan mark up karena ini menyangkut kepentingan publik.
"Kita merasa belum perlu menaikkan harga BBM 2012, cukup dengan harga premium dan solar Rp 4.500. Datanya dari mana? Ya dari perhitungan kami itu tadi. Saya tidak tahu, di mana salahnya hitungan pemerintah sehingga ada selisih ini, tapi harus dibuka satu-satu. ICW siap, kami dengan senang hati, kita buka datanya satu-satu," pungkas Firdaus.

--

Selasa, 27 Maret 2012

Sapa Suruh Datang Jakarta


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Sapa Suruh Datang Jakarta

Ardi Winangun - detikNews

Jakarta - Dari dulu hingga sekarang, Jakarta didatangi ribuan orang dari berbagai penjuru Indonesia sebagai tempat untuk mencari kerja dan penghidupan. Gemerlap lampu dan kehidupan kota menjadi daya tarik untuk mewujudkan mimpi mengubah hidup kaum pendatang. Daya tarik Jakarta sekarang tidak hanya bagi kaum pendatang namun juga bagi para politisi dan kepala daerah. Mereka berduyun-duyun ke Jakarta, bukan seperti kaum pendatang yakni mencari kerja, namun ingin menjadi penguasa.

Ini bisa terlihat dari pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta 2012, di mana dalam sejarah, pertama kalinya, kepala daerah dari luar Jakarata ikut mencalonkan diri menjadi Gubernur Jakarta. Alex Noerdin, Gubernur Sumatera Selatan 2008-2013, yang diusung oleh Partai Golkar, PPP, dan PDS. Joko Widodo Wali Kota Surakarta 2000-2015 yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ahok, Bupati Belitung Timur 2005-2010, dan juga pernah ikut dalam Pilkada 2007 Provinsi Bangka Belitung, diusung oleh PDIP dan Partai Gerindra; sebagai calon Gubenur dan Wakil Gubenur Jakarta 2012-2017.

Mereka yang datang dari luar Jakarta bisa ikut dalam pilkada Jakarta 2012, selain karena diusung oleh partai politik pendukung, juga ada anggapan bahwa Jakarta sebagai daerah yang terbuka bagi siapa saja sehingga faktor suku, agama, dan ras, dianggap bukan sebagai sebuah penghalang bagi siapa saja untuk ikut pilkada.

Para calon gubernur dari luar Jakarta itu mempunyai prinsip bahwa mengelola daerah atau wilayah itu seperti mengurus organisasi atau perusahaan dengan tambahan sentuhan lainnya. Jadi mereka merasa yakin bisa mengelola Jakarta, dengan pengalaman sukses mereka saat menjadi kepala daerah di tempat asalnya.

Mereka berebut menjadi penguasa Jakarta tentu ada sebabnya. Sebagai wilayah yang menjadi Ibu Kota Indonesia, tentu Jakarta memiliki kelebihan dibanding dengan daerah lainnya. Sebagai muka Indonesia, tentu pembangunan Jakarta akan mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Sebagai pusat perekonomian, pihak swasta pun ikut secara aktif membangun Jakarta. Sehingga dalam masalah pembangunan, gubernur tidak terlalu pusing dalam masalah pembiayaan. Dalam masalah pembangunan infrastruktur, Jakarta merupakan provinsi yang paling cepat dibanding dengan daerah lainnya. Pembangunan pesat karena Jakarta mempunyai APBD Rp36 triliun, belum ditambah dengan dana-dana lainnya.

Kelebihan-kelebihan di atas itulah yang membuat para politisi dan kepala daerah di luar Jakarta mencalonkan diri menjadi Gubernur Jakarta. Maukah mereka menjadi gubernur di daerah yang tertinggal, miskin, dan APBD-nya kecil? Mereka akan mikir 1000 kali. Alex Nordin, Jokowi, atau Ahok, belum tentu mau maju dalam Pilkada Nusa Tenggara Timur, misalnya. Namun mereka tidak menyadari bahwa mengurus Jakarta itu tidak sesederhana mengurus daerah asal. Jakarta sebagai wilayah di mana semua aktivitas dan orang dari seluruh Indonesia berkumpul tentu lebih rumit mengelolanya daripada wilayah di mana dinamika dan aktivitas jauh dari padat dan sosiologi masyarakat homogen.

Bila ada calon gubernur yang sukses mengelola pedagang kaki lima di daerah asalnya, ia belum tentu sukses mengelola pedagang kaki lima di Jakarta. Ia di daerahnya sukses mengelola pedagang kaki lima bisa jadi karena jumlahnya masih bisa dikendalikan, misalnya di bawah 1.000. Bandingkan bila mengelola pedangan kaki lima di Jakarta dengan acuan data pada Januari 2011. Dari data menyebutkan di Jakarta ada 105.678 pedagang kaki lima. Dengan perincian, Jakarta Pusat, 22.102 pedagang, Jakarta Utara 6.306 pedagang, Jakarta Barat 20.102 pedagang, Jakarta Timur 29.793 pedagang, dan Jakarta Selatan 27.305 pedagang.

Para pedagang yang berasal dari asal yang berbeda-beda itu tentu perilakunya juga tidak sama ketika menyikapi aturan. Ada yang cepat yang mengiyakan, ada yang jual mahal, bahkan ada yang menolak. Tentu sosiologi yang berbeda-beda ini akan membuat semakin banyak energi yang dikeluarkan oleh gubernur bila pendekatan dari hati ke hati yang dikatakan sebagai sukses mendekati pedagang kaki lima. Di sinilah letak susahnya mengatur Jakarta. Demikian pula dalam soal kemacetan, banjir, masalah-masalah sosial, ekonomi, dan pendidikan.

Meski dikatakan dan diakui Jakarta sebagai daerah yang terbuka, di mana segala macam suku, agama, etnis, dan ras bisa bebas hidup di wilayah ini, namun ketika mereka berkampanye atau mencari dukungan, ternyata calon-calon itu tetap akan mendekati komunitas etnis atau asalnya. Misal, calon gubernur yang diusung PKS, Hidayat Nur Wahid, mengatakan, pasangan calon gubernur, Didik J Rachbini, yang berasal dari Madura diperkirakan akan didukung jaringan tukang sate asal Madura.

Demikian tim sukses pasangan Jokowi dan Ahok. Dikatakan oleh Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, Jokowi dan Ahok akan didukung oleh masyarakat desa yang banyak mengadu nasib ke Jakarta, yang dimaksud di sini pasti aadalah komunitas orang Jawa; serta etnis tionghoa. Demikian pula, Fauzi Bowo, calon icumbent yang diusung oleh Partai Demokrat dan PAN, meki tidak secara jelas menunjukan etnisitasnya, namun pria yang akrab dipanggil Foke itu mengatakan sesuatu yang sifatnya kedaerahan. Dikatakan, dirinya tidak ikhlas Jakarta diacak-acak orang lain. Untuk itu ia mengajak kembali menata Jakarta dengan orang Jakarta.

Bila masing-masing tim sukses mengembangkan masalah etnisitas dalam mencari dukungan, tentu hal ini sangat membahayakan bagi warga Jakarta secara keseluruhan. Meski sudah banyak yang membaur, namun tidak sedikit warga Jakarta tinggal berkelompok sesuai dengan asal usul. Kondisi ini membahayakan bila masing-masing pendukung tidak bisa mengendalikan diri.

Pilkada Jakarta 2012 memang sangat menarik dibanding dengan pilkada sebelumnya atau pilkada daerah lain. Menarik karena berbagai latar belakang asal usul calon bisa berpartisipasi dalam pemilu lokal. Bila pilkada ini sukses, tidak menutup kemungkinan daerah lainnya juga menjadi daerah yang terbuka. Namun jangan sampai keterbukaan ini ditutup sendiri oleh para calon gubernur dengan menonjolkan etnisitasnya dalam mencari dukungan.

*) Ardi Winangun adalah Ketua Forum Alumni Sekolah Pemikiran Pendiri Bangsa. Kontak penulis: 08159052503. Penulis tinggal di Matraman, Jakarta. Email: ardi_winangun@yahoo.com

--

"OH ISTRIKU, APA SAJA SIH YANG KAU KERJAKAN ..??"

"OH ISTRIKU, APA SAJA SIH YANG KAU KERJAKAN ..??"
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...
Suatu hari seorang suami pulang kerja dan mendapati tiga orang anaknya
sedang berada di depan rumah. Semuanya bermain lumpur, dan masih
memakai pakaian tidur. Berarti semenjak bangun tidur, mereka belum
mandi dan belum berganti pakaian Sang suami melangkah menuju rumah
lebih jauh. Ternyata ... kotak-kotak bekas bungkus makanan tersebar di
mana-mana. Kertas-kertas bungkus
dan plastik bertebaran tidak karuan, dan… pintu rumah bagian depan
dalam keadaan terbuka. Begitu ia melewati pintu dan memasuki
rumah… masyaAllah… kacau…berantakan. Ada lampu yang pecah,ada sajjadah
yang tertempel dengan permen karet di dinding. Televisi dalam keadaan
on dan dengan volume maksimal. Boneka bertebaran di mana-mana. Pakaian
acak-acakan tidak karuan menyebar ke seluruh penjuru ruangan. Dapur?
Ooooh tempat cucian piring penuh dengan piring kotor. Sisa makanan
pagi masih ada di atas meja makan. Pintu kulkas terbuka lebar. Sang
suami mencoba melihat lantai atas. Ia langkahi boneka-boneka yang
berserakan itu. Ia injak-injak pula pakaian yang berserakan tersebut.
Maksudnya adalah hendak mendapatkan istrinya, siapa tahu ada masalah
serius dengannya. Pertama sekali ia dikejutkan oleh air yang meluber
dari kamar mandi, semua handuk berada di atas lantai dan basah
kuyup. Sabun telah berubah menjadi buih. Tisu kamar mandi sudah tidak
karuan rupa, bentuk dan tempatnya. Cermin penuh dengan coretan-coretan
odol, dan... begitu ia melompat ke kamar tidur, ia dapati istrinya
sedang tiduran sambil membaca komik!!!
Melihat kepanikan sang suami, sang istri memandang kepadanya dengan
tersenyum. Dengan penuh keheranan sang suami bertanya, "Apa yang
terjadi hari ini wahai istriku?!!".
Sekali lagi sang istri tersenyum seraya berkata,"Bukankah setiap kali
pulang kerja engkau bertanya dengan penuh ketidak puasan, 'Apa sih
yang kamu kerjakan hari ini wahai istriku?', bukankah begitu wahai
suamiku tersayang?!" "Betul" jawab sang suami.
"Baik" kata sang istri, "Hari ini, aku tidak melakukan apa yang
biasanya aku lakukan, semoga dengan begitu engkau tahu apa yang selama
ini aku kerjakan". *****

Message yang ingin disampaikan adalah:
1. Penting sekali semua orang memahami, betapa orang lain mati-matian
dalam menyelesaikan pekerjaannya, dan betapa besar pengorbanan yang
telah dilakukan oleh orang lain itu agar kehidupan ini tetap
berimbang, berimbang antara  MEMBERI dan MENERIMA , GIVE and RECEIVE
2. Dan … agar tidak ada yang mengira bahwa dialah satu-satunya orang
yang habis-habisan dalam berkorban, menanggung derita, menghadapi
kesulitan dan masalah serta menyelesaikannya.
3. Dan … jangan dikira bahwa orang-orang yang ada di sekelilingnya,
yangtampaknya santai, diam, dan enak-enakan … jangan dikira bahwa
mereka tidak mempunyai andil apa-apa.
4. Oleh karena itu, HARGAILAH JERIH PAYAH DAN KIPRAH ORANG LAIN dan
JANGAN MELIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG SEMPIT.

====================

Sugeng dinten Isnin....sugeng makarya...barakallahu....:)
have a blessed day!

--

Sidomukti

Ingin liburan bersama keluarga di satu
tempat? Datang saja ke objek wisata Umbul
Sidomukti di Semarang. Anda bisa
menghabiskan waktu dengan bermain
outbond, berenang, atau sekadar duduk-
duduk santai menikmati alam.
Terletak di Dusun Tegasari, Desa
Sidomukti, Semarang, objek wisata Umbul
Sidomukti menawarkan wisata alam yang
seru dijalankan bersama keluarga. Cukup
dengsan membayar Rp 8.000, Anda sudah
bisa menikmati berenang di atas kolam
dengan ketinggian 1.200 mdpl.
Dari situs umbulsidomukti.com yang
dikunjungi detikTravel, Minggu
(25/3/2012), Umbul Sidomukti
menawarkan banyak fasilitas yang akan
membuat liburan Anda semakin meriah.
Kawasan wisata yang berada di Provinsi
Jawa Tengah ini menawarkan banyak
fasilitas seru, seperti taman renang alam,
outbond training, permainan pemicu
adrenalin, camping ground dan vila.
Tempat yang paling ramai dikunjungi
adalah taman renang alam. Taman renang
atau kolam renang ini cukup unik karena
berada di lereng Gunung Ungaran. Yang
membuat kolam renang ini menarik
adalah lokasinya yang cukup tinggi, yaitu di
ketinggian 1.200 mdpl. Selain itu,
panorama yang disuguhkan di sekitar
kolam juga sangat memesona.
Bila suasana taman renang saat Anda
datang ke taman renang ramai dipenuhi
pengunjung, jangan berkecil hati. Umbul
Sidomukti masih memiliki objek wisata
menarik lainnya. Permainan pemicu
adrenalin bisa menjadi pilihan. Di sini,
Anda bisa bermain meluncur dengan flying
fox dari ketinggian lebih 70 meter. Wow!
Nikmatilah detik-detik mendebarkan
dengan melesat dari ketinggian ekstrem.
Ini dia! Untuk Anda yang menyukai
olahraga panjat tebing, bisa mencoba
permainan rapeling. Turun dan
bergantunglah dengan seutas tali dari
ketinggin 30 meter. Berani mencoba? Jika
rapeling dirasa kurang, pengunjung bisa
mencoba marine brigde. Marine bridge
adalah jembatan gantung dengan alas yang
tidak rata, atau berlubang. Di sini
keseimbangan menjadi kunci utama.
Nah, untuk pengunjung yang datang
secara rombongan dan ingin mempererat
kekompakan, tidak ada salahnya untuk
mencoba outbond training. Di sini, Anda
akan dilayani dengan permainan outbond
yang seru-seru. Dijamin menambah
kekompakan!
Puas bermain, perut pasti terasa lapar.
Sekarang saatnya untuk mengisi perut di
Pondok Lesehan Umbul Sidomukti.
Pengunjung bisa menyantap aneka
makanan lezat, seperti gurame bakar,
gurame goreng dan aneka seafood, sambil
menikmati pemandangan alam yang
memesona.
Permainan ada, tempat makan ada, lalu
bagaimana dengan penginapan? Tenang
saja, di Umbul Sidomukti Anda bisa
menginap di Pondok Wisata Umbul
Sidomukti yang telah disediakan. Bila ingin
lebih menyatu dengan alam, Anda bisa
memilih fasilitas kemah yang juga
disediakan. Di tempat kemah ini,
pengunjung bisa melewati malam ditemani
api unggun dan kepungan kabut.
Ayo jadikan liburan Anda semakin
berkesan di Umbul Sidomukti, Jateng!

---
Sent by WhatsApp

adi wisaksono

Titanoboa

ULAR TERBESAR DI DUNIA DITEMUKAN
ILMUWAN
Ular yang diduga memiliki ukuran terbesar
di dunia berhasil ditemukan menyusul
berhasilnya para ilmuwan dari Smithsonian
merekonstruksi jenis reptil tak berkaki
paling besar yang pernah ada di dunia. Ular
terpanjang dan terbesar di dunia ini
memiliki berat 1,13 ton dan panjang 14,6
meter.
Ular bernama Titanoboa ini hidup di jaman
paleosen, sekitar 60 juta tahun yang lalu, di
sebelah utara Kolombia. Jonathan Bloch,
seorang paleontologis dan kurator dari
Florida Museum of Natural History
mengatakan, sisa-sisa fosil ular itu
ditemukan di sebuah tambang di daerah
Cerrejon, Kolombia, bersama dengan fosil
kura-kura dan buaya. (KF-Mrg/1/8/
Vivanews)

---
Sent by WhatsApp

adi wisaksono

Minggu, 25 Maret 2012

OOT: utk sekedar tahu saja


From: dissy ekapramudita

Basri Hasan:
Semoga Esemka tidak bernasib sama.

Sahabat-sahabatku yth.,
Seminggu terakhir ini saya antusias mengikuti berita heboh mengenai mobil bikinan anak-anak SMK di Solo, yang dikritik habis oleh sebagian pejabat pemerintah Indonesia.
Ini membawa kenangan saya kembali ke periode 2004 - 2007 ketika kami berusaha dan hampir berhasil membangun Industri HOVERCRAFT, tapi berhasil dengan sukses dimatikan justru oleh pejabat-pejabat yang sesungguhnya sangat bisa membantu merubah sejarah otomotif Indonesia, tapi memilih untuk bersikap sebaliknya.
Pejabat Indonesia yang visioner dan mengambil tindakan sangat berani saat itu ialah KASAL Laksamana Slamet Soebijanto.
Begitu diangkat jadi KASAL, beliau mengumumkan pembelian 4 (empat) buah HOVERCRAFT "buatan putera-putera Bangsa Indonesia", yaitu kami, yang baru k.l. tiga minggu sebelumnya memberikan presentasi mengenai HOVERCRAFT yang akan kami bangun di depan Wagub Lemhanas beserta jajarannya.
Saat itu, kami malah sama sekali tidak tahu kalau Wagub Lemhanas yang menerima presentasi kami ini akan menjadi KASAL! Dan meskipun penerimaan beliau dan timnya amat-sangat simpatik dan penuh respek, tidak terlihat tanda-tanda bahwa beliau akan menuliskan sejarah di Republik Indonesia ini.
Tentu saja ini menimbulkan kegemparan di mana-mana, mulai dari pejabat-pejabat TNI AL sendiri, maupun (atau terutama???) dari para rekanan TNI AL sendiri, yang seperti biasa di dunia bisnis, menganggap pendatang baru sebagai saingan yang akan mengambil sebagian besar porsi lahan mereka!
Resistensi berat pertama yang kami dapat ialah dari dalam TNI AL sendiri.
Pesanan 4 (empat) unit HOVERCRAFT yang disepakati, ketika jadi SK ternyata berubah menjadi 5 (LIMA) unit DENGAN HARGA YANG SAMA!
Upppsss........, pesanan 4 unit seharga Rp 15 milyar, berubah menjadi 5 unit, harga langsung terjun bebas di"discount paksa" 20 % dengan tambahan beban kewajiban membangun satu unit lagi dalam jangka waktu yang sama pula!
Keputusan dibuat bulan Maret, HOVERCRAFT yang kami bangun harus bisa diikutkan dalam Latihan Besar Armada Jaya pada pertengahan bulan Desember 2005!!!
Pilihannya adalah mundur dan menyerah sebelum bertempur.
Atau maju terus demi mewujudkan impian dan idealisme!
(Dari sejak awal memang cita-cita kami adalah membangun Industri HOVERCRAFT, MEMBUKTIKAN bahwa putera-putera Indonesia itu BISA bertindak lebih dari sekedar makelar/perantara/broker atau sekedar "tukang jahit"!
Fokusnya adalah kebanggaan bangsa, bukan cari proyek untuk mendapatkan uang!)
Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai, maka kami memilih untuk maju terus.
Demikianlah meskipun dengan tersandung-sandung, jatuh-bangun berdarah-darah, kami berhasil mendeliver ke lima unit HOVERCRAFT buatan anak bangsa tersebut, yang tahun itu juga langsung diikutkan (dan menjadi penyelamat sekaligus primadona selain sebagai kendaraan pendarat pasukan marinir, juga sebagai alat angkut VIP, yaitu para Perwira Tinggi TNI AL dll.) dalam Latihan besar TNI AL Armada Jaya ke 25 di P. Sekerat Kaltim pada tanggal 14 Desember 2005.
Hambatan lain ialah adanya rumors dan isue-isue negatif yang jelas dilemparkan oleh para rekanan seperti yang telah saya tulis di atas, dan........para produsen HOVERCRAFT dunia yang tiba-tiba saja berbondong-bondong membombardir Indonesia dengan segala tawaran pembelian HVOERCRAFT dan pengkerdilan kemampuan bangsa Indlonesia untuk memproduksi barang canggih.
Persis seperti reaksi Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Bupati Wonogiri Danar Rahmanto dan Wkil Ketua DPR Anis Matta menyikapi mobil Kiat ESEMKA buatan anak-anak Solo itu!
Satu e-mail dari perwakilan produsen HOVERCRAFT di Inggris menulis bahwa menurut pengalaman mereka membangun HOVERCRAFT di India, kemampuan satu orang insinyur Inggris itu sebanding dengan sepuluh orang Insinyur India.
Indonesia ya pasti lebih buruk lagi dari itu, maksudnya!
He he he......
Yang lebih hebat ketika pada 15 Januari 2007 saya bertemu dan diperkenalkan dengan Kabalitbang Dephan Prof. Dr. Lilik Hendrajaya pada pelantikan salah seorang mutual friend yang jadi Staff Ahli Menhan.
Begitu mengetahui bahwa saya adalah pensupply ke lima unit HOVERCRAFT ke TNI AL, Prof. Lilik langsung memberondong saya dengan tuduhan betapa salahnya kami karena memproduksi HOVERCRAFT tanpa didahului penelitian. (Entah menyimpulkan dari mana ya, beliau ini? Membangun HOVERCRAFT tanpa didahului penelitian???)
Dalam acara yang sedemikian resminya, tanpa menghiraukan sopan-santun (kami kan baru saling diperkenalkan?!) beliau langsung menguliahi saya mengenai tata-aturan berproduksi: Badan Penelitian (maksudnya Balitbangnya beliau) yang meneliti, hasilnya baru boleh kami produksi!
"Kapan anda pernah menelitinya, Pak?" Jawabnya adalah
"...Pokoknya....." He he he....., Indonesia buaanget duehhh......!
Tapi didalam rentetan berondongan tuduhan itu, beliau malah mengajak kerja-sama, menjanjikan akan menyediakan dana Rp. 300 juta buat kerja-sama tersebut.
Beberapa hari kemudian beliau menelpon saya, diikuti beberapa kali pertemuan dan akhirnya tim kami dan tim beliau bertemu di kantor beliau. (Saya datang dengan Mas Indra S. Said yang saat itu sedang membantu kami cari pemodal untuk bangkit kembali dan satu sobat lain dari HOVERINDO.)
Pada rapat itu dengan pedenya beliau menyatakan bahwa HOVERINDO akan diikutkan dalam penelitan mengenai HOVERCRAFT yang akan dikerjakan oleh Balitbang Dephan.
Lho....., kami (HOVERINDO) yang sudah mendeliver HOVERCRAFT ke TNI AL, kok malah mau diikutkan pada timnya Balitbang Dephan yang baru mau akan mulai mengadakan penelitian??? Logikanya kok bisa terbalik-balik begini, sih....?!
"Kerja-sama" model begini ini mah tentu saja langsung kami tolak mentah-mentah.
Jawaban teka-tekinya muncul beberapa hari kemudian, ketika beliau menelpon saya kembali setelah penolakan kerja-sama dari pihak kami pada pertemuan di ruang rapatnya itu.
He he he....., proyek kerja-sama itu ternyata "...memang ujung-ujungnya duit...." (ini suweerrr adalah kata-kata beliau sendiri) karena dari Rp. 300 juta yang beliau janjikan itu 40% peruntukannya adalah untuk honor para ahli di pihak beliau!
Wuitttsss.......!
Kalau saya juga minta 40 % buat tim ahli saya di HOVERINDO supaya adli, maka biaya penelitiannya jadi tinggal 20 % atuhhh....!
Rp. 60 juta untuk penelitian dari total Rp. 300 juta yang dikeluarkan negara!!!"Penelitian"nya akan jadi seperti apa ya, hasilnya?
Jadi beliau butuh perusahaan kami itu rupanya sebagai legitimasi "proyek" institusinya.
Penelitiannya mah nggak penting-penting amat, karena memang bukan itu tujuannya! Yang penting uang negara bisa keluar dan ada "pertanggung-jawabannya"! (Disclaimer: Ini tebakan saya, karena tidak menemukan alasan lain lagi yang masuk akal!)
Paling top ketika ketemu pejabat penting berikutnya yang adalah tidak kurang dari Menristek Kusmayanto Kadiman himself, yang berhasil saya minta menyediakan waktu untuk menerima saya berkat jasa bantuan Mas Apam. (Saat menghadap Menristek ini saya didampingi juga oleh Mas Satyo Fatwan.)
Belum satu menit beliau melihat video demo ke lima HOVERCRAFT yang telah kami deliver ke TNI AL, beliau langsung menukas: "Ya ya ya...., saya sudah tahu mengenai HOVERCRAFT ini!" dan mulailah k.l. 45 menit kuliah umum mengenai nasib HOVERCRAFT kami ini.
(Panjang video demo itu k.l 8 menit, yang sudah diabaikan beliau sejak awal.
Tidak ingin tahu, tidak penasaran!)
"Waktu itu dalam suatu acara KASAL memang bilang sama saya, bahwa TNI AL sedang membeli HOVERCRAFT buatan dalam negeri. Beliau minta saya melihat pembangunannya dan minta bagaimana pendapat Kemenristek."
"Jadi saya kirim orang-orang saya untuk menyelidiki ke sana. Ternyata produksinya payah sekali! Masih berupa industri rumahan dan sama sekali tidak memenuhi syarat untuk bisa menghasilkan sebuah produk yang handal!"
"Maka saya bilang sama KASAL, itu bahaya sekali!
Kalau you beli satu mungkin tidak apa-apa. Tapi kalau beli banyak, you nanti akan dapat masalah!"
Masya Allah!
Di depan hidungnya itu video demo dari LIMA, BUKAN SATU HOVERCRAFT, masih belum selesai!
Demonya adalah bagaimana kemampuan HOVERCRAFT kami ini bekerja dan bermanoeuver seperti layaknya kendaraan yang sedang mendemonstrasikan kehandalannya!!!
"Lho, saya kok tidak pernah tahu kalau Kemenristek pernah datang ke pabrik kami, Pak?"
"Ya, you tentu tidak tahu, karena memang kami nggak bilang-bilang, kok!"
Wuitttsssss......????!
"Boleh saya minta hasil laporan orang-orang yang Bapak kirim ke pabrik kami?"
"Nggak, kita nggak bikin laporan seperti itu!"
Masya Allah lagi!
Seorang Menteri Riset dan Teknologi bilang ke KASAL TNI AL bahwa produk kami yang sedang dibeli TNI AL itu "payah" dan "bisa berbahaya", tapi tidak punya dokumentasi data pendukung statement beliau???
Padahal dalam "kuliah"nya saat itu beliau ini berulang-ulang menekankan bahwa dirinya adalah seorang birokrat!
Beliau bahkan tidak menyadari kadar keampuhan statement seorang Menteri RISET dan TEKNOLOGI terhadap seorang KASAL. Dan akibat ikutannya terhadap perusahaan kami, yang berdiri tanpa SESENPUN memakai uang negara!
Ibarat anak balita yang diberi mainan AK 47, tidak tahu berbahayanya "mainan' yang sedang dipegang-pegangnya ini! Begitu pula rupanya Pak Menteri tidak menyadari saciduh metu, saucap nyatanya, idu geninya fatwa seorang menteri!
"Kalau begitu, mengapa Bapak tidak segera memberi tahu kami akan kelemahan-kelemahan produk kami, sehingga kami bisa segera memperbaikinya?"
"You bayar berapa sama saya??!!!"
Wuittttssss......, saya hampir-hampir tidak bisa mempercayai seorang Menteri dengan latar belakang pendidikan yang sedemikian tinggi bisa bicara seperti ini!
Betul-betul tidak masuk akal!!!
Sungguh berkah saat itu saya didampingi oleh Mas Apam dan Mas Satyo.
Ketika menulis ini saya berdoa-doa bahwa sobat-sobat ini masih ingat kata per kata yang saya tulis kembali di atas ini.
Buat saya yang jadi sasaran tembak Pak Menteri mah, kejadian itu akan terbawa sampai mati, atuh!
Boro-boro lupa atau 'fade out', memori ini rasanya seperti baru terjadi kemarin pagi, kok!
Setelah menyelidikinya ke belakang, akhirnya saya tahu juga kapan Pak Menteri ini "mengirim orang-orangnya".
Orang-orang ini memang betul pernah datang berkunjung sebagai bekas teman kuliah Direktur Produksi kami.
Saya kebetulan memang sedang ada di pabrik, dan diperkenalkan Dirprod bahwa itu adalah teman-teman kulliahnya di ITB dulu. Mereka saat itu bekerja BPPT, mau kangen-kangenan dengan bekas teman kuliah yang sekarang jadi Direktur Produksi pabrik HOVERCRAFT!
Ha ha ha haaa......., problem is: Saat itu belum ada SATUPUN HOVERCRAFT kami yang sudah jadi! Kami bahkan masih baru pada tahap-tahap awal produksi!
Entah apa dasarnya sampai bisa-bisanya mereka melapor kepada bossnya betapa berbahayanya HOVERCRAFT kami itu!
Yang menyedihkan bagi saya, "orang-orang Menristek" ini rupanya belum pernah datang dan MASUK ke pabrik pesawat seperti FOKKER yang pesawatnya dulu banyak beterbangan di angkasa Indonesia!
Kelihatannya "orang-orang Menristek" ini hanya tahu pabrik-pabrik asembling mobil yang biasanya memang serba robot dan mesin-mesin otomatis!
Di pabrik-pabrik pesawat mah, apalagi yang canggih-canggih seperti pesawat Concorde dan pesawat ulang-alik atau yang paling modern sekarang ini, raksasa Airbus A 380, pengerjaannya ya "seperti industri rumah-tangga"!
Serba manual
TIDAK robotik!
Ya seperti di parik HOVERCRAFT kami itu lah!
Kembali ke laptop.
Anak-anak SMK Solo ini beruntung mereka membuat produksinya di jaman Dahlan Iskan sudah naik panggung, dan Djokowi jadi Walikota Solo.
Semua pasti sudah tahu bahwa kedua orang ini sama-sama tidak pernah mengambil gajinya sebagai pejabat negara.
Ini saja sudah membedakan antara kualitas pemimpin dan pejabat negara bibit unggul, dengan para pejabat negara lain yang berkualitas biasa-biasa saja. Apalagi kalau dibandingkan dengan mereka yang semakin tidak malu-malu lagi mempertontonkan sepak terjangnya yang sarat dengan kepentingan pribadi!
Saya menulis pengalaman di atas bukan untuk curcol. Bukan pula untuk "merusak nama baik" orang-orang yang saya tulis namanya itu. (Kalau nama baiknya rusak ya itu akibat perbuatannya sendiri, atuh. Wong semua itu kejadian nyata, kok!)Melainkan sebagai retropeksi, sekaligus bukti akan harapan seperti yang selalu diucapkan oleh Mas Hiram: Masa depan Indonesia yang gilang-gemilang.
Pada tahun 2005 lalu, lebih banyak pejabat yang berusaha mematikan HOVERCRAFT kami dengan banyak alasan (yang buntut-buntutnya duit, karena tidak sedikit yang lalu berselera tinggi buat mengimport HOVERCRAFT dari luar-negeri. Silakan ditebak sendiri mengapa!) dari yang kedengarannya ilmiah, sampai yang terang-terangan berusaha menyabot supaya produksi kami ini tidak jadi terwujud!
Tahun 2011 ini, lebih banyak bunyi positif yang kita dengar dari para pejabat spesies baru.
Komentar miring Gubernur Jateng Bibit Waluyo (yang memang punya ganjelan pribadi dengan Djokowi soal penggusuran eks Pabrik Es Saripetojo yang akan dibuat mall), Bupati Wonogiri Danar Rahmanto yang punya perusahaan karoseri tapi belum mampu berprestasi seperti anak-anak SMK tersebut, sekejap saja tenggelam dalam gegap-gempitanya sambutan positif dari segala lapisan masyarakat yang bangga akan prestasi ini dari seluruh penjuru tanah-air.
Semoga para pejabat yang berwenang untuk men"sertifikasi" di Jakarta seluruhnya sadar, bahwa kalau belum-belum produksi anak-anak ini harus memenuhi standar setinggi kelas Mercedez Benz atau BMW, maka jelas potensi putera Bangsa Indonesia tidak akan pernah bisa bangkit.

Copas dari status Alex Aan dari Basri hasan
 (dikutip dari posting/status Anton Dwisuno di Facebook, yang mengutip dari status Alex AAn, yang mengutip dari Basri Hasan)
dissy
Sent from beautiful INDONESIA®