Minggu, 04 November 2012

Geblek

Keunikan di Balik 'Geblek'

Penasaran kan dengan apa itu "GEBLEK", mendengar kata itu pun juga sangat asing bagi kebanyakan orang. Bahkan hampir keseluruhan malah tidak mengenal apa itu "GEBLEK". Mungkin mendengar namanya saja baru kali ini. Memang "GEBLEK" jarang orang yang mengenalnya, bahkan untuk sekedar tau saja jarang ada orang yang tau.

Niiiiiihh….. "GEBLEK" merupakan makanan khas dari Kulon Progo, Yogyakarta. Selama ini kita hanya mengenal makanan khas Yogyakarta itu dengan "Gudegnya" yang manis, bukan hanya gudeg saja namun kebanyakan makanan di Jogja itu terkenal manis-manis bukan? Namun di balik semua itu di daerah Kulon Progo yang masih termasuk dalam wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya DIY sebelah barat yang hampir perbatasan dengan Jawa Tengah terdapat sebuah makanan khas yang memang sangatlah unik. Yaitu "GEBLEK". Penasaran kan pastinya apa itu Geblek???? Karena dari namanya saja sudah unik bukan?

"GEBLEK" ini terbuat dari ketela pohon yang diolah sedemikian rupa sehingga bentuk dan rasanya pun bisa dikatakan unik. Entah itu yang rasanya asam, asin, manis, campur aduklah pokoknya. Yang pasti Geblek itu kenyal saat digigit. Selain rasanya yang unik, cara makannya pun juga unik loch. Geblek ini bisa dimakan langsung atau dengan makanan kecil lainnya. Selain itu geblek juga bisa dicocol dengan saus atau sambal, bisa juga dimakan dengan tempe. Namun dari kebanyakan orang biasanya makan 'GEBLEK' itu dengan dicocol saus, karena rasanya pasti ketambahan rasa pedas dari saus tersebut dan menambah keunikan rasa dari 'GEBLEK' itu sendiri.

Karena Geblek ini merupakan kategori makanan tradisional, maka makanan ini pun sulit ditemukan di pasaran. Geblek ini hanya bisa ditemukan di daerah Kulon Progo saja. Namun tidak semua tempat di Kulon Progo bisa ditemukan Geblek loch, karena geblek merupakan makanan tradisional yang sudah semakin langka keberadaannya. Hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi dari pemerintah maupun masyarakat terhadap makanan tradisional geblek tersebut agar bisa dikenal oleh masyarakat luas, dan tetap terjaga keberadaannya.

Selain itu, juga dikarenakan semakin majunya perkembangan zaman saat ini yang semakin pesat. Karena semakin banyaknya makanan yang serba instan saat ini juga membuat sebagian orang lupa akan makanan tradisional dari daerahnya sendiri. Namun jika dipikir-pikir, sebenarnya hampir keseluruhan dari bahan-bahan makanan tradisional tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Semua menggunakan bahan-bahan yang tradisional juga sehingga aman untuk dikonsumsi. Tetapi pada kenyataannya makanan tradisional malah semakin banyak terlupakan.

Karena semakin pesatnya perkembangan zaman saat ini membuat semua orang lebih suka apapun itu yang serba instan termasuk juga dalam hal makanan. Sehingga banyak juga makanan tradisional yang semakin tertinggalkan bahkan malah sudah terlupakan. Di sini peran pemerintah sangat diperlukan sekali untuk lebih bisa menjaga keberadaan dari makanan tradisional dan bisa dikenal oleh masyarakat luas, bahkan syukur-syukur kalau bisa sampai ke ranah internasional. Masyarakat juga harus berusaha untuk tetap bisa melestarikan juga, tidak hanya tergantung pada pemerintah saja. Namun jika keduanya antara pemerintah dengan masyarakat bisa untuk saling bekerjasama melestarikan dan menjaga keberadaan dari makanan tradisional tersebut, mungkin Indonesia ini juga bisa dikenal di dunia internasional karena keunikan dari makanan tradisionalnya yang masih tetap terjaga dan terawat serta dilestarikan keberadaannya. Jika wisatawan asing datang ke Indonesia jika disuguhi makanan seperti pizza, spageti, steak, sudah merupakan hal yang biasa, namun jika disuguhi makanan seperi kerak telor, rendang, pecel, dan "GEBLEK" mungkin itu malah bisa menarik wisatawan untuk kembali lagi ke Indonesia.

Seharusnya kita sebagai warga Indonesia bangga akan keanekaragaman budaya dari banyak daerah di Indonesia ini. Selain itu kita juga punya kewajiban untuk melestarikannya agar tidak punah dimakan oleh perkembangan zaman yang semakin modern seperti sekarang ini. Selain budaya yang perlu dilestarikan, seperti makanan tradisional pun juga harus dilestarikan dan tetap dijaga keberadaannya agar tidak punah karena semakin banyaknya makanan yang serba instan saat ini. Seperti makanan tradisional Geblek ini, dari sekian banyaknya masyarakat di Jogja ini yang kenal dan pernah makan Geblek bisa dibilang hanya 1/3 saja atau malah tidak menyampai 1/3nya dari warga Jogja. Hal itu dikarenakan hanya sedikit banget yang tahu tentang Geblek sebagai makanan tradisional dari Kulon Progo.

--

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar