Kamis, 16 Agustus 2012

Fwd: Membuka Kebohongan & Fitnah Ceramah R H Oma Irama tentang Singapura


From: Haryono



 

Membuka Kebohongan & Fitnah dari ceramah Rhoma Irama tentang Singapura

Oleh: Hans Liem | 10 August 2012 | 06:13 WIB

…..

BLA BLA BLA

Waktu tahun 72 saya pergi ke Singapura untuk mengikuti ASEAN Pop Festival.

Dan juara Pop Singer Asia Tenggara adalah Rhoma Irama.

Di sana saya ngobrol-ngobrol, saya diminta tolong sampaikan hati-hati bahayanya salah Gubernur,

saya khawatir Jakarta jadi Singapuranya Indonesia.

Dulu Singapura ini wilayah Malaysia, tapi setelah dikepung secara ekonomi, dikuasai secara politik,

maka Singapura memisahkan diri menjadi negara sendiri.

Negara yang tadinya wilayah Melayu jadi negara Cina, dari negara Muslim menjadi negara Kristen,

innalillahi.

Saya tahun 72 sudah diingatkan oleh Tengku Ghazali Ismail kasih tahu orang Islam hati-hati.

Maka ketika sekarang terjadi, saya merinding.

Jangan-jangan sinyalemen dari Ghazali Ismail sebentar lagi akan terjadi, kalau umat Islam tidak bersatu,

kalau umat Islam tidak menyadari hal ini, bukan mustahil sinyalemen Ghazali Ismail akan terjadi.

Begitulah sepenggal dari ceramah sang Haji yang dengan berapi-api mengkampanyekan calon

yang dijunjungnya.

Disini, saya tidak akan membahas soal ungkapan SARA yang dia ucapkan dalam ceramah yang

bersangkutan di salah satu mesjid di daerah Tanjung Duren  Jakarta Barat yang akhirnya

membuat beliau berurusan dengan Panwaslu berhubung karena sudah banyak yang membahasnya.

Di artikel ini saya ingin menunujukkan  dimana kebohongan lain yang beliau sampaikan dalam

ceramahnya didepan umat yang mendengarkan.

Saya akan coba memberikan fakta yang cukup sehingga janganlah ada yang dengan

mentah-mentah termakan hasutan dari berita-berita yang kebenarannya sangat diragukan.

Pada paragraf pertama saya memberi warna tebal di kalimat Singapura memisahkan diri menjadi

negara sendiri.

Disini RI berusaha menggiring pendengar khotbahnya untuk percaya seolah-olah etnis Cina

disana menguasai politik dan ekonomi di Singapura sehingga memberi kesan memberontak dan

akhirnya memerdekakan diri dari Malaysia.

Disini saya meragukan apakah Pak Haji ini mengerti sejarah Singapore dan Malaysia secara utuh

atau berimajinasi ?

Perlu diketahui penggabungan Singapura ke Federasi Malaysia hanya berlangsung kurang dari 3 tahun.

Yaitu dari tahun 1963 s/d 1965.

Dan sejak 1959 dengan kemenangan partai PAP pimpinan Lee Kwan Yew, Singapura berhasil

mendapatkan otonomi penuh dari Inggris dan Lee sendiri ditunjuk sebagai Perdana Menteri. 

Setelah medapatkan kemerdekaan penuh dari Inggris pada Agustus 31 1963, sesuai dengan

Referendum yang diadakan pada tahun 1962, rakyat Singapura memutuskan untuk bergabung

dengan Federasi Malaysia.

Ada-pun alasan penggabungan diri sbb:

Sebagai negara kecil, Inggris tidak yakin Singapura dapat berdiri sendiri dan mampu.
Sebagai negara kecil yang miskin sumber daya alam maka kemampuan untuk survive sangat kecil.
Para pemimpin Singapura saat itu membutuhkan dukungan Federasi Malaysia dalam menghadapi

Komunisme yang menjadi suatu problem yang besar karena pada dekade 50an telah terjadi berkali-kali

kerusuhan yang ditimbulkan oleh para komunis.

Kemudian, apa yang terjadi saat itu adalah penggabungan yang setengah hati yang pada akhirnya

hanya menimbulkan friksi yang berkepanjangan.

Partai UMNO yang terbesar di semenanjung Malaya tiba-tiba merasa mendapat saingan kuat dari

partai PAP.

Merasa semakin terancamnya partai tersebut, maka digalanglah sentimen rasialis yang berpuncak

pada kerusuhan Juli 1964 di Singapura yang menelan korban jiwa di kedua belah pihak.

Hasil investigasi dari kerusuhan rasial tersebut menghasilkan laporan yang berbeda:

Pihak Federasi Malaysia melalui Deputi Perdana Menteri Tun.Abdul Razak mengkambing hitamkan

Indonesia sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap kerusuhan tersebut.
Pihak Singapura menyalahkan kerusuhan ini ditangan UMNO.

Pada akhirnya tensi politik yang berseberangan antara dua partai ini mencapai puncaknya,

maka pada tahun 1965 parlemen Malaysia memutuskan secara sepihak dengan suara aklamasi

126 - 0 untuk melepaskan Singapura dari Federasi Malaysia.

Keputusan ini sangat memukul rakyat Singapura dan para pemimpinnya.

Karena disaat itu Singapura hanyalah suatu kota kumuh dan penuh dengan lahan datar yang

kosong dan tidak subur.

Setelah dipaksa berpisah atau dikeluarkan dengan paksa dari Federasi Malaysia,

mau tidak mau Singapura terpaksa berdiri sendiri sebagai negara baru yang diberi nama

Repulik Singapura.

Jadi alangkah salahnya RI mengatakan bahwa Singapura memisahkan diri sendiri.

Yang benar adalah Singapura dipaksa keluar dari Federasi Malaysia karena gesekan politik

dimana PAP berusaha memperjuangkan kesetaraan dan kesempatan sosial tiap-tiap individu

sedangkan UMNO berkeras untuk mempertahankan politik Bumiputera-nya.

Moment masa kegelapan dimana Singapura dipaksa keluar dari Federasi Malaysia dapat dilihat

dari link Youtube dibawah ini dimana PM Singapura Lee dengan derai air mata mengungkapkan

perasaannya terhadap keputusan tersebut.

Mungkin di dunia ini hanya ada satu-satunya negara yang DIPAKSA merdeka tanpa kemauan

dari pihak yang dimerdekakan !!

Dari link diatas dapatkah kita katakan bahwa rakyat Singapura terutama pemimpin-nya merasa

bahagia saat itu sebagai negara yg merdeka ?

Tentu TIDAK !!

Jadi secara jelas apa yang dikatakan RI adalah suatu KEBOHONGAN !!

Sekarang kita lanjutkan ke paragraph selanjutnya tentang pengakuan RI bahwa ada pembicaraan

antara dia dengan tokoh yang dinamakan Tengku Ghazali Ismail di tahun 1972.

Sepanjang penulusuran penulis ke berbagai referensi sejarah Singapura, tokoh yang dirujuk

oleh RI kalaupun sama dengan yang diketemukan oleh penulis adalah bernama lengkap

Mohammad Ghazali bin Ismail.

Beliau adalah tokoh penting di pergerakkan UMNO dan PAP di Singapura pada awal bergabungnya

Singapura ke Federasi Malaysia dan sampai memisahkan diri menjadi Republik.

Beliau, Ghazali Ismail besama Yacoob Mohamed adalah pemimpin dari partai UMNO Singapura

dan akhirnya memutuskan membelot ke partai PAP pimpinan Lee Kwan Yew.

Kepindahan disebabkan karena mereka terkesan dengan politik yang dijalankan Mr. Lee sangat

mengayomi kesetaraan rakyat Singapura termasuk etnis Melayu didalamnya.

Salah satu policy dari Mr.Lee adalah menghapuskan sekat-sekat ke-etnis-an.

Semua etnis diletakkan ke posisi derajat yang sama dan memiliki hak untuk mendapatkan

support dari pemerintah yang saat itu berupa kesempatan memperoleh tempat tinggal yang layak.

Perlu diketahui pula bahwa pada saat itu Ghazali Ismail menduduki jabatan anggota DPR untuk

wilayah Al-Juneid.

Posisi dia diangkat sebagai tokoh utusan tanpa perlu melalui pemungutan suara.

Dan jabatan rangkap yang diemban-nya adalah Sekretaris bidang politik di Departemen

Pendidikan Singapura.

Dalam sepak terjang beliau di kancah politik Singapura beliau adalah salah satu tokoh yang

disegani dan dihormati PM Lee dan bisa dilihat dari pidato October 1965 di link dibawah ini:

Beliau adalah seorang nasionalis sejati yang anti komunis serta berjuang demi bangsa dan

negara Singapura dan sangat bangga terhadap negaranya sediri, ini bisa dilihat dari 2

pidatonya dibawah ini:

Bahkan dimasa tuanya, beliau juga sempat menulis buku yang berjudul "Malaysian Malaysia"

ditahun 1990 yang berisi pokok pemikiran sebagai berikut:

"konsep kesamarataan seluruh rakyat Malaysia adalah tanpa mengira bangsa,

budaya dan agama, supaya mereka berhak memperolehi layanan yang sama,

menuntut hak yang sama, dan menikmati apa jua keistimewaan yang diberikan

kepada orang Melayu"

Jadi pertanyaan sekarang, siapakah tokoh Ghazali Ismail yang RI mengaku pernah diberi

warning oleh orang yang bersangkutan?

Yang pasti bukanlah tokoh nasionalis Singapura yang saya bahas diatas.

Mustahil sekali orang sekaliber Ghazali berpikiran picik.

Dan juga satu hal yang janggal, dengan jabatannya sebagai anggota DPR apakah

mungkin di tahun 1972 membahas masalah beginian dengan kelompok musik anak bau

kencur dan juga bukan warga negara Singapura ?

Apa urusannya dia yang bertugas di Departemen Pendidikan berurusan dengan kelompok

band ini ?

Dibawah ini akan saya tampilkan tabel demografi etnis dan kependudukan Singapore awal

kemerdekaannya sampai tahun 2001:

Dari tabel tersebut bisa dilihat secara jelas komposisi etnis dari Singapura yang mayoritas

Chinese dari sejak awal dengan komposisi persentase yang stagnan dari tahun ke tahun

dan demikian juga terhadap etnis Melayu. 

Dari sini dapat disimpulkan kalau apa yang dikatakan RI bahwa Singapura yang tadinya

wilayah Melayu jadi negara Cina adalah fitnah belaka !!!
Jadi, saran saya terhadap rekan-rekan pembaca supaya sangat jeli untuk tidak hanya

menelan mentah-mentah perkataan oknum yang tidak bertanggung jawab yang dengan

kebencian dan misi pribadi mengungkapkan fakta yang bohong dan fitnah yang keji.

Apalagi hal ini mengaitkan ke negara tetangga kita yang tidak ada hubungannya sama

sekali dengan Pilkada di DKI Jakarta.

Apakah kita tidak malu dan kehilangan muka dikancah perpolitikan dunia ?
Kepada Rhoma Irama yang notabene bertitel Haji dan mubaligh agama seharusnya insyaf

dan bermohon ampun dihadapan Allah Yang Maha Kuasa atas segala perkataannya

yang bernada fitnah dan kebohongan apalagi dilakukan dibulan yang suci yang penuh

kemenangan ini.
Referensi diatas disadur dari berbagai buku dan disertasi seperti :
* Singapore Malays: Being Ethnic Minority and Muslim in a Global City-State - By Hussin Mutalib, Hussin

* "Singapore: History, Singapore 1994″. Asian Studies @ University of Texas at Austin

*"Towards Self-government". Ministry of Information, Communications and the Arts, Singapore.

-  -Sekian   –

 

 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar