Rabu, 11 Juli 2012

fungsi perusahaan negara


From: "Suhardono"

- fungsi pertama perusahaan negara adalah untuk ketahanan nasional. 
- perusahaan negara harus ikut berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan 
- Fungsi perusahaan negara ketiga, menurut Dahlan, adalah sebagai kebanggaan nasional. 

Dahlan Janji di depan Ulama Tidak Akan Jual BUMN Kepada Asing

Tasikmalaya (SI ONLINE) -  Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan selama dirinya menjabat sebagai menteri, ia tidak akan menjual BUMN kepada pihak asing. Pernyataan itu dikeluarkan Dahlan di hadapan ratusan ulama dalam Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI Se-Indonesia ke-IV di Pesantren Cipasung, Singaparna, Tasikmalaya, Jumat sore (29/6/2012).

"Selama saya menjabat sebagai Menteri BUMN, saya tidak akan menjual BUMN kepada asing," kata Dahlan saat berbicara soal privatisasi BUMN. 

Bos Jawa Pos Grup itu hadir bersama Menteri Agama Suryadharma Ali. Selama 15 menit ia memperesentasikan mengenai perusahaan negara. Dahlan menjelaskan peran strategis perusahaan negara untuk kemajuan bangsa.

"Bicara soal dunia tidak boleh lebih lama dari bicara soal akhirat, lima belas menit saja. Pada ceramah ini saya ingin menyampaikan mengapa negara memiliki perusahaan negara," kata mantan Direktur utama PLN itu. 

Dahlan mengatakan fungsi pertama perusahaan negara adalah untuk ketahanan nasional. Sebab itulah kementerian yang dipimpinnya memiliki perusahaan-perusahaan yang membuat berbagai senjata seperti pembuatan tank dan peluru. "Namun ketahanan nasional juga harus dibarengi dengan ketahanan pangan," kata Dahlan yang mengaku dulu sekolah di Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah itu.

Ketahanan pangan sangat penting karena kekurangan pangan akan mengancam ketahanan nasional. Untuk itulah perusahaan negara harus ikut berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan. "Perusahaan negara harus ikut berperan di sini," katanya.

Dahlan mengatakan, telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan ketahanan pangan, misalnya saja meminta Bulog untuk meningkatkan pengumpulan beras dari petani. Selain itu, meminta pabrik gula meningkatkan terus produksinya. "Kita berharap produksi gula terus meningkat," katanya.

Dalam bidang ketahanan pangan, Dahlan juga akan mencoba meningkatkan peternakan sapi. Caranya adalah dengan meminta perusahaan negara yang bergerak di bidang kelapa sawit untuk beternak sapi. Hal ini karena daun sawit bisa digunakan untuk pakan sapi.

"Tahun lalu kita mengimpor 350 ribu sapi dan ini agak memalukan untuk negara agraris, untuk itu kita minta perusahaan negara menangani peternakan sapi," katanya.

Dahlan mengatakan, pemerintah juga akan mencetak lahan persawahan baru di kawasan Kalimatan. Persawahan baru ini untuk mengganti sawah-sawah yang habis untuk pemukiman dan kawasan industri. "100 ribu hektar sawah baru akan kita buat di Kalimantan Timur," katanya.

Dahlan menjelaskan, fungsi kedua dari perusahaan negara adalah untuk menciptakan lokomotif ekonomi di Indonesia. Untuk itulah bidang-bidang ekonomi yang belum bisa ditangani perusahaan swasta harus ditangani perusahaan negara. Misalnya saja pelabuhan, bandara dan jalan tol. "Kalau tidak nanti perekonomian tidak bisa jalan," ungkapnya.

Fungsi terakhir dari perusahaan negara adalah untuk kebangaan nasional. Pada tahap ini perusahan negara harus bisa menjadi perusahaan yang bisa dibanggakan dan bisa bersaing di tingkat internasional.

"Saat ini ada 6 perusahaan yang menjadi perusahaan tingkat dunia," katanya.

Fungsi perusahaan negara ketiga, menurut Dahlan, adalah sebagai kebanggaan nasional. 
 
    

--

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar