Sabtu, 30 Juni 2012

Jumat, 29 Juni 2012

Kuliner jemuwah bengi..


From: "endah martiningrum"

Mulih lembur semesteran, dipethuk mas pujo dan para bidadari....mampir sik lah....pelem gembading e juga pating grandhul....
*koq njuk kelingan gembadink sing kae ya..? Hiks!

--

Kamis, 28 Juni 2012

Cerita malam jumat

Suami : Bayi kita sudah tidur yang?
Isteri : Belum bang, agak susah tidur bayi kita ini..

Suami : Ndak apa apa, baru jam 10.
Abang mengaji dulu ya..

A'uzubillahi minas-syaitanir-rajim'...
Bismillahirrahmanirrahim......

Tiba-tiba...

Isteri : Abanggg.....Bayi dah tidur....
Suami : SADAQALLAHUL 'AZIM......^^


--

selingan...



kanca2ne jaran... ;-p

Rabu, 27 Juni 2012

Rung sido, kakeyan aturan


From: <anishariri@gmail.com>




Google Hadapi Hambatan Berinvestasi di Indonesia

Rabu, 27 Juli 2011 23:25 WIB | Dibaca 440 kali

Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan raksasa Google menghadapi hambatan dalam merealisasikan niatnya untuk berinvestasi di Indonesia, kata Kuasa Usaha Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Ted Osius, di Jakarta, Rabu.

"Menurut peraturan di Indonesia, jika Google ingin berinvestasi di sini perusahaan harus memindahkan pusat datanya ke Indonesia juga," katanya.

Hal ini menjadi hambatan bagi Google karena Indonesia masih memiliki beberapa kekurangan dalam hal infrastruktur dan suplai listrik.

"Bayangkan jika Google memindahkan pusat datanya ke Indonesia tetapi ada kemungkinan suplai listrik terganggu, hal ini bisa menyebabkan perusahaan kehilangan data-data berharga," katanya.

Ted menjelaskan, sebenarnya banyak perusahaan raksasa di bidang internet seperti Yahoo, Facebook dan Twitter yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia. Karena itu, ia berharap pemerintah Indonesia mencabut pertaruran mengenai pemindahan pusat data.

"Investasi Google di Indonesia akan menguntungkan rakyat terutama bagi kaum muda yang tertarik di bidang teknologi. Banyak sekali talenta-talenta di bidang teknologi di indonesia dan perusahaan seperti Google, Facebook dan yahoo ingin bekerja sama dengan mereka," kata Ted.

Ted menambahkan jika hambatan untuk investasi Google di Indonesia bisa diselesaikan secepatnya, Google akan membuat pengumuman resmi untuk melakukan bisnis di Indonesia bersamaan dengan datangnya Presiden AS Barack Obama ke Indonesia pada November mendatang.

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa mengatakan, sejak lama Google.Inc tertarik berinvestasi di Indonesia, namun niat itu tidak terlaksana sebab terkendala regulasi.

"Mereka melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat besar dan perkembangan industri telekomunikasi dan informasi disini sangat pesat. Hanya saja, Google tidak diberi kesempatan berinvestasi sebab terkendala regulasi yang dibuat pemerintah," kata Erwin.

Menurut Erwin, batalnya investasi google ini disampaikan dalam pertemuan dengan Chief Excecutive Officer (CEO) Eric Schmidt pada Sabtu (23/7) lalu di Nusa Dua Bali di sela acara Regional Entrepreneurship Summit, yang diselenggarakan Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI).

Ketua Umum Hipmi ini mengungkapkan bahwa petinggi Google tersebut datang ke Indonesia membagikan pengalaman pada Regional Entrepreneurship Summit yang juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton.

Dia juga mengatakan bahwa sebelumnya pemerintah menahan ekspansi Google melalui regulasi sebab dikhawatirkan akan menguasai pasar media di Tanah Air.

Erwin mengatakan, pihaknya sebenarnya mengharapkan agar Google bisa berinvestasi di Indonesia dan tidak sekedar membuka kantor di Indonesia.(*)


--

Sliramu ....



Sliramu .....

Ora enak mangan, tan kepenak turu
            Tetembangan kang endah, tan bisa krungu
            Nglakoni urip mung jalaran kudu
            Yen tak rasa sangsaya nglarakake atiku
            Ora ana liya……
            Mung anggonku mikirake sliramu 

Sak prene suwene anggonku nggoleki
            Parane sliramu, panglipur ati
            Tan leren ndedonga, awan klawan bengi
            Tan pedhot nyenyuwun marang Njeng Gusti
            Ora ana liya….
            Ngenteni sliramu kang bisa tak tresnani 

Babar pisan ora tak nyana
            Kaya sak njeroning ngimpi, tan kepara nyata
            Tan ketemu nalar, digagasa kaya ngapa
            Nganti sak ikiya, angel anggonku percaya
            Ora ana liya……
            Ing wayah kang wus sore, jebul sliramu teka 

Sliramu kang ndadekake sumringah
            Bakal tak eman, aja nganti pepisah
            Pepisahan kang marakake ilanging rasa bungah
            Nanging….marang Gusti aku mung pasrah
            Ora ana liya……
            Mung yen ta nganti sliramu owah

(klangenanku wus teka)

 

Life

"LIFE IS SO BEAUTIFUL"
*Hidup adalah tantangan, maka hadapilah.
*Hidup adalah anugerah, maka terimalah.
*Hidup adalah pertandingan, maka menangkanlah.
*Hidup adalah tugas, maka selesaikanlah.
*Hidup adalah cita-cita, maka capailah.
*Hidup adalah misteri, maka singkapkanlah.
*Hidup adalah kesempatan,maka ambillah.
*Hidup adalah lagu, maka nyanyikanlah.
*Hidup adalah janji, maka penuhilah.
*Hidup adalah keindahan, maka bersyukurlah.
*Hidup adalah teka-teki, maka pecahkanlah.
# 1 hal yg buat kita Bahagia adalah Cinta ♥♥
# 1 hal yg buat kita + Dewasa adalah Masalah
# 1 hal yg buat kita Hancur adalah Putus Asa
# 1 hal yg buat kita Maju adalah Usaha
# 1 hal yg buat kita Kuat adalah DOA
Cintailah dan Sayangilah Hidup Kita, maka
HIDUP pun akan Memberikan kepada kita
KEBAHAGIAAN.

pas kemaren dulu ke wonosobo.. macet di tanjakan.. manyuunnn

rusa

Untuk mbak endang dr mas ndon

Selasa, 26 Juni 2012

Bandeng kropok bumbu bali dan sup tomyam @ pintu tol ungaran (rmh mkn 4U) recommended,chef dr kampung laut

up close and personal

"Seperti batik, yang sudah terdaftar di UNESCO,"


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Selasa, 26/06/2012 15:14 WIB

Kemlu RI Sayangkan Komersialisasi Kebudayaan Indonesia di Malaysia

Sukma Indah Permana - detikNews

Jakarta - Kementerian Luar Negeri RI menyayangkan klaim dan komersialisasi aset Genetic Resources, Traditional Knowledge, and Traditional Cultural Expressions/Foklore (GRTKTCE/F) Nusantara oleh Malaysia yang sangat merugikan Indonesia. Untuk itu perlu ada database yang komprehensif untuk mencegah hal itu terus terjadi.

"Ini sangat disayangkan. Tentunya ini akan sangat merugikan Indonesia. Karena itu kami meminta aset budaya nasional kita tidak dipakai untuk mengambil keuntungan secara ekonomi," jelas Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional, Linggawaty Hakim dalam sambutannya di pembukaan International Symposium in Ensuring Protection for GRTKTCE/F, di The Padma Resort, Legian, Bali, Selasa (26/6/2012).

Linggawaty menambahkan bahwa GRTKTCE/F adalah aset nasional Indonesia yang erat kaitannya dengan sendi-sendi dasar kehidupan masyarakat Indonesia dan secara langsung bernilai strategis baik secara ekonomi, sosial, tradisi, kultur, maupun politik. Di mana nilai perdagangan dari pemanfaatan sumberdaya genetika di dunia mencapai angka USD 500 - 800 miliar per tahun. Untuk itu, penting bagi setiap negara untuk memiliki data base tentang budaya yang mereka miliki.

"Kita perlu memiliki database yang komprehensif dan terstruktur. Dan ternyata dalam rapat-rapat dengan kementrian-kementrian terkait, mereka sudah ada catatan tentang kebudayaan yang kita miliki. Legislasinya sudah ada, pencatatannya ada, tapi ya itu tadi belum komprehensif dan terstruktur," tambahnya.

Menurutnya, database ini nantinya diharapkan mampu ditindaklanjuti dengan aset tersebut ke UNESCO. Sehingga jika ada overlaping pencatatan kebudayaan di lebih dari satu negara, UNESCO bisa mengambil langkah investigatif untuk mengetahui asal usul kebudayaan tersebut.

"Seperti batik, yang sudah terdaftar di UNESCO," pungkasnya.

--

Senin, 25 Juni 2012

bayi sloth

Sapaku untukmu


Sediakanlah waktu untuk….
Berpikir, karena itulah sumber kekuatan
Bermain, itulah rahasia awet muda
Membaca, menjadi landasan kebijaksanaan
Berteman, jalan menuju kebahagiaan
... Bermimpi, itulah yang akan membawa anda ke bintang
Mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan
Lihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri
sendiri.
Dan sediakan waktu untuk tertawa, karena itulah musik jiwa.
( From the Rose – unknown )

Great morning all.....
Keep your spirits on, and have a blessed day!


Minggu, 24 Juni 2012

Tatoo



Pria setengah baya itu masih tampak gagah duduk
di atas motor gedenya. Puluhan nama perempuan
tertato rapi di sepanjang lengannya.
"siapa saja perempuan2 yg namanya ada di lengan
Bapak itu?" tanya salah satu asirten barunya.
"sebagian dr mereka adalah mantan2 pacarku,
sebagian lg mantan2 istriku, dan beberapa dari
mereka hanyalah pelacur jalanan."
"Apakah itu merupakan bukti cinta Bapak pada
mereka?"
"bukan. . . , ini hanya bukti betapa konyolnya
orang yg sedang jatuh cinta."

......




Seorang pencuri masuk rmh ...menemukan wanita, istri penghuni rumah..

Ketika melihat wanita tsb sedang tidur dgn daerah rawannya tersingkap, muncullah niat lain si pencuri...

Si pencuri narik golok dan ngancam si wanita:
"Jangan teriak, NYAWA ATAU NYAMAN??!!"
Si wanita ketakutan dan dgn nada lemas menjawab "NYAMAN AJA MAS..".

Setelah hal NYAMAN terjadi, si pencuri mo pulang, namun saat mo pakai pakaiannya,  goloknya tertinggal di samping si wanita dan si wanita lsg ngambil dan balik ngancam, "Mau ke mana..?
"Pulang.." jawab Pencuri

Lalu  si wanita  membentak,
"MAU PULANG ATAU NGULANG..?
KALO PULANG, SAYA TERIAKIN MALING NIH..!":

pнĭ°°:pнĭ°°:pнĭ °°
---


Gardu pandang


doa



"Do'a seorang muslim utk saudaranya yg dlakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah do'a yang akan dikabulkan.Di atas kepalanya ada malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa utk saudaranya dengan sebuah kebaikan,maka malaikat tersebut berkata "Aamiin" dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.
(HR.Muslim).

Media

uququl walidain




Haram Durhaka Kepada Kedua Orang Tua

Kategori Birrul Walidain

Jumat, 26 Maret 2004 21:26:52 WIB

HARAMNYA DURHAKA KEPADA KEDUA ORANG TUA

Oleh
Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Imam Bukhari meriwayatkan dalam Kitabul Adab dari jalan Abi Bakrah Radhiyallahu 'anhu, telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Arti : Sukakah saya beritahukan kpdmu sebesar-besar dosa yg paling besar, tiga kali (beliau ulangi). Sahabat berkata, 'Baiklah, ya Rasulullah', bersabda Nabi. "Menyekutukan Allah, dan durhaka kpd kedua orang tua, serta camkanlah, dan saksi palsu dan perkataan bohong". Maka Nabi selalu megulangi, "Dan persaksian palsu", sehingga kami berkata, "semoga Nabi diam" [Hadits Riwayat Bukhari 3/151-152 -Fathul Baari 5/261 No. 2654, dan Muslim 87]

Dari hadits di atas dpt diketahui bahwa dosa besar yg paling besar setelah syirik ialah uququl walidain (durhaka kepda kedua orang tua). Dalam riwayat lain Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa diantara dosa-dosa besar yaitu menyekutukan Allah, durhaka kpd kedua orang tua, membunuh diri, dan sumpah palsu [Riwayat Bukhari dalam Fathul Baari 11/555]. Kemudian diantara dosa-dosa besar yg paling besar ialah seorang melaknat kedua orang tua [Hadits Riwayat Imam Bukhari]

Dari Mughirah bin Syu'bah Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Arti : Sesungguh Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan minta yg bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah membenci padamu banyak bicara, dan banyak berta demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)" [Hadits Riwayat Bukhari (Fathul Baari 10/405 No. 5975) Muslim No. 1715 912)]

Hadits ini ialah salah satu hadits yg melarang seorang anak beruntuk durhaka kpd kedua orang tuanya. Seorang anak yg beruntuk durhaka berarti dia tdk masuk surga dgn sebab durhaka kpd kedua orang tuanya, sebagaimana Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Arti : Dari Abu Darda bahwasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak masuk surga anak yg durhaka, pe,imu, khamr (minuman keras) dan orang yg mendustakan qadar" [Hadits Riwayat Ahmad 6/441 dan di Hasankan oleh Al-Albani dalam Silsilah Hadits Shahih 675]

Diantara bentuk durhaka (uquq) ialah :

[1] Menimbulkan gangguan terhadap orang tua baik berupa perkataan (ucapan) ataupun peruntukan yg memuntuk orang tua sedih dan sakit hati.

[2] Berkata 'ah' dan tdk memenuhi panggilan orang tua.

[3] Membentak atau menghardik orang tua.

[4] Bakhil, tdk mengurusi orang tua bahkan lebih mementingkan yg lain dari pada mengurusi orang tua padahal orang tua sangat membutuhkan. Seandai memberi nafkah pun, dilakukan dgn penuh perhitungan.

[5] Bermuka masam dan cemberut dihadapan orang tua, merendahkan orang tua, mengatakan bodoh, 'kolot' dan lain-lain.

[6] Menyuruh orang tua, misal menyapu, mencuci atau menyiapkan makanan. Pekerjaan tersebut sangat tdk pantas bagi orang tua, terutama jika mereka sudah tua atau lemah. Tetapi jika 'Si Ibu" melakukan pekerjaan tersebut dgn kemauan sendiri maka tdk mengapa dan krn itu anak hrs berterima kasih.

[7] Menyebut kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang tua.

[8] Memasukkan kemungkaran kedalam rumah misal alat musik, mengisap rokok, dll.

[9] Mendahulukan taat kpd istri dari pada orang tua. Bahkan ada sebagian orang dgn tega mengusir ibu demi menuruti kemauan istrinya. Na'udzubillah.

[10] Malu mengakui orang tuanya. Sebagian orang merasa malu dgn keberadaan orang tua dan tempat tinggal ketika status sosial meningkat. Tidak diragukan lagi, sikap semacam ini ialah sikap yg amat tercela, bahkan termasuk kedurhakaan yg keji dan nista.

Semua itu termasuk bentuk-bentuk kedurhakaan kpd kedua orang tua. Oleh krn itu kita hrs berhati-hati dan membedakan dalam berkata dan beruntuk kpd kedua orang tua dgn kpd orang lain.

Akibat dari durhaka kpd kedua orang tua akan dirasakan di dunia. Dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Abu Daud dan Tirmidzi dari sahabat Abi Bakrah dikatakan.

"Arti : Dari Abi Bakrah Radhiyallahu 'anhu mengatakan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Tidak ada dosa yg Allah cepatkan adzab kpd pelaku di dunia ini dan Allah juga akan mengadzab di akhirat yg pertama ialah berlaku zhalim, kedua memutuskan silaturahmi" [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (Shahih Adabul Mufrad No. 23), Abu Dawud (4902), Tirmidzi (2511), Ibnu Majah (4211). Ahmad 5/36 & 38, Hakim 2/356 & 4/162-163, Tirmidzi berkata, "Hadits Hasan Shahih", kata Al-Hakim, 'Shahih Sanadnya", Imam Dzahabi menyetujuinya]

Dalam hadits lain dikatakan.

"Arti : Dua peruntukan dosa yg Allah cepatkan adzab (siksanya) di dunia yaitu beruntuk zhalim dan al'uquq (durhaka kepdada orang tua)" [Hadits Riwayat Hakim 4/177 dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu] [1]

Keridlaan orang tua hrs kita dahulukan dari pada keridlaan istri dan anak. Karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan anak yg durhaka akan diadzab di dunia dan di akhirat serta tdk akan masuk surga dan Allah tdk akan melihat pada hari kiamat.

Sedangkan dalam lafadz yg lain diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, Hakim, Ahmad dan juga yg lainnya, dikatakan :

"Arti : Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhu berkata, 'Telah berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, 'Ada tiga golongan yg tdk akan masuk surga dan Allah tdk akan melihat mereka pada hari kiamat yakni anak yg durhaka kpd kedua orang tuanya, perempuan yg menyerupai laki-laki dan kepala rumah tangga yg membiarkan ada kejelekan (zina) dalam rumah tangganya" [Hadits Riwayat Hakim, Baihaqi, Ahmad 2/134]

Jadi, salah satu yg menyebabkan seseorang tdk masuk surga ialah durhaka kpd kedua orang tuanya.

Dapat kita lihat bahwa orang yg durhaka kpd orang tua hidup tdk berkah dan selalu mengalami berbagai macam kesulitan. Kalaupun orang tersebut kaya maka kekayaan tdk akan menjadikan bahagia.

Seandai ada seorang anak yg durhaka kpd kedua orang tua kemudian kedua orang tua tersebut mendo'akan kejelekan, maka do'a kedua orang tua tersebut bisa dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebab dalam hadits yg shahih Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Arti : Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, 'Telah berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, 'Ada tiga do'a yg dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala -yg tdk diragukan tentang do'a ini-, yg pertama yaitu do'a kedua orang tua terhadap anak yg kedua do'a orang yg musafir -yg sedang dalam perjalanan-, yg ketiga do'a orang yg dizhalimi" [Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabaul Mufrad, Abu Dawud, dan Tirmidzi] [2]

Banyak sekali riwayat yg shahih yg menjelaskan tentang akibat buruk dari durhaka kpd orang tua di dunia maupun di akhirat. Ada juga kisah-kisah nyata tentang adzab (siksa) dari anak yg durhaka, dari kisah tersebut ada yg shahih ada juga yg dla'if (lemah). Diantara kisah yg dla'if yg sering dibawakan oleh para khatib (penceramah) yaitu kisah Al-Qamah yg durhaka kpd ibu sampai mau dibakar oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam hingga ibu mema'afkannya. Akan tetapi kisah ini dla'if dilemahkan oleh para ulama ahli hadits [3].

[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qolam - Jakarta]
_________
Foote Note.
[1] Hadits Riwayat Bukhari dalam tarikh dan Thabrani dalam Mu'jam Kabir dari Abu Bakrah. Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Kitab Al-Mustadrak dari sahabat Anas. Lihat Silsilah Shahihah No. 1120 dan Shahih Jami'us Shagir No. 137 dan 2810.
[2] Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (Shahih Adabul Mufrad No. 24, 372), Abu Dawud 1536, Tirmidzi 1905, 3448, Ibnu Majah 3826, Ibnu Hibban 2406, At-Thayalishi 2517 dan Ahmad 2/258, 348, 478, 517, 523. Lihat Silsilah Hadits As-Shahihah No. 596
[3] Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Thabrani dan Ahmad dgn ringkas dalam sanad ada Fayid Abul Warqa' dia matruk (Majmuz Zawaaid 8/148), kata Ibnul Jauzi, "Hadits ini tdk shah dari Rasulullah krn dalam sanad ada Fayid Abu Warqa" Imam Ahmad berkata, "Ia matrukul hadits", Ibnu Hibban berkata, "Tidak boleh berhujjah dgnnya". Kata Imam Abu Hatim, "Ia sering dusta" [Lihat Al-Maudluu'at, Ibnul Jauzi juz 3 hal 87]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=544&bagian=0

Sumber Haram Durhaka Kepada Kedua Orang Tua : http://alsofwah

http://blog.re.or.id/haram-durhaka-kepada-kedua-orang-tua.htm
--

Teh


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Isih sewu gelo

--

Sabtu, 23 Juni 2012

Tarzan yg galau

TARZAN :: sedang galau .... merasa hdiupnya
kesepian, walau sang monyet dgn setia selalu
menemaninya....
Monyet :: Boss.... Tarzan kenapa seminggu ini
murung ajha...
Tarzan :: Aku bosan hidup, sendiri... kepengen cari
perempuan buat teman hidup ...
Monyet :: Lalu apa yang harus kita lakukan bozz
Tarzan..??!!!
Tarzan :: justru itu yang membuat aku galau akhir-
akhir ini.....
SUATU HARI .... SEDANG ASIIK NYA MEREKA
MENAPI JEJAK DI DALAM HUTAN, TIBA-TIBA TARZAN
BERHENTI BERJALAN DAN MENGAMATI ADA BEKAS
TELAPAK KAKI MANUSIA ... LALU MEREKA
MENERUSKAN PERJALANAN DENGAN MENGIKUTI
JEJAK TELAPAK KAKI TERSEBUT .... LALU MEREKA
TERHENTI DAN MELIHAT SE ONGGOKAN tokai
( kotoran manusia = telek ) ..... Tarzan mengamati
dgn cermat sambil tersenyum-senyum dan
manggut-manggut ... lalu berteriak .. yess....
yessss..... sang monyet kebingung melihat polah
Bozz nya yg nampak begitu gembira hanya karena
seonggok telek....!!!!!
Monyet :: ada apa ... nampaknya Bozz sangat
gembira banget...??!!
Tarzan :: Tentu.. aku sangat GEMBIRA karena
sebentar lagi akan mendapatkan seorang wanita.....
Monyet :: Bagai mana si bozz bisa mengetahui ada
seorang wanita ....??!!
Tarzan :: Kamu perhatikan saja TELEK tsb.. amati
dgn cermat ....
Monyet :: aku tak memahaminya ..Bozzz....
Tarzan :: JELAAASSS..... ini TELEK dari seorang
WANITA, .... karena TELEK dan AIR KENCING nya
menjadi satu .... kalau ini COWOK pasti TELEK nya
KERING dan AIR KENCINGnya terPISAH jauh .......
Monyet ::
wkwkkwkwkkkkkkkkkk......qiqiqiqiqiqiiiqiiqiqiiiiiiiiiiiiiiii
Satu ilmu dari HUTAN telah kita peroleh DARI
tarzan ............. xixixixixiiiiiii.....

adi wisaksono

Google Maps dan Potret Ketertinggalan Infrastruktur Indonesia


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Google Maps dan Potret Ketertinggalan Infrastruktur Indonesia

Oleh: Sulistiyo Kadam | 23 June 2012 | 18:06 WIB


Aplikasi peta besutan Google, Google Maps, memang sangat membantu dalam menemukan suatu lokasi atau memberikan panduan arah. Anda hanya perlu memasang di perangkat gadget atau mengakses webnya. Saya sendiri paling sering menggunakannya untuk mempersiapkan rute-rute perjalanan terutama mencari arah dari satu tempat ke tempat lain. Untuk rute di berbagai kota besar dunia, aplikasi ini bahkan dapat dengan detail memberikan pilihan moda transportasi yang paling efektif lengkap dengan perkiraan waktu tempuh. Meskipun kita tidak dapat bergantung sepenuhnya, tetap saja Google Maps dapat diandalkan. Jika alternatif yang diberikan terkesan kurang masuk akal, baru saya mencari referensi lain.
Selain fasilitas itu, saya sering memanfaatkan Google Maps sebagai navigator. Dalam berbagai perjalanan aplikasi ini dapat memberikan petunjuk yang cukup akurat tentang arah yang harus dituju. Kita pun dapat mengetahui posisi berada dan memperkirakan jaraknya dengan berbagai spot lain.
Sekali waktu saat iseng menjelajahi aplikasi ini, saya menyadari bahwa Google Maps dapat memberikan gambaran yang nyata tentang ketertinggalan negara kita dibandingkan dengan negara tetangga. Yang saya bicarakan adalah citra infrastruktur jalan yang ditampilkan oleh Google Maps. Dari citra ini, saya sadar dan sedikit terhenyak karena ternyata jaringan jalan di negara-negara lain sekawasan jauh lebih maju. Dan saya rasa Andapun akan segera setuju dengan saya.
Silakan masuk ke aplikasi atau web Google Maps. Arahkan peta pada kawasan Asia Tenggara. Perhatikan guratan-guratan kuning di masing-masing negara. Kalau belum terlihat perbesar skala gambar. Guratan-guratan itu menunjukkan jaringan jalan. Semakin tebal guratan berarti semakin lebar jalan yang ada.
Kenyataan pahitnya adalah guratan-guratan di wilayah Indonesia tidak sebanyak di negara lain. Guratan dengan warna kuning tebal yang berarti jalan tol hanya terlihat di wilayah Jakarta dan sebagian Jawa. Sementara guratan berwarna kuning tipis terlihat cukup panjang di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, dan sebagian Sulawesi bagian selatan. Tapi tidak demikian dengan Kalimantan, Sulawesi bagian utara, Maluku, dan Papua yang wilayahnya nyaris terlihat putih polos. Menyedihkan.

Mari kita bandingkan dengan wilayah negara ASEAN lain. Wilayah Filipina terlihat lebih menyala dengan banyaknya guratan berwarna kuning tebal. Begitu juga dengan Malaysia dan Vietnam. Jaringan jalan di negara-negara ini terlihat lebih padat. Bahkan dengan Myanmar yang notabene merupakan negara tertutup dan lebih terbelakang, jaringan jalan di Indonesia terlihat kalah padat. Membandingkan dengan China dan Jepang rasanya masih terlalu jauh. Guratan kuning tebal di wilayah kedua negara tersebut sudah sangat padat.
Sebagai pelipur lara, sah-sah saja kita berpikiran mungkin saja citra yang ditampilkan oleh Google Maps kurang akurat. Atau mungkin saja jalan-jalan di Indonesia memang sempit dan tidak tergambar di peta meskipun sebenarnya panjang ruas jalan tidak kalah dari negara lain. Tapi pembenaran inipun tetap saja menyiratkan betapa negara lain dapat menyediakan infrastruktur jalan yang lebih lebar dan memadai.
Data Bank Dunia saya rasa bisa mengkonfirmasi parahnya ketertinggalan infrastruktur jalan di Indonesia. Indikator yang dapat digunakan adalah kepadatan jalan (road density) yang menunjukkan panjang jalan di area darat seluas 100 km persegi. Lagi-lagi indikator ini mengkonfirmasi betapa infrastruktur jalan di Indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan negara-negara lain.
Kepadatan jalan di Indonesia pada tahun 2009 adalah 25 artinya dalam wilayah Indonesia seluas 100 km persegi rata-rata terdapat jaringan jalan sepanjang 25 km. Bandingkan dengan kepadatan jalan di Singapore yang mencapai 473 km, Jepang yang mencapai 320 km, atau India yang mencapai 125 km. Mungkin perbandingan ini tidak apple to apple. Bagaimana kalau dibandingkan dengan China yang kepadatan jalannya mencapai 40 km, Filipina yang mencapai 67 km, atau Thailand yang mencapai 35 km. Indonesia adalah yang paling tertinggal. Kita mungkin hanya dapat bangga jika dibandingkan dengan Kamboja atau negara Afrika sekelas Nigeria yang kepadatan jalannya tercatat 21 km.
Memang indikator kapadatan jalan ini harus dikonfirmasi dengan angka kepadatan penduduk. Karena bisa saja jaringan jalan memang tidak dibangun untuk daerah-daerah yang tak berpenghuni. Namun tetap saja kecilnya kepadatan jalan di Indonesia menunjukkan luasnya wilayah yang belum terjangkau oleh infrastruktur jalan. Padahal jalan merupakan infrastruktur vital untuk meningkatkan kemakmuran rakyat.
Jalan tidak hanya menunjukkan bahwa perjalanan dari satu tempat ke tempat lain dapat dilakukan melalui darat. Panjang jalan bukan hanya ukuran apakah jumlah mobil yang ada dapat ditampung. Jalan merupakan akses ekonomi bagi ratusan juta penduduk Indonesia. Jalan diperlukan untuk mengangkut hasil-hasil pabrik di Jawa, hasil panen karet dan sawit di Sumatera, juga hasil tambang di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Jalan membuka akses penduduk pada kehidupan yang lebih baik. Kalau jaringan jalan terbatas bagaimana negara dapat memakmurkan rakyatnya?

--

Hidup Bagaikan Sebuah Buku……


Hidup Bagaikan Sebuah Buku……by Jingga Des
(Sharing dari Sahabat)

Hidup manusia itu seperti sebuah buku.
Halaman depan adalah tanggal lahir, halaman belakang adalah tanggal
pulang.
Tiap lembarnya adalah tiap-tiap hari dalam hidup kita.
Ada buku yang tebal, ada buku yang tipis.
Ada buku yang menarik dibaca, ada yang tidak sama sekali.
Sekali menulis tidak akan pernah berhenti sampai selesai.
Hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman
selanjutnya yang putih, bersih, baru dan tiada cacat.
Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin, Allah SWT selalu
menyediakan hari yang baru dalam hidup kita setiap harinya,
memperbaiki kesalahan kita, melanjutkan alur cerita yang sudah
ditetapkan Nya untuk kita masing-masing.

Mari kita nikmati dan kita isi hidup kita dengan hal-hal yang baik dan
jangan lupa selalu bertanya kepada Allah SWT tentang apa yang harus
ditulis di tiap-tiap harinya, dengan hati yang tulus bersimpuh dan
berdoa.

"Betapapun kulukiskan keagungan Mu dengan deretan huruf,
Kekudusan Mu tetap meliputi semua arwah,
Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna akan lebur, mencair,
di tengah keagungan Mu, wahai Rabb ku"

"Dan, bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap
kepadanya. Maka, berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat kebaikan)" (Qs.
Al Baqarah: 148)

May Allah bless our Life always
Kullu 'ammin wa antum bikhair

amin..

Awas! Merokok Rusak DNA


From: Haryono


LifeStyle Sun, 23 Jan 2011 12:10:00 WIB

Efek buruk merokok ternyata berlangsung sangat cepat.
Dalam hitungan menit, bagi mereka yang pertama kali menghisap, rokok mengakibatkan kerusakan gen yang berkaitan dengan kanker.

"Dampaknya sangat cepat sehingga sama dengan menyuntikkan zat itu langsung ke dalam aliran darah," tulis peneliti dalam jurnal kajian Chemical Research in Toxicology, yang diterbitkan American Chemical Society.

Studi itu menjadi yang pertama untuk melacak bagaimana zat pada tembakau mengakibatkan kerusakan deoxyribonucleic acid (DNA) manusia.
DNA adalah sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap organisme.
DNA umumnya terletak di dalam inti sel.

Penelitian dilakukan pada 12 orang perokok.
Para ilmuwan melacak polutan yang disebut PAH (polycyclic aromatic hydrocarbons), di dalam asap tembakau.
Polutan sejenis dapat ditemukan di pembangkit listrik bertenaga batu bara juga makanan yang dipanggang pada barbecue.

Zat phenanthrene pada asap rokok ternyata membentuk bahan beracun yang mengakibatkan mutasi penyebab kanker.
"Perokok mengembangkan tingkat maksimum zat itu dalam kerangka waktu yang bahkan membuat terkejut para peneliti tersebut: cuma dalam waktu 15-30 menit setelah relawan mengakhiri merokok," kata studi itu, dikutip AFP.

Pemimpin studi yang didanai National Cancer Institute itu, Stephen Hecht, mengatakan, ini mestinya menjadi peringatan bagi bagi mereka yang ingin atau tengah berencana mulai merokok.

Terlebih, 90 persen kematian karena kanker paru-paru disebabkan asap rokok.
Sementara penyakit mematikan ini menewaskan 3.000 orang di seluruh dunia setiap hari.
Kanker paru-paru ditandai adanya pertumbuhan jaringan abnormal pada paru-paru.
Jika dibiarkan dapat menyebar ke organ lain.

Pada stadium dini, kanker paru-paru sulit dikenali mengingat umumnya tidak menimbulkan keluhan yang berarti.
Bila ukuran kanker membesar dan menjalar ke organ lain,
barulah akan muncul keluhan, seperti batuk darah, sesak napas disertai suara mengi.

Gejala lain yakni hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan secara drastis, kelemahan tubuh (malaise), mudah lelah, pembengkakan di muka, leher, dan dada.
Tak ada salahnya untuk mencegah sejak dini.
Anda yang ingin mulai merokok, berfikirlah ulang!  (ant/CN16) Sumber: _SuaraMerdeka_

--

Jumat, 22 Juni 2012

“Semua Ada Hikmahnya”: Ridha Sebagai Sumber Kebahagiaan (2) oleh Haidar Bagir


From: hernowo hasim

"Semua Ada Hikmahnya": Ridha Sebagai Sumber Kebahagiaan (2)
Oleh Haidar Bagir
 
 
Allah menciptakan alam semesta ini bersumber pada sifat kasih sayang-Nya. Karena itu, alam ini dirancang sedemikian rupa sebagai ciptaan terbaik-Nya. Dengan kata lain, sifat aslinya adalah memberikan kebaikan setinggi-tingginya dan kebahagiaan bagi penghuninya. Sebagai konsekuensinya, Dia membentangkan kemungkinan jalan—termasuk jalan keluar dari kesulitan—sebanyak-banyaknya, bahkan tak terbatas. Alam ini adalah himpunan jalan-jalan dan kesempatan ke arah kebaikan tertinggi, kesempurnaan, dan kebahagiaan manusia.
 
Maka, jika suatu saat kita sedang menjalani suatu keadaan, melalui salah satu jalan-Nya, maka kita perlu ingat bahwa jalan yang sedang kita lalui itu adalah hanya satu di antara banyak jalan-Nya yang tak terbatas. Kalau dengan melalui jalan itu kita dapat mencapai kebaikan yang kita kejar itu,alhamdulillah. Kalau tidak, di sekeliling jalan kita itu tersedia jalan-jalan lain untuk menuju kepada kebaikan dan kebahagiaan yang kita cari. Jadi, jika kita tidak berhasil dengan satu jalan, kita hanya perlu pindah lintasan. Inilah makna pernyataan "semua ada hikmahnya." Karena, bukan saja kebaikan yang kita kejar masih dapat kita rengkuh lewat tak terbatas jalan alternatif, "kegagalan" kita justru membuat kita makin berpengalaman, makin pintar, dan makin matang. Sehingga kemungkinan besar, kita justru akan menemukan jalan kebahagiaan yang lebih baik ketimbang jika upaya kita sebelumnya berhasil (tidak gagal).
 
Ini juga sebabnya keadaan seperti ini terkadang disebut "blessing in disguise". Atau, terkadang kita diajar, every cloud has its silver lining. Padahal sebenarnya, bahkan tak ada kebaikan yang in disguise, malah tak ada awan yang hitam, yang ada hanya langit yang cerah tapi terselimuti air, kebaikan dan berkah—mesti saya tulis, kebaikan-kebaikan, dalam jumlah tak terbatas—yang nyata, hanya saja kita belum menyadarinya sampai setelah kita mentok dengan jalan yang sedang kita tempuh.
 
Ini pula makna dari ayat-Nya:
 
"Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya bersama kesulitan itu (juga) ada kemudahan." (QS Alam Nasyrah: 5-6)
 
Para ahli tafsir, berdasar kenyataan bahwa Tuhan perlu mengulang dua kali ayat yang sama seraya menggunakan kata sandang definitif (definite article) "al" ("the") untuk "kesulitan" ('usr) di kedua ayat itu dan tak menggunakannya untuk kata "kemudahan" (yusr), menunjukkan bahwa ayat tersebut harus dipahami sebagai: "Bersama kesulitan yang sama ada lebih banyak kemudahan."
Inilah sebenarnya makna positif cobaan, ujian, dan musibah. Dia adalah bagian kasih sayang-Nya, atau cara-Nya dalam membukakan jalan baru kepada kita. Tinggal bagaimana kita selalu bersikap positif dalam melihat keadaan apa pun. Tidak frustrasi, tidak juga putus asa, melainkan bersabar dan terus mencoba, mencari jalan-jalan lain menuju kebahagiaan kita, yang telah disediakan-Nya untuk kita.
 
Selanjutnya ada berkah. Kata "berkah" berasal dari kata bahasa Arab "barakah". Kata ini terkait erat dengan sifat dasar Tuhan sebagai yang pengasih dan penyayang. Bahwa, ketika Tuhan memberi kebaikan, maka dia menawarkan kebaikan yang tidak terbatas. Sedemikian sehingga barakah biasa diterjemahkan sebagai ziyadah al-khayr (tambahan atau keberlimpahan kebaikan). Bukan saja dalam setiap kebaikan ada kelebihan-kelebihan dari yang tampak, tapi juga ia memiliki potensi untuk bersama kita dalam waktu yang lama, berkelanjutan.
 
Memang, Tuhan telah merancang alam semesta ini dengan memenuhinya dengan kebaikan yang tidak terbatas, dari jumlah, jenis, dan waktunya. Di alam semesta ini, kebaikan ada secara tidak terbatas, memenuhi apa saja yang ada di dalamnya, dan berkelanjutan sejak awal penciptaan hingga akhirnya. Jika ada yang membatasinya, atau memutusnya, maka itu adalah manusia itu sendiri. Manusialah, yang dengan berbagi sikap dan cara-pandang negatifnya—tidak persisten, frustrasi, bersangka-buruk pada alam ciptaan, kufur (ingkar) pada kasih sayang-Nya yang menyebabkan hilangnya berkah ini.
 
Maka, bukalah hati kita untuk kebaikan Tuhan yang tak terbatas ini. Dulukan berprasangka baik agar kebaikan selalu tampak dalam apa saja yang datang kepada kita. Bersabar dan bersyukurlah, maka kebaikan akan terus menyertai kita: datang dalam banyak muka, dan ada terus dan tinggal di sini bersama kita.
 
Jika sudah begini cara pandang kita, maka tak ada lagi yang tidak baik di alam semesta ini. Termasuk musibah dan bencana. Dia harus ada demi kebaikan-kebaikan itu. Tanpa keburukan—persisnya, apa yang kita anggap buruk—kebaikan tak akan nyata. Tanpa kesulitan—atau yang kita anggap sebagai kesulitan—kemudahan akan tersamarkan. Tanpa kesedihan, bagaimana kegembiraan dan kebahagiaan akan lahir? Alam ini tak akan tercipta jika tak ada apa-apa yang kita sebut sebagai keburukan itu. Maka, tak bisa lain, "keburukan-keburukan" itu menjadi latar belakang yang di atasnya kebaikan-kebaikan itu terproyeksikan, menjadi bagian tak terpisahkan dari kebaikan dan, karena itu, juga merupakan pewujudan kasih sayang-Nya.
 
Inilah alasan Nabi Saw. menyatakan: "Jika Tuhan mencintai hamba-Nya, maka Dia akan menurunkan cobaan baginya." Yakni, diuji kemanusiaannya sehubungan dengan kemuliannya sebagai makhluk yang dicuptakan atas citra-Nya. Baru setelah diuji, dan lulus, maka sesungguhnya dia siap untuk men-tapsegala kebaikan dan berkah-Nya. Kalau belum, atau belum lulus, jangan-jangan dia selama ini barulah sampai pada tingkat manusia-hewan pengumbar nafsunya belaka. Dia, kemungkinan besar, gembira dalam hidupnya minus kepedulian terhadap manusia lain, yang mungkin menderita. Empatinya belum lagi terasah, jiwanya belum matang, hidupnya masih dangkal. Di atas semua itu, dia belum benar-benar merasakan kebahagiaan karena belum lagi pernah merasakan keadaan-keadaan yang sebaliknya, tempat kebahagiaan-kebahagiaan dapat terproyeksikan.
 
Mari kita berusaha 'menikmati' cobaan, belajar mematangkan diri dengan-Nya. Toh, Dia juga yang mengaturnya, Dia yang sifat dasar-Nya adalah cinta dan kasih sayang, yang sudah berjanji tak akan membebani kita dengan ujian yang tak sanggup kita tanggung.[]

UanG...





Apakah Anda termasuk orang yang "takut" mengeluarkan uang?

Misalnya, Anda punya uang Rp 5 juta.


Anda sebenarnya ingin sekali membeli sebuah smartphone baru karena milik Anda yang lama sudah hampir rusak.


Tapi, anda tidak jadi beli karena merasa sayang akan uang anda.


Seandainya anda beli, apa yang akan terjadi?


Anda mendapatkan hp smart yang anda idamkan & sekaligus mendorong pergerakan ekonomi.


Bayangkan, jika misalnya Anda beli smartphone di sebuah toko milik Acong maka ia bisa membayar karyawannya, menciptakan lapangan kerja baru dll.


Kata Russell Brunson (Internet marketer) yang pernah memutuskan untuk membeli rumah mewah.


Orang bertanya, "Buat apa membeli rumah semewah itu? Itu tidak adil sementara banyak orang miskin di sekitar!".


Dengan membeli rumah mahal tersebut, maka Russell bisa membantu si penjual rumah utk menciptakan lebih banyak pekerjaan.


Anda tak bisa terus menyimpan uang Anda seperti Mr. Chapman.


Scarcity thinking atau berpikir langka justru akan mengekang diri Anda.


Tapi sebelum Anda "menghamburkan" uang lebih banyak, harap Anda mengingat kembali kutipan dari Robert T. Kiyosaki ini:


"Money without financial intelligence is money soon gone".


Uang tanpa pengetahuan finansial akan cepat hilang.
Bukan "mindless spending" yang harus Anda lakukan, tapi Anda juga perlu tahu terlebih dahulu bagaimana mengatur keuangan yang benar.


Sudah seharusnya uang berputar mengikuti hukum sirkulasi / hukum sebab akibat  / apapun Anda menyebutnya.


Selamat Pagi...


Senyumlah....



Senyumlah engkau...
Karena sesungguhnya di sana ada yg mencintaimu, menjagamu, menolongmu, memperhatikanmu, mendengarmu & melihatmu.. Dialah ALLAH!
Tidaklah Allah mmberimu kesedihan, kecuali utk memberimu kebahagiaan setelahnya.
Tidaklah Allah mengambil sesuatu darimu kecuali utk memberi sesuatu yg lain.
Tidaklah Allah menjadikanmu menangis kecuali agar kamu tertawa setelahnya.
Tidaklah Allah mengharamkan sesuatu atasmu kecuali utk memberi keutamaan padamu. Tidaklah Allah memberikan ujian padamu kecuali krn Dia mencintaimu...
(Ibnul Qayyim Rahimahullah)

Have a blessed and wonderful day..!
Sugeng makarya...barakallahu..aamiin

Udang Galah ..



Maknyus ...
Hmm...

guyonan dari FB...



mesakke sing terharu... :(

--

IMG00107-20120622-1321.jpg


From: <djuliadi55@gmail.com>

Jangan pengin nggih Kung!?

Kamis, 21 Juni 2012

Terimakasih Ya Allah...



Jika saat ini kita diberi ujian yang berat
ingatlah segala nikmat yang telah diberikan Tuhan
kepada kita semua umat manusia
mungkin kita begitu sering melupakannya,
bahkan kita tidak menyadarinya.

Udara yang kita hirup, kehangatan cahaya mentari,
air yang menghilangkan dahaga, darah yang masih mengalir,
lambung yang masih mencerna dengan baik,
ginjal yang mampu membersihkan darah,
hati yang mampu menawarkan racun

dan segala nikmat Tuhan lainnya
yang tak akan mampu kita hitung
yang tak akan mampu kita bayar
dengan apa yang kita miliki

Sahabat
Apakah ada alasan untuk tidak bersyukur?
Dan apakah ada alasan untuk mengeluh?

Katakanlah, " Terimakasih ya Allah^^"

Semoga kesabaran, keikhlasan, keteguhan iman,
dan niat yang suci selalu menyertai hati kita
dalam keindahan perilaku yang kita sajikan untuk sesama..

Sugeng enjang...sugeng makarya...mugi tansah linuber ing kaberkahan lan karaharjan...aamiin..

Renungan Kamis malam ...



Nasihat Khusus Untuk Suami / Malam Jum'at

Wahai para suami!

1.    Apa yang memberatkanmu—wahai hamba Allah—untuk tersenyum di hadapan istrimu ketika masuk menemuinya, agar engkau memperoleh ganjaran dari Allah Ta'ala?

2.    Apa yang membebanimu untuk bermuka cerah ketika melihat istri dan anak-anakmu, padahal engkau akan mendapatkan pahala karenanya?

3.    Apa sulitnya apabila engkau masuk ke rumah sambil mengucapkan salam secara sempurna: "Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh," agar engkau memperoleh tiga puluh kebaikan?

4.    Apakah yang menyusahkanmu jika engkau berkata kepada istrimu dengan perkataan yang baik, sehingga dia meridhaimu, sekalipun dalam perkataanmu tersebut agak sedikit dipaksakan?

5.    Apakah menyusahkanmu—wahai hamba Allah—jika engkau berdo'a: "Ya Allah. Perbaikilah istriku, dan curahkan keberkahan padanya?"

6.    Tahukah engkau bahwa ucapan yang lembut merupakan sedekah?

7.    Apa yang memberatkanmu untuk membawa hadiah (oleh-oleh) untuk istri dan anak-anakmu ketika engkau pulang dari safar?

8.    Luangkan waktumu untuk menemani istrimu membaca al-Qur-an, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan mendatangi majlis ta'lim (majelis ilmu) yang mengajarkan al-Qur-an dan as-Sunnah menurut pemahaman para Sahabat.

9.    Tahukah engkau wahai hamba Allah, bahwa jima' (ber­setubuh) akan mendatangkan ganjaran dari Allah? Bahkan Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:

(( مِنْ أَمَاثِلِ أَعْمَالِكُمْ إِتْيَانُ الْحَلَالِ – يَعْنِى النِّسَاءَ. ))

"Di antara amal perbuatan kalian yang paling utama adalah mendatangi (bersetubuh) yang halal, yaitu dengan istri-istri kalian."

[Hadits shahih: diriwayatkan oleh Ahmad (IV/231), Abu Nu'aim dalam Hilyatul Auliya' (II/26, no. 1391), dan ath-Thabrani dalam al-Mu'jamul Kabiir (XXII, no. 848). Lihat: Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 441
--------

Pendidikan Mempunyai Kekuatan Utk Mengubah Dunia


From: <syauqiyahya@gmail.com>


Sedikit Renungan Mengenai Esensi Pendidikan

.Kamis, 03 Mei 2012 17:17 WIB ⁠  

Chikita Rosemarie*

"Education is the most powerful weapon which you can use to change the world." (Nelson Mandela)

Pada tanggal 2 mei 2012, Negara kita tergabung bersama ke dalam suatu selebrasi, yakni selebrasi akan keberadaan sesuatu yang secara konstitusional dikatakan sebagai salah satu dari Hak Asasi Manusia, yakni "Pendidikan". Ya, benar, pada hari Selasa tanggal 2 Mei 2012 ini, kita semua secara bersama-sama merayakan Hari Pendidikan Nasional, atau apa yang sering disingkat menjadi "HarDikNas".

Sebuah selebrasi yang meriah, karena tak dapat dipungkiri hampir setiap individu pasti pernah mengenyam proses pendidikan, baik formal maupun non-formal dan informal. Apalagi bila kita menempatkan pendidikan pada artian yang lebih umum, di mana merujuk pada suatu proses sosialisasi nilai dan pembelajaran. Pendidikan adalah suatu hal yang begitu dekat dengan kita. Namun, apakah kita semua telah benar-benar memaknai esensi dari pendidikan itu sendiri?

Sosiolog Emilie Durkheim, dengan perspektif fungsionalnya melihat bahwa pendidikan memiliki fungsi untuk mentransmisikan nilai dan norma ke dalam diri individu sehingga masyarakat tersebut bisa bertahan. Hasil dari penyelenggaran pendidikan dalam hal ini adalah Keteraturan Sosial. Pemahaman akan pendidikan yang seperti inilah yang pada akhirnya membentuk suatu sistem pendidikan yang cenderung kaku, yang selama puluhan tahun dilaksanakan oleh institusi-institusi pendidikan di seluruh dunia.

Berbeda dari Durkheim yang merupakan seorang fungsionalis, Peter L. Berger sebagai seorang konstruktivis melihat pendidikan merupakan suatu bagian dari proses sosialisasi. Selebihnya, proses tersebut merupakan bagian dari apa yang disebut Berger sebagai konstruksi sosial.

Berbeda dengan Durkheim yang melihat bahwa pendidikan sebagai sarana dalam membentuk keteraturan sosial, Berger melihat bahwa pendidikan merupakan cara dalam mensosialisasikan atau menginternalisasikan nilai-nilai yang perlu disampaikan kepada individu tanpa harus melupakan hakekat individu yang berkehendak bebas. Seorang individu dapat menerima serta menyaring apa yang ia dapatkan melalui proses sosialisasi sesuai dengan hakekat dirinya, yang pada akhirnya merupakan partisipan aktif dalam membentuk nilai-nilai obyektif di masyarakat.

Perspektif konstruktivis ini melihat pendidikan sebagai model yang tidak terlalu kaku seperti perspektif fungsionalis. Pendidikan memang ada sebagai suatu proses penanaman nilai-nilai, namun tidak mengharuskan seorang individu membuang hakekat dirinya demi suatu kolektivitas yang kaku. Pemikiran yang demikian semakin berkembang dengan adanya tokoh seperti Paulo Freire yang banyak memberikan kritikan pada sistem pendidikan di era modern. Freire, yang berasal dari Brasil melihat bahwa pendidikan di daerah asalnya tidak memihak pada mereka yang tertindas, melainkan menjadi "alat penindas" yang mengeksklusi mereka. Pada konteks Negara Brasil pada masa hidup Freire, pendidikan dirasa tidak memihak kaum miskin yang pada masa itu memiliki jumlah yang signifikan.

Apa yang terjadi pada masyarakat Brasil pada masa hidup Freire tentunya menjadi hal yang juga banyak dirasakan oleh masyarakat secara global. Pendidikan, di luar dari peranannya sebagai sarana sosialisasi yang sifatnya luas hanya dapat melebarkan sayapnya bagi kalangan tertentu saja, yakni mereka yang memiliki modal sosial, kultural, dan ekonomi yang memungkinkan mereka untuk dapat memperoleh pendidikan.

Dengan berdasarkan pada latar belakang tersebut, Freire akhirnya menekankan bahwa pendidikan seharusnya merupakan "a practice of freedom" atau praktek pembebasan, di mana secara sederhana dapat diartikan bahwa pendidikan dapat memberikan nilai-nilai yang membebaskan menusia dari belenggu ketidakadilan. Freire melihat bahwa pada kenyataannya, pendidikan seringkali justru menjadi alat penindas baru, dan hal inilah yang dengan tegas dikritik oleh Freire.

Selebihnya, Freire juga menjadi salah satu pionir dalam mengembangkan Pedagogi Kritis (Critical Pedagogy). Dalam pemikirannya mengenai pedagogi kritis, Freire menambahkan bahwa pedagogi (yang secara sederhana biasa kita definisikan sebagai metode maupun praktek belajar mengajar) bukan semata-mata sebagai metode yang diberikan secara merata kepada seluruh siswa/I, namun merupakan praktek politik dan moral yang memberikan pengetahuan, keterampilan, serta relasi sosial yang dibutuhkan seorang manusia dalam menjalani perannya sebagai warga negara. Singkatnya, Melalui pendidikan, individu belajar untuk menjadi partisipan yang aktif dan kritis dalam praktek demokrasi dan kewarganegaraan pada umumnya.

Berangkat dari pemikiran Freire yang demikian, maka kita semua pun harus dapat melihat pendidikan secara multi-dimensional. Pendidikan harus dapat menanamkan nilai-nilai keterbukaan, toleransi, dan pluralisme. Khususnya apabila pendidikan tersebut diselenggarakan pada konteks negara demokrasi. Alhasil, kebebasan yang dimaksudkan oleh Freire sendiri bukanlah suatu kebebasan yang sembarangan dan tanpa arah. Kebebasan yang perlu dikedepankan dalam pendidikan adalah suatu kebebasan yang bertanggung jawab, di mana hakekat seorang manusia yang memiliki status dan peran secara sosial, dan merupakan bagian dari suatu negara demokrasi juga perlu dikedepankan.

Pertanyaan selanjutnya yang kemudian bermunculan mengarah pada keluwesan dari pendidikan itu sendiri. Karena apabila pendidikan memang memiliki peranan besar dalam proses demokrasi dan kewarganeraan, pada prakteknya pendidikan cenderung menjadi bersifat kaku, bahkan birokratis dan apabila mengutip Freire, "membelenggu manusia". Dalam hal ini, kita semua dapat menghela nafas lega, karena seyogyanya pendidikan pun tidak dapat kaku dan menekan, karena nilai-nilai dari demokrasi dan kebebasan yang bertanggung jawab sendiri tidaklah kaku dan menekan.

Pendidikan yang baik harus dapat membuahkan integrasi atau persatuan bagi Bangsa dan Negara, tanpa melupakan indentifikasi individu di dalamnya. Individu yang terlibat dalam praktek pendidikan harus tetap dapat mengekspresikan identitas diri, talenta, wacana, serta segala aspirasi yang menunjukkan diri mereka sebagai individu yang kritis dan memang memiliki kapabilitas untuk secara aktif terlibat dalam praktek demokrasi yang bersifat transformatif dan progresif. Identifikasi individu merupakan salah satu unsur penting dalam pendidikan. Karena tanpa adanya identifikasi individu, proses pengembangan pribadi tidak dapat berjalan. Selanjutnya, tanpa adanya proses pengembangan pribadi yang baik, inovasi-inovasi yang dapat membangun bangsa akan mengalami stagnansi.

Maka dari itulah, mengingat pentingnya pendidikan bagi keberlangsungan Bangsa dan Negara, penyelenggaraan pendidikan yang baik dalam suatu Negara pun membutuhkan kerjasama yang sinergis antara stakeholder-stakeholder yang ada di masyarakat. Kemajuan berbagai sektor yang ada di masyarakat, mulai dari sosial, budaya, ekonomi, teknologi, dan lain-lain tergantung dari penyelenggaraan pendidikan yang baik.

Walaupun begitu, patut diingat pula bahwa pendidikan sendiri merupakan hak serta sarana pengembangan manusia, dan bukan semata-mata alat untuk menghasilkan faktor produksi baru bagi pasar. Ketika pendidikan cenderung dikedepankan pada pencetakan individu-individu yang dapat menjadi faktor-faktor produksi baru, pendidikan sama saja dengan dijadikan alat oleh sistem kapitalistik untuk menindas masyakarat. Hal ini juga tidak sesuai dengan harapan kita semua akan pendidikan  yang memiliki potensi dalam memunculkan inovasi-inovasi baru. Karena sesuai dengan kutipan dari tokoh revolusi Afrika Selatan Nelson Mandela yang disertakan pada bagian awal tulisan ini, pendidikan memiliki kekuatan untuk mengubah dunia. Tentunya, apabila proses pedagogi yang ada di dalam pendidikan benar-benar dapat diselenggarakan dengan tepat.

Akhir kata, sesuai dengan harapan yang kita semua miliki terkait dengan pendidikan di era modern, saya hanya berharap supaya bagaimanapun wajah pendidikan di Indonesia sekarang, hal tersebut akan terus berproses menuju arah yang lebih baik. Pendidikan yang transformatif dan progresif, di mana dapat menyesuaikan diri dengan konteks perubahan sosial menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan pendidikan. Kerjasama yang sinergis dari seluruh elemen masyarakat atau stakeholder menjadi kuncinya. Tentu saja, ditambah pula dengan keberadaan pendidik-pendidik dengan kepekaan sosial, integritas, serta daya transformasi dan progresifitas yang tinggi. Sesuai dengan apa yang pernah dikemukakan oleh penulis terkemuka  C.S. Lewis, "The task of the modern educators is not to cut down jungles, but to irrigate deserts."

 

*Penulis adalah generasi kedua yang menjabat sebagai Kepala Yayasan Citra Indonesia (Citra Indonesia Foundation), sebuah yayasan pendidikan berbasis di Indonesia yang memayungi Sekolah Citra Indonesia (Citra Indonesia School) yang memberikan edukasi dari level Kelompok Bermain sampai dengan Sekolah Menengah Pertama sejak tahun 1992. Dengan latar belakang ilmu Sosiologi dari Universitas Indonesia, penulis juga berprofesi sebagai analis, aktivis, peneliti, serta penulis untuk ranah sosial dan budaya. kontak: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Lumba2

Rabu, 20 Juni 2012

Seekor burung

.Seekor Burung dan Sakaratul Maut
Sebuah pesantren di daerah Jawa Tengah
memberikan cerita hikmah untuk kita semua.
Ceritanya dimulai beberapa tahun yang lalu saat
pengurus pesantren tersebut tepatnya pemilik
pondokan (sebutan sebuah pesant...ren)
memelihara seekor burung beo.
Beo merupakan jenis burung yang paling cerdas
menirukan... suara-suara manusia selain burung
kakak tua. Bertahun-tahun Kiai mengajarkan
sebuah kalimat kepada beo itu. Kalimat yang sering
kita baca dalam sholat. kalimat tauhid,
"Laillahaillallah Muhammadarrasulullah" terus
diajarkan kepada beo. Hingga begitu lancarnya di
lafadzkan oleh burung beo.
Selama beberapa lama pondokan diramaikan
kalimat tauhid yang di ucapkan si burung beo.
Memberikan suasana dzikir para santri semakin
berwarna.
Ada kebanggaaan sendiri melihat seekor burung
bersuara kalimat tauhid.
Pada suatu hari ketika Pemilik Pondok itu terlelap
tidur sangkar burung terbuka dengan waktu yang
sama, seekor kucing sedang mengendap dan
menunggu masa untuk menangkap burung itu,
ketika terlelap si Kucing telah mengambil
kesempatan untuk menerkam burung itu..
Pemilik Pondok terkejut mendengar suara ribut
burung Beo yg kesakitan digigit, pemilik pondok
bangun dan mengusir kucing itu, dan mencoba
menyelamatkan burung itu, malangnya burung Beo
itu telah lemah akibat gigitan kucing tadi. Burung
itu mengerang kesakitan dipangkuan Pemilik
Pondok sampai terdiam. tidak bernyawan.
Dengan rasa sedih pemilik pondok menanam
Burung Beo yg telah mati, Dia sangat kehilangan
burung Beo yg selalu menjadi penghibur hatinya
selepas lelah mengajar..
Semejak kematian burung Beo, Pemilik pondok
selalu diam dan termenung hingga menimbulkan
tandatanya pada para santrinya...Para santri datang
menanyakan kenapa Guru begitu sedih sekali
setelah kematian burung Beo? Apakah Guru terlalu
sayang pada burung Beo hingga menyebabkan
guru bersedih? tanya salah satu santri..
Pemilik Pondok menjawab "Kesedihan terhadap
kematian burung Beo tidak sampai sesedih itu, tapi
Guru memikirkan betapa burung itu mampu
berkata Tauhid dengan baik walau tidak memahami
apa yg disebutkannya..
Coba kalian bayangkan burung itu setiap hari
dimulutnya mengucapkan kalimat Tauhid" Tetapi
disaat kematiannya, dia hanya mengerang
kesakitan dan tidak menyebut kalimat Tauhid yg
selalu diucapkannya sewaktu hidup,..
Dari peristiwa itu saya berpikir,..Apakah saya juga
akan begitu disaat sakaratul maut nanti. Walaupun
saya sering mengajarkan kalian ilmu Al-Qur'an, kita
sering ber'ibadah, tetapi saya amat takut tidak bisa
mengucap kalimat Syahadat.."Apakah saya mampu
menahan sakit sakaratul maut hingga lupa
mengucap kalimat Syahadat disaat akhir hidup
saya nanti"
Barulah Para Santri tau, kenapa Pemilik Pondok
(GURU) sering termenung selepas kematian burung
Beo nya itu...
Jika Guru yg banyak Ilmu dan Amalan juga risau
akan tiba sakaratul Maut...
Coba Pikirkan Bagaimanakah kita?...
Sudahkah kita dalami Syahadat dengan ilmu yg
cukup?..
Sudahkah kita tunaikan tuntunan-tuntunan
Syahadat itu?..
Sudahkah kita sempunakan Syahadat dengan amal
dan ketaatan dengan secukupnya?...
Sudahkan kita meninggalkan perkara-perkara yg
merusak Syahadat kita?..
Ataukah kita tidak pernah mau berpikir dan tidak
ambil peduli dengan Syahadat yang ada pada
kita?...
Dan tidak pernah berpikir Apakah kita mampu
mengucapkan kalimat Syahadat itu nanti ketika kita
sedang bergelut dengan sakitnya sakaratul Maut?..
Saat-saat terak'hir kita didunia untuk menuju alam
pembalasan " Beramal dan Ber'Doalah untuk saat
yang PASTI itu..
Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan HUSNUL-
KHaTIMAH (akhir yg baik)
dan Jangan KAU Akhiri Hidup Kami dengan SUU-
UL-KHATIMAH (akhir yg buruk)...
Aamiin Ya Rabbal'alamiin...

---
---
Sent by WhatsApp

adi wisaksono

Hmm...


From: "endah martiningrum"

Kupat tahu pak Pangat Magelang...dengan mas Zu dan nyonya, juga mbarepnya ccm...hehee...
Memburu enthog goreng udah tadi pagi, dinikmati bersama ragilnya mas zu...:)

--

MasKung ..nakal!



JANGAN SEPELEKAN PRIA TUA !!! :p
-----
Pada suatu sabtu sore seorang pria tua masuk ke toko berlian dgn menggandeng seorang wanita muda sexy.

"Kamu punya koleksi cincin berlian spesial?", tanyanya pada pemilik toko.

Pemilik toko memilih sebuah cincin dengan berlian cukup besar, "Ini spesial, harganya 25 juta".

"Anda tidak mengerti, aku menginginkan yang benar-benar spesial untuk wanita spesial di sampingku ini", kata si pria tua.

Pemilik toko mengambil koleksi sebuah cincin dengan berlian besar bersinar, "Yang ini yg paling spesial yang saya punya. Harganya 200 juta".

Si wanita terlihat sangat antusias dan gembira, matanya berbinar melihat cincin berlian itu.
Tangannya lebih lekat menggandeng si pria tua.

"OK, sy rasa cukup spesial. Begini, sy akan bayar dgn cek. Dan sy tau anda perlu memastikan cek saya itu ada isinya. Jadi, anda bisa simpan dulu cek dan cincinnya. Anda cairkan senin. Kalau sudah cair baru saya akan ambil cincinnya".
Pemilik toko setuju.

Senin pagi, ketika dia cairkan ternyata cek itu kosong. Dia tlp si orang tua, "Pak, cek anda ternyata kosong. Anda tidak bisa ambil cincinnya."

Terdengar jawaban kalem si orang tua, "Tidak apa. Sepertinya memang rekening saya tidak ada dananya. Yang penting saya telah menikmati 2 malam yang dahsyat ."

---
Hehehe...

Apa Pun Kedoknya, Malaysia Tidak Tepat


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Wamendikbud: Apa Pun Kedoknya, Malaysia Tidak Tepat

Aditya Revianur | Tri Wahono | Dibaca : 1426 kali

Rabu, 20 Juni 2012 | 16:49 PM

Staf pengajar UGM Wiendu Nuryanti menjadi Wakil Menteri Pendidikan Kebudayaan
Photo: KOMPAS/ALIF ICHWAN

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti menilai tindakan Pemerintah Malaysia mendaftar kebudayaan asal negara lain, termasuk dari Indonesia, sebagai tindakan yang tidak mendasar.

"Inventarisasi yang dilakukan oleh Malaysia adalah perbuatan klaim atas budaya Indonesia atau non-Indonesia. Dan, dasar acuan Pemerintah Malaysia dalam melakukan inventarisasi tersebut tidak tepat," kata Wiendu di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/6/2012).

Malaysia, menurutnya, tidak hanya melakukan inventarisasi atas budaya Indonesia, tetapi juga budaya India dan Tionghoa seperti Barongsai. Langkah Malaysia tersebut dengan melakukan inventarisasi lebih lanjut, menurutnya, adalah tindak pengakuan apa pun kedoknya.

Ia mengakui budaya sejatinya tidak dapat dibatasi oleh wilayah administratif karena eksistensi dari budaya pasti akan menembus batas-batas administratif itu sendiri. Namun, identitas budaya yang harus dipahami Malaysia.

"Budaya itu dinamis. Namun demikian, budaya tersebut tetap menyangkut asas identitas dan identitas tersebut memiliki asal-usul," ujarnya.

Wamendikbud mengatakan, pihaknya akan mendesak Pemerintah Malaysia untuk memberikan penjelasan tertulis mengenai rencana pengakuan atas tari Tor-Tor dan Gondang Sambilan. Terkait hal tersebut, Wamendikbud menjelaskan bahwa Malaysia juga hendak melakukan pengakuan atas tari Epin, rendang, gamelan, dan cendol.

Wamendikbud menyadari bahwa yang dilakukan Pemerintah Malaysia tersebut sesuai dengan undang-undang yang berlaku di sana.

Oleh karena itu, menyikapi hal tersebut, Kemendikbud akan melakukan inventarisasi atas hasil budaya Indonesia yang merupakan kekayaan kebudayaan agar nantinya negara lain tidak melakukan klaim atas budaya Indonesia.

--

Wani pora

Jakarta Macet, SBY & Foke Digugat


From: "Suhardono"

http://oto.detik.com/read/2012/06/19/133311/1945020/1207/jakarta-macet-sby-foke-digugat

Berikut 8 tuntutan tersebut yang dimohonkan ke majelis hakim:

1.Menambah jumlah angkutan umum yang ada saat ini.
2.Menaikkan pajak kendaraan bermotor dengan sangat tinggi, baik itu roda empat maupun roda dua milik pribadi.
3.Menaikkan tarif parkir di pinggir-pinggir jalan di Jakarta dan melarang parkir seluruh kendaraan di badan jalan.
4.Menertibkan (sterilisasi jalan) parkir liar yang ada di ruas-ruas jalan di Jakarta.
5.Melarang seluruh pedagang kaki lima, untuk berjualan di trotoar atau di pinggir jalan-jalan utama di Jakarta.
6.Melarang angkutan umum berhenti (ngetem) di pinggir jalan untuk menaikkan atau menurunkan. penumpang, kecuali memang tersedia tempat yang diperuntukan untuk hal tersebut.
7.Pembatasan kendaran bermotor berdasarkan usia kendaraan.
8.Moratorium kendaraan baru di wilayah Jabodetabek selama 6 sampai 12 bulan ke depan.

Selasa, 19/06/2012 13:33 WIB
Jakarta Macet, SBY & Foke Digugat
Andi Saputra - detikOto

Jakarta - Kemacetan Jakarta dinilai sudah memasuki ambang tak bisa ditoleransi. Alhasil 2 warga Jakarta menggugat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur Jakarta Fauzi Bowo lewat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) dengan model citizen law suit (CLS).

"Pagi ini akan digelar sidang lanjutan dengan agenda pembuktian dari pihak tergugat, yaitu Presiden dan Gubernur," kata seorang penggugat, Ngurah Anditya saat berbincang dengan detikcom, Selasa (19/6/2012).

Dalam gugatannya mereka meminta majelis hakim menghukum SBY dan Foke segera membuat kebijakan konkret mengatasi macet. Sebab kemacetan Jakarta dinilai telah membuat pemborosan bahan bakar, kelelahan fisik, stres, tidak nyaman, terpotongnya jam kerja, lingkungan yang tidak bersih dan banyak lagi persoalan sosial lainnya.

Dalam sehari, sedikitnya total warga Jakarta mengeluarkan uang Rp 155 miliar atau setara dengan Rp 55 triliun per tahun untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) guna menjalankan kendaraan pribadinya.

Tidak terima dengan kondisi di atas, Agustinus Dawarja dan Ngurah Anditya menggugat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Gubernur Jakarta Fauzi Bowo lewat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

"Tuntutan kami yang pertama adalah SBY dan Foke menambah jumlah angkutan umum yang ada saat ini," kata penggugat Ngurah Anditya.

Berdasarkan data yang didapat dari Ditlantas Polda Metro Jaya dalam sehari ada 11.362.396 unit kendaraan yang beredar di Jakarta. Jika satu kendaraan menghabiskan 3 liter bensin premium, maka dalam satu hari warga Jakarta 'membakar uang' sebesar Rp 153.392.346.000.

"Dengan demikian jika dihitung selama 1 tahun maka jumlah penggunaan bahan bakar minyak kendaraan bermotor menjadi Rp 55, 988.206.290.000," beber Ngurah.

Dari uang yang dibakar tersebut, Pemda DKI Jakarta mengantongi bagian 10 persen dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang ditetapkan dalam UU No 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

"Maka setiap tahunnya Foke mendapatkan pemasukan atau keuntungan sebesar Rp 5,5 trilun," tandas Ngurah.

Selain itu, gara-gara macet, dalam setahun warga Jakarta hidup di jalan selama 1 bulan. "Kami serius. Data yang kami peroleh berdasarkan data Ditlantas Polda Metro Jaya," tambah Ngurah Anditya.

Dalam data tersebut dihitung-hitung waktu yang terbuang percuma oleh masyarakat untuk bermacet-macet di jalanan. Berdasarkan rata-rata waktu tempuh pengguna jalan pada waktu berangkat kerja dan pulang kerja yaitu selama 1,5 jam.

"3 jam itu jika dikalikan 5 hari kerja lalu dikalikan 4 minggu dalam satu bulan, hasilnya masyarakat menghabiskan 60 jam setiap bulan untuk hidup di jalanan," ujar Ngurah.

Lantas jika dihitung dalam 1 tahun maka artinya 60 jam dikalikan 12 bulan. Sehingga hasilnya 720 jam warga Jakarta harus dihabiskan di jalanan atau setara dengan 1 bulan.

"Selanjutnya jika dalam 1 hari waktu efektif kerja adalah 8 jam, maka 720 hari dibagi 8 jam kerja hasilnya setara dengan 3 bulan hari kerja efektif," beber Ngurah berapi-api.

Bagaimana jika warga yang menghabiskan waktunya 5 jam sehari hanya untuk berangkat-pulang ke tempat kerja? Berapa lama dia harus hidup di jalan dalam setahun?

"Kami menawarkan 8 tuntutan, tapi itu hanya alternatif. Jika majelis hakim memiliki pendirian lain, kami meminta putusan yang seadil-adilnya," ujar Ngurah.

Berikut 8 tuntutan tersebut yang dimohonkan ke majelis hakim:

1.Menambah jumlah angkutan umum yang ada saat ini.
2.Menaikkan pajak kendaraan bermotor dengan sangat tinggi, baik itu roda empat maupun roda dua milik pribadi.
3.Menaikkan tarif parkir di pinggir-pinggir jalan di Jakarta dan melarang parkir seluruh kendaraan di badan jalan.
4.Menertibkan (sterilisasi jalan) parkir liar yang ada di ruas-ruas jalan di Jakarta.
5.Melarang seluruh pedagang kaki lima, untuk berjualan di trotoar atau di pinggir jalan-jalan utama di Jakarta.
6.Melarang angkutan umum berhenti (ngetem) di pinggir jalan untuk menaikkan atau menurunkan. penumpang, kecuali memang tersedia tempat yang diperuntukan untuk hal tersebut.
7.Pembatasan kendaran bermotor berdasarkan usia kendaraan.
8.Moratorium kendaraan baru di wilayah Jabodetabek selama 6 sampai 12 bulan ke depan.
 
    
   

Apakata Anis

Hanya berdasar riset NGO fundforpeace.org, Koran
Kompas bikin headline 'Posisi Indonesia
Memburuk' (indeks negara gagal). Padahal,
jurnalisme sepatutnya lebih berperan untuk
menebar optimisme, ketimbang hanya gemar
menyebar pesimisme. Bukan anti-kritik, tapi
sepatutnya sesekali juga menampilkan HL yg
positif. Bersikap positif dan optimistis akan
semakin membuat bangsa ini maju ...

bayi gajah

Selasa, 19 Juni 2012

Tertawalah....ngguyu-a......



Tertawa...Obat Mujarab Penghilang Rasa Sakit Berharga Murah


REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Ingin terbebas dari rasa sakit? Tertawalah
bersama rekan-rekan Anda. Tawa yang tulus dan spontan menghasilkan zat
kimia serupa opium yang akan membajiri otak sehingga mampu mereduksi
rasa sakit, demikian hasil penelitian di Inggris.

Dalam penelitian itu, sejumlah responden diminta menonton dua tayangan
televisi yang bertolak belakang, yaitu acara humor mulai dari Mr bean
hingga miniseri Friends. Yang lain menonton acara 'serius' macam golf
dan program kehidupan di alam liar.

Tes lainnya dilakukan atas responden lain di  Edinburgh Fringe
Festival, dimana mereka menonton acara komedi secara langsung atau
drama teatrikal.

Pada saat yang sama, mereka diukur tingkat resistensinya terhadap rasa
sakit.

Hanya dalam 15 menit, mereka yang tertawa mampu mentoleransi rasa
sakit hingga 10 persen dibandingkan mereka yang tak tertawa. "Mereka
yang tertawa sekitar tiga kali atau lebih menunjukkan toleransi yang
tinggi pada rasa sakit," kata Robin Dunbar, pimpinan the Institute of
Social and Cultural Anthropology pada University of Oxford yang
memimpin penelitian.

Proteksi atas rasa sakit datang dari endorfin, suatu senyawa kimia
yang kompleks yang membantu mengirimkan pesan antar neuron, yang
menumpulkan sinyal sakit secara fisik dan psikologik. Endorfin yang
dihasilkan saat tertawa juga bisa dihasilkan saat fisik melakukan
olahraga seperti berlari, berenang, dan yoga.

--

kotak yang ditengah bisa dibikin diem ga ya?

Senin, 18 Juni 2012

Patut di baca





Dapat dari seorang teman yang membagikan kisah dalam bentuk link...

Bagi para pria yang masih punya istri yng cantik dan anak yang lucu2..

kasihi lah mereka dengan segenap hatimu..

Kisah berikut dibawah sungguh sangat menyentuh,betapa pentingnya peranan istri dan
anak2 di samping kita

http://yuliaipe.blogspot.com/2012/03/sebuah-kisah-untuk-direnungkan.html?m=1


Patut di baca


--

paidi dan hiu paus

Sambel petey.....



From: hadi aka ghedak

 

Cocok gk nih bwt si oren.......

kodok bal2an

Telo Godog..


From: <tommihernowo@gmail.com>

Pesenku akhirnya keturutan ..telogodog!

Ada ide ..dicampuri opo wae sih supaya lebih maknyus ..

Yg skrg cuma asin2 manis je ...

Pak Adi peg kantor pos akmil yg baru

Minggu, 17 Juni 2012

Kisah 2 pria





Kisah 2 orang pria yang akan menuju sebuah lembah yang indah & subur, namun mereka harus melalui sebuah hutan yang sangat lebat ke sana.

Jalan yang harus ditempuh gelap & penuh halangan, tapi jika sampai maka semua akan terbayar.


Kedua pria tsb memulai perjalanan secara bersama² di pagi hari.


Lama kelamaan, pria pertama menjadi semakin tidak sabar karena sulitnya medan yang ditempuh.


Dia memutuskan untuk secepat mungkin sampai ke lembah.
Ia tak peduli semak belukar atau tanaman² tajam yang harus ia hadapi.


Ia terus saja menerjang, meskipun semua badannya menjadi sakit.


Ia pun berlari secepat mungkin, sehingga temannya tertinggal.


Setelah perjuangannya menembus hutan, ia pun akhirnya sampai di lembah tujuannya, meski sekujur tubuhnya sakit.
Orang² di sekitar lembah pun memutuskan untuk menolong & merawatnya.


Sementara pria kedua masih berada di belakang.


Apa yang dilakukannya?


Ternyata ia menggunakan kampak untuk memotong semak belukar & tanaman yang mengganggu di sepanjang jalannya menuju lembah.


Meskipun butuh waktu lebih lama, ia memilih untuk mempermudah jalan untuk dirinya sendiri sekaligus bagi orang lain yang nantinya ingin menuju ke lembah.


2 hari dia lewati & akhirnya ia sampai ke lembah yang dimaksud.


Sesampainya di sana, ia pun bertemu temannya yang terbaring sakit.


Keesokan harinya, pria yang membuat jalan di hutan tadi kemudian langsung bisa bekerja bersama penduduk di sana, sementara temannya masih tak bisa berbuat apa-apa.


Banyak orang mulai berdatangan ke lembah yang indah tersebut melewati jalan yang telah dibuat oleh pria kedua tadi.


Moral cerita 

Ada dua jalan mengarungi kehidupan.
Pertama seperti yang dilakukan pria pertama tadi yang hanya memikirkan diri sendiri untuk sampai ke tujuan & kemudian perjalanannya berakhir, atau seperti pria kedua yang mau membuka jalan untuk orang lain, sehingga mereka mendapat berkah dan manfaat dari apa yang telah ia lakukan.


patung batu


From: teguhris

nek karo iki atos ndi yoo..??   (minta maaf bagi yang tidak berkenan..)

Sabtu, 16 Juni 2012

PeSaWaT




---------- Forwarded message ----------



Just Joke
(Jangan simpan di hati)

Sebuah pesawat barang militer yang sedang terbang di atas pemukiman penduduk tiba-tiba kehilangan daya dan mulai menukik turun dengan tajam.


Sang pilot mencoba mengangkat kembali hidung pesawat, tapi pesawat terlalu berat karena banyaknya barang yang diangkut.


Ia pun berteriak kepada para prajurit untuk membuang barang-barang yang ada agar pesawat lebih ringan.


Lalu mereka membuang pistol.

"Buang lainnya lagi!" teriak sang pilot.

Lalu mereka melempar senapan.


"Lagi!" teriaknya lagi.


Mereka membuang peluru kendali (misil), dan akhirnya sang pilot dapat mengendalikan pesawat lagi.


Singkatnya, akhirnya mereka mendarat dengan selamat.


Merekapun naik ke jip dan berkendara.


Tidak lama kemudian, mereka bertemu dengan seorang anak di pinggir jalan yang sedang menangis.


Mereka bertanya mengapa ia menangis, dan jawabnya,

"Sebuah pistol jatuh mengenai kepalaku!"

Mereka berkendara lagi dan bertemu dengan anak lain yang menangis lebih keras dari yang sebelumnya.


Mereka bertanya mengapa anak itu menangis, dan si anak menjawab,

"Sebuah senapan jatuh mengenai kepalaku!"

Mereka minta maaf dan melanjutkan perjalanan.


Akhirnya mereka bertemu dengan seorang anak yang tertawa terbahak-bahak.


Mereka bertanya kepadanya, "Nak, apanya yang lucu?"


Si anak menjawab, "Aku bersin dan sebuah rumah di depanku meledak!"


=-?8-| ( Wah pasti deh misilnya jatuh disini ) 



Rekening Emosi




Kehidupan sebenarnya seperti cermin.
Ketika kita berbuat baik untuk orang lain, orang2 akan berbuat baik kepada kita.

Mengapa
kadang kita sangat mudah memaafkan si A, dan selalu membelanya bila ada yang mengkritik.
Sebaliknya kita mudah sekali marah pada si B hanya karena kesalahan yang kecil saja, dan selalu memandang dari sisi
negatipnya

Setiap orang, didalam hatinya, memiliki rekening emosi
atas nama teman, dan semua orang yang dikenalnya.
Ketika si A berbuat baik pada saya, saya catat nilai positip pada rekeningnya.
Ketika si A berbuat baik pada anak buahnya, saya melihat dan mencatat lagi pada rekeningnya.
Perbuatan baik berkali kali, baik kepada saya ataupun pada orang lain yang saya tahu, membuat rekening positipnya menumpuk.
Sehingga suatu saat dia lepas janji pada saya, maka saya anggap dia lalai tanpa sengaja dan langsung saya maafkan, karena dia punya banyak sekali tabungan positip pada rekeningnya.

Sebaliknya, orang yang
anda anggap egois, sering berkelakuan buruk pada anda, ataupun pada orang lain, anda catat nilai negatip pada rekeningnya.
Ketika dia memaki pembantunya, memukul anjingnya, anda catat karakter orang ini dengan nilai negatip terus.
Sehingga walaupun dia sudah berbuat sedikit kebaikan pada anda, tetap saja anda tidak menyukainya, karena negatipnya jauh melebihi positipnya.

Kalau anda dicatat selalu positip pada
orang sekeliling anda, maka jalan anda adalah jalan nikmat yang berbentang rumput hijau.
Karena apapun yang anda lakukan akan lebih dinilai secara positip oleh orang lain.
Sebaliknya kalau anda dicatat berrekening negatip dimana mana, jalan anda adalah jalan penuh kerikil tajam dan pecahan kaca, yang harus anda lalui dengan telanjang kaki.
Sedikit salah saja, bisa jadi membuat anda luka dan berdarah darah.

Contoh
sederhana kehidupan adalah ketika orang yang dianggap baik berkata sinis, katanya lucu, kalau yang "mbencekno" berkata sinis, dibilang memang orang jahat sesat.
Itulah manfaatnya rekening emosi yang positip pada banyak orang.

Dengan rekening positip yang banyak, anda akan
ditolong orang saat kesusahan, dibantu saat berbisnis, dibeli walau harga agak mahal, direferensikan ke mana mana.

Maka, marilah kita
berbuat baik, menolong orang, dan berprilaku yang menghasilkan rekening emosi positip pada orang2 disekeliling kita, karena hal itu akan membawa kemudahan luar biasa dalam kita mencapai mimpi dan kesuksesan kita.

(by Tanadi Santoso)

Kamis, 14 Juni 2012

mak bedhengus


Inggris Jawa

 Javanese English

- Lho, I already bought that book !
- Kok, buying again ?
- I told you many times 'tho' !
- Lha, I didn't know tho yo… how ki !?
- Don't be like that, no….!?

Jakartenglish .. Jakarte English is marked by
the 'sih', 'deh', 'dong', 'nih', etc

- That book is very good, deh.
- Can you speak english?.. yeah a little sih I can!
- Use my money first nih..
- Give me more dong..
- How sih? Little little angry..

Surobenglish is marked by 'tah' and the famous word is 'diancuk'

-Do you feel sick, tah ?
-Diancuk… he took my money !

Other exclamation words of Java: 'wo_', 'wah', 'wé_', 'jian',
and 'jé_'
- Wé_ lha this book is mine jé…!
- Wo_, only like that tho!
- Wah, expensive, tho?
- Jian, Paijem is so beautiful tenan.

Sundanglish is also available such as 'atuh', 'euy', 'mah'

- Well, if that kind, it pretty so-so atuh
- It can't be that way euy..
- I am mah, not like that… anything else ?

There are also abundant 'sound effect'   in Javanesse language.

- Suddenly, mak bedhengus den Tukiman appeared
- My head feels pain, mak cleng!
- Mak tlepok, I got a manggo !
- My chicken is suddenly died, mak cekengkeng
- Mak gedebug, Kampreté fell down.
- Mak jegagik…. Oh, trondholo.

Awan di langit

sop snerk



From: suhardono

Emoh kalah karo Paidi, masiyo nang Bandung tetep sarapan sop snerk...

nunggu sarapan

Bolu kukus kentang

Rabu, 13 Juni 2012

Pisang keju

think this is awesome

Menulis untuk Membiasakan Berpikir Runtut dan Jernih?


From: "hernowo hasim"

Menulis untuk Membiasakan Berpikir Runtut dan Jernih?
Oleh Hernowo
 
Gus Solah
 
"Menulis itu melatih kita berpikir logis. Menulis juga membuat kita terbiasa menyampaikan isi pikiran dengan jernih, runtut," ujar Gus Solah (K.H. SALAHUDDIN WAHID) sebagaimana dimuat harian Kompas edisi Selasa 12 Juni 2012.
 
Kata-kata bagus tersebut, selain saya pajang di status Facebook saya pada hari Selasa siang, 12 Juni 2012, juga saya berikan (sebarkan) kepada anak-anak saya lewat SMS. Sebagai seorang ayah dari keempat anak-anak saya, saya tak lelah-lelahnya mengingatkan mereka untuk senantiasa mau dan mampu berlatih menulis. Bukan menulis untuk membuat karya tulis ilmiah atau menulis yang sulit-sulit, melainkan saya ingin anak-anak saya dapat melatih pikiran miliknya (lewat menulis) sebagai sebuah kesenangan sebagaimana kesenangan mereka menonton film atau mendengarkan musik.
 
Biasanya, anak-anak saya memprotes saya apabila saya mengatakan bahwa menulis dapat dilakukan dengan rasa senang atau dijadikan sebuah kesenangan. Saya pun bisa memahaminya karena anak-anak saya itu baru punya kesempatan menulis apabila mereka berada di sekolah. Dan menjalankan kegiatan menulis di sekolah—sebagaimana dahulu juga sempat saya alami selama belasan tahun—adalah menulis yang penuh tekanan, gampang membuat frustrasi, dan benar-benar sangat tidak menyenangkan. Bahkan, kadang-kadang, kegiatan menulis di sekolah itu—meski sangat penting—bagaikan sebuah siksaan yang sulit dilukiskan kepedihannya.
 
Saya baru dapat mengubah paradigma menulis yang tidak menyenangkan itu ketika usia saya melewati angka 40—begitu lama ya? Anak-anak saya pada saat ini usianya mungkin baru separuh usia saya ketika saya mengalami perubahan paradigma. Anak sulung saya pun baru berusia 27 tahun. Apabila diukur dengan usia saya ketika saya berhasil mengubah paradigma menulis saya, anak sulung saya masih perlu waktu sekitar 13 tahun lagi. Itu pun kalau dia menemukan sebuah momentum. Apalagi untuk anak saya yang bungsu yang masih duduk di kelas 2 SMA. Namun, mengubah paradigma—meskipun sangat sulit—tetap dapat dilakukan pada usia berapa saja dan kapan saja.
 
Saya bersyukur menemukan kata-kata Gus Solah sebagaimana saya kutip di atas. Siapa tahu, kata-kata Gus Solah dapat membantu anak-anak saya mengubah paradigma menulisnya secara lebih baik. Ketika mengirimkan SMS kepada anak-anak saya, ada tambahan penting pada SMS saya: "Ini yang ngomong bukan papa lho. Ini yang ngomong adiknya Gus Dur. Lagian, Gus Solah ini juga lulusan ITB jurusan arsitektur." Saya berharap, anak-anak saya lebih memperhatikan omongan orang lain ketimbang omongan saya. Salah satu manfaat terbesar menulis yang saya rasakan adalah manfaat sebagaimana dikatakan Gus Solah.
 
Bagaimana respons anak-anak saya? Apakah mereka kemudian mengamini apa yang dikatakan oleh Gus Solah? Apakah kemudian juga terjadi diskusi menarik antara saya dan anak-anak saya. Apakah paradigma menulis mereka menjadi berubah ke arah yang lebih baik? Hingga tulisan ini saya buat—sekitar lima jam setelah saya megirimkan SMS saya itu—belum ada respons dari anak-anak saya. Saya tentu tidak ambil pusing. Saya hanya ingin berbagi sesuatu yang penting dan berharga kepada anak-anak saya. Apabila mereka tak tergerak pada saat ini, semoga kata-kata tersebut akan menggerakkan mereka pada suatu saat nanti.
 
Saya yakin sekali bahwa ketika Gus Solah mengeluarkan kata-kata itu, beliau tentu ada keinginan yang besar—katakanlah keinginan yang mulia. Sebelum Kompas mengutip kata-kata Gus Solah—sebagaimana saya kutip di atas—ada pernyataan penting Gus Solah sebelumnya. Pernyataan penting Gus Solah itu berbunyi demikian, "Kalau santri cuma pandai bicara, itu sudah biasa. Tapi, coba menulis? Belum tentu semua santri bisa. Saya berharap santri pun pandai menulis, tak cuma jago omong." Ada kemuliaan 'kan di dalam kata-kata Gus Solah yang saya sebarkan juga kepada anak-anak saya itu? Alhamdulillah.[]

--