Rabu, 30 Mei 2012

sapi laut

tahu


From: hernawan

Niki mawon..
G pahit..

Kasih Sayang


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Berbuat Baik pada Sesama Bisa Redakan Stres

| Asep Candra | Dibaca : "2520" kali

Rabu, 30 Mei 2012 | 11:03 AM



Ilustrasi
Photo: shutterstock

KOMPAS.com - Berbuat baik kepada orang lain ternyata dapat meningkatkan kualitas kesehatan seseorang dengan cara mengurangi tingkat stres. Dengan berkurangnya level stres, maka akan berdampak positif pada penampilan seseorang secara keseluruhan.

Demikian hasil penelitian berdasarkan gerakan sosial bernama Pekan Berbuat Baik pada Manusia (Be Kind To Humankind Week) yang dilakukan tanggal 25-31 Agustus tiap tahunnya. Penelitian menyimpulkan, jika seseorang dalam kerangka pikiran kasih sayang dan dukungan pada orang lain, akan memiliki kesehatan lebih baik dibanding orang yang tidak melakukannya.

Berbuat baik bahkan terbukti meningkatkan hormon dopamine di otak, membuat seseorang merasa tenang dan gembira. Selain itu, kebaikan hati juga bisa meningkatkan penghargaan pada diri sendiri, mengurangi kegelisahan dan menggerutu.

Masih menurut penelitian yang sama, alasan utama semua perasaan positif ini timbul sangatlah sederhana. Karena kita menghabiskan waktu lebih sedikit untuk merasa khawatir dan gelisah. Kemudian mencurahkan waktu tersebut untuk membantu masalah orang lain. Namun diingatkan pula, jangan berbuat baik secara berlebihan. Sebab, jika Anda membantu orang lain di atas kemampuan diri, malah akan berefek negatif pada kesehatan dan kebahagiaan.

Para peneliti percaya jika sifat mementingkan orang lain ini berhubungan erat dengan interaksi antar manusia. Hal ini juga membantu kita sebagai makhluk hidup untuk berteman bahkan menemukan pasangan. Secara sosial, hal ini juga membuat masyarakat berjalan dengan berkurangnya tugas individual dengan saling membantu satu sama lain. (Zika Zakiya/UK Lifestyle)

 
Sumber : National Geographic Indonesia

--

”Ayah, Surga Itu Seperti Apa?”: Dengarkan Jiwa (2)


From: "hernowo hasim"

"Ayah, Surga Itu Seperti Apa?": Dengarkan Jiwa (2)
Oleh Hernowo
 
 
Kau selalu mengembang
Kau selalu menyinari
Bunga selalu membuka cahaya
Indahmu bagai pelangi
—Sarah, dalam puisi "Bunga"
 
Bagaimana kita dapat menjadikan surga sebagai sebuah dorongan untuk berbuat baik? Apakah kita benar-benar meyakini bahwa surga itu—kelak—akan dapat kita nikmati? Seberapa tinggi pemahaman kita akan surga? Seberapa jelas penggambaran kita akan surga? Apakah kita, pada saat ini, yang kadang masih berada di dalam perangkap dunia material, dapat memikirkan sejenak tentang keberadaan surga, yang tidak material, dan seperti apa kehidupan kita kelak di sana?
 
Pertanyaan-pertanyaan tersebut tiba-tiba mengusik saya ketika saya membaca kisah Haidar—dalam buku putrinya, Sarah, Dengarkan Jiwa—tentang pengalaman Haidar di Singapura bersama putrinya itu. Pengalaman Haidar itu dituangkan di halaman 14 hingga 16 di buku Dengarkan Jiwa. Saya mengulang-ulang pembacaan atas kisah itu karena ada hal-hal tersembunyi yang tidak bisa saya tangkap dan ungkap secara cepat. Haidar membahas pengalamannya itu dalam teropong filosofis. Tulisannya sangat membangkitkan rasa ingin tahu saya tentang surga. Apa yang membangkitkan rasa ingin tahu saya?
 
Misteri. Itulah kata yang mungkin dapat mewakili gejolak rasa ingin tahu saya yang tiba-tiba muncul di dalam pikiran saya. Apakah saya nanti bisa menikmati kehidupan di surga sebagaimana yang telah dijanjikan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang tak putus-putusnya mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Misteri. Rabiah Al-Adawiyah, menurut cerita yang saya dengar, pernah menolak keberadaan surga. Sekali lagi, misteri. Rabiah hanya ingin beribadah kepada-Nya tanpa imbalan surga. Misteri. Bagaimana beribadah kepada-Nya sebagaimana Rabiah?
 
 
Misteri tentang surga tiba-tiba menyeruak ke dalam diri saya ketika Haidar melukiskan sebuah pengalaman luar biasa bersama putrinya ketika menikmati lukisan-lukisan Van Gogh yang disajikan dengan konsep Citra Total (Image Totale) yang diilhami oleh Albert Plecy. Dalam pameran lukisan-lukisan Van Gogh tersebut, lebih dari empat puluh proyektor berdefinisi tinggi digunakan untuk memproyeksikan tak kurang dari 3.000 gambar berukuran superbesar ke atas permukaan dinding-dinding, atap, dan lantai galeri. Para penikmat lukisan Van Gogh seakan-akan dikepung oleh lukisan superbesar itu.
 
Mari kita berhenti sejenak dan membayangkan bahwa kita juga tengah menikmati pameran lukisan Van Gogh yang digelar di museum seni sains di Marina Bay Sands Singapura. Menurut Haidar, selain menggelar karya-karya Van Gogh, museum tersebut juga memajang karya-karya Salvador Dali. Berbeda dengan karya-karya Dali yang surealistik—terkadang membingungkan dan menakutkan—karya-karya Van Gogh sangatlah penuh keindahan. Ditambah lagi, pameran itu menggunakan konsep Citra Total sehingga membuat suasana menjadi berbeda.
 
Dan apa yang dialami oleh Haidar dan putrinya, Sarah? "Para pengujung pmeran seolah terbenam dalam dunia warna, gerak, dan cahaya yang berpendaran dari karya-karya seni Van Gogh." Sekali lagi, mari kita membayangkan sedang berada di museum tersebut dan dikelilingi oleh dunia warna yang luar biasa indahnya. "Ketika kami masuk ke ruang pameran, kami sama sekali tak menduga akan mendapati suasana yang 'indah-mencekam' seperti itu." Suasana yang "indah-mencekam"? Suasana seperti apakah itu?
 
"Terlepas dari gerakan-gerakan penuh warna dan cahaya itu, ruangan bersuasana gelap, kosong—kecuali hanya ada satu-dua bangku sederhana bagi pengunjung untuk menikmati suguhan artistik itu—ditingkah oleh musik klasik, seolah membawa pengunjung ke dunia misterius penuh keindahan," tulis Haidar. Misterius? Misteri? Suasana yang "indah-mencekam"? Bagaimana kita dapat merasakan semua itu? Mungkinkah?
 
"Nah, dalam suasana nyaris magis ini, kami meyempatkan duduk di salah satu bangku yang tersedia. Dalam ketercengkaman artistik itu, tiba-tiba—dengan penuh keseriusan tetapi tanpa beban—Sarah bertanya kepada saya. Seperti nyeplos begitu saja, "Yah, surga itu seperti apa?"[]
 
[Apa jawaban Haidar terhadap pertanyaan putrinya tentang surga? Sangat menarik! Silakan saja yang ingin menikmatinya dapat menemukan jawaban Haidar tersebut di buku Sarah Bagir, Dengarkan Jiwa.]

--

Oleh2 dari Bojonegoro


From: "Agus Dwi Rahardjo"

Khususon buat abdul butun...
:p


--
Agus Dwi Rahardjo

--

Sego megono magelangan


From: Agus Widodo

Masih fresh kemebul...

che es resto.jpg


From: teguhris

Makan di che es resto, manahan solo

Mangut

Selasa, 29 Mei 2012

keong

Ulasan Bp. Ust. Ali Nurdin


From: "Shita Wardhani T"

Mhn maaf kl tdk berkenan, sy copas ulasan dr ust Ali Nurdin barangkali bermanfaat bg kita : •H i D α Ч α H ...
Kita sering mendengar teman/saudara kita berkata begini, "saya belum dapat hidayah nih...", atau "Saya belum punya kekuatan utk ta'at karena belum dapat hidayah." Atau yg lebih parahnya, "Nanti sajalah setelah umur sekian... sekian, baru saya mau ta'at! ". Seolah² mereka tau akan berapa lama dia hidup di dunia ini...
MasyaAllah, semua salah besar, karena Allah setiap saat & waktu menebarkan hidayah-Nya utk kita, masalahnya, apakah kita MAU menjemput hidayah tsb?

Hidayah Allah harus dijemput dgn sungguh², agar selalu dibimbing dijalan yg diridhoi-Nya »(QS29:69)

Hidayah ada 4 :
1. Hidayah Petunjuk Allah»(QS28:56)
"Sungguh engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kpd orang yg engkau kasihi tetapi Allah memberi petunjuk kpd orang yg Dia kehendaki &  Dia lebih mengetahui orang² yg mau menerima petunjuk".
2. Hidayah Panca indra »(QS16:78) "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dlm keadaan tidak mengetahui sesuatupun & Dia memberimu pende-ngaran, penglihatan & hati nurani, agar kamu bersyukur".
3. Hidayah akal (QS.55:3-4) "Dia menciptakan manusia, Mengajarnya pandai bicara".
4. Hidayah agama (QS17:15) "Barangsiapa berbuat sesuai dgn petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; & barangsiapa tersesat, maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yg berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain..".

Kelompok orang² yg mengikuti petunjuk Allah:
~ Orang² yg beriman dan beramal sholeh »(QS2:62)
Syaratnya hrs beriman dgn bersungguh² » (QS7:32; 3:85)
Amal sholeh : amal yg bisa dirasakan manfaatnya oleh org lain
~ Orang² yg berusaha bertawakal kpd Allah (bersungguh²)» (QS2:112)
~ Hati akan tentram (hidupnya) jika ia suka berbagi/memberi, (QS2:274) berinfak sembunyi/terang²an. » (QS2:268; 47:38
63:10)» amalan yg paling disesali adalah amalan kikir.
~ Orang² yg terhindar dr kegelisahan yg selalu Istiqomah » (QS46:13)

Ustadz Ali Nurdin

ML

Dengarkan Jiwa: 35 Puisi tentang Tuhan, Cinta, dan Keindahan


From: "hernowo hasim"

Dengarkan Jiwa: 35 Puisi tentang Tuhan, Cinta, dan Keindahan
Oleh Hernowo
 
 
Puisi bukanlah rangkaian kata-kata elok, bukan rumusan-rumusan petuah dan kearifan. Puisi adalah persentuhan, antara kita dan dunia luar, antara kita dan kegaiban yang besar, antara kita dan kita—sebuah kontak yang, dalam kata-kata seorang penyair, "sederhana seperti nyanyi".
—Goenawan Mohamad
 
Saya memperoleh kata-kata GM—demikian kadang dia disebut—dari buku Edi Haryono (ed.), Ketika Rendra Baca Sajak (Kepel Press, 2004). Menurut catatan di buku tersebut, GM menuliskannya di "Catatan Pinggir" majalahTempo pada 16 November 1985. Getaran-dahsyat kata-kata GM tentang puisi itu muncul kembali di dalam diri saya ketika saya membaca 35 puisi karya Sarah Bagir—anak perempuan satu-satunya, dari empat bersaudara, putri Haidar Bagir dan Lubna Assegaf.
 
Sarah—yang memiliki nama lengkap Syarifa Rahima (yang bermakna "perempuan terhormat yang penuh kasih sayang")—kini berusia 16 tahun. Hobinya membaca, menulis puisi, melukis, bernyanyi, dan mencoba-coba berbagai alat musik, serta berenang dan bermain bulu tangkis. Tetapi, passion-nya yang utama adalah memasak—memasak makanan apa saja. Uniknya, puisi-puisinya diciptakan oleh Sarah dalam kondisi Sarah memiliki problem berbahasa dan berlogika.
 
"...pendengaran Sarah terganggu akibat kelainan yang biasa disebut pembesaran adenoid (semacam pembesaran amandel, tetapi yang ini terdapat di pangkal hidung)," tulis ayah Sarah dalam Kata Pengantar untuk Dengarkan Jiwa. "Kelainan ini telah menyebabkan terdapat lendir yang terperangkap di gendang telinganya sehingga mengganggu pendengarannya. Baru pada umur sembilan tahun, lendir yang terperangkap itu berhasil dibebaskan lewat sebuah operasi yang mengangkat baik adenoid maupun amandelnya. Tetapi, tampaknya, kemampuan Sarah dalam berbahasa logis-gramatikal sudah telanjur terganggu."
 
Sarah memulai menulis puisi sejak SD. Puisi-puisi Sarah ada yang diketik sendiri dan ada pula yang ditulis tangan di berbagai buku tulis yang dimilikinya. Kadang-kadang Sarah menulis puisi di lembaran-lembaran kertas lepas yang tak semuanya berhasil dikumpulkan oleh ayahnya. Menurut Haidar Bagir, setiap kali menulis puisi Sarah tidak biasa membubuhkan tanggal. "Saya benar-benar dibuat terperanjat oleh bukan hanya daya imajinasinya, melainkan keterampilannya dalam memilih diksi dan juga kelenturan bahasa yang dikembangkannya," tulis Haidar di halaman 11.
 
Saya sendiri bukan orang yang dapat memahami puisi. Boleh dikatakan saya hanyalah penikmat puisi. Saya menyukai puisi-puisi Chairil Anwar, Sutardji Calzoum Bahri, Taufiq Ismail, Rendra, dan Emha Ainun Nadjib. Saya paling suka mendengarkan pembacaan puisi, terutama jika yang membacakan puisi adalah Emha dan Rendra. Entah kenapa ketika Emha dan Rendra membacakan puisi seakan-akan seluruh alam raya itu ikut bernyanyi. Mungkin karena Emha dan Rendra tak sekadar membaca kata-kata. Mereka berdua menjadikan puisi—meminjam istilah GM—dapat terhubung dengan kegaiban yang besar.
 
Saya juga pernah mengalami kontak dengan kegaiban yang besar ketika membaca puisi-puisi Abdurahman Faiz, putra Mbak Helvy Tiana Rosa. Ketika membacanya, saya terus-menerus menggeleng-gelengkan kepala dan terheran-heran—Faiz yang masih bocah dan berusia delapan tahun kok dapat memilih diksi dan merangkai kata yang begitu indah dan menggetarkan ya? Kini, keindahan kata-kata yang menggetarkan itu hadir kembali ke dalam diri saya ketika saya menikmati (membaca) puisi-puisi Sarah:
 
Apakah ini kekasih cinta?
Apakah ini kehidupan?
Apakah kau Jiwa Yang Terbesar
yang kudengar?
—Sarah, dalam puisi "Dengarkan Jiwa"[]

--

waluh.jpg

From: suhardono@gmail.com

Waluh kenthi, nang ndalan sl3 boyolali

wagal


From: "Arif

kelinci

Sayeeda Hussain Warsi


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Selasa, 29 Mei 2012 | 19:17 WIB


Kisah Pejabat Muslim Pertama Kabinet Inggris di UI  

TEMPO.CO, Jakarta - Sayeeda Hussain Warsi atau Baroness Warsi adalah seorang muslim di Inggris. Tapi dari situlah mungkin ia dipilih untuk mengisi jabatan setara menteri di kabinet David Cameron di Inggris. Dia adalah Menteri Urusan Keutuhan Masyarakat. Dengan jabatan itu, dia menjadi muslim pertama dalam kabinet pemerintahan di Eropa.

"Masyarakat Indonesia suka mendengar, melihat, dan berbagi cerita," katanya dalam kuliah umumnya di Kampus Terapung Universitas Indonesia, Depok, Selasa, 29 Mei 2012. »Saat ini saya ingin berbagi cerita bagaimana hubungan negara Barat dengan Islam."

Warsi datang diundang untuk menyampaikan kuliah umum di Universitas Indonesia. Ia berbagi cerita mengenai keberhasilan menerobos dinding pemerintahan Inggris kepada ratusan mahasiswa UI. Ia datang sebagai imigran negeri muslim seperti Pakistan. Tiga saudara kandungnya lahir dan tumbuh sebagai keluarga muslim, tapi di negara Barat. "Saya lahir pada 1971 sebagai imigran dari Pakistan ke Inggris," katanya.

Warsi pun menempuh kuliah tanpa ada perbedaan gender. Ia menjadi lulusan hukum di University of Leed. "Banyak profesi yang diterima di sana sebagai muslim, entah dokter, pengacara, atau akuntan," katanya.

Tragedi 11 September 2001 di Amerika Serikat mengubah pandangan hidup negara Barat. Semula mereka banyak menyorot isu rasis dan warna kulit. »Berubah menjadi isu agama," kata Warsi.

Perubahan pandangan itu menjadi tantangan bagi Warsi. Dia memutuskan masuk ke sistem perubahan pandangan. "Kemudian saya pun terlibat di dalamnya dengan masuk ke parlemen untuk mendobrak perbedaan tersebut," kata Warsi.

Banyak tantangan muncul saat kampanye pemilu, khususnya di tempatnya tinggal. Namun ia diterima oleh komunitas agama.

"Hal itu menarik," katanya. »Banyak sekali tantangan yang harus saya hadapi sebagai muslim, namun pemberitaan media begitu positif dan bisa menerima saya."

Warsi kemudian berkampanye di kelompok muslim. Dirinya melawan Perang Irak bukan karena dia Islam, tetapi karena memang harus diperjuangkan. "Sebagai seorang perempuan dan muslim, saya harus berpikiran obyektif," kata dia.

Dia telah membuktikan diri mampu mendobrak berbagai pendapat tentang gender. Memang tidak bisa dipungkiri di dalam Islam, sulit bagi perempuan untuk memimpin. »Saya mengusung perang terhadap diskriminasi soal perbedaan warna kulit dan gender. Saya tegaskan wanita juga memiliki kesempatan," katanya.

Dalam setiap pidatonya, politikus Partai Konservatif ini selalu menegaskan dirinya tak pernah membedakan identitas seseorang. "Saya pun biasa berpidato tak hanya dalam komunitas muslim, tapi di banyak tempat," kata Warsi. Dan Warsi pun kini menjadi seorang menteri.

ILHAM TIRTA

--

Minggu, 27 Mei 2012

Nirwan Dewanto - pemeran Soegija dalam film SOEGIA


From: "Haryono"

---------- Forwarded message ----------

link sumber
http://artis.inilah.com/read/detail/1862364/soegija-nirwan-dewanto-dapat-pengalaman-bathin

INILAH.COM, Jakarta -
Nirwan Dewanto mengaku mendapat pengalaman bathin selama menjalani proses syuting film Soegija.
Nirwan yang seorang muslim membintangi tokoh Soegija yang merupakan uskup pertama di Indonesia.

Nirwan yang selama ini berprofesi sebagai penyair, mengaku sempat menolak tawaran sutradara Garin Nugroho untuk membintangi Soegija. Namun ia tidak menyesal sudah berani menerima pekerjaan itu.

"Masalahnya saya bukan aktor dan nggak punya waktu. Tapi saya bisa cuti dan syuting.
Keputusan saya tepat karena punya pengalaman bathin di film ini, syuting itu seperti perang," ungkap Nirwan saat usai acara 'Apa Di Balik Soegija' di Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/5)

Meski berperan sebagai seorang uskup bijak, Nirwan tidak terpengaruh.
Ia pun malah senang bisa berbaur dengan teman-temanya yang baru diketahui ternyata beragama Katolik.

"Saya juga bertemu teman-teman lama di sana dan baru tahu mereka Katolik tapi film ini nggak buat saya jadi Katolik," tuturnya.

Film Soegija merupakan proyek terbaru Garin Nugroho mengenai sejarah yang mengambil latar tahun 1940-an.
Film itu melibatkan lebih dari 2.775 orang dengan menggunakan enam bahasa dan menghabiskan dana Rp12 milyar. Film ini akan ditayangkan di seluruh di Indonesia mulai 7 Juni 2012. [fei]

--------------------------------------------------------------------------------

Seputar Garin Nugroho dalam menyutradarai film Soegija

link sumber
http://www.21cineplex.com/exclusive/garin-nugroho-berjudi-di-film-soegija,146.htm
30 April 2012
Posted By: Alit Bagus Ariyadi

Salah satu sutradara kenamaan Indonesia Garin Nugroho, saat ini sudah mulai mempersiapkan karya layar lebar terbarunya yang berjudul Soegija.
Lewat film bertema kolosal ini, Garin mengaku berjudi dengan menggunakan 8 tokoh sekaligus di proyek terbarunya tersebut.

Film Soegija diadaptasi dari kisah nyata mengenai perjuangan seorang Uskup pribumi pertama dalam Gereja Katolik Indonesia di tahun 1940-an bernama Albertus Soegijapranata.
Berlatar belakang penjajahan Belanda dan Jepang kala itu, Garin Nugroho ternyata juga menggunakan aktor asal negeri kincir angin dan matahari terbit tersebut.

Selain itu, Garin juga mengaku kalau Soegija adalah film termahal sekaligus tersulitnya.
Apa saja yang membuat pria kelahiran Yogyakarta, 6 Juni 1961 ini tertarik untuk menggarap film ini dan apa keistimewaannya?
Berikut bincang-bincang 21cineplex dengan Garin Nugroho saat ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan.

Mas Garin bisa ceritakan bagaimana awal rencana dari pembuatan film Soegija?
"Kebetulan sejak 5 tahun yang lalu saya sudah baca buku harian tentang dia.
Sempat terlintas aja kalau hal itu di buat film kayaknya seru juga dan akhirnya kesampaian.
Menurut saya film dari agama lain kan jarang, kalau film tentang islam kan sudah banyak."

Film ini kan berlatar belakang tahun 1940-an, kepikiran dengan budget yang besar dan figuran banyak nggak?
"Pastinya kepikiran dengan biaya film yang mahal, tapi saya kalau bikin film nggak pernah tanggung-tanggung, jadi mau nggak mau ya harus disediakan. Tapi bisa dijamin hasilnya 11-12 dengan pendapatannya.
Atau dengan kata lain film ini layak lah dibanding dengan film lain."

Anda kan menggunakan aktor asli dari Belanda dan Jepang, bagaimana proses reading-nya?
"Ya kebetulan banyak teman-teman dari Belanda dan ada agen-agen bagus juga yang menyanggupi permintaan saya dengan harga terjangkau.
Ya saling mengerti aja, kenapa saya pakai aktor asli dari sana karena bahasa tubuh mereka beda.
Orang Jepang itu kalau di perintah badannya langsung gerak.
Kalau urusan dialog itu ada pelatihnya, kebetulan aktor asing yang saya gunakan di sini punya basic teater jadi treatment agak beda."

Kesulitan nggak mengarahkan pemain asing di film ini?
"Awalnya agak sulit juga sih, tapi step demi step akhirnya bisa juga.
Kita harus lihat latar belakangnya juga, orang yang dari teater perlakukannya juga dengan arahan teater, kalau dia basicnya sinetron ya perlakuannya sama dengan sinetron gitu aja."

Di film Soegija ini katanya mas Garin sampai detail menyeleksi para pemainnya yang khas berwajah jaman dulu, caranya bagaimana?
"Kita lihat dari lukisan dan foto-foto jaman dulu aja, seperti lukisan karya Soejoyono misalnya.
Meskipun kelihatannya tidak diatur natural tapi sebenarnya sangat diatur, nanti kamu liat saja hasilnya.
Kalau saya sedang teoritis maka saya akan sangat teoritis, di sini saya terapkan betul hal itu.
Sebetulmya itu salah satu ilmu saya, ilmu membuat film naratif itu adalah keahlian saya karena saya mengajar itu selama 8 tahun."

Film ini kisahnya seperti apa mas, apakah banyak unsur drama kesedihan di dalamnya?
"Ooh ini beda, kalau bikin film nangis itu buat saya gampang banget.
Film Rindu Kami Padamu (2004) itu bikin nangis, justru itu banyak saya potong biar orang nggak terlalu banyak nangisnya karena ada etikanya.
Film Rindu Kami Padamu itu saya buat cuma 2 minggu, Mata Tertutup (2012) hanya 9 hari, sedangkan film Soegija saya membutuhkan waktu hingga 28 hari.
Kalau terbiasa naratif bosen juga dan gampang terduga, maka kita coba bermain-main dengan efeknya yang tidak terduga."

Apa bedanya Soegija dengan film-film Mas Garin sebelumnya?
"Ini beda naratifnya karena tokohnya banyak, ada sekitar 8 orang dan itu nggak gampang.
Teknologi dalam film ini kemasannya sangat Hollywood sekali, aktingnya natural tapi punya isi akting, itu sulit lho. Kalau dilihat sangat rileks tapi berisi semua.
Film dengan 8 tokoh yang berdurasi 2 jam bukanlah perkara mudah karena porsinya harus pas.
Kalau mau aman atau mudah sih pakai saja 5 tokoh cukup, tapi di film itu harus ada judinya, kalau nggak ada judinya ya nggak usah buat film. Delapan tokoh ini adalah hal yang paling menantang buat saya."

Kabarnya Mas Garin dibilang mulai insyaf di film Soegija karena membuat layar lebar yang mudah dimengerti, kenapa Mas?
"Setiap film ada tujuannya, Pancasila di film ini ngga ada urusan buat orang luar.
Setiap film harus tahu penontonnya siapa, saya nggak suka dua-dua, maksudnya laku di dalam dan laku di luar negeri."

Sosok Soegija ini kan mungkin belum dikenal banyak orang, apakah nggak terlalu berisiko Mas?
"Film ini kan ada 8 tokoh dan salah satunya Soegija, disini kita nggak fokus terus menerus tentang dia.
Yang terpenting adalah pernyataan Soegija itu harus dilukiskan, kalau tidak malah jadi khotbah keagamaan.
Pada intinya ini adalah film kemanusiaan bukan film tentang Soegija."

Kesulitan apa yang paling berat di film Soegija?
"Tokoh yang banyak itu yang tersulit.
Untungnya tim saya di proyek ini sebelumnya pernah bekerja dengan saya, jadi mereka sudah tahu apa yang saya mau. Misalnya lighting di film itu 60% gelap dan 40% terang, mereka akhirnya selalu begitu tanpa harus saya perintah. Selain itu, buat keharuan yang religius atau keharuan menyentuh itu juga nggak mudah, makanya musiknya harus tepat dan adegan renungannya juga harus mengalir."

Bagaimana cara menggambarkan nuansa 40-an di film ini?
"Kita memang pakai jenis kamera tertentu dan pakai Angle tempat yang tepat serta menghidupkan.
Jadi kita bukan lagi ngebahas soal komposisi lagi, tapi lebih ke komposisi yang menghidupkan dengan porsi lighting 60% gelap dan 40% terang tadi.
Buat film naratif seperti ini sutradara justru ngga banyak kerja, saya justru pernah tidur sampai pemainnya marah karena saya anggap mereka udah tahu."

Apakah film Soegija akan diikutsertakan ke sebuah festival?
"Nggak terlalu, karena isu-isunya Nasional.
Beda dengan Mata Tertutup yang budget-nya hanya sekitar 600 juta bisa ikut festival karena isunya internasional."

Kenapa di film Soegija, Mas Garin banyak mengunakan aktor baru?
"Saya memilih pemain yang tepat dengan skenario dan wajahnya juga mirip pada jaman itu."

Apa pesan yang coba disampaikan dalam film ini?
"Film ini menunjukkan sebuah kepemimpinan di tengah krisis.
Kita mencoba memberi panduan kepemimpinan di tengah krisis karena bangsa ini sedang krisis dan penuh konflik."

Apa harapan Mas Garin terhadap film Soegija?
"Saya sudah lama nggak berhadapan dengan orang Indonesia bukan karena ingin penghargaan tapi karena ada target. Strategi saya itu bisa tembus festival besar yaitu Venice, Berlin, dan Cannes.
Karena ketiga festival itu sudah berhasil saya tembus dan jenuh ada di luar negeri, maka saya kembali dan membuat film yang agak rileks yaitu Mata Tertutup dan Soegija. S

Unik ?

Sabtu, 26/05/2012 15:43 WIB

Cerita Buyung Soal Kepemimpinan SBY yang Unik

Ahmad Toriq - detikNews

Jakarta - Mantan anggota Wantimpres Adnan Buyung Nasution punya kesan tersendiri pada Presiden SBY selama bertugas menjadi 'penasihat'. Sejak bertugas dari 2007 hingga 2009, Buyung menilai SBY memiliki kepemimpinan yang unik.

Soal kepemimpinan yang unik itu dikupas Buyung dalam bukunya 'Nasihat untuk SBY' yang diterbitkan PT Kompas Media Nusantara. Pada Bab 6, Buyung menuliskan pengalamannya bagaimana berkomunikasi dengan SBY. Buku itu terdiri atas 310 halaman dan 20 bab.

Seperti dikutip detikcom, Sabtu (26/5/2012) Buyung bertutur, sebagai lembaga penasihat presiden, tidak ada forum komunikasi rutin dengan SBY, semisal 3 bulan sekali. Demikian juga masukan dari Wantimpres yang dikirimkan tidak pernah jelas bagaimana responsnya.

Hingga kemudian, Buyung memutar akal, bagaimana caranya bisa bertemu presiden. Di bukunya itu dia pun menulis harus bergerilya bertemu presiden. Mulai dari mendekati Hatta Rajasa yang saat itu menjadi Mensesneg hingga lewat Sudi Silalahi yang menjadi Seskab. Atau juga melalui Sekpri presiden saat itu Ediwan Prabowo.

Yang cukup menarik saat Buyung bertutur bagaimana dia memberi pertimbangan kepada Presiden SBY mengenai anugerah pahlawan bagi Soeharto. Saat itu kondisinya penguasa era orde baru itu baru saja meninggal dunia. Timbul polemik di masyarakat soal gelar pahlawan.

Nah, salah satu cara Buyung memberi nasihat adalah dengan melalui SMS, hal ini dilakukan agar lebih cepat. Buyung memberi saran bahwa Soeharto tidak bisa diangkat menjadi pahlawan nasional karena disebutkan penguasa orde baru itu orang yang melegitimasi merajalelanya korupsi.

Buyung juga menilai Soeharto diduga kuat terlibat dalam pembunuhan massal masa G 30/S PKI. Sedang untuk memberikan penghormatan melalui upacara kenegaraan secara militer. Hal itu tidak ada salahnya dilakukan. Buyung mengirimkan SMS itu kepada Edirwan untuk disampaikan ke presiden.

"Ternyata pendapat dan nasihat saya itu didengar oleh presiden yang tidak memberikan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto," jelasnya.

Kemudian nasihat lainnya soal laporan yang dilakukan SBY ke Polda Metro Jaya. Saat itu SBY melaporkan seseorang yang menuduhnya sudah menikah sebelum masuk AKABRI. Dalam bukunya di halaman 83, Buyung menulis dalam rapat yang digelar di luar kota, dia berbicara ke presiden soal tindakan pelaporannnya itu.

Sebelumnya, Buyung menulis, kalau rapat di luar kota sangat mengherankan karena tidak efektif dan buang waktu serta tenaga. Kemudian, dalam rapat hanya terjadi dialog satu arah, tidak ada tanya jawab.

Karena itu dalam rapat, ketika SBY selesai berbicara di akhir rapat, Buyung mengacungkan tangan dan menyampaikan uneg-unegnya. Utamanya soal tindakan SBY yang tidak berkomunikasi dengan Dewan Pertimbangan Presiden saat melapor ke polisi.

"Saya menyatakan penyesalan, tidak setuju kenapa presiden dalam posisi sebagai presiden pergi melapor ke Polda mengenai delik penghinaan terhadap presiden. Sebetulnya tidak perlu presiden sendiri yang datang. Banyak cara, there are many ways to Rome. Sangat saya sesalkan hal itu. Kenapa presiden tidak menelepon saya, bertanya kepada saya, bagaimana cara yang baik untuk menghadapinya," jelas Buyung dalam sarannya kepada presiden.

Buyung menulis, saat mendengar uneg-unegnya itu presiden diam. Buyung juga melanjutkan kalau presiden bisa menghubungi dia untuk meminta saran melalui Hatta atau Sudi. Tidak lama selesai Buyung berbicara, presiden pun memberi jawaban.

Buyung menyampaikan, SBY melakukan tindakan itu tanpa konsultasi karena sedang mentally down. Tudingan itu menjatuhkan nama baik dan kehormatan SBY. Karenanya keputusan diambil cepat, presiden pun mengaku salah dan meminta maaf.

"Presiden cukup sportif dan gentleman mendengar kritik saya dan mengakui kesalahannya," jelas Buyung.

Kejadian unik yang lain adalah ketika dia diminta Presiden SBY memberi penjelasan soal Pilkada Sulsel. Saat itu Wapres Jusuf Kalla mendukung incumbent yang kalah di Pilkada. Hingga akhirnya, dia memberi penjelasan kepada Jusuf Kalla, bahwa pilkada digelar dengan sah dan valid.

Buyung juga menulis soal kritik orang yang menilai presiden lamban, ragu, dan tidak berani mengambil keputusan tegas. Mengenal lebih dekat, presiden memang bukan tipe pemimpin yang mengambil keputusan cepat dan tangkas dalam mengambil keputusan. Tapi, bukan berarti SBY tidak mampu mengambil sikap dan keputusan.

"Saya tahu persis bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mau mendengar alias terbuka pikirannya, tapi perlu argumentasi yang kuat dan cukup waktu baginya untuk mengambil keputusan," jelas Buyung.

--

Sabtu, 26 Mei 2012

Nyoto

ASAL MUASAL MAKANAN SOTO
Kuliner Indonesia banyak dipengaruhi bangsa Asia,
seperti Cina. Salah satunya Soto, lho. Ini sudah
tertulis dengan jelas dalam buku Dennys Lombard
berjudul "Nusa Jawa: Silang Budaya".
Dalam buku itu tertulis asal mula Soto adalah
makanan Cina bernama Caudo, pertama kali
populer di wilayah Semarang.
Dari Caudo lambat laun menjadi Soto. Akhirnya
berkembang di Makassar dengan sebutan Coto,
dan orang Pekalongan menyebutnya Tauto.
Antropolog dari Universitas Gadjah Mada, Dr Lono
Simatupang, menyebutkan soto merupakan
campuran dari berbagai macam tradisi.
Di dalamnya ada pengaruh lokal dan budaya lain.
Mi atau soun pada soto, misalnya, berasal dari
tradisi China. China-lah yang memiliki teknologi
membuat mi dan soun.
Menurut Lono, Soto juga kemungkinan mendapat
pengaruh dari budaya India. Ada beberapa soto
yang menggunakan kunyit, seperti kari dari India.
Karena ini soto bisa dikatakan merupakan
campuran dari berbagai tradisi.
Serbuk koya pada Soto yang juga ditemukan di
lontong cap go meh adalah budaya kuliner
Tionghoa peranakan. Serbuk ini dibuat dari santan
kelapa yang dikeringkan, berfungsi sebagai
penyedap rasa dan penambah tekstur.
Irisan bawang putih yang digoreng kering, juga
merupakan jejak budaya Tionghoa. Cara memasak
seperti ini jelas merupakan selera Tionghoa,
seperti ditemukan di masakan Tionghoa Pontianak.
Masakan Jawa biasanya menggunakan bawang
merah, bukan bawang putih, untuk digoreng kering
dan digunakan sebagai kondimen.
Akulturasi lain adalah sendok bebek dan mangkok.
Kedua benda ini merupakan alat makan yang
diduga berasal dari Cina. Alat-alat seperti sendok
bebek sering digunakan sebagai alat makan sup di
Cina.
Penyebaran soto ke berbagai daerah di Indonesia
seiring dengan penyebaran manusia. Makanan
yang tersebar itu kemudian bisa diterima di tempat
lain. Selain itu, makanan juga menyebar karena ada
proses industri.
Penyebaran ini, lanjut Lono, diikuti dengan upaya
lokalitas. Proses lokalitas soto mungkin sama
seperti lokalitas Islam maupun Kristen di
Indonesia. Inilah yang mengakibatkan muncul
berbagai jenis soto di Indonesia. (Berbagai
sumber)
http://id.she.yahoo.com/asal-muasal-makanan-
soto-043000057.html

adi wisaksono

gule ndas wedus ps Grabag


From: "Suhardono"

"...guyub rukun sak lawase"

--
tetap bersaudara selamanya

Payah.....


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Pasar di Indonesia Bagus dan Hukumnya Bisa Diakali

| Reza Wahyudi | Dibaca : 2137 kali

Minggu, 27 Mei 2012 | 06:05 AM

Lima tersangka yang merupakan bandar sekaligus pengedar narkotika bersama barang buktinya diperlihatkan kepada wartawan saat pengungkapan kasus di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (16/4). Dari kasus tersebut, polisi menyita beragam narkotika senilai Rp 8,7 miliar.
Photo: KOMPAS/WISNU WIDIANTORO

KOMPAS.com - Mendapati anak mereka beranjak remaja, hampir semua orangtua khawatir. Pergaulan dan kontrol yang makin longgar membuat orangtua waswas. Terlebih melihat bagaimana narkotika dan obat berbahaya yang merebak kasusnya dalam pergaulan remaja.

Narkotika dapat membius siapa saja yang mencobanya, tidak mengenal status sosial mereka. Orang miskin tak berpunya atau orang kaya raya yang berlimpah hartanya. Dari sumpeknya kolong jembatan sampai kamar hotel berbintang lima, orang bisa menggunakan narkotika dan obat berbahaya (narkoba). Siapa yang terbius, amat jarang bisa melepaskan ketergantungan begitu saja. Kehidupannya dan juga keluarganya umumnya hancur berantakan.

Karena itu, hukuman terhadap penjahat narkotika, apalagi pengedar dan bandar, seharusnya keras diterapkan. Toleransi nol. Moratorium remisi terhadap narapidana narkotika diberlakukan.

Di tengah ancaman narkotika kepada generasi muda, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan grasi kepada narapidana narkotika. Grasi itu dinilai bertentangan dengan kebijakan Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) yang selama ini menggembar-gemborkan kebijakan moratorium atau pengetatan pemberian remisi terhadap narapidana korupsi, narkotika, dan terorisme.

Grasi untuk Schapelle Corby (34), warga negara Australia, menjadi tanda, petinggi atau pejabat negara bersikap permisif terhadap kejahatan narkotika. Kesadaran dan pemahaman bahwa narkotika dapat merusak generasi bangsa dan kualitas sumber daya manusia Indonesia kurang dimiliki.

Jelaskan motif

Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo, menilai, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono plin-plan. Di satu sisi, kebijakan Kemkumham memperketat remisi terhadap narapidana korupsi, narkotika, dan terorisme. Di sisi lain, Presiden memberikan grasi kepada narapidana narkotika.

"Apakah Kemkumham hanya menjalankan kebijakan pencitraan," kata Bambang.

Karena kebijakan yang dinilainya plin-plan itu, rakyat perlu tahu motif pemberian grasi tersebut meski grasi merupakan hak presiden. "Jangan sampai timbul kesan, pemerintah ditekan negara asing atau sindikat narkotika internasional," ujarnya.

Terhadap kejahatan narkotika, apalagi terhadap pengedar atau bandar, penerapan hukum dan sanksi hukum seharusnya keras dan tidak ada toleransi.

Menurut Direktur Penindakan dan Pengejaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Benny Mamoto, bahaya narkotika adalah menyerang otak generasi bangsa sehingga merusak generasi mendatang.

"Karena otak yang diserang, otak generasi bangsa yang adalah anak dan cucu kita akan melemah. Kualitas sumber daya manusia generasi bangsa juga akan memburuk karena pengaruhnya," kata Benny.

Pembiusan terhadap otak anak-anak bangsa itu terus terjadi. Peredaran dan penggunaan narkotika terjadi setiap hari dan merata di semua daerah. Tidak hanya remaja, anak-anak pun mulai didapati kasusnya. Yogyakarta dikenal sebagai "Kota Pelajar". Bahkan, Yogyakarta pernah menjadi kota dengan kasus peredaran narkotika tertinggi setelah Jakarta.

Salah satu alasan meluasnya peredaran narkotika adalah permintaannya yang sangat besar di Indonesia yang jumlah penduduknya sekitar 240 juta jiwa. Potensi pasar yang besar itu menjadi target sindikat narkotika internasional.

Berbagai cara dilakukan sindikat lintas negara untuk memasukkan narkotika ke Indonesia. Misalnya, menyelundupkan sabu melalui alih muat kapal (transhipment) di perairan di daerah terpencil.

Sebagai contoh, Direktorat IV Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri pernah menggagalkan penyelundupan sekitar 50 kilogram narkotika jenis sabu oleh warga negara asing di Ujung Genteng, Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, modus yang dilakukan tersangka adalah melakukan alih muat sabu dari kapal ke kapal. Semula sabu dibawa dengan kapal kargo. Setelah sampai di titik tertentu, sabu dialihkan ke sekoci.

Dengan gencarnya pelaku sindikat narkotika internasional memasukkan narkotika ke Indonesia, implementasi ketentuan hukum dan sanksi hukum terhadap pelaku seharusnya diperkuat. Dengan demikian, hukuman dapat memberi efek jera.

Kepala Bagian Humas BNN Sumirat menambahkan, setelah UU No 35/2009 berlaku, ada tambahan enam terpidana mati. Sebelum UU No 35/2009 diberlakukan, ada 58 terpidana mati.

Kasus narkotika yang ditangani BNN pun meningkat. Sebagai gambaran, tahun 2010 ada 61 kasus dengan 65 tersangka. Namun, tahun 2011 BNN menangani 97 kasus narkotika dengan 159 tersangka. Uang yang beredar dari kejahatan narkotika tahun 2011 diperkirakan mencapai Rp 48 triliun.

Hukum bisa diatasi

Karena itu, kesadaran terhadap bahaya narkotika harus tertanam dan tumbuh pada aparat penegak hukum, pejabat negara, dan masyarakat. Jika kesadaran itu tak muncul dan ketentuan hukum dan sanksi lemah, Indonesia ibarat "surga" bagi sindikat internasional.

Lemahnya kesadaran itu semakin tampak. Misalnya, adanya pemberian remisi atau grasi bagi pelaku kejahatan narkotika. Dengan pemberian grasi itu, dikhawatirkan aparat penegak hukum lain pun jadi permisif. Apalagi, godaan pemberantasan narkotika sangat besar karena peredaran uang yang besar. Peluang aparat penegak hukum main mata dan disuap sangat besar.

Indikasi itu tampak. Hukuman ringan membuat pengedar narkotika beranggapan hukum di Indonesia lemah, bisa dibeli.

"Indonesia pasar yang bagus karena harga bagus, pemakai besar, dan hukum masih bisa diatasi. Itu penjelasan Abbas, tersangka jaringan Iran yang saya interogasi di Thailand," kata Benny. (FER)

 Sumber : Kompas Cetak

--

seberkas kehangatan

Senyum puas

Fajar apa senja?

Malaysia bebas hutang?

Yunani Harus Tolong Diri Sendiri


From: <syauqiyahya@gmail.com>

IMF: Yunani Harus Tolong Diri Sendiri

NEW YORK, KOMPAS.com - Direktur IMF, Christine Lagarde, mendesak warga Yunani untuk membayar pajak, dengan mengatakan dia lebih mengkhawatirkan penderitaan anak-anak di sub-Sahara Afrika ketimbang warga Eropa yang terimbas krisis.

Dalam sebuah wawancara dengan koran Guardian, Lagarde menyatakan ini adalah waktu pembalasan bagi Yunani.

Yunani telah berjanji untuk melaksanakan pemangkasan anggaran yang ketat sebagai bagian dari kesepakatan dana bantuan sebesar multi-miliar euro untuk terhindar dari kebangkrutan.

Tetapi kesepakatan itu sekarang terancam setelah pemilihan umum yang tidak meyakinkan pada bulan Mei.

Di saat Yunani menunggu pemilu baru di bulan Juni, sekarang ada kekhawatiran bahwa Athena mungkin akan terpaksa meninggalkan euro.

Hal ini bisa menimbulkan kekacauan di perbankan - bukan hanya di Yunani tetapi juga negara euro lainnya, demikian peringatan dari sejumlah pengamat.

Sikap tanpa kompromi

Dalam wawancara yang diterbitkan Jumat (25/5/2012), Direktur IMF itu mengatakan, "Sama seperti yang menjadi kepedulian Athena, saya juga memikirkan tentang semua orang yang mencoba untuk kabur dari pajak sepanjang waktu. Saya rasa mereka juga harus menolong diri mereka sendiri secara bersama-sama," kata Lagarde.

Dia menambahkan. "Saya lebih memikirkan anak-anak kecil dari sebuah sekolah di desa kecil di Niger yang belajar dua jam sehari, berbagi satu bangku untuk tiga orang, dan yang sangat ingin mendapatkan pendidikan. Saya memikirkan mereka sepanjang waktu. Karena saya rasa mereka lebih membutuhkan bantuan ketimbang warga di Athena."

Dan ketika ditanya apakah dia mengatakan kepada warga Yunani dan negara Eropa bahwa mereka telah memiliki waktu yang menyenangkan dan sekarang adalah waktu pembalasan, Lagarde menanggapinya dengan jawabab, "Itu benar".

Dia juga menegaskan bahwa IMF tidak berniat melunakkan ketentuan paket penghematan Yunani.

Yunani mengalami resesi selama lima tahun, lumpuh akibat utang yang menggunung, angka pengangguran yang tinggi dan aksi buruh terkait kebijakan pemangkasan anggaran.

Jajak pendapat kini mengungkap bahwa blok kiri Syriza, yang menduduki peringkat ke dua dalam pemilu 6 Mei lalu, kemungkinan akan memenangkan pemilu lanjutan 17 Juni mendatang.

Selama ini mereka menentang kondisi ketat yang dikenakan atas Yunani di bawah kesepakatan bantuan dana yang besar dari Uni Eropa dan IMF.

Sumber : BBC Indonesia

--

Makan malam di cianjur


From: "widinetwork"

Kikil dan lidah sapi

Perang Dingin berlanjut dengan kebengisan lain di sini.


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Senin, 21 Mei 2012



DMZ

Sejarah punya jejak yang tegang di bentangan tanah yang memanjang ini. Dataran ini mirip lembah yang kosong, tapi orang tak akan terkecoh: kosong bukan berarti damai.

Ini perbatasan Korea Selatan dengan Korea Utara. Ini saksi sebuah perang yang dilupakan: �Perang Dingin� yang membelah dunia sejak akhir 1940-an. Di sini, konflik global yang dianggap sudah berakhir sejak lebih dari satu dasawarsa yang lalu itu masih berlangsung�dengan trauma, dendam, dan hantu-hantu masa silam, yang dalam kata-kata penyair Keith Wilson, �masih mengarungi malam dan membisikkan kata �Korea��.

Bila hantu itu akan lebih terasa hadir di sini, itu karena wilayah ini sebuah ruang kecemasan tersendiri. Ia penyekat tipis yang dibangun dengan kesepakatan yang tak meyakinkan di antara dua pihak yang lelah berperang�persisnya pada 17 Juli 1953.

Karena sebenarnya ada yang belum selesai. Perang tiga tahun yang dimulai tahun 1950 itu akhirnya tak menghasilkan kemenangan bagi siapa pun. Diniatkan oleh pemimpin Korea Utara, Kim Il-sung, untuk menyatukan jazirah itu dari perpecahan Utara-Selatan, perang yang ganas itu hanya mengembalikannya ke posisi sebelumnya: di Garis Lintang 38.

Di situlah kesia-siaan yang belum mau diakui itu ditandai: sebuah wilayah didirikan sepanjang 250 kilometer dengan lebar 4 kilometer untuk membatasi gerakan kedua belah pihak. Disebut �DMZ�: �Demilitarized Zone�, �zona bebas militer�. Tapi betapa absurd nama itu: sebab di bagian bumi Korea inilah militer yang bermusuhan berjaga berhadap-hadapan. Senjata nuklir terang-terangan atau diam-diam disiapkan. Propaganda yang kuno atau baru disiarkan.

Kehancuran membuat manusia jera. Tapi ketegangan di DMZ itu menunjukkan, ada yang membuat jera hanya sebentar�yakni cita-cita, atau ambisi, atau tekad, yang disebut �nasionalisme�. Sejarah Korea yang mengagumkan tapi tragis membuat nasionalisme itu merasuk dengan luka-lukanya.

Negeri ini bukan bangunan kemarin sore. Tiga kerajaan sudah berdiri sejak 65 sebelum Masehi. Dinasti-dinasti datang dan pergi, melalui perang, melewati penjajahan Kerajaan Mongolia, dan di abad ke-20, berakhir dengan kolonisasi Jepang.

Dan sepanjang sejarahnya yang sekitar 1.000 tahun itu, Korea melahirkan sesuatu yang tak ada bandingannya di Asia Timur: buat pertama kalinya dalam sejarah manusia, sekitar 1230, di sini diciptakan mesin cetak bergerak yang terbuat dari logam, 200 tahun sebelum Gutenberg menemukannya di Jerman. Buku agama Buddha, Jikji, terbit dengan mesin itu pada 1377, sekitar 100 tahun sebelum Injil dicetak di Eropa�dan jauh lebih di depan ketimbang Turki, di mana mencetak buku dianggap dosa oleh para ulama dan diancam hukuman mati oleh Sultan Salim I dalam sebuah titah bertahun 1515.

Tentu, seperti Eropa dan Turki, Korea punya penguasa yang paranoid dan agamawan yang mudah cemas. Ketika Raja Sejong memperkenalkan huruf Hangul yang mudah dipergunakan itu ke rakyat banyak (alfabet itu selesai diciptakan di akhir tahun 1443), lapisan elite dan pendeta Konghucu yang memakai huruf Cina, Hanja, menentang. Ketika rakyat menyatakan suaranya dengan huruf itu dalam menentang kesewenang-wenangan Raja Yeonsangun, Baginda melarang penggunaan aksara itu pada 1504.

Tapi kemudian Hangul dipulihkan kembali�dan dalam perkembangannya kemudian, aksara itulah yang mengukuhkan bahasa Korea, membangun kesadaran kebangsaannya, menyatukan rakyatnya, hingga, dengan nasionalisme yang utuh, menembus abad ke-20, juga ketika Jepang menguasai negeri mereka.

Tapi kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik tak menyebabkan nasionalisme itu mencapai cita-citanya: sebuah Korea yang merdeka. Seusai Perang Dunia II, kekuasaan dunia berada di tangan negara-negara pemenang. Tanpa persetujuan rakyat Korea, negeri mereka diletakkan di bawah pengawasan Amerika Serikat dan Uni Soviet, di dua sisi yang berbeda�dan terbelah sejak itu.

Tapi dengan itu pula hasrat penyatuan kembali �meradang, menerjang� dan Perang Korea yang berdarah-darah meletus�karena hasrat nasionalisme yang bertaut dengan Perang Dingin antara �Blok Komunis� dan �Blok Barat�. Dalam arsip Soviet yang dibuka di pertengahan 1990 diketahui, bukan Stalin yang mendesak agar Kim Il-sung menyerang Korea Selatan, tapi justru sebaliknya. �Saya tak bisa tidur sepanjang malam memikirkan penyatuan seluruh negeri,� kata Kim, Januari 1950, kepada utusan Stalin. Dan Stalin akhirnya memberkati. Pasukan Korea Utara memasuki wilayah Selatan�dan Seoul pun jatuh.

Tapi yang dicemaskan Stalin terbukti. Amerika, dengan memanfaatkan PBB, mengirim pasukan besar-besaran untuk mendeking pemerintah Seoul. Perang itu melibatkan sejumlah negara, bukan hanya Cina di pihak Komunis, tapi juga bahkan India dan Turki di pihak lawannya. Jengkal demi jengkal wilayah lepas dan direbut kembali. Dalam tiga tahun yang bengis itu terbunuh 33.600 tentara Amerika, 16.000 anggota pasukan PBB, 415.000 prajurit Korea Selatan, 520.000 prajurit Korea Utara, dan sekitar 900.000 tentara Cina.

Dan hasilnya? DMZ.

Tentu bukan cuma DMZ. Kemajuan Korea Selatan yang menakjubkan dalam tiga dasawarsa ini tak bisa dilepaskan dari ketakutan kalau akan dikalahkan musuhnya di Utara. Perpisahan itu bukan sepenuhnya tragedi.

Yang benar-benar tragedi ada di Utara. Di sana, selama lebih dari 40 tahun kekuasaan Partai menutup rakyat dalam sebuah penjara besar dan menyuruh mereka mengikuti semacam agama baru�dengan pemujaan, fanatisme, kekerasan, dan penguasaan yang tak pernah berhenti mengawasi.

Perang Dingin berlanjut dengan kebengisan lain di sini.

Goenawan Mohamad

--

Jumat, 25 Mei 2012

ayam


Sebuah supermarket sedang mengobral dada ayam tanpa tulang. Tono beniat untuk membeli sebagai persediaan di rumah. Ketika sudah sampai supermarket, Tono kecewa karena hanya menemukan beberapa potong daging kecil, sehingga dia komplain dengan gadis yang menjadi pelayan dicounter daging supermarket itu.

"Jangan kuatir," kata gadis itu,"Saya akan ke belakang dan membungkus beberapa potong dan memastikan daging tersebut siap sebelum anda selesai berbelanja di sini.

"Beberapa menit kemudian,  Tono mukanya langsung merah padam dan salah tingkah ketika mendengar gadis pelayan toko tadi mengumumkan lewat pengeras suara supermarket, "Mohon kepada mas yang tadi menginginkan dada yang besar untuk menemui saya di bagian belakang counter..

sedikit (rahasia) tentang perempuan






Untuk wanita istri ibu yang memilih dirumah saja ....I love u full ...

............................

Seorang lelaki berdoa: "Oh Tuhan, saya tidak terima. Saya bekerja begitu keras di kantor, sementara istri saya enak-enakan di rumah. Saya ingin memberinya pelajaran, tolonglah ubahlah saya menjadi istri dan ia menjadi suami."

Tuhan merasa simpati dan mengabulkan doanya. Keesokan paginya, lelaki yang telah berubah wujud menjadi istri tersebut, terbangun dan cepat-cepat ke dapur menyiapkan sarapan. Kemudian membangunkan kedua anaknya untuk bersiap-siap ke sekolah.

Kemudian ia mengumpulkan dan memasukkan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci. Setelah suami dan anak pertamanya berangkat, ia mengantar anaknya yang kecil ke sekolah taman kanak-kanak.

Pulang dari sekolah TK, ia mampir ke pasar untuk belanja. Sesampainya di rumah, setelah menolong anaknya ganti baju, ia menjemur pakaian dan kemudian memasak untuk makan siang.

Selesai memasak, ia mencuci piring-piring bekas makan pagi dan peralatan yang telah dipakai memasak. Begitu anaknya yang pertama pulang, ia makan siang bersama kedua anaknya.

Tiba-tiba ia teringat ini hari terakhir membayar listrik dan telepon. Disuruhnya kedua anaknya untuk tidur siang dan cepat-cepat ia pergi ke bank terdekat untuk membayar tagihan tersebut.

Pulang dari bank ia menyetrika baju sambil nonton televisi. Sore harinya ia menyiram tanaman di halaman, kemudian memandikan anak-anak. Setelah itu membantu mereka belajar dan mengerjakan PR. Jam sembilan malam ia sangat kelelahan dan tidur terlelap. Tentu masih ada'pekerjaan- pekerjaan kecil lainnya' yang harus dikerjakan.

Dua hari menjalani peran sebagai istri ia tak tahan lagi. Sekali lagi ia berdoa, "Ya Tuhan, ampuni aku. Ternyata aku salah. Aku tak kuat lagi menjalani peran sebagai istri. Tolong kembalikan aku menjadi suami lagi."

Tuhan menjawab:

"Bisa saja. Tapi kamu harus menunggu sembilan bulan, karena saat ini kamu sedang hamil."

Nikmati cahaya matahari...Jalan2 pagi.....


From: <syauqiyahya@gmail.com>

7 Cara Bikin Hidup Lebih Bersemangat

CHR | Dini | Dibaca : 1531 kali

Kamis, 24 Mei 2012 | 08:36 AM

Berjemur di bawah sinar matahari pagi terbukti bisa meningkatkan semangat dan rasa bahagia seseorang.
Photo: shutterstock

KOMPAS.com - Semua orang pasti setuju bahwa rasa bahagia dan kegembiraan akan membantu membuat Anda lebih bersemangat untuk menjalani hari. Ketika Anda sedang sedih, pasti Anda lebih sulit untuk mencurahkan energi dan mental untuk apapun yang Anda kerjakan. Menyantap makanan yang enak-enak, atau shopping, biasanya dilakukan untuk memperbaiki mood seseorang. Akan tetapi, sebuah penelitian membuktikan bahwa aktivitas tersebut bukanlah cara yang tepat untuk memompa semangat dan keceriaan.

Mengenali kebutuhan dan kemampuan diri merupakan cara yang paling tepat untuk membuat hidup lebih bahagia. "Kenali seberapa besar energi yang dibutuhkan dalam rutinitas harian Anda, sehingga bisa mengindentifikasi strategi untuk mendorong semangat dan mencapai kebahagiaan lebih tinggi. Anda pasti akan terkejut seberapa cepat dan mudahnya memberi dorongan untuk bahagia setiap saat pada diri sendiri," ungkap Gretchen Rubin, penulis buku best-seller The Happiness Project.

Berikut beberapa cara yang bisa digunakan untuk membuat hidup jadi lebih bersemangat.

1. Nikmati cahaya matahari
Kekurangan sinar matahari merupakan salah satu alasan mengapa orang merasa mudah lelah. Penelitian menunjukkan bahwa cahaya matahari bisa merangsang berbagai senyawa kimia di otak untuk meningkatkan mood. Untuk mendapatkan energi yang lebih banyak, sering-seringlah berjemur di bawah sinar matahari pagi. Hal ini akan membuat Anda lebih bersemangat karena bisa menghirup udara pagi yang segar, dan lebih bersyukur karena masih bisa menikmati hari ini.

2. Jalan-jalan pagi
Salah satu penelitian mengungkapkan bahwa jalan kaki di pagi hari selama 10 menit bisa meningkatkan energi seseorang, dan menurunkan ketegangan tubuh sehingga jadi lebih rileks.

3. Bergerak dengan penuh energi
Untuk menghasilkan energi lebih banyak, cobalah untuk melakukan berbagai gerakan yang dinamis. Ketimbang meminta asisten rumah tangga di kantor untuk memfotokopi dokumen di lantai bawah, lebih baik Anda sendiri yang turun untuk melakukannya. Aktivitas ringan ini akan membantu mencegah tubuh terasa lesu karena terlalu lama duduk dan berakhir dengan rasa kantuk.

4. Dengarkan lagu favorit Anda
Musik bisa merangsang pendengaran untuk mempengaruhi suasana hati dan meningkatkan energi.

5. Ngobrol dengan teman
Dengan melakukan hal ini, Anda tak hanya bisa menyerap energi dari interaksi dengan teman. Anda juga bisa menangkap emosi mereka, sehingga energi positif dan semangat mereka bisa menular dan membangkitkan semangat Anda kembali.

6. Membersihkan meja kerja
Meja kerja yang berantakan akan menurunkan gairah untuk bekerja, karena Anda merasa ada begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Saat bosan dan tak bersemangat untuk bekerja, coba rapikan meja kerja Anda di kantor. "Saat merasa tak bisa menjalani pekerjaan dengan bersemangat, saya merapikan meja kerja. Sesaat kemudian saya merasa bahagia," ungkap Gretchen. Merapikan meja kerja akan membantu Anda untuk menciptakan kesan seolah-olah pekerjaan Anda sudah selesai.

7. Mencoret daftar pekerjaan yang sudah dilakukan
Kita biasanya membuat semacam "to-do-list" untuk dilakukan sepanjang hari. Dari menyiapkan bahan presentasi untuk meeting di kantor, memesan air mineral dalam galon, membuat janji untuk konsultasi dengan dokter, sampai mengantar si kecil membeli bahan-bahan untuk tugas sekolah. Tanpa disadari, daftar pekerjaan seperti ini bisa membuat Anda merasa terbebani. Lain kali, coba berikan prioritas untuk pekerjaan yang harus dilakukan lebih dulu. Setelah selesai satu pekerjaan, coret pekerjaan tersebut dari daftar Anda. Jika ada pekerjaan lain yang bisa dilakukan sepulang dari kantor, pindahkan pekerjaan tersebut pada bagian terbawah dari daftar Anda.

Sumber : Good Housekeeping

--

Banaran Cofe, Desa NGIPIK Bedono



From: <nurhadi_amiyanto@yahoo.com>

Kopi kental pait banaran, pisang kepok kuning dan tuhu goreng anget, makan siang sehat, trus udud ! sing ora sehat yo udude kuwi, tp piye maneh ! Sopo mau ?

Sayur ketan

Rabu, 23 Mei 2012

Yessica Sanches


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Di American Idol nyanyi lagu ini...hmmm....top markotop.../kung

The Prayer

I pray you'll be our eyes

And watch us where we go

And help us to be wise

In times when we don't know

Let this be our prayer when we lose our way

Lead us to a place

Guide us with your grace

To a place where we'll be safe

La luce che tu dai

I pray we'll find your light

Nel cuore resterà

And hold it in our hearts

A ricordarci che

When stars go out each night

L'eterna stella sei

Nella mia preghiera

Let this be our prayer

Quanta fede c'è

When shadows fill our day

Lead us to a place

Guide us with your grace

Give us faith so we'll be safe

Sognamo un mondo senza più violenza

Un mondo di giustizia e di speranza

Ognuno dia la mano al suo vicino

Simbolo di pace e di fraternità

La forza che ci dia

We ask that life be kind

È il desiderio che

And watch us from above

Ognuno trovi amor

We hope each soul will find

Intorno e dentro a sè

Another soul to love

Let this be our prayer

Let this be our prayer

Just like every child

Just like every child

Need to find a place

Guide us with your grace

Give us faith so we'll be safe

E la fede che

Hai acceso in noi

Sento che ci salverai

--

Magelang hasher

sekedar informasi .......
Para Hasher Akan Singgah di Kota Magelang
Masyarakat Kota Magelang boleh berbangga.
Pasalnya, Kota Magelang juga menjadi bagian dari
rangkaian perhelatan akbar Borobudur
International Hash House Harriesh (Interhash)
2012.
Sebagai permulaan sebelum dibukannya even
tersebut secara resmi, Kamis (24/5) akan digelar
"Red Dress Run" yang diikuti sekitar 1000 hasher
(sebutan bagi peserta Interhash) dari 50 Negara.
Dalam kegiatan nantinya para hasher akan
mengelilingi sejumlah jalan protokol Kota
Magelang sepanjang kurang lebih 4 kilometer
sesuai dengan rute yang telah ditentukan pihak
panitia. Sesuai dengan namanya, nantinya semua
hasher akan menggunakan pakaian serba merah.
"Ada sekitar 1000 hasher yang ikut dalam even
tersebut. Sebenarnya ada sekitar 5000 peserta yang
ikut interhash, namun tidak semua peserta
mengikuti Red Dress Run," kata kabag Humas
Protokol dan Santel Setda Kota Magelang, Drs
Bambang Suprawata, Rabu (23/5/2012).
Bambang mengemukakan, rute yang akan dilewati
yakni start di Bakorwil Kedu, Jl Diponegoro, Jl
Pahlawan, Jl Piere Tendean, Jl Ahmad Yani, Alun-
alun, Jl Pemuda, Jl jenggolo, kemudian finish di
Hotel Puri Asri.
Pada saat di alun-alun, lanjutnya, para peserta
akan dihibur oleh 100 penari. Selain itu juga ada
panggung kehormatan dimana disitu akan ada
Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Walikota Magelang
Ir Sigit Widyonindito MT serta tamu lainnya.
"Selain disambut dengan tarian, sejumlah pelajar
Kota Magelang mulai SD hingga SMA akan
menyambut mereka sepanjang rute," terang
Bambang.
Selain Red Dress Run, tanggal 26 dan 27 Mei juga
akan dilaksanakan kegiatan Runsite 7 Kota
Magelang yakni Trail Long, Trail Short dan Old Fast
Run. Jarak yang yang akan ditempuh sekitar 6-8
km. Untuk rute ini peserta tidak hanya melewati
jalur protokol namun akan menyusuri jalan
perkampungan.
Bambang berharap, agar warga Kota Magelang
khususnya bisa menjadi tuan rumah yang baik dan
menyambut acara tersebut secara positif.
"Pesertanya dari berbagai Negara, tentunya akan
membawa budaya masing-masing yang berbeda.
Untuk itu kami menghimbau agar masyarakat Kota
Magelang menyikapinya secara bijak dan tidak
melakukan tindakan secara berlebihan," tuturnya.
Humas_Git [copas www.magelangkota.go.id]

adi wisaksono

Good

Rawon malaikat bikinan rumah sendiri


From: "widinetwork" <twidiarto@gmail.com>

Nek rawon setan ndak kancane ladi gaga hiiiiii...

@widiarto_srg
*semoga kita selalu memiliki 'kesehatan' dan 'kesempatan'*
Sent from my BlackBerry®INDOSAT

--

Selasa, 22 Mei 2012

orca

wanita hamil

Seorang anak berusia tiga tahun mendekat ke seorang wanita hamil sambil menunggu dengan ibunya di klinik dokter.

Dia ingin tahu dan bertanya wanita itu, "Mengapa perut Anda begitu besar?"
Dia menjawab, "Aku punya bayi."

Dengan pandangan heran, ia bertanya, "Apakah ada bayi dalam perut Anda?"
Dia berkata, "Tentu saja."

Kemudian anak kecil, dengan tatapan bingung, bertanya, "Apakah dia bayi yang baik?"
Dia berkata, "Oh, ya. Ini adalah bayi yang benar-benar baik."

Dengan terlihat lebih kaget dan terkejut, ia bertanya…
"Lalu kenapa Anda memakannya?"

--
Soni
dian_wiryatmo@yahoo.Co.Id

http://ceremende.blogspot.com/

Listen and learn

kuthuk

Senin, 21 Mei 2012

Tahu tegal


From: "widinetwork" <twidiarto@gmail.com>

@widiarto_srg
*semoga kita selalu memiliki 'kesehatan' dan 'kesempatan'*
Sent from my BlackBerry®INDOSAT

Belajar Menulis ala Remy Sylado, Siapa Mau?: The Man Who Loved Books Too Much (14)


From: "hernowo hasim"

Belajar Menulis ala Remy Sylado, Siapa Mau?: The Man Who Loved Books Too Much (14)
Oleh Hernowo
 
 
"Membaca langsung contoh-contoh karya tulis orang lain lebih praktis ketimbang membaca teorinya. Inilah makna mudasir dari kata pembukaan kita di sini: membaca adalah belajar."
—Alif Danya Munsyi
 
Meskipun baru membaca dua bab awal buku Jadi Penulis? Siapa Takut! karya Alif Danya Munsyi a.k.a Remy Sylado, saya sungguh merasa diperkaya dengan karya tulisnya. Setelah bab pertama membawa saya ke dunia membaca yang penuh makna, bab kedua—yang berjudul "Kebudayaan Menulis"—mengajak saya untuk menjelajahi pelbagai hal menarik tentang dunia menulis. Karier saya di dunia menulis baru saya tekuni secara intensif sekitar 10 tahun. Saya menerbitkan buku pertama, Mengikat Makna, pada pertengahan 2001. Pengalaman menulis saya belum bisa dibandingkan dengan pengalaman menulis Alif Danya Munsyi.
 
Saya dengan Alif, dalam dunia baca-tulis, bagaikan air di sebuah cangkir dan air samudra di lautan nan luas. Saya sangat merasakan sekali ketika membaca bab kedua buku Alif, seakan-akan karier kepenulisan saya itu baru saja saya mulai. Saya tidak tahu kalau di dunia menulis ada "brakilogi" misalnya. Anda tahu apa itu "brakilogi"? Menurut Alif, "brakilogi" terbangun dari bahasa Yunani "brachys" yang bermakna pendek, dan "logos"—yang menjadi "logy"—yang bermakna pengetahuan. "Brakilogi" adalah langgam singkat dalam menulis dan memaknai sesuatu. Apa wujud konkret "brakilogi"? Tampaknya saya harus membaca buku Alif tersebut lebih jauh lagi.
 
Alif juga memberi saya pengetahuan baru tentang tujuan menulis yang sesungguhnya dan mengapa dia menekankan sekali tentang "membaca adalah belajar". Menurutnya, seorang penulis perlu memberi pengetahuan—Alif menuliskan kata ini menjadi: penge-tahu-an—kepada para pembaca tulisannya. Nah, agar tulisan yang kita tulis dapat memberikan penge-tahu-an, Alif pun mengingatkan kita tentang beberapa cagak konsentrasi—demikian dia menyebutnya. Cagak konsentrasi itu diharapkan dapat membangkitkan rasa ingin tahu kita dalam menuliskan sesuatu. Apa saja cagak-cagak itu? Dengan menarik, ihwal cagak-cagak itu dia uraikan panjang lebar di halaman 15 paragraf 63.
 
Salah satu karya Cak Nun yang sering saya pelajari dan teladani.
 
Saya sangat setuju dengan pernyataan Alif bahwa "membaca adalah belajar". Apalagi, kemudian dia menekankan bahwa "membaca langsung contoh-contoh karya tulis orang lain lebih praktis ketimbang membaca teorinya". Teori menulis tidak salah bahkan perlu juga kita pahami. Hanya, teori menulis dapat memenjara diri (khususnya pikiran) kita sehingga kita tidak bebas menulis. Nah, membaca langsung buku-buku para penulis yang sudah sangat berpengalaman menulis akan sangat memabntu diri kita bagaimana mereka menulis. Apalagi jika kita berhasil membaca buku-buku yang baik dan bergizi.
 
Saya, misalnya, berhasil membuat buku pertama Mengikat Makna dengan dua halaman tampil beda gara-gara membaca dan belajar kepada buku sangat laris, Quantum Learning. Saya memiliki keterampilan membuat judul yang "eye catching", mungkin, gara-gara dulu rajin membaca dan belajar kepada karya-karya tulis Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) yang memang piawai mengolah dan meramu kata untuk judul. Saya membaca dan belajar kepada buku-buku Kang Jalal (Jalaluddin Rakhmat). Dan saya, kini, sedikit memiliki kecermatan dalam menggunakan kata gara-gara dulu membaca dan belajar kepada buku-buku Ustad Quraish Shihab yang memang ahli memaknai kata.[]

--

Tertawalah....sebelum tertawa itu dilarang......

Tetep Pentas


Partai Demokrat Ingatkan Polri Tak Asal Larang Konser Lady Gaga
Gagah Wijoseno - detikNews
Senin, 21/05/2012 17:58 WIB

Jakarta Partai Demokrat (PD) meminta Polri tidak bersikap asal dengan main larang dalam konser Lady Gaga. Semua harus dipertimbangkan dengan matang. Karena apapun keputusan Polri akan berimbas pada ranah politik.

"Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto, mewakili otoritas politik Indonesia, telah menyatakan sikap resmi bahwa pemerintah tidak melarang konser Lady Gaga. Pernyataan itu menjelaskan kebijakan politik hukum pemerintah yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh Kapolri dan seluruh jajarannya," kata Sekretaris Departemen HAM DPP Partai Demokrat, Rachlan Nasidik, Senin (21/5/2012).

Menurut Rachlan, kebijakan politik hanya bisa diambil oleh otoritas yang dipilih oleh rakyat melalui pemilu, yakni Ppresiden. Karena itu, kebijakan yang berimbas pada politik, harus dipikirkan matang-matang oleh Polri.

"Kapolri tidak dipilih oleh rakyat, maka dia tidak boleh membuat kebijakan hukum sendiri, melainkan menjalankan kebijakan Presiden disampaikan oleh Menkopolhukam," tuturnya.

Rachlan menilai Menko Polhukam tegas meminta agar Kapolri bisa mengelola perbedaan pendapat dalam masyarakat dengan arif dan kreatif. Tentu sikap itu bukan berarti melarang konser.

"Polri diminta pemerintah untuk tidak gampang melarang kebebasan berekspresi, namun di sisi lain wajib memastikan konser Lady Gaga customized, disesuaikan dengan standar umum kebiasaan, norma dan sopan santun di Indonesia. Penyesuaian demikian lumrah dan berlaku di mana saja," jelasnya.

Polri perlu berusaha lebih keras dan sungguh-sungguh untuk menghapus kesan yang terlanjur meluas bahwa Polri justru adalah ancaman, bukan pelindung bagi demokrasi, hak dan kebebasan sipil.

"Kapolri perlu mengingat, bahwa karena kedudukan Polri sampai hari ini masih di bawah Presiden, maka ongkos politik dari setiap kesalahan Polri akan selalu terpaksa ditanggung oleh Presiden. Kapolri punya kewajiban untuk tidak memperburuk kenyataan tersebut bila berkeinginan tidak menjadi beban politik bagi Presiden," tegasnya.  

--

Civil war

video

Uasin

Berpakaian Tertutup ....


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Senin, 21/05/2012 19:15 WIB

Budayawan Imbau Lady Gaga Berpakaian Tertutup di Indonesia

Septi - detikNews

Jakarta - Tindakan Polri menahan izin pelaksaan konser Lady Gaga tidak sepenuhnya keliru. Memang harus ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh penyanyi kontroversial asal AS tersebut untuk bisa tampil secara langsung di Indonesia.

"Kita punya kebudayaan dignity. Jadi kalau Lady Gaga bisa menerima budaya Indonesia, ya sah-sah saja," ujar budayawan, Radhar Panca Dahana.

Kepada pers yang menemuinya di sela diskusi 'Membangun Keindonesian Kita' di Akbar Tandjung Institute, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (21/5/2012) sore, dia menegaskan bila konser dilaksanakan maka perlu penyesuaian. Satu di antaranya adalah soal aksi panggungnya kelak.

"Soal lagu tidak ada masalah, persoalannya ada di aksi panggung," ujarnya.

Lalu aksi panggung seperti bagaimana yang selayaknya Lady Gaga suguhkan untuk penampilannya di Indonesia?

"Berpakaian tertutup," jawab Romo Benny Susetyo pada kesempatan yang sama.

Meski sepaham tentang perlunya penyesuaian aksi panggung, rohaniawan ini punya pandangan berbeda dengan Radhar Panca Dahana khusus mengenai lirik dan lagu. Menurutnya perlu ada semacam self censor terhadap play list Lady Gaga di Indonesia.

"Untuk lagu-lagu yang liriknya menyimpang, sebaiknya tidak dibawakan," imbaunya.

--

Minggu, 20 Mei 2012

Beda bener waktu saya terbang ke Singapura.


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Senin, 21 Mei 2012 | 05:03 WIB


Ayat Kursi & Kisah Getir Pilot Mengontak Bandara

TEMPO.CO , Jakarta: Pengatur lalu lintas udara adalah mata bagi pilot. Mereka memandu dan mengarahkan pendaratan dan lepas landas pesawat. Namun, karena beban kerja yang tinggi, lantaran banyaknya pesawat, kadang para pemandu di menara bandara atau Air Traffic Controller (ATC) itu tidak melihat bahaya yang mengintai pesawat, seperti awan kumulonimbus atau antrian pesawat lain.

Itulah pengalaman Kapten Pilot Ervin Adhitya, 35 tahun, yang dituturkan kepada Pramono dari Tempo. Seperti diungkap dalam laporan utama majalah Tempo  berjudul "SOS Menara Bandara" edisi 21 Mei 2012, Ervin April lalu menerbangkan pesawat Boeing 737 NG dari Bandara Ngurah Rai, Bali, ke Jakarta. Saat itulah dia mengalami masalah.

Halililintar berpijar-pijar di kejauhan, terlihat dari kaca kokpit. Kecepatan pesawat sudah mencapai 180 knot atau 330 kilometer per jam. Ketinggian pesawat 4.000 meter. Sebentar lagi pesawat tiba di Cengkareng, Bandara Soekarno-Hatta. Kepada petugas air traffic controller (ATC), Ervin meminta izin mendarat. Ada tiga pesawat di depan pesawat ervin. "Heading to one eight zero," kata petugas mengarahkan.

Petugas meminta Ervin memutar moncong pesawat ke arah jam enam. Ternyata arah itu menuju medan halilintar. Dia melihat kilat begitu meriah, menerangi awan kumulonimbus. Masuk gumpalan awan ini berarti menghadapi badai besar. Radar cuaca di kokpit menunjuk warna magenta, menandakan awan sangat pekat. Ini tak pernah diinginkan pilot mana pun, termasuk Ervin yang sudah punya pengalaman 8.000 jam terbang. Dia teringat penerbangan dari Jakarta menuju Banjarmasin saat tak bisa menghindari awan kumulonimbus. Selama semenit pesawat melompat ke atas hingga 4.000 kaki, lalu dibanting dengan cepat di area turbulensi. Ervin sampai harus melafalkan Ayat Kursi, berusaha tak panik.

Pengalaman di Banjarmasin itu membuatnya mengontak petugas lagi memint perubahan arah menjadi 140 derajat.  Tapi, ditolak oleh petugas ATC. "Negatif. Tetap mengarah ke satu delapan kosong."

Pesawat masih meluncur ke awan hujan. Setengah memaksa, Ervin meminta petugas mengizinkan perubahan arah karena sebentar lagi pesawat masuk awan hujan. Petugas diam. Satu, dua, tiga detik. Ervin pun bergumam, sadarkah sang petugas, tiap detik sangat berharga bagi pesawat dan lebih dari 200 penumpang pesawat ini? Detik berikutnya, baru petugas mengizinkan perubahan arah. Nyaris saja.

"Beda bener waktu saya terbang ke Singapura. Petugas setempat langsung meminta pesawat berubah posisi jika ada awan hujan," ujar Ervin. Selengkapnya  baca di laporan utama majalah Tempo edisi 21 Mei 2012.

PRAMONO

--

Pelikan