Minggu, 29 April 2012

Justru Pidato SBY-lah yang Tidak Patut


From: Daniel Thie
 



Dalam pidatonya pada pembukaan acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan
Nasional 2012, di Jakarta, Kamis (26/04/2012), Presiden SBY memberikan
arahan dan instruksi dalam rangka gerakan penghematan penggunaan BBM
bersubsidi (Premium dan Solar) secara nasional. Yang sampai hari ini
masih tetap menjadi BBM (Bikin Bingung Masyarakat). Bagaimana masyarakat tidak bingung, kalau mulai dari menteri-menterinya sampai presidennya
sampai hari ini masih bingung kapan bisa dilaksanakan dan bagaimana cara realisasinya secara efektif.
Dalam pidatonya tersebut Presiden SBY kembali menyalahkan pihak yang mampu
dan kaya sebagai penyebab utama semakin membengkaknya anggaran subsidi
yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk membayar subsidi BBM
tersebut. SBY bilang, anggaran negara yang seharusnya dipakai untuk
mensejahterakan rakyat miskin terpaksa berkurang banyak sekali karena
dipakai untuk menutup beban anggaran subsidi tersebut. Ini akibat dari
orang-orang yang mampu dan kaya, bahkan sangat kaya membeli BBM
bersubsidi.
"Menjadi tidak adil, menjadi tidak patut, dan keliru manakala saudara-saudara
yang sudah mampu dan kaya, bahkan sangat kaya, membeli BBM bersubsidi
yang akhirnya mengurangi anggaran negara untuk membangun rumah sakit,
entah sekolah, entah jalan, mengurangi kemiskinan, dan sebagainya," kata Presiden SBY (Kompas.com, 26/04/2012).

Pidato ini menyesatkan.

Selajutnya, silakan klik link di bawah ini (karena saya lengkapi dengan data gambar statistik)

http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2012/04/27/justru-pidato-presiden-sby-lah-yang-keliru-dan-tidak-patut/

Bagaimana ”Menghidupkan” Perpustakaan Sekolah?: Apakah Pendidikan Kita Berbasis Buku? (4)


From: "hernowo hasim"

Bagaimana "Menghidupkan" Perpustakaan Sekolah?: Apakah Pendidikan Kita Berbasis Buku? (4)
Oleh Hernowo
 
http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/292619_10150795047639797_678704796_9635751_243046117_a.jpg
 
"Pak Hernowo, menurut saya, salah satu cara terampuh untuk mendeteksi apakah pendidikan kita berbasis buku atau tidak adalah dengan melihat perpustakaan yang ada di sekolah tersebut. Apabila perpustakaannya 'mati', ada kemungkinan kegiatan belajar di sekolah tersebut tidak memanfaatkan buku meskipun di situ ada banyak buku. Apabila perpustakaannya 'hidup', kemungkinan besar buku-buku yang ada di sekolah tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pikiran sebagaimana yang Pak Hernowo katakan," demikian sebuah komentar saya peroleh lagi dari pembaca serial tulisan saya "Apakah Pendidikan Kita Berbasis Buku?"
 
Hanya komentar tersebut tak hanya berhenti di situ. Si pemberi komentar kemudian memberikan banyak pertanyaan yang, sepertinya, "memaksa" saya untuk memikirkan dan memberikan jalan keluar untuknya. Terus terang, saya terbebani tetapi saya juga merasakan sekali manfaat dari pertanyaan-pertanyaannya. Pertanyaan, meskipun kadang membebani, jelas membantu menggerakkan pikiran. Saya pun cepat-cepat mengambil sikap untuk berpandangan positif: Siapa tahu dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut—meskipun jawaban yang saya berikan tidak lantas berhasil mememberikan jalan keluar—beban-beban yang tiba-tiba menekan saya dapat saya kurangi sedikit demi sedikit atau malah dapat saya hilangkan sama sekali.
 
"Pak Hernowo, mohon maaf, saya sudah bekerja di sebuah perpustakaan cukup lama. Tetapi, saya sesungguhnya juga tidak tahu bagaimana mempraktikkan pendeteksian yang saya usulkan itu," demikian lanjutnya. "Saya malah ingin Pak Hernowo yang membantu saya. Pertama, apakah benar dugaan saya bahwa dengan mengaitkan 'mati-hidup'-nya perpustakaan dengan pemanfaatan buku maka kita lantas bisa tahu apakah pendidikan kita berbasis buku atau tidak? Kedua, terus terang bahwa perpustakaan sekolah yang saya kelola ini sesungguhnya sudah lama 'mati' Pak (hiks…). Saya katakan 'mati" karena perpustakaan itu sepi—sangat jarang dikunjungi. Dan ketiga, ini yang paling penting, apa saran Pak Hernowo agar perpustakaan sekolah saya kemudian dapat 'hidup' atau senantiasa ramai dikunjungi baik oleh para guru maupun siswa?"
 
http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/562457_10150795048599797_678704796_9635758_1323063161_a.jpg
 
Saya berharap Anda ikut merasakan "beban" yang saya tanggung akibat tiga pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang pembaca tulisan saya. Inginnya saya pun dapat cepat-cepat terhindar dari "beban" tersebut. Namun, saya tentu harus siap mempertanggungjawabkan tulisan-tulisan saya yang saya sebar ke mana-mana dan saya tidak tahu siapa saja yang membaca tulisan saya itu. Akhirnya, saya hanya menyanggupi untuk menjawab pertanyaan yang nomor tiga. Pertanyaan nomor satu dan dua tidak akan saya jawab (atau komentari) karena saya sendiri juga masih bingung. Semoga saja nanti ada pembaca tulisan saya ini yang kemudian membantu saya dalam menjawab dua pertanyaan tersebut.
 
Menurut saya, agar perpustakaan di sekolah itu dapat "hidup", maka di perpustakaan itu perlu disediakan buku-buku yang memang disukai—atau kemungkinan besar memang disukai—oleh para anak didik yang sedang belajar di sekolah itu. Buku-buku apa saja kira-kira yang disukai oleh anak didik? Pertama, tentu BUKAN buku pelajaran. Jadi, jangan disediakan buku pelajaran. Kalau toh perlu ada ya jangan banyak-banyak. Kedua, tentu saja komik dan buku cerita bergambar atau buku cerita yang mudah dan ringan dibaca. Ketiga, buku-buku yang memang lagi laris atau bestseller di pasaran (buku-buku itu memang diminati oleh banyak orang). Titik tekan saya sesungguhnya adalah pada penyediaan buku-buku yang memang disukai oleh anak didik dan penyediaannya di perpustakaan juga dalam jumlah yang banyak—minimal, misalnya, 10 (sepuluh) eksemplar.
 
Bagi saya, perpustakaan adalah tempat paling strategis untuk menjalankan kegiatan membaca secara kontinu dan konsisten. Di samping itu, perpustakaan juga tempat paling baik untuk mengenali buku-buku yang dapat membangkitkan SELERA membaca—syukur-syukur dapat juga membangkitkan semangat dan gairah membaca. Perpustakaan akan "hidup" atau ramai dikunjungi oleh para penggunanya apabila di dalam perpustakaan itu memang ada buku-buku yang menarik dan mengasyikkan untuk dibaca. Paradigma lama bahwa perpustakaan hanyalah untuk para periset dan di perpustakaan hanya tersedia buku-buku langka—harus segera diubah. Paradigma baru bahwa perpustakaan adalah tempat yang menyediakan buku-buku yang menarik dan asyik dibaca serta tempat yang menyenangkan untuk membaca—harus segera dikampanyekan dan direalisasikan.
 
Adakah sekolah-sekolah yang siap dan bersedia untuk mengubah paradigma lama tentang perpustakaan sekaligus berani menjalankan perubahan paradigma tersebut?[]
 

--

Sukses ?


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Hayono Isman Klaim Kunker ke Berlin Sukses


Jakarta Walau ditolak PPI Berlin, Jerman, Komisi I DPR tetap percaya diri dengan kunjungan mereka itu. Komisi I DPR bahkan mengklaim kunjungan tersebut berjalan dengan sukses.

"Saya cukup puas selaku ketua kunker Komisi I karena pertama, target kunker tercapai baik dari fungsi pengawasan maupun jalankan misi 'second track diplomacy' beri bobot terhadap jadwal kunjungan PM Merkel Juli 2012," ujar Wakil Ketua Komisi I yang juga pimpinan rombongan Hayono Isman kepada detikcom, Jumat (27/4/2012).

Hayono memastikan bahwa kunjungan tersebut tidak ada penyimpangan anggaran. "Kedua, tidak ada penyimpangan keuangan negara selama kunker," jelas politisi senior PD ini.

Hayono menyayangkan sikap para PPI Jerman yang melakukan aksi meninggalkan tempat saat usai menyampaikan pesan penolakannya. Seharusnya, PPI duduk bersama para anggota dewan untuk berdiskusi dan berdialog.

"Sikap kritis penting bagi penguatan demokrasi. Walau akan lebih baik bila elemen PPI Berlin mau berdialog saat silahturahmi di KBRI," ungkapnya

Baca Juga





Hayono Isman Klaim Kunker ke Berlin Sukses

Mega Putra Ratya - detikNews

Jumat, 27/04/2012 19:34 WIB

Jakarta Walau ditolak PPI Berlin, Jerman, Komisi I DPR tetap percaya diri dengan kunjungan mereka itu. Komisi I DPR bahkan mengklaim kunjungan tersebut berjalan dengan sukses.

"Saya cukup puas selaku ketua kunker Komisi I karena pertama, target kunker tercapai baik dari fungsi pengawasan maupun jalankan misi 'second track diplomacy' beri bobot terhadap jadwal kunjungan PM Merkel Juli 2012," ujar Wakil Ketua Komisi I yang juga pimpinan rombongan Hayono Isman kepada detikcom, Jumat (27/4/2012).

Hayono memastikan bahwa kunjungan tersebut tidak ada penyimpangan anggaran. "Kedua, tidak ada penyimpangan keuangan negara selama kunker," jelas politisi senior PD ini.

Hayono menyayangkan sikap para PPI Jerman yang melakukan aksi meninggalkan tempat saat usai menyampaikan pesan penolakannya. Seharusnya, PPI duduk bersama para anggota dewan untuk berdiskusi dan berdialog.

"Sikap kritis penting bagi penguatan demokrasi. Walau akan lebih baik bila elemen PPI Berlin mau berdialog saat silahturahmi di KBRI," ungkapnya

(mpr/ndr)

Anggota Komisi I DPR Kecewa PPI Berlin Walk Out Saat Pertemuan

Terpergok Belanja di Berlin, Anggota Komisi I: Rekreasi itu Manusiawi

Bawa Keluarga, Anggota DPR Menginap di Hotel Intercontinental Berlin

Nah! PPI Jerman Pergoki Anggota DPR Belanja di Gerai Toko Mewah

PPI Jerman Minta DPR Tak Hamburkan Uang untuk Rapat dengan KBRI & KJRI

--

Membaca, Tafsir, dan Takwil: Dari Peluncuran Buku “Pendidikan Karakter”-nya Maarif Institute di Jakarta


From: "hernowo hasim"

Membaca, Tafsir, dan Takwil: Dari Peluncuran Buku "Pendidikan Karakter"-nya Maarif Institute di Jakarta
Oleh Hernowo
 
 
Di samping pemilihan makanan, Prof. Hiromi mempersoalkan cara makan. Makanan itu, katanya, harus dikunyah minimal 30 kali. Bahkan, untuk makanan yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih lembut, yang lebih penting agar di mulut makanan bisa bercampur dengan enzim secara sempurna.
—Dahlan Iskan, "Susu Sapi Bukan untuk Manusia" (Jawa Pos, 15 Mei 2009)
 
Saya mengawali pengantar diskusi dalam acara peluncuran dua buku Pendidikan Karakter untuk SMA pada Jumat, 27 April 2012 di Jakarta—kedua buku tersebut diterbitkan oleh Maarif Institute bekerja sama dengan beberapa pihak—dengan mengisahkan sebuah buku karya Profesor Hiromi Shinya, The Miracle of Enzyme. Buku karya Profesor Hiromi ini sangat laris. Kebetulan ketika diterbitkan-ulang tahun ini, dalam "Gold Edition", diselipkan sebuah pengantar yang berasal dari tulisan Pak Dahlan Iskan yang pernah dimuat di koran Jawa Pos beberapa tahun lalu.
 
Dalam karya saya, Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza, buku memang saya persepsi sebagai "makanan", tepatnya "makanan ruhani". Dengan mempersepsi buku sebagai makanan, saya pun memiliki cara membaca buku yang hampir persis dengan memakan makanan untuk jasmani. Ketika mengawali diskusi dua buku Pendidikan Karakter untuk SMA (yang dimasukkan dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] dan Pendidikan Agama Islam [PAI]) itulah saya mengutip pernyataan Pak Dahlan Iskan yang merujuk ke pendapat Profesor Hiromi.
 
Apa efek yang ditimbulkan kepada tubuh kita apabila kita tidak sabar dalam mengunyah makanan hingga 30 kali atau, bahkan, kalau daging malah perlu hingga 70 kali? "Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiromi sekalian melakukan penelitian. Yakni, untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti yang makan atau minumnya tidak bermutu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu dan daging," tulis Pak Dahlan Iskan.
 
"Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makan makanan/minuman yang 'jelek': benjol-benjol, luka-luka, bisul-bisul, bercak-bercak hitam, dan menyempit di sana-sini seperti diikat dengan karet gelang. Jelek di situ berarti tidak memenuhi syarat yang diinginkan usus. Sedangkan usus orang yang makanannya sehat/baik, digambarkannya sangat bagus, bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar.
 
 
"Karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bukan saja ususnya kecapekan, juga sari makanan yang diserap pun tidak banyak. Akibatnya, pertumbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan tubuh sangat jelek, sel radikal bebas bermunculan, penyakit timbul, dan kulit cepat menua. Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti daging, bisa menyisakan kotoran yang menempel di dinding usus: menjadi tinja stagnan yang kemudian membusuk dan menimbulkan penyakit lagi."
 
Setelah mengutip agak panjang pernyataan Pak Dahlan Iskan yang didasarkan pada penelitian Profesor Hiromi, saya pun mempertanyakan kegiatan membaca buku kita. Apakah pola membaca kita sebagaimana pola kegiatan memakan makanan yang tidak dikunyah hingga 30 kali sehingga menyebabkan saluran pencernaan—dalam hal membaca ya tentu "saluran pemikiran"—kita rusak? Ketika menyinggung ihwal "saluran pemikiran" inilah kemudian saya teringat akan metode tafsir dan takwil—sebuah cara membaca yang menjadikan apa yang kita baca menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi pengembangan dan perluasan pikiran.
 
Biasanya, tafsir dan takwil, dalam agama Islam, dikaitkan dengan pembacaan Kitab Suci Al-Quran. Dalam konteks diskusi buku Pendidikan Karakter, tafsir dan takwil saya kaitkan dengan kegiatan membaca teks atau tulisan yang ada di sebuah buku biasa. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "tafsir" sebagai kata benda berarti keterangan atau penjelasan tentang ayat-ayat Al-Quran sehingga lebih jelas maksudnya. Menafsirkan bisa berarti (1) menerangkan maksud ayat-ayat Al-Quran atau kitab suci lain; (2) mengartikan; menangkap maksud perkataan (kalimat, dsb.) tidak menurut apa adanya saja, melainkan diterapkan juga apa yang tersirat (dengan mengutarakan pendapatnya sendiri).
 
Sementara itu, kata "takwil" sebagai kata benda berarti keterangan atau penjelasan (seperti tafsir). Menakwilkan adalah menerangkan maksud (arti)—biasanya dikaitkan dengan mimpi dalam tidur. Saya pun kemudian memperluas arti tafsir dan, terutama, takwil dalam konteks kegiatan membaca teks (tulisan) biasa yang ada dalam sebuah buku. Menurut K.H. Husein Muhammad, "Takwil tidak sekadar berarti—sebagai arti literalnya—mengembalikan kepada makna awal dan tidak juga sekadar tafsir metaforis (majas) belaka. Tetapi, lebih dari itu adalah memahami teks melalui banyak hal, seperti latar belakang peristiwa yang mendahului teks), konteks bahasa atau kalimat (al-siyaq al-lisaniy/al-lughawiy), hubungannya dengan ayat lain, dan tidak kurang pentingnya adalah konteks sosial, budaya, politik, ekonomi (al-siyaq al-zharfiy al-ijtima'iy, wa al-tsqafiy wa al-siyasiy, wa al-iqtishadiy), dan lain-lain (lihat K.H. Husein Muhammad, Mengaji Pluralisme kepada Mahaguru Pencerahan, Mizan, 2011, h. 35).
 
Sudahkah kita membaca teks atau tulisan yang ada di dalam sebuah buku dengan cara "mengunyah" (menakwilkan)-nya hingga yang ke-30 kali?[]

--

Pengeras Suara


From: <syauqiyahya@gmail.com>


Minggu, 29/04/2012 20:31 WIB

Pengeras Suara di Masjid, Hasyim: Jangan Ganggu Orang Tidur, Kecuali Azan

Hendrik I Raseukiy - detikNews

FOTO: Dok Detikcom

Depok - Mantan Ketum PBNU Hasyim Muzadi menilai tidak ada yang salah dengan anjuran Wapres Boediono mengenai volume pengeras suara masjid. Antara ibadah dan kepentingan orang banyak memang harus sejalan.

"Di hadits, (suara mengaji) memang tidak boleh keras-keras. Tidak boleh mengganggu orang tidur," kata Hasyim usai haul di Ponpes Al Hikam, Kukusan, Depok, Jabar, Minggu (29/4/2012) malam.

Hasyim menyatakan, pengeras suara harus digunakan secara bijaksana. Untuk azan, memang harus keras agar terdengar baik sampai jarak yang relatif jauh. Tapi di luar kepentingan itu, maka volume pengeras suara harus dijaga agar tidak malah mengganggu warga.

"Yang kadang jadi masalah kan, pas nggak azan, suaranya mengganggu," katanya.

Pengasuh Ponpes Al Hikam ini menambahkan, ada baiknya, pengelola masjid mengontrol volume pengeras suara pada saat ibadah seperti zikir, mengaji, atau yang lain. Tujuannya, agar suara-suara yang ditimbulkan tidak menggangu masyarakat sekitar.

"Ya kita harus sama-sama mengerti, kepentingan ibadah dan masyarakat sekitar. Kan masyarakat beda-beda kepentingannya," ujarnya.

Haul dan kirim doa bagi orangtua Hasyim Muzadi dihadiri ratusan ulama dan santri. Cagub Fauzi Bowo atau Foke juga sempat hadir dalam acara tersebut.

(127) Komentar

Kirim Komentar

Baca Juga:

Ini Pidato Lengkap Wapres Boediono Soal Pengeras Suara Masjid

Penggunaan Pengeras Suara di Masjid Mesti Melihat Kondisi Lingkungan

Negara Tidak Perlu Atur Pengeras Suara Azan, Bisa Geger!

Suara Azan Harus Disesuaikan dengan Lingkungannya

Anggota Komisi VIII: Tanpa Harus Mengganggu, Suara Azan Harus Terdengar

--

Etika keilmuan

KERJASAMA RISET LIPI DAN UNIVERSITY OF
CALIFORNIA DAVIS TIDAK CANTUMKAN NAMA
PENELITI INDONESIA
Publikasi temuan serangga baru, Megalara garuda,
kerjasama University of California Davis dan LIPI
dalam publikasinya tidak mencantuman peneliti
asal Indonesia, Rosichon Ubaidillah yang terlibat
dalam penelitian itu. Selain tidak mencantumkan
nama peneliti Indonesia, spesimen yang digunakan
pun belum dikembalikan. Rosichon kecewa dan
marah menanggapi persoalan ini. "Ini kita betul-
betul kecolongan," tukasnya.
Wakil Kepala LIPI, Endang Sukara, meanggapi hal
ini menyataan keharusan bagi pihak UC Davis
mengembalikan spesimen yang diambil dari
Indonesia. Ia menambahkan bahwa bila memang
terlibat seharusnya nama Rosichon memang
dicantumkan, dan itu bagian dari etika. Endang
juga mengatakan akan menyurati University of
California Davis jika terbukti melanggar etika. (KF-
Mrg/Vey/5/Kompas)

adi wisaksono

Fw: [IKID] pengalaman mengurus anggota DPR RI selama di canberra tahun 2007


From: "Haryono"




Sekedar share cerita dr milis lain.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

From:  Maulana Rizqi <qqmr@hotmail.com>
Sender:  ikid@yahoogroups.com
Date: Sat, 28 Apr 2012 08:51:03 +0700
To: milis IKID<ikid@yahoogroups.com>
Subject: [IKID] pengalaman mengurus anggota DPR RI selama di canberra tahun 2007

  




Cerita salah satu teman, Dita Hamdani, yg pernah kuliah di ANU Canberra, ngurusin para anggota DPR th 2007 :

 Setelah mengakses tayangan di Youtube mengenai aksi protes PPI Berlin terhadap kunjungan DPR RI Komisi I ke Jerman, saya jadi gatal ingin menulis pengalaman pribadi melademi para "tamu agung" ini.

 Pada tahun 2007 silam, sewaktu saya menjadi mahasiswa di ANU, Canberra, saya sempat bekerja part-time untuk sebuah institusi non-profit yang berkantor di kampus ANU. Central for Democratic Institution (nama institusi tersebut) mendapatkan dana operasional dari pemerintah Australia dan kampus ANU untuk menjalankan program2nya.

 Saat itu CDI menyelenggarakan Indonesia‐Australia Parliamentary Committees Workshop dengan mengundang bbrp anggota DPR RI Komisi I dan ketua BKSAP beserta bbrp staff ahli mereka. Biaya kunjungan para delegasi dari Indonesia semua ditanggung oleh pihak penyelengggara (CDI). Jadi praktis mereka tinggal bawa badan saja. Sekitar 10 delegasi dari Indonesia akan mengikuti workshop bersama dengan para anggota parlemen Australia.

 Saat itu saya bertugas sebagai liaison officer yang mengurus semua keperluan para delegasi selama di Canberra sekaligus mengatur jadwal mereka. Karena semua tiket pesawat dan perijinan diatur dari Canberra, para delegasi Indonesia tidak mempunyai celah untuk bisa membawa keluarga. Selain itu, jadwal kunjungan saya bikin sepadat mungkin dan tidak saya beri waktu khusus untuk acara "jalan-jalan". Saya sudah diwanti2 oleh bos saya bahwa budgetnya terbatas, apalagi mereka harus terbang menggunakan Qantas kelas bisnis yg mahal. Menurut sekretaris komisi I DPR RI, memang para anggota dewan selalu bahkan harus dinaikkan pesawat kelas bisnis setiap kali kunjungan kedaerah atau luar negeri.

 Demi kemudahan transportasi dan akomodasi, maka saya pilih University House (Unihouse) di kampus ANU sebagai tempat para delegasi menginap. Karena unihouse cukup dekat dengan kantor CDI dan tempatnyapun saya rasa cukup bagus. Kami juga booking kan kelas suite room untuk para delegasi yang bagi saya kamar tersebut cukup besar dan mewah untuk satu orang.

 Lalu Drama dimulai pada saat mereka baru tiba di Canberra, tepatnya di unihouse. Di unihouse tidak ada porter, dan semua barang bawaan harus dibawa sendiri2. Saat itu, salah satu anggota dewan protes dan sewot ke saya dengan berkata:"Masa saya harus bawa sendiri koper saya?". Dengan santai saya jawab:"iya pak, karena memang tidak ada porter dan semua orang bertanggung jawab atas barang2 bawaannya sendiri". Lalu dengan muka cemberut si anggota dewan pun berlalu sambil menggeret2 koper kecilnya.

 Setelah saya persilanhkan untuk check in kekamar masing2, saya beritahukan bahwa saya mengunggu para delegasi di lobby dalam waktu 2 jam kedepan untuk berkunjung ke KBRI. Pada waktu berkumpul di lobby unihouse, drama babak kedua dimulai. Beberapa anggota dewan marah2 kesaya karena keberatan diinapkan di unihouse. Kebetulan unihouse yang hanya 2 lantai tsb memang tidak ada lift nya dan semua harus naik turun lewat tangga. Lift yang tersedia adalah lift barang. Protes mereka seperti ini:"Kamu tidak menghargai kami sebagai tamu negara dengan menempatkan kami yang sudah tua2 ini ditempat seperti ini. Mana nggak ada lift pula! Coba kamu bilang sama bos kamu, bisa nggak kita dipindahkan ketempat lain yg lbh layak". Waduh, bathin saya, udah dikamu2, pake ngaku tamu negara sgala yg seolah2 diundang khusus sama John Howard (PM saat itu). Lalu saya katakan bahwa akan saya coba tanyakan ke bos saya mengenai kemungkinan untuk memindahkan para delegasi ketempat yang "lbh layak" bagi mereka.

 Saat sampai di KBRI dan dijamu oleh Dubes RI, ternyata para anggota dewan masih blm puas dengan hanya protes kesaya mengenai akomodasi mereka. Salah seorang anggota curhat ke Pak Dubes spt ini:"Bapak tau kan asrama mahasiswa seperti apa? Nah ya kira2 seperti itulah kami ditempatkan". Bos saya malu sekali saat itu dan sayapun tidak berani melihat muka beliau. Bathin saya, andai anggota dewan tau seperti apa dorm mahasiswa kaya Toad hall, fenner hall dll, yang luasnya mungkin cuma seperempat kamar suite room unihouse, apa ya mereka msh bisa komentar seperti itu. Saat itu juga, saya diminta bos saya untuk buru2 booking kamar di sebuah hotel yang kira2 masih dekat dengan kantor CDI. Lalu saya dibantu oleh staff KBRI untuk booking kamar2 dihotel dan untuk membawa koper dan barang2 para delegasi pindah dari unihouse ke Hotel Ridges. Kali ini anggota dewan terlihat puas apalagi pindah kehotel nggak perlu angkat2 koper sendiri. Para staff KBRI yang baik hati dengan suka rela mau membantu mengangkat koper2 mereka.

 Hari berikutnya, masih ada drama2 lanjutan dari anggota dewan. Saya sebut disini anggota dewan karena para staff ahli mereka semua tidak ada yang rewel dan demanding. Mereka bahkan mau untuk tetap menginap di unihouse. Drama selanjutnya adalah pada saat ketua delegasi memberikan sambutan didepan anggota parlemen Australia. Lagi2 curhat….beliau curhat karena acaranya sangat padat sampe mau ketoilet aja katanya nggak bisa.

 Perilaku memalukan yang lainpun berlanjut. Saat workshop di Parliament House, para anggota dewan tetap menerima telpon dan ngomongnya juga kenceng. HP nggak ada yg di silent. Lalu pada saat tukar pengalaman tentang kerja sama anggota parlemen dengan para staff nya, mendadak delegasi dari Indonesia ribut sendiri. Para staff ahli dan anggota dewan saling adu argumentasi dan main salah2an. Ada anggota dewan yang bilang kalau para staff ahli kadang tidak disiplin, jarang ada dikantor saat diperlukan. Sebaliknya staff ahli juga membela diri dengan mengatakan bahwa justru para angota dewan yang suka susah kalau dicari dll. Dan semua adu argumentasi itu disaksikan live oleh anggota parlemen Australia dan diterjemahkan langsung oleh interpreter. Yang ada anggota parlemen Australia jadi pada bengong.

 Cerita saya yang terakhir adalah pada saat mereka check out dr hotel untuk kembali ke Indonesia, mereka ngomel karena nggak sempat jalan2 mbeliin oleh2 titipan cucu dan keluarga. Lha…saya pikir emang tujuannya kesini buat kerja, bukan buat jalan2. Kalau mau blanja sekedar oleh2 kan bisa di duty free di bandara. Sedangkan kebetulan setiap hari acara kelar jam 5 sore. Canberra setelah jam 5 sore juga nggak ada toko buka dan kota pemerintahan ini juga sudah sepi setelah jam 5. Waktu itu pas winter pula. Otomatis mereka nggak ada tujuan plesir.

 Selanjutnya, waktu mereka check out, reception hotel ngecek extra bill yang para tamunya harus bayar sendiri. Karena pihak penyelenggara hanya mengcover room rate only. Nah…ketawan kan, siapa yg bayar extra charge karena mengakses channel2 syur 21 thn plus2…:p.

 So, mungkin para anggota dewan kapok kalau kunjungan keluar negeri tidak diatur sendiri oleh pihak Indonesia dan dari budget APBN. Karena acaranya pasti padat, nggak bisa bawa keluarga dan nggak ada acara jalan2. Sayapun setelah acara itu rasanya bener2 kapok ngurusin para anggota dewan yang kaya dewa itu. Nggak cuma capek fisik, tapi juga capek hati.

 All in all, saya tetap merasa bersyukur dan mendapatkan hikmah dari pengalaman saya tersebut. Saya jadi tahu sendiri bagaimana perilaku anggota dewan yang merasa dirinya seperti dewa. Dan perlu saya tambahkan sedikit, saya tidak menyamaratakan bahwa semua anggota dewan itu brengsek. Ada satu anggota dewan yang ikut serta saat itu, kalau tidak salah dari partai PPP yang sangat humble. Beliau satu2nya yang tidak mau ikut pindah ke hotel dan katanya lebih nyaman bersama teman2 staff ahli di unihouse.

 Ternyata setelah 5 tahun berselang, rupanya tabiat para anggota dewan tetep nggak berubah…..

 D-Bertram, WA 2012


SHARE Melalui Group Facebook PPI Jerman


__._,_.___

Sabtu, 28 April 2012

Satu plat nomor dua mobil...py jall


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Sabtu, 28/04/2012 12:36 WIB

Polisi Akan Periksa Sopir Anas Soal Innova & Alphard Bernopol Sama

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews

FOTO: antara

Jakarta - Polisi menjamin tidak akan mendiamkan temuan keanehan penggunaan pelat nomor sama pada mobil Kijang Innova dan Alphard milik Ketum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum. Polisi akan menelusuri dan memanggil sopir yang membawa kendaraan tersebut.

"Akan ditelusurin terlebih dahulu ya, yang nanti kita tanyakan yang membawa mobil," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto saat dihubungi, Sabtu, (28/4/2012).

Rikwanto meminta agar publik jangan menjudge terlebih dahulu kalau mobil yang memiliki pelat nomor polisi sama adalah mobil tidak terdaftar. Polis belum bisa memastikan apakah nopol B 1716 SDC itu terdaftar atau bodong.

"Jangan suudzon dulu lah, orang kita belum menelusurin terlebih dahulu," sambungnya

Rikwanto juga menjelaskan, kepemilikan satu nopol hanya untuk satu mobil. Dan nopol merupakan identintas mobil tersebut. Polisi sendiri belum mengetahui dan belum mendapat laporan soal penggunaan pelat mobil Anas yang sama itu.

"Dia (Anas) tahu tidak? Itu kan yang mengerjakan stafnya," imbuhnya.

Mobil Innova milik Anas yang ia pakai saat mendampingi istrinya, Athiyyah Laila, menjalani pemeriksaan di KPK menggunakan nomor polisi B 1716 SDC. Mobil dengan pelat itu diketahui digunakan Anas dan istrinya pada Kamis (26/4).

Kemudian, berdasarkan foto di Antara, ternyata pada Senin (12/3/2012) lalu, saat membuka diklat SAR Nasional Anggatan I Divisi Tanggap Darurat DPP Partai Demokrat di Cibubur, kendaraan yang dinaiki Anas, yakni Toyota Alphard menggunakan pelat nomor yang sama B 1716 SDC.

Jadi, berdasarkan foto, 2 mobil yang dinaiki yakni Innova saat Anas ke KPK dan Toyota Alphard yang digunakan di Cibubur berpelat nomor yang sama. Tepatnya pelat itu bertuliskan: B 1716 SDC 01.16.

Sementara seorang teman dekat Anas yang juga Wasekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustofa mengaku tidak tahu menahu soal itu. Namun, dia meyakini hal itu tidak mungkin. "Saya ya gak tahu, saya rasa itu juga tidak betul," jelas Saan.

--

Ngglitis koyo wak ndon

Ing sawijining dino, Setro Mino mertamu
ning ngomahe Setro Njingik.
Dheweke disuguhi kopi karo Setro Njingik.
Sajake kopine enak tenan, soale Setro
Njingik muja-muji ngalembana marang
kopi sing disuguhake.
Setro Mino banjur nyruput kopi amarga
penasaran marang rasane.
Setro Mino : Iki kopi apa tho kok rasane
rada kecut?
Setro Njingik : Kuwi kopi istimewa, meh
podho karo kopi luwak sing larang kae.
Setro Mino : Woo ngono tho, kopi apa
jenenge?
Setro Njingik : Kopi kucing, aku nggawe
dhewe.
Setro Mino : Gaweanmu dhewe tho, opo
sebape diarani kopi kucing ?
Setro Njingik : Sebape diolah lewat kucing.
Yen kopi luwak kopine dipangan luwak
ndisik sakdurunge diolah, kopi kucing
dipangan kucing sakdurunge diolah dadi
kopi bubuk. Aku pancen terinspirasi kopi
luwak, ning ben gampang aku nanggo
kucing wae.
Setro Mino : Kucing doyan kopi po?
Setro Njingik: Yo ora no. Kopine tak gerus
rada kasar, terus tak campur iwak asin, bar
kuwi lagi tak pakakke kucing.
Setro Mino wetenge wes mulai mules.
Setro Njingik : Mengko yen wis metu
bareng kotoran kucing, banjur gerusan
kopi disaring, dikumbah terus dipepe
nganti garing banjur digiling meneh nganti
alus. Lha iki sampeyan sing pisanan nyoba
kopi kucing loh, wong urung tau ono sing
tak suguhi kopi kucing. Aku dhewe arep
ngrasakke ora tegel je. Piye Kang, enak ora
rasane ?
Setro Mino : Åsu.... :Dª>:O:'(:ª=)) Åsu ....
Åsu .. 

adi wisaksono

Siapa ini?

Intimidasi

Situasi Terkini Malaysia Menjelang Demo Akbar


From: "agus widodo"

Iki Kelantan melu demo pora ya..?

TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Aksi protes yang digalang Bersih 3.0 akan digelar dalam beberapa jam mendatang. Aksi ini akan dipusatkan di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, sore ini waktu setempat.

Namun polisi mulai berjaga-jaga di setiap sudut kota sejak dinihari tadi. Kekuatan personel tampaknya disiapkan di jalan-jalan yang mengakses Dataran.

Sejauh ini, Dataran Merdeka masih dinyatakan tertutup untuk waktu 72 jam sejak Jumat pagi. Hakim pengadilan mengeluarkan perintah penutupan pada Kamis malam. Perintah pengadilan ditampilkan pada papan reklame elektronik di Dataran Merdeka.

Daerah lain yang tercakup dalam perintah pengadilan termasuk Jalan Sultan Hishamuddin, Jalan Raja, dan Jalan Kelab.

Perintah pengadilan juga melarang penyelenggaraan Bersih 3.0 dan orang-orang berkumpul di alun-alun bersejarah itu. Penyelenggara mengatakan mereka akan mematuhi perintah pengadilan, tetapi berkeras pertemuan itu akan berlangsung seperti yang direncanakan.

Berikut ini perkembangan terkini di ibu kota Malaysia itu:

09.24: Bank OCBC di samping Masjid Jamek LRT stasiun ditutup untuk umum dengan pita merah dan putih.

09.16: kendaraan polisi tiba di Sogo sejak 08.00. Sedikitnya sepuluh truk dan tiga bus sudah berada di lokasi.

09.15: Sekelompok pendukung Bersih terlihat membeli tiket LRT di KL Sentral, beberapa untuk tujuan ke Pasar Tengah, yang lain ke Masjid Jamek.

09.15: Beberapa anggota Himpunan Hijau di KLCC berfoto-foto bersama polisi.

09.09: Pengunjuk rasa bernyanyi di depan barikade polisi yang memblokir pintu masuk ke Dataran Merdeka di Jalan Raja. Di antara mereka adalah pendukung kelompok anti-Lynas. Polisi tetap menutup mata.

09.06: Sekelompok kecil pendukung tiba di Central Market dengan drum, rebana, dan plakat di belakangnya. Para pendukung dalam jumlah besar mulai berkumpul, mereka bersorak dan melakukan hiburan pagi.

09.05: Anggota Himpunan Hijau telah berkumpul di pintu masuk KLCC, Jalan Ampang. Warga mendukung mereka.

09.00: Massa dengan kaus kuning membagikan balon kepada warga sebagai simbol protes mereka. Balon itu bertuliskan "pemilu yang bersih" "Hentikan Lynas", "bersih 428", dan "menyelamatkan anak-anak kita". Mereka juga menjual balon dengan tas daur ulang kuning dan handuk seharga 20 ringgit.

09.00: Personel polisi berdiri di depan Sogo, membentuk pagar betis untuk menghentikan apa pun yang lewat.

TRIP B | THE STAR

jleb! menusuk ke ulu hati. emangenaaaakkk....???!!!


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Sabtu, 28/04/2012 19:00 WIB

Busyro Kritik Balik Pengacara Angie Nasrullah

Rois Jajeli - detikNews

Surabaya - Pengacara Angelina Sondakh, Nasrullah, menilai KPK terlalu buru-buru menahan kliennya. Selain itu, dia juga memprotes prosedur penetapan tersangka. Apa reaksi KPK?

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas punya jawaban tersendiri, khususnya menyikapi 'serangan' Nasrulloh. Menurut Busyro, Nasrullah dianggap tak konsisten. Saat menjadi akademisi dan pengamat hukum, Nasrullah sering mengkritik KPK karena bekerja lamban. Namun ketika KPK cepat bergerak menahan Angie, dianggap terburu-buru.

"Nasrullah kan akademisi. Kalau sedang akademisi sebagai pengamat hukum mengkritik, penegakan hukum kok lamban. Nah, kalau akademisi merangkap sebagai pengacara, kliennya ditahan ngomongnya kok keburu-buru," ujar Busyro kepada wartawan usai seminar nasional bertema 'Menggugat Fakultas Hukum dalam Pusaran Korupsi Politik' di kampus Universitas Bhayangkara Surabaya (Ubhara), Jalan Ahmad Yani, Sabtu (28/4/2012).

Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) ini menilai, Nasrullah harus mempunyai sikap yang jelas dalam menyikapi hal terkait masalah hukum. "Sebaliknya seorang akademisi kalau mau menjadi advokat ya mempunyai sikap yang jelas," terangnya.

Sebelumnya, Nasrullah yang juga dosen hukum pidana UI ini mengecam KPK karena buru-buru menahan Angie. Dia juga sempat meminta agar KPK tak menahan mantan puteri Indonesia itu di Rutan KPK.

"Itu saya pertanyakan dalam surat. Saya meminta untuk tidak dilakukan penahanan. Dalam UU dikatakan untuk penahanan harus ada keadaan untuk menimbulkan kekhawatiran. Lari, mengulangi tindak pidana, dan menghilangkan barang bukti," ujar Nasrullah.

10 Komentar 

Kirim Komentar

Yankordi Rachman 

4 minutes ago

ya...ya....ya....uang dan kedudukan yg empuk di PD, kalau bisa menang lawan KPK, dan Pengadilan ya Nasrullah, nggak jd dosen lagi, atau jd mentri hukum dan ham atau jaksa agung ya pa dosen.........he.....he....he. ...he.......

Beri Tanggapan

Terdakwa 

7 minutes ago

yang bisa bayar besar ya pasti dibela..itu wajar koq..apalagi dengan kondisi hukum sekarang..yang salah jadi benar dan yang benar bisa disalahkan..ckckckck..

Beri Tanggapan

Java Mania 

7 minutes ago

Mulai ketahuankan kelakuan nara sumber TV OOne dan Metroprovocate, masyarakat mudah ditipu artis media yg sok ngomong hukum

Beri Tanggapan

Gardie Hassan 

7 minutes ago

siap...! membela yang bayar.

Beri Tanggapan

Abu Na Nurull 

7 minutes ago

Sekalian aja nasrulohnya tangkap,,

Beri Tanggapan

Eldino Sazali 

7 minutes ago

Pengacara itu munafik semua, mereka ngomong keadilan kalau tak dapat job, tapi ketika ditawarin uang yg miliaran sama koruptor mereka itu semua oleng dan mangguk mangguk.

Beri Tanggapan

Slamet Berkoh 

8 minutes ago

kalau di TV acaranya para lawyer Nasrullah kayaknya punya integrity ya... eh kok begitu dapat kasus gede ya sami mawon, mencari-cari hal teknis untuk memperingan client. ganyang terus koruptor KPK!

Beri Tanggapan

Rudien Dien 

10 minutes ago

kali ini Busro benar....nasrullah makan omonganya sendiri...mga akademisinya ga luntur.....

Beri Tanggapan

pengadangada 

11 minutes ago

jleb! menusuk ke ulu hati. emangenaaaakkk....???!!!

Beri Tanggapan

Herry Hardianto 

12 minutes ago

SEMUA BERUBAH KARNA PROFESI DAN UANG......

Beri Tanggapan

--

Ndleong


From: "Adji Prihananto"

Abis Ponari ganti Edi..wis jian...mesakne tenan Indonesia iki.
jan2e, detik.com ki yo ngawul, waton menampilkan berita bombastis.
owalah Ed, Ed..!

Wah! Ikan Ajaib Bisa Berbicara dan Menyembuhkan Penyakit di Jember
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sabtu, 28/04/2012 08:10 WIB

Jakarta Warga Jember, Jawa Timur, dibuat heboh dengan penemuan ikan mirip lele di rawa dekat hutan. Betapa tidak, ikan ini diyakini bisa berbicara dengan sang penemu dan bisa menyembuhkan segala macam penyakit.

"Ada ikan ajaib, ikan bisa ngomong dan bisa menyembuhkan segala peyakit di daerah Desa Pager Gunung, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember,"kata warga setempat, Tri Wahyudi, kepada detikcom, Sabtu (28/4/2012).

Sang penemu ikan Lele, menurut Tri Wahyudi, bernama Edi. Edi menemukan ikan mirip ikan lele berwarna hitam tanpa patil itu di rawa dekat hutan di kampungnya.

"Kalau kata yang menemukan, Mas Edi, namanya ikan ndleong, mirip lele tapi nggak ada patilnya,"katanya.

Ikan ajaib tersebut, menurut Tri Wahyudi, hanya bisa berbicara dengan yang menemukan. Biasanya sebelum melakukan pengobatan, Edi akan mengajak ikan berbincang.

"Jadi nggak kedengaran suaranya, cuma umik-umik (bisik-bisik) saja ikan dan orangnya,"kata dia.

Setelah itu, kemudian ikan dimasukkan kembali ke dalam ember plastik berisi air. Para pengunjung yang hendak berobat tinggal meminum air dari ember tersebut dengan menggunakan gelas atau botol plastik.

"Tidak dipungut biaya, kakak saya kemarin minum air itu langsung reumatiknya sembuh. Sekarang ini sudah mulai banyak yang berobat ke sana," kata Tri.

--

Piyantun

Jumat, 27 April 2012

10 Alasan


From: A.Syauqi Yahya

10 Alasan Harus Mengontrol Garam
Asep Candra | Senin, 19 September 2011 | 12:14 WIB
Dibaca: 14752
shutterstock
TERKAIT:
Restoran Siap Saji Wajib Kurangi Garam
Sayangi Jantung, Kurangi Lemak dari Gorengan
Sosis Juga Mengandung Garam Tinggi
Kurangi Efek Garam dengan Olahraga

KOMPAS.com - Garam merupakan salah satu bumbu perasa yang paling digemari.  Tak heran bila hampir setiap menu masakan terkandung garam di dalamnya. Garam sendiri adalah suatu mineral yang terdiri dari natrium klorida (40 persen natrium dan 60 persen klorida).  Garam penting bagi tubuh, tetapi bukan berarti garam harus dikonsumsi secara berlebih.

Mengapa tubuh perlu garam

Ion natrium klorida dibutuhkan oleh tubuh, dalam jumlah kecil, untuk mengatur kandungan air di dalamnya. Natrium tidak hanya dibutuhkan untuk membantu menjaga keseimbangan cairan dala tubuh, tetapi juga untuk membantu dalam transmisi impuls saraf ke otak. Selain itu, natrium, juga berperan dalam kontraksi dan relaksasi otot kita. Karena natrium dapat menarik cairan seperti magnet, asupan garam berlebih akan menyebabkan retensi (penahanan) air berlebih di tubuh.

Bahaya garam berlebih

Terlalu banyak mengasup mineral dapat membahayakan fungsi tubuh. Penggunaan garam berlebih dapat meningkatkan jumlah sodium di dalam tubuh dan hal ini dapat memberikan efek yang serius untuk kesehatan. Meskipun garam digunakan untuk mengobati masalah seperti dysautonomia -penyakit atau kerusakan sistem saraf otonom, tetapi jika berlebih dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan seperti yang terdapat dibawah ini :

1. Tekanan darah tinggi (hipertensi) : Asupan garam yang tinggi diketahui dapat meningkatkan tekanan darah, dimana diketahui menyebabkan beberapa penyakit serius sperti penyakit jantung, parlysis, dan struk. Fakta ini telah dibuktikan oleh penelitian INTERSALT melibatkan lebih dari 10.000 orang pada 52 pusat studi, meskipun efeknya (penyakit) berbeda antara satu orang dengan yang lainnya.

Bukti lainnya dari hubungan antara tekanan darah tinggi dengan asupan garam tinggi ditemukan dalam rekam medis sejak tahun 1994. Orang-orang dari seluruh bagian muka bumi dengan segala usia dapat dipengaruhi oleh perubahan dalam asupan garam mereka.

2. Penyakit kardiovaskuler : Para peneliti yang bekerja dalam sebuah penelitian besar yang dilakukan pada 2007 menemukan bahwa pasien dengan tekanan darah tinggi yang normal mendapat keuntungan secara signifikan dengan mengurangi asupan garam mereka, oleh karena itu risiko mereka menderita penyakit kardiovaskuler menurun hingga 25 persen untuk 10 hingga 15 tahun mendatang. Kemungkinan mereka meninggal akibat penyakit kardiovaskuler pun juga turun sebanyak 20 persen.

3. Stroke : Mereka yang mengonsumsi sedikit garam kurang rentan untuk mengidap stroke. Bahkan, penelitian menyebutkan, mengurangi satu gram asupan garam dapat menekan risiko mengalami stroke hingga seperenam. Jika dikurangi dua gram, risiko menurun hingga sepertiga, dan jika dikurangi tiga gram, kemungkinan terkena stroke berkurang hingga setengahnya.

4. Hipertrofi ventrikel kiri dan pembengkakan hantung : Beberapa orang tidak mengalami hipertensi meski mengasup garam dalam jumlah tinggi. Tetapi, rekam medis menunjukkan, orang-orang tersebut mengalami hipertrofi ventrikel kiri atau pembesaran jaringan otot yang membuat dinding pada ruang pompa utama jantung dimana dapat mempertinggi risiko penyakit kardiovaskuler.

5. Retensi cairan : Jumlah natrium dalam tubuh menentukan tingkat cairan dalam tubuh  Jika Anda mengkonsumsi terlalu banyak garam, ginjal akan kesulitan mengeliminasi kelebihan garam dan tubuh Anda akan menahan cairan, yang kadang-kadang menyebabkan pembengkakan di sekitar jantung. Dokter menyarankan pengurangan asupan garam sebagai pengobatan untuk pembengkakan.

6. Sistem pencernaan makanan :

Asupan garam yang tinggi dapat mempengaruhi sistem pencernaan  dalam tiga cara :

•    Ulkus (luka) lambung dan duodenum : Menurut American Society for Microbiology Conference, garam berinteraksi dengan bakteri Helicobacter pylori (H pylori) dan menyebabkan ulkus (luka) pada perut dan duodenum. Bakteri ini (H pylori) umum ditemukan pada banyak orang, dimana yang memilikinya tidak menunjukkan gejala. Bakteri H pyori diketahui menyebabkan 80 sampai 90 persen dari semua kasus ulkus lambung dan duodenum. Maka dari itu, membatasi asupan garam merupakan hal yang baik untuk mencegah terbentuknya ulkus yang disebabkan karena mengkonsumsi garam berlebih.

•    Kanker : Kanker perut dan kanker lambung berkaitan dengan tingginya sodium di dalam tubuh. Bukti untuk hal ini ditemukan di Jepang, dimana konsumsi garam di kalangan masyarakat relatif tinggi.

•    Penurunan Pepsin : Pepsin merupakan enzim pencernaan, dan asupan garam yang berlebih menurunkan jumlah pepsin dalam tubuh. Hal ini dapat mempengaruhi sistem pencernaan, meningkatkan tingkat keasaman dan menyebabkan diare. Sebagai contoh, ketika Anda menambahkan garam ke dalam dadih, hal ini menyebabkan terjadinya fermentasi dan membentuk asam dalam perut, dan pada akhirnya dapat mempengaruhi pencernaan.

7. Permasalahan rambut : Mengkonsumsi garam terlalu banyak dapat menyebabkan masalah seperti rambut beruban dan rontok.

8. Peningkatan sekresi air empedu : Ketika kita menyantap makanan yang mengandung garam tinggi, sekresi air empedu  akan meningkat, yang mana dapat meningkatkan densitas darah sehingga menurunkan vitalitas. Hal ini juga dapat menyebabkan bibir menjadi kering dan berdarah. Dokter menyarankan untuk mengurangi asupan garam kepada mereka yang mengalami masalah dengan kulit.

9. Osteoporosis : Kelebihan garam mencegah penyerapan kalsium dalam tubuh, sehingga dapt menyebabkan terjadinya osteoporosis. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada wanita pascamenopause ditemukan bahwa wanita mengonsumsi garam dalam jumlah tinggi lebih banyak kehilangan mineral tulang lebih banyak dibanding dengan mereka yang tidak--mengkonsumsi garam berlebih.

10. Kematian : Mengasup garam dengan dosis tinggi dalam waktu singkat bisa berakibat fatal. Jika seseorang mengkonsumsi satu gram garam per kilogram berat badannya, hal ini dapat menyebabkan orang tersebut kehilangan nyawanya.

Kebutuhan asupan garam seseorang berbeda-beda. Direkomendasikan untuk mengasup natrium sebanyak 1.500 mg hingga 2.300 mg perhari, tergantung dari usia atau kondisi kesehatan yang dimiliki (seperti diabetes, tekanan darah tinggi atau penyakit ginjal kronik).

Badan Kesehatan Dunia (WHO), menyarankan asupan natrium setiap orang adalah sebanyak satu sendok teh atau sekitar 2,323 mg natrium atau 5 gram garam setiap harinya. (M10-11)

Sumber :Lifemojo
http://health.kompas.com/read/2011/09/19/12144289/10.Alasan.Harus.Mengontrol.Garam

--

Mencari Hikmah yang Hilang?: Bagaimana Saya Menulis Buku Writing Toolbox (61)


From: hernowo hasim

Mencari Hikmah yang Hilang?: Bagaimana Saya Menulis Buku Writing Toolbox (61)
Oleh Hernowo
 
 
"Dalam sebuah hadis, hikmah diartikan sebagai cahaya hati, barang hilang yang harus dicari oleh Mukmin di mana pun adanya, pengetahuan mendalam tentang agama, pengetahuan tentang diri, kesucian batin, ketinggian akhlak, dan pelembut hati (lihat Mizan Al-Hikmah II: 490-500). Terkenal ucapan Nabi Muhammad Saw., 'Ambilah hikmah dan jangan engkau hiraukan dari tempat mana ia keluar.'"
— JALALUDDIN RAKHMAT
 
Saya masih ingin melanjutkan pembahasan tentang warisan penting dan berharga agama yang saya peluk, Islam. Apa yang saya tempuh selama ini untuk mencari dan mengumpulkan warisan itu adalah dengan membaca buku-buku yang ditulis oleh orang Barat. Ada juga sih buku yang ditulis oleh orang Timur dan orang Islam, tetapi yang saya baca memang kebanyakan buku-buku karya orang Barat.
 
Buku-buku ciptaan saya sendiri—baik yang membahas ihwal baca-tulis yang memberdayakan dan juga yang mengupas metode-metode baru belajar-mengajar—memang kerap dipenuhi oleh literatur Barat. Saya tidak bisa memungkiri hal itu. Dan saya juga kerap menerima kritik dari pembaca buku saya maupun mahasiswa saya bahwa pemikiran saya seperti sudah "diracuni" oleh pemikiran Barat.
 
Terus terang, itulah fakta yang harus saya akui. Pengakuan saya itu sekaligus terkait dengan betapa sedikitnya literatur Islam yang secara khusus membahas problem baca-tulis atau yang membahas teknik membaca dan menulis. Saya memang sering merujuk ayat-ayat Al-Quran yang berbicara soaliqra' dan qalam serta pentingnya pencarian ilmu. Hanya, saya tidak bisa menafsirkannya dan hanya mengutip.
 
 
Oleh karena itu, pernyataan yang saya kutip tentang makna hikmah di atas sungguh membahagiakan saya. Saya mengambil pemikiran Barat—yang saya baca dari buku-buku mereka dan kadang juga dari film-film mereka—tentulah yang baik-baik dan bermanfaat. Saya tidak memungkiri bahwa di dalam pemikiran Barat ada juga yang tidak baik. Saya hanya ingin mengambil hikmahnya.
 
Ketika saya membahas pentingnya pembiasaan (lihat buku The 7 Habits karya Covey), dan juga mendisiplinkan diri (lihat buku The Lessons karya G. Kingsley Ward), serta pentingnya memiliki tekad kuat (merujuk ke pemikiran penyair Jerman, Heinrich Heine), saya sesungguhnya sedang mengambil hikmah itu. Saya yakin bahwa agama Islam juga menganjujrkan hal-hal baik itu.
 
Puasa Ramadhan yang baru saja kita lalui dan juga shalat fardhu lima kali sehari adalah sebuah proses pembiasaan agar saya dekat kepada Tuhan dan dapat mencegah diri saya dari berbuat dosa. Saya perlu menjalankan shalat lima waktu dengan disiplin diri yang tinggi. Jika tidak, saya tidak akan mendapatkan manfaat apa-apa dari shalat saya. Dan semua itu, memerlukan tekad atau kemauan yang sangat kuat. Agar sukses menjalankan pelbagai ibadah dan amalan yang saleh, sekali lagi, saya perlu membiasakan dan mendisiplinkan diri dan memiliki tekad yang kuat.
 
Saya tentu tidak akan melebihkan atau mengunggulkan kegiatan membaca dan menulis di atas shalat wajib lima waktu, misalnya. Saya hanya ingin memiliki sikap yang sama ketika sedang menjalankan ibadah mahdhah dan ketika sedang melakukan kegiatan baca-tulis. Saya tentu ingin meraih sukses di dunia dan di akhirat—sebuah kesuksesan yang, saya yakin, juga diimpikan oleh banyak orang.[]

--

Mengajak Anak SD 'Bermimpi'


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Rabu, 25 April 2012 | 20:54 WIB


Mengajak Anak SD 'Bermimpi'  

TEMPO.CO, Jakarta - Siswa-siswa Sekolah Dasar Negeri Karet Tengsin 01, Jakarta Pusat, sudah terbiasa dengan pemandangan gedung-gedung perkantoran yang menjulang tinggi di depan sekolahnya. Tiap pagi, mereka juga sering melihat pegawai-pegawai kantoran yang berkemeja melintasi jalan di depan sekolah.

Namun, hari ini ada yang tidak biasa. Pekerja-pekerja 'kerah putih' itu tidak lagi hanya melintas di jalanan depan sekolah yang terletak di Jalan Karet Pasar Baru Timur itu. Mereka masuk ke dalam kelas-kelas dan mengajar.

"Ada yang tahu apa pekerjaan saya?" tanya Roy Nugroho, Manajer Penjualan PT Microsoft Indonesia, kepada puluhan siswa kelas tiga. Anak-anak itu menggelengkan kepala. Mereka pun hanya mengernyitkan dahi ketika Roy memberi tahu jawabannya dengan mengatakan, "Saya Account Manager di sebuah perusahaan komputer."

Rabu, 25 April 2012, Indonesia Mengajar, sebuah gerakan yang mengirim pengajar-pengajar muda ke berbagai sekolah di pelosok negeri, mengadakan kegiatan bertema "Kelas Inspirasi". Acara ini bertujuan mengenalkan siswa-siswa sekolah dasar kepada profesi-profesi yang beragam. »Tujuannya untuk membuat anak-anak itu berani bermimpi," kata Chairman Indonesia Mengajar Anies Baswedan kepada Tempo, 25 April 2012.

Kegiatan ini diikuti 200 profesional yang mengambil cuti untuk mengunjungi 25 sekolah dasar di Jakarta. Selama satu jam mereka mengenalkan profesi dan berbagi pengalamannya.

»Yang menjadi tantangan adalah bagaimana menjelaskan profesi saya kepada mereka yang masih di sekolah dasar," kata Roy. Di kelas, ia memulai dengan menjelaskan bagaimana komputer dibutuhkan di berbagai macam pekerjannya. Kemudian Roy mengatakan bahwa yang ia lakukan sehari-hari adalah membantu orang menemukan program komputer yang cocok dengan kebutuhan pekerjaan tersebut.

»Ternyata satu jam itu waktu yang cukup lama ya," kata Roy usai mengajar di kelas tiga. Dahinya berpeluh, mungkin karena tegang. Ia mengaku ini adalah pengalaman pertamanya memimpin sebuah kelas di sekolah dasar.

Setelah beristirahat sejenak, Roy harus mengajar lagi selama satu jam di kelas lain. Ia dan profesional lain yang menjadi sukarelawan di 'Kelas Inspirasi' dijadwalkan mengajar di tiga kelas hari ini.

Mardi Wu, Direktur Utama PT Nutrifood Indonesia, merasakan pengalaman yang sama dengan Roy. Ia berusaha sesederhana mungkin menjelaskan tugasnya sebagai direktur utama.

»Pekerjaan saya saya sehari-hari adalah memimpin perusahaan," katanya mencoba menjelaskan profesinya kepada siswa kelas enam. Ia mengatakan, apa yang ia lakukan sehari-hari hampir sama dengan ketua kelas. Bedanya, kalau ketua kelas mengatur 20 orang, ia mengatur dua ribu orang. Siswa-siswa di kelas tersebut sontak merespon, »Wa….."

Mardi punya pengalaman berkesan saat kecil. Ia, yang bersekolah di kota kecil Bagansiapiapi, Riau, selalu didorong gurunya untuk mencari pengalaman bersekolah di luar daerahnya. »Kalau bisa sampai ke luar negeri," ujarnya. Dorongan itulah yang membuatnya berhasil meraih gelar Master of Bussiness Administration (MBA) di salah satu universitas di Indianapolis, Amerika Serikat.

Di Kelas Inspirasi, Mardi juga mendorong siswa-siswa untuk belajar dengan rajin agar suatu saat bisa seperti dirinya, memiliki pengalaman ke luar negeri. »Dengan pekerjaan ini, saya juga bisa keliling ke luar negeri. Kalian juga bisa kalau kalian mau," katanya di dalam kelas.

»Dengan begini, anak-anak bisa termotivasi," kata Rukdi, Kepala Sekolah SD Karet Tengsin 01. Di sekolah yang ia pimpin, jumlah peserta didik hanya 153 orang. Sebagian besar, menurut Rukdi, berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah. Ia berharap kegiatan ini bisa menginspirasi siswanya untuk memiliki cita-cita yang beragam, yang selama ini mungkin tidak pernah mereka kenal.

GADI MAKITAN

--

Tak Lagi Katakan Tifak .......


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Jumat, 27/04/2012 20:09 WIB

Angie, Tak Lagi Katakan Tidak pada Korupsi?

Nurvita Indarini - detikNews

Jakarta - 2009 lalu, Angelina Sondakh didaulat sebagai salah satu bintang iklan antikorupsi Partai Demokrat. "Tutup telinga dan katakan...Tidak!" Begitu ucapan Angelina dalam iklan antikorupsi itu. Tiga tahun kemudian, ucapan sang Putri Indonesia 2001 itu sepertinya tak lagi relevan di hidupnya setelah menjadi tersangka korupsi.

Dalam iklan tersebut, Angie dengan wajah garang mengacungkan jempol ke bawah untuk para koruptor. Iklan antikorupsi ini menjadi ironis setelah ditetapkannya Angie sebagai tersangka dugaan suap wisma atlet dan proyek universitas.

Bahkan pada Jumat (27/4/2012) sore ini Angie telah ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski Angie belum terbukti bersalah, namun iklan antikorupsi yang dibintanginya ini seolah luntur.

Iklan Angie berdurasi 30 detik ini memang tak lagi bisa dijumpai di layar kaca. Namun iklan tersebut masih bisa diakses di Youtube.

Selain Angie, dalam iklan itu ada juga Sekjen PD Edhie Baskoro Yudhoyono dan politikus PD Tere. Di iklan itu juga muncul Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang juga menyerukan hal yang sama, "Tidak," kata Anas sambil mengacungkan tangan.

Apakah Angie benar-benar tak lagi katakan tidak pada korupsi? Biarkan proses hukum berjalan, dan hakim nantinya yang akan memutuskan apakah Angie seorang koruptor atau orang yang konsisten "katakan tidak pada korupsi"

--

Jagger

Dulu vokalis Rock sebuah band cukup kondang
"The Rolling Stones"....sekarang udah pensiun dan
mengabdi di Keraton Yogyakarta, sebagai penabuh
(pemain) gamelan....sekarang banyak mencipta
tembang2 jawa spt: Jingkrak2 (Jumpin Jack Flash),
Rupo Munyuk (Monkeyman), Wong Wadon
Ompong (Honky Tonk Woman), dll....

---
Sent by WhatsApp

adi wisaksono

Rabu, 25 April 2012

Bocoran skrinsyut


Adegan mesum anggota dewan yg lagi heboh.sungguh tak bermoral.

http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/380716_385448861475472_100000310856050_1269225_914639789_n.jpg?dl= anggota dewan tersebut berasal dr salah satu partai politik...
Mau jadi apa negara ini,,



--

gemari klubnya, bukan pemainnya... :)


saya suka real madrid dari dulu, tapi bukan kepada pemain2nya satu per satu...
apalagi pemain yang 'tengil' kayak cr7 ini...
wkwkwk...

--

Tahu gejrot tempe mendoan

Dinginnn....


From: "Tommi H"

Aku pernah ..bangun tidur pipi dijiwiit ra kroso blas ...bbrp hari gek pulih ..
-------

--------
BELL'S PALSY DISEAS - Akibat Semburan Angin AC

Ada seseorang yang merasakan hidupnya sehat2 saja tapi tiba2 di suatu pagi, pas dia bangun tidur, mendadak dia merasa bhw muka dia nggak bisa gerak sama sekali. Dia pikir dia kena stroke ringan, tp setelah diperiksa Gula darah, kolesterol & tekanan darahnya jg normal dan setelah didiagnosa lebih lanjut ternyata dia kena serangan yg namanya BELL'S PALSY.

Penyebabnya adalah : ANGIN DINGIN.

Ternyata dia tidak sadar kalo dia sering terkena angin AC di kantornya & dia juga sering mengarahkan AC di mobilnya kearah badan dan mukanya. Hal ini adalah penyebabnya, meskipun dia nggak ngerokok, minum alkohol, dan dia selalu hidup sehat.

Alhasil, separo muka dia nggak bisa gerak. Dia nggak bisa senyum, matanya yg kanan nggak bisa kedip & bahkan lidahnya nggak bisa gerak ke sebelah kanan.

Hal ini disebabkan krn PERADANGAN SARAF ke-7, yg letaknya ada dr BELAKANG TELINGA smp ke LEHER kita.

Makanya mulai sekarang lindungi leher anda dengan syal atau jangan duduk di spot yg terkena langsung angin AC. Jangan arahkan semburan angin AC langsung ke tubuh dan muka kita !!!.

BELL'S PALSY Disease ini bisa juga menyebabkan angin duduk / masuk angin ke jantung ( akibat lainnya bisa mendadak meninggal ) atau kena paru2 basah dll.

Beritahukan dan selamatkan teman2 yg anda sayangi agar Tidak lebih banyak lagi yang menjadi korban. Penyakit ini datang tiba2, mungkin saja bisa menyerang anda!!!

Mohon diteruskan kepada orang² yg anda peduli ^^

Sumber : DR.WILLIAM MBA. *RS.SILOAM
wass,
ToH

--

Gaji PNS vs Pelayanan


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Selasa, 24/04/2012 12:15 WIB

Gaji PNS Tak Sebanding dengan Pelayanan yang Kurang Memuaskan

Nograhany Widhi K - detikNews

detikcom - Jakarta, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN) Azwar Abubakar mengatakan belanja pegawai ke depan harus diperketat. Dia menilai gaji dan tunjangan PNS tidak sebanding dengan pelayanan pada masyarakat yang jauh dari memuaskan. Bila Anda setuju dengan MenPAN Azwar Abubakar, pilih Pro!

46 Komentar 

Kirim Komentar

Wong 

KONTRA

Saya kira tidak semuanya begitu, apakah anda pernah memeriksa satu per satu kantor dan seluruh PNS? apakah semuanya sama seperti yang anda tuduhkan? apakah semuanya malas?

vino sebastian 

KONTRA

jangan menjudge seluruh PNS lah..yang tidak memberikan layanan dengan maksimal itu kan hanya oknum saja. lagipula reformasi birokrasi ini juga dimaksudkan utk percepatan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. yang ada secara materiil seharusnya menunjang utk pelaksanaan reformasi birokrasi.

SUnardi 

Pro

Setuju

garuda pratama 

Pro

masalahnya PNS itu pada bersandar sama honorer, hapus aja honorer tsb biar PNS pada kerja keras dgn tugas2nya tsb.

Erick Sun 

Pro

Untuk menghilangkan citra buruk para pengabdi negara bisa saja dengan mengubah sistem kepegawaiannya dengan sistem yang dianut oleh Swasta.. Begitu pula dgn jenjang karir kepangkatan dinilai dr index prestasi kerja serta pengalaman bukan karena lama masa tugas. Serta jabatan kerja sesuai dgn basic ilmu bukan asal tempat kerjakan. \&quot; korupsi \&quot; dipecat aja. PEMERINTAH DAN DPR BERANI NGGAAKK!!!

opung 

Pro

cntoh playanan masyarakt..:aneh memang,,mereka pns sudah dibayar buat melayani masyarakat,,,tp masih ada aja pungli dngan alasan biaya administrasi lah...pdhal kerja dia untuk mengabdi melayani

agoes m arto 

KONTRA

pemimpin yg arief akan bersikap, bertindak dan berucap bijaksana... kacian pns jd korban lg, hanya ulah oknum pns dan mis-manajemen pemimpinnya tp koq jd ukuran smua pns seolah2 buruk, klo merasa mampu benahi sistemnya dan cari solusinya yg bijaksana... semua tergantung ketegasan komitmen para pimpinan... sebagian besar pns masih seperti \&quot;umar bakri\&quot;... betul kata jend. rudini, sewaktu menjabat mendagri: kalo mau kaya jangan jadi pegawai negeri... kalo ada pegawai negeri yg kaya, berarti...

--

,,,,

Ada Anak Sdng sholat Sm Bapakx.
Pd Rakaat 1 Anakx Kentut
Preeet..
Bapakx Brkata Dlm Hati Ya Allah Ampunilah Dosa Anakku.
Pd Rakaat 2 Anak Kentut Lg
Preeet..Preeet...
Bpkxpun Berdoa
Ya Allah Ampunilah Dosa Anakku.
Pd Rakaat 3 Anakx Kentut Lg
PREETT..PRET..PRET.CROT.DOUUT..PREEEIIIIT
Bpkxpun Berkata Lg Dlm Hati
Ya Allah NGESENG Paleng Arek Iki.

--
Soni
dian_wiryatmo@yahoo.Co.Id

http://ceremende.blogspot.com/

Gerah .....


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Rabu, 25 April 2012 | 05:50 WIB


Dahlan Akui Gerah dengan Pejabat BUMN Korupsi Proyek  

TEMPO.CO , Jakarta:- Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengaku gerah oleh pejabat -pejabat BUMN yang terlibat korupsi proyek, termasuk Hambalang. Karenanya, ia  mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memeriksa dan menuntaskan kasus-kasus itu. "Tangkap saja, tangkap. Saya sudah kesal," kata Dahlan saat ditemui Tempo di kantor Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, Selasa, 24 April 2012.

Komentar itu keluar menyangkut dugaan kolusi dua BUMN-nya, PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya, dalam proyek Pusat Olah Raga Hambalang di Bogor dengan terpidana kasus Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Proyek senilai Rp 1,5 triliun ini dimenangkan dua BUMN ini sebagai sebuah konsorsium. Dalam pengerjaannya, Hambalang disubkontrakkan kepada Dutasari dan PT Global Daya Manunggal. Sementara itu, satu BUMN lain, PT Pembangunan Perumahan diduga menggarap banyak proyek dengan Dutasari.

Dahlan mengaku belum berencana untuk mengganti direksi ketiga BUMN tersebut. Namun katanya, jika KPK menemukan indikasi kuat keterlibatan pejabat di tiga perusahaan itu, penegak hukum wajib mengusutnya secara hukum. "Kalau salah tangkap, kalau sudah ditangkap kan pasti diganti (Direksinya)," ujarnya.

PT Dutasari diduga terlibat dalam proyek senilai Rp 1,5 triliun itu. Juru bicara KPK, Johan Budi S.P. belum mendetilkan keterlibatan perusahaan yang pernah dipimpin istri Anas Urbaningrum, Athiyyah Laila Attabik itu.

Nama Athiyyah tertera dalam dua akta perubahan Dutasari. Pertama, akta Nomor 70 tertanggal 30 Januari 2008 menyebut dia pemegang 1.650 lembar saham senilai Rp 1,6 miliar; kedua, pada akta Nomor 11 tertanggal 10 Maret 2008 sebagai pemilik 1.100 saham.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Kunardi Gularso, menolak memberikan penjelasan. "Untuk pemeriksaan, tolong ditanyakan ke KPK langsung," ujarnya kemarin.

M. ANDI PERDANA

--

Bambu

Ada seorang pria yang putus asa & mau
meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan,
hubungan & berhenti hidup.
Lalu ia pergi ke hutan untuk bicara yg terakhir
kalinya dgn Tuhan,
"Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yg
baik untuk jangan berhenti hidup & menyerah ?"
Jawaban Tuhan sangat mengejutkan,
"Coba lihat ke sekitarmu...
Apakah kamu melihat pakis & bambu ?"
"Ya" jawab pria itu.
"Ketika menanam benih pakis & benih bambu,
AKU merawat keduanya secara sangat baik.
AKU memberi keduanya cahaya,
memberikan air.
Pakis tumbuh cepat di bumi,
daunnya yg hijau segar menutupi permukaan tanah
hutan. Sementara itu benih bambu tidak
menghasilkan apapun,
tapi AKU tidak menyerah.
Pada tahun kedua,
pakis tumbuh makin subur dan banyak,
tapi belum ada juga yg muncul dari benih bambu.
Tapi Aku tidak menyerah.
Di tahun ketiga,
benih bambu belum juga memunculkan sesuatu,
tapi Aku tidak menyerah.
Di tahun keempat,
masih juga belum ada apapun dari benih bambu.
Aku tidak menyerah" kata TUHAN
"Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil.
Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak
kecil dan tidak bermakna.
Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang
sampai 100 kaki.
Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun.
Akar ini membuat bambu kuat & memberi apa
yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.
AKU tak akan memberi cobaan yg tak sangup
diatasi ciptaan-Ku" kata TUHAN kepada pria itu.
"Tahukah kamu, anak-Ku...
Di saat menghadapi semua kesulitan & perjuangan
berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-
akar?"
"AKU tidak meninggalkan bambu itu,
AKU juga tak akan meninggalkanmu"
"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang
lain," kata Tuhan.
"Bambu mempunyai tujuan yang beda dgn pakis,
Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah"
"Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak &
menjulang tinggi. Asal ttp mengandalkan Tuhan
dlm setiap rencana & jln hdp kita..

adi wisaksono

Yamaha

Selasa, 24 April 2012

Humor CCM

"jgn serius teruslah bang"...ini humor khas Medan
dpt copas dr seorang teman dr Medan jg...
Ada seorang Ibu org Medan yg tengah mengantuk,
mau tidur.. Lalu tiba2 ditanya sm anaknya; "Mak,
mamak udah pernah injak Jakarta?" Si ibu
menjawab :
"Udah nak.." Trs si anak bertanya lg: "Klo
Bandung?"
si ibu menjawab;
"Udah anakku.."
Trs si anak brtnya lg;
"Klo Jogjakarta udah?"
si ibu menjawab;
"Udah."
Lalu si ank brtnya lg;
"Klo Surabaya, Makassar,
Papua,Aceh,Pontianak,Talaud,Balikpapan,Manado,Kendari,Pangkalpinang,Palangkaraya,Dumai,Jayapura
mak?"
Sambil menahan kantuk si ibu menjawab;
"Tidur lah nak, tinggal mulutmu aja lagi yang
belum mamak injak..." Hahaha ツ.....

adi wisaksono

--
tetap bersaudara selamanya

Bunga pepaya cah ikan tuna IMG00123-20110329-1828.jpg


From: korneliusalor

Pahit gurih emmmmm

Minggu, 22 April 2012

‎​A: "Pinjem pulpen donk?"
B: "Ada nih.."
A: "Makasih...waahh ni pulpen dari Jakarta yaa?"
B: "hehe...iya...kok tau, knapa, keren ya?"
A: "...macet!!!" :DX_X=D

Petuah bijak Hari ini


 Petuah bijak Hari ini:

Jika ada yang melemparmu dengan batu, janganlah membalas dengan batu yang sama.

Tersenyumlah, lalu lemparlah dengan Bunga, tapi pastikan potnya ikut terlempar ... ";)

Iki Lucu Tenan!


Cak Suro entuk oleh2 manuk beo teko konco lawas, Bejo sing kerjo ndik Freeport.

Jare Bejo beo iku pinter niru lagu2 anyar sing ndik radio. Carane
ngongkon nyanyi cuma gawe isyarat tangan kiwo diangkat. Nek tangan
tengen khusus nyanyi Indonesia Raya.

Cak Suro njanjal ngangkat tangan tengene ndik ngarepe beo, langsung
beo ne muni: "Indonesia Tanah Airku, tanah tumpah darahku Indonesia…"
lan sakteruse…

Njanjal maneh, Cak Suro ngangkat tangan kiwo, beo ne muni maneh: "Aku
mau makan, ku ingat kamu… Aku mau minum, ku ingat kamu…"
Si Beo ternyata wis hafal lagune Maia ambek May Chan.

Cak Suro takon nyang Bejo, "Jo, nek tangan loro karo tak angkat nyanyi opo yo?"
"Coba en ae, tapi tanggungen dhewe akibate", jare Bejo ambek nyruput
kopi tubruk.

Mergo penasaran Cak Suro ngangkat tangan kiwo ambek tengen bareng2.

Beo-ne langsung muni : ....
"Siji-siji, GOBLOK!"--

Ihwal “Good Habits”-nya Aristoteles: Bagaimana Saya Menulis Buku Writing Toolbox (93)


From: hernowo hasim

Ihwal "Good Habits"-nya Aristoteles: Bagaimana Saya Menulis Buku Writing Toolbox (93)
Oleh Hernowo
 
 
"Beberapa tahun lalu, ada sebuah kisah yang ditulis oleh The New York Times," demikian Ratna Megawangi membuka salah satu bab di buku Semua Berakar pada Karakter (2007), "tentang pembatalan penerbitan sebuah buku oleh Random House yang berjudul Telling Right from Wrong. Ini sebuah buku mengenai aplikasi filsafat moral dalam kehidupan sehari-hari.
 
"Menurut editor Random House, pembatalan tersebut amat disesalkan karena isi buku itu sebetulnya amat bagus dalam menguraikan masalah etika. Alasan pembatalan tersebut adalah ternyata penulisnya telah membuat sebuah surat palsu yang seolah-olah dikirim oleh Robert Nozick—seorang profesor filsafat terkenal dari Harvard University—yang isinya memberikan pujian tinggi terhadap isi buku Telling Right from Wrong.
 
"Padahal surat itu ditulis oleh dirinya sendiri." Jadi, surat itu bohong dan penulis buku Telling Right from Wrong—meski membuat buku yang amat bagus yang menguraikan masalah etika—ternyata mengingkari sendiri materi yang ditulisnya. "Seorang yang amat menguasai ilmu tentang etika dan moral dan bahkan menulis bagaimana aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, ternyata tidak mampu untuk menerapkan etika dalam kehidupan nyata?" tulis Ratna Megawangi.
 
Bayangkan, mungkin ada banyak contoh seperti itu di negeri kita ini. Contoh yang banyak itu, mungkin bisa kita peras dan jadikan dua contoh yang tampak nyata. Pertama, maraknya korupsi tentu dapat kita katakan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan oleh seorang pegawai tidak lantas membuat diri si pengucap sumpah bisa mematuhi dan menerapkannya dalam lingkup kerjanya. Kedua, terjadinya malpraktik di bidang kedokteran menunjukkan bahwa sumpah yang diucapkan para dokter tak otomatis menjadikan seorang dokter tunduk dan patuh menerapkannya.
 
Aristoteles
 
Ratna Megawangi pun memberitahu kepada saya bahwa contoh-cotnoh di atas—baik yang terjadi dengan penulis buku Telling Right from Wrong atau yang saya contohkan terkait dengan korupsi dan malpraktik—membuktikan bahwa sekadar mengetahui moral yang baik dan yang buruk, bahkan sampai menguasai dasar filosofi moral pun, tidak menjamin seseorang dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata. Jadi, membangun karakter memang perlu  latihan intensif, motivasi yang kuat, keteguhan hati untuk menolak tindakan buruk, dan mencintai kebaikan.
 
Menurut Aristoteles, demikian lanjut Ratna Megawangi, sebuah masyarakat yang budayanya tidak memperhatikan pentingnya mendidik good habits (melakukan kebiasaan berbuat baik), akan menjadi masyarakat  yang terbiasa dengan kebiasaan buruk. Sistem pendidikan di negeri kita, sepertinya belum mendukung penyelenggaraan good habits sebagaimana yang disarankan oleh Aristoteles, meskipun kita semua tahu bahwa yang berwenang terus-menerus mengadakan perbaikan-perbaikan atas sistem tersebut.
 
Sejak usia kelas 1 SD, anak didik kita sepertinya tidak terlalu diwajibkan untuk melakukan perbuatan yang bermoral melainkan wajib mengetahui dan menghafal moral (dalam matapelajaran PKN dan PAI). Apabila ada seorang murid yang mencontek, tawuran, atau membolos maka dia tidak mendapatkan hukuman yang fatal misalnya tidak naik kelas—apalagi jika nilai pendidikan agamanya bagus meskipun itu dihasilkan dari mencontek.
 
Namun, sebaliknya, apabila nilai pendidikan agamanya jeblok (merah), walaupun murid tersebut jujur, baik hati, dan tidak pernah membolos, ancamannya sungguh fatal: tidak nasik kelas. Sampai di sini, marilah kita berhenti sejenak merenungkan semua itu. Apakah—dengan berpijak pada kisah-kisah yang disampaikan oleh Ratna Megawangi—kita masih tetap akan melanjutkan dan menjalankan kegiatan pendidikan karakter dengan cara menghafal?[]

--

Perlombaan


Ada sepasang suami isteri yang mempunyai
kebiasaan sangat aneh. Mereka senang melakukan
perlombaan dalam hal apa saja. Mereka senang
untuk bersaing dan saling mengalahkan. Segala hal
mereka jadikan perlombaan. Dan sang suami
benar-benar putus asa. Sejak mereka menikah ia
belum pernah menang dalam hal apa pun dari
istrinya.
Si lelaki terpaksa pergi menjumpai seorang
psikiater
dan menceritakan masalah yang dihadapinya.
Lalu kata psikiater tersebut,
"Yang bisa saya lakukan ialah, merancang suatu
perlombaan di mana anda pasti tak mungkin
kalah," lalu psikiater berpikir sejenak. "Nah,sudah
saya temukan perlombaan yang seperti itu,
pulanglah ke rumah dan tantanglah istrimu untuk
melakukan perlombaan buang air kecil. Siapa yang
bisa mengencingi dinding lebih tinggi, maka dialah
yang menang, dan pasti anda yang menang,
sebab anda lelaki." Lalu pulanglah si lelaki ke
rumah. Dengan tak sabaran ia memanggil istrinya,
"sayang, aku punya suatu perlombaan baru."
"Oh,kebetulan," kata isterinya. "sudah lama kita tak
berlomba, lomba apa yang akan kita mainkan ini,?"
"Mari kita keluar," kata si lelaki. Lalu mereka pergi
ke halaman belakang rumah. "Nah,begini," kata si
lelaki. "kita akan berlomba mengencingi tembok
ini. Siapa yang kencingnya lebih tinggi,
maka dialah yg menang." "Wuah,menarik!
menarik!" kata si isteri. "kalau begitu biarlah aku
yang lebih dahulu memulai," kata si isteri dengan
bersemangat. Lalu ia mengangkat roknya,membuka
pahanya, mengambil posisi sedemikian rupa dan
mulai mengencingi tembok itu. Kencingnya
membuat bekas setinggi lima belas sentimeter dari
tanah.
"Okay," kata si suami dengan gembira. "Sekarang
giliranku." ia membuka kancing celananya dan
mengeluarkan alat vitalnya.
Tapi begitu ia hendak mengeluarkan kencingnya,
istrinya berseru dan menahannya, "Hei,tunggu,
Tidak boleh pakai tangan...."

adi wisaksono

Sabtu, 21 April 2012

Solemnly Watching over you....

Postingan Terakhir maswamen Wid..


Sangat mengharukan :

Postingan terakhir pak Wamen ESDM  di milist Ikatan Alumni ITB:
----
Kalau kita menyayangi orang2 yang kita pimpin, Insya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang akan menunjukkan cara untuk membuat mereka dan kita lebih baik. Tuhan itu Maha Pencipta, segala kehendakNya terjadi.
 
Saya biasa tidur jam 20 dan bangun jam 2 pagi lalu Sholat malam dan meditasi serta ceragem sekitar 30 menit lalu buka komputer buat tulisan atau nulis email. 

Dalam meditasi biasa menyebutkan:

"Tuhan Engkau Maha Pengasih dan Penyayang, aku sayang kepadaMu dan sayangilah aku... Tuhan Engkau Maha Pencipta, segala kehendakMu terjadi..."

lalu saya memohon apa yang saya mau...

(dan diakhiri dgn mengucap)
"Terima kasih Tuhan atas karuniaMu." 
 
Subuh saya Sholat di Mesjid sebelah rumah lalu jalan kaki dari Ciragil ke Taman Jenggala (pp sekitar 4 kilometer). Saya menyapa Satpam, Pembantu dan Orang Jualan yang saya temui di jalan dan akibatnya saya juga disapa oleh yang punya rumah (banyak Pejabat, Pengusaha dan Diplomat), sehingga saya memulai setiap hari dengan kedamaian dan optimisme karena saya percaya bahwa apa yang Dia kehendaki terjadi dan saya selain sudah memohon dan bersyukur juga menyayangi ciptaan-Nya dan berusaha membuat keadaan lebih baik. Oh ya, Tuhan tidak pernah kehabisan akal, jadi kita tidak perlu kuatir. Percayalah...

Salam,
widjajono

Sop Ikan Taktakan


esuk-esuk ngesop ikan taktakan, segeeeer ning ora cocok nggo cah cilik merga pedes-e mrica cukup dominan.



Putri yg ditukar

Godaan

BAHASA TUBUH WANITA YANG MENGGODA!
Menggoda bisa menjadi satu hal menyenangkan,
tidak perduli status Anda single atau sedang
berkomitmen. Tapi bagi Anda kaum pria, tahukah
Anda seperti apa bahasa tubuh wanita saat ingin
merayu Anda?
Jika Anda ingin mengetahui apakah wanita sedang
ingin menggoda atau tidak lewat bahasa tubuhnya,
perhatikan beberapa hal berikut ini:
Perhatikan gerakan tubuh
Gerakan tubuh sangat jelas menunjukkan jika
wanita menggoda atau tidak. Jika dia datang
mendekat kepada Anda, artinya dia mencoba
menarik perhatian Anda.
Amati tangannya
Ketika seorang wanita ingin menggoda, dia akan
selalu memainkan rambut dengan tangannya. Jika
Anda menatapnya dan dia sedang sibuk mengobrol
dengan teman-temannya, perhatikan ekspresi dan
gerakan tangannya.
Mata
Jelas, ketika dia tertarik pada Anda, dia akan
melihat Anda. Kontak mata adalah tanda yang
paling jelas untuk mengetahui kalau wanita sedang
menggoda Anda. Jika dia melihat Anda dan
mencoba menarik perhatian dengan mendekat,
maka siap-siaplah.
Bibir
Umumnya, ketika seorang wanita menggoda, dia
akan melihat Anda dan tersenyum. Bibirnya dapat
digunakan dalam berbagai cara, mulai dari
tersenyum, cemberut hingga senyum sensual.
Kaki
Jika wanita mengayunkan kakinya sambil melirik
kepada Anda, itu artinya dia sedang berusaha
menggoda.
BAGAIMANA DENGAN ANDA, SUDAH ADAKAH YG
MENGGODA?????

adi wisaksono

Jengkel Kalau Ada Orang Sok Tahu


From: <syauqiyahya@gmail.com>

Sabtu, 21/04/2012 19:55 WIB

Dahlan: Widjajono Jengkel Kalau Ada Orang Sok Tahu Mengenai Perminyakan

Wahyu Daniel - detikNews

Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengenang Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo sebagai pria yang memegang prinsip kuat. Dia pun tak senang jika ada 'ahli minyak' baru muncul di layar TV.

"Beliau kelihatan jengkel kalau ada orang sok tahu mengenai perminyakan padahal tidak pernah mendalami soal minyak," ujar Dahlan kepada detikFinance, Sabtu (21/4/2012).

Dikatakan Dahlan, sebagai Guru Besa Perminyakan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Widjajono merupakan penulis banyak buku tentang minyak.

"Sebagai ahli yang selalu dipercaya perusahaan-perusahaan minyak kelas dunia, almarhum merasa ilmunya dilecehkan oleh orang-orang yang seperti tiba-tiba saja ahli minyak di layar TV," kata Dahlan mengenang.

Hari ini Widjajono meninggal dunia di Gunung Tambora. Widjajono memang dikenal suka berpetualang mendaki gunung. Dirinya sendiri semasa kuliah dikenal suka mendaki gunung dan ikut dalam organisasi pecinta alam di Institut Teknologi Bandung (ITB). Hari ini, Widjajono meninggal dunia saat mendaki Gunung Tambora.

Sebelum memutuskan mendaki Gunung Tambora, Widjajono sempat mengajak wartawan detikFinance untuk ikut dalam pendakian.

Dalam pesan singkatnya Widjajono mengatakan: "Pada 19 April Famele Trakkers For Lupus mau ke Tambora. Diah Bisono ikut. Mau ikut? Nanti saya email Photo2 Klabat. Salam, Widjajono.

News

12 Komentar 

Kirim Komentar

Erich Marco Wongkaren 

8 minutes ago

Betul itu, saya nonton di JLC waktu itu wamen di serang terus pdhl dia sndiri dosen bsar dibidang minyak, kasian dia, keliatan banget dia tersinggung krn dilecehkan..smoga orng2 yg melecehkan dia btobat..

Beri Tanggapan

arie kumbang 

9 minutes ago

Apalagi si oneng, ga tau perminyakan malah ngomong ngalor ngidul tentang minyak

Beri Tanggapan

Oerang Garoet 

32 minutes ago

SATUJU AH KANG TOTO..Kayanya Mas Mbecak nih GAK NGERTI apa judul dan isi berita diatas..makanya makan bangku sekolah yang tinggi, biar otaknya agak lebaran dikit..peace ah..    

Beri Tanggapan

merputri 

32 minutes ago

resiko orang pinter, kadang dibilang \'so pinter\'. adalah para orang sotoy dan carmuk, yang justru menindas, membodohi orang kecil. cari kesempatan bikin keruh suasana!

Beri Tanggapan

jalanmulus 

32 minutes ago

yg saya tahu di acara ILC TVOne, yg sok tahu mengenai perminyakan adalah fuad bawazir dan kwik kian gie. keduanya orang ekonomi koq berdebat mengenai perminyakan dg Wamen ESDM

Beri Tanggapan

Marda Fakhrurrazi 

37 minutes ago

Mungkin ICW yang banyak mulut besar haha...

Beri Tanggapan

muhrahmy 

43 minutes ago

Semoga semua amal perbuatan beliau diterima Allah... Pak Dahlan kenapa Lumpur lapindo tidak bisa diatasi, kalau memang beliua jago perminyakan ? jangan juma Omdo Doang....!!

1 Tanggapan ·  Beri Tanggapan

pramoil 

49 minutes ago

selamat jalan pak, dunia perminyakan kehilangan satu tokoh ahli lagi... biarlah orang2 yang sok tau berteriak2 semaunya..dan semoga orang2 yg belum tahu segera sadar..klo negeri ini sudah krisis minyak..dan krisis energi.. doa kami beserta mu..selamat jalan

Beri Tanggapan

dongkel 

50 minutes ago

Pak wid pastinya dalam sekali ilmunya. Tp sebagai pelajaran buat kita, gak ada salahnya jg mendengarkan yg lebih luas pengetahuannya.  

Beri Tanggapan

amal 

58 minutes ago

Jengkel sbgai ahli minyak melihat ada pengamat perminyakan yg tampil di TV, inilah uforia keilmuan diatas gunung masih ada gunung ojo dumeh berserah diri pada Allah S W T

--

Mr. Holland's Opus dan Pengaruh Luar Biasa Seni Musik: Bagaimana Saya Menulis BukuWriting Toolbox (89)


From: hernowo hasim

Mr. Holland's Opus dan Pengaruh Luar Biasa Seni Musik: Bagaimana Saya Menulis BukuWriting Toolbox (89)
Oleh Hernowo
 
 
Musik mengurangi stress, meredakan ketegangan, meningkatkan energi, dan memperbesar daya ingat. Musik menjadikan orang lebih cerdas.
—Jeannette Vos, The Music Revolution
 
Saya dahulu sangat suka dengan musik cadas yang dilengkingkan, antara lain, oleh Deep Purple, Uriah Heep, Yes, dan Led Zeppelin. Ketika beberapa CD orisinal mereka, pada saat ini, dijual di bawah harga standar, saya pun membelinya lagi. Saya membeli, misalnya, Made in Japan-nya Deep Purple dan Mothership-nya Led Zeppelin. Lalu yang sangat mengasyikkan adalah saya memperoleh kumpulan The Best of Uriah Heep, khususnya yang Part 1, yang berisi lagu-lagu seperti July Morning, Easy Livin', Bird of Prey, Salisbury, Look At Yourself, dll.
 
Setiap pagi dan sore, ketika pergi ke dan pulang dari kantor, lagu-lagu bertipe keras—kadang-kadang ada yang lebut juga sih—itu saya dengarkan dengan ikut mendendangkan lirik-liriknya semampu saya disertai beberapa entakan. Musik telah membuat kehidupan saya menyenangkan dan menenteramkan. Saya juga kaget karena musik telah membangkitkan semangat dan gairah saya untuk bekerja keras dan sungguh-sungguh. Ada kepuasaan yang tak ternilai ketika mendengarkan dan mengikuti irama dan lirik lagu-lagu mereka.
 
Tentu saja, saya tidak hanya memutar lagu-lagu cadas tersebut. Saya juga menyukai Maher Zain, Dewa 19, Sting, Agnes Monica, Bimbo, Lady Gaga, Abah Iwan (Iwan Abdulrachman), Iwan Fals, Christina Aguilera, Michael Franks, Tompi, Opick, Sanata, Linkin Park, Jubing dan masih banyak lagi. CD mereka, tentu saja, tersedia di mobil saya. Jika sudah bosan mendengarkan yang satu, saya menggantinya dengan yang lain. Musik-musik itu telah membuat kehidupan saya sangat bervariasi, jauh dari monoton, membosankan, serta rigid (kaku, keras, dan kering). Saya setuju dengan pernyataan Vos bahwa musik menjadikan seseorang akan lebih cerdas.
 
 
Dan, jangan heran kalau saya juga punya CD musik klasik, berjudul ringkas Classics. CD ini saya beli, sekali lagi, dengan separuh harga karena diobral. Saya membeli CD musik klasik ini karena ingin mencoba atau beralih suasana yang berbeda dalam menikmati lagu. Dan jika pagi hari, habis subuh, saya menyetelnya di rumah. Ternyata, saya merasakan sekali bahwa musik klasik dapat membangun jiwa dan mengubah suasana diri saya. Kemegahan, kewibawaan, dan keagungan benar-benar tampil lewat gesekan biola dan cello, dentingan piano, tiupan klarinet dan saksopon, serta petikan bas maupun gitar.
 
Saya, khususnya, sangat menikmati misalnya "Toreadors Song from 'Carmen' (Georges Bizat), lantas juga "March of the Little Lead Soldiers" (Gabriele Prierne). Ternyata juga "For Elise", "Toccata in D Minor"-nya Johann Sebastian Bach, "Tchaikovsky '1812'", "Rhapshody in Blue" asyik juga didengarkan ketika saya sedang mengalami kemacetan atau menghadapi jalanan yang sangat padat dan menekan. CD yang berisi musik klasik yang saya beli itu memang berisi kumpulan lagu klasik yang dapat dikatakan "popular" dalam kelompok musik klasik. Lagunya pun pendek-pendek sehingga telinga awam saya mudah mencernanya.
 
Rasa bersyukur saya pun merebak karena di usia lebih dari setengah abad ini saya masih dapat menikmati pelbagai jenis musik yang luar biasa itu. Kebersyukuran saya bertambah tinggi ketika, pada suatu hari, via HBO, saya menonton film The Holland's Opus yang dibintangi oleh Richard Dreyfuss. Saya menonton film tersebut bersama anak-anak saya. Saya sungguh bahagia sekali. Mr. Holland, pengajar musik di sebuah sekolah, telah menghadirkan makna akan keberadaan seni musik dalam sebuah kehidupan. "Opus"-nya telah menggubah sekaligus mengubah diri banyak siswanya.
 
Bach
 
Semula, para siswanya ogah-ogahan mengikuti kelas musik Mr. Holland yang tampak membosankan. Akhirnya, Mr Holland mengubah strateginya dengan meyisipkan musik pop bukan klasik meskipun itu hanya sebuah pintu masuk untuk membawa anak-didiknya memahami musik klasik beserta sejarahnya dan membuat mereka terlibat di dalamnya. Mr. Holland memulai pengajarannya dengan menyenangkan. Sekali lagi, "Opus" yang diciptakan Mr. Holland berhasil mempengaruhi sikap dan pandangan hidup anak didiknya. Setelah mereka menjadi orang sukses, mereka sadar akan peran penting pengajaran seni musik ala Mr. Holland.
 
Film yang sangat menarik tersebut tak berhenti di situ. Sebagai seorang ayah yang hanya memiliki seorang putra yang bisu-tuli, Mr. Holland juga memberi warna dan makna bagi kehidupan anaknya. Semula ada pertentangan antara ayah dan anak ketika si anak beranjak remaja. Tapi setelah diadakannya konser musik di sekolah anaknya dan Mr. Holland mempersembahkan satu gubahannya untuk anaknya, suasana pun menjadi cair dan membahagiakan. Mr Holland menggubah sebuah lagu ciptaan John Lennon—yang baru saja ditembak mati dan peristiwa kematian Lennon itu dikaitkan dengan alur kisah film tersebut—danm ditujukan hanya khusus untuk anaknya. Judul lagu itu "Beautiful Boy" (Darling Boy) dengan lirik yang bagus sekali:
 
Close your eyes
Have no fear
The monsters gone
He's on the run and your daddy's here
 
Beautiful
Beautiful, beautiful
Beautiful Boy (2X) 
 
Lennon
 
Before you go to sleep
Say a little prayer
Every day in every way
It's getting better and better
 
Beautiful
Beautiful, beautiful
Beautiful Boy (2X) 
 
Out on the ocean sailing away
I can hardly wait
To see you to come of age
But I guess we'll both
Just have to be patient
Yes it's a long way to go
But in the meantime
 
Before you cross the street
Take my hand
Life is just what happens to you
While your busy making other plans
 
Beautiful
Beautiful, beautiful
Beautiful Boy (2X) 
 
Darling Sean….
 
Beruntunglah kita yang masih bisa mendengarkan musik yang bermacam ragam dan sangat indah itu—baik mengikuti iramanya yang membuai maupun menyimak liriknya yang sangat bermakna.[]

--