Rabu, 30 November 2011

tukeran


Umur 20-an, kalo ketemu
temen lama biasanya
tukeran nomer hape, e-mail,
fb, twitter, dan
sebangsanya :).

Umur 30-an, tukeran alamat tempat kerja (bangga
dong.. udah kerja), Umur 40-an tukeran tempat
ngopi, golf, kelab kebugaran, bengkel mobil (udah
mapan, manjain hobi). Umur 50-an tukeran alamat
klinik dan berbagai tempat berobat.. :D

on android

well done


Steak yang dimasak 'Well Done' Picu
Kanker Prostat
Flora Febrianindya : detikFood
detikcom - Jakarta, Penggemar beefsteak
sebaiknya sedikit waspada. Apalagi sebagian
besar penggemar steak menyukai daging sapi
yang dimasak well done. Selain rasanya gurih
enak, steak yang dimasak well done sekali bisa
memicu resiko kanker prostat.
Mau medium rare, medium well, atau well done?
Pertanyaan ini pasti sering kita dengar saat
memesan beefsteak. Mau matang di luar tapi
dalamnya lembut dan juicy, atau malah matang
sekali. Sebuah studi baru-baru ini mengungkap
bahwa konsumsi well done steak dapat
meningkatkan resiko penyakit kanker prostat.
Dalam studi tersebut diungkap bahwa laki-laki
yang makan 2 porsi hamburger atau meatloaf
yang dimatangkan 'well done' setiap minggunya
berpotensi dua kali lebih besar terkena kanker
prostat. Dibandingkan laki-laki yang tidak
mengkonsumsi daging sapi atau daging merah
lainnya yang matang sempurna. Faktor
pemicunya terletak pada tingkat kematangan
daging yang dibakar.
Daging merah, yang dibakar, mengandung zat
karsinogen yang dapat meningkatkan resiko
kanker prostat. Zat karsinogen adalah salah satu
zat yang memicu tumbuhnya sel kanker. Zat-zat
karsinogen menyebabkan kanker dengan
mengubah asam deoksiribonukleat (DNA) dalam
sel-sel tubuh dan mengganggu proses-proses
biologis.
Ketika daging dibakar dan bahkan menjadi
hangus, suhu yang tinggi menyebabkan
pembentukan dua bahan kimia, yaitu
heterocyclic amines (HCAs) dan polycyclic
aromatic hydrocarbons (PAHs). Pada
percobaannya terhadap hewan, senyawa kimia ini
terbukti menyebabkan beberapa jenis kanker,
termasuk kanker prostat.
Tidak hanya korelasi antara daging bakar dan
resiko kanker prostat, namun juga harus
diperhatikan cara masak daging tersebut. Efek
grilled atau bakar di atas api langsung
menghasilkan lebih dari 400 macam senyawa
karsinogenik, di antaranya yang paling
membahayakan adalah benzopyrene.
Sebaiknya saat membakar daging (steak atau
burger atau satai) , buanglah bagian yang hangus.
Masaklah daging dengan api kecil dan jangan
terlalu sering dibolak-balik. Juga seimbangkan
konsumsi daging dengan air putih, sayuran serta
buah-buahan.

Sent from Samsung Mobile

Jgn under estimate kekuatan wanita..hmm..


Kamis, 01 Desember 2011 | 08:38 WIB

Wanita di Mata Dahlan Iskan  




TEMPO Interaktif, Jakarta - Wanita dengan posisi utama di negeri ini, ternyata bagi Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan merupakan bagian dari perubahan. Itu yang dibuktikan Dahlan dengan menunjuk satu wanita untuk menjabat general manager di Perusahaan Listrik Negara untuk kawasan Bangka Belitung.

"Saya punya pengalaman, direksi wanita bisa membawa kemajuan luar biasa," ujarnya saat hadir sebagai pembicara dalam penganugerahan pemenang kompetisi menulis esai "Menjadi Indonesia" oleh Tempo Institute di Hotel JW Marriot, Jakarta, Rabu, 30 November 2011.

Dahlan yang juga mantan Direktur Utama PLN mengaku bahwa perusahaan setrum terlalu banyak laki-laki. "Jadi, harus banyak perempuan yang tampil," ujarnya. Apalagi perempuan mempunyai cara pendekatan yang berbeda dalam menangani masalah.

Ia mencontohkan, untuk daerah-daerah yang sering mengalami gangguan listrik, seperti kabel yang sering diputus, pencurian listrik, pemimpin wanita justru lebih mampu untuk menanganinya. "Maka, saya putuskan daerah itu kepala cabangnya wanita," kata mantan CEO Jawa Pos ini.

Untuk itu, kata Dahlan, orang jangan underestimate kekuatan wanita Indonesia. "Karena itu, saya angkat direktur wanita PLN pertama di Indonesia," katanya.

DIANING SARI

--

Pembalap misterius..

Kekayaan Ibas per Desember 2009

Kekayaan Ibas Capai Rp 4 Miliar
Oleh Vanroy Pakpahan | TRIBUNnews.com –  15 jam yang lalu
• Perbesar Foto
Kekayaan Ibas Capai Rp 4 Miliar

• TRIBUNnews.com - 15 jam yang lalu
 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas rupanya seorang miliarder muda. Harta kekayaan putra kedua Presiden SBY ini mencapai Rp 4.426.373.943.Besaran nominal itu merupakan harta kekayaan suami Siti Aliyah Radjasa pada 7 Desember 2009 atau saat pelaporan pertamanya sebagai anggota DPR dari Fraksi Demokrat.

Harta Ibas terdiri dari harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan seluas 1120 meter per segi dan 250 meter per segi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat senilai Rp 815 juta dan harta bergerak berupa alat transportasi yaitu satu buah mobil bermerek Audi seharga Rp 1,1 miliar.

Dari data yang terlansir di KPK, diketahui juga jika pria kelahiran Bandung 24 November 1980 itu memiliki surat berharga senilai Rp 500 juta, giro dan setara kas lainnya senilai Rp  2011 miliar dan 85,136 dolar Amerika.


--

Creative thinkers more likely to cheat


From: "puthut yulianto"

 
Creative thinkers more likely to cheat: Study
The Korea Herald, The Asia News Network | Tue, 11/29/2011 4:06 PM
A | A | A |
A new research found that creative people are more likely to cheat than less creative people, possibly because this talent increases their ability to rationalize their actions.
"Greater creativity helps individuals solve difficult tasks across many domains, but creative sparks may lead individuals to take unethical routes when searching for solutions to problems and tasks," researcher Francesca Gino of Harvard University said in the paper published in the Journal of Personality and Social Psychology from the American Psychological Association, the world's largest association of psychologists.
Gino and her co-author, Dan Ariely of Duke University, conducted a series of five experiments to test their thesis that more creative people would cheat under circumstances where they could justify their bad behavior.
The researchers used a series of recognized psychological tests and measures to gauge research subjects' creativity. They also tested participants' intelligence.
In each of the five experiments, participants received a small sum for showing up. Then, they were presented with tasks or tests where they could be paid more if they cheated.
For example, in one experiment, participants took a general knowledge quiz in which they circled their answers on the test paper. Afterward, the experimenter told them to transfer their answers to "bubble sheets" – but the experimenter told the group she had photocopied the wrong sheet and that the correct answers were lightly marked.
The experimenters also told participants they would be paid more for more correct answers and led them to believe that they could cheat without detection when transferring their answers. However, all the papers had unique identifiers.
The results showed the more creative participants were significantly more likely to cheat, and that there was no link between intelligence and dishonesty – i.e., more intelligent but less creative people were not more inclined toward dishonesty.
In another experiment, test subjects were shown drawings with dots on two sides of a diagonal line and asked to indicate whether there were more dots on the left side or right side. In half of 200 trials, it was virtually impossible to tell whether there were more dots on one side or another. However, participants were told they'd be paid 10 times as much (5 cents vs. 0.5 cents) for each time they said there were more dots on the right side. As predicted, the more creative participants were significantly more likely to give the answer that paid more.
"Dishonesty and innovation are two of the topics most widely written about in the popular press," the authors wrote. "Yet, to date, the relationship between creativity and dishonest behavior has not been studied empirically. … The results from the current article indicate that, in fact, people who are creative or work in environments that promote creative thinking may be the most at risk when they face ethical dilemmas."
The authors concede some important limitations in their work, most notably that they created situations in which participants were tempted by money to cheat. They suggested that future research should investigate whether creativity would lead people to satisfy selfish, short-term goals rather than their higher aspirations when faced with self-control dilemmas, such as eating a slice of cake when trying to lose weight.

http://www.thejakartapost.com/news/2011/11/29/creative-thinkers-more-likely-cheat-study.html

--

Ini ktnya cowok tercantik didunia —

Jokes


Sebuah toko sembako sedang mengadakan obral besar. Dari pagi  sudah terlihat antrian panjang, Seorang lelaki tua tampak tidak sabar, dia memotong antrian paling depan. Orang-2 yg antri kesal,"Hei! Antri dong..." Si lelaki itu ditarik dan didorong ke belakang.Rupanya lelaki  ini tidak kapok, dia mencoba lg. Tapi orang-2 kembali mendorongnya ke barisan paling belakang, sambil mengomelinya.Untuk ketiga kalinya, ia kembali berjalan menuju ke depan. Kali ini orang-2 yg antri hilang kesabaran, sambil menyumpahi, mereka mendorongnya dengan lebih kasar hingga terjatuh...Dengan tertatih-tatih si lelaki itu bangun sambil berteriak,"Kalo lu olang belani dolong-2 oweh lg, oweh kagak jadi buka toko! Bialin lu olang pada antli sampe tua haiya!!"

Selasa, 29 November 2011

rokok dan obesitas

IPTEK : NIKOTIN MENEKAN OBESITAS?
Para ilmuwan baru baru ini menemukan
adanya indikasi bahwa nikotin bisa
mempengaruhi sistem syaraf di otak yang
berfungsi untuk menekan nafsu makan.
Disampaikan dalam satu artikel di jurnal
Science, para peneliti di Universitas Yale,
Amerika Serikat menggambarkan uji coba
pada tikus yang menunjukkan nikotin
mengaktifkan syaraf dengan mengirim
sinyal ke tubuh bahwa makanan yang
dikonsumsi sudah cukup. Namun, syaraf ini
bukan sistem yang sama, yang memicu
kecanduan merokok.
Berdasarkan penelitian ini, para ilmuwan
mengatakan perawatan dengan
menggunakan nikotin dapat membantu
menekan obesitas. Tim peneliti dari Fakultas
Kedokteran Universitas Yale dan College
Baylor di Houston menemukan bahwa
nikotin mempengaruhi sistem syaraf, yang
disebut hypothalamic melanocortin system,
dengan mengaktifkan syaraf penerima.
Syaraf penerima ini kemudian
meningkatkan penekanan terhadap aktifitas
syaraf pro opiomelanocortin (POMC), yang
mempengaruhi obesitas pada manusia dan
binatang. (KF-Mrg/BBC)

---
Sent by WhatsApp

Sent from Samsung Mobile

sepeda

SARAPAN paling nikmat


From: "Arif YW"

Abis cast cuma dapet 1 plus malah jadi butek. Akhirnya pulang sarapan deh.
NASI Smbl Bwng + Telor dadar + Wader gr. TEPUNG

cerita

Sungguh cerita yg mengharukan :
Ada seorang bapak yg kaya raya sedang
melewati sebuah kampung yg terpencil.
Dari atas mobil mewahnya, ia melihat
seorang ibu yg sedang memakan rumput.
Lalu bapak itupun turun dari mobilnya &
menghampiri ibu tsb, kemudian bertanya :
Bpk: "Bu, kenapa ibu makan rumput?"
Ibu : "Saya ini janda yg sangat miskin Pak,
jadi saya tidak sanggup membeli beras".
Bpk: "Kalau gitu mari ikut ke rumah saya,
Bu!"
Ibu: "Tapi saya punya anak 7 orang, Pak"
Bpk: "Anak2 Ibu, makan rumput juga?"
Ibu: (sambil menangis) "Iya Pak".
Bpk: "Sudahlah, tidak apa2. Ibu bawa aja
semua anak2 Ibu sekalian!"
Lalu si ibu & anak2nya naik ke dalam mobil
menuju ke rumah bapak itu & krn
penasaran si ibu bertanya:
Ibu: "Terima kasih Pak. Kenapa Bapak baik
sekali pada kami?"
Bpk: "Ah nggak apa2 Bu, kebetulan aja
rumput di rumah saya udah panjang2". Ibu;

on android

sebelas


Di Antara Sepuluh Wanita, Sebelas
Yang Cantik
Kami mendarat di Bandara Internasional
Imam Khomeini, Teheran, menjelang
waktu salat Jumat. Maka, saya pun ingin
segera ke masjid: sembahyang Jumat. Saya
tahu tidak ada kampung di sekitar bandara
itu. Dari atas terlihat bandara tersebut
seperti benda jatuh di tengah gurun tandus
yang mahaluas. Tapi, setidaknya pasti ada
masjid di bandara itu.
Memang ada masjid di bandara itu, tapi
tidak dipakai sembahyang Jumat. Saya pun
minta diantarkan ke desa atau kota kecil
terdekat. Ternyata saya kecele. Di Iran
tidak banyak tempat yang
menyelenggarakan sembahyang Jumat.
Bahkan, di kota sebesar Teheran, ibu kota
negara dengan penduduk 16 juta orang
itu, hanya ada satu tempat sembahyang
Jumat.
Itu pun bukan di masjid, tapi di Universitas
Teheran. Dari bandara memerlukan waktu
perjalanan 1 jam. Atau bisa juga ke kota
suci Qum. Tapi, jaraknya lebih jauh lagi. Di
negara Islam Iran, Jumatan hanya
diselenggarakan di satu tempat di setiap
kota besar.
"Jadi, tidak ada tempat Jumatan di bandara
ini?" tanya saya.
"Tidak ada. Kalau kita mau Jumatan, harus
ke Teheran (40 km) atau ke Qum (70 km).
Sampai di sana waktunya sudah lewat,"
katanya.
Salat Jumat ternyata memang tidak wajib
di negara Islam Iran yang menganut aliran
Syiah itu. Juga tidak menggantikan salat
Duhur. Jadi, siapa pun yang salat Jumat
tetap harus salat duhur.
Karena Jumat adalah hari libur, saya tidak
dijadwalkan rapat atau meninjau proyek.
Maka, waktu setengah hari itu saya
manfaatkan untuk ke kota suci Qum. Jalan
tolnya tidak terlalu mulus, tapi sangat OK:
enam jalur dan tarifnya hanya Rp 4.000.
Tarif itu kelihatannya memang hanya
dimaksudkan untuk biaya pemeliharaan.
Sepanjang perjalanan ke Qum tidak terlihat
apa pun. Sejauh mata memandang, yang
terlihat hanya gurun, gunung tandus, dan
jaringan listrik. Saya bayangkan alangkah
enaknya membangun SUTET (saluran
udara tegangan ekstratinggi) di Iran. Tidak
ada urusan dengan penduduk. Alangkah
kecilnya gangguan listrik karena tidak ada
jaringan yang terkena pohon. Pohon
begitu langka di sini.
Begitu juga letak kota suci Qum. Kota ini
seperti berada di tengah-tengah padang
yang tandus. Karena itu, bangunan
masjidnya yang amat besar, yang berada
dalam satu kompleks dengan madrasah
yang juga besar, kelihatan sekali menonjol
sejak dari jauh.
Tujuan utama kami tentu ke masjid itu.
Inilah masjid yang luar biasa terkenalnya di
kalangan umat Islam Syiah. Kalau
pemerintahan Iran dikontrol ketat oleh
para mullah, di Qum inilah pusat mullah.
Demokrasi di Iran memang demokrasi
yang dikontrol oleh ulama. Presidennya
dipilih secara demokratis untuk masa
jabatan paling lama dua kali. Tapi, sang
presiden harus taat kepada pemimpin
tertinggi agama yang sekarang dipegang
Imam Khamenei. Siapa pun bisa
mencalonkan diri sebagai presiden (tidak
harus dari partai), tapi harus lolos seleksi
oleh dewan ulama.
Tapi, sang imam bukan seorang diktator
mutlak. Dia dipilih secara demokratis oleh
sebuah lembaga yang beranggota 85
mullah. Setiap mullah itu pun dipilih
langsung secara demokratis oleh rakyat.
Dalam praktik sehari-hari, ternyata tidak
seseram yang kita bayangkan. Amat jarang
lembaga keagamaan itu mengintervensi
pemerintah. "Dalam lima tahun terakhir,
kami belum pernah mendengar campur
tangan mullah ke pemerintah," ujar
seorang CEO perusahaan besar di Teheran.
Saya memang kaget melihat kehidupan
sehari-hari di Iran, termasuk di kota suci
Qum. Banyak sekali wanita yang
mengendarai mobil. Tidak seperti di
negara-negara di jazirah Arab yang
wanitanya dilarang mengendarai mobil.
Bahkan, orang Iran menilai negara yang
melarang wanita mengendarai mobil dan
melarang wanita memilih dalam pemilu
bukanlah negara yang bisa menyebut
dirinya negara Islam.
Dan lihatlah cara wanita Iran berpakaian.
Termasuk di kota suci Qum. Memang,
semua wanita diwajibkan mengenakan
kerudung (termasuk wanita asing), tapi ya
tidak lebih dari kerudung itu. Bukan jilbab,
apalagi burqa. Kerudung itu menutup rapi
kepala, tapi boleh menyisakan bagian
depan rambut mereka. Maka, siapa pun
bisa melihat mode bagian depan rambut
wanita Iran. Ada yang dibuat modis sedikit
keriting dan sedikit dijuntaikan keluar dari
kerudung. Ada pula yang terlihat dibuat
modis dengan cara mewarnai rambut
mereka. Ada yang blonde, ada pula yang
kemerah-merahan.
Bagaimana baju mereka? Pakaian atas
wanita Iran umumnya juga sangat modis.
Baju panjang sebatas lutut atau sampai ke
mata kaki. Pakaian bawahnya hampir 100
persen celana panjang yang cukup ketat.
Ada yang terbuat dari kain biasa, tapi
banyak juga yang celana jins. Dengan
tampilan pakaian seperti itu, ditambah
dengan tubuh mereka yang umumnya
langsing, wanita Iran terlihat sangat modis.
Apalagi, seperti kata orang Iran, di antara
sepuluh wanita Iran, yang cantik ada
sebelas! Sedikit sekali saya melihat wanita
Iran yang memakai burqa, itu pun tidak
ada yang sampai menutup wajah.
Sampai di kota Qum, sembahyang
Jumatnya memang sudah selesai. Ribuan
orang bubaran keluar dari masjid. Saya
pun melawan arus masuk ke masjid
melalui pintu 15. Setelah salat Duhur, saya
ikut ziarah ke makam Fatimah yang
dikunjungi ribuan jamaah itu. Makam itu
berada di dalam masjid sehingga
suasananya mengesankan seperti ziarah ke
makan Rasulullah di Masjid Nabawi.
Apalagi, banyak juga orang yang kemudian
salat dan membaca Alquran di dekat situ
yang mengesankan orang seperti berada di
Raudlah.
Yang juga menarik adalah strata sosialnya.
Kota Metropolitan Teheran berpenduduk
16 juta dan dengan ukuran 50 km garis
tengah adalah kota yang sangat besar.
Sebanding dengan Jakarta dengan
Jabotabek-nya. Tetapi, tidak terlihat ada
keruwetan lalu lintas di Teheran. Memang,
Teheran tidak memiliki kawasan yang
cantik seperti Jalan Thamrin-Sudirman,
namun sama sekali tidak terlihat ada
kawasan kumuh seperti Pejompongan dan
Bendungan Hilir. Memang, tidak banyak
gedung pencakar langit yang cantik, tapi
juga tidak terlihat gubuk dan bangunan
kumuh.
Kota Teheran tidak memiliki bagian kota
yang terlihat mewah, tetapi juga tidak
terlihat ada bagian kota yang miskin.
Teheran bukan kota yang sangat bersih,
tapi juga tidak terasa kotor. Di jalan-jalan
yang penuh dengan mobil itu saya tidak
melihat ada Mercy mewah, apalagi Ferrari,
tapi juga tidak ada bajaj, motor, atau mobil
kelas 600 hingga 1.000 cc.
Lebih dari 90 persen mobil yang
memenuhi jalan adalah sedan kelas 1.500
hingga 2.000 cc. Saya tidak melihat ada
mal-mal yang besar di Teheran. Tapi, saya
juga sama sekali tidak melihat ada
pedagang kaki lima, apalagi pengemis.
Wanitanya juga tidak ada yang sampai
pakai burqa, tapi juga tidak ada yang
berpakaian merangsang. Orangnya rata-
rata juga ramah dan sopan. Baik dalam
sikap maupun kata-kata.
Pemerataan pembangunan terasa sekali
berhasil diwujudkan di Iran. Semua rumah
bisa masak dengan gas yang dialirkan
melalui pipa tersentral. Demikian juga, 99
persen rumah di Iran menikmati listrik
"untuk tidak menyebutkan 100 persen.
Melihat Iran seperti itu saya jadi teringat
makna kata yang ditempatkan di bagian
tengah-tengah Alquran: Wal Yatalaththaf!
(bersambung)
Dahlan Iskan
CEO PLN

on android

Klinik Baca-Tulis: ”Writer’s Block” (6)


From: "hernowo hasim"

Klinik Baca-Tulis: "Writer's Block" (6)
Oleh Hernowo

Sumber gambar: Getty Images

Selain melalui buku, saya memanfaatkan sebuah klinik maya untuk membantu siapa saja yang ingin membaca dan menulis secara menyenangkan dan memberdayakan. Saya memanfaatkan buku sebagai "wadah" untuk menampung konsep-konsep saya dan saya memanfaatkan kinik maya untuk mempraktikkan atau mendemonstrasikan konsep-konsep saya tersebut. Salah satu materi yang sering sekali saya demonstrasikan dalam klinik maya yang saya miliki adalah bagaimana "mengikat makna" begitu ampuh dalam memecahkan pelbagai problem membaca dan menulis.

"Klinik Baca-Tulis" ini saya dirikan pada tahun 2004-an ketika saya diminta untuk menggawangi Mizan Learning Center (MLC). Ketika itu, pengoperasian klinik masih sering "offline", misalnya di pameran-pameran atau pesta buku. Juga kadang bekerja sama dengan toko buku, klinik saya operasikan di sebuah toko buku pada jam-jam tertentu. Tujuan klinik sangat jelas: mengajak sekaligus membantu masyarakat luas dalam memecahkan problem-problem membaca dan menulis.

Kini klinik, meskipun kadang masih beroperasi secara "offline", lebih banyak beroperasi setiap hari secara "online". Setiap dua minggu sekali hasil-hasil pengoperasian klinik muncul di www.mizan.com. Lewat e-mail, SMS, dan juga situs jejaring sosial Facebook, klinik ini saya operasikan 24 jam penuh. Saya ingin sekali menjadikan klinik yang saya kelola ini sebagai rujukan siapa saja yang ingin memecahkan problem-problem membaca dan menulis baik yang kelas kakap maupun kelas teri.

Bagaimana klinik ini beroperasi? Klinik ini saya operasikan lewat obrolan. Meskipun namanya "klinik", saya tidak berpretensi untuk menganggap diri saya sebagai mantri, perawat, atau bahkan dokter. Saya ingin berbagi saja, sebagai seseorang yang peduli dan mencintai kegiatan mebaca dan menulis, kepada siapa saja terkait dengan pengalaman membaca dan menulis. Dengan obrolan, ada kemungkinan problem yang kadang sudah berubah menjadi "beban" dapat kemudian saya panggul bersama dengan orang yang punya problem.

Apakah sudah terbukti bahwa klinik ini bermanfaat bagi masyarakat luas di Indonesia? Saya tidak tahu. Yang jelas, salah satu manfaat klinik yang ingin saya tunjukkan di sini adalah masyarakat Indonesia kemudian punya rujukan, punya sesuatu yang dapat dikontak, apabila ingin bertanya ihwal membaca dan menulis serta ingin memecahkan problem-problem membaca dan menulis. Alamat kontaknya sangat jelas: hernowo_mizan@yahoo.com dan 0812-231-7418.[]

--

beckham kebanjiran di jakarta... ;-p

Senin, 28 November 2011

tips2


Tips yang berguna nih, dan yang pastinya
valid alias layak dicoba. Semoga bermanfaat
bagi yang belum tau...
1. Nomor Darurat untuk telepon genggam
adalah 112. Jika anda sedang di daerah yang
tidak menerima sinyal HP dan perlu
memanggil pertolongan, silahkan tekan
112, dan HP akan mencari network yang
ada untuk menyambungkan nomor darurat
bagi anda, dan yang menarik, nomor 112
dapat ditekan biarpun keypad dilock.
Cobain deh …
2. Kunci mobil ada ketinggalan di dalam
mobil? Anda memakai kunci remote? Kalau
kunci anda ketinggalan dalam mobil dan
remote cadangannya di rumah, tinggal
telpon orang rumah dengan HP, lalu
dekatkan HP anda kurang lebih 30cm dari
mobil, dan minta orang rumah untuk
menekan tombol pembuka pada remote
cadangan yang ada dirumah (waktu
menekan tombol pembuka remote, minta
orang rumah mendekatkan remotenya ke
telepon yang dipakainya)
3. Baterai cadangan tersembunyi Kalau
baterai anda hampir habis, padahal anda
sedang menunggu telpon penting, dan jika
telpon anda dibuat oleh NOKIA, silahkan
tekan *3370#, maka telpon anda otomatis
restart dan baterai akan bertambah 50%.
Baterai cadangan ini akan terisi waktu anda
mencharge HP anda.
4. Tips untuk men-cek keabsahan mobil/
motor anda (Jakarta area only) Ketik : metro
B1558LZ (huruf yang di-bolt nmr polisi
anda) Kirim ke 1717, nanti akan ada balasan
dari kepolisian mengenai data2 kendaraan
anda, tips ini juga berguna untuk
mengetahui data2 mobil bekas yang hendak
anda beli/incar .
FYI, yang ini bener2 valid!!! Gw dah nyoba,
ga sampe 15 detik langsung dibalas
mengenai data2 boxer gw kumplit..plit..plit..
5. Jika anda sedang terancam jiwanya
karena dirampok/ditodong seseorang untuk
mengeluarkan uang dari atm ,maka anda
bisa minta pertolongan diam2 dengan
memberikan nomor pin secara
terbalik ,misal no asli pin anda 1254 input
4521 di atm maka mesin akan
mengeluarkan uang anda juga tanda bahaya
ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri
tsb.Fasilitas ini tersedia di seluruh atm tapi
hanya sedikit orang yang tahu tolong kasih
tahu info kepada yang lain.
6.Jangan menelpon dari HP ketika batere
low bat , karena radiasi yang ditimbulkan
1000 kali lebih tinggi
Tips ini di repost dari mangkoeboxer@
mangkoeboxer.com yg ditulis oleh
mangkoeboxer user dengan ID: myreno

on android

tekad Presiden SBY tegas: harus diproduksi di dalam negeri


    
Neraka dari "Manajemen Musyrik"
Posted by administrator ⋅ 27 November 2011
 
Manufacturing hope tentu juga harus dilakukan untuk bandara-bandara kita. Selain mencarikan jalan keluar untuk hotel-hotel yang ada di Bali, selama mengikuti KTT ASEAN saya berkunjung ke pelabuhan perikanan Benoa, melihat aset-aset BUMN yang tidak produktif di Bali dan diajak melihat proyek Bandara Ngurah Rai yang baru.
 
Tanpa dilakukan survei pun semua orang sudah tahu betapa tidak memuaskannya Bandara Internasional Ngurah Rai itu. Semua orang ngomel, mencela, dan mencaci maki sesaknya, ruwetnya, dan buruknya. Bandara itu memang tidak mampu menanggung beban yang sudah empat kali lebih besar daripada kapasitasnya.
 
Memang, PT Angkasapura I, BUMN yang mengelola bandara tersebut, sudah mulai membangun terminal yang baru. Tapi, terminal baru itu baru akan selesai paling cepat dua tahun lagi.
 
Berarti selama dua tahun ke depan keluhan dari publik masih akan sangat nyaring. Bahkan, keluhan itu akan bertambah-tambah karena di lokasi yang sama bakal banyak kesibukan proyek. Bongkar sana, bongkar sini. Pindah sana, pindah sini. Membangun terminal baru di lokasi terminal yang masih dipakai tentu sangat repot. Lebih enak membangun terminal baru di lokasi yang baru sama sekali.
 
Menghadapi persoalan yang begitu stres, hanya hope-lah yang bisa di-manufacture! Karena itu, memajang maket bandara baru tersebut besar-besar di ruang tunggu atau di tempat-tempat strategis lainnya menjadi penting. Saya berharap, penumpang yang ngomel-ngomel itu bisa melihat gambar bandara baru yang lebih lapang dan lebih indah. Perhatian penumpang harus dicuri agar tidak lagi selalu merasakan sumpeknya keadaan sekarang, melainkan diajak merasakan mimpi masa depan baru yang segera datang itu.
 
Demikian juga, PT Angkasapura II yang mengelola Bandara Soekarno-Hatta harus membantu manufacturing hope itu. Caranya, ikut membantu memasangkan maket bandara baru Ngurah Rai di lokasi Bandara Soekarno-Hatta. Bahkan, maket baru Bandara Soekarno-Hatta sendiri juga harus lebih banyak ditampilkan secara atraktif.
 
Tentu, sambil menunggu yang baru itu, bandara yang ada harus tetap diperhatikan. Mungkin memang tidak perlu membuang uang terlalu banyak untuk sesuatu yang dalam dua tahun ke depan akan dibongkar. Tapi, tanpa membuat bandara yang ada ini lebih baik, orang pun akan kehilangan harapan bahwa bandara yang baru itu kelak bakal mengalami nasib tak terurus yang sama. Itulah sebabnya, khusus Bandara Soekarno-Hatta, manajemen Angkasapura II akan melakukan survei persepsi publik yang bakal dilakukan oleh lembaga survei yang kredibel dan independen.
***
Manufacturing hope kelihatannya juga harus lebih banyak diproduksi untuk industri rekayasa. PT Dirgantara Indonesia (pembuatan pesawat), PT PAL Surabaya (pembuatan kapal), PT Bharata Surabaya (mesin-mesin), PT Boma Bisma Indra Surabaya-Pasuruan (mesin-mesin), PT INKA (pembuatan kereta api), dan banyak lagi industri jenis itu sangat memerlukannya.
 
Semua BUMN di bidang ini sulitnya bukan main. Kesulitan yang sudah berlangsung begitu lama. Di barisan ini termasuk Dok Perkapalan IKI Makassar, Dok Perkapalan Koja Bahari Jakarta, dan industri sejenis?yang menjadi anak perusahaan BUMN seperti jasa produksi milik PLN dan perbengkelan di lingkungan BUMN lainnya. Beberapa di antaranya bahkan sangat-sangat parah. PT PAL, misalnya, sudah terlalu lama merah dalam skala kerugian yang triliunan rupiah.
 
PT IKI Makassar idem ditto. Sudah dua tahun perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia Timur itu tidak mampu membayar gaji karyawan. Perusahaan tersebut terjerumus ketika menerima order pembuatan kapal penangkap ikan modern sebanyak 40 unit, tapi dibatalkan pemerintah di tengah jalan. Kini 14 kapal ikan yang sudah telanjur jadi itu mengapung mubazir begitu saja. Sudah lebih dari sepuluh tahun kapal-kapal modern itu berjajar menganggur.
 
Bahan-bahan kapal yang belum jadi pun sudah menjadi besi tua dan berserakan memenuhi kawasan galangan kapal itu. Peralatan produksinya juga sudah menganggur bertahun-tahun. Salah satu di antaranya bisa membuat ngiler siapa pun: crane 150 ton! Dok Perkapalan Surabaya yang ordernya begitu banyak dan sibuk saja hanya punya crane terbesar 50 ton!
 
Dulu, sekitar 15 tahun yang lalu, saya pernah mengkritik pemerintah di bidang itu. Saya menulis di media mengapa nasib industri rekayasa kita begitu jelek.Mengapa kita impor permesinan bertriliun-triliun setiap tahun, tapi industri rekayasa di dalam negeri telantar berat. Bahkan, tokoh sekaliber B.J. Habibie pun tidak berhasil mengatasinya.
Waktu itu saya sudah membayangkan alangkah hebatnya Indonesia kalau semua potensi tersebut disatukan dalam koordinasi yang utuh. Kalau saja ada kesatuan di dalamnya, kita bisa memproduksi pabrik apa pun, alat apa pun, dan kendaraan apa pun. Pembangkit listrik, pabrik gula, pabrik kelapa sawit, pesawat, kapal, kereta, motor, mobil, dan apalagi sepeda, semua bisa dibuat di dalam negeri.
 
Sebagai orang yang kala itu sering mengunjungi pabrik-pabrik sejenis di Tiongkok, saya selalu mengeluh: alangkah lebih modernnya peralatan yang dimiliki pabrik-pabrik kita jika dibandingkan dengan pabrik-pabrik yang saya kunjungi itu. Peralatan yang dimiliki PT Bharata, misalnya, jauh lebih modern daripada yang saya lihat di Tiongkok saat itu. Ahli pesawat dari Eropa mengagumi modernya peralatan di PT Dirgantara Indonesia.
 
Kini, dalam posisi saya yang baru ini, saya tidak bisa lagi hanya mengkritik. Tanggung jawab itu kini ditumpukkan di pundak saya. Saya tidak boleh lupa bahwa saya pernah mengkritik pemerintah. Saya tidak boleh mencari kambing hitam untuk menghindarkan diri dari tanggung jawab. Tentu saya juga menyadari bahwa saya bukanlah seorang yang genius seperti Pak Habibie. Saya hanya mengandalkan hasil dari manufacturing hope.
 
Tidak mudah perusahaan yang sudah mengalami kemerosotan yang panjang bisa bangkit kembali. Karena itu, saya harus menghargai dan memuji upaya yang dilakukan manajemen PT Dirgantara Indonesia (DI) belakangan ini. Rasanya, untuk bidang ini, DI akan bangkit yang pertama. Thanks to kesungguhan Presiden SBY yang telah menginstruksikan pengadaan seluruh keperluan militer dilakukan di dalam negeri. Kecuali peralatan sekelas tank Leopard, helikopter Apache, atau kapal selam yang memang belum bisa dibuat sendiri. Pesawat tempur sekelas F-16 Block 52 pun, tekad Presiden SBY tegas: harus diproduksi di dalam negeri meski harus bekerja sama dengan pihak luar.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro juga sangat serius dalam mengontrol pelaksanaan instruksi presiden itu.
 
Maka, PT DI kelihatannya segera mentas. Kegiatan jangka pendek, menengah, dan panjangnya sudah tertata. Dalam waktu pendek ini, sampai dua tahun ke depan, pekerjaannya sudah sangat banyak: membuat pesawat militer CN-295 dalam jumlah yang besar. Order ini akan berkelanjutan menjadi program jangka menengah karena PT DI juga sekaligus diberi hak keagenan untuk Asia Pasifik. Sedangkan jangka panjangnya, PT DI memproduksi pesawat tempur setara Block 52 bekerja sama dengan Korea Selatan.
 
Adanya kebijakan yang tegas dari Presiden SBY, komitmen pembinaan yang kuat dari Kementerian Pertahanan, kapabilitas personel PT DI yang unggul (terbukti satu bagian dari sayap pesawat Airbus 380 yang gagah dan menarik itu ternyata selalu diproduksi di PT DI), dan fokus manajemen dalam melayani keperluan Kementerian Pertahanan adalah kunci awal bangkitnya industri pesawat PT DI.
 
Instruksi Presiden SBY itu juga berlaku untuk PT Pindad. Maka, kebangkitan serupa juga akan terjadi untuk PT Pindad. Semoga juga di PT Dahana. Karean itu, tidak ada jalan lain bagi PT PAL untuk tidak mengikuti jejak PT DI. Kalau saja PT PAL fokus melayani keperluan pembuatan dan perawatan kapal-kapal militer nasibnya akan lebih baik.
 
Apalagi, anggaran untuk peralatan militer kini semakin besar. Menyerap semaksimal mungkin anggaran militer itu saja sudah akan bisa menghidupi. Dengan syarat, pelayanan kepada keperluan militer itu sangat memuaskan: mutunya dan waktu penyelesaiannya.
 
Lupakan dulu menggarap kapal niaga yang ternyata merugikan PT PAL begitu besar. Lupakan menggarap bisnis-bisnis lain, apalagi sampai menjadi kontraktor EPC seperti yang dilakukan selama ini. Semua itu hanya mengganggu kefokusan manajemen dan merusak suasana kebatinan jajaran PT PAL sendiri. Memang ada alasan ilmiah untuk mengerjakan banyak hal itu.
 
Misalnya untuk memanfaatkan idle capacity. Tapi, godaan memanfaatkan idle capacity itu b

moralitas


Hal-hal yang
menghancurkan kita:
"Kekayaan tanpa kerja,
pengetahuan tanpa
karakter, bisnis tanpa
moralitas, ilmu
pengetahuan tanpa
kemanusiaan, ibadah tanpa
pengorbanan, dan politik
tanpa prinsip" (Mahatma
Gandhi)

on android

jilbab di iran

Aktivis HAM serukan
perempuan Iran lepas
kerudung selama 5 detik
setiap hari Kamis
Posted by indra on Nov 28, 2011 for everyone
TEHERAN (Voa-Khilafah.co.cc) –
Sekelompok blogger dan aktivis hak asasi manusia
telah meminta perempuan Iran untuk melepas
hijab mereka selama lima detik setiap Kamis pukul
5 sore sebagai bentuk protes atas pemaksaan
penggunaan hijab terhadap semua perempuan di
negeri ini.
Perempuan di negara Syiah ini diwajibkan untuk
memakai jilbab di wilayah publik dan bisa
menghadapi denda dan penangkapan jika terlihat
keluar rumah tanpa mengenakan busana tersebut.
Situs bloging Iran Star menyerukan dan
mengundang para perempuan untuk mengambil
bagian dalam gerakan yang mengekspresikan
penolakan simbolik mereka terhadap hukum yang
mereka anggap melanggar hak asasi manusia
mereka.
"Selama bertahun-tahun kediktatoran pemerintah
Iran telah melanggar undang-undang
kewarganegaraan dan hak-hak hukum dan para
perempuan tertindas dalam masyarakat kami, oleh
karena itu kami berpartisipasi dalam rencana
pembangkangan sipil, dan mengirim pesan yang
jelas kepada negara," tulis para aktivis feminis dan
liberal di situs bloging Iran Star.
"Ini adalah pesan yang sama yang dikirim pada 8
Maret 1979 lalu di mana para ibu dan saudari kita
memprotes hal yang sama," tulis situs tersebut.
(gm/arrahmah/voa-khilafah.co.cc)

---
Sent by WhatsApp

Sent from Samsung Mobile

ngopi dulu ah,... tombo nguantuk!!!

birokrasi


Senin, 28/11/2011 12:59 WIB

Duh! Layanan SIM dan Administrasi Nikah Masih Jadi Lahan Suap

Rachmadin Ismail : detikNews

detikcom - Jakarta, Survei Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap layanan publik di sejumlah instansi pada tahun 2011 kembali dilansir. Hasilnya, pelayanan SIM Kepolisian dan administrasi nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) tetap menjadi lahan yang terus dibayangi oleh praktik suap.

Dari 15 besar peringkat integritas layanan unit vertikal, pembuatan dan perpanjangan SIM di kepolisian menjadi layanan dengan nilai integritas terendah dengan angka 5,33. Di atasnya, ada layanan administrasi pernikahan di KUA (5,41) dan layanan pembuatan dan perpanjangan paspor di Imigrasi (5,74).

"Misalnya harga pembuatan SIM berapa, KUA berapa kami sudah punya datanya. Kalau dia bayar lebih dari biaya resmi, maka itu masuk dalam survei kami," jelas Direktur Litbang KPK Donny Muhardiansyah saat jumpa pers di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (28/11/2011).

Survei ini dilakukan terhadap 89 instansi pusat/vertikal/daerah dengan jumlah responden 15.540 orang. Sementara layanan yang ditelusuri berjumlah 507 unit. Margin error dalam survei ini 5 persen.

"Ketiga layanan tersebut, kita nilai masih merah secara nasional," tambahnya.

Donny menyarankan agar seluruh layanan publik dari instansi pemerintah memberikan perhatian serius dalam pecegahan korupsi. Edukasi antikorupsi dan sistem pengaduan masyarakat juga penting.

"Sosialisasi kepada pemberi dan pengguna layanan sebaiknya dilakukan dengan lebih intensif," tegasnya.

Berikut 15 layanan dengan nilai integritas selengkapnya:

1. Pelayanan SP2D di KPPN Kemenkeu (7,69)
2. Pelayanan Penyelesaian Permohonan Pengkuhan pengusaha kena pajak Kemenkeu (7,65)
3. Pelayanan Lelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Kemenkeu (7,51)
4. Pelayanan Pengurusan Impor Barang di DJBC (7,03)
5. Layanan Tambah Daya PLN (6,86)
6. Peradilan Umum (6,44)
7. Layanan Lembaga Pemasyarakatan (6,43)
8. Peradilan Tilang (6,24)
9. Pembuatan Surat Keterangan Kepolisian (6,20)
10. Layanan Pemasangan baru dan Pemasangan Kembali (6,10)
11. Pengukuran dan Pemetaan Kadastral (6,09)
12. Pembuatan Sertifikat di BPN (6,04)
13. Pembuatan dan Perpanjangan Paspor di Imigrasi (5,74)
14. Layanan Administrasi Pernikahan di KUA Kemenag (5,41)
15. Pembuatan dan Perpanjangan SIM Kepolisian (5,33)

Tdk Sopan Berlalu Lintas

Senin, 28/11/2011 13:12 WIB

Banyak Pemotor di Jakarta Tidak Sopan Berlalu Lintas

Nograhany Widhi K : detikNews

detikcom - Jakarta, 844 Orang meninggal di jalan raya Jakarta selama Januari-Oktober 2011. Umumnya mereka adalah pengendara sepeda motor. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharuddin Djafar penyebabnya adalah karena perilaku pengendara motor di jalanan Jakarta banyak yang tidak sopan. Jika Anda setuju dengan Baharuddin, pilih Pro!

khairul azhar ⁠PRO⁠ kenyataannya pengendara motor memang begitu. di rumah dan lingkungannya kelihatan sopan, tapi di jalanan pada kurang ajar, sok paling sibuk dan dikejar waktu,melawan arus seenaknya, main ponsel selagi berkendara, mengkorup hak pejalan kaki, menutup jalur penyeberang jalan dengan berhenti jauh ke depan di lampu merah, marah kalau ditegur kendati jelas-jelas salah, dan banyak sikap kurang ajar lain. saya yang juga pengendara motor saja mual melihatnya.

romy ⁠KONTRA⁠ makanya kalaua ketabrak sepeda motor mending matiin aja sekalian biar kapok,kadang pada sok jagoan kirai nyawa ada serep kali,nyusahin org lain doank.

Musoffa ⁠PRO⁠ Ya memang begitu adanya, byk anak anak / remaja yg baru pandai naik motor tapi sudah maen kebut kebutan di jalan. Mungkin harus ada minimal usia yg dapat mengendarai sepeda motor, krn anak anak cenderung ugal ugalan jika di jalan.

eko ⁠PRO⁠ jumlah dan perilaku para pemotor semakin mengerikan,,mohon perhatian pihak terkait untuk menertibkan

atmoxp ⁠PRO⁠ motor itu rentan kecelakaan.. bukannya hati2 tapi malah sembrono

blah ⁠PRO⁠ Sebenarnya aparat penegak hukum harus bertindak tegas dalam menindaklanjut pengendara motor yang bermasalah. Jangan memberikan hukuman ringan kepada pengendara motor yang bermasalah, belum tentu mereka jera. Sebaiknya berikanlah hukuman seberat-beratnya supaya mereka jera.

Pemotor Kalem ⁠PRO⁠ Pro banget pernah merasakan bedanya berkendara motor di Jakarta, ane melihat pemandangan yang tidak biasa selama ini didaerah ane dan tercengang saat berkendara motor di jakarta. anehnya lampu rambu-rambu kalah dengan klakson motor dan menerobos lampu merah dengan menghentikan arus dari arah lain, dan yang lebih mengerikan gaya pemotornya yang tanpa peduli kendaraan lain.

--

ternyata indonesia bukan negara pengutang.


Satriyo Pranoto
Are we that bad?
Banyak yg pesimis membandingkan kita di
negara Asean.. Are we that bad? Ternyata
kemajuan luar biasa negara tetangga,
banyak ditopang dengan tingginya hutang.
Terlihat pada statistik di atas...Singapore
hutang sudah melampaui GDP ..Malaysia,
sudah melampaui 50% GDP....
Di kelompok emerging market, Cina terbaik
dengan 17% GDP..sementara India dan
Brazil sudah mencapai di atas 50%
GDP...Indonesia mengekor China dgn 26.6%
GDP....So, anda masih pesimis? Even, di
kelompok emerging market, Roubini
memilih Indonesia dibanding Chinakarena
faktor produksi yg diserap lokal..sementara
china di serap amerika dan eropa yg saat ini
dirundung krisis...
Let's keep positive....menjadi negara maju
memang perlu waktu... Slow but
sure... —

---
Sent by WhatsApp

Sent from Samsung Mobile

Smokers should get public healthcare service


 
Smokers should get public healthcare service
Panji Hadisoemarto, Boston, Massachusetts | Sat, 11/26/2011 8:30 AM

Debate has been rife over whether smokers can receive state-paid healthcare benefits, which I argue they should. In light of Jakarta Governor Fauzi Bowo's proposal to exclude smokers from free healthcare in Jakarta, it is timely to review the reasons why this plan can't be justified.

One of the most cited justifications for the governor's proposal is an economic argument. Smokers, proponents of the plan say, are not poor or can't be considered poor and therefore do not deserve benefits intended for the poor.

But how do we define and measure poverty? Can smoking be included in the measurement?

One way to look at poverty is by measuring consumption levels. The World Bank defines poverty as the inability to fulfill a certain level of consumption for basic needs, such as food or healthcare. Thus, proponents say, smokers deprive themselves of basic needs by spending money on cigarettes. Spending money on cigarettes is a waste indeed, but this argument only holds true if the counterfactual holds: that they would otherwise spend this money on basic needs. But would they?

Proponents also argue that the proposal serves as a disincentive to smokers so they would give up smoking in pursuing a free healthcare. It is a sort of punishment for smokers, albeit a weak and dishonest one.

The addictive property of nicotine has made efforts to encourage people to quit smoking far from easy. Most smokers fail in their attempts to stop. Many have struggled, sometimes for years, and succeeded, but they often relapse. In addition, successful cessation is often linked to increased access to assistance to quit smoking rather than preventing smokers from seeing doctors.

Not only is this punishment not evidence-based, it is also deceitful. It is like changing the rules of the game when the ball is already rolling. Where were we when these smokers took a puff on their first cigarettes? Did we tell them then they were going to lose their access to free healthcare?

Lastly, there is my favorite fairness argument — that it would be fair to place the burden of smoking-related illnesses on those individuals who smoke and relieve the rest of the society, the non-smokers, from paying for their illnesses. Smokers, indeed, are more susceptible to some diseases and are likely to use more healthcare services compared to non-smokers. This argument is correct, but only superficially.

In saying that an individual is held responsible for his/her actions, we are claiming that the action is completely voluntary and based on complete information of what such action would cause. In the case of smoking, is it fair for us to say this behavior is completely voluntary and deliberate?

Most smokers started smoking when they were young; some when they were just toddlers. I would argue that the initiation of smoking, for many, is not a voluntary decision made following a careful deliberation on complete information covering what health hazards smoking causes. In fact, most smokers hardly have complete information. The small warning box neither tells them how likely they are to suffer from those conditions nor warns them how cigarette smoking will affect their household finances.

The lack of information is aggravated by the aggressive cigarette sales promotions. Smoking role models have long been established — from the infamous Marlboro man to a successful architect. At schools, peer pressure plays an important part in smoking initiation. Worse still, our soccer league is named after a famous cigarette brand. So don't we, society and the state, allow all this to happen and shouldn't we be held responsible for these individuals' smoking?

Fairness demands that we treat smokers and non-smokers equally. But we can't be completely fair on smokers unless we can be certain that "the punishment fits the crime." Smokers smoke differently and non-smokers suffer from diseases causally linked to smoking, too. How can we correctly quantify the contribution of smoking on the development of those diseases? Is banning smokers, let alone their families, from free healthcare a proportionate and fair punishment?

In sum, excluding smokers from free healthcare has no strong justification. It certainly has no prior evidence, or perhaps even hypothesis, that it would succeed to change smokers' behavior.

I am a strong believer that smoking is evil, but I also believe that imprudent public health policy, such as this, will only see the most disenfranchised suffer further.

Moreover, by adopting such a policy we risk going too far. If smokers are banned from getting free healthcare services, shouldn't we move on and ban patients from receiving treatment in severe head injury cases resulting from speeding collisions without a helmet or seat belt? What about diseases related to a lack of exercise or salt consumption?

As a nation, we ought to care about the poor, including those who smoke. Rather than further depriving these people of services they need the most, the state should proactively help them to quit smoking, for example by giving them access to smoking cessation programs.

After all, the state should be held responsible, at least partly, from failing to protect its citizens from being smokers in the first place.

The writer is a public health lecturer at Padjadjaran University School of Medicine, Bandung, and a doctoral degree candidate at the Harvard School of Public Health.
Related News >>
No free healthcare for smokers
Fauzi: No free healthcare for smokers
Comment: Clinic touts non-drug sessions for smokers
Fauzi ups offensive against smokers, big tobacco

http://www.thejakartapost.com/news/2011/11/26/smokers-should-get-public-healthcare-service.html

--

sate balibul

Minggu, 27 November 2011

BOS

BOSS, morning reminder :)
• Antara BOS  &  SAYA •

» BOS  : selalu benar....
• SAYA : selalu salah....

» Jiкa BOS tetap pada
  Pεndapat nya
  ΐτϋ konsisten...
• Jika SAYA demiкiaη ,
  ΐτϋ keras kepala...

» Jiкå BOS Berubah
  Dua kali Pεndapat
  ΐτϋ Fleksibel...
• Jiкå SAYA dεmiкiaη ,
  ΐτϋ Plin Plan...

» Jiкå BOS bεкεrja
  Laмbat,
  ΐτϋ Teliti...
• Jiкå SAYA dεmiкiaη ,
  ΐτϋ  βodoh...

» Jiкå BOS Bekerja cepat
  ΐτϋ. Terampil...
• Jiкå  SAYA  demikian ,
  ΐτϋ  Asal - asalan...

» Jiкå  BOS Cepat Ambil kepu†usaη,,,
 ΐτϋ  Berani
 Ambil Resiko...
• Jiкå  SAYA  demikian ,
  ΐτϋ  Gegabah...

» Jiкå  BOS  melanggar
 Prosedur ,,,
 Brati  Inisiatif...
• Jiкå  SAYA  demikian ,
 ΐτϋ  Tidaк  †ahu
 Atυraη...

» Jiкå  BOS  Nyata кaη :
 "Mudah" ΐτϋ  βεrar†i
  Öp†ȋмȋs...
• Jiкå  SAYA  demikian
  мεnya†aкån :
  "Mudah" ΐτϋ  Soк...

» Jiкå  BOS  Sering
 Кeluar  Кantor ,,,
 ΐτϋ  Cari  Peluang...
• Jiкå  SAYA  dεм̲ȋкȋάη ,
 ΐτϋ  Cari - Cari
 Кeseмpa†aη...

» Jiкå  BOS Sering
 Entertain , Itυ lobby
 Cυs†omer...
• Jiкå  SAYA  demikiaη ,
 ΐτϋ  Мenƍhambur kan
 Aηƍƍaraη...

»  Jiкå  BOS Serinƍ
   Tidaк  masuк ,
   ΐτϋ  Кecape an Кerja  Keras...
•  Jiкå  SAYA  demiкian ,
  ΐτϋ  Malas...

»  Jiкå  BOS  mengirim
   Joкε  ȋηȋ   ke saya
   βεrar†ȋ  Peace...
•   Jiкå  SAYA  Nekat
   Nƍȋrim  Joкε  ini  ke
   BOS  βerar†i
   Rest  ȋη  Peace... :'( :)

NB :
• Bagi Чά‎πƍ  punya BOSS, ayoo coba" kirim.   ke BOSS Ќαмϋ, iseng2 berhadiah ;)
• Bagi Чά‎πƍ jadi BOSS....ampun BOSS :D cuma joke Δǰǟ  kok Tapi emang bener kok nyata'Ώyå "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮   

Mie Jawa (Mie Borobudur) mendung2,.....lihat yang "kemebul"......... (kapok kowe........)

Sesuaikan Pendidikan utk ABK


Sesuaikan Pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Indra Akuntono | Inggried Dwi Wedhaswary | Dibaca : 1097 kali

Minggu, 27 November 2011 | 07:45 AM

Ilustrasi
Photo: Shutterstock

JAKARTA, KOMPAS.com — Setiap anak lahir dengan karakter dan keunikannya. Maka dari itu, layanan pendidikan yang harus diberikan kepada anak-anak juga harus ditentukan dengan kemampuan dan minatnya. Terlebih jika anak-anak itu termasuk dalam kelompok anak berkebutuhan khusus.

Dalam sebuah seminar bertajuk "Bergerak dan Bermain Langkah Awal Menuju Cerdas" yang digelar oleh College of Allied Educators (CAE), Sabtu (26/11/2011) di Jakarta, terungkap, anak berkebutuhan khusus harus ditangani dengat cepat, diperhatikan, dan diperlakukan secara khusus dengan metode yang tepat.

Director CAE Alice Arianto mengatakan, untuk menentukan metode pendidikan yang tepat kepada anak berkebutuhan khusus, setiap orangtua harus mampu mengenali anak-anaknya terlebih dahulu. Khususnya ketika anak-anak ada dalam usia emasnya, yaitu sebelum beranjak ke usia enam tahun.

Dalam usia sedini mungkin, kata dia, para orangtua harus melakukan observasi secara cermat terhadap hal-hal yang menjadi kelebihan dan kekurangan pada anak-anaknya. Itulah mengapa orangtua harus membantu dan melatih anak-anaknya saat bertumbuh kembang.

"Kuncinya itu ada pada orangtua. Sejauh mana orangtua itu mengerti dan paham akan kebutuhan anaknya," kata Alice.

Namun, lanjutnya, penanganan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus tidak bisa hanya dilakukan secara sepihak. Ia menegaskan, layanan pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus hanya bisa dilakukan secara optimal dengan melibatkan semua pihak, orangtua, guru, terapis, dan lain sebagainya.

Alice mengungkapkan, perbedaan karakter yang dimiliki oleh setiap anak membuat tidak ada satu metode pun yang dapat dijadikan pakem ketika ingin memberikan pendidikan yang tepat kepada anak-anak berkebutuhan khusus.

Misalnya, anak-anak yang kesulitan bicara tentu harus diberikan terapi wicara. Ia menjelaskan, terdapat dua jenis kesulitan bicara. Pertama, tidak memiliki perbendaharaan kata. Kedua, tidak bisa memproduksi suara, maka dibantu melalui terapi wicara.

Namun, jika tidak memiliki kesulitan berbicara, pendidikan kepada anak tentunya harus menggunakan metode yang berbeda.

"Maka dari itu, yang paling penting, orangtua harus mendiagnosis anak-anak mereka secara cepat dan tepat," ungkapnya.

Umumnya, Alice menambahkan, orangtua tidak mengetahui bahwa anaknya mempunyai masalah. Di sisi lain, ada juga orangtua yang sudah menduga, tetapi tidak segera memastikan diagnosisnya dan akhirnya berimbas pada telatnya penanganan anak-anak yang berkebutuhan khusus.

"Jika dikatakan sedini mungkin, ya itu sebelum usia enam tahun. Itu adalah masa-masa emas. Jika sebelum usia itu sudah dibantu dengan metode yang tepat, maka perkembangannya akan lebih optimal," tuturnya.

Alice sangat menyayangkan para orantua yang terlambat menangani anak-anak mereka yang membutuhkan perhatian khusus. Bahkan, ada juga orangtua yang menilai anak-anak berkebutuhan khusus sebagai anak yang abnormal dan kemudian mengucilkannya di dalam rumah.

"Padahal, anak-anak itu bukan abnormal, tetapi spesial," ujarnya.

Untuk itulah, melalui CAE, Alice berniat memberikan banyak pemahaman kepada para orangtua agar mereka mengerti. Baginya, orangtua tidak perlu malu dan terbebani ketika memiliki anak berkebutuhan khusus. Ia sangat percaya, Tuhan menciptakan setiap individu dengan keunikannya.

"Jadi, kita sebagai orangtua harus bisa melihat anak-anak secara pribadi, apa kelebihan dan apa kekurangannya. Jika kemampuan akademisnya kurang baik, maka kita bisa mencoba untuk beralih ke pendidikan vokasi (keterampilan). Jangan paksa anak-anak ini untuk mengikuti pendidikan di sekolah formal," tandasnya.

--

...memandang "Gonjong Gagah Diantara Teratai Nan Indah"...sungguh..di sini rindu ini tak berkesudahan..!.. (lokasi: Rumah Tenun PUSAKO-Pandai Sikek di kaki Gunung Singgalang)

Garang Asem

Selamat Pagi M A G E L A N G

"Kare Rajungan" Pedasnya muantaabbbb....!!!!!!!!!!! Asli pedes..... POLL!!!!! Sampek kemringet....... gobyosss!!!!!!! —

Sate Ayam Blora minumnya Sirup Kawista Nasinya bungkus daun Jati..........dikasih dikit kuah santan

nglangi

wader gorengnya jbul dari tambak! bukan hasil nyetrum.......mulane cilik2......sokurlah kalok gitu. —

waktunya pulang kantor..uuff..macet total....

Nasi Goreng Jawa (Mie Borobudur)

Guyon


Dad: I want you to marry a girl of my choice.
Son: No.
Dad: The girl is Bill Gates' daughter.
Son: Then Ok.
-Dad goes to Bill Gates-
Dad: I want your daughter to marry my son.
Bill Gates: No.
Dad: My son is the CEO of World Bank.
Bill Gates: Then Ok.
-Dad goes to the president of World Bank-
Dad: Apoint my son as the CEO of your bank.
President: No!
Dad: He is the son-in-law of Bill Gates
President: Then Ok!

THIS IS BUSINESS (y)

senam

Naik Innova AnggotaDPR Takut Mati


From: "Daniel Thie"



http://sosbud.kompasiana.com/2011/11/26/pakai-innova-anggota-dpr-takut-mati-ham-ala-pejabat-negara/

Anggota
DPR yang suka pamer kemewahan  dengan
gaya hidup hedonisme, ternyata juga sangat tidak peka, dan tidak mau tahu
dengan kritik/kecaman yang dilontarkan kepada mereka.
Substansi
kritik yang disampaikan kepada sebenarnya sederhana saja. Kalau mereka memang
benar punya nurani sebagai wakil rakyat sesungguhnya pasti akan segera
menyerapnya dengan baik, introspeksi, kemudian mengubahnya sesuai dengan
keinginan rakyat yang diwakilinya.
Kritik
itu adalah tentang cara  mereka
memamerkan kekayaannya melalui mobil-mobil (super) mewah yang dipakai kerja di
rumah rakyat yang diwakilinya. Banyak anggota DPR yang baik memperoleh
kekayaannya secara wajar, maupun secara ajaib, dituding tidak peka terhadap
kondisi rakyat kebanyakan yang masih memprihatinkan. Pergi kerja ke rumah
rakyat dengan menggunakan mobil (super) mewahnya itu. Saking banyaknya
sampai-sampai di tempat parkir rumah rakyat itu mengalah-ngalahi ruang pamer mobil (super) mewah manapun juga di
Indonesia.
Tidak
ada yang mempermasalahkan atau melarang mereka menikmati kekayaannya itu di
luar waktu dinas mereka.
Mobil-mobil
super mewah sekelas Mercedes S Class, Bentley dan Hummer dengan harga berkisar
Rp. 3 miliar sampai Rp. 7 miliar pun merupakan pemandangan biasa di sana.
Sampai-sampai
mobil sejenis Alphard yang bernilai antara Rp 800 jutaan sampai dengan Rp 1,1
miliar pun dianggap sebagai bukan mobil mewah! Seperti yang dikatakan oleh
Ketua Badan Kebijakan Publik DPP PAN Tjatur Sapto Edy: "... Tidak bisa
digeneralisir bahwa semua anggota dewan hidup glamor atau menggunakan mobil
mewah. Paling menggunakan Alphard. Alphard belum bisa dikategorikan sebagai
mobil mewah ..." , katanya (Jaringnews.com,
17 November 2011).
Alphard
saja dinilai seperti itu, bagaimana dengan mobil sekelas Kijang Innova?
Ternyata, menurut salah satu anggota DPR pemilik mobil Alphard, Nudirman Munir,
".. akan banyak anggota DPR yang meninggal karena kecelakaan," kalau
menggunakan mobil jenis ini.
Meskipun Kompas tidak menyebutkan secara jelas
mobil apa yang dimaksud, ketika mengutip pernyataan Nudirman itu, dapat diduga
yang dimaksud adalah Kijang Innova. Karena banyak yang menilai bahwa mobil yang
paling pantas digunakan para anggota DPR itu adalah mobil-mobil sekelas Kijang
Innova.
Di Kompas, 19 November 2011, dikutip
alasan Nudirman menggunakan Alphard ke tempat kerjanya di rumah rakyat itu.
"Jika naik Toyota Alphard, kami dapat rapat di dalam mobil karena di dalam
mobil itu ada meja. Kalau naik mobil (menyebutkan merek lain) yang jalan 80
kilometer per jam saja sudah goyang, akan banyak anggota DPR yang meninggal
karena kecelakaan."
Entah
apa sebenarnya alasan Kompas "menyensor" jenis mobil yang disebutkan Nudirman itu. Apakah karena Kompas menganggap dengan mengutip
pernyataan itu secara lengkap berarti suatu pelecehan terhadap jenis mobil
tersebut? Alasan yang tidak logis.
Meminjam
alasan yang dikemukakan oleh Nudirman itu, kemungkinan besar publik yang sudah
lama sangat geram terhadap perilaku para anggota DPR jenis ini tentu akan
mengharapkan mereka semua mau menggunakan mobil jenis itu. Supaya semuanya
benar-benar pada mati kecelakaan. Daripada gedung DPR dipenuhi dengan para
hedonis tebal muka, tebal telinga, berkulit badak itu.
Anggota
DPR jenis ini seakan pura-pura bodoh supaya punya alasan untuk tetap memamerkan
kemewahannya lewat mobil-mobil (super) mewah yang mereka gunakan ke tempat
kerjanya itu. Dengan cara menafsirkan kritik dan kecaman tersebut menjadi
seolah-olah publik melarang mereka untuk kaya, atau menikmati kekayaannya itu.
Lepas dari apakah kekayaan itu diperoleh dengan cara yang wajar, ataukah dengan
cara yang ajaib. Seperti yang dikatakan oleh Anis Matta, anggota DPR dari PKS,
dan Herman Hery, anggota DPR asal PDIP.
Anis
Matta bilang, gaya hidup mewah, termasuk menggunakan mobil mewah milik pribadi ketika
bekerja adalah hak setiap anggota dewan, dan tidak bisa diintervensi oleh
siapapun juga. Yang penting fokus pada pekerjaannya. Benarkah mereka (anggota)
DPR itu fokus pada pekerjaannya? Saya komentar nanti.
http://www.detiknews.com/read/2011/11/14/115646/1766872/10/anis-matta-gaya-hidup-mewah-pilihan-pribadi-tak-perlu-diintervensi?nd992203605
Herman
Hery, salah satu anggota Dewan pemilik Bentley Continental GT senilai Rp. 7
miliar itu, di Jawa Pos, 24 November
2011, merespon kritik tersebut, bilang, "Saya terpukul betul, masak orang nggak boleh kaya?"
Herman
merasa tidak ada yang keliru atau menyimpang dengan gaya hidupnya. Jauh sebelum
terjun ke dunia politik, dia sudah kaya-raya lewat kerja keras dalam membangun
bisnisnya. Dia mengharapkan publik tidak menyamaratakan semua anggota DPR.
Seolah kalau ada anggota DPR yang terlihat kaya, itu diperoleh dari uang hasil
korupsi. Akibatnya, tak jarang anggota DPR berpura-pura menjalani gaya hidup
sederhana. Herman merasa suasana semacam itu justru menumbuhkan hubungan yang
tidak jujur antara wakil rakyat dengan konstituennya.
Herman
juga menambahkan tidak ada aturan yang menyebutkan anggota dewan harus hidup
sederhana.
Argumen
tentang dasar hukum ini juga dikemukakan oleh mantan Menteri Pemuda dan
Olahraga di era Presiden Gus Dur, Mahadi Sinambela, dalam diskusi di Dewan
Perwakilan Daerah (DPD) bertema "Betulkah Pejabat Negara Hedonistis?",  Jumat, 18 November 2011. Bahkan masalah Hak
Asasi Manusia (HAM) pun dibawa-bawa dalam kaitannya dengan hak anggota dewan
menggunakan mobil mewah itu.
Kata
dia, menggunakan kekayaan sendiri, termasuk mempertontonkan kemewahaan itu
adalah hak asasi setiap anggota DPR! (Kompas.com,
18 November 2011). Gaya hidup mewah pejabat, juga tidak bisa diatur dalam
bentuk peraturan hukum.
http://nasional.kompas.com/read/2011/11/18/12285435/Hak.Asasi.Gaya.Hidup.Pejabat.Tak.Bisa.Diatur
Ya,
memang betul. Sebenarnya, bukan hanya anggota DPR saja yang suka menggunakan
mobil-mobil (super) mewah mereka ketika berangkat kerja, tetapi juga terjadi di
banyak pejabat tinggi negara. Termasuk ketika eks-pejabat tinggi negara ini
masih menjabat. Maka itu tidak heran jika dia mengajukan pendapat seperti itu.
Untuk membela sesama jenisnya.
Banyak
sekali pejabat negara yang gajinya hanya puluhan juta rupiah tanpa latar
belakang pengusaha besar, dengan cara ajaib bisa mempunyai koleksi mobil
(super) mewah berharga miliaran rupiah. Hanya dalam tempo 2-3 tahun setelah
menjabat.
Apakah
sungguh benar,  memamerkan kemewahaan
oleh para pejabat tinggi negara juga termasuk hak asasi manusia? Kalau mereka
mempunyai hak asasi untuk memamerkan kemewahan tersebut ketika sedang bekerja,
lalu di manakah hak asasi rakyat yang diwakili untuk benar-benar diperhatikan
kebutuhan-kebutuhan dasarnya? Mustahil, para pejabat negara yang hidupnya penuh
dengan semangat hedonisme itu bisa mempunyai rasa empati dan simpatik terhadap
rakyat kecil yang diwakilinya. Hanya orang yang punya rasa empati dan simpatik
yang sesungguhnya yang bisa menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
Hal
ini sangat jelas kelihatan dengan apa yang terjadi di DPR (sebagai contoh
aktual).
Ruang
parkir rumah rakyat penuh dengan mobil-mobil berharga miliaran rupiah per unit.
Tetapi kinerjanya teramat sangat memprihatinkan. Selain sering sekali bolos
dalam setiap rapat (paripurna) sehingga sering terjadi tak tercapainya quarum
sebagai syarat suatu rapat dilaksanakan, juga banyak yang terlibat berbagai
kasus hukum. Baik itu berkaitan dengan masalah korupsi, maupun moral dan etika.
Ketua
DPR, Marzuki Alie sendiri mengakui bahwa kinerja DPR masih sangat
memprihatinkan. Dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR tanggal 14 November
2011.
Menurut
Marzuki, sepanjang tahun 2011, DPR menyelesaikan 22 RUU. Di masa sidang saat
ini. yang akan berakhir pada 18 Desember ini, diharapkan ada 5-6 RUU yang
diselesaikan. Jika harapan itu terpenuhi, maksimal ada 28 RUU diselesaikan.
Padahal, ada 70 RUU yang menjadi prioritaa program legislasi nasional tahun
2011 (Kompas, 19 November 2011).
Selain
itu, Marzuki juga mengatakan bahwa selama ini dalam pembuatan UU, DPR kurang,
atau bahkan tidak memperhatikan UUD 1945. Akibatnya, banyak sekali pasal dalam
UU yang diuji materi ke Mahkamah Konstitusi, dan kemudian dibatalkan, karena
bertentantangan dengan UUD 1945.
Kembali
ke masalah HAM, yang disebutkan oleh Mahadi Sinambela. Apakah benar perilaku
suka memamerkan kekayaan mereka dengan mobil mewah di tempat kerja itu dapat
dikaitkan dengan HAM? HAM pejabat negara menggunakan mobil mewahnya di tempat
kerjanya adalah HAM?!  Dan, oleh karena
itu tidak bisa dibatasi oleh peraturan hukum?
Apa
itu HAM?
Secara
ringkas dapat ditemukan defini

kios penjual bunga segar


Semenjak pasar rejowinangun kobongan.. Pasti ibu2 yg pengen merangkai bunga sendiri buat hiasan meja di rumah bingung nyari lokasinya. Memang ada satu yg di depan Lippo Bank, tp selain harganya mahal, bunganya kurang segar dan penjualnya jutek.. He3...

lokasi yg baru ini di depan persis pasar burung jalan iklas. Mbaknya yg jual lumayan ramah dan ok juga kalau mau nawar2.. Bunganya jg laris sepertinya.. Terbukti pas valentine kemaren istri pengen pasang bunga dapatnya bunga mawar putih doang.. Dan bunga apa tuh.. Ga tau namanya...

Sabtu, 26 November 2011

panen rambutan

rambutan di pohon

hmmm.......ini piaraan siapa ?....

ada yg tau?

Slmt thn Baru

"Hidup adalah belajar,belajar bersyukur meski tak cukup,belajar ikhlas meski tak rela,belajar taat meski berat,belajar memahami meski tak sehati,belajar sabar meski terbebani,belajar setia meski tergoda,belajar memberi meski tak seberapa, belajar mengasihi meski disakiti,belajar tenang meski gelisah,belajar percaya meski susah,belajar dan terus belajar..! Tdk ada kata gagal, yg ada belajar dan mohon selalu ada dalam lindungan Allah,dan mohon ampunanNya di setiap saat dan bersama Allah selesai semua masalah.slmt thn br 1 Muharam 1433 H semoga Allah swt membimbing di tahun baru mendatang ini. Amin 3x

Beautiful view of mount Sumbing

DHALANG KI MANTEB JUGA MENIKAH YANG KE : 7


Konten Terkait
Perbesar Foto

Dalang "Oye" Menikah yang Ketujuh Kali

Liputan6.com, Solo: Selain Ibas dan Aliya yang berbahagia, dalang kondang Ki Manteb Sudarsono yang dikenal dengan dalang "Oye" juga melangsungkan pernikahan di Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/11). Bedanya dengan Ibas dan Aliya, pernikahan dalang Ooye ini merupakan yang ketujuh kalinya.

Dalang berusia 63 tahun ini melakukan ijab kabul dengan Beni Samsiah yang berusia 37 tahun di Masjid Raya Fatimah Solo. Tanpa ragu-ragu lagi, Ki Manteb dengan lancar membacakan ijab kabul di depan penghulu. Maklum, ini merupakan pernikahan Ki Manteb yang ketujuh kali.

Menurut keyakinan Ki Manteb, dirinya merupakan dalang khusus "ruwat". Dan dalang ruwat tidak boleh sendiri menjalani hidup ataupun berpoligami. Sehingga bila ditinggal istrinya baik karena meninggal dunia atau cerai, dia harus secepatnya menikah lagi agar tetap dapat mendalang.(JUM)

--

SBY SIGAP


INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengutus Menkokesra Agung Laksono dan Menteri Pekerjaan Djoko Kirmanto untuk meninjau langsung ke Jembatan Tenggarong, Kalimantan Timur.

Seperti disampaikan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, selain mengutus dua orang Menteri tersebut, Presiden juga segera memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, untuk segera menginvestigasi apa penyebab runtuhnya jembatan tersebut dan memberikan bantuan bagi korban.

"Bantuan yang segar diberikan dan dirancang, malam ini oleh Menteri terkait. Kepala BNPB juga beraksi sesuai bidang fungsinya," ujar Mensesneg Sudi Silalahi saat menggelar konferensi pers di sela pesta resepsi pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Ruby Aliya Rajasa, di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (26/11/2011).

Menurut Sudi, dua Menteri tersebut akan segera berangkat ke Tenggarong, Sabtu malam ini pukul 19.00. Kemudian akan disusul Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedianingsih untuk mengecek para korban.

Saat ditanya mengenai kemungkinan apakah Presiden akan meninjau secara langsung, Sudi mengatakan masih perlu melihat situasinya dulu. "Kita lihat situasinya, untuk perkembangannya nanti akan disampaikan. Menkokesra dan Menteri PU dulu yang ke sana," tandasnya.

INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bereaksi cepat merespon runtuhnya jembatan Sungai Mahakam II alias Jembatan Tenggarong, Kalimantan Timur.

Seperti dikatakan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, saat mendengar kabar mengenai runtuhnya jembatan tersebut, Presiden langsung memanggil beberapa Menteri terkait.

Rapat kabinet mendadak pun kemudian di gelar di sela-sela persiapan resepsi di Holding Room, Jakarta Convention Center, Sabtu (26/11/2011) sore.

"Begitu Bapak Presiden tahu mendapatkan laporan, langsung memanggil Menteri-menteri dan Kapolri terkait segera kita rapat, dan arahan Presiden begitu jelas," tegas Sudi kepada wartawan di JCC, Sabtu (26/11/2011).

Menurut Sudi, meski akan menggelar pesta pernikahan putranya, Presiden tetap memikirkan pekerjaannya. "Seperti di Cipanas kemarin, sebelum di cipanas, beliau menggelar sidang kabinet dan menandantangani surat-surat," tegasnya. [mah]

Konten Terkait
Perbesar Foto

Ponton Batubara Tabrak Jembatan Mahakam 6 Kali

Berita Nasional Lainnya

INILAH.COM, Samarinda - Sejak dibangun dan diresmikan pada 1987, konstruksi Jembatan Mahakam kian hari kualitasnya semakin menurun.

Karena perkembangan Kota Samarinda, kendaraan-kendaraan banyak melintasi Jembatan Mahakam meski sudah dibangun jembatan alternatif, yaitu Jembatan Mahakam Ulu.

Jembatan Mahakam semakin terancam untuk roboh ketika pada tanggal 23 Januari 2010 tihang jembatan ditabrak oleh sebuah ponton batubara. Tak kurang jembatan ini tercatat 6 kali ditabrak ponton.

Sejak itu, jembatan ini diprediksi akan roboh. Sebab kondisi konstruksi Jembatan Mahakam yang semakin menurun.

Sabtu (26/11/2011) petang kekhawatiran itu terbukti, jembatan Mahakam runtuh dan menyebabkan ratusan warga yang tengah melintas terluka. [mah]


--

Intermezzo... ;-)


‎"Yang... PALING..."

Tiga orang, yaitu Pengacara, Dokter, dan seorang Site Engineer berdiskusi mengenai mana yang paling baik, punya pacar atau punya istri.

Pengacara berkata: "Lebih baik punya pacar saja. Ketika anda punya istri, maka jika ingin bercerai akan memerlukan penyelesaian secara hukum yang memerlukan waktu lama dan berbelit-belit."

Dokter berkata, "Lebih baik memiliki istri, karena rasa aman menurunkan stress dan bagus untuk kesehatan Anda."

Site ENGINEER berkata, "Kalian berdua salah. Lebih baik memiliki keduanya sehingga ketika istri berpikir bahwa Anda sedang bersama pacar, dan pacar Anda berpikir bahwa Anda sedang bersama istri – Anda bisa pergi ke kantor dan menyelesaikan beberapa pekerjaan."

....walahh....

--

Sate klopo ondomohen suroboyo

strike strike

GEJALA APA INI ...ORA MUDHENG

Orang pada antre , berdesak - desak sampai pingsan segala biar dapat beli BB murah....
.gejala apa ini kok ora mudheng.............................tenin.........
Konten Terkait
Perbesar Foto

BlackBerry Indonesia Terima Ribuan Komentar Pedas

BlackBerry Indonesia Terima Ribuan Komentar Pedas
TRIBUNnews.com - 2 jam 38 menit lalu
More »

Laporan Wartawan Tribunnews.com Nicolas Timothy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Insiden desak-desakan untuk mendapatkan blackberry murah di Pacific Place, SCBD, Jakarta, siang ini mendapat sorotan masyarakat Indonesia. Sejumlah akun jejering sosial di Indonesia pun berkomentar atas insiden yang membuat puluhan pengantre BB diskon jatuh pingsan. Bahkan, akun jejaring sosial Blackberry Indonesia harus menerima ribuan komentar pedas dari akun lainnya

"Mempertaruhkan Nyawa, demi gadget senilai 2jtan, GILA!!! Suatu bukti bangsa yg mentalnya msh senang untuk dijajah!! Slamet deh bwt RIM.. :)" kata Jaya Maulana dikutip dari Facebook, Jumat (25/11/2011).

senada dengan komentar yang dilayangkan akun bernama Jaya Maulana, pemilik akun lainnya juga mengkomentari status akun BlackBerry Indonesia yang bertuliskan 'Penjualan perdana #Bold9790 di Indonesia hari ini, promo diskon 50% tlh sold out. Kunjungi seller resmi terdekat utk membelinya mulai 26 November 2011'.

"Telah Sold out dari hongkong !! Masih ad 100 org lebih yg memakai gelang masih gak diurusin... Buktikan Janji Kalian!!!!!" ujar pemilik akun Facebook bernama Adinda Hana Mardianasari Govaart.

Meski demikian, ditengah komentar pedas ribuan pemilik akun Facebook, masih ada yang memberikan komentar positif memberikan dukungan kepada BlackBerry Indonesia.

"Salut sama RIM yg peduli sama pengantre, dikasih aqua dan roti. Sayang panitia kurang sigap dan tidak tegas dalam mengatur antrean sehingga jadi kacau," kata pemilik akun facebook bernama Budiman Djojo.

Diberitakan sebelumnya, Puluhan calon pembeli yang mengantre sempat jatuh pingsan dalam lautan manusia yang berkisar ribuan jiwa. Akibat kejadian tersebut, kepolisian segera membubarkan kegiatan penjualan BB murah tersebut sehingga calon penjual yang lelah mengantre sejak kemarin sempat marah.

--

Arok


Arok

Seperti orang lain, saya ingin menulis tentang Ken Arok: perampok dari Pangkur, pembunuh yang tak takut, perancang kekuasaan yang membuat sejarah jadi cerita tentang ambisi dan kematian.

Tentu saya tak bisa menulisnya seperti Muhammad Yamin pada 1928, masa kebangkitan nasional: Ken Arok dan Ken Dedes-nya berakhir dengan sang tokoh rela ditikam untuk menjaga persatuan sebuah negeri.

Saya juga tak akan bisa menulisnya seperti Pramoedya Ananta Toer. Dengan tepat dan tajam Pramoedya menunjukkan, takhta dan kasta adalah tempat yang oleh sejarah bisa diisi siapa saja, juga oleh seorang sudra seperti si Temu. Orang yang kemudian jadi Arok ini tanpa "sedikit pun darah Hindu dalam dirinya," seperti disebut dalam Arok Dedes. Tapi tokoh Pramoedya, yang berhasil mengenal 100 ribu bait Mahabharata, adalah pembangun kerajaan, justru karena ia di luar klasifikasi sosial dan keyakinan di masanya.

Ken Arok yang ingin saya tulis akan lain. Hari ini kita butuh kiasan yang berbeda.

Sebagian akan saya ikuti Pararaton, riwayat hidup si berandal yang kemudian mendirikan Kerajaan Singasari itu. Dalam naskah dari abad ke-15 itu diceritakan, bahkan sebelum ia menitis sebagai Arok (ditulis "Angrok"), ia sudah orang yang "berperilaku tak baik, memutuskan kendali kesusilaan, jadi pengganggu Hyang yang gaib", lumaku tan rahayu amegati apusira pinakapama�cananing hyan Suksma.

Kemudian ia dilahirkan kembali di Desa Pangkur, di wilayah Tumapel. Tapi tak lama keluar dari rahim, oleh ibunya�yang mengandung karena perselingkuhan (dalam Pararaton disebut perempuan itu dihamili Dewa Brahma)�ia dibuang di sebuah pekuburan anak-anak. Seorang pencuri menemukannya dan membesarkannya. Dan Arok pun tumbuh jadi penjudi, perusuh, pemerkosa, yang berkali-kali dikejar dan diburu, tapi selalu lepas.

Kata sang pencerita, dewa-dewa menolong menyelamatkannya.

Mithos sering punya keganjilan yang arif: dewa-dewa tak peduli akan "kebaikan" dan "kejahatan". Mungkin karena semua itu akhirnya membingungkan, di sebuah masa ketika sistem keyakinan tak bisa utuh lagi. Pararaton ditulis ketika agama Hindu bersilang-selisih, dan tentu saja bersentuhan, dengan Buddhisme. Dalam keadaan itu, kekuatan yang berhasil�bukan sistem keyakinan�adalah yang dianggap penentu sejarah. Maka sejumlah orang pun menyingsingkan desain kekuasaan. Seperti hari ini.

Dalam Pararaton kita temukan imaji yang destruktif di sekitar sang tokoh�bagian dari karisma dan apa yang dianggap nubuat: orang luar biasa ini kelak punya kekuasaan yang brutal dan ekspansif.

Maka saya akan memulai cerita saya dengan satu adegan malam: Arok terbaring tidur. Pada saat itu, dari ubun-ubunnya keluar beratus-ratus kelelawar, hitam, tanpa henti. Pararaton melukiskannya dalam satu kalimat Jawa Kawi yang lugas: "lalawah metu saking wunwunanira Ken Angrok adulurdulur tanpapegatan". Tapi di situ kita lihat satu momen yang ajaib, seram, dan ganas: imaji yang menggambarkan hasrat yang tak pernah puas untuk merebut dan mengerkah.

Jika nanti saya menafsirkan Pararaton, pembaca tentu telah mengenal Macbeth. Dalam lakon ini Shakespeare juga menampilkan hasrat yang tak pernah puas, tapi juga tak tenteram: sebuah keadaan tragik, bukan kisah yang heroik.

Sebab Arok, bagi saya, adalah makhluk yang keluar dari cermin, tempat kita berkaca. Di sana tersimpan tuah dan tulah. Saya sebut "tuah" karena, dengan hasrat yang membuat kita perkasa, kita mampu melakukan yang hampir mustahil; "tulah" karena itu bisa merupakan kutukan. Dalam Pararaton, Arok bisa terbang dengan bersayapkan dua helai daun tal. Ia melampaui kemampuan manusia biasa. Tapi itu juga awal dari tulah yang membentuk dirinya: ia tidak hanya melampaui apa yang fisik, tapi juga melampaui keinginan orang kebanyakan; dengan itu ia mulai jalan ke kematiannya sendiri.

Orang ini dengan gampang membunuh. Ia tikam Empu Gandring, sang pembuat keris. Kesalahan orang tua ini hanya terlambat menyelesaikan kerjanya yang didesak-desak itu. Kita tahu, Arok tak punya kesetiaan kepada siapa pun. Ia selalu siap berkhianat dengan menumpahkan darah.

Pada satu tahap dalam hidupnya, ia meninggalkan dunia kriminal. Ia tak lagi di luar tata sosial. Ia diterima dan dipercaya sebagai pengawal penguasa Tumapel, Tunggul Ametung. Tapi pada suatu malam yang gelap, ia bunuh akuwu itu. Setelah itu, ia korbankan Kebo Hijo. Pemuda ini dihukum mati karena dialah yang dituduh sebagai si durjana. Arok tak membelanya. Meskipun Pararaton menyebut Kebo Hijo punya hubungan cinta (asihsihan) dengan dirinya.

Arok dan Macbeth: para peraih. Macbeth memulai serangkaian pembunuhan untuk meraih takhta dan mempertahankannya. Dan ia coba menghalalkan semuanya dengan sikap seorang nihilis, meskipun ia sedikit gemetar. Tak ada nilai, tak mungkin ada makna. Merisaukan. Tapi akhirnya kesimpulannya suram: hidup hanya sebuah kisah yang disampaikan seorang idiot, "penuh hingar dan murka, tanpa arti apa-apa".

Pada Arok, nihilisme itu dikukuhkan Lohgawe.

Lohgawe, seorang pendeta dari seberang, mendampinginya. Tapi bahkan dengan keyakinan agama yang dibawanya, baginya Arok hanyalah sebuah proyek kekuasaan. Agama hanya berarti jika masa depan adalah kemenangan.

Demikianlah pada suatu hari pemuda itu datang mengungkapkan niatnya menghabisi Tunggul Ametung, untuk merebut istrinya, Ken Dedes. Nasihat Lohgawe ambigu: "tan ulahaning pandita, ahingan sakaharepira". Ia orang suci, tak bisa memberi Arok restu untuk kejahatan itu; tapi ia persilakan Arok melakukan apa yang dikehendakinya.

Dan yang ganas pun terjadi. Dan kita yang kenal kisah Ken Arok tahu: kebrutalan dan ambisi itu berjalin, terus.

Goenawan Mohamad

--

Dari Pangandaran bawa lobster hidup. Sampai di sini dibikin saus mentega ala me. Bon apetite....

raih 3 emas


Raih 3 Emas di Cabang Tenis SEA Games, Prima Pilih Keluar dari PNS http://bit.ly/uogbeZ

Sabtu, 26/11/2011 05:31 WIB

Raih 3 Emas di Cabang Tenis SEA Games, Prima Pilih Keluar dari PNS

Bambang Pamungkas : detikNews

detikcom - Tegal, Prima Simpati Aji, atlet tenis asal Tegal, Jawa Tengah memutuskan untuk keluar dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Tegal. Atlet peraih 3 medali emas pada cabang olah raga tenis pada SEA Games XXVI 2011 kemarin mengaku telah memutuskan tekadnya untuk keluar dari PNS agar bisa lebih konsentrasi dalam meraih prestasi.

Ditemui detikcom di rumahnya, Jumat (26/11/2011), pria kelahiran tahun 1981 ini mengaku merasa tidak nyaman dengan poisisnya sebagai PNS karena harus sering tidak masuk kerja karena harus bolak balik Tegal-Jakata untuk meningkatkan prestasi olahraganya.

"Karena tingginya aktivitas serta fokus dengan dunia tenis, maka saya terpaksa mengndurkan diri dari PNS. Selain tidak nyaman karena harus sering meninggalkan kantor saat ada latihan menjelang even nasional maupun internasional, juga menghindari kecemburuan dari rekan-rekan sekerjanya yang sering berkali-kali tidak masuk kerja," tegas Prima Simpati Aji kepada detikcom.

Pada Sea Games 2011 lalu, Prima berhasil meraih 3 medali emas dalam cabang olahraga soft tenis. Ketiganya adalah pada partai beregu putra, tunggal putra dan ganda putra, dengan menundukan petenis Laos, Filipina dan Thailand. Untuk kemenangan ini, Prima berhasil mendapatkan bonus sebesar Rp 600 juta dari pemerintah.

"Selain untuk kebutuhan masa depan, uang tersebut juga rencannya untuk membahagian orang tua dengan memberangkatkan umroh kedua orang tua saya," ucapnya.

Sementara itu Purnomo, orang tua Prima mengatakan dirinya menerima keputusan keluar dari PNS yang telah diambil oleh anaknya. Ia menilai dengan berfokus pada olahraga dan meraih prestasi, sama halnya dengan mengabdi kepada bangsa dan negara.

"Karena bagaimana pun juga anak saya ikut mengharumkan nama bangsa dan negara. Itu sama halnya dengan kedudukannya sebagai PNS yang mengabdi untuk negara," ucap Purnomo.

Menurut Purnomo, anak sulungnya ini mulai terjun ke olahraga tenis sejak kelas 1 SMP. Bukan pada SEA Games 2011 ini saja Prima berhasil meraih prestasi. Prestasi serupa juga di raihnya pada SEA Games 2003 dan 2005 dalam cabang yang sama.

daging sapi cah jamur..

ace

Jumat, 25 November 2011

laki2 bodoh?

Seorang wanita berhenti di sebuah motel
untuk beristirahat malam.
"Maaf, Nyonya," ujar resepsionis
kepadanya, "semua ruangan sudah terisi
penuh. Nyonya melihat pria di seberang itu?
Saya baru saja memberikan kepadanya
kamar terakhir yang kami miliki."
Wanita itu mendekati pria itu dan berkata
kepadanya,
"Tuan, karena tuan tidak mengenal aku dan
aku tidak mengenal Tuan; kita tidak
mengenal mereka dan mereka tidak
mengenal kita, bagaimana kalau Tuan
memperkenankan aku tidur di lantai
kamarmu?"
"Baiklah," kata pria itu, "karena Nyonya
tidak mengenal aku dan aku tidak mengenal
Nyonya; mereka tidak mengenal kita dan
kita tidak mengenal mereka, saya kira, yah,
boleh saja."
Maka mereka menuju kamar itu. Pria itu
menyerahkan kepada wanita itu sebuah
selimut, yang kemudian dibentangkannya di
lantai. Akan tetapi, tidak lama kemudian,
lantai itu terasa semakin keras. Wanita itu
berkata lagi,
"Tuan, Tuan tidak mengenal aku dan aku
tidak mengenal Tuan; mereka tidak
mengenal kita dan kita tidak mengenal
mereka; sudilah kiranya Tuan
memperkenankan aku turut tidur di tempat
tidur itu bersamamu."
"Baiklah, silakan!" jawab pria itu.
Ketika wanita itu merasa enak dalam
selimut di tempat tidur; ia kemudian
berkata,
"Tuan tidak mengenal aku dan aku tidak
mengenal Tuan; mereka tidak mengenal kita
dan kita tidak mengenal mereka; maka
bagaimana sekirana kita mengadakan pesta
kecil malam ini?"
Pria itu berpikir sejenak dan akhirnya
menjawab,
"Dengarlah Nyonya, aku tidak mengenal
Nyonya dan Nyonya tidak mengenal aku;
mereka tidak mengenal kita dan kita tidak
mengenal mereka. Jadi, siapa gerangan yang
akan kita undang?"
:)
~ Bill Harding

Guru


 
 
Guru
via nasib adalah kesunyian masing-masing by admin on 11/24/11

– guru yang melahirkan pemimpin

Tiap berpikir ihwal kualifikasi seorang guru, kita sebenarnya sedang berharap seperti itulah kualifikasi minimal yang semestinya dimiliki seorang pemimpin: punya standar kognisi (intelektual) dan afeksi (perilaku dan sikap) di atas rata-rata.

Guru secara etimologis berasal dari bahasa Sanskerta, gur-u', yang berarti mulia, bermutu, memiliki kehebatan, dan orang yang sangat dihormati karena kewaskitaannya. Dalam khazanah Jawa Kuno, dikenal sejumlah istilah yang menempel pada kata 'guru': guru desa (kamitua desa yang mumpuni dalam dunia spiritual), guru hyan (guru rohani), guru loka (pejabat agama di istana), dan guru pitara (mendiang nenek moyang yang patut dimuliakan karena kewaskitaannya).

Kata 'gur-u' kemudian bertemu dengan kata 'as', sebuah kata yang dalam bahasa Sanskerta berarti mengajar. Saat itulah kata guru juga bermakna 'mengajar'. Itu juga dengan prasyarat: guru tetap harus memiliki sikap mulia seperti yang dibebankan oleh kata 'gur-u'.

Seorang pengajar bisa disebut baik jika murid-muridnya berhasil mendapat nilai bagus di kelas. Namun, seorang guru yang baik selalu dituntut mampu melahirkan manusia-manusia yang baik, bukan sekadar murid yang pintar. Guru dituntut tak hanya mampu "menggarap" kognisi (rasio-logika), tetapi juga afeksi (rasa, cipta, karsa, dan sikap).

Oleh karena itu, dalam sejarah kesadaran kita atau dalam ekspektasi kita, guru mesti memiliki kualifikasi yang melampaui sekadar penguasaan pelajaran (kognisi), tetapi juga memenuhi prasyarat jika seseorang ingin jadi pemimpin yang baik. Ia harus mampu mengajarkan bagaimana jadi manusia yang baik, mampu memberi teladan bahwa, misalnya, korupsi itu sama saja dengan mencuri lewat contoh langsung dalam laku keseharian hidupnya yang sudah sempit dan serba terbatas. Kualitas itulah yang kita rindukan dari mereka yang diberkahi sebutan pemimpin.

Tak ada yang lebih pas untuk merumuskan peran macam itu selain istilah 'guru', bukan 'teacher' atau 'lecture'. Itu sebabnya, 'guru' kerap dipanjangkan sebagai "digugu dan ditiru". Jadi, tidak mengherankan jika peribahasa "guru kencing berdiri, murid kencing berlari" hanya ada di negeri atau di tempat di mana 'guru' tak hanya dimengerti semata sebagai 'teacher'.

Itu pula kiranya yang menyebabkan di sini guru (pernah) diposisikan sebagai "manusia suci", semacam resi, yang selain pintar, tetapi punya laku tulus nan asketis. Saya kira inilah yang jadi sebab kenapa kita seperti kurang serius memikirkan kesejahteraan para guru, karena memang (pernah) tertanam kesadaran bahwa seorang guru itu hidup sederhana dan tulus (bandingkan risiko jadi guru dengan risiko jadi pemimpin seperti pernah dinyatakan Agoes Salim: "Memimpin adalah juga menderita").

Di sini muncul dilema. Kita sepakat, sudah sepantasnya guru punya penghidupan dan penghasilan gaji yang baik. Namun, jika guru sudah punya kehidupan yang layak, taruhlah laiknya pegawai bank, kita khawatir banyak orang ingin jadi guru karena semata tergiur penghasilannya yang memadai, bukan karena panggilan hati menjadi pendidik.

Kita hanya perlu menggali sejarah Indonesia untuk mengetahui bagaimana peran sosial dan historis para guru dalam proyek besar mencapai kemerdekaan. Para guru di masa pergerakan, terutama mereka yang mengajar di sekolah partikelir, punya peran signifikan.

Banyak cerita yang bisa kita dengar ihwal peran guru-guru sekolah partikelir itu. Dari beberapa tulisan Pramoedya, misalnya, seperti dalam novelet Bukan Pasar Malam dan kumpulan cerpen Cerita dari Blora, kita tahu bagaimana aktivitas ayahnya di Sekolah Dasar Boedi Oetomo tidak hanya dalam mengajar murid-muridnya, tetapi juga dalam organisasi pergerakan.

Pemerintah kolonial akhirnya menyadari watak subversif sekolah partikelir. Pada September 1932, dilansir Wilden Scholen Ordonantie (Ordonansi Sekolah Liar) yang melarang beroperasinya sekolah-sekolah yang didirikan tanpa izin.

Apa yang dilakukan ayah Pram bukan kasus unik. Jika membaca riwayat hidup para pemimpin di masa awal lahirnya Indonesia, kita akan menyadari betapa banyak di antara mereka yang ternyata guru, setidaknya pernah menjadi guru.

Soekarno, semasa ditahan di Bengkulu, mengajari anak-anak di sana sejumlah mata pelajaran; mulai dari berhitung, bahasa Belanda, hingga sejarah. Di Bandaneira, Hatta dan Sjahrir secara intensif dan teratur jadi guru anak-anak di lingkungan rumah tahanan mereka. Keduanya tak hanya memberi pelajaran formal, tetapi juga nonformal, seperti pendidikan politik diam-diam, di antaranya dengan mengecat perahu dengan warna merah-putih dan diajari lagu-lagu perjuangan.

Dari kelompok "kiri", Semaoen, Alimin, hingga Tan Malaka juga punya pengalaman sebagai guru. Tan Malaka bahkan pernah menjadi kepala sekolah di sebuah kawasan perkebunan di Sumatera Timur dan menjadi guru hampir di semua tempat pelariannya di luar negeri.

Momen sebagai guru itu bahkan menjadi metanoia, semacam pencerahan yang tuntas, bagi Tan Malaka. Selama mengajar di perkebunan kolonial, Tan Malaka menyaksikan bagaimana orang-orang pribumi yang bekerja di perkebunan itu sungguh-sungguh diperlakukan tak selayaknya manusia. Pemahaman sosial itu menyebabkan Tan Malaka menceburkan diri ke dunia pergerakan dan bergabung dengan Partai Komunis Indonesia dan lantas ditugaskan mengelola sekolah partai yang lantas masyhur sebagai "Sekolah Tan Malaka".

Dari militer, Soedirman dan Nasution juga punya pengalaman sama. Jenderal Soedirman selama lebih kurang 5 tahun menjadi kepala sekolah di sebuah SD Muhammadiyah di Cilacap, sebelum bergabung dengan Peta. Nasution pun menjadi guru di Bengkulu (1938) dan di Palembang (1939-1950), sebelum jadi tentara KNIL.

Daftar pemimpin Indonesia yang menjadi guru bisa sangat panjang jika satu per satu disebutkan di sini. Sebutlah seperti Ki Hadjar Dewantara, Djuanda, atau Ratulangie (Daniel Dhakidae pernah menulis dengan memikat kualitas guru dalam diri Ratulangie). Dengan intelegensi (kognisi) di atas rata-rata dan sikap hidup (afeksi) yang tulus mengabdi pada cita-cita kemerdekaan (yang sering dipantik oleh pengalaman sosial seperti Tan Malaka), tak mengherankan jika tokoh-tokoh seperti Soekarno, Hatta, dan Tan Malaka dengan mudah bertukar tempat dari seorang guru kemudian jadi pemimpin massa.

Jika dalam ruangan mereka mengajar mata pelajaran berhitung, membaca, dan menulis, di lapangan, pergerakan mereka mendidik kesadaran rakyat akan pentingnya kemerdekaan. Dan, murid para guru yang telah bersalin menjadi pemimpin itu ada di seantero penduduk Hindia Belanda, dengan ruang kelas sepanjang Sabang-Merauke.

Dengan struktur kesadaran macam itu, tak heran jika di Indonesia istilah the founding fathers dengan mudah dipertukarkan begitu saja dengan istilah "guru bangsa". Jangan heran juga jika George Washington atau Thomas Jefferson di Amerika hanya disebut sebagai the founding fathers dan tak pernah disebut "guru bangsa". Karena istilah guru bangsa, sepengetahuan saya, tak tercetak dalam struktur kesadaran bangsa Amerika.

Dengan kualifikasi guru seperti yang sudah saya paparkan, setiap guru yang baik sebenarnya adalah bidan yang bisa melahirkan pemimpin yang baik. Dengan alur pikir macam ini, kita bisa mengajukan pertanyaan lanjutan: jika sekarang kita mengalami krisis kepemimpinan, mungkinkah ini menandakan kita sedang mengalami krisis guru yang baik? Ataukah sedang terjadi transformasi dalam kesadaran kita ihwal arti dan posisi guru menjadi tak lebih sebagai pengajar?

Aih, berat betul ternyata jadi guru, ya?

———————————–
*tanbihat: artikel ini pernah tayang di harian Kompas 3 tahun silam.