Minggu, 31 Juli 2011

keren

Gudeg Koyor goreng ...

From: tommihernowo


Sarapan di Merak Mati ...Bawen ....

Maknyus ...!

Cat-DogLove


iwak betik goreng


Pemred playboy


superior




SUPERIOR! Ada sebagian makhluk yang merasa lebih super dibanding makhluk lainnya, sehingga dia memperlakukan yang lainnya sekehendak hati. Misalnya manusia yang merasa superior dibanding ayam, maka manusia memperlakukan ayam semaunya seperti me-NUNGGING-kannya (lihat foto ini). Bahkan manusia juga ada yg merasa superior dibanding manusia lainnya sehingga suka juga menunggingkannya.


Internet: Dunia Baru yang Sangat Mengasyikkan bagi Para Pembelajar-Bajak Laut?




From: hernowo hasim


Internet: Dunia Baru yang Sangat Mengasyikkan bagi  Para Pembelajar-Bajak Laut?

Oleh Hernowo?

 

 

Apa yang tidak bisa ditemukan di Internet ketika kita menginginkan sesuatu? Tak ada! Apa pun yang ingin kita cari, kita dapat menemukannya di Internet. Rumuskan dalam satu, dua, tiga, empat, atau berapa kata—terkait dengan yang ingin kita cari—lantas ketikkan rumusan itu ke "mesin pencari" yang disediakan oleh baik Yahoo, Google, maupun situs penyedia layanan apa saja. Klik dan tunggu beberapa saat: Internet akan memberikan daftar yang panjang terkait dengan yang ingin kita cari. Kita tinggal memilih "menu" yang disajikan si "mesin pencari".

 

Di manakah kita dapat berkunjung dan menjelajah secara sangat bebas yang di tempat itu—seakan-akan—kita tidak akan menemukan batas dan tempat yang kita jelajahi benar-benar sangat luas? Jawabannya (lagi-lagi): Internet! Anda mau menjelajahi dunia fotografi? Automotif? Pariwisata? Olahraga? Pendidikan? Apa saja. Ketika Anda sedang menjelajahi dunia pendidikan di Internet, mislanya, Anda akan bisa bertemu dengan tokoh-tokoh pendidikan dari mana saja—baik yang berasal dari masa lampau (Sokrates) maupun terkini (Howard Gardner). Anda juga bisa ke kota-kota yang pendidikannya sudah maju dan ikut menikmati pesona pendidikan di sana, misalnya ke Finlandia, New York, Qatar, dan ke kota mana saja yang ingin Anda tuju.

 

James Bach, penulis buku "Secrets of Buccaneer Scholar"

 

Internet juga, kini, telah menjadi perpustakaan yang bukan hanya terbesar koleksinya tapi juga terus bertambah setiap hari buku-buku digital koleksinya. Anda bisa membaca apa saja tanpa membawa-bawa buku-buku kamus yang sangat tebal dan berat. Di Internet pelbagai kamus itu sudah disediakan dan tinggal pakai. Bahkan sekarang—dengan berbagai kekurangannya tentunya—Anda dapat menemukan pula "mesin penerjemah" yang memampukan Anda untuk menebak dan kemudian memahami secara lebih baik arti kata dan kalimat yang ingin Anda pahami. Jangan lupa, Anda juga dapat mendengarkan suara kata yang sedang ingin Anda cari artinya.

 

Menurut Bach, dalam Secrets of Buccaneer Scholar, masyarakat bajak laut yang asli takkan pernah berkembang tanpa Dunia Baru. Menemukan Dunia Baru adalah sebuah keasyikan tersendiri bagi para bajak laut. Kiprah para bajak laut dalam menemukan wilayah-wilayah baru itu ikut mengilhami kebebasan intelektual yang baru di kawasan Eropa. "Bukan kebetulan jika para bajak laut yang asli beroperasi selama periode yang sama dengan para pemikir terbesar era pencerahan—seperti Galileo, Descartes, dan Francis Bacon," tulis Bach. "The Royal Society didirikan pada era ini. Sesuatu yang dinamai 'Filsafat Baru' dalam penelitian ilmiah modern mulai menggantikan pendekatan model lama yang diatur oleh para penguasa yang dikenal sebagai Skolatisisme."

 

Nah, saat ini, menurut Bach, Internet adalah semacam Dunia Baru bagi para pembelajar-bajak laut. Internet telah menghadapkan siapa saja kepada beragam jenis informasi dan memungkinkan setiap orang—yang berhasil mengakses Internet—untuk mencari nafkah serta memperoleh pendidikan dengan cara yang sangat berbeda. Orang-orang yang belajar ala bajak laut, dengan pengetahuan dan keahlian mereka yang fleksibel, akan mendominasi Dunia Baru ini. Mereka akan berlayar dengan kapal-kapal mereka menjelajahi Dunia Baru bernama Internet yang hampir-hampir tiada batas. Bagi para pembelajar-bajak laut, belajar di Dunia Baru adalah sebuah kegiatan yang tiada henti dan dapat dilakukan kapan saja mereka mau![]

--


[Fwd: Pemerintah Harus Tegas Hadapi Arab Saudi]





From: A.Syauqi Yahya

Pemerintah Harus Tegas Hadapi Arab Saudi
Ary Wibowo | Tri Wahono | Minggu, 19 Juni 2011 | 15:24 WIB
Dibaca: 1472
|

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Hikmahanto Juwana

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat hukum internasional Hikmahanto Juwana mendesak pemerintah agar bersikap tegas terhadap Pemerintah Arab Saudi terkait eksekusi mati tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia, Ruyati binti Sapubi, pada Sabtu (18/6/2011). Menurut dia, jika pemerintah memiliki komitmen tinggi terhadap perlindungan para tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi, tidak bisa sekadar memanggil Duta Besar Arab Saudi.

"Ketegasan pemerintah dapat diwujudkan dengan melakukan penghentian pengiriman TKI ke Arab Saudi. Dan pemerintah juga dapat melakukan tindakan diplomatik untuk memperlihatkan ketidaksenangan Indonesia atas perlakuan warganya," ujar Hikmahanto di Jakarta, Minggu (19/6/2011).

Tindakan diplomatik tersebut, lanjut Hikmahanto, dapat berupa pemanggilan pulang Dubes Indonesia di Arab Saudi atau memperkecil dan mengurangi jumlah personel di perwakilan Indonesia di Arab Saudi, meski tidak harus memutuskan hubungan diplomatik. Hal itu dilakukan selain untuk memperlihatkan ketidaksenangan masyarakat Indonesia atas tidak diberi tahunya waktu eksekusi Ruyati, tetapi juga untuk mendapatkan alasan atas tidak diberi tahunya mengenai eksekusi tersebut.

"Ketegasan perlu dilakukan agar Pemerintah Arab Saudi lebih sensitif terhadap nasib para TKI di negeri tersebut yang kerap menderita perlakuan kasar dan kekerasan. Ini semua berujung pada para TKI melakukan tindakan yang dituduhkan pada Ruyati, yaitu pembunuhan atas majikan. Apalagi bila otoritas Arab Saudi tidak serius dalam melakukan proses hukum, bahkan cenderung melindungi warganya yang melakukan kekejaman terhadap para TKI," jelasnya.

Ditambahkan Hikmahanto, dalam rangka perlindungan TKI ke depan nanti, pemerintah diharapkan tidak cukup dengan melakukan pendampingan bantuan hukum ketika TKI sedang dirudung masalah hukum.

"Pemerintah harus melakukan apa yang dilakukan Pemerintah Australia yang melakukan berbagai daya upaya dalam melindungi warganya. Misalnya, pelaku penyelundupan narkoba yang dikenal sebagai Bali 9, yang saat ini terbebas dari jeratan hukuman mati karena upaya Pemerintah Australia melakukan lobi dan upaya hukum di Indonesia," tambahnya.

"Dan di samping itu, tujuannya adalah Arab Saudi pada masa mendatang tidak melakukan tindakan yang sama," imbuhnya.

Ruyati binti Sapub pada Sabtu (18/6/2011) dihukum mati setelah mengakui telah membunuh wanita asal Arab Saudi bernama Khairiya binti Hamid Mijlid pada 2010 lalu. Hukuman mati Ruyati membuat pihak Kementerian Luar Negeri kaget. Pasalnya, menurut keterangan Juru Bicara Kemenlu, Michael Tene, informasi mengenai eksekusi hukuman tersebut sebelumnya tidak diberitahukan kepada KBRI di Arab Saudi.

"Tanpa mengabaikan sistem hukum yang berlaku di Arab Saudi, Pemerintah Indonesia mengecam bahwa pelaksanaan hukuman mati terhadap Ruyati tidak diinformasikan kepada KBRI kita di Riyadh sebelumnya," kata Michael di Jakarta.

http://internasional.kompas.com/read/2011/06/19/15241412/Pemerintah.Harus.Tegas.Hadapi.Arab.Saudi
--


Sir Alan dan Pendidikan (Keterampilan) Bisnisnya




From: hernowo hasim


Sir Alan dan Pendidikan (Keterampilan) Bisnisnya

Oleh Hernowo

 

 

Pukul 06.00 hingga hampir 07.00 WIB, Selasa pagi kemarin 14 Juni 2011, saya menonton The Apprentice gaya London yang ditayangkan oleh "BBC Knowledge". Semestinya saya menontonnya Senin malamnya pukul 20.05 WIB. Namun, saya tak sempat dan baru bisa menonton tayang-ulangnya. Saya harus menontonnya karena itu merupakan episode terakhir—ajang dua finalis menunjukkan kebolehannya dalam berbisnis.

 

Adalah Sir Alan Sugar, pebisnis hebat, yang mengendalikan acara tersebut. Dia berhak memecat setiap kandidat yang berprestasi buruk dalam sebuah tim bisnis. Dia pula yang memberi tugas kepada setiap tim—biasanya dibagi dua tim—untuk melakukan sebuah kegiatan bisnis. Tim yang menghasilkan uang yang lebih sedikit dari tim yang satunya, harus merelakan salah satu anggotanya dipecat alias gugur dalam berkompetisi.

 

Sir Alan Sugar

 

Itulah cara Si Alan mencari satu orang pemenang yang nantinya akan dipekerjakan olehnya di perusahaan miliknya. Sang pemenang harus bertarung mengalahkan 14 atau lebih lawannya untuk mencapai puncak. Setiap minggu, ke-14 kandidat itu diberi tugas bisnis untuk menjual barang. Setelah dipecah menjadi dua tim, setiap tim harus menentukan pimpinannya. Secara tim, mereka pun harus menjual sesuatu sebanyak mungkin.

 

Episode terakhir The Apprentice yang saya tonton menampilkan dua finalis: Kate dan Yasmina. Kate ahli dalam berkomunikasi dan penjualan, sementara Yasmina adalah pemilik restoran dengan 26 karyawan. Dalam berkegiatan bisnis, tentulah Yasmina yang lebih berpengalaman ketimbang Kate. Untuk menjadi pemenang, Kate dan Yasmina perlu bertarung dalam memasarkan produk cokelat. Keduanya harus merancang merek, iklan, dan rasa cokelatnya.

 

Kate, finalis

 

Setelah rancangannya selesai, keduanya harus mempresentasikan di depan para pebisnis yang sudah makan asam garam. Kate menamakan produk cokelatnya "Coco D'Amour" dan Yasmina "Cocoa Electric". Kegagalan Kate—yang dinilai oleh para pebisnis—adalah dalam memberikan harga produknya. Kate mematok harga 13 pound, sementara milik Yasmina hanya 6 pound. Menurut para pebisnis, Yasmina gagal dalam memberikan rasa di dalam produknya sementara Kate berhasil.

 

Akhirnya, Sir Alan memenangkan Yasmina. Tak jelas kenapa dia memilih Yasmina. Menurut saya, di dalam rancangan Yasmina—meski rasa cokelatnya tak enak—ada ide. Yasmina berani menunjukkan ide yang tidak biasa. Cokelat produknya dinamakan cokelat elektrik untuk memberikan "strum" (kejutan). Meski gagal dalam rasa, Yasmina berhasil dalam memberikan sesuatu yang baru, yang lain, yang belum ada. Sementara itu, Kate seperti kehabisan ide dan mengulang sesuatu yang sudah ada.

 

Yasmina, finalis

 

Bagi saya, The Apprentice yang dipandu Sir Alan—dan mungkin juga yang dipandu Donald Trump (saya belum pernah menonton soalnya)—adalah sebuah pendidikan bisnis yang benar-benar menekankan pada skill bukan sekadar knowledge. Pengetahuan (knowledge) jelas sangat penting, namun hanya keterampilan bisnislah yang akan membuat calon pebisnis memiliki keberanian untuk berkreasi memunculkan ide-ide baru.

 

Tekanan yang ditimbulkan oleh pendidikan bisnis yang lebih menitikberatkan pada keterampilan pun akan lebih dahsyat ketimbang yang mengunggulkan pengetahuan. Tekanan itu bersifat holistik. Saya dengar SBM-ITB sudah mulai memadukan skill dan knowledge secara seimbang. Bahkan, yang menggembirakan, para mahasiswa SBM-ITB sudah diminta untuk, secara real, merancang bisnis dengan berkolaborasi dengan para peneliti yang sedang melakukan studi di setiap jurusan di ITB. Ini jelas menarik!

 

Jika Anda sempat menonton The Apprentice gaya London itu, Anda akan merasakan sekali betapa pendidikan yang terlalu menekankan pengetahuan akan gagal dalam menghasilkan para lulusannya yang kreatif dan inovatif. Mungkin sudah saatnya sekolah-sekolah kita lebih mempertimbangkan porsi yang seimbang antara skill dan knowledge dalam menyusun kurikulum untuk setiap mata pelajaran yang ada. Atau sudah? Maaf, jika saya salah.[]

--


Apakah Anda Seorang Pembelajar-Bajak Laut?



From: hernowo hasim


Apakah Anda Seorang Pembelajar-Bajak Laut?

Oleh Hernowo

 

 

James Bach, lewat bukunya Secrets of Buccaneer Scholar, memberikan semacam rumusan yang simpel untuk mengecek apakah diri kita termasuk pembelajar-bajak laut atau bukan. Berikut adalah rumusan-rumusan Bach yang dapat Anda gunakan untuk mendeteksi diri Anda apakah Anda termasuk pembelajar-bajak laut atau bukan. Tentu, hanya diri Anda yang tahu dan dapat merasakan. Anda "menilai" diri Anda sendiri.

 

Pertama, ketika Anda harus memilih antara belajar berdasarkan pengalaman (menjelajah, melakukan percobaan, mengamati, atau menguji) dan belajar kepada yang berwenang mengajar (kuliah, aturan-aturan, atau demonstrasi), Anda memilih belajar berdasarkan pengalaman pribadi Anda. Inilah ciri seorang pembelajar-bajak laut.

 

Kedua, apakah metode-metode belajar Anda bersifat heuristik (metode yang Anda gunakan untuk memahami, memecahkan masalah, dan menemukan sesuatu berdasarkan pengalaman pribadi Anda) atau bersifat dogmatis. Jika bersifat dogmatis, Anda bukan pembelajar-bajak laut.

 

Buku karya James Bach

 

Ketiga, apabila Anda tidak suka menerima indoktrinasi, lantas Anda juga bukan semacam bejana yang pasif yang hanya menampung informasi dari luar (televisi, radio, film, musik, internet, buku, tontonan, pidato, diskusi, dll.), bisa jadi Anda termasuk pembelajar-bajak laut. Apalagi jika sebuah kegiatan pembelajaran yang Anda lakukan Anda anggap identik dengan transformasi pribadi yang berkesinambungan dan bukan sekadar mengumpulkan fakta.

 

Keempat, Anda curiga dengan beragam gelar dan sertifikasi. Anda terus konsisten menetapkan dan mempertahankan reputasi Anda melalui ide-ide Anda yang sangat berkualitas. Anda ingin dihargai oleh orang-orang yang telah Anda hargai. Jika begitu, Anda termasuk seorang pembelajar bajak-laut.

 

Kelima, Anda punya gairah untuk mempelajari sesuatu dan rasa ingin tahu Anda terus memandu Anda untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya ilmu dari mana pun sumbernya. Ilmu yang Anda cari itu, jika dapat Anda pahami dan kuasai, akan membantu diri Anda mengembangkan diri Anda. Anda merasakan bahwa diri Anda tumbuh ketika Anda merasa telah memahami sebuah ilmu. Jika demikian, Anda juga termasuk seorang pembelajar-bajak laut.[]

--


Konyol




From: A.Syauqi Yahya

Humor

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Hans The Great

Hanyalah seorang yang pemerhati yang mencoba untuk peduli

Cerita Konyol

OPINI | 14 March 2011 | 11:07 143 0







1 dari 1 Kompasianer menilai menarik

Waktu mahasiswa dulu…

Malam Minggu sehabis pulang nonton film. Hans naik becak berdua pacar. Ketika melewati pedagang tanaman hias, kebetulan sudah malam sudah tutup, gelap dan sepi.

Hans lihat pohon mawar sedang berbunga indah sekali.

Sok romantis, becak Hans suruh berhenti dulu. Kemudian Hans memetik bunga mawar tersebut untuk sang pacar. Eeeehhh…. Tiba-tiba dari tempat gelap ada yang teriak…

"Wooyyy… Moaaasss… !!! Jangan main petik sembarangan !!! Kalo mau… Beliii !!!"

Karena malu, dan ketahuan yang jual, Akhirnya terpaksa dibeli juga tuh pohon mawar, padahal uang pas-pasan.

Akhirnya Hans kasih bunga mawar sekaligus sama pohon dengan polybagnya.

Hehehe… Konyol nggak tuh ??? Gara-gara sok romantis…

(Tukang becaknya malah ngakak girang banget… Rese' luhh !)


http://hiburan.kompasiana.com/humor/2011/03/14/cerita-konyol/

--


Sooto Ceker




From: A.Syauqi Yahya

Kangen...suwe ra mangan soto ceker jeee....hmmm....../kung


--


optimis

Jumat, 29 Juli 2011

ASUSILA


Kau dan aku satu zat, satu urat





"Bung Karno! Kau dan Aku Satu Zat..."
Editor: Jodhi Yudono
Minggu, 27 Maret 2011 | 08:59 WIB
Dibaca: 2112

istimewa
Bung Karno

Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin djandji

Aku sudah tjukup lama dengar bitjaramu

dipanggang atas apimu, digarami oleh lautmu

Dari mulai tgl 17 Agustus 1945

Aku melangkah kedepan berada rapat disisimu

Aku sekarang api, aku sekarang laut

 

Bung Karno ! Kau dan aku satu zat, satu urat

Di zatmu, di zatku, kapal2 kita berlajar

Di uratmu, di uratku, kapal2 kita bertolak & berlabuh 

Kutipan di atas adalah puisi karya penyair Chairil Anwar (1922-1949) berjudul Perdjandjian Dengan Bung Karno yang ditulis tahun 1948. Naskah asli tulisan tangan sang penyair itu masih tersimpan di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin. 

Dalam versi aslinya itu, kata "lama" pada baris kedua tertulis mencuat dan terjepit di antara kata "tjukup" dan "dengar". "Aku sudah cukup "lama" dengar bitjaramu...." Di bawah kata itu terdapat contrengan. Ada kesan kata "lama" sempat lupa tercantumkan. Tentu ini hanyalah penafsiran atas teks asli. Yang jelas, begitulah naskah asli puisi disimpan dan bisa kita nikmati sebagai dinamika zaman perjuangan yang terekam lewat puisi, yang oleh HB Jassin kemudian digolongkan sebagai Angkatan '45.

Gelegak revolusi itu terekam benar lewat tulisan tangan Chairil. Dan di sanalah, di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, gelegak "api" dan "laut" Chairil itu tersimpan. Sungguh memprihatinkan dokumentasi semangat zaman itu dalam kondisi merana terbengkalai sekarang.

Sesudah Chairil Anwar meninggal tahun 1949, karyanya menjadi rebutan para penerbit. Namun, Chairil sudah mengumpulkan sendiri karya-karya sajaknya dan diserahkan kepada PDS HB Jassin. 

Surat cinta Motinggo

PDS HB Jassin tidak sekadar menjadi "gudang" karya sastra, tetapi juga dinamika kehidupan para pelaku sastra dari zaman ke zaman. Jassin memang rajin mengumpulkan tulisan tangan, catatan kecil dan surat-surat yang ditulis para penulis. Surat pernyataan Motinggo Boesje yang asli dengan judul "Saya Menolak Hadiah Sastra 1962" masih tersimpan di PDS HB Jassin.

Surat pernyataan yang ditulis bulan Januari 1953 itu berisi penolakan Motinggo atas hadiah sastra yang diberikan untuk cerita pendeknya. Menurut dia, ukuran keberhasilan karya sastra tidak dapat diukur dari penghargaan-penghargaan yang diperoleh.

Kisah hidup penulis flamboyan ini juga terungkap dari catatan-catatan kecil yang dikirimkan Mas Mot (panggilan untuk Motinggo Boesje) kepada beberapa perempuan. Dalam catatan itu, Mas Mot menulis puisi cinta lengkap dengan lukisan sketsa ketika sedang rindu, menyesal, atau kangen kepada sang kekasih.

Mari kita baca puisi Motinggo Boesje yang juga ditulis tangan, lengkap dengan ilustrasi bunga-bunga. Kita kutip bait pertama dan terakhir dari puisi karya novelis, cerpenis, dan sutradara itu. Di bawah puisi itu tertera angka tahun 1988.

"Inilah buah indah rasa bersalah/Penyesalan ibarat memindah dua gunung/Masih saja membayang tangismu pagi itu/Air matamu membasuh hati yang berdebu..."

"Sudahlah. Kesekian kali kumohon maafmu/Matamu bagaikan malam dengan dua lampu."

Jassin menyimpan naskah-naskah yang dikirimkan para pengarang ini dengan takzim, seolah itu amanat yang tidak bisa diabaikan. Sungguh ironis jika kemudian kita membiarkannya tanpa arti, bahkan menganggapnya sebagai coretan berdebu tak bermakna. Dan pengelola PDS HB Jassin, Endo Senggono, mengaku belum semua naskah asli itu disimpan dalam bentuk digital. "Belum. Masih dalam map begitu saja," katanya.

Tidak hanya karya sastra. Jassin juga menyimpan dokumen, seperti undangan perkawinan Motinggo dengan Lashmi Bachtiar pada 2 September 1962. Pada keterangan "Djam" dan tempat tertulis: "Djam 12.00 s/d 15.00 siang di Djalan Salemba Tengah II No 7 Djakarta". Nama Motinggo dalam undangan tertulis sebagai Bustami Djalid. Di belakang nama itu tercantum nama senimannya, Motinggo Busje (ejaan sesuai dengan aslinya).

HB Jassin tidak hanya menyimpan, tetapi juga mencatat dengan sangat detail peristiwa berkait dengan sastra dan para pelakunya. Kita tengok bagaimana sepotong kehidupan Pramudya Ananta Toer tercatat dalam buku harian.

Pada hari Kamis 1 Maret 1954, misalnya, HB Jassin menulis, kunjungan Pramudya Ananta Toer pada pukul 19.30-20.15 di rumah Jassin. Pramudya yang baru pulang dari Blora, Jawa Tengah, ini membawa naskah cerita perjalanan. Dari catatan harian itu tergambar dinamika kehidupan penulis Pramudya atau Pram pada masa lalu. Ceritanya, Pram sedang butuh uang segera. Ia sudah memasukkan tulisan perjalanan ke majalah Mimbar, tetapi majalah itu tidak bisa segera membayar honornya. Tulisan Pram itu dirasa Jassin cocok untuk majalah Zenith, tetapi majalah ini sering terlambat terbit.

Setidaknya kita bisa merekonstruksi, betapa pilihan hidup sebagai pengarang seperti Pram penuh dengan kenyataan pahit. Sesungguhnya celaka jika nasib dokumentasi mereka pun kini kita abaikan.

Merana

Dokumen kebudayaan itu tersimpan di antara buku-buku sastra, prosa dan puisi, naskah drama, catatan biografi, tulisan tangan, dan surat-menyurat sastrawan besar di Tanah Air. Sebagian dokumen tersimpan di rak yang berderet memenuhi ruangan, sebagian lagi dibiarkan menumpuk begitu saja.

Tumpukan koran dan majalah tua berjubel di sela-sela rak buku yang sudah tidak muat lagi menyimpan tambahan koleksi. Kondisinya berdebu. Kertasnya sudah lapuk dan berwarna kuning kecoklatan. Benda-benda itu seperti benda bekas yang sudah usang. Sementara di dalamnya tersimpan jejak sejarah yang mencerminkan cara berpikir intelektual kita pada masa lalu.

Di antara tumpukan tadi masih bisa ditemukan majalah yang terbit di Indonesia pada awal Perang Dunia II (tahun 1940), seperti Pujangga Baru dan Panji Pustaka. Ada juga majalah Jawa Baru dan Kebudayaan Timur yang terbit di Indonesia pada masa pendudukan Jepang tahun 1942-1945. Koleksi lain yang lebih tua, seperti Kumpulan Sastra Melayu Tionghoa terbitan tahun 1900-1940, tersimpan di dalam sebuah lemari kaca.

Dengan ribuan buku, suasana pusat budaya itu sangat pengap. "Sudah biasa kalau pengatur suhu udara di sini dimatikan. Dulu ketika pertama kali pusat dokumentasi ini resmi didirikan tahun 1977, enam bulan kemudian kami tidak mampu membayar listrik sehingga AC harus dimatikan total," kata Harkrisyati Kamil atau Yati, yang pernah menjadi Kepala Dokumentasi PDS HB periode 1979-1983 mengenang.

Agar suhu di ruang dokumentasi tidak panas, Yati dan teman-temannya selalu membuka jendela lebar-lebar, lalu menyalakan kipas angin. "Untungnya, waktu gedung itu dibangun, saya minta Pemerintah DKI Jakarta membuatkan jendela-jendela berukuran besar," tutur Yati. Menurut Yati, gedung PDS HB Jassin yang dibangun pada masa Ali Sadikin menjadi Gubernur DKI Jakarta itu awalnya dirancang tanpa jendela.

Dirintis

Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin dirintis oleh penulis, penyunting, dan kritikus sastra almarhum Hans Bague (HB) Jassin. Penulis kelahiran Gorontalo, 13 Juli 1917, ini mengumpulkan dokumentasi sejak tahun 1930. Pada waktu ia masih berusia 13 tahun, HB Jassin gemar menyimpan buku-buku harian, buku-buku sekolah, karangan-karangan yang pernah ditulis di kelas, hingga surat dan foto pribadinya.

Kini pusat dokumentasi itu menyimpan 16.316 judul buku fiksi, 11.990 judul buku nonfiksi, 457 judul buku referensi, 772 judul buku/naskah drama, 750 map berisi biografi pengarang, 15.552 map kliping dari berbagai sumber, 610 lembar foto pengarang, 571 judul makalah, 630 judul skripsi dan disertasi, serta 732 kaset rekaman suara dan 15 kaset rekaman video dari para sastrawan Indonesia. Jumlahnya terus bertambah karena pengelola selalu memperbanyak koleksi. Boleh dibilang, PDS HB Jassin adalah pusat dokumentasi sastra modern Indonesia terlengkap. Bahkan, ada yang menyebutnya terlengkap di dunia, tetapi kenapa nasibnya begitu mengenaskan?

(Lusiana Indriasari/Luki Aulia/Putu Fajar Arcana/Frans Sartono)

Sumber :
Kompas Cetak

http://oase.kompas.com/read/2011/03/27/08595062/.amp.Bung.Karno.Kau.dan.Aku.Satu.Zat.amp.
--


Sandi-sandi Rahasia Polisi



Sandi-sandi Rahasia Polisi

oleh Erwin Rudiyanto pada 21 Juni 2011 jam 7:33


SANDI ANGKA

1-1 >->  Hubungi per telepon

1-4 >-> Ingin bicara diudara (langsung)

3-3 >-> Penerimaan sangat jelek/orang gila

3-3L >-> Kecelakaan korban luka

3-3M >-> Kecelakaan korban material

3-3K >-> Kecelakaan korban meninggal

3-3KA >-> Kecelakaan kereta api

3-4-K >-> Kecelakaan, korban meninggal, pelaku melarikandiri

4-4 >-> Penerimaan kurang jelas

5-5 >-> Penerimaan baik/sehat

8-4 >-> Tes pesawat/penerimaannya

8-6 >-> Dimengerti

8-7 >-> Disampaikan

8-8 >-> Ingin berjumpa langsung

10-2 >-> Posisi/keberadaan

10-8 >-> Menuju

2-8-5 >-> Pemerkosaan

3-3-8 >-> Pembunuhan

3-6-3 >-> Pencurian

3-6-5 >-> Perampokan

8-1-0 >-> Pembunuhan

8-1-1 >-> Hidup

8-1-2 >-> Berita agar diulangi (kurang jelas)

8-1-3 >-> Selamat bertugas

8-1-4 >-> Laporan/pembicaraan terlalu cepat

8-1-5 >-> Cuaca

8-1-6 >-> Jam/waktu

8-1-9 >-> Situasi

 

SANDI HURUF

Taruna >-> Berita

Gelombang >-> Jam/waktu

Semut >-> Pelajar

Lalat >-> Mahasiswa

Pangkalan >-> Rumah/kediaman

Cangkulan >-> Kantor/tempat kerja

Gajah >-> Derek

Komando >-> Kantor polisi

Tikar >-> Surat

Buntut tikus >-> Antena pendek (HT)

Belalai gajah >-> Antena atas

Laka >-> Kecelakaan

Jaya 65 >-> Kebakaran

Timor Kupang Pati >-> Tempat Kejadian Perkara

Timor Lombok Pati >-> Telepon

Timor Kupang Ambon >-> TerKendali Aman

Halong Timur >-> Handy Talky (HT)

Halong Pati >-> Hand Phone (HP)

Kupang Rembang >-> KendaRaan

Kupang Ambon >-> Kereta Api

Wilis Kendal >-> Walikota

Kendal Cepu >-> KeCamatan

Kendal Lombok >-> KeLurahan

Rembang Wilis >-> RW

Rembang Timur >-> RT

Rembang Rembang >-> Serse

Rembang Solo >-> Rumah Sakit

Rembang Pati >-> Rupiah

Anak Kijang >-> Pencuri/Tersangka

Ambon Demak >-> Angkatan Darat

Ambon Lombok >-> Angkatan Laut

Ambon Ungaran >-> Angkatan Udara

Pati Medan >-> Polisi Militer

Timor Medan >-> Tamu/Teman

Lombok-Lombok >-> Lalu Lintas

Timor Lombok >-> Lampu Lalu Lintas/Traffic Light

Sepi >-> Senjata Api

Sajam >-> Senjata Tajam

Curat >-> Pencurian Dengan Pemberatan

Curas >-> Pencurian Dengan Kekerasan

Curanmor >-> Pencurian Kendaraan Bermotor

Bandung Umar Solo >-> BUS

Medan-Medan >-> Metro Mini

Pati Demak Irian >-> Jam/Waktu

Solo Medan Pati >-> Pelajar

Solo Medan Ungaran >-> Mahasiswa

Solo Timur Medan >-> Rumah/Kediaman

Opak Kendal Jepara >-> Kantor/Tempat Kerja

Opak Pati Solo >-> Derek

Lombok Pati >-> Kantor Polisi

Lombok Irian >-> Surat

Lombok Demak >-> Antena Pendek (HT)

Bandung-Bandung >-> Barang Bukti (BB)

Bandung2 Padat >-> Makan

Bandung2 Medan >-> Bahan Bakar Minyak

Lampiran/Ambon >-> Istri

Monik >-> Anak

Solo Bandung >-> Stand By

Solo Garut >-> SiaGa

Medan Demak >-> Meninggal Dunia

Pati Ambon Medan >-> Pengamanan

Ambon Pati-Pati >-> Apel

Palang Hitam >-> Mobil Jenazah

Demak Pati Kendal >-> Dinas Pemadam Kebakaran

 

Sandi Pangkat Kesatuan

Kresna >-> Presiden

Bima >-> Wakil Presiden

Timor Bandung I >-> Kapolri

Metro I >-> Kapolda

Timor I >-> Kapolres

Jajaran 1 >-> Kapolsek

Jajaran 2 >-> Wakapolsek

Jajaran 3 >-> Serse

Jajaran 4 >-> Sabhara

Jajaran 5 >-> Bimas/Babinkamtibmas

Jajaran 6 >-> Lantas/Lalu Lintas

 

 

Sumber :  http://spektrumdunia.blogspot.com/2011/03/sandi-sandi-rahasia-polisi.html



MEMBERI TIDAK SELALU LEBIH BAIK








MEMBERI TIDAK SELALU LEBIH BAIK

Pada suatu hari di ruangan kelas V SD,
seorang ibu guru sebutlah bu Louisa sedang mengajari murid-muridnya pelajaran budi pekerti.

"Paul, saya memintamu untuk menghafalkan semboyan ini:
Lebih baik memberi daripada Menerima" kata bu Louisa pada muridnya yang paling edan di kelasnya itu.

"Baik, bu. Itu sebenarnya mudah sekali untuk diingat,"kata Panjul eh salah Paul sombong.
"Sebab ayah saya juga memakai semboyan itu dalam bekerja." tambahnya.

"Oiya? Betapa mulianya bapakmu itu! Apa pekerjaan ayahmu?" tanya bu Louisa

"Petinju bu," Jawab Paul


Halo anakku...

Seorang anak mengeluh pada ayahnya, "Aku capek, sangat capek. Aku
belajar mati matian sedang temanku dgn enaknya menyontek. Aku mau
menyontek saja!
Aku capek karena aku harus terus membantu ibu, sedang temanku punya
pembantu.
Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan
tanpa harus menabung.
Aku capek karena harus menjaga lidahku, sedang temanku enak saja
berbicara sampai aku sakit hati.
Aku capek ayah, aku capek menahan diri…Mereka terlihat senang, aku ingin
bersikap seperti mereka ayah! .." sang anak mulai menangis.
Sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya, "Anakku, ayo ikut
ayah".
Mereka menyusuri jalan yg jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang.
"Ayah, mau kemana kita? Aku tidak suka jalan ini. Lihat sepatuku jadi
kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh
serangga, berjalanpun susah karena banyak ilalang… aku benci jalan ini
ayah," anaknya terus mengeluh.
Akhirnya mereka sampai di sebuah telaga yg sangat indah, airnya sangat
segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yg cantik, dan pepohonan rindang.
"Wah… tempat apa ini ayah? Aku suka tempat ini!"
"Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah".
"Anakku, taukah kau mengapa di sini begitu sepi pdhl amat indah?"
"Itu krn org tdk mau mnyusuri jalan yg jelek, pdhal mreka tau ada telaga
di sini. Mereka hanya kurang sabar dalam menyusuri jalan ini.
"Anakku, butuh kesabaran dlm belajar, butuh kesabaran dlm bersikap baik,
butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan
agar kita mendapat kemenangan."
Hidup adalah perjuangan utk mengendalikan dan mengalahkan diri. Jalani
hidup penuh kesabaran.

(Maaf kalo reposting)

sule mania

senjata pamungkas anti boncos


Semoga cepat sembuh.....


getuk magelang, saking enak`nya anak kecil`pun pengen beli...


Bagi Tugas



From: A.Syauqi Yahya

Bagi Tugas

Minggu, 20 Februari 2011 | 00:10 WIB

  • Putu Setia

    Ada proyek sosial yang akan kami kerjakan bersama Romo Imam dan beberapa aktivis keagamaan lainnya--tapi mereka tak suka disebut aktivis lintas agama. Persoalan agama tak bisa dilintas-lintaskan. Agama adalah pilihan yang harus difokuskan pada keyakinan yang dianut, tak bisa pagi hari beragama ini, sorenya beragama itu. Hanya kegiatan sosialnya yang bisa dilintaskan.

    "Kita bagi tugas, meskipun di antara kita semua punya pengetahuan yang hampir sama," kata Romo Imam, yang memimpin rapat. "Setiap orang bertanggung jawab atas tugasnya, harus fokus pada pekerjaan yang dipilih. Boleh memberi saran, tapi tak boleh terlibat mengerjakan pekerjaan orang lain. Tak ada jabatan rangkap."

    Seseorang nyeletuk: "Jangan seperti wakil rakyat, maunya merangkap jabatan melulu. Lihat saja rancangan kode etik yang baru, pelarangan jabatan rangkap mau dihapus."

    Romo Imam menimpali dengan serius. "Ya, jangan meniru anggota Dewan. Kode etik yang sudah bagus, eh, dirombak jadi jelek. Begitulah kalau belajar etika ke Yunani dan Turki, tak mau belajar ke perpustakaan. Di zaman Majapahit, kewenangan dan tugas pamong praja diatur dengan jelas."

    Saya menambahkan: "Kelemahan mengurus negara saat ini, terlalu banyak orang pintar tetapi tidak bijaksana, terlalu banyak orang pandai tetapi tidak terampil. Semuanya mengaku bisa mengatur, lalu semuanya mau terlibat dalam berbagai urusan, padahal urusan sendiri ditelantarkan."

    "Benar," sahut Romo. "Apa tugas pokok DPR? Pertama, membuat undang-undang. Kedua, bidang anggaran. Ketiga, pengawasan. Tahun lalu, dari 72 proyeksi undang-undang yang akan dilahirkan, baru enam yang selesai. Bayangkan itu, betapa tugas pokok diabaikan, sementara wakil rakyat mau ikut mengusut kasus pajak lewat hak angket. Padahal sudah ada panitia kerja yang memang cocok dengan tugasnya di bidang pengawasan."

    "Romo, hak angket soal pajak ini kan mau menertibkan sistem pajak," tanya seseorang. Romo menjawab: "Saya tahu. Tapi lihat contoh hak angket Century, wakil rakyat itu kan maunya memeriksa pejabat, bahkan lebih galak dari jaksa, padahal itu bukan proses hukum, keputusannya pun bukan keputusan hukum. Urusan usut-mengusut itu serahkan saja kepada penyidik negara. Kenapa ini jadi prioritas, padahal ada rancangan undang-undang yang menumpuk? Kalau tugas pokoknya dikerjakan, masih mendingan."

    Semua orang diam. Saya mengalihkan isu. "Romo, kalau contohnya parlemen kita, sepertinya tak ada habisnya, ya, mungkin salah kita memilih orang."

    "Oo, betul," Romo langsung menyahut. "Secara nasional, kita juga tak fokus bekerja, seperti tak ada pembagian tugas. Soal korupsi, misalnya. Polisi, jaksa, dan KPK sama-sama bisa mengusut. Mbok, ya, ada pembagian tugas. Pidana ini serahkan ke polisi, pidana itu ke jaksa, KPK fokus soal korupsi."

    "Contoh lain, soal Ahmadiyah," kata Romo, yang membuat semua orang tegang, maklum kasus sensitif. "Ahmadiyah itu agama atau aliran kepercayaan atau organisasi massa? Kalau agama, serahkan urusan kepada Menteri Agama. Kalau aliran kepercayaan, serahkan kepada Kejaksaan Agung. Kalau ormas, serahkan ke Menteri Dalam Negeri. Ketiganya beda. Agama itu bukan organisasi massa. Muhammadiyah dan NU, misalnya, itu ormas. Islam itu agama, kan beda. Bagaimana bisa bilang bubarkan atau diayomi kalau statusnya saja tak jelas? Jelaskan dulu statusnya, lalu yang bertanggung jawab fokus menangani masalah itu. Jadi, ada pembagian tugas, tidak setiap orang ngomong seenaknya, semua mengajukan opsi. Oke, bagi tugas."

    Rapat pun kembali ke fokus masalah, proyek sosial itu tadi.

  • http://www.tempointeraktif.com/hg/carianginKT/2011/02/20/krn.20110220.227641.id.html
    --

    Pemasaran MMC/Lowongan Kerja wartawan

    2011/7/27 <tommihernowo@gmail.com>

    > Wartawan kalo terima amplop ....yg wajar adalah dengan janji : "belum tentu
    > dimuat di medianya" .
    >
    > Yg ga wajar adl : "siaaaps..pasti akan kita muat ..!"
    >
    > Yg lebih wajar : dimuat dulu ...kalau kemudian ada amplop terimkasih
    > ..diterima
    >
    > Yg ideal adl : menolak apapun bentuk/tujuan amplop ...
    >
    > Yg ideal dan afdol adl : media/wartawan memberi amplop narasumber ...
    >
    > ------
    > Ada lho tersangka Koruptor yg jadi ATM tim wartawann hukum/politik ..tiap
    > minggu sekian ...sekedar menghilangkan beritanya ...sampai kemudian ngga
    > bisa diumpetin lagi ....
    >
    > Hehehe....silahkan cari contoh2 berita lain yg bisa jadi ATM para wartawan
    > tanpa nurani ...
    >
    > Narso bilang Anas sempat anggarin sekian M utk nutup media agar 'kasus'
    > ngga njeblug ....(terlambat!)
    >

    Reuni Smp1..] z

    From: zuama bin laden

    mas Tom,
    bukankah itu mba Aini ya?

    kalau yang ini katanya teman mas ADR,

    Reuni Smp1..]

    From: tommihernowo@gmail.com

    Wah..ketinggalan ...

    10 Alasan Utama Galaxy Tab Lebih Baik Dari iPad> ndak iyo?




    From: A.Syauqi Yahya

    10 Alasan Utama Galaxy Tab Lebih Baik Dari iPad

    Posted on Jan 22, 2011

    10 Alasan Utama Galaxy Tab Lebih Baik Dari iPad

    Dari sekian banyak komputer tablet, kenapa Samsung Galaxy Tab layak menjadi satu-satunya yang harus Anda pilih? Ada 10 alasan penting kenapa pada akhirnya Galaxy Tab layak dimiliki.

    1. Android

    Bisa dibilang Samsung Galaxy Tab adalah tablet Android pertama yang serius. Yang dimaksud serius adalah ini bukan produk main-main dan coba-coba. Dengan Android 2.2 (Froyo) dan TouchWiz 3.0 UI optimized sehingga mendukung display dengan resolusi yang lebih tinggi, juga adanya fitur Swype untuk text input, membuat Galaxy Tab menjadi pemenang di kelasnya.

    2. Hardware

    Jika dibanding iPad, maka specs yang ada pada Galaxy Tab bisa dikata lebih baik. Prosesor 1 GHz ARM Cortex A8 dengan prosesor grafis PowerVR SGX540 512 MB RAM (iPad: 256 MB RAM). Internal storage 16 GB dengan microSD cards up to 32 GB.

    3. Aplikasi dan Games

    Semua aplikasi dan games di Android Market bisa dijalankan di Galaxy Tab, beberapa tablet Android tidak mempunyai kemampuan ini. Aplikasi tidak mengalami masalah ketika scaled-up, setidaknya tidak akan terlihat jelek seperti aplilkasi iPhone yang dipakai pada iPad yang memiliki display 9.7 inci.

    4. Multitasking

    Dengan dukungan Froyo, 512 MB RAM dan sebuah prosesor 1 GHz processor, maka Anda tidak akan mengalami kesulitan tak peduli berapa banyak aplikasi yang dibuka. iPad dengan 256 MB RAM tentu tidak akan kuat menjalankan berbagai aplikasi bersamaan.

    5. Konektivitas

    Galaxy Tab memiliki Wi-Fi, Bluetooth, USB dan 3G. Galaxy Tab juga bisa berfungsi sebagai ponsel, video calls juga salah satu fiturnya dengan menggunakan kamera built-in yang ada, demikian juga built-in GPS. Segala yang Anda butuhkan ada di Galaxy Tab.

    6. Multimedia

    Fitur multimedia yang ada dalam Galaxy Tab jauh lebih baik dibanding pada iPad atau tablet lain. Seperti pada Galaxy S, Galaxy Tab juga bisa menjalankan direct playback MP4, DivX, XviD, MKV bahkan RMVB 720p. Tidak perlu konversi video, karena semua tinggal Anda transfer ke Galaxy Tab dan video-pun siap dinikmati.

    7. Kamera

    Ada 2 kamera pada Galaxy Tab: sebuah kamera VGA dan kamera utama 3.2 MP. Kamera depan untuk video call dan kamera utama untuk memotret dan membuat video. iPad? Tidak ada.

    8. Display

    Berupa TFT touchscreen 7 inci dengan resolusi 1024 x 600. Jika diplay iPad 1024 x 768 bukan berarti itu lebih tinggi dari Galaxy Tab, mengingat ukuran touchscreen iPad yang mencapai 9.7 inci.

    9. Portabilitas

    Tentu saja Galaxy Tab lebih kecil dan lebih ringan dibanding iPad. Beratnya hampir setengah dari iPad. Modelnya juga sangat stylish. Tidak akan merepotkan dibawa kemanapun.

    10. Harga

    Selain harganya yang jauh dibawah iPad, Galaxy Tab juga sangat mudah ditemukan. Berbeda dengan iPad yang dijual hanya di tempat-tempat tertentu, setiap gerai Samsung kini telah menyediakan Galaxy Tab. Iklan Galaxy Tab pun sudah bertebaran di ibu kota, berarti kini saatnya Anda mendapatkan Samsung Galaxy Tab! --


    Tiket Mudik KA via Minimarket



    From: Suhardono


    Minggu, 17/07/2011 19:58 WIB

    Tiket Mudik KA via Minimarket Mengecewakan, Dyah Gigit Jari

    Nurvita Indarini : detikNews

    detikcom - Jakarta, Pembelian tiket kereta api (KA) untuk mudik semakin gampang. Tak harus ke stasiun, tiket KA bisa diperoleh via minimarket atau pun call center. Namun sayang, Dyah terpaksa gigit jari karena layanan tiket KA via menimarket dan call center itu mengecewakan.

    "Saya sedang di Semarang, mau mencari tiket untuk mudik dari Jakarta ke Yogyakarta untuk tanggal 26 Agustus sore. Tapi tiket KA Taksaka sudah habis," ujar Dyah, pembaca detikcom, Minggu (27/7/2011).

    Pagi tadi pukul 07.30 WIB, Dyah menghubungi call center 121 untuk memesan tiket. Apa lacur, tidak ada petugas yang mengangkat teleponnya. Telepon Dyah baru diangkat petugas sejam kemudian. Sayang, petugas memberi kabar buruk dengan mengatakan tiket KA ke Yogya untuk tanggal 26 Agustus sudah habis.

    Dyah juga mencoba datang ke mimimarket yang ditunjuk untuk melayani penjualan tiket mudik. Namun, pelayanannya jauh dari yang dia harapkan. "Saya datang ke dua minimarket. Yang pertama petugasnya ngotot mulai jual tiket pada H-30 bukan H-40. Sedangkan yang satunya error jaringannya," keluh Dyah kecewa.

    Harapan dia untuk mudik pada 26 Agustus pupus sudah. Namun, dia berharap masih bisa kebagian tiket untuk 27 Agustus. "Besok saya sudah kerja jadi nggak mungkin ke stasiun. Saya akan coba pesan on line," tutur perempuan yang bekerja di Jl Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, ini.

    Kahumas PT KAI Daops I Mateta Rizalul Haq mengatakan, penjualan tiket mudik sejak H-40 dilakukan agar masyarakat bisa lebih leluasa mengatur waktu kepulangannya lebih lama. Semakin banyak tempat dibuka untuk melayani penjualan tiket dimaksudkan untuk semakin memudahkan masyarakat.

    "Minimarketnya kan ada banyak di sekitar rumah penduduk. Tidak perlu jauh-jauh ke stasiun, nanti ada ongkos lagi. Belum lagi kalau tiket habis, sudah jauh-jauh ke stasiun bikin kesal," tambah Mateta.

    Dia berharap semua sistem pelayanan penjualan tiket berjalan dengan baik, sehingga masyarakat semakin nyaman menggunakan layanan PT KAI. "Kami berupaya semaksimal mungkin. Kalau ada yang belum sempurna, akan disempurnakan," janjinya.




    Renungan Jumat





    From: <ertsanto@yahoo.com>


    Renungan jumat; Telor & Tempe gosong
    Cerita yg sangat luar biasa..
    Dua puluh tahun telah berlalu, namun masih terbayang jelas kenangan
    indah berikut;
    Suatu malam, ibu  yang bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu  selesai menghidangkan makan malam bapak  yang sangat sederhana berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.
    Sayangnya karena. mengurusi adik yang merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong !, saya melihat ibu sedikit panik, tapi tidak ϐίsα  berbuat banyak, minyak gorengnya sudah habis.
    Kami menunggu dengan tegang apa reaksi bapak yang pulang kerja, pasti
    sudah capek melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.
    Luar biasa ! Bapak dengan tenang menikmati dan memakan semua yang
    disiapkan ibu dengan tersenyum, dan bahkan berkata; " ibu  terima kasih!", dan bapak terus menanyakan kegiatan saya dan adik di sekolah.
    Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar ibu  meminta maaf
    karena telor dan tempe yang gosong itu, dan satu hal yang tidak pernah
    saya lupakan adalah apa yg bapak katakan:
    "Sayang, aku suka telor dan tempe yang gosong."
    Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada bapak, saya bertanya apakah bapak benar2 menyukai telur & tempe gosong ?".
    Bapak memeluk saya erat dgn kedua lengannya yg kekar & berkata
    "Anakku, ibu sudah bekerja keras sepanjang hari & dia benar2
    sudah capek, Jadi sepotong telor & tempe yg gosong tidak akan
    menyakiti siapa pun kok!"
    Ini pelajaran yg saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya; "BELAJAR MENERIMA KESALAHAN ORANG LAIN, dan memilih untuk merayakannya !", adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan  ‎​¥ªής  sehat, bertumbuh dan abadi
    ({}):)
    Semoga cerita diatas akan menambah wawasan kita, bahwa kesalahan bukanlah dijadikan sasaran tembak menyakitkan orang yang kita sayangi,
    tetapi justru menjadi pintu masuk menyatakan sikap sayang dan pintu maaf.

    Walahualam


    Telur burung

    Seorang nenek genit masuk ke BI (Bank Indonesia) dgn sekoper uang.. Ia
    minta dipertemukan dgn GBI (Gubernur BI)

    Nenek : "Saya akan buka rekening, dgn simpanan jumlah yg sangat besar!"

    Staff BI ragu, tp akhirnya membawa si nenek ke ruangan GBI..

    GBI: "Brp banyak uang yg akan disimpan?"

    Sambil meletakkan koper uang di meja,
    Nenek: "Rp. 1 milyar!! Tunai !!"

    Penasaranlah Pak GBI,
    GBI: "Maaf, saya agak terkejut.. Dari mana ibu dapat uang tunai sebanyak
    ini?"

    Nenek: "Saya menang tebak-tebakan.."

    GBI: "Menebak macam apa, kok taruhannya besar sekali?"

    Nenek: "Mau contoh? Saya yakin telur burungmu bentuknya kotak!"

    GBI: "Apa?? Ini tebakan paling konyol yg pernah saya dengar.. Anda tak
    mungkin menang dgn tebakan seperti itu!"

    Nenek: "Anda Berani bertaruh?"

    GBI: "Siapa takut!! Saya bertaruh Rp. 50juta, krn saya tahu telur saya
    tdk kotak!"

    Nenek: "Ok, ini menyangkut uang gede.. Bisa saya ajak pengacara ke sini
    besok jam 10 pagi?"

    GBI: "Silahkan saja!"

    Malamnya GBI, ia berdiri telanjang di depan cermin dan memastikan
    telurnya tidak kotak.. Sampai akhirnya dia yakin telurnya benar-benar
    bulat, tidak kotak.. Maka ia yakin besok bakal menang dan mendapatkan
    Rp. 50juta..

    Tepat jam 10.00 pagi, nenek itu dtg dgn pengacara ternama dan terkenal..
    Kemudian ia mengulang kesepakatan kemarin..

    Nenek: "Rp. 50juta untuk tebakan telur burungmu yg kotak?"

    Mengangguk setuju,
    GBI: "Okay!!"

    Nenek itu minta Gubernur buka celana spy semua bisa melihat bentuk
    telurnya.. Nenek meraih telur Gubernur dan merabanya...
    GBI: "Yah, tak apalah.. Uang Rp. 50juta tidak kecil.. Biar ibu yakin
    telur saya tdk kotak.."

    Pada detik yg sama saat nenek itu meraba telur Gubernur, pengacaranya
    terlihat lemas sambil membentur-benturkan kepalanya ke dinding..

    GBI: "Ada apa dengan pengacara itu?"

    Nenek ini menjawab kalem,
    Nenek: "Ndak apa2.. Saya cuma bertaruh dengannya Rp.250 juta, bahwa jam
    10.00 pagi ini saya bisa memegang telur Gubernur BI..!!"

    Berani bertaruh? =D =))=D =)) =D =))=D

    Kamis, 28 Juli 2011

    5 PEARLS OF WISDOM TO REMEMBER:

    5 PEARLS OF WISDOM TO REMEMBER:
    1. Money can't buy happiness but it's more comfortable to cry in a
    Mercedes than on a bicycle.
    2. Forgive your enemy but remember the bastard's name.
    3. Help a man when he's in trouble and he'll remember you when he's in
    trouble again.
    4. Many people are alive only because it's illegal to shoot them.
    5. Alcohol doesn't solve problems, but then neither does milk!

    By John R

    puisi wingko

    di UI

    dompet

    Pemandangan

    NZ

    Reuni Smp1..



    malaria


    wader goreng tepung