Senin, 28 Februari 2011

In Cold Blood: Fakta yang "Difiksikan"?




From: hernowo hasim

In Cold Blood

Oleh Hernowo

 

Nonfiksi yang dinovelkan.

 

"Bagaimanapun, sebuah ide bisa menyeberangi lautan. Ia bisa menyusup ke sebuah situasi yang memang pas untuknya—dan jadi kuat atau menakutkan." GOENAWAN MOHAMAD ketika mengulas ide-ide Gene Sharp yang kemungkinan besar ikut mempengaruhi terjadinya perubahan di Timur Tengah ("Ahimsa", Tempo 6 Maret 2011)

 

 

Hari Minggu 27 Februari 2011, tepat pukul 13.00 WIB, saya mengulang menonton film berkualitas Oscar, Capote, di saluran televisi HBO. Film ini dibuat pada tahun 2005. Ada tiga hal yang menarik perhatian saya terkait dengan film ini. Pertama, pemeran Truman Capote (1924-1984): Philip Seymour Hoffman. Kedua, teman Capote: Harper Lee—pengarang novel peraih penghargaan bergengsi "Pulitzer Prize", To Kill a Mocking Bird. Dan, ketiga, bagaimana Capote menjadikan kisah nyata (nonfiksi) dalam bentuk novel: In Cold Blood.

 

Mari kita mulai dengan yang ketiga: In Cold Blood. Indah, berkarakter, "menggigit" sekaligus mengerikan kan judulnya? Ketika saya mengajar matakuliah "Bahasa Indonesia" di ICAS (Islamic College for Advanced Studies) pada semester lalu, saya secara khusus memberikan materi "menulis mengalir" kepada para mahasiswa saya. Konsep "menulis mengalir" ini saya pijakkan pada genre-baru kepenulisan yang bernama "creative non-fiction" atau menulis nonfiksi secara kreatif.

 

Stephen Hawking, Oscar Lewis, Soe Hok Gie—untuk mengambil beberapa contoh—menurut Farid Gaban adalah para penulis nonfiksi yang berhasil menuliskan karya-karyanya secara cair-mengalir (berada dalam genre "creative non-fiction"). Truman Capote, bagi saya, adalah penulis hebat dari Amerika Serikat yang dapat dijadikan contoh awal bagaimana menulis nonfiksi secara kreatif. Hanya, berbeda dengan Hawking dan Lewis, Capote memang adalah seorang sastrawan atau pengarang fiksi yang dahsyat.

 

Film itu.

 

Dalam film Capote, saya benar-benar terpana ketika memahami bagaimana novel In Cold Blood dibuat. Novel ini terbit pada 1966 dan berhasil meraih Penghargaan Edgar yang kedua bagi Capote sebagai "Best Fact Crime Book". Capote merampungkan In Cold Blood selama empat tahun. Adegan di film yang paling menyentuh sekaligus menegangkan adalah ketika Capote mendengarkan kisah pembunuhan brutal dari sang pelaku di sel tahanan. Si pelaku bertutur seraya menitikkan air mata. Truman Capote sendiri merasakan ketegangan itu. Dia sudah menunggu sangat lama pengisahan itu.

 

Kemudian yang kedua, kita akan melihat serbasedikit tentang To Kill a Mocking Bird. Ketika Capote meriset data untuk In Cold Blood, dia ditemani oleh sahabat sesama pengarang, Harper Lee. Uniknya, Nelle—demikian panggilan akrab Harper Lee—hanya menulis satu novel selama hidupnya. Namun, lewat karyanya ini, Nelle berhasil membuat iri novelis lain. To Kill a Mocking Bird—menurut "The Guiness Book of World Records"—berhasil menjadi novel terlaris sepanjang masa. Novel ini berkisah tentang seorang negro yang dituduh membunuh dan dibela oleh pengacara kulit putih. Nah, Lee memotret seluruh kisah itu dalam pandangan seorang anak, usia 8 tahun, putri sang pengacara.

 

Bagaimana dialog yang tercipta antara Capote dan Lee—serta persahabatan yang mereka jalin—adalah sebuah "kehidupan" yang sangat mengasyikkan untuk ditonton. Philip Seymour Hoffman memang layak diganjar Oscar pada 2006. Dia memerankan Capote hampir tanpa cacat. Gaya bicara, tingkah laku, dan seluruh gerak-geriknya—meskipun saya tidak pernah melihat sosok-asli Capote—benar-benar seperti menghadirkan Truman Capote. Saya terkesan ketika dia memamerkan syalnya waktu mengunjungi pertama kalinya kantor kepolisian di Kansas—tempat pembunuhan itu terjadi. Gaya Hoffman yang genit dalam memerankan Capote sungguh menghentak.

 

Capote asli (kiri) dan Hoffman (kanan).

 

Alkhirnya, sampailah kita pada yang ketiga, yaitu film Capote yang berpusat pada sang pencipta In Cold Blood. Saya sangat menikmati ketika Capote menyusun novel In Clod Blood. Semula, kayaknya, Capote hanya ingin membuat berita tentang pembunuhan brutal itu di sebuah koran. Namun, semakin dia tenggelam dan merasakan drama pembunuhan berdarah itu, muncullah keinginannya untuk membukukannya. Saya tidak tahu apa alasannya. Saya menyaksikan bagaimana Capote melihat sendiri empat jasad yang sudah berada di dalam peti mati dengan kepala ditutupi perban. Ketika dia menggambarkan apa yang disaksikannya itu kepada sahabatnya, lewat telepon, saya dapat merasakan bagaimana Capote melukiskan hal itu di novelnya.

 

Ketika agennya kemudian meminta Capote untuk menuliskannya menjadi buku, Capote pun semakin tenggelam dan akhirnya bersahabat dengan salah seorang pembunuh. Menarik sekali bagaimana Capote mencari jalan agar dapat mengobrol dengan salah seorang pembunuh. Di samping kemudian saya dapat belajar bagaimana seorang pengarang melibatkan dirinya dengan materi yang ingin ditulisnya, saya juga dapat merasakan betapa pentingnya sebuah "public reading". Capote menulis In Cold Blood di Spanyol. Selama menuliskan novel itu, dia terus bersahabat dan berhubungan dengan sang pembunuh. Capote pun kadang berkunjung ke sel tahanan, mengobrol ringan, dan mengirim buku-buku kepada sang pembunuh.

 

Sebuah karya—baik berupa tulisan pendek maupun buku—akan menjadi sangat berpengaruh dan memiliki kekuatan luar biasa apabila sang penulis benar-benar mau dan mampu merasakan (terlibat dengan) apa yang ditulisnya. Bagi saya, Truman Capote—lewat film Capote—telah memberikan contoh (teladan) yang bagus bagaimana menjadi seorang penulis yang karyanya dapat memberikan pengaruh. Saya membayangkan andaikan banyak dari para penulis di Indonesia melihat film Capote dan belajar banyak darinya.[]


--

Bila Tuhan tak mengabulkan..............

Selamat pagi temans....
Sahabat, ketika:
Aku meminta kepada Tuhan untuk menyingkirkan MASALAH-MASALAHKU
Tuhan menjawab :
TIDAK, hal itu bukan untuk KU-singkirkan, tetapi agar kau MENGALAHKANNYA.

Lalu,
Aku meminta kepada Tuhan untuk menyembuhkan KECACATANKU
Tuhan menjawab :
TIDAK, jiwamu adalah SEMPURNA, badan hanyalah SEMENTARA.

Dan, Akupun meminta kepada TUHAN untuk menghadiahkan kepadaku KESABARAN,
Tuhan menjawab :
TIDAK, kesabaran adalah HASIL DARI KESULITAN, itu tidak dihadiahkan,
melainkan HARUS DIPELAJARI.

Aku juga meminta kepada Tuhan untuk memberiku BERKAH dalam hidup
Tuhan menjawab :
TIDAK, Aku telah memberimu RASA SYUKUR, agar hidupmu tak pernah kekurangan.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menjauhkan aku dari PENDERITAAN
Namun Tuhan menjawab :
TIDAK, Penderitaan akan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan
membawamu mendekat pada-KU.

Aku meminta kepada Tuhan untuk MENUMBUHKAN IMANKU
Tuhan menjawab :
TIDAK, Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi AKU akan memangkas untuk
membuatmu BERBUAH LEBIH BANYAK..

Aku meminta kepada Tuhan SEGALA HAL sehingga aku dapat MENIKMATI HIDUP ini
namun Tuhan menjawab :
TIDAK, Aku akan MEMBERIMU HIDUP, sehingga kau dapat MENIKMATI SEGALA HAL.

Sahabat, Terkadang kita tidak sadar Tuhan telah memberi kita kekuatan
tapi kita selalu merasa kekurangan dan tidak pernah mau melihat apa yang
orang lain alami.

Mulailah bersyukur dan menikmati hidup sambil menjadi tangan Tuhan.
jangan biarkan satu hari pun berlalu tanpa doa dan ucapan syukur atas
pemberian yang kita nikmati, betapa kecilnya pemberian itu.
Be Amazing..

Cinta tertinggi.





From: <ertsanto@yahoo.com>



Saya ingat dia hadir sebentar memenuhi undangan makan siangku.
Sudah kuduga dia pasti datang tidak sendiri karena dia sangat pegang prinsip kepantasan.
Dia mengajak sahabat asrama wktu dia sekolah yg aku juga sangat kenal.
Melalui sahabatnya pula aku tau melalui 5 serial message panjang di FB ku bila dia bertahun tahun hidup menderita.
Dia ,gadis tinggi berparas bak  Agnes Monica itu,dahulu adalah yg membuat  aku tergila gila tanpa daya .

Menikah dg seorang pengusaha muda ternyata tidak membawanya dalam kebahagiaan ttp justru penderitaan yg berkepanjangan. Selepas kecelakaan dlm rally mobil kesukaannya,sang suami koma hingga 7 tahun lamanya.Mukjijat Tuhan menyadarkan sang suami namun dlm kondisi lumpuh total,kiranya musibah itu membuat pendarahan dibatang otaknya.

Sebagai isteri yg tetap cantik diusianya, bisa saja dia minta cerai sesuai saran mertuanya yg iba melihat penderitaannya, dan ingin mengambil alih beban merawat anaknya,tetapi dia tidak bisa dan tidak mau menerima empati itu.

Dengan mata tajam dia berkata menjawab keheranan saya,atas penolakannya,

"Tidak mudah bagiku merubah yg dulu disatukan olehNya,
Aku mampu menjalani sekian lama hidup dg suami yg bagai raga tanpa jiwa,tentu Tuhan pula yg menguatkan,
Dan tak mungkin aku menodai perkuatanNya hanya karena nafsu atau egoku. Karena aku yakin kapan saja mudah bagiNya bila Dia ingin mengambilnya,           entah melalui aku sakit atau lebih dari itu.
Aku makin bahagia kini mas,karena dalam merawat suami aku setiap saat merasa Dia disampingku, setiap detik membimbingku.
Hal itu yg menurutku merupakan karunia yg membuat aku lebih baik dari kehidupan kami sebelumnya.
Terimakasih atas perhatian mas dan kita saling doa saja."

Kalimat itu memungkas harapanku yg tadinya dalam alam bawah sadar dan kenekatanku,aku  masih ingin mengajaknya menapaki kehidupan baru bila dia memang benar2 menginginkannya.

Dia  mencintai Nya jauh diatas cintanya pada dunia.

Jakarta 1998.

kemaren siang : es beras kencur


5 Organisasi Besar Garap Program Islam di Indovision, Mulai 28 Feb 2011


From: Bambang Udoyono



---------- Forwarded message ----------
From: Achmad Rifki <a.rifki@yahoo.com>
Date: 2011/2/28
Subject: [baca_serambi] 5 Organisasi Besar Garap Program Islam di Indovision, Mulai 28 Feb 2011
To: kajianparamadina@yahoogroups.com, paramadina_muda@yahoogroups.com, internalmadina@yahoogroups.com, labkota_mwc@yahoogroups.com, paramadina@yahoogroups.com, baca_serambi@yahoogroups.com, ruangbaca@yahoogroups.com, workshopnulis_paramadina@yahoogroups.com, SuaraHati@yahoogroups.com, islamprogresif@yahoogroups.com, pantau-komunitas@yahoogroups.com


 

5 Organisasi Besar Garap Program Islam di Indovision, Mulai 28 Feb 2011


Sebuah langkah baru dakwah melalui televisi dimulai di Indonesia sejak 28 Februari 2011. Lima organisasi Islam besar bergabung menyelenggarakan program siaran Belajar Islam, setiap pukul 20.00 WIB melalui televisi berlangganan Indovision (MNC Muslim, channel 97).


Kelima organisasi tersebut adalah: Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah,  Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta, Alimat (koalisi organisasi-organisasi perempuan) dan Yayasan Paramadina.


Dari Senin sampai Jumat pada pukul 20.00 WIB, Belajar Islam hadir di tengah-tengah pemirsa  dengan beragam tema. Setiap Senin malam, Muhammadiyah mengulas tema-tema seputar Sosial Ekonomi. Pada Selasa malam, Yayasan Wakaf Paramadina mengulas tema-tema seputar Tasawuf. Pada Rabu malam NU mengulas tema-tema seputar Fikih. Pada Kamis malam, Alimat mengulas tema-tema seputar Perempuan & Keluarga. Terakhir, pada Jumat malam, UIN Jakarta mengulas tema-tema seputar Politik Islam.


Program Belajar Islam adalah program kerjasama nirlaba antara Indovision dengan Konsorsium Belajar Islam yang dikoordinasi oleh Yayasan Paramadina. Rencana pembuatan program sudah dimulai sejak dua tahun lalu ketika Paramadina dan Indovision bersepakat tentang pentingnya meluncurkan program keagamaan yang akan membantu khalayak – baik muslim dan non-muslim – memahami secara mendalam kekayaan khazanah ajaran Islam dengan pendekatan yang populer dan berbobot.


Rencana ini ternyata memperoleh respons yang sangat positif dari organisasi-organisasi Islam besar yang merasa adalah kewajiban umat bersama untuk membangun Islam Indonesia yang damai, ramah, menghargai keberagaman dan menghargai kekayaan khazanah pengetahuan yang dikembangkan di dunia Islam selama berabad-abad.


Saat ini program yang dikembangkan Konsorsium baru terbatas pada Belajar islam yang akan ditayangkan lima kali sepekan. Namun ini baru langkah awal. Di masa mendatang,  Insya Allah, akan hadir berbagai program lain oleh Konsorsium di Channel MNC Islam Indovision.


Berikut jadwal tayangan Belajar Islam pekan ini:


Senin (28/2), Pukul 20.00 WIB

Muhammadiyah (Sosial Ekonomi)

"Pendidikan Berbasis Keberagaman (Pluralisme)"

Host: Chusnul Mar'iyah, Ph.D

Narasumber: DR. Abdul Mu'ti

Discussant: DR. Mohammad Nasih

 

Selasa (1/3), Pukul 20.00 WIB

Yayasan Wakaf Paramadina (Tasawuf)

"Apa itu Tasawuf?"

Host: Zubaidah Yusuf

Narasumber: Abdul Moqsith Ghazali dan Yunasril Ali

 

Rabu (2/3), Pukul 20.00 WIB

NU (Fikih)

"Cinta Tanah Air"

Host: Ufi Ulfiah

Narasumber: Imdadun Rahmat dan Abdullah Syarwani

 

Kamis (3/3), Pukul 20.00 WIB

Alimat (Perempuan dan Keluarga)

"Menuju Keluarga Sakinah"

Host: Rani Anggreani Dewi

Narasumber: Irma Makarim dan Pardamean Harahap

 

Jumat (4/3), Pukul 20.00 WIB

UIN (Politik Islam)

"Perlukah Sistem Khilafah Islamiyah?"

Host: Siti Nurbaya, M.Si

Narasumber: Dr. Shihabuddin Noor dan Dr. Fatmawaty

 

Pertanyaan, masukan, saran dan kritik, dapat dikirim ke:

Email: belajarislam_282@yahoo.com

Akun facebook: Belajar Islam (http://www.facebook.com/profile.php?id=100002068249442)

Grup facebook: Belajar Islam (http://www.facebook.com/group.php?gid=395890825802)

Twitter: @b_islam (https://twitter.com/b_islam#)

Antraks Menyerbu, Semarang Waspada





From: hernawan


25 Februari 2011 | 21.55 WIB

Regional

click to enlarge

SEMARANG, KOMPAS.com - Serangan antraks di Kabupaten Boyolali menjadikan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan antisipasi dengan cara melakukan pemeriksaan terhadap seluruh sapi yang ada.

"Sejak awal minggu ketiga Februari, saya sudah memerintahkan dokter hewan dan paramedis untuk sweeping ke daerah-daerah yang dimungkinkan ada sapi dari luar daerah. Seluruh sapi harus diperiksa," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Ayu Entys, di Semarang, Jumat (25/2/2011).

Sejumlah daerah yang dimungkinkan sebagai pintu masuk daging dari luar daerah sekaligus menjadi daerah sentra peternakan sapi yakni di daerah Gunungpati, Mijen, dan Ngaliyan.

Ayu menambahkan selain dokter hewan dan paramedis keliling melakukan pemeriksaan sapi, Dinas Pertanian Kota Semarang juga telah mengingatkan rumah pemotongan hewan (RPH) untuk lebih teliti memeriksa sapi yang akan dipotong.

"Jika sapi berasal dari luar daerah, maka harus disertai dengan surat keterangan sehat. Surat keterangan sehat tersebut juga harus diperiksa lagi. Jadi benar-benar hati-hati betul," katanya.

Ayu menegaskan bahwa sampai saat ini di Kota Semarang tidak pernah ditemukan kasus antraks dan diharapkan dengan peningkatan pengawasan dan pemeriksaan, bakteri berbahaya tersebut tidak sampai terjadi di Semarang.

Dugaan adanya kasus antraks di Boyolali bermula pada 12 Januari 2011, ada sapi sakit disembelih dan dikomsumsi warga.

Satu pekan kemudian dilaporkan sembilan warga yang kontak langsung dengan sapi itu, mengalami demam, muntah-muntah, sesak nafas, kulitnya melepuh mengandung cairan, dan ke luar bintik-bintik merah.

Saat ini lima dari sembilan warga Kabupaten Boyolali yang terkena penyakit antraks tersebut, sampai saat ini masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit Umum Dr Moewardi, Solo.

Luka-luka di wajah, kaki, dan tangan mereka sudah mulai mengering. Mobilisasi tidak terganggu, komunikasi baik, nafsu makan dan minum juga semakin meningkat.

Editor: Benny N Joewono

Sumber : ANT

Minggu, 27 Februari 2011

Panen Padi

bb anyar buat mas drg

Kabar GEMBIRA bagi Maniac BB !!!
 Blackberry SALE 
Torch White Rp. 3.999.000,-
Onyx2 White Rp. 2.999.000,-
Gemini white Rp. 1.000.000,-

ONLY 2 DAYS
29 & 30 February 2011
At all Blackberry center all Indonesia.

Don't miss it guys !

iki piye to?

mumutz!

deliious

peta

IMG00722-20110222-1527.jpg

pepes om.. :D

Jumat, 25 Februari 2011

Pikiran yang Berkembang dengan Baik




From: hernowo hasim


Pikiran yang Berkembang dengan Baik

Oleh Hernowo

 

 

"Pikiran yang berkembang dengan baik, gairah belajar yang tinggi, dan kemampuan memadukan pengetahuan dengan kerja adalah kunci-kunci baru menuju masa depan."

—Laporan SCANS

 

 

Begitu membaca Laporan SCANS, saya langsung berteriak sangat keras, "Aku ingin memiliki kunci-kunci baru menuju masa depan itu!" Setiap orang tentu ingin dapat hidup di masa depan dengan nyaman. Saya sangat meyakini bahwa masa depan, insya Allah, akan lebih baik daripada masa kini. Kebetulan, menurut Laporan SCANS, kunci-kunci baru menuju masa depan itu hampir semuanya terkait dengan kepemilikan pengetahuan. Tentu memiliki uang yang banyak, harta berlimpah, dan benda-benda materi lain juga penting karena meski mau hidup di masa depan, hidup itu bukan di akhirat tapi di dunia nyata. Hanya, memiliki pengetahuan, bisa jadi, bisa sekaligus memiliki uang, harta, benda-benda materi lain secukupnya.

 

SCANS adalah singkatan dari Secretary's Commission on Achieving Necessary Skills. Komisi ini dibentuk oleh Kementerian Tenaga Kerja Amerika Serikat di bawah Program Amerika 2000 milik mantan Presiden Bush. Pembentukan komisi ini untuk mendeteksi apakah sistem sekolah, waktu itu, benar-benar diprogram untuk berhasil. Ternyata tidak. Sistem sekolah tidak diprogram untuk berhasil. Akhirnya, apa yang terjadi? Banyak lulusan sekolah yang kemudian bekerja dan kariernya macet. Mereka—para pekerja itu—tidak mampu mengembangkan pikirannya dengan baik.

 

Berbeda dengan dunia sekolah waktu itu, dunia bisnis senantiasa memprogram sistemnya untuk senantiasa berhasil. Dunia bisnis, misalnya, menggunakan komputer pemeriksa ejaan sehingga setiap surat yang mereka tulis dapat dikirimkan dengan ejaan yang sempurna. Perusahaan akuntan menggunakan kalkulator elektronik dan program komputer untuk memastikan bahwa laporan keuangan dan pajak penghasilan klien mereka 100 persen akurat. "Zero defect" atau tak ada kesalahan sama sekali di dalam menghasilkan produk benar-benar dijaga dan diawasi dengan sangat ketat. Dunia bisnis berbeda dengan dunia sekolah.

 

Saya membaca Laporan SCANS itu lewat buku menarik karya Gordon Dryden dan Jeannette Vos, Revolusi Cara Belajar (Kaifa, 2001). Saya mencari dan menemukan Laporan SCANS itu untuk saya gunakan membangun sebuah sekolah. Hari-hari ini, saya memang disibukkan untuk menyiapkan sebuah sekolah berpikir. Saya ingin, lewat sekolah ini, banyak orang dapat—sekali lagi merujuk ke Laporan SCANS—mengembangkan pikirannya dengan baik. Sekolah ini akan saya beri nama "Sekolah Berpikir Mengikat Makna". Saya ingin, lewat sekolah ini, membantu mengembangkan pikiran banyak orang lewat kegiatan membaca dan menulis yang dipadukan (atau hal ini saya namakan "mengikat makna").

 

Sistem belajar dan berlatih di sekolah berpikir ini ingin saya program untuk berhasil alias tidak ada yang gagal. Caranya adalah dengan menciptakan "evaluasi internal". "Evaluasi internal" bukan dilakukan oleh instruktur atau para pengelola sekolah melainkan dilakukan sendiri oleh para peserta yang ikut sekolah berpikir. Jadi, setiap peserta harus memiliki kemauan dan kemampuan untuk mengevaluasi dirinya sendiri kapan pun dia memerlukannya. Lembaran evaluasi itu yang saya sediakan akan bernama "Lembaran Mengikat Makna". Para peserta saya dorong untuk merumuskan (secara tertulis) apa yang sudah mereka peroleh dan apa yang belum selama belajar dan berlatih di sekolah berpikir.

 

Memang, ada satu sikap yang perlu untuk mereka tunjukkan kepada diri mereka sendiri. Sikap itu adalah jujur kepada dirinya sendiri. Untuk dapat menjalankan program "evaluasi internal" ini kejujuran merupakan sebuah syarat mutlak—tidak dapat ditawar. Bagaimana mendeteksi apakah mereka telah jujur kepada diri mereka sendiri? Kegairahan, ya kegairahan belajar tampak dari pertanyaan dan tulisan-tulisan mereka. Menurut Laporan SCANS, selain pikiran yang terus berkembang dengan baik, kegairahan belajar juga penting agar seseorang dapat membuka pintu gerbang untuk hidup di masa depan. Saya sendiri juga berharap, sekolah berpikir ini juga dapat dimanfaatkan mereka untuk berlatih "memadukan pengetahuan dengan kerja". Jika toh ada peserta yang belum bekerja—misalnya masih kuliah—maka sekolah ini dapat digunakan untuk "memadukan pengetahuan dengan lingkungan" tempat mereka hidup dan berkembang.

 

Jadi, jika Laporan SCANS menyatakan, "pikiran yang berkembang dengan baik, gairah belajar yang tinggi, dan kemampuan memadukan pengetahuan dengan kerja adalah kunci-kunci baru menuju masa depan", lewat sekolah berpikir ini saya menambahkan satu unsur lagi, yaitu "kejujuran terhadap diri sendiri". "Kejujuran terhadap diri sendiri" ini semoga dapat menjadi kunci keempat—yang mendukung ketiga kunci sebelumnya—untuk meraih masa depan yang lebih baik dan menjanjikan.[]


--

Terkenang Sop Sumsum dan Nasi Gurih Magelang




From: Suhardono


Selasa, 22/02/2011 13:21 WIB

Terkenang Sop Sumsum dan Nasi Gurih Magelang

Wina S - detikFood
Terkenang Sop Sumsum dan Nasi Gurih Magelang
http://pariwisatamedan.com
Magelang - Nama Pengirim: Wina S
Email: bronidog[at]xxx.com

Udara dingin kota Magelang memang cocok untuk menikmati hidangan yang hangat-hangat, seperti sop sumsum misalnya. Slurpp... ada sensasi sendiri saat menyedot sumsum yang lezat! Apalagi yang satu ini disajikan dengan nasi gurih yang kaya rempah. Coba yuk!

Sejak siang hari hujan deras mengguyur Magelang. Udara dingin semakin terasa menusuk tulang malam itu. Perut pun lebih cepat mengisyaratkan keroncongan. Saya yang berada di 'kota hujan' itu berusaha mencari menu khas Magelang yang bisa mengisi perut sekaligus menghangatkan badan.

Setahu saya di kota ini ada sop senerek yang terkenal. Tapi menurut karyawan hotel yang saya tanyai, warung senerek hanya buka siang hari. Ia menganjurkan untuk mencoba bakmi godog Magelangan. Saya kurang tertarik oleh tawaran itu, karena sudah sering menikmati bakmi Jawa yang menjamur di Jakarta.

Saat itu keponakan saya menginformasikan tentang Sop Sumsum yang tertulis di internet. Setelah membacanya kami pun tertarik untuk memburu menu baru itu. Kami bertiga: saya, suami, dan keponakan, bergerak menuju warung makan yang terletak di daerah Panca Arga, Magelang Selatan.

Ternyata tidak susah menjumpai warung baru itu. Spanduk merah berbalut lampu hias bertuiskan 'Nasi Gurih dan Sop Sumsum' dengan jelas terpampang, tidak jauh dari perempatan Pakelan. Warung sederhana itu tidak terlalu besar. Ada 3 meja makan untuk 4 orang di warung yang menempati carport rumah.

Dua meja sudah terisi tamu. Sepasang remaja dan satu keluarga seperti kami. Setelah membaca menu, kami tertarik untuk memesan 2 porsi Sop Sumsum, 1 nasi putih, dan 2 Nasi Gurih yang dianggap special di warung itu.

"Sebenarnya sopnya banyak jenisnya mbak. Ada daging, lidah, iga, kaki. Tapi yang kami populerkan sop sumsumnya. Karena di Magelang makanan seperti ini tergolong baru dan unik dan sebagian besar konsumen memang mencoba sop ini" kata Mbak Antie (30 th), si pemilik warung yang baru membuka warung ini sekitar seminggu lalu.

Yang tersaji lebih dulu adalah 2 porsi nasi gurih, dengan lauk ayam, empal, dan tempe/tahu. "Sopnya memang agak lama. Karena kami memasak lagi kuahnya biar terasa lebih segar," kata Mbak Antie kepada saya.

Sambil menunggu Sop Sumsum dihidangkan, kami tergerak untuk mencoba nasi gurih yang terhidang. Suamiku langsung mengangkat jempol mengisyaratkan enaknya nasi gurih itu. Saya yang sesungguhnya kebelet pada sop sumsum yang hangat, penasaran juga oleh pujian suami. Sesuap nasi yang kuambil dari piring suami saya coba bersama sambel pete yang mengiringi nasi gurih itu.

Jempol suami saya itu ternyata memang bukan basa-basi. Pada suapan pertama saja gurihnya nasi ini begitu terasa. "Yang juga istimewa, sambelnya itu lho... nikmat dan nendang banget. Mungkin karena campuran petenya yang ikut menggugah selera," kata suamiku.

Selain sambel pete, saya menduga daun kemangi yang terlihat di sela-sela nasi ikut menambah wanginya nasi. Tapi darimana rasa gurih yang menggigit itu ? Apa sama dengan nasi uduk khas Jakarta?

"Tidak sama dengan nasi uduk yang menggunakan santan. Nasi Gurih ini hanya perpaduan nasi dan rempah-rempah, ditambah ikan jambal roti yang dihaluskan," jelas Mbak Antie kepada saya.

Tak terasa, kurang dari 10 menit dua porsi Nasi Gurih itu tandas kami santap bertiga. Jadi ketika 2 porsi Sop Sumsumnya tersaji hanya ditemani 1 porsi nasi putih. Seperti halnya nasi Gurih, suapan pertama kuah sop sumsum langsung menanamkan kesan tersendiri. Segar dan tidak eneg seperti Sop Kaki Betawi yang pakai santan dan minyak samin.

Saya merasakan perpaduan kayu manis, bunga pala, dan daun bawang yang kuat, sehingga kuah bening itu terasa segar. Apalagi disajikan dalam kondisi panas, sehingga kesegaran itu makin terasa. Dan yang pasti kehangatan kuahnya ikut menghangatkan badan di tengah dingin udara Magelang yang mencapai puncaknya di bulan Agustus-September ini.

Sumsumnya sendiri tersaji dalam potongan tulang utuh yang terlihat memenuhi mangkok lumayan besar. Untuk mendapatkan sumsum itu perlu perjuangan tersendiri. Kami harus mencocok-cocoknya dengan sedotan plastic, dan kemudian menghisapnya. Sluurp... nikmat!

Ada sensasi tersendiri ketika sumsum yang tidak banyak jumlahnya itu berhasil tuntas kita sedot. Selain sumsum, pada tulang tulang itu juga masih nempel sisa-sisa daging yang gurih dan kenyal-kenyal empuk. Kembali sensasi 'sluurp... nikmat' itu kami rasakan ketika sisa-sisa daging itu memasuki mulut.

Si penjual membuka rahasia, ternyata rahasia empuknya adalah dengan memasak tulang-tulang itu pada panci presto dalam waktu cukup lama. Namun, bagi kami yang mengesankan memang kuah sopnya. "Susah dicari bandingnya," puji suamiku yang berpengalaman mencoba berbagai kuliner di tanah air.

Berapa harga yang harus kami bayar untuk kenikmatan ini? Cukup Rp 55.000,00 saja. Asal tahu saja seporsi Nasi Gurih dihargai Rp 5000, sedang kan Sop Sumsum seharga Rp 10.000. Lauk bervariasi, tahu/tempe Rp 1000, ayam goreng Rp 5000, dan empal Rp 6000.

Buat Anda pecinta kuliner yang kebetulan melintas Magelang, tak ada salahnya mencicipi menu yang bisa jadi ikon kuliner Magelang ini.

Warung Makan 'A&A'
Jl. Sarwo Edi Wibowo 112, Panca Arga
Magelang Selatan
Tlp. 0293-311682/5820979
 


--

sarapan nganggo jangan jipang


[info buku] SyekhSitiJenar:MengungkapMisteridanRahasia Kehidupan (emha)

From: dionthel

Pertentangan menerapkan/infiltrasi dakwah antara Syech Siti Jenar dan
kesembilan Wali adalah soal syariat, dimana pihak penguasa selalu
mendapat kritikan pedas krn masih menerapkan ritual/budaya lokal
warisan Hindu/Budha. Ini yg diakomodir oleh Wali sanga.
Sedang syech Siti Jenar tidak.
Lewat kaki tangan penguasa inilah banyak terjadi distorsi sejarah.

Pengertian Wihdatul wujud (manunggaling kawulo Gusti/sangkan paraning
dumadi) sebenarnya bukanlah ajaran/ilmu tapi semacam maqam (posisi)
hamba dg Sang Khaliq.
Paham ini banyak dipengaruhi oleh Al Hallaj di Baghdad.
Dan paham ini yg sering dipolitisasi, spt Al Hallaj di Baghdad yg
dihukum gantung oleh penguasa, Syech Siti Jenar jg mengalami hal yg
sama.

Iki salah satu tulisan Cak Nun ttg Syech Siti Jenar, bs dijadikan
referensi, meski tdk hrs ditelan mentah2.

Sang Siti Jenar

Ilmu selalu membukakan cahaya. Tapi, di setiap ujung langkah,
kegelapan mencegatnya. Ternyata, itulah yang memungkinkan perjuangan
menjelajahi arasyi ilmu "berjanji" untuk mengantarkan kita ke
keabadian. Sebut: ke Tuhan.
Jika seseorang menggenggam keyakinan ilmu tanpa menyisakan "uang tak
terduga", sesungguhnya ia sedang melamar "kematian". Kata kematian
sengaja kita taruh diantara tanda petik karena kosmologi yang kita
pahami—seperti Syekh Siti Jenar memandangnya—ternyata terbalik.

Wali "sempalan" itu memandang dunia dan kehidupan absrud adanya.
Kejelasannya sangat tidak jelas dan ketidakjelasannya sangat jelas.
Mungkin ada kata tertoreh yang lebih lugas: "Saksikanlah, kematian
bertebaran dalam kehidupan!"
Kematian berlapis-lapis dan berdimensi. Berbagai kematian hampir tak
diketahui oleh mereka yang menyangka sedang tinggal dalam kehidupan.
Kematian memang tak terlihat. Ini membuat orang bersorak-sorai di
lantai pesta kematian yakni kehidupan. Orang mencemaskan kematian
yakni kehidupan.

Orang mencemaskan kematian. Bahkan mereka siap membayar
penghindarannya dengan biaya yang muskil, dengan ilmu dan pembangunan
yang memperanakkan penindasan dan perang.
Kematian bertebaran dalam kehidupan. Kematian riuh rendah. Oleh karena
itu, di segala zaman, amat sedikit orang yang bersedia menempuh jalan
sunyi. Amat sedikit orang bertanya. Sebab, ilmu menjawab pertanyaan
dengan pertanyaan. Kebudayaan menjawab pertanyaan dengan perombakan.
Pembangunan menjawab pertanyaan dengan peruntuhan. Sejarah menjawab
pertanyaan dengan perubahan. Dan politik menjawab pertanyaan dengan
senapan.

Siti Jenar memilih jalan sunyi itu. Betapa terkutuk ia, tetapi betapa
agung sakit yang dikunyahnya. Bukan Siti Jenar, tapi "Siti Jenar".
Bukan figurnya, tapi substansi dan posisi simbolisnya. Siti Jenar
sudah terpenjara: kumal, kumuh, dan barangkali terkutuk-oleh "syariat"
sejarah. Oleh formalisme dan "materialisme". Tapi "Siti Jenar" adalah
salah satu idiom yang menggairahkan untuk menyebut bagian—dari dunia
dan kehidupan—yang mempertanyakan. Menawar. Menggugat.

Tatkala mengantarkan "kematian"-nya, Sunan Bonang menurut salah satu
versi legenda tentangnya berkata, "Engkau kafir di mata manusia, tapi
muslim di pangkuan-Nya."
Alangkah berbahaya. Ini revolusi filsafat, juga teologi. Itulah pintu
untuk menjumpai kehidupan sejati dibalik kematian yang kita
hidup-hidupkan. Dan pintu itu harus ditutup rapat-rapat: tidak saja
oleh ideologi pembangunan yang memompa-mompa kesementaraan yang
berujung kebuntuan dan serta batu bata emas permata yang berujung
kemusnahan. Pintu itu bahkan di gembok erat-erat oleh kekuasaan
syariat di pangung pemelukan agama. Tampaknya, Sunan Bonang
mengucapkan kalimat "subversif" itu dalam sidang tertutup yang
dilarang diperdengarkan ke telinga umat.

Maka, Siti Jenar harus disembunyikan. Ia ancaman terhadap kebakuan,
kebekuan dan kemapanan. Ia ancaman bagi tradisi, konvensi, pakem,
ketertaatan yang selesai: yakni segala bangunan, sistem, keberlakuan
nilai, yang diresmikan untuk tak boleh diubah, untuk menjadi museum.

Dalam kebudayaan, adanya kehidupan ditandai oleh terus-menerus
berlangsungnya transformasi kreatif. Atau paradigma dalam penjelajahan
ilmu, inovasi dalam kesenian, ijtihad dalam agama. Itu semula jalan
sunyi. Dunia kekuasaan mencurigainya, formalisme agama
menyempalkannya, kebudayaan mengangapnya gila, dan kebanyakan manusia
tak menyapanya.

Wajah "Siti Jenar" membayang di keremangan dunia puisi, yang terduduk
sepi di pojok pasar. Terselip dibalik lembaran-lembaran ilmu yang
berhasil memotret realitas tetapi gagal merekam geraknya. Kalau
ditanyakan kepadanya-"Dimana letakmu dalam tata nilai budaya?, ia
menjawab-"Aku berumah di geraknya. Aku berjalan melintasi petak demi
petak kebekuannya. Aku tidak percaya kepadanya karena dia palsu: kalau
dipertahankan ia mati, kalau di ubah ia menjelma kelenyapan demi
kelenyapan".
Siti Jenar sudah dipatungkan dalam format nilai budaya sejarah: ia
mati, dimatikan, dan menjadi kematian. Tapi "Siti Jenar" sudah hidup,
mengatasi budaya, dan bergabung ke keabadian.

Ketika dipanggil menghadap sidang para wali, ia menjawab, "Siti Jenar
tak ada. Hanya Tuhan yang ada."
Siti Jenar bukan Tuhan. Sama sekali bukan Tuhan, Apa yang ia lakukan
"hanyalah" peniadaan diri. Sebab, memang hanya itulah satu-satunya
jalan bagi manusia. Hanya Tuhan yang sungguh-sungguh ada. Manusia
hanya seakan-akan ada, hanya diadakan, diselenggarakan. Sejatinya tak
ada. Maka, jalan agar tak palsu, agar sejati, ialah meniada, bergabung
kepada satu-satunya yang ada. Itulah tauhid.
Ini juga bukan soal tasawuf, mistik, dan kebatinan. "Siti Jenar"
ditemukan oleh orang-orang tua yang mulai melihat bahwa segala sesuatu
yang ia ada-adakan selama hidupnya dengan keringat dan tumpukan dosa
ternyata sangat potensial untuk tiada. "Siti Jenar" ditemukan oleh
para penguasa yang di ujung jatah keberkuasaannya ia memperoleh lebih
banyak ketidakamanan.
"Siti Jenar" menemani orang yang dikejar-kejar karena mengugat dan
menawarkan kehidupan kepada kematian yang dilestarikan. "Siti Jenar"
terkapar bersama sedikit orang penolak kematian yang berwujud
otoritarianisme politik, ketakberbagian ekonomi dan kejumudan kultur.
"Siti Jenar" bernyanyi perih dalam tidur orang-orang yang meletakkan
fikih sejajar dengan firman dan identik dengan Tuhan. "Siti Jenar"
tercampak dari arena kebudayaan yang hanya sanggup menerima verbalitas
bahasa, yang mengahafalkan hidup adalah KTP, negara, norma,
undang-undang, dan juklak-juknis. Terlempar dari kebudayaan yang
bersembahyang demi prevensi kepegawaian teologis dan tidak dalam
dinamika ilmu tarekat; yang berpuasa untuk lapar, berzakat untuk
kredit status, berhaji untuk keningratan. "Siti Jenar" diusir oleh
formalisme, "syariat" dan fanatisme.

....................Tip-ex-------------

Emha Ainun Nadjib

Kata Mas Anis




Rabu, 16/02/2011 01:49 WIB
Arab Saudi Tak Lagi Terima TKI, Tamparan Bagi Menakertrans
Moksa Hutasoit - detikNews

Jakarta - Pemerintah Arab Saudi menghentikan penerimaan Tenaga Kerja Indonesia serta seluruh kegiatan yang berkaitan dengan itu. Penghentian ini merupakan tamparan keras bagi pemerintah, khususnya Menakertrans.

"Bagi pemerintah Indonesia, penyetopan pengiriman TKI di Arab Saudi sesungguhnya merupakan tamparan keras untuk bangsa yang berdaulat dan bermartabat," ujar Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (15/2/2011).

Anis menjelaskan, dengan penghentian ini, nasib TKI yang sudah lebih dulu ada di negara itu bakal semakin tidak menentu. Selama ini saja, TKI yang menjadi korban kekerasan di Arab Saudi, tidak memiliki kepastian hukum yang jelas.

"Kita tidak akan dapat berharap terlalu banyak atas kasus Sumiati, Kikim, dan ratusan, bahkan mungkin ribuan TKI yang terampas hak-haknya sebagai manusia dan buruh migran di Arab Saudi," tegasnya.

Migrant Care mendesak supaya pemerintah segera memulangkan seluruh TKI yang ada di Arab Saudi. Anis juga berharap agar pemerintah dapat memberi kepastian hukum bagi TKI yang sudah menjadi korban-korban kekerasan.

"Menyediakan lapangan pekerjaan secara nyata, bukan di atas kertas," tandasnya.

Selasa (15/2) kemarin, Ketua Komite Perekrutan Tenaga Kerja di Kadin Saudi cabang Jeddah, Yahya Hassan al-Maqbool, mengatakan keputusan penghentian penerimaan TKI ini diambil setelah adanya pemberitaan yang dianggap terlalu berlebihan atas kasus penyiksaan para TKW di Saudi.

(mok/mpr)

[Tolong Bantu Nenek

Semoga gak ada yg sama namanya. Just kidding..!!
*nek podo asmane yo gur kebetulan belaka*


Ada suatu cerita tentang nenek yang sulit untuk menghapal nama cucu -
cucunya, karena diberi nama yang sangat panjang. Adapun nama
cucu-cucunya adalah Satrio Panji Budi Utomo, Kartiko Darma Rahmat
Triaji, Budi Burhanudin Ahmad Yamin, Citro Lukman Bahar, Hamzah Hamdani
Hasibuan.

Bersama ini saya coba untuk membantu nenek tersebut dengan menyingkat
nama cucu-cucunya sbb :

1. Satrio Panji Budi Utomo (SPBU )

2. Kartiko Darma Rahmat Triaji (KDRT)

3. Budi Burhanudin Ahmad Yamin (Bubur Ayam )

4. Citro Lukman Bahar (Cilukba )

5. Hamzah Hamdani Hasibuan (Ha ha ha)


Barangkali di antara rekans ada punya usul lain, tolong bantu nenek itu.
Terimakasih sebelumnya.

Rabu, 23 Februari 2011

Bothok jantung pisang,pepes kakap dan pepes telur ikan

From: *widinetwork*


Jadwal makan pagi tiap jumat dengan lauk ini.belinya di pasar kaget
belakang gubernuran tiap jumat pagi..
Monggo dhahar...

nglotis

From: suhardono

Nglotis blimbing samping omah...

Selasa, 22 Februari 2011

Arvan Pradiansyah: Belajar dari Nenek Yang Menangis Tiap Hari





From: Bambang Udoyono


 

[Feature Profil]
Arvan Pradiansyah: Belajar dari Nenek Yang Menangis Tiap Hari
---Wayan Diananto

Awal pekan Januari 2011 di Purwakarta, di sebuah kelas intensif dengan peserta dua puluh orang. Seorang pembicara mengetengahkan topik rasa syukur. Dalam sebuah jeda, seorang peserta kelas berbicara tentang pahitnya kehilangan.

"Selama ini saya bermasalah dengan ayah. Sudah bertahun-tahun tidak menemuinya. Hari itu saya ingin menemuinya. Saya merasa ada sesuatu yang keliru dan harus segera diperbaiki. Pada saat niat itu muncul, saya menuju ke kediamannya. Saya memang bertemu ayah, tapi matanya terpejam. Dan tidak pernah bisa terbuka lagi. Saya menyesal. Saya tidak tahu seberapa besar nilai seorang ayah dalam kehidupan sampai kehilangan selamanya. Nyatanya, saya tidak pernah mensyukuri keberadaan ayah," ujar si peserta. Rasa sesal menggores begitu dalam.

Nenek yang Menangis Tiap Hari

Begitulah hidup. Manusia bercengkerama dengan dua hal bertentangan. Sedih dan bahagia. Menurut sang pembicara kelas itu, bahagia sebenarnya soal bagaimana sudut pandang kita memandang hidup. Perkenalkan, nama pembicara ulung itu ialah Arvan Pradiansyah. "Bahagia berhubungan dengan cara kita melihat dunia," ujar Arvan di Sarinah Jakarta, Rabu (26/1).

Selanjutnya, Arvan menyampaikan ilustrasi menyentuh. Kisah seorang nenek dan dua anaknya. Setiap hari nenek itu menangis. Tetangga yang melihat nenek itu menangis jadi bertanya-tanya, seberat apakah beban yang disandang wanita renta ini?

"Nek, kenapa sih tiap hari menangis?" tetangga bertanya.

"Saya punya dua anak. Yang lelaki pekerjaannya jualan es. Yang perempuan jualan payung. Kalau musim cerah begini, saya menangisi anak perempuan karena dagangannya enggak laku. Kalau musim hujan, saya menangis memikirkan anak saya laki-laki. Es buatannya sepi pembeli," keluhnya.

"Nek, begini saja deh. Gimana kalau cara berpikirnya di balik. Siang nanti, kalau matahari terik, pikirkan anak Nenek yang jualan es. Pasti Nenek senang karena dagangannya laris manis. Kalau siang nanti ternyata hujan deras, pikirkan saja anak nenek yang jualan payung. Pasti hidup Nenek bahagia," si tetangga sodorkan solusi.

Ya, sebetulnya kebahagiaan itu bisa didapat bukan dengan mengubah apa yang ada di sekitar kita. Semua dimulai dengan mengubah sudut pandang kita. Yang patut dipahami, masalah hidup tidak akan pernah habis. Satu masalah rampung, masalah lain menyongsong. Sejatinya, masalah adalah salah satu ciri kehidupan. Yang namanya hidup, suka atau tidak suka, pasti ada masalah. Pasti.

Growing Up dan Growing Old

"Kita patut bersyukur saat masalah melanda, berarti kita masih hidup. Hanya, pastikan masalah yang menimpa kita berbeda. Jangan sampai dari tahun ke tahun masalahnya sama. Itu-itu melulu," Arvan menyambung obrolan. Jika menghadapi masalah yang sama terus, kita tidak akan bertumbuh. Misalnya begini, masalah Anda tahun lalu ialah putus cinta.

Merasakan putus cinta jauh lebih bagus ketimbang tak pernah putus cinta sama sekali. Artinya, pernah ada seseorang yang begitu mencintai Anda. Problemnya, tahun depan jangan sampai terjebak masalah yang sama, dengan orang yang sama. Tahun depan, bisa jadi masalah Anda bukan lagi putus cinta dengan si A. Melainkan deg-degan karena mempersiapkan pernikahan dengan si B. Atau, masih putus cinta sih tapi bukan lagi dengan si A, melainkan si C. Jangan terpaku dan terlarut dengan masalah yang sama, menahun.

"Ketika seseorang menghadapi masalah berbeda dari waktu ke waktu, itu disebut pengalaman. Itulah proses growing up, yang mendewasakan. Ketika Anda berlama-lama dengan satu masalah yang sama, itu disebut penglamaan. Itulah growing old, penuaan. Menjadi tua belum tentu menjadi dewasa," ulas penulis buku Life Is Beautiful. Menyelesaikan satu masalah bukanlah perkara mudah. Diperlukan upaya keras, bahkan mungkin menahun. Saat tahun berganti, bisa jadi masalah yang belum selesai itu dijalin dengan problem berikutnya.

Menanti Delapan Tahun

Arvan membagikan sebuah pengalaman untuk kita. Semasa kecil, alumnus Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia ini gemar pelajaran mengarang. Dengan menuliskan isi otaknya yang penuh ide, bisa dituang, lalu dibagi ke calon pembaca. Beranjak dewasa, Arvan memberanikan diri menulis ke beberapa surat kabar dan majalah nasional.

"Tulisan saya dikembalikan. Alasannya, terlalu panjang. Lalu saya mencoba menulis efektif. Itu pun dikembalikan. Alasan redaksi, terlalu pendek. Seketika itu, semangat menulis anjlok. Beberapa tahun kemudian, saya mencoba lagi dan masih ditolak. Saya ngambek. Buat apa menulis lagi lha wong berkali-kali ditolak?" pikir Arvan kala itu. Ia mulai menulis pada 1990. Akhirnya, artikel Arvan terbit di sebuah majalah pada 1998. Bayangkan, delapan tahun ditolak.

"Saya berpikir, kalau berhenti mencoba, kita tidak pernah tahu apa yang terjadi selanjutnya. Akhirnya, saya coba lagi. Di situlah tunas harapan bertumbuh. Untuk kali pertama dalam hidup, tulisan saya dimuat di majalah ekonomi. Bangganya bukan main. Saya membawa majalah itu ke mana-mana. Sampai bertemu mertua pun, majalah itu saya bawa," kenangnya.

Seandainya Arvan menyerah pada tahun kelima, keberhasilan tidak akan pernah dijemputnya. Keberhasilan datang kepada mereka yang terus dan terus berusaha. Kita tidak akan pernah mencapai apa yang kita inginkan, jika berhenti berusaha. Ketika kita berhenti berusaha, Tuhan juga akan berhenti bekerja bersama, menyokong kita. Itulah prinsip hidup Arvan.

Tulisan di kolom majalah di pengujung pemerintahan Presiden Soeharto itu membentangkan karpet merah. Dari tangan dan penanya, tergores puluhan ribu kata. Ribuan kalimat. Dan diabadikan dalam banyak artikel serta buku. Buku pertama yang dirilis, You Are A Leader. Menyusul kemudian, Life is Beautiful, Cherish Every Moment, The 7 Laws of Happines, dan You Are Not Alone.

Arvan juga dikenal sebagai kolumnis di dua media ternama, majalah SWA dan Bisnis Indonesia. Dia memberi pelatihan untuk puluhan bank, perusahaan minyak, asuransi, dan berbagai perusahaan lain. Suaranya menggema dalam talk show Smart Happiness, disiarkan sebuah jaringan radio ke dua puluh lima kota besar di penjuru Nusantara. Memasuki Februari 2011, Arvan akan mengisi rubrik konsultasi bertema "Life is Beautiful" di tabloid Bintang Indonesia.

Jika Anda memiliki masalah hidup, Anda bisa berbagi dengan Arvan. Layangkan surat maupun email Anda ke alamat pos redaksi atau email Bintang Indonesia. "Ketika Anda berbagi problem, dan saya berbagi alternatif pemecahan. Anda belajar dari saya, dan saya belajar dari masalah Anda. Saling belajar, itu salah satu hal termanis dalam hidup. Ibadah yang menyenangkan," pungkas Arvan.[]

Profil ini awalnya dipublikasi tabloid Bintang Indonesia edisi 1028/tahun XX/minggu kelima Januari 2011.

Untuk konsultasi dengan dengan Arvan Pradiansyah, kontak email:
redaksi[at]bintang.co.id, tabloidbintangindonesia[at]gmail.com

Situs terkait:
http://www.bintang.co.id
http://www.ilm.co.id

Bagaimana Membuat Tulisan yang Menginspirasi: Dari Klinik Baca-Tulis MLC










From: hernowo hasim

 

Pak Hernowo, bagaimana caranya agar tulisan yang saya buat dapat menginspirasi para pembacanya?

 

 

Pertama, cobalah rumuskan secara tertulis terlebih dahulu apa yang disebut tulisan yang menginspirasi itu. Apabila Anda dapat menyebut ciri-cirinya, insya Allah Anda tentu akan dapat membuat tulisan yang Anda maksud itu. Akan lebih baik apabila Anda menemukan contoh sebuah tulisan yang telah berhasil menginspirasi Anda.

 

 

Kedua, ketika Anda ingin menciptakan tulisan yang menginspirasi, cobalah Anda menujukan tulisan itu kepada diri Anda sendiri. Anda akan kesulitan membuat tulisan itu apabila Anda langsung menujukannya kepada orang lain. Kita tidak dapat memprediksi siapa yang akan membaca tulisan kita. Setelah tulisan selesai Anda buat, cobalah dibaca secara bersuara dan dirasakan apakah Anda dapat terinspirasi dengan tulisan Anda sendiri?

 

Ketiga, upayakan untuk membuat beberapa tulisan, jangan cuma satu. Anda kini sudah memiliki tujuan yang jelas dalam menulis: membuat tulisan yang menginspirasi pembacanya. Jadikan ini impian Anda. Anda perlu bersyukur karena memiliki impian. Dan, tentu saja, impian hanya dapat Anda kejar jika Anda terus gigih dan tekun mengejarnya---dalam hal ini Anda terus membaca tulisan orang lain yang telah menginspirasi Anda dan Anda terus berlatih untuk membuat tulisan yang menginspirasi itu.

 

Sumber: http://www.mizan.com/v2/index.php?fuseaction=klinik&id=8


--

Wildlife Photography by Peter Lindel





From: ario putra



Beautiful Landscape Photography by Paulo Flop

Posted: 19 Feb 2011 05:27 AM PST


'Any landscape is a condition of the spirit.'

~ Henri Frederic Amiel

Read more »

I Heart Hamsters

Posted: 19 Feb 2011 05:27 AM PST


'I love running cross country....On a track, I feel like a hamster.'

~ Robin Williams quotes

Read more »

Lazy Koalas

Posted: 19 Feb 2011 05:18 AM PST


'I'd love to hold a koala. They sleep 22 hours a day, eat eucalyptus leaves and just hang out. I want to spend some time with that guy.'

~ Milo Ventimiglia

Read more »

Panda Photographs: The Most Amusing Animal Ever!

Posted: 19 Feb 2011 05:13 AM PST

: "Pandas are very amusing, aren't they?

Though they are big these black-and-white bears are just like toys:)

They seem to be lazy and like eating a lot, and their tummies are always fat:)

It should be noticed that the panda is considered a 'National Treasure' to the people of China.

Read more »

15 Unusual Pets That Could Be Yours

Posted: 19 Feb 2011 05:12 AM PST

Wildlife Photography by Peter Lindel

Posted: 19 Feb 2011 05:11 AM PST


'All good things are wild, and free.'

~ Henry David Thoreau

Read more »

Pink Beauty

Posted: 19 Feb 2011 05:09 AM PST


'Pink is the color of universal love. Pink is a quiet color. Lovers of beauty favor pink. Pink is a combination of red and white. The quality of energy in pink is determined by how much red is present. White is the potential for fullness, while red helps you to achieve that potential. Pink combines these energies. Shades of deep pink, such as magenta, are effective in neutralizing disorder and violence. Some prisons use limited deep pink tones to diffuse aggressive behavior.'

Read more »

Love Birds

Posted: 19 Feb 2011 05:09 AM PST


'In the wild, the love birds 'pair bond' for life. They will spend many years with one mate and only obtain a new mate if one of the birds dies.'

I hope you love birds too :)

Read more »

Greedy Squirrels part.2

Posted: 19 Feb 2011 05:08 AM PST


'We are all born brave, trusting and greedy, and most of us remain greedy.'

~ Mignon McLaughlin

Read more »

The Red Fox (Vulpes vulpes)

Posted: 19 Feb 2011 05:07 AM PST


Red foxes live around the world in many diverse habitats including forests, grasslands, mountains, and deserts. They also adapt well to human environments such as farms, suburban areas, and even large communities. The red fox's resourcefulness has earned it a legendary reputation for intelligence and cunning. (NatGeo)

Read more »

Fantastic Fog Photos

Posted: 19 Feb 2011 05:06 AM PST


'Living without faith is like driving in a fog.'

Read more »

Lazy Cats

Posted: 19 Feb 2011 05:06 AM PST


'Thousands of years ago, cats were worshipped as gods. Cats have never forgotten this.'

~Anonymous

Read more »

Sweet Puppies

Posted: 19 Feb 2011 05:05 AM PST


'Whoever said you can't buy happiness forgot little puppies.'

~ Gene Hill

Read more »

Caravan Desert Picture

Posted: 19 Feb 2011 05:03 AM PST


'Faith is an oasis in the heart which will never be reached by the caravan of thinking.'

~ Kahlil Gibran
Read more »

Capturing the Moon

Posted: 19 Feb 2011 05:02 AM PST


'The feeling of love is the same feeling that you get when you stare into the moon on a clear night.'

Read more »

Coral Photos

Posted: 19 Feb 2011 05:02 AM PST

The sloth Photos: The world's slowest mammal

Posted: 19 Feb 2011 04:59 AM PST

The sloth Photos: The world's slowest mammal: "The sloth is the world's slowest mammal, so sedentary that algae grows on its furry coat. The plant gives it a greenish tint that is useful camouflage in the trees of its Central and South American rain forest home.

Sloths are identified by the number of long, prominent claws that they have on each front foot. There are both two-toed and three-toed sloths.

Read more »

When I see the Sun Rays

Posted: 19 Feb 2011 04:58 AM PST


When I see the Sun Rays,
I have a feeling that God tenderly touches our Earth with His loving hand...

Read more »

The Wonder of A Sunset

Posted: 19 Feb 2011 04:55 AM PST


'When I admire the wonder of a sunset or the beauty of the moon, my soul expands in worship of the Creator.'

~ Mahatma Gandhi

Read more »

Cool Collection Of Zodiac Optical Illusion Art

Posted: 19 Feb 2011 04:37 AM PST

Cool Collection Of Zodiac Optical Illusion Art: "Below is a series of paintings based on the Astrological signs of the Zodiac. This series is quite fascinating and very well done. However, as well as they are done I was not able to locate or identify the original artist of this series. If anyone knows who did this series please let me know.


Read more »

The World's Hottest Volleybelles

Posted: 19 Feb 2011 04:37 AM PST


The sand fairies
Sun, sea, sand and of course, the sexy players.

Miwa Asao

Read more »

sarah jessica parker and third sex and the city

Posted: 19 Feb 2011 04:37 AM PST

Rod Stewart Baby

Posted: 19 Feb 2011 04:35 AM PST

Michael Jordan Statue

Posted: 19 Feb 2011 04:34 AM PST

Victoria Beckham Nursery

Posted: 19 Feb 2011 04:34 AM PST


Victoria Beckham 'spends £150,000 on nurseryfor her baby

Victoria Beckham is splashing out £150,000 on a nursery for her baby.