Senin, 31 Januari 2011

Inilah Alasan Sebenarnya SBY Tidak Mau Intervensi Kasus Gayus



From: danielht


 

http://politik.kompasiana.com/2011/02/01/inilah-maksud-sebenarnya-sby-tidak-mau-intervensi-kasus-gayus/

Presiden SBY beberapakali menyatakan bahwa dalam kasus Gayus (yang
sebenarnya adalah kasus mafia hukum dan pajak) dia tidak akan melakukan
intervensi. Alasannya dia menghormati hukum.

Meskipun kasus Gayus tersebut semakin lama semakin menunjukkan betapa
sangat bobroknya sistem dan para pejabat (hukum) Indonesia, yang
ujung-ujungnya juga merusak citranya sebagai seorang kepala pemerintahan,
SBY tetap bersikukuh dengan pendiriannya itu: "Saya menghormati hukum, dan
oleh karena tidak akan melakukan intervensi dalam kasus Gayus."

Meskipun para tokoh masyarakat yang terdiri dari para aktivis antikorupsi,
tokoh-tokoh agama, peneliti, pengamat, guru besar, Komnas HAM, dan
lain-lain berseru kepada SBY agar segera turun tangan, sang Presiden tetap
bergeming.

Padahal yang dimaksud desakan Presiden segera turun tangan adalah bukan
melakukan intervensi dalam pokok (materi) perkara. Tetapi adalah supaya
Presiden SBY dengan wewenang yang ada padanya segera memanggil Kapolri,
Jaksa Agung, Menteri Hukum dan HAM, dan pejabat-pejabat tinggi terkait dan
dengan super tegas memerintahkan kepada mereka semua untuk segera
memeriksa dan menyelesaikan kasus tersebut dengan segenap kemampuan yang
ada. Dengan ultimatum yang tidak bisa ditawar-tawarkan: Dalam jangka waktu
tertentu apabila perintahnya itu tidak dilaksanakan dengan baik, sanksinya
adalah dicopot dari jabatannya.

Bukan hanya memberi 12 butir instruksi, yang malah terkesan, kok baru
sekarang diinstruksikan? Berarti selama ini SBY-nya ke mana? Terus kalau
12 instruksi itu tidak terlaksana dengan baik, lalu Presiden mau apa?

Bukan rahasia lagi, kalau instruksi-instruksi SBY selama ini hanya
terdengar keras gaungnya di awal-awalnya saja, setelah itu meredup
perlahan-lahan. Akhirnya hilang tak tahu ke mana hasilnya.

Maka tidak usah heran kalau 12 instruksinya itu pun akan lenyap ditelan
waktu. Sedangkan kasus Gayus tetapi meninggalkan bobrok yang tak kunjung
terungkap.

Pertanyaannya: Kenapa SBY sedemikian kukuh pendiriannya dengan tekad tak
mau melakukan intervensi dalam kasus Gayus itu? Apakah benar, dia
berpendirian demikian karena sungguh-sungguh menghormati hukum? Sekalipun
hasil dari "menghormati hukum"-nya itu malah bikin hukum negeri ini
semakin rusak tidak-keruan?

Rupanya maksud sebenarnya dari sikapnya itu adalah SBY takut kalau dia
sampai mengambilalih memimpin penyelesaian kasus Gayus tersebut, berarti
dia akan berhadapan langsung muka dengan muka, dengan Aburizal Bakrie.

Kalau sampai itu terjadi, maka SBY yang telah disandera oleh Aburizal
dalam kasus Bank Century, akan bisa didesak oleh Aburizal untuk
menghentikan pengusutan kasus Gayus dengan berbagai dalih yang tentu saja
bisa diskenariokan kemudian.

Demikian antara lain yang ditulis majalah Tempo Edisi 6 Februari 2011 yang
mengutip sebuah sumbernya dari Partai Demokrat.

Koar-koar SBY bahwa dia sendiri akan berdiri paling depan memimpin
pemberantasan mafia hukum, ternyata hanya sebatas ucapan di bibir. Karena
dalam kenyatannya justru yang berdiri di depan dia adalah Satgas Mafia
Hukum, yang kini dijadikan bulan-bulanan Aburizal Bakrie bersama
Golkar-nya.

Bukan Satgas saja. Kini dalam perkembangan terbaru, dengan landasan 12
instruksinya itu, SBY malah menyuruh Wakil Presiden Boediono untuk
mengganti posisinya, berdiri di depan untuk melaksanakan pengusutan kasus
Gayus tersebut.

Bahkan Boediono diberi wewenang untuk mengontrol Satgas dan Polri dalam
pelaksanaan tugas tersebut.

Ternyata, memasang Satgas Mafia Hukum dan Wakil Presiden Boediono ini pun
merupakan strategi politik SBY menghadapi Aburizal Bakrie.

Yakni dengan "kartu Gayus" di tangannya, menjadikan Satgas sebagai bumper
dalam menghadapi dan mendesak Aburizal.

Golkar bukan tidak tahu akan hal itu. Maka dari itulah, tulis Tempo,
Satgas pun menjadi sasaran serangan bertubi-tubi Aburizal dan Golkar-nya.

Golkar tahu bahwa Satgas hanyalah alat SBY menghadapi Aburizal Bakrie yang
terlebih dahulu sudah punya "senjata Bank Century." Oleh karena itu dengan
menyerang Satgas, sama saja dengan menyerang SBY.

Itulah sebabnya SBY diam saja, ketika Satgas, dan khususnya Sekretarinya
yang paling vokal Denny Indrayana dijadikan sasaran tembak.

Maka diam-diam terjadilah perang antara kedua kubu. Masing-masing dengan
senjatanya. Yang satu punya senjata "Bank Century," yang satu lagi punya
senjata "Gayus."

Sedangkan perintah SBY kepada Boediono untuk memimpin pelaksanaan 12
instruksinya dalam rangka pengusutan kasus Gayus juga bukan tanpa maksud.

Berbekal pengalaman suksesnya Aburizal mendesak SBY untuk memaksa Sri
Mulyani mundur dari jabatanya sebagai Menteri Keuangan, SBY pun membekali
Boediono yang menjadi sasaran berikutnya Aburizal dengan "senjata Gayus"
ini juga.

Kini dengan memegang "senjata Gayus" di tangannya ini, Boediono punya
posisi tawar yang cukup kuat dalam menghadapi Aburizal Bakrie. Aburizal
kini tidak lagi bisa dengan mudah dan leluasa mengobok-obok posisi
Boediono.

Jika semua analisa tersebut benar, maka sesungguhnya apakah yang terjadi
di balik semua perkara ini?

Apakah berarti kedua kubu sebetulnya adalah para pelanggar hukum berat,
yang mengetahui kelemahan masing-masing pihak? Kini mereka masing-masing
punya bargaining power yang boleh dikatakan seimbang?

Yang akan kita saksikan adalah siapakah di antara mereka yang akan keluar
sebagai pemenang dalam "perang politik" yang menggunakan senjata hukum
itu?

Di atas kertas, sih, melihat kondisi sekarang, kubu Aburizal Bakrie
bakalan kalah. Pada saat-saat akhir nanti (mungkin menjelang
penyelenggaraan Pilpres 2014?), bisa saja Aburizal Bakrie akan benar-benar
diproses secara hukum, sehingga peluangnya untuk mencalonkan diri sebagai
presiden akan gagal.

Masih ingat dengan apa yang dialami Akbar Tanjung? Bukankah pada saat-saat
akhir juga dia berhasil "dihabisi" peluangnya sebagai capres 2004, dengan
memprosenya lewat jalur hukum dalam skandal Buloggate di tahun 2003?

Bahkan Akbar sempat divonis 3 tahun penjara, meskipun kemudian dalam
kasasi Mahkamah Agung, dia dinyatakan tak bersalah, dan dibebaskan.

Dengan cacat hukum itu pulah maka peluang Akbar Tanjung maju sebagai
capres. maupun cawapres pun redup.

Bukan mustahil strategi ini pula yang akan dimainkan kubu SBY nanti.

Bukan mustahil, apa yang dialami Akbar Tanjung itu, akan dialami juga
Aburizal Bakrie kelak.

Ataukah akan muncul kekuatan ketiga di luar mereka (presiden baru?), yang
akan "mengalahkan" kedua-duanya?

Kalau masing-masing kubu yakin mereka tidak punya masalah hukum, baik
dalam perkara Bank Century, maupun perkara mafia pajak dengan tokoh wayang
berama Gayus, mengapa mengapa harus khawatir, atau ketakutan, ketika kubu
lawannya mau menyudutkannya dengan perkara-perkara tersebut?

Seperti Bambang Soesatyo dari Golkar yang menilai perkara Gayus
dimanfaatkan buat menyandera partainya. Tujuannya agar Golkar tak lagi
mempersoalkan kasus Bank Century yang bisa menyasar Wakil Presiden
Boediono. Katanya "Demokrat bermimpi bisa menyandera kami. Mereka pikir
perkara Gayus bisa dibarter dengan kasus Bank Century."

Bambang mengatakan juga bahwa Aburizal tidak bakal tersentuh perkara
Gayus. Menurut dia, jikapun benar tiga perusahaan Grup Bakrie mengemplang
pajak, tanggung jawabnya ada pada direksinya. Bukan Aburizal yang sudah
tidak memimpin perusahaan-perusahaan itu. (Tempo, 6 Februari 2011).

Pertanyaannya: Kalau memang begitu, kenapa Aburizal Bakrie bersama Golkar
harus repot-repot kalang-kabut menghadapi Satgas dalam menjalankan
tugasnya mengungkapkan kasus Gayus dengan mafia pajaknya itu? Toh, kan
akhirnya ketahuan juga seperti apa yang dikatakan Bambang itu? Sebaliknya,
seharusnya Golkar sepenuhnya ikut mendukung Satgas.

Denny Indrayana mengatakan kepada Tempo bahwa dia tak pernah berniat
menekan orang atau parpol tertentu. "Yang saya tekan itu kelakuan
mafiaso."

Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin mengatakan,
justru Golkar sengaja menyandera Demokrat dengan perkara Bank Century.
Buktinya, Golkar bertekad menggunakan hak menyatakan pendapatnya di DPR,
padahal rekomendasi Panitia Angket Dewan meminta perkara Bank Century
dibawa ke proses hukum.

Maka, kita sebagai rakyat biasa pun, dipaksa menonton sinetron para
politisi kita yang yang selalu berseru-seru: Bertekad menjujung tinggi
penegakan hukum. Menjauhkan hukum dari politik. Demi kesejahteraan mereka,
eh, demi kesejahteraan rakyat.***

Referensi: Majalah TEMPO Edisi 6 Februari 2011



Tak semua bermental pembantu






From: <ertsanto@yahoo.com>



> Tak Selamanya Kami Jadi Pembantu
----------
Halimah (29) dan Erika (25) bertahan di kelas di kompleks Sekolah Indonesia di Singapura, Minggu (23/1) siang. Mereka asyik dengan komputer jinjing mereka, antara lain mengecek informasi dari Universitas Terbuka, tempat mereka kuliah. Sesekali, Erika, tenaga kerja Indonesia asal Metro Timur, Kota Metro, Lampung, berbicara dalam bahasa Inggris kepada Halimah, TKI asal Jalan Merdeka, Kecamatan Tanjungtiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Mereka mengambil jurusan yang sama, strata satu Penerjemahan Bahasa Inggris Universitas Terbuka (UT). "Tidak selamanya saya menjadi pembantu. Kan, saya pengen juga mendapat pekerjaan yang lebih baik di negara sendiri," ujar Halimah yang tahun ini memasuki semester II. Erika, yang sudah berkuliah empat semester, pun mengangguk. "Daripada we waste our time by going anywhere, ada laptop, lebih baik kami belajar," ujarnya.

Erika; Halimah; Sumarni Ramadanti (23) asal Adipala, Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah; dan Muzalimah Suradi (32) asal Pengkol, Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi bagian dari 853 TKI pembantu rumah tangga yang berkuliah di Universitas Terbuka. Mereka mendaftar dan membayar 4 dollar Singapura (sekitar Rp 28.000) per SKS untuk mata kuliah yang diambil. Sejak UT membuka penerimaan untuk TKI di Singapura, jumlah mahasiswa terus meningkat dari 502 orang pada semester I-2009 menjadi 853 orang pada semester II-2010. Mereka mengambil berbagai mata kuliah yang diyakini bisa meningkatkan kompetensi demi bekal masa depan.


Lansia





From: Haryono



 

 

L A N S I A


Konon pada jaman dahulu, di Jepang ada semacam kebiasaan untuk membuang orang lanjut usia ke hutan.

Mereka yang sudah lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, dan selanjutnya tidak diketahui lagi nasibnya.

Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya(seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang.

Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan.

Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil.

Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.

"Bu, kita sudah sampai", kata si anak.

Ada perasaan sedih di hati si anak.

Entah kenapa dia tega melakukannya.

Si ibu, dengan tatapan penuh kasih berkata:

"Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu.
Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang ibu miliki dengan tulus.
Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang.
Nak, Ibu tidak ingin kamu nanti pulang tersesat dan mendapat celaka di jalan.
Makanya ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon, agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan".

Demi mendengar kata-kata ibunya tadi, hancurlah hati si anak.

Dia peluk ibunya erat-erat sambil menangis.

Dia membawa kembali ibunya pulang, dan, merawatnya dengan baik sampai ibunya meninggal dunia.

Mungkin cerita diatas hanya dongeng............

Tapi di jaman sekarang, tak sedikit kita jumpai kejadian yang mirip cerita diatas.

Banyak manula yang terabaikan, entah karena anak-anaknya sibuk bisnis dll.

Orang tua terpinggirkan, dan hidup kesepian hingga ajal tiba. kadang hanya dimasukkan panti jompo, dan ditengok jikalau ada waktu saja.

Kiranya cerita diatas bisa membuka mata hati kita, untuk bisa mencintai orang tua dan manula.

Mereka justru butuh perhatian lebih dari kita, disaat mereka menunggu waktu dipanggil Tuhan yang maha kuasa.

Ingatlah perjuangan mereka pada waktu mereka muda, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, membekali kita hingga menjadi seperti sekarang ini.

--


Cara membuat OTAK-OTAK IKAN TENGGIRI









;


Cara membuat OTAK-OTAK IKAN TENGGIRI

Resep kiriman Nia Adjie.

Bahan:

* 250 g daging tenggiri/kakap, haluskan
* 100 g tepung tapioka
* 100 cc santan dari 1/2 btr kelapa
* 1 putih telur
* 10 btg daun kucai, iris halus
* 1/2 sdt garam
* 1/2 sdt merica bubuk
* 1 sdt gula pasir
* daun pisang untuk bungkus

Cara membuat:

Campur daging ikan, tepung tapioka, garam,
gula, merica, gula dan santan jadi satu, aduk rata.

Tambahkan putih telur dan daun kucai, aduk rata.
Ambil 1-2 sdm adonan, gulung dengan
selembar daun pisang, semat ujung2nya,
panggang diatas bara api/ dalam oven
dengan api atas sampai matang.
Hidangkan dengan sambal kacang.

Sambal kacang:

Haluskan 50 gr kemiri sangrai,
25 gram kacang goreng, 2 buah
cabai merah, dan 5 buah cabai rawit,
campur dengan 100 cc air matang, garam,
gula pasir, dan cuka menurut selera

2 Bebek Tua




From: A.Syauqi Yahya


WP Greet Box icon
Halo! Bila Anda baru disini, mungkin Anda ingin untuk berlangganan RSS feed untuk selalu mendapatkan update posting terbaru dari unic77.info.



Apakah Anda sering lupa saat mencari suatu benda? Misalnya Anda sering lupa meletakkan di mana kunci Anda? Atau lupa hal penting yang harus dilakukan? Lupa password? Nilai ulangan anak Anda buruk karena kesulitan menghafal? Hal ini banyak dialami oleh kita. Akibatnya, semakin banyak waktu dan energi yang dibutuhkan untuk mencari barang, mendapat omelan dari orang lain, atau mendapat hasil yang buruk akibat sifat pelupa tersebut.

Daya ingat otak memang akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia. Semakin tua umur seseorang biasanya mereka akan semakin pelupa. Tetapi, ini dapat juga menimpa di usia muda. Masalah ini dapat dikurangi dengan cara melatih otak.

Sekilas tentang Fungsi Otak
Dalam proses mengingat, otak memainkan peranan besar. Otak dapat terbagi atas otak kiri dan otak kanan. Fungsi otak kiri berkaitan dengan logika, angka, tulisan, kecerdasan, hitungan, analisa, dan untuk ingatan jangka pendek (short term memory). Sedangkan otak kanan kita diguakan untuk kreativitas, imajinasi, musik, warna, bentuk, emosi dan untuk ingatan jangka panjang (long term memory).

Ingatan akan lebih bertahan lama jika dalam mengingat menggunakan otak kanan. Untuk dapat mengingat dengan baik, perlu melatih otak agar berfungsi dengan optimal. Sayangnya, lebih banyak orang yang menggunakan otak kiri dalam proses mengingat. Otak kiri kebanyakan orang lebih berkembang tanpa diimbangi perkembangan otak kanan. Karena otak kiri merupakan ingatan jangka pendek, maka informasi yang disimpan di otak kiri akan lebih mudah terlupakan.

Oleh karena itu, jika ingin menyimpan dalam otak kanan, informasi harus diubah menjadi cerita atau gambar. Karena otak kanan tidak mengenal tulisan atau angka. Latihan diperlukan agar dapat mengembangkan otak kanan. Ada beberapa teknik yang bisa dilakukan.

Total Story Technique (TST)
Teknik ini dilakukan dengan cara membuat cerita singkat dari hal-hal yang akan kita hafalkan. Misalnya kita akan berbelanja di supermarket untuk membeli beras, shampo, susu, permen karet, pembersih lantai, telur, kecap, keju, saos tomat, tisu. Daripada berusaha menghafalnya, lebih baik Anda membuat cerita untuk hal-hal ini menjadi Dewi Sri (merupakan legenda dewi padi yang menggambarkan beras) sedang keramas (shampo) sambil mandi susu. Sedangkan di luar, si Mbok yang sedang mengunyah permen karet sambil mengepel (permbersih lantai) sudah menyiapkan telur rasa kecap bertabur keju dan saos tomat yang lembut seperti tisu.

Cerita tersebut benar-benar divisualisasikan dan dibayangkan. Kembangkan imajinasi Anda dengan menambahkan warna, bunyi, benda-benda pendukung dan gerak pada cerita tersebut. Misalnya, bayangkan tempat mandi berwarna pink tempat Dewi Sri mandi susu, bayangkan si Mbok yang sudah tua dan memakai kebaya abu-abu sedang mengepel halaman, dengarkan suara kunyahan permen karet di mulutnya, dan bayangkan Anda mencicipi telur yang rasanya seperti kecap, bayangkan bentuk telur yang bertabur keju dan saos tomat, dan bayangkan Anda bisa memegang telur tersebut dan merasakan kelembutannya yang seperti tisu.

Jadikan bayangan tersebut nyata di hadapan Anda. Dengan contoh cerita ini, kita telah melatih otak kanan yang berfungsi dalam kreativitas dan imajinasi. Kreativitas tercipta saat kita membuat suatu cerita singkat dan imajinasi turut berperan saat kita memvisualisasikan cerita tersebut.

Total Word Technique (TWT)
Pada teknik ini informasi yang ingin diingat diubah menjadi singkatan-singkatan atau jika informasi yang akan diingat merupakan kata-kata asing, dapat diubah menjadi kata-kata yang kedengarannya hampir sama. Teknik ini sering disebut juga dengan istilah jembatan keledai. Setelah itu, baru dibuat cerita agar dapat diterima oleh otak kanan.

Misalnya, ketika harus menghafal 8 planet mulai dari yang terdekat matahari. Urutannya adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus. Jika menghafalnya terasa sulit, bisa diubah menjadi kalimat "Mengendarai Vespa Bukan Mainan, Judi Sahabat Urip Nekad".

Kalimat tersebut menggunakan beberapa huruf depan atau suku kata pertama dari urutan planet yang ingin diingat. Mengendarai untuk mengingat Merkurius, Vespa untuk Venus, Bukan untuk Bumi, Mainan untuk Mars, Judi untuk Jupiter, Sahabat untuk Saturnus, Urip untuk Uranus, Nekad untuk Neptunus. Dengan membayangkan tokoh-tokoh dan yang sedang dilakukan, Anda dapat lebih mengingatnya.

Total Number Technique (TNT)
Teknik ini digunakan untuk mengingat angka-angka. Karena otak kanan tidak mengenal angka atau tulisan, maka perlu dibuat cerita agar dapat dikenali otak kanan. Misalnya, Anda harus mengingat angka 212.007.217.080.205. Anda dapat mengubahnya menjadi cerita seperti Wiro Sableng (212) dan James Bond (007), keduanya (2) sedang mengikuti upacara kemerdekaan (1708) pada hari pendidikan nasional (0205).

Tetapi, tidak semua kombinasi angka merupakan angka yang sudah dikenal seperti diatas. Untuk itu, Anda dapat membuat cerita sendiri dengan mengubahnya menjadi kode yang dapat diterima oleh otak kanan yaitu dalam kode bentuk atau bunyi. Anda dapat mengubah angka menjadi kode bentuk atau bunyi seperti berikut:

Angka Kode Bentuk Kode Bunyi
0 Bola Gosong



1 Tiang Sepatu



2 Bebek Tua



3 Telinga Mentega



4 Perahu Layar Ketupat



5 Perut Gendut



Delima



6 Cerutu Tanam



7 Cangkul Baju



8 Kacamata Papan



9 Raket Jalan



Kode bentuk dan kode bunyi juga dapat diciptakan sendiri sesuai kreativitas Anda. Sekarang misalnya Anda harus mengingat password 284670, dapat diubah menjadi kalimat:

Mengingat dengan Kode Bentuk
Bebek (2) berkacamata (8) naik perahu layar (4) dengan tangan kanan memegang cerutu (6) dan tangan kiri memegang cangkul (7) asyik bermain bola (0).
Mengingat dengan Kode Bunyi
Kakek tua (2) membeli papan (8) dan ketupat (4) dari orang yang sedang menanam (6) baju (7) gosong (0).

Metode mengingat yang dijelaskan diatas hanya beberapa contoh teknik mengingat yang dapat digunakan, karena masih ada metode-metode lainnya. Metode mengingat tersebut akan membuat Anda dipacu untuk terus kreatif dalam menciptakan cerita singkat, membayangkan dan mengimajinasikannya.

Imajinasi Anda akan semakin terasah saat Anda menambahkan warna-warna pada bayangan cerita Anda, menambahkan gerak, aroma atau hal lainnya sehingga imajinasi Anda semakin menarik. Jika bisa, buatlah menjadi cerita yang lucu atau cerita yang tidak masuk akal. Ini akan membantu informasi lebih teringat.

Anda juga dapat mencoba untuk mengajarkannya kepada anak-anak. Dengan demikian, menghafal dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk mereka. Ini juga akan menjadi latihan yang baik untuk otak kanan yang bisa memacu kreativitas dan mengoptimalkan otak anak.

Jika Anda sudah mencoba mengingat dengan metode-metode tersebut, menyimpan informasi di otak kanan Anda, informasi tidak akan cepat terlupa dan membantu mengoptimalkan otak dan membantu daya ingat Anda. Selamat mencoba!

sumber: http://pakarbisnisonline.blogspot.com/2010/07/cara-melatih-otak-untuk-mempertajam.html

http://unic77.info/cara-melatih-otak-untuk-mempertajam-daya-ingatan.html
--

Awas! Merokok Rusak DNA





From: Haryono




LifeStyle Sun, 23 Jan 2011 12:10:00 WIB


Efek buruk merokok ternyata berlangsung sangat cepat.
Dalam hitungan menit, bagi mereka yang pertama kali menghisap, rokok mengakibatkan kerusakan gen yang berkaitan dengan kanker.

"Dampaknya sangat cepat sehingga sama dengan menyuntikkan zat itu langsung ke dalam aliran darah," tulis peneliti dalam jurnal kajian Chemical Research in Toxicology, yang diterbitkan American Chemical Society.

Studi itu menjadi yang pertama untuk melacak bagaimana zat pada tembakau mengakibatkan kerusakan deoxyribonucleic acid (DNA) manusia.
DNA adalah sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap organisme.
DNA umumnya terletak di dalam inti sel.

Penelitian dilakukan pada 12 orang perokok.
Para ilmuwan melacak polutan yang disebut PAH (polycyclic aromatic hydrocarbons), di dalam asap tembakau.
Polutan sejenis dapat ditemukan di pembangkit listrik bertenaga batu bara juga makanan yang dipanggang pada barbecue.

Zat phenanthrene pada asap rokok ternyata membentuk bahan beracun yang mengakibatkan mutasi penyebab kanker.
"Perokok mengembangkan tingkat maksimum zat itu dalam kerangka waktu yang bahkan membuat terkejut para peneliti tersebut: cuma dalam waktu 15-30 menit setelah relawan mengakhiri merokok," kata studi itu, dikutip AFP.

Pemimpin studi yang didanai National Cancer Institute itu, Stephen Hecht, mengatakan, ini mestinya menjadi peringatan bagi bagi mereka yang ingin atau tengah berencana mulai merokok.

Terlebih, 90 persen kematian karena kanker paru-paru disebabkan asap rokok.
Sementara penyakit mematikan ini menewaskan 3.000 orang di seluruh dunia setiap hari.
Kanker paru-paru ditandai adanya pertumbuhan jaringan abnormal pada paru-paru.
Jika dibiarkan dapat menyebar ke organ lain.

Pada stadium dini, kanker paru-paru sulit dikenali mengingat umumnya tidak menimbulkan keluhan yang berarti.
Bila ukuran kanker membesar dan menjalar ke organ lain,
barulah akan muncul keluhan, seperti batuk darah, sesak napas disertai suara mengi.

Gejala lain yakni hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan secara drastis, kelemahan tubuh (malaise), mudah lelah, pembengkakan di muka, leher, dan dada.
Tak ada salahnya untuk mencegah sejak dini.
Anda yang ingin mulai merokok, berfikirlah ulang!  (ant/CN16) Sumber: _SuaraMerdeka_


--

cepat matikan mms 2003 telkomsel

Ini juga aneh2... Ini katanya gratis sebulan. Tapi kalo ga dimatikan
pasti ga kerasa tahu2 sebulan terlewati jadi bayar deh...
Nyari cara matikannya juga susah.. Ternyata harus ketik *939#

cepat matikan mms 2003 telkomsel

---------- Forwarded message ----------
From: Soni gmail <superhampala@gmail.com>
Date: Sun, 23 Jan 2011 13:21:45 +0700
Subject: cepat matikan mms 2003 telkomsel
To: Forum alumni <forumalumni@googlegroups.com>, Smansa88
<smansa-magelang-88@yahoogroups.com>, smpsatumagelang@yahoogroups.com,
TIP <TIP88@yahoogroups.com>

Ini juga aneh2... Ini katanya gratis sebulan. Tapi kalo ga dimatikan
pasti ga kerasa tahu2 sebulan terlewati jadi bayar deh...
Nyari cara matikannya juga susah.. Ternyata harus ketik *939#


--
Soni
dian_wiryatmo@yahoo.Co.Id


http://ceremende.blogspot.com/

patung batu

From: *teguhris*

nek karo iki atos ndi yoo..?? (minta maaf bagi yang tidak berkenan..)

Numpang lewat:jelajah kota Magelang.

From: ertsanto

Titipan teman seangkatan DR.Laretna Trisnantari (Sita)
Monggo buat acara anak2, atau sambil nostalgia,

menurut ahli jiwa

Menurut ahli Jiwa :
memendam suatu perasaan emosi, sedih, marah, masalah, itu kurang bagus
untuk perkembangan otak dan kesehatan mental.
maka :
- Apabila kamu marah, keluarkan kemarahanmu!
- Apabila kamu sedih, keluarkan kesedihanmu!
- Apabila kamu kesal, keluarkan kekesalanmu!
- Tapi ingat.. apabila kamu malu, jangan keluarkan kemaluanmu..... ‎​:D

Minggu, 30 Januari 2011

7 Keajaiban Dunia

7 Keajaiban Dunia

Sekelompok pelajar kelas geografi belajar mengenai "Tujuh Keajaiban Dunia".

Pada akhir pelajaran, guru meminta pelajar tersebut untuk membuat daftar apa

yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini. Para pelajar

bergumam, tertawa, dan berpikir. Mereka membayangkan semua yang hebat, yang

mencengangkan.

Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi:

1. Piramida Besar di Mesir

2. Taj Mahal

3. Grand Canyon

4. Panama Canal

5. Empire State Building

6. St. Peter's Basilica

7. Tembok China

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar,

seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi,

sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan

daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab, "Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena

sangat banyaknya."

Sang guru berkata, "Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan

mungkin kami bisa membantu memilihnya."

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca,"Saya pikir Tujuh Keajaiban Dunia

adalah:

1. Bisa bersyukur

2. Bisa merasakan

3. Bisa tertawa

4. Bisa mendengar

Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan. ..

5. Bisa berbagi

6. Bisa mencintai

7. Dan bisa dicintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika...

Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan

menyebutnya "keajaiban" sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan

lakukan untuk kita, menyebutnya sebagai "biasa".

Semoga Anda hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib

dalam kehidupan Anda. bersyukurlah untuk apa yg telah anda dapatkan sampai

saat ini, karena itu sesungguhnya semua merupakan suatu "keajaiban"

sayang banget terlantar.. kenapa ga dibikin semarak ya ?? ada clue ??

Obama-SBY Versus Globalisasi



From: A.Syauqi Yahya

Opini
Obama-SBY Versus Globalisasi
Senin, 8 November 2010 | 08:52 WIB
RUMGAPRES/ ABROR RIZKI - SHUTTERSTOCK
Ilustrasi

Oleh: Christianto Wibisono

KOMPAS.com — Tulisan R William Liddle di Kompas tiga hari lalu mengungkap dengan jelas apa yang terjadi di balik layar diplomasi global kunjungan Obama ke Indonesia.

Real politik Indonesia, menurut Liddle, adalah bahwa Indonesia kurang bisa berperan dan memainkan kartu sebagai negara demokratis berpenduduk Muslim terbanyak di dunia secara optimal.

Kepemimpinan Indonesia dalam dunia Islam global, menurut Liddle, masih tetap tak bisa mengatasi atau melampaui Timur Tengah. Itu sebabnya, Obama berpidato perdana di Kairo dan mengunjungi Istanbul, Turki, lebih dulu daripada Jakarta. Keduanya dianggap lebih mewakili kepemimpinan dunia Islam ketimbang Jakarta.

Kunjungan Obama ke Jakarta menjadi antiklimaks: hanya transit antara New Delhi dan Seoul. Sebenarnya jika elite Indonesia yakin pada kristalisasi ideologi Pancasila sebagai jalan tengah yang baik antara sekularisme dan teokrasi, antara liberalisme dan etatisme, antara komunisme dan kapitalisme, maka ideologi eklektik yang memilah dan memilih yang baik secara cerdas merupakan alternatif yang menjanjikan.

Transformasi geopolitik
Dunia dewasa ini sedang dilanda kemelut transformasi geopolitik kemerosotan posisi AS sebagai adikuasa pemegang hegemoni dan supremasi global. AS kehilangan rasa percaya diri terhadap ideologinya sendiri dan ngotot ingin bertahan dengan egoisme sindrom pascaberkuasa dari kekuatan yang sedang menurun. Tak rela mengakui munculnya pelaku baru yang menuntut kesetaraan dan kebersamaan dan bukan dominasi sepihak oleh kekuatan tunggal apa pun.

Kekalahan Partai Demokrat di Kongres dan melajunya Partai Republik dalam pemilu 2 November adalah bukti pergolakan politik domestik AS, sekaligus mencerminkan kemampuan introspeksi: mawas diri yang luar biasa dari sistem ideologi kapitalisme liberal Barat.

Anatole Kaletsky, Kepala Biro Washington The Financial Times, baru saja meluncurkan buku Capitalism.4.0, The Birth of a New Economy in the Aftermath of Crisis. Ia membagi kapitalisme dalam empat tahap, seperti versi Microsoft 1.0 dan seterusnya.

Capitalism 1.0 adalah laissez faire pasar bebas murni dengan tangan-tangan tak terlihat seperti diteorikan oleh Adam Smith. Ini berlangsung sampai pasar bebas itu krisis total dengan kehancuran bursa Wall Street pada Oktober 1929 yang mengakibatkan resesi dunia. Ideologi ini sejak 1917 ditantang oleh komunisme yang diberlakukan di Soviet sejak Lenin menggulingkan dinasti Romanoff dan mendirikan diktator proletariat menguasai pasar di bawah kendali Partai Komunis.

Resesi dunia melahirkan rezim fasis Nazi Jerman dan kapitalisme mawas diri dengan meluncurkan Capitalism 2.0 Keynesian dan New Dealers, hasil dua tokoh John Maynard Keynes dan Franklin Delano Roosevelt.

Keynes adalah menteri keuangan Inggris yang membidani Bank Dunia dan IMF, sedangkan FDR mengatasi krisis bursa dan perbankan AS dengan mendirikan FDIC, lembaga penjaminan deposito serta mendirikan BUMN TVA, pembangkit listrik raksasa di AS, untuk menstimulasi kebangkitan ekonomi AS dari resesi 1929.

Capitalism 2.0 ini berlangsung hingga tahun 1970-an dengan pembebanan pada APBN dan surplus AS yang secara bertahap merosot. Kapitalisme Barat dan komunisme Soviet setelah berkoalisi temporer mengalahkan fasisme Poros Roma-Berlin-Tokyo menjadi musuh bebuyutan selama 45 tahun.

AS sebagai pemenang perang justru tak memperoleh pembayaran pampasan dari Jerman dan Jepang. Sebaliknya, malah membiayai kebangkitan kembali Jerman dan Jepang dengan Marshall Plan dan bantuan bilateral membendung komunisme.

Pada 1971, Richard Nixon melihat peluang konflik internal Soviet-RRT dan melakukan terobosan diplomatik KTT dengan Mao Zedong di tahun 1972. Nixon juga memberi kejutan ekonomi pada Agustus 1971 bahwa dollar tak lagi bisa dipertukarkan dengan emas.

Tahun 1979, Deng Xiaoping mengucapkan kata bersayap tak peduli kucing itu hitam atau putih asal bisa menangkap tikus. Tak peduli komunis atau kapitalis, yang penting bisa menyejahterakan rakyat meningkatkan kemampuan ekonomi Tiongkok.

Kepada lawan politiknya, Deng berkata bahwa 30 tahun Tiongkok menguji coba Marxisme dan menyita semua hak milik individu dan dipasrahkan kepada diktator proletariat Marxisme yang gagal total menjamin penyaluran bahan pokok untuk rakyat. Pasar sudah ada lebih dulu dan lebih tua daripada Marx yang baru lahir tahun 1818. Karena itu, Tiongkok kembali pada kearifan pasar yang lebih tua daripada Marx.

Pendulum yang sama juga dialami di Barat. Ronald Reagan dan Margaret Thatcher meluncurkan swastanisasi dan liberalisasi sektor finansial. Inilah Capitalism 3.0 yang akan bertiwikrama bak monster Frankenstein menjadi predator yang menelan penciptanya. Fundamentalisme pasar Capitalism 3.0 mengalami Krisis 2008 setelah 1998 meledak di Asia Timur.

Intervensi negara
Fundamentalisme pasar dengan ekonomi gelembung membangkrutkan Lehman Brothers dan menelan lembaga keuangan Wall Street raksasa dan menyeret seluruh dunia pada resesi 2008-2009. Sekarang, menurut Kaletsky, dunia dan sistem kapitalisme harus memasuki versi Capitalism 4.0: tak perlu lagi dipertentangkan antara intervensi negara dan prinsip pasar. Tak boleh ada ekstremisme yang pasti akan berdampak negatif.

Negara yang terlalu mencekik leher akan mengakibatkan ekonomi macet seperti nasib Uni Soviet dan RRC pasca-Mao Zedong. Pasar yang terlalu bebas tanpa regulasi akan bermuara pada resesi 1929 dan krismon global 2008. Kaletsky dengan santai menyatakan bahwa ekonomi memerlukan intervensi negara dan mekanisme pasar yang pas, paralel, dan simultan yang saling menghidupi.

Kebijakan negara harus merangsang kreativitas dan produktivitas. Namun, regulasi dan intervensi juga diperlukan agar pasar tak liar seperti pada 1929 dan 2008. Sebuah dapur memerlukan lemari es dan kompor, masing-masing berfungsi penting sesuai dengan tujuan yang merupakan kebutuhan manusia dan sistem. Kita barangkali selalu ekstrem sehingga peringkat kita dalam Doing Business IFC yang baru diumumkan ada di nomor 121, kalah dari Vietnam (78) dan China (79).

*Christianto Wibisono, Ketua Global Nexus Institute

http://nasional.kompas.com/read/2010/11/08/08524799/ObamaSBY.Versus.Globalisasi-4

--

Hidup Bagaikan Sebuah Buku……





From: endah marty


Hidup Bagaikan Sebuah Buku……by Jingga Des
(Sharing dari Sahabat)

Hidup manusia itu seperti sebuah buku.
Halaman depan adalah tanggal lahir, halaman belakang adalah tanggal
pulang.
Tiap lembarnya adalah tiap-tiap hari dalam hidup kita.
Ada buku yang tebal, ada buku yang tipis.
Ada buku yang menarik dibaca, ada yang tidak sama sekali.
Sekali menulis tidak akan pernah berhenti sampai selesai.
Hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman
selanjutnya yang putih, bersih, baru dan tiada cacat.
Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin, Allah SWT selalu
menyediakan hari yang baru dalam hidup kita setiap harinya,
memperbaiki kesalahan kita, melanjutkan alur cerita yang sudah
ditetapkan Nya untuk kita masing-masing.

Mari kita nikmati dan kita isi hidup kita dengan hal-hal yang baik dan
jangan lupa selalu bertanya kepada Allah SWT tentang apa yang harus
ditulis di tiap-tiap harinya, dengan hati yang tulus bersimpuh dan
berdoa.

"Betapapun kulukiskan keagungan Mu dengan deretan huruf,
Kekudusan Mu tetap meliputi semua arwah,
Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna akan lebur, mencair,
di tengah keagungan Mu, wahai Rabb ku"

"Dan, bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap
kepadanya. Maka, berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat kebaikan)" (Qs.
Al Baqarah: 148)

Have a nice Monday
May Allah bless our Life always
Kullu 'ammin wa antum bikhair

amin..



Dari “Leader” ke “Cracker”: Bekal-Penting Memasuki Zona Baru Industri





From: hernowo hasim


Dari "Leader" ke "Cracker": Bekal-Penting Memasuki Zona Baru Industri

Oleh Hernowo

 

Hasnul Suhaimi

 

Alhamdulillah, saya mendapatkan satu lagi buku "bergizi". Sabtu dan Minggu kemarin, saya menghabiskan waktu saya untuk menikmati pikiran-pikiran Rhenald Kasali dan timnya dalam Cracking Zone—sebuah buku yang memberi gambaran tentang "zona baru" yang harus kita masuki baik kita sudah siap maupun belum siap.

 

Salah sati ciri yang sangat menonjol dari zona baru itu adalah mulai bergesernya peran seorang "leader" menuju "cracker". "Berbeda dengan 'leader' yang mengubah haluan perusahaan, 'cracker' mengubah wajah industri," tulis Rhenald di halaman 11.

 

Lebih jauh, Rhenald menulis, "Saya ingin menegaskan bahwa seorang 'cracker' adalah bintang di abad ke-21. Jurus-jurus yang dikuasainya berada setingkat atau dua tingkat di atas 'leader'. Dialah orang yang Anda butuhkan untuk melakukan cracking zone dan membentuk landscape baru." (h. 279)

 

Lantas, sudah adakah contoh-contoh konkret seorang "cracker"? Di Indonesia, berpijak pada riset yang dilakukannya, Hasnul Suhaimi—salah satu CEO telekomunikasi Indonesia—merupakan contoh CEO yang dapat disebut seorang "cracker". Sebelumnya ada Sosrodjojo (Teh Botol) dan Tirto Utomo (Aqua)—yang mengubah wajah industri minuman.

 

Hasnul berhasil mengubah wajah industri telekomunikasi lewat prinsip freemium-nya: Tarif supermurah, volume besar, frekuensi tinggi, namun layanan produknya harus premium. Dalam bukunya, Craking Zone, Rhenald kemudian menunjukkan contoh-contoh menarik tentang melesatnya industri telekomunikasi di tangan seorang "cracker" bernama Hasnul Suhaimi.

 

"'Crackers' lahir atau muncul dalam suasana transformatif yang menimbulkan banyak perubahan," tulis Rhenald. "Namun, karena jeli melihat peluang dari retakan—ini istilah sangat menarik yang diperkenalkan Rhenald (dulu 'retakan' ini disebut 'niche'[H])—mereka pun menciptakan retakan-retakan baru.

 

"Mereka memecahkan kode-kode baru, membentuk bingkai peluang (windows of opportunity) yang mereka batasi sendiri waktunya dalam durasi yang pendek agar peluang itu tidak tercecer ke tangan para pesaingnya.

 

"Oleh karena itu, cara yang mereka tempuh terasa mengentak dan sulit diterima oleh mereka yang tidak mampu membaca tanda-tanda cracking zone."

 

Sudah siapkah Anda menjadi "cracker" di tempat organisasi Anda berada?[]


--


uququl walidain





Haram Durhaka Kepada Kedua Orang Tua

Kategori Birrul Walidain

Jumat, 26 Maret 2004 21:26:52 WIB

HARAMNYA DURHAKA KEPADA KEDUA ORANG TUA

Oleh
Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Imam Bukhari meriwayatkan dalam Kitabul Adab dari jalan Abi Bakrah Radhiyallahu 'anhu, telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Arti : Sukakah saya beritahukan kpdmu sebesar-besar dosa yg paling besar, tiga kali (beliau ulangi). Sahabat berkata, 'Baiklah, ya Rasulullah', bersabda Nabi. "Menyekutukan Allah, dan durhaka kpd kedua orang tua, serta camkanlah, dan saksi palsu dan perkataan bohong". Maka Nabi selalu megulangi, "Dan persaksian palsu", sehingga kami berkata, "semoga Nabi diam" [Hadits Riwayat Bukhari 3/151-152 -Fathul Baari 5/261 No. 2654, dan Muslim 87]

Dari hadits di atas dpt diketahui bahwa dosa besar yg paling besar setelah syirik ialah uququl walidain (durhaka kepda kedua orang tua). Dalam riwayat lain Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa diantara dosa-dosa besar yaitu menyekutukan Allah, durhaka kpd kedua orang tua, membunuh diri, dan sumpah palsu [Riwayat Bukhari dalam Fathul Baari 11/555]. Kemudian diantara dosa-dosa besar yg paling besar ialah seorang melaknat kedua orang tua [Hadits Riwayat Imam Bukhari]

Dari Mughirah bin Syu'bah Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Arti : Sesungguh Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan minta yg bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah membenci padamu banyak bicara, dan banyak berta demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)" [Hadits Riwayat Bukhari (Fathul Baari 10/405 No. 5975) Muslim No. 1715 912)]

Hadits ini ialah salah satu hadits yg melarang seorang anak beruntuk durhaka kpd kedua orang tuanya. Seorang anak yg beruntuk durhaka berarti dia tdk masuk surga dgn sebab durhaka kpd kedua orang tuanya, sebagaimana Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Arti : Dari Abu Darda bahwasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak masuk surga anak yg durhaka, pe,imu, khamr (minuman keras) dan orang yg mendustakan qadar" [Hadits Riwayat Ahmad 6/441 dan di Hasankan oleh Al-Albani dalam Silsilah Hadits Shahih 675]

Diantara bentuk durhaka (uquq) ialah :

[1] Menimbulkan gangguan terhadap orang tua baik berupa perkataan (ucapan) ataupun peruntukan yg memuntuk orang tua sedih dan sakit hati.

[2] Berkata 'ah' dan tdk memenuhi panggilan orang tua.

[3] Membentak atau menghardik orang tua.

[4] Bakhil, tdk mengurusi orang tua bahkan lebih mementingkan yg lain dari pada mengurusi orang tua padahal orang tua sangat membutuhkan. Seandai memberi nafkah pun, dilakukan dgn penuh perhitungan.

[5] Bermuka masam dan cemberut dihadapan orang tua, merendahkan orang tua, mengatakan bodoh, 'kolot' dan lain-lain.

[6] Menyuruh orang tua, misal menyapu, mencuci atau menyiapkan makanan. Pekerjaan tersebut sangat tdk pantas bagi orang tua, terutama jika mereka sudah tua atau lemah. Tetapi jika 'Si Ibu" melakukan pekerjaan tersebut dgn kemauan sendiri maka tdk mengapa dan krn itu anak hrs berterima kasih.

[7] Menyebut kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang tua.

[8] Memasukkan kemungkaran kedalam rumah misal alat musik, mengisap rokok, dll.

[9] Mendahulukan taat kpd istri dari pada orang tua. Bahkan ada sebagian orang dgn tega mengusir ibu demi menuruti kemauan istrinya. Na'udzubillah.

[10] Malu mengakui orang tuanya. Sebagian orang merasa malu dgn keberadaan orang tua dan tempat tinggal ketika status sosial meningkat. Tidak diragukan lagi, sikap semacam ini ialah sikap yg amat tercela, bahkan termasuk kedurhakaan yg keji dan nista.

Semua itu termasuk bentuk-bentuk kedurhakaan kpd kedua orang tua. Oleh krn itu kita hrs berhati-hati dan membedakan dalam berkata dan beruntuk kpd kedua orang tua dgn kpd orang lain.

Akibat dari durhaka kpd kedua orang tua akan dirasakan di dunia. Dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Abu Daud dan Tirmidzi dari sahabat Abi Bakrah dikatakan.

"Arti : Dari Abi Bakrah Radhiyallahu 'anhu mengatakan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Tidak ada dosa yg Allah cepatkan adzab kpd pelaku di dunia ini dan Allah juga akan mengadzab di akhirat yg pertama ialah berlaku zhalim, kedua memutuskan silaturahmi" [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (Shahih Adabul Mufrad No. 23), Abu Dawud (4902), Tirmidzi (2511), Ibnu Majah (4211). Ahmad 5/36 & 38, Hakim 2/356 & 4/162-163, Tirmidzi berkata, "Hadits Hasan Shahih", kata Al-Hakim, 'Shahih Sanadnya", Imam Dzahabi menyetujuinya]

Dalam hadits lain dikatakan.

"Arti : Dua peruntukan dosa yg Allah cepatkan adzab (siksanya) di dunia yaitu beruntuk zhalim dan al'uquq (durhaka kepdada orang tua)" [Hadits Riwayat Hakim 4/177 dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu] [1]

Keridlaan orang tua hrs kita dahulukan dari pada keridlaan istri dan anak. Karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan anak yg durhaka akan diadzab di dunia dan di akhirat serta tdk akan masuk surga dan Allah tdk akan melihat pada hari kiamat.

Sedangkan dalam lafadz yg lain diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, Hakim, Ahmad dan juga yg lainnya, dikatakan :

"Arti : Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhu berkata, 'Telah berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, 'Ada tiga golongan yg tdk akan masuk surga dan Allah tdk akan melihat mereka pada hari kiamat yakni anak yg durhaka kpd kedua orang tuanya, perempuan yg menyerupai laki-laki dan kepala rumah tangga yg membiarkan ada kejelekan (zina) dalam rumah tangganya" [Hadits Riwayat Hakim, Baihaqi, Ahmad 2/134]

Jadi, salah satu yg menyebabkan seseorang tdk masuk surga ialah durhaka kpd kedua orang tuanya.

Dapat kita lihat bahwa orang yg durhaka kpd orang tua hidup tdk berkah dan selalu mengalami berbagai macam kesulitan. Kalaupun orang tersebut kaya maka kekayaan tdk akan menjadikan bahagia.

Seandai ada seorang anak yg durhaka kpd kedua orang tua kemudian kedua orang tua tersebut mendo'akan kejelekan, maka do'a kedua orang tua tersebut bisa dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebab dalam hadits yg shahih Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Arti : Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, 'Telah berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, 'Ada tiga do'a yg dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala -yg tdk diragukan tentang do'a ini-, yg pertama yaitu do'a kedua orang tua terhadap anak yg kedua do'a orang yg musafir -yg sedang dalam perjalanan-, yg ketiga do'a orang yg dizhalimi" [Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabaul Mufrad, Abu Dawud, dan Tirmidzi] [2]

Banyak sekali riwayat yg shahih yg menjelaskan tentang akibat buruk dari durhaka kpd orang tua di dunia maupun di akhirat. Ada juga kisah-kisah nyata tentang adzab (siksa) dari anak yg durhaka, dari kisah tersebut ada yg shahih ada juga yg dla'if (lemah). Diantara kisah yg dla'if yg sering dibawakan oleh para khatib (penceramah) yaitu kisah Al-Qamah yg durhaka kpd ibu sampai mau dibakar oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam hingga ibu mema'afkannya. Akan tetapi kisah ini dla'if dilemahkan oleh para ulama ahli hadits [3].

[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qolam - Jakarta]
_________
Foote Note.
[1] Hadits Riwayat Bukhari dalam tarikh dan Thabrani dalam Mu'jam Kabir dari Abu Bakrah. Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Kitab Al-Mustadrak dari sahabat Anas. Lihat Silsilah Shahihah No. 1120 dan Shahih Jami'us Shagir No. 137 dan 2810.
[2] Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (Shahih Adabul Mufrad No. 24, 372), Abu Dawud 1536, Tirmidzi 1905, 3448, Ibnu Majah 3826, Ibnu Hibban 2406, At-Thayalishi 2517 dan Ahmad 2/258, 348, 478, 517, 523. Lihat Silsilah Hadits As-Shahihah No. 596
[3] Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Thabrani dan Ahmad dgn ringkas dalam sanad ada Fayid Abul Warqa' dia matruk (Majmuz Zawaaid 8/148), kata Ibnul Jauzi, "Hadits ini tdk shah dari Rasulullah krn dalam sanad ada Fayid Abu Warqa" Imam Ahmad berkata, "Ia matrukul hadits", Ibnu Hibban berkata, "Tidak boleh berhujjah dgnnya". Kata Imam Abu Hatim, "Ia sering dusta" [Lihat Al-Maudluu'at, Ibnul Jauzi juz 3 hal 87]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=544&bagian=0

Sumber Haram Durhaka Kepada Kedua Orang Tua : http://alsofwah

http://blog.re.or.id/haram-durhaka-kepada-kedua-orang-tua.htm
--

Untuk mas Lurah : ABN pengacara ARB?



ini dia ternyata ABN juga ternyata tidak konsisten. Padahal dipuji2
terus ama pak lurah? Yo to?

From: danielht

http://sosbud.kompasiana.com/2011/01/30/pengacara-koruptor-dan-hatinurani/



Di Twitter saya bertanya kepada pengacara senior, Todung Mulya Lubis,
"Seandainya Gayus meminta Bapak sebagai pengacaranya, apakah Bapak
bersedia?"

Todung menjawab, "Saya tak menangani kasus koruptor."

Saya kemudian merenung mencari jawaban sendiri, kenapa seorang pengacara
sekaliber Todung tidak mau menangani kasus koruptor?

Kemudian saya merasa telah menemukan jawabannya, yakni: Untuk menjadi
pengacara dalam kasus koruptor dengan hasil terbaik bagi kliennya
(bilamana perlu dibebaskan dari segala tuntutan hukum) adalah harus bisa
dan biasa melawan hatinurani.

Todung Mulya Lubis adalah salah satu pengacara yang tidak berani melakukan
itu. Maka itu dia memilih untuk tidak mau menangani kasus korupsi.

Menjadi pengacara dengan klien koruptor memang harus benar-benar lihai
selihai mereka ketika melakukan korupsi, yakni bersilat lidah
memutarbalikkan salah menjadi benar, benar menjadi salah, fiksi menjadi
fakta, fakta menjadi fiksi.

Bukan hanya pengacara, tetapi juga pejabat negara yang tidak mendukung
pemberantasan korupsi harus sama-sama lihai dan terbiasa melawan nuraninya
demi kepentingan "hak asasi" koruptor.

Dalam banyak kasus korupsi hal demikian kelihatan dengan jelas.

Sebagai contohnya dapat dikemukakan dua kasus yang sekarang ini sedang
panas-panasnya dibicarakan banyak orang. Yakni kasus mafia pajak Gayus
Tambunan dan kasus pembebasan Artalyta Suryani (Ayin).

Dalam kedua kasus tersebut kita patut bertanya-tanya adakah mereka yang
terlibat sesungguhnya mendengar dan melakukan apa yang dikatakan
hatinuraninya, atau sebaliknya?

Pada 19 Januari lalu, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, setelah
divonis penjara tujuh tahun, publik dikejutkan oleh Gayus yang didampingi
pengacaranya, Adnan Buyung Nasution membaca surat pernyataannya.

Inti dari pernyataan yang disebutkan oleh Adnan sebagai curahan hati Gayus
adalah menyatakan bahwa ternyata semua perkara hukumnya itu merupakan
hasil rekayasa dan telah diskenariokan oleh Satgas. Khususnya Sekretaris
Satgas Denny Indrayana, Mas Ahmad Santosa, dan juga Yunus Husein (Ketua
PPATK).

Skenario tersebut adalah untuk menjadikan Gayus dan kasusnya tersebut
sebagai alat politik untuk memojokkan pihak Aburizal Bakrie.

Semua poin-poin pernyataan Gayus tersebut langsung dapat dipatahkan oleh
pihak Satgas dengan mempresentasikan bukti-bukti berupa rekaman video, dan
transkrip komunikasi via BlackBerry Messenger antara Denny Indrayana
dengan Gayus.

Pada beberapa poin pernyataan Gayus yang memojokkan Satgas, sebenarnya
kalau kita menelesuri dari media massa, jalannya proses kasus Gayus dari
awal sampai dengan jatuhnya vonis, kita bisa tahu sendiri, siapa yang
berkata bohong.

Terkesan kuat juga bahwa pernyataan Gayus itu seperti bukan murni berasal
dari Gayus sendiri. Melainkan merupakan suatu teks yang telah disusun
terlebih dahulu oleh seseorang. Kemudian disuruhbaca kepada Gayus sebagai
pernyataannya dengan maksud dan tujuan tertentu.

Entah kebetulan ataukah tidak pernyataan Gayus yang menjauhkan
keterlibatan pihak Bakrie dari dugaan keterlibatan mereka dalam berbagai
kasus Gayus tersebut mempunyai banyak kesamaan dengan isi pernyataan dan
argumen pihak Bakrie kepada Satgas. Misalnya, tentang tudingan Bakrie dan
Golkar bahwa ada upaya Denny/Satgas yang mengarahkan kasus Gayus ke ranah
politik.

Aburizal Bakrie juga pernah berkata langsung kepada Denny Indrayana bahwa
dia akan menyelesaikan "sengketanya" dengan Denny dan Satgas dengan cara
politik. Halmana sudah dibuktikan dengan seruan Golkar untuk mengevaluasi
total eksistensi Satgas Mafia Hukum.

Pengacara Adnan Buyung Nasution pun langsung satu suara dengan pihak
Bakrie dengan menyerukan bahwa Satgas harus segera dibubarkan, diganti
dengan yang lain. Padahal dia itu pengacara Gayus, bukan pengacara Bakrie.

Padahal sebelumnya, Adnan sendiri pernah mengatakan bahwa untuk
mengungkapkan kasus Gayus secara menyeluruh harus dengan terlebih dahulu
membongkar kasus pajak yang melibatkan perusahaan-perusahaan dari Grup
Bakrie (Kompas.com, 18/11/2010).

Setelah Gayus membaca pernyataannya tersebut, Adnan malah seolah-olah ikut
membela pihak Bakrie, dengan menyatakan keberatannya. Kenapa yang terus
dipermasalahkan hanya Grup Bakrie saja, padahal ada lebih dari seratus
perusahaan lain yang diduga terlibat.

Entah apa dasarnya yang membuat Adnan bisa sedemikian percaya sepenuhnya
dengan semua isi pernyataan dari seorang dengan perilaku seperti Gayus.
Yang ketika dari rumah tahanan saja masih terus melakukan beberapa tindak
pidana dan menginjak-injak hukum negeri ini?

Lagipula sebelumnya Adnan sendiri pernah dibohongi sampai beberapa kali
oleh Gayus.

Yakni dalam kasus Gayus di Bali yang kepergok wartawan Kompas. Gayus
berbohong kepada pengacaranya itu bahwa dia tidak pernah ke Bali, yang di
Bali itu bukan dia.

Gayus kemudian berbohong lagi kepada Adnan, bahwa dia tidak pernah
keluar-masuk rumah tahanan, dan tidak pernah menyuap petugas rumah tahanan
tersebut.

Kebohongan ketiga Gayus kepada Adnan adalah bahwa ketika di Bali, dia
tidak pernah samasekali bertemu dengan siapapun. Ternyata kemudian kepada
polisi Gayus mengakui di Bali dia sempat bertemu dengan seorang pengurus
parpol dan diajak makan bersama.

Padahal sebelumnya Adnan pernah beberapakali mengatakan dia sangat tidak
suka dibohongi kliennya. Bahwa dia mempunyai prinsip pantang dibohongi
kliennya. Begitu ada kliennya yang berbohong kepadanya, maka demi
kredebilitasnya sebagai pengacara, dia akan mundur sebagai pengacara
kliennya itu.

Faktanya, ternyata meskipun telah dibohongi beberapakali oleh Gayus, Adnan
tidak membuktikan kebenaran dari prinsipnya itu.

Ternyata dia mempunyai argumen tentang ketidakkonsistennya dengan
prinsipnya sendirinya itu.

Adnan mengatakan bahwa untuk kebohongan-kebohongan Gayus kepadanya ini,
dia terpaksa melanggar prinsipnya itu. Karena demi misi yang jauh lebih
penting, yakni bersama Gayus membongkar mafia hukum dan pajak.

Dia yakin Gayus punya komitmen tinggi untuk membantu membongkar mafia
pajak. Buktinya Gayus telah mengaku tentang uang miliaran rupiah miliknya
yang berasal dari Grup Bakrie.

Tetapi apakah Adnan berkata jujur sesuai dengan nuraninya? Saya
meragukannya. Alasannya seperti yang pernah saya tulis dalam tulisan saya
di Kompasiana, yang berjudul Meragukan Komitmen Adnan Buyung Nasution
dalam Kasus Gayus

Pertanyaannya: apakah sewaktu Adnan melontarkan prinsipnya itu dia belum
tahu Gayus punya komitmen tinggi mengungkapkan mafia pajak (seperti yang
dikatakannya itu) , dan waktu itu dia (Adnan) juga belum punya tekad untuk
membongkar kasus (mafia) pajak lewat sidang pengadilan terhadap kliennya
itu?

Sebab kalau sedari awal kedua unsur itu ada, tentu saja, Adnan Buyung
tidak akan menyatakan prinsipnya pantang dibohongi kliennya itu. Karena
dia tahu Gayus punya komitmen tinggi membantu memberantas mafia pajak.
Jadi, kalau sampai dibohongi Gayus tentang keberadaannya di Bali, bukan
masalah,

Kenapa dia sedemikian mudah melontarkan prinsipnya itu, tetapi kemudian
sama mudahnya dengan menjilatnya kembali?

Hal lain terasa janggal adalah pernyataan Adnan bahwa Gayus sudah tidak
punya uang, Sampai-sampai untuk membayar honornya itu, kliennya itu
terpaksa meminjam dari orang lain.

"Untuk bayar honor kantor saya, dia tidak punya uang lagi. Jadi, dia
pinjam-pinjam dari orang. Saya lebih suka itu daripada uang haram yang
harus disita," tandasnya, seperti dikutip Kompas.com, 18/11/2010 (huruf
tebal oleh saya).

Betapa kaya dan mulianya orang yang meminjamkan uangnya kepada Gayus,
pengawai pajak Golongan IIIa ini (apakah Adnan tahu siapa orang itu?). Dia
rela memberi pinjaman kepada Gayus terus-menerus selama ini untuk
membantunya membayar pengacara senior semacam Adnan Buyung yang tentu saja
tidak murah itu.

Kalau benar Gayus sudah tidak punya uang, sampai tidak mampu bayar
pengacara semahal Adnan, terus pinjam dari orang,  lalu uang sogok yang
sampai mencapai Rp 368 juta yang diberikan kepada Kepala Rutan dan
beberapa pegawainya, pelesirannya ke Bali, Thailand, dan Makau itu pakai
uang siapa? Apakah juga dapat pinjaman dari orang yang disebut Adnan?

Dalam pernyatannya yang lain, Adnan dia mengatakan kemungkinan orang
seperti Gayus masih menyimpan banyak uang selain dari miliaran rupiah yang
telah disita polisi.

Pertanyannya: apakah uang miliran rupiah yang disimpan Gayus itu bukan
uang haram?



Dalam kasus bebasnya Artalyta Suryani (Ayin), masalah hati nurani juga
dipertanyakan. Apakah pengacaranya, dan pejabat yang berkaitan dengan ini,
berkata dan bertindak dengan tidak melawan hati nuraninya?

Bebas bersyarat hanya merupakan istilah hukum. Prakteknya, Ayin sudah
bebas 100 persen. Ayin pasti tidak akan melakukan tindakan bodoh sehingga
bisa merusak "skenario" pembebasannya dengan embel-embel "bersyarat" itu.

Ayin yang seharusnya masih menghuni penjaranya, setelah mendapat diskon
dari Mahkamah Agung sebanyak 6 bulan, plus remisi Waisak 2010 sebanyak 1
bulan, berikut bonus Proklamasi 17 Agustus sebanyak 2 bulan 20 hari,
akhirnya memenuhi syarat secara hukum untuk bebas bersyarat karena telah
memenuhi minimal 2/3 masa hukumannya, dan seperti yang dikatakan Menteri
Hukum dan HAM, Patrialis Akbar, selama di penjara Ayin berkelakuan baik.

Meskipun secara hukum bisa diterima, tetapi apakah patut seorang pelaku
kejahatan korupsi, dan seorang penyuap kelas kakap seperti Ayin ini diberi
"hadiah-hadiah" seperti itu?

Kejahatan korupsi dan juga suap seperti yang dilakukan Ayin merupakan
suatu kejahatan luar biasa yang seharusnya tidak diberi keistimewaan
apapun kepada terpidananya, sehingga bisa menimbulkan efek jera kepada
orang lain yang punya keinginan melakukan kejahatan serupa.

Sebuah ironi, seorang pelaku kejahatan yang merugikan negara sedemikian
rupa malah dikasih "bonus" oleh pemerintah di hari ulang tahun proklamasi
negara itu sendiri!

Hanya karena terlambat satu hari dari hari pembebasan yang seharusnya,
pengacara Ayin, O.C. Kaligis menyatakan kegusarannya, "Ini hak asasi
manusia. Orang yang seharusnya bebas kok ditunda." (Kompas, 28/01/2011).

Apakah ketika berbicara ini, O.C. Kaligis benar-benar berkata dari lubuk
hatinya yang terdalam, alias hatinuraninya?

Apakah berdasarkan panggilan hatinuraninya pula yang membuat O.C. Kaligis
sampai merasa perlu datang ke Rutan Cipinang begitu mengetahui para
tersangka dugaan suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank
Indonesia Miranda Gultom ditahan di situ?

Dia adalah orang pertama dan yang paling cepat datang ke Rutan itu,
mendahaului para kerabat para tesangka itu sendiri. Padahal para tersangka
tersebut belum menunjukkan pengacaranya?

Apakah dia ke sana bukan untuk menawarkan jasa pengacaranya, sebab ini
merupakan suatu peluang "bisnis besar" baginya?

Demikian juga dengan pernyataan Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar
yang mendukung pembebasan bersyarat Ayin tersebut, dengan alasan telah
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Satu pernyataannya yang sangat mengejutkan saya adalah: "Kami ini bukan
lembaga penegak hukum. Kami hanya menjalankan aturan yang ada." (Kompas,
28/01/2011, huruf tebal oleh saya).

Jujur, saya benar-benar baru tahu bahwa ternyata Kementrian Hukum dan HAM
sesungguhnya bukan penegak hukum!

Sekali lagi, pertanyaan diajukan: Apakah semua pernyataan dan tindakan
mereka itu adalah sesuai dengan hatinuraninya? Apakah mereka masih
mendengar dan melaksanakan apa yang dikatakan hatinuraninya? ***

http://politik.kompasiana.com/2010/11/21/meragukan-komitmen-adnan-buyung-nasution-dalam-kasus-gayus/

http://nasional.kompas.com/read/2011/01/19/19114781/Ini.Bukti.Gayus.Inisiatif.Sebut.Bakrie.



Membincangkan Air

From: *dewanto*

Mohon maaf

hanya menghaturkan gambar sahaja, sumonggo

Lokasi : Di sekitar rumah, Secang, Magelang

Obyek : Irigasi (nantinya akan melintas di depan RSJ Kramat)

Waktu : Kira-kira jam 6 pagi

Agar tidak terlalu berat, maka untuk gambar lain, bisa di klik di sini :
http://www.flickr.com/photos/25041716@N06/sets/72157604347358332/

klik saja masing-masing gambar untuk memperjelas...

Dewanto

Sabtu, 29 Januari 2011

A Famous Love Story from Japan

*A Famous Love Story from Japan

This is a true story that happened in Japan.

In order to renovate the house, someone in Japan tear open the wall.
Japanese houses normally have a hollow space between the woodenwalls.

When tearing down the walls, he found that there was a lizard stucked
there because a nail from outside hammered into one of its feet.

He sees this, feels pity and at the same time curious, as when he
checked the nail, it was nailed 10 years ago when the house was first built.

What happened? The lizard has survived in such position for 10 years!?!!
In a dark wall partition for 10 years without moving,it is impossible
and mind boggling.

Then he wondered, how this lizard survived for 10 years without moving a
single step - since its feet was nailed!

So, he stopped his work and observed the lizard,what has it been doing
and what has it been eating? Later, don't know from where appears
another lizard,with food in its mouth... AHHH!

He was stunned and touched deeply. For the lizard that was stucked by
nail, another lizard has been feeding it for the past 10 years

Such a love, such a beautiful love!! Such love happened even on this
tiny creature. What can love do? It can do wonders!! Love can do miracles!!

Imagine it has been doing it for a tiredsome 10 yrs, without giving up
hope on its partner. Imagine what a small creature can do that a
creature blessed with the brilliant mind can't.

I am touched when I heard this story. And started wondering the
relationship between them:family, friends, lovers, brothers, sisters......
As the technology advances, our access to information become faster and
faster. But the distance between human beings, was it getting closer as
well?

NEVER ABANDON YOUR LOVED ONES.

----------------------------------------------------------------------

Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang.

Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan
tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok
yang terbuat dari kayu.

Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap
diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku

Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek paku
itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah
itu pertama kali dibangun.

Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi
terperangkap selama 10 tahun??? Dalam keadaan gelap selama 10
tahun,tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan
tidak masuk akal.

Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama
10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!

Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu,
apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan.
kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan
makanan di mulutnya....AHHHH!

Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal lain
yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun.

Sungguh ini sebuah cinta...cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan
pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. apa yang dapat
dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.

Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti
memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. bayangkan bagaimana hewan
yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.

Saya tersentuh ketika mendengar cerita ini. Lalu saya mulai berpikir
tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, kekasih,saudara
lelaki, saudara perempuan.....
Seiring dengan berkembangnya teknologi, akses kita untuk mendapatkan
informasi berkembang sangat cepat. Tapi tak peduli sejauh apa jarak
diantara kita, berusahalah semampumu untuk tetap dekat dengan orang-
orang yang kita kasihi.

JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG ANDA KASIHI!!!

iklan jadul

kue di pagi hari

kupang lontong - sate kerang

selingan...

kanca2ne jaran... ;-p

Kambing Bakar..

From: tommihernowo

Sik kosik ..aku gek maem Kambing Bakar ki ..di daerah Ampel Sby ....

Maknyus juga je ..

senyum pejantan tangguh (oh)

kepiting mamiri

ohhh Gumandulan ne Ati

*ohhh Gumandulan ne Ati


Wuyung

Laraning lara
Ora kaya wong kang nandhang wuyung
Mangan ra doyan
Ra jenak dolan nèng omah bingung
Mung kudu weruh woting ati duh kusuma ayu
Apa ra trenyuh sawangen iki awakku sing kuru

Reff:
Klapa mudha leganana nggonku nandhang branta
Witing pari dimèn mari nggonku lara ati
Aduh nyawa

Duh duh kusuma
Pa ra krasa apa pancen téga
Mbok mbalung janur
Paring usada mring kang nandhang wuyung


Nyidhamsari

Upama sliramu sekar melathi
Aku kumbang ngidam sari
Upama sliramu margi wong manis
Aku kang bakal ngliwati
Sineksèn lintangé luku semana
Janji prasetyaning ati
Tansah kumanthil ing nétra rinasa
Rerasa rasaning driya

Reff:
Midera sajagat raya
Kalingana wukir lan samudra
Nora ilang memanisé..aduh
Dadi ati selawasé
Nalikanira ing ndalu atiku
Lam-lamen sira wong ayu
Nganti mati ora bakal lali
Lha kaé lintangé mlaku


Yèn ing tawang ana lintang

Yèn ing tawang ana lintang ..cah ayu
Aku ngentèni tekamu
Marang méga ing angkasa, nimas
Sun takokké pawartamu
Janji-janji aku éling ..cah ayu
Sumedhot rasaning ati
Lintang-lintang ngiwi-iwi, nimas
Tresnaku sundul wiyati

Reff:
Dhèk semana janjimu
Diseksèni méga kartika
Kairing rasa tresna asih

Yèn ing tawang ana lintang ..cah ayu
Rungokna tangising ati
Binarung swaraning ratri, nimas
Ngentèni mbulan ndadari


Ngalamuning ati

Yèn tak rasa ra kuwawa rasa jroning ati
Tansah kèlingan kembangé nétra
Nggodha aku rina wengi
Pancèn nyata yèn si rupa nora mitayani
Nanging aku wis kebacut tresna
Angèl nggonku angon janji

Reff:
Pamujiku mbok bisoa katekan sedyaku
Katresnanku luhur
Ditimbangi tresna kang satuhu

Kaya ngapa iba bungah rasa jroning ati
Katekan sedyaku kang tak arah
Beja nggonku urip iki

enak

Jumat, 28 Januari 2011

jembatan tanpa jalan di Gowok Jogja



Pas mancing di kali gajahwong.. liat fenomena aneh.. ada jembatan tanpa jalan.. depan dan belakangnya perumahan padat.. apa belum dibebaskan atau bagaimana ?? liat umur jembatannya juga udah agak lama ?? perencanaan itu gimana ya ??
ini mesti bantuan dari pusat ?? ha3...

Presiden sebagai pilot malah diganggu awaknya





From: A.Syauqi Yahya

Susilo Bambang Yudhoyono dinilai pengecut dan plinplan. Namun, seandainya Wiranto, Prabowo, atau Amien Rais berada pada posisi presiden terpilih, pasti mereka juga akan berbuat sama dengan SBY. Berkompromi, berkohabitasi, dan "berkumpul kebo" dengan lawan politik yang tiap saat siap menerkam jadi Brutus dan Gayus terhadap sesama.

Ki podo diwoco.....cah siji mbayar sepuluh ewu gelo yaaaaa......kqkq/kung

Utk Thom Sis....gratisssss

Republik Gayus
Kamis, 20 Januari 2011 | 04:08 WIB

Christianto Wibisono

Gayus adalah nama generik Romawi dengan empat tokoh besar. Gaius Sempronius Gracchus adalah politikus penganjur pembagian pemilikan tanah yang terbunuh oleh Lucius Opimius. Gaius Papirius Carbo adalah negarawan dan orator yang dimakzulkan Marcus Licinius Crassus. Kedua Gayus tersebut hidup pada abad kedua sebelum Masehi. 

Kaisar Caligula juga bernama kecil Gaius. Saking bencinya kepada DPR atau Senat Roma, ia mengangkat kudanya untuk melecehkan senator Romawi. Sebagian sejarah ini ditulis Gaius (130-180) yang pakar hukum.

Di Indonesia, penulis Gayus Siagian adalah sastrawan terkenal. Politikus PDI-P yang terkemuka tentulah Gayus Lumbuun. Namun, kedua Gayus itu kini kalah pamor dari Gayus "Kaisar" Tambunan, yang seorang diri dari penjara bisa menaklukkan Republik Indonesia, Presiden, DPR, kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan negeri.

Barangkali arwah dari empat Gayus Romawi bereinkarnasi di tubuh Gayus Tambunan sehingga aparat Negara Kesatuan Republik Indonesia kalang kabut, sempoyongan, dan dilecehkan.

Saya mengutip akar kata dan semangat zaman Romawi karena, di luar kasus Gayus, kita melihat kisah bagai dua Gayus yang saling bunuh. Eksekutif sedang dikritik oleh tokoh agama dengan senjata kata-kata yang sangat konfrontatif: tuduhan bahwa pemerintah membohongi publik.

Dunia modern dengan perkembangan teknologi BlackBerry, yang coba dihambat seorang menteri, tetap saja tak bisa lepas dari penyakit umum manusia: cemburu, dengki, iri, dan benci karena tidak bisa menghargai prestasi serta kinerja orang lain.

Kebangkrutan Romawi

Setiap orang berusaha memenangkan dan membenarkan diri sendiri, tak pernah sportif mengakui dan menghormati meritokrasi. Penyakit itu sudah ada sejak zaman Taurat dan terus hingga zaman nuklir. Ketika otak manusia mampu menciptakan senjata pamungkas pemusnah sesama manusia, hati nurani yang belum beranjak dari kebencian dan iri hati berujung pada saling bunuh.

Celakanya, jika di zaman kuno kapasitas manusia untuk membunuh satu sama lain hanya berdampak ratusan atau ribuan orang sesuai dengan perkembangan teknologi perang dan alat bunuh-membunuh, di zaman Gayus Tambunan kekuatan otak manusia sudah sanggup membunuh jutaan orang sekaligus dengan nuklir, rudal, roket, dan bom bunuh diri. Sebanyak 19 orang bisa membunuh 3.000 orang sekaligus tanpa memaklumkan perang, tetapi sudah menciptakan neraka di pusat peradaban dunia, kota New York, AS, 11 September 2001.

Setara dengan kedahsyatan teknologi bom, epidemi korupsi yang telah membelit Republik Indonesia mengulangi skenario dan riwayat kebangkrutan Romawi. Kekaisaran itu bukan hancur oleh serbuan orang barbar dari luar Romawi, tetapi ambruk karena perang saudara dan korupsi membusuk yang dilakukan para senator, kaisar, dan elite Romawi. Kekaisaran Romawi hanya bisa dilihat bekasnya dalam Colosseum Romawi yang tinggal reruntuhan belaka.

Republik Indonesia tentu tak akan bangkrut karena seorang Gayus. Namun, jika ada ribuan dan jutaan Gayus pada pelbagai tingkatan seperti juga Romawi penuh orang bernama Gayus, sebetulnya para tokoh agama lebih afdal mengeluarkan peringatan yang tak sektarian dan hanya menyalahkan presiden terpilih.

Memperlemah

Pada 12 Januari lalu, Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan fatwa yang memperlemah Presiden dalam menghadapi rongrongan legislatif dengan pembiaran jumlah pengusul hak menyatakan pendapat menjadi hanya dua pertiga dari dua pertiga atau empat persembilan. Suatu tirani minoritas terhadap mayoritas. Fatwa MK itu berpotensi mengakselerasi ambisi partisan memakzulkan Wakil Presiden Boediono yang dikaitkan dengan masih "mengambangnya kasus Century".

Kelemahan Indonesia sejak orde reformasi adalah presiden terpilih tak pernah berhasil menguasai parlemen dan harus tunduk kepada koalisi. Dalam koalisi, sistem presidensial terbajak dan tersandera oleh manuver koalisi parlementer. Kedudukan presiden mirip perdana menteri dalam sistem demokrasi parlementer 1945-1960 ketika DPR dengan mudah dapat menyatakan mosi tak percaya atau istilah sekarang: hak menyatakan pendapat.

Susilo Bambang Yudhoyono dinilai pengecut dan plinplan. Namun, seandainya Wiranto, Prabowo, atau Amien Rais berada pada posisi presiden terpilih, pasti mereka juga akan berbuat sama dengan SBY. Berkompromi, berkohabitasi, dan "berkumpul kebo" dengan lawan politik yang tiap saat siap menerkam jadi Brutus dan Gayus terhadap sesama.

Indonesia memang sangat ekstrem dalam reaksi terhadap tantangan situasi. Kita pernah memakai demokrasi parlementer liberal 15 tahun (1945-1960) dengan 10 perdana menteri atau rata-rata kabinet cuma 1,5 tahun berkuasa.

Bung Karno membanting ke ekstrem diktator, tetapi cuma enam tahun sistem itu dibajak oleh Soeharto yang kemudian bertahan 32 tahun memerintah Republik Indonesia. Setelah itu MPR dan DPR mengebiri kekuasaan presiden sehingga presiden terpilih—yang memang tak mampu menguasai mayoritas parlemen—harus hidup "berkumpul kebo" dengan parlemen multipartai yang sulit dijamin loyalitas maupun solidaritasnya.

Sistem presidensial yang disandera oleh parlemen itu menghasilkan pemerintahan yang bagai autopilot. Presiden sebagai pilot malah diganggu awaknya. Untung Tuhan masih adil dan melihat kinerja masyarakat hingga penerbangan Indonesia Inc dengan autopilot masih tumbuh 7 persen.

Seandainya pilot tak diganggu oleh awak yang hiruk-pikuk, pesawat bisa melaju dua digit menyamai China. Sekarang fatwa MK malah membuat sang pilot semakin sulit bermanuver dan awak yang tidak dipilih rakyat bisa mengambil alih pesawat dari kopilot yang mau digusur dengan isu Bank Century.

Dalam hiruk-pikuk itu, tak heran seorang Gayus Tambunan dengan lihai mengulangi skenario Romawi: ketika Gayus saling bunuh, kaisar jadi sinis dan setengah gila mengangkat kuda jadi senator, dan senator saling bunuh atau bunuh diri.

Presiden Republik Indonesia seharusnya berani menyatakan, "Stop kegilaan Gayus. Saya minta referendum seluruh rakyat." Di manakah 70 juta rakyat pemilih SBY-Boediono, mengapa Anda membiarkan Gayus mengkup SBY-Boediono? Jika Anda tak bergerak dalam tempo tiga bulan, Boediono akan termakzulkan dan pemerintah sebetulnya sudah tak sah karena suara rakyat pemilih telah dikudeta oleh "senator model kuda Caligula" dan epidemi korupsi Gayus.

Christianto Wibisono CEO Global Nexus Institute

http://nasional.kompas.com/read/2011/01/20/0408371/Republik.Gayus --

kehidupan

Indahnya persahabatan

/If I could catch a rainbow/

/ /

/If I could catch a rainbow, I would do it for you.. and share with you
its beauty, on the days u are feeling blue.. /

/ /

/If i could build a mountain, you could take it for your own, as a place
for you to find your serenity.. /

/ /

/If i could take all of your troubles, I would toss them into the sea.. /

/ /

/But all these things r impossible for me.. i can't build a mountain,/

/or catch a rainbow, or take off all your troubles../

/ /

/But let me be what I know best, /

/a friend who's always be there for you.//./

legenda 8 dewa : Lu Dongbin

Lu Dongbin pernah dalam satu kali berjanji pada Han Zhongli untuk
menyelamatkan semua makhluk hidup. Namun dia belum juga menyelamatkan
satu orang pun, kemudian dia melakukan sebuah perjalanan menuju daerah
Yue Yang. Dia berada di sana dua tiga kali sebelum mencoba untuk
mencapai masyarakat umum. Yue Yang sekarang adalah sebuah wilayah
administrasi di Provinsi Hunan, Tiongkok, di tepi danau Dong Ting.


Lu Dongbin menyamar menjadi seorang lelaki tua yang menjual minyak
untuk memasak. Dengan cara menjual minyak sebagai dalih untuk bertemu
dan memilih orang yang diprospeknya, lalu bila seorang pelanggan
terlihat tidak tamak, tidak meminta lebih banyak minyak daripada yang
dibayarnya, maka dia akan menolongnya.

Jadi, selama bertahun-tahun dia berkeliling untuk menjual minyak,
selama itu para pelanggan yang ditemui semuanya tamak meminta terlalu
banyak, kecuali seorang perempuan tua. Bagaimanapun si perempuan tua,
hanya mengambil sesuai dengan yang dibayarnya, bahkan tidak lebih satu
tetes pun.

Mengejutkan, Lu Dongbin berpikir akhirnya dia menemukan seseorang yang
layak diselamatkan. Dia bertanya pada perempuan itu, "Semua yang
datang membeli minyak selalu ingin mendapatkan lebih kecuali Anda.
Kenapa tidak meminta lebih?"

Si perempuan menjawab, "Saya cukup puas dengan sebuah botol minyak,
selain itu sangatlah tidak mudah bagi Anda untuk mencari nafkah dengan
menjual minyak. Bagaimana saya boleh meminta lebih?" Kemudian dia
menawarkan Lu Dongbin minuman arak untuk mengungkapkan rasa terima
kasihnya.

Lu Dongbin merasa dia adalah seorang prospek yang baik dan bermaksud
memberikan penyelamatan kepadanya. Saat dia menemukan ada sebuah sumur
di ladangnya, dia menaburkan beberapa biji padi ke dalamnya. Dia
berkata pada perempuan itu, "Anda bisa mendapatkan keberuntungan
dengan menjual air dalam sumur ini." Lalu dia beranjak pergi.

Perempuan tua itu berbalik dan menemukan air dalam sumur tersebut
telah berubah menjadi arak. Seperti saran Lu Dongbin, perempuan tua
itu menjual arak dalam sumur itu dan meraih keberuntungan selama
setahun.

Pada suatu hari Lu Dongbin datang kembali ke tempat perempuan tua itu.
Si perempuan tua tidak berada di rumah, hanya anak lelakinya yang ada
di dalam. Lu Dongbin bertanya padanya, "Bagaimana hasil dari usaha
menjual arak?"

"Usahanya berjalan sangat baik, tetapi tidak ada penyulingan biji–biji
padi untuk memberikan makanan pada babi-babi." jawab si anak lelaki.
Mendengar perkataannya, Lu Dongbin mendesah. "Ketamakan manusia telah
mencapai pada tingkat separah ini." Maka dia mengambil kembali
biji-biji beras dalam sumur tersebut dan berlalu pergi.

Tidak lama kemudian, perempuan tua itu kembali. Anak lelakinya
menceritakan apa yang telah terjadi. Dia pergi ke sumur dan melihat ke
dalam. Arak di dalamnya telah berubah kembali menjadi air. Si
perempuan tua itu bergegas ke pintu, namun Lu Dongbin telah
menghilang.

Lu Dongbin meninggalkan Yue Yang menuju Danau Dong Ting dan
meninggalkan sebuah puisi yang meratapi sifat manusia, "Tiga kali ke
Yue Yang namun belum menemukannya, menyenandungkan sajak saat
melintasi Danau Dong Ting."

kesimpulan dari cerita legenda di atas adalah, ketamakan manusia
justru malah akan menghancurkan hidup dan masa depan manusia itu
sendiri, semoga bisa menjadi renungan kita masing2 :)