Selasa, 30 November 2010

ANSWER ME




From: A.Syauqi Yahya


ANSWER ME

Nat King Cole

Answer me
oh my love

Just what sin have I been guilty of

Tell me how I came to lose your love

Please answer me
my love.
You were mine yesterday

I believed that love was here to stay

Won't you tell me where I've gone astray

Please answer me
my love.


If you're happier without me

I'll try not to care

But if you still think about me

Please listen to my prayer

You must know I've been true

Won't you say that we can start anew?
In my sorrow now I turn to you

Please answer me
my love.


Belailah dengan mesraaaaaa......





From: A.Syauqi Yahya
Kau Selalu Dihatiku


Ernie Johan/ Titik emprit

Kau selalu di hatiku
Terpaut di dalam sukma
Tiada ku bimbang tiada kuragu
Akan setia janjimu

Bersemi di dalam kalbu
Penawar hati nan lara
Padamu bintang padamu bulan
Saksi yang abadi

Sambutlah tanganku ini
Belailah dengan mesra
Kasihmu hanya untukku
Hingga akhir nanti

Kau selalu di hatiku
Bersemi di dalam kalbu
Dari semula hingga akhirnya
Kasih ku serahkan


--


Enya, Penerima Habibie Award Termuda : Undangan Peringatan 11 Tahun The Habibie Center & Penganugerahan Habibie Award 30 Nov 2010





From: A.Syauqi Yahya


Profil Ilmuwan
Eniya, Penerima Habibie Award Termuda
Selasa, 30 November 2010 | 07:39 WIB
KOMPAS/NAWA TUNGGAL
Dr Eng. Eniya Listiani Dewi, B. Eng, M. Eng
TERKAIT:

KOMPAS.com - Di antara 4 orang penerima Habibie Award 2010, salah satunya adalah Dr-Eng Eniya Listiani Dewi, peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Ia merupakan penerima Habibie Award termuda.

Karya perempuan kelahiran 14 Juni 1974 tersebut berkisar pada lingkup elektrokimia, suatu cabang ilmu kimia yang berkaitan dengan potensi listrik dan energi. Penelitiannya adalah tentang sel bahan bakar berbasis hidrogen yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi baru yang ramah lingkungan.

Salah satu karya yang mengawali kiprahnya di bidang sel bahan bakar adalah penemuan katalis baru untuk sel bahan bakar. Penemuan tersebut menurutnya adalah sebuah inovasi yang ditemukan secara kebetulan.

"Saya kan kalau sedang eksperimen suka saya tinggal waktu makan siang. Saya pikir kan tidak masalah. Nah, waktu itu ketika saya melihat hasil eksperimen setelah saya tinggal, kok jadinya berbeda, ternyata perbedaan malah jadi inovasi," terang Eniya. Polimer yang terbentuk menjadi terdiri dari 10 penyusun, padahal harusnya ada 2 penyusun.

Dari hasil karya yang kebetulan tersebut, perempuan yang menyelesaikan gelar doktor dari Fakultas Aplikasi Kimiawi, Polimer, Katalis dan Sel Bahan Bakar Waseda University ini meraih beragam penghargaan, termasuk Mizuno Awards dan Koukenkai Awards dari Waseda University dan Polymer Society Japan pada tahun 2003.

Karya terbarunya adalah ThamriON, sebuah membran sel bahan bakar temuannya yang baru saja mendapatkan penghargaan Inovasi Paten dari Ditjen HKI 2010. "Prinsipnya, ThamriON tersebut adalah membran sel bahan bakar yang terbuat dari plastik yang direaksikan dengan asam sulfat. Karena telah direaksikan, maka plastik bisa menghantarkan listrik," ungkapnya.

Nama ThamriON sendiri punya sejarah tersendiri. "Saya kan bekerja di Jalan MH Thamrin Jakarta jadi nama itu saya ambil untuk nama karya saya. Kalau ON sendiri berasal dari kata ion, karena plastiknya bisa jadi menghasilkan ion," terangnya sambil tertawa mengenang penamaan hasil karyanya.

Teknologi sel bahan bakar dan bahan pendukung lain hasil risetnya di kembangkan 80 persen dari material lokal, sehingga biayanya lebih murah. Dengan proses manufaktur secara mandiri, sel bahan bakar yang tersebut telah diterapkan untuk menyalakan perangkat elektronik dan sepeda motor dengan kapasitas 500 Watt.

Untuk mengembangkan proses produksi dan penyimpanan bahan bakar, Eniya bekerja sama dengan berbagai pihak. "Ada Teknik Kimia UGM, Pusat Teknologi Bioindustri, industri polimer dan baterai," ungkap perempuan yang kini menjadi Kepala Perekayasaan Sel Bahan Bakar di BPPT.

Eniya adalah putri pertama dari pasangan Hariyono (alm) dan Sri Ningsih, berasal dari kota Magelang, Jawa Tengah. Ketertarikannya dengan dunia teknologi dan lingkungan sudah ada sejak ia masih duduk di bangku SMA Negeri 1 Magelang.

"Sejak saya SMA, saya sudah tertarik pada hal-hal yang berbau sains dan ramah lingkungan. Waktu itu, kalau mengarang, saya selalu menulis tema-tema teknologi dan isu ramah lingkungan," ujarnya yang sebenarnya lebih menyukai ilmu fisika daripada kimia.

Setelah lulus SMA, ia beruntung dapat memperoleh beasiswa lewat program Science and Technology Advance Industrial Development (STAID) Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S-1 ke Waseda University.

Pendidikan strata dua dan tiga ia lanjutkan dengan beasiswa dari lembaga lain. Total masa pendidikan yang ia butuhkan untuk mencapai gelar doktor adalah 10 tahun, berawal dari tahun 1993 hingga tahun 2003.

Salah satu ambisi terbesarnya adalah mewujudkan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan dari bahan hidrogen. "Bahan hidrogen ini sangat berpotensi, bisa diproduksi dari berbagai macam sumber, termasuk biomassa," terangnya. Ambisi tersebut diperoleh setelah melihat pengembangan kota Fukuoka, Jepang yang mengaplikasikan hidrogen sebagai sumber energi.

Hidrogen bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik, bahan bakar kendaraan dan lainnya. "Dengan bahan bakar hidrogen, motor tidak mengeluarkan asap, tapi air murni," jelas Eniya.

Ide Eniya dalam pemakaian hidrogen sebagai sumber bahan bakar juga dipresentasikan dalam 7th Biomass Asia Workshop yang berlangsung di gedung BPPT, Senin (29/11/2010).

Penulis: Yunanto Wiji Utomo   |   Editor: A. Wisnubrata Dibaca : 3751



Akar Masalah Keistimewaan DIY dari UU Pemda





From: puthut yulianto


Eks Rektor UGM: Akar Masalah Keistimewaan DIY dari UU Pemda http://de.tk/SJsp8

Selasa, 30/11/2010 17:39 WIB

Eks Rektor UGM: Akar Masalah Keistimewaan DIY dari UU Pemda

Hery Winarno : detikNews

detikcom - Jakarta, Mantan Rektor UGM Sofian Effendi menuding akar permasalahan seputar keistimewaan DIY adalah UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Pemda). UU ini dinilai tidak sesuai dengan jiwa dan semangat UUD 1945.

Dalam UUD 1945, diakui adanya daerah istimewa yakni untuk menyebut Aceh, Yogyakarta Hadiningrat dan Ibukota Jakarta. Namun dalam UU Pemda, di bawah negara hanya ada provinsi, walikota, kabupaten tanpa menyebut adanya daerah istimewa.

"Ini akar masalahnya, padahal dalam UUD 1945, daerah istimewa itu diakui keberadaannya. Tapi dalam UU Pemda seolah tidak boleh ada daerah istimewa, sehingga semua daerah harus dibuat provinsi," terang Sofian Effendi saat berbincang dengan detikcom, Selasa (30/11/2010).

Menurut mantan rektor UGM ini, Yogyakarta adalah daerah istimewa yang setingkat dengan provinsi, bukan provinsi yang diistimewakan. Artinya, Yogyakarta memiliki keistimewaan yang kemudian membuatnya diangkat menjadi provinsi tersendiri.

"Keistimewaannya tidak lepas dari sejarah, di mana Yogyakarta yang sejak zaman penjajahan adalah sebuah daerah yang independen. Hingga akhirnya Indonesia merdeka dan Yogyakarta (HB IX dan Paku Alam VIII) mengakui kedaulatan dan bergabung dengan NKRI," terangnya. 

Bergabungnya Yogyakarta dengan NKRI disambut baik oleh Presiden pertama republik ini, Soekarno. Bahkan saat Ibukota Jakarta berada di bawah pendudukan Belanda pada tahun 1946, atas undangan HB IX, Soekarno kemudian memindahkan pusat pemerintahan dan Ibukota dari Jakarta ke DIY.

"Makanya kalau gubernur mau dipilih langsung, keistimewaan DIY menjadi hilang. Apa bedanya Yogyakarta dengan Jawa Tengah, Jawa Barat dan provinsi lainnya," terangnya.

Effendi juga tidak menyetujui konsep yang ditawarkan RUU keistimewaan DIY yang digodok oleh Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM. Menurutnya draf yang dipesan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut tidak pas diterapkan untuk tingkatan provinsi.

"Ini tidak pas, karena draf itu menganut sistem monarki parlementariat, seperti yang dianut oleh Jepang, Inggris dan negara-negara lainnya. Dimana Raja hanya sebagai kepala negara, sedangkan kepala pemerintahan dipegang perdana menteri," terangnya.

Menurutnya dalam draf tersebut nantinya Sultan dan Paku Alam hanya menjadi kepala negara sedangkan kepala pemerintahan dipegang oleh gubernur yang dipilih oleh rakyat. Sistem yang mengadopsi Inggris dan negara yang menggunakan sistem monarki parlementariat ini hanya bisa diberlakukan untuk sebuah negara.

"Sistem ini cocoknya untuk sebuah negara, bukan daerah provinsi. Makanya sebaiknya kita tetap kembalikan ke UU No 3/1950 tentang Pembentukan DIY," terangnya.

Lalu bagaimana penerus Sultan, mengingat dalam tradisi Keraton penerusnya harus laki-laki, sedangkan Sultan tidak memiliki putra?

"Itukan tradisi dan kearifan lokal kita serahkan saja ke pihak keraton, yang jelas pasti ada penggantinya entah adiknya, pamannya atau bila dimungkinkan bisa saja putri belaiu jadi ratu," imbuhnya.


Tidak RELEVAN





From: A.Syauqi Yahya


Jika Politikus Menyerang Satgas

Rabu, 01 Desember 2010 | 01:21 WIB

SERANGAN politikus terhadap Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum sungguh merisaukan. Sejumlah politikus, terutama dari Partai Golkar, menuding upaya Satgas membongkar kasus Gayus H. Tambunan bermuatan politik. Bahkan seorang politikus dari Partai Persatuan Pembangunan mendesak agar lembaga itu dibubarkan.

Publik tentu bertanya-tanya, siapa yang sebenarnya bermanuver politik: para politikus atau anggota Satgas? Harus diakui, Satuan Tugas yang dibentuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini tak lepas dari kepentingan politik. Setidaknya, lembaga ini didirikan demi memenuhi tuntutan masyarakat agar pemerintah serius memberantas mafia hukum. Tapi, jika muncul tudingan bahwa Satgas dibentuk demi mendiskreditkan kelompok atau partai politik tertentu, jelas itu berlebihan.

Orang yang berpikiran sehat tentu membuka kemungkinan lain. Kalangan Golkar justru terkesan berusaha menyudutkan Satgas demi kepentingan mereka. Apalagi, politikus dari partai yang dipimpin oleh Aburizal Bakrie ini mempersoalkan kenapa hanya Grup Bakrie yang disorot dalam kasus Gayus.

Terdakwa kasus penyuapan penegak hukum itu memang pernah menyatakan bahwa sebagian duit miliaran rupiah miliknya berasal dari perusahaan Grup Bakrie. Kesaksian itu disampaikan bukan hanya kepada anggota Satgas, tapi juga polisi dan pengadilan. Ketika belum ada tanda-tanda kasus ini akan dibongkar, muncul lagi kasus baru: kaburnya Gayus ke Bali. Wajar bila Satgas, yang sebelumnya berhasil mendesak Gayus menyerahkan diri dari persembunyian di Singapura, kembali turun tangan.

Kasus Gayus yang diduga menyuap Kepala Rumah Tahanan Brimob untuk keluar dari tahanan memang telah diusut. Tapi sejauh ini tetap tidak jelas untuk keperluan apa terdakwa pergi ke Bali. Kepolisian terkesan tidak serius mengungkap hal ini.

Publik semakin kecewa karena sampai sekarang polisi juga belum menyentuh perusahaan-perusahaan yang diduga menyuap bekas pegawai pajak itu. Itu sebabnya, belakangan muncul tuntutan agar Komisi Pemberantasan Korupsi mengambil alih kasus Gayus yang belum terbongkar.

Jika para politikus ingin mendorong penuntasan kasus Gayus secara hukum, mestinya masalah itulah yang disoroti. Sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat, mereka bisa mendesak polisi menuntaskan penyelidikan kasus ini atau mendorong KPK turun tangan. Dengan cara ini pula, jika ada sederet perusahaan lain yang diduga menyuap Gayus, mereka bisa diusut.

Mempersoalkan peran Satgas sungguh tidak relevan, apalagi sampai mendesak agar lembaga ini dibubarkan.

http://www.tempointeraktif.com/hg/opiniKT/2010/12/01/krn.20101201.219745.id.html
--


Sekarang saatnya untuk bertindak, bukan mel ontarkan ratusan kata

Coba yg melontarkan kata2 ini Pak Beye.. Tak acungi jempol loro tenan..

"Korut bakal membayar mahal jika sampai kembali
memprovokasi. Serangan militer ke masyarakat sipil adalah
bentuk kejahatan tak berperikemanusiaan. Bahkan dalam situasi
perang sekalipun serangan seperti itu terlarang. Sekarang saatnya
untuk bertindak, bukan melontarkan ratusan kata," ujar Lee.

http://juliussumant.wordpress.com/2010/11/30/presiden-korea-selatan-bersumpah-membalas-korut/

Senin, 29 November 2010

Di oyak SINGO.....




Di oyak SINGO.....

http://turanchox.com/wp-content/uploads/very-funny-animal-animations-0.gif
--


Fwd: monarchi Jogja





From: Agus Dwi Rahardjo


komentar dari 'sebelah' soal monarki yogya...
di tv ada yang bilang, sebetulnya yang ada bukan monarki politik tapi
monarki budaya...

iki jan2-e ide murni boss, apa seka 'pembisik'2?
nek ide menehi hp nggo tki kae, ketok-e ide murni pak boss...
sekali2 cepat tanggap, ning rada mletho... :(


---------- Forwarded message ----------

Wah....baru saja kena musibah...RUU DIY disoal SBY......
Sebenernya sederhana saja ....rakyat Jogja sudah ayem tentrem dengan
Sultan......, di Jogja demokrasi di Kabupaten2 sudah pilkada??? Daripada dapat
Gubernur pilihan yang gak jelas...... Apa perlu di referendum untuk orang2
Jogja? Pasti "yess" untuk Sinuwun Sri Sultan HB X.
Mbok mikir kan rakyat sejahtera dulu...dari pada amandemen UUD 45 ps 18?
Seperti merubah Departemen jadi Kementrian???? Performance gak beda ya percuma
to???
Sabar...sabar.....

--


ANGIN NOVEMBER





From: <suhardono@gmail.com>



ANGIN NOVEMBER

Angin yang berhembus
Di akhir November
Bawa kisah dan lagu
Dari angin lalu

Angin yang berhembus
Bawa kisah tentang dia
Yang datang dan berlalu
Bagai angin lalu

Lembut kau datang
Menegurku
O, kau datang
Untuk berlalu

Angin yang berhembus
Di akhir November
Bawa kisah dan lagu
Dari angin lalu

Angin yang berhembus
Bawa kisah tentang dia
Yang datang dan berlalu
Bagai angin lalu

Lembut kau datang
Menegurku
O, kukira kukira
Tak kan berlalu


Sandiwara Radio, Dulu…





From: A.Syauqi Yahya

Sandiwara Radio, Dulu…
REP
Ki Ali Jawa Ngapak
29 November 2010 | 19:36









1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik.

pernahkah tuan mendengarkan sandiwara radio? kapan?

tahun-tahun 1980-an radio-radio, baik milik pemerintah maupun radio swasta, ramai sekali dengan sandiwara radio. pilihan media komunikasi elektronik yang terbatas memang memungkinkan maraknya sandiwara radio. dari cerita anak-anak sampai untuk semua umur dan kalangan. yang terkenal masa itu adalah "saur sepuh" dengan brama kumbara dan mantili-nya.

sandiwara radio –yang karena radio hanya mengandalkan suara saja– memberi kesempatan bagi pendengarnya untuk menyimak, membayangkan dan penasaran dengan jalan cerita. di kampung-kampung orang sudah bersiap di depan radio jika sudah waktunya, tidak masalah jika harus ikut numpang dengar di radio tetangga. keasyikan yang komunal dan murah sekali.

sekarang mungkin menjadi aneh jika orang membelakangi televisi hanya sekedar untuk menunggu siaran sandiwara di radio. bahkan televisi pada waktu sekarang hampir-hampir tak menyisakan waktu untuk barang sejenak meninggalkannya. acara-acara yang bervariasi pada berpuluh stasiun televisi merayu dan berhasil memikat orang untuk teguh sentausa di depan pesawat televisi. bahkan sampai jam tengah malam (bukankah konon kabarnya kaum ibu dan anak perempuannya di indonesia sangat doyan sinetron? beberapa stasiun televisi sepertinya mabuk kepayang dengan siaran mereka sendiri: sinetron sampai tengah malam!)

kembali ke sandiwara radio. dulu, saya membayangkan bagaimana seorang brama kumbara memacu kuda melintas belukar hutan dan menumpang malam di rumah seorang penduduk kampung. suara cenggeret dan guguk anjing malam terasa sekali. juga saya mengira-ngira seperti apa sih cantiknya mantili? mungkin tinggi ramping dan berselendang pada pinggangnya yang menyandang pedang setan. kilatan pedang yang menyebar bau…hmmm..ketika harus berkelit dari kilatan kilau kerlap pedang perak si tajibarnas.

atau auman mardian si manusia harimau dalam "misteri gunung merapi" itu sungguh menakutkan. saya yang masih kanak waktu itu benar-benar merinding dan tak berani tak berkawan di rumah, bahkan di siang hari! kekeh tawa meringkiknya mak lampir dan lolong srigala, juga suara gelegar cambuk saktinya sembara. benar-benar jaman dulu orang sakti berkeliaran di mana-mana. (sayangnya, misteri gunung merapi yang di-televisi-kan oleh indosiar itu sangat jauh berbeda dengan sandiwara radionya dan saya pun tak tahu apakah sandiwara yang dulunya "naskah karya s tijab" itu sengaja membajak lindu aji "alap-alap laut kidu" dari serial pecut sakti bajrakirana karya asmaraman s kho ping hoo?)

mungkin tuan pernah dengar "mahabharata"? ah, ingatkah tuan dengan "wathathithah" atau "hwarakadah"-nya jatugora? kemasan apik tentang epos mahabharata yang sayangnya tidak bertahan lama dan tuntas sampai penghujung kisah, bharatayuda jaya binangun. setidaknya "wathathithah" cukup mengasyikan sebagai tambahan kosakata untuk mengungkapkan sesuatu.

juga "jaka badak" yang berkisah tentang masa kerajaan kediri dengan prabu jayabaya-nya. masih ada "srigala mataram" yang menuturkan bagaimana senopati-senopati mataram di bawah sultan agung hanyakrakesuma –terpujilah beliau di swargaloka–, terlibat dalam riuhnya dunia persilatan bersamaan dengan perjuangan mengusir belanda kumpeni.

tidak ketinggalan adalah "tutur tinular" dengan arya kamandanu dan mei shin. kemelut runtuhnya imperium singasari dan awal bangkitnya trah rajasa mengibarkan majapahit. lainnya adalah seperti pangeran joyokesumo dalam "lowo ijo" yang mengembara bersama dyah karangsari. juga yang tak kalah asyiknya adalah sandiwara radio "butir-butir pasir di laut" yang disiarkan oleh rri (di banyumas, di daerah lain mungkin stasiun radio swasta atau rkpd?) "butir-butir pasir di laut" adalah sandiwara radio yang berepisode pendek, seringkali langsung tamat, tapi keasyikannya nyaris sama dengan sandiwara radio yang serialnya panjang-panjang itu.

dari semuanya "saur sepuh" lah yang paling diminati. meski "tutur tinular" juga pernah difilmkan, ia tak seheboh "saur sepuh" yang serial sandiwara radionya entah apa saja judulnya. ada "darah biru", "perjalanan berdarah", "sengketa tanah leluhur", "banjir darah di bubat", "istana atap langit", "kembang gunung lawu", ….wah, bahkan saya sendiri tidak hapal nama serialnya. barangkali tuan ingat? atau sekiranya sudi, kiranya tuan berkenan mengajari saya "thi-ki-i-beng" pemuncak "ajian serat jiwa" dan juga "ajian lampah-lumpuh"?

***
catatan:
(1) sandiwara api di bukit menoreh tak saya sebut dalam tulisan di atas, memang tak sepenuhnya mengikuti karena malam hari dan pas jam siarnya bapak saya pasti menyuruh saya belajar..
(2) tulisan ini sebagai jawaban atas "pertanyaan" mas Aris Kurniawan. tulisan ini aslinya pernah nampang di blog friendster saya: http://tiada-kepandaian.blog.friendster.com/2007/07/sandiwara-radio/

http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2010/11/29/sandiwara-radio-dulu/-12
--


Jaman sungguh beda

From: ertsanto@yahoo.com

Wah bicah2 saiki pancen beda,
Ora gelem nganggo sepeda weton pabrik sing safety guarantee-ne jelas,
Malah lagi model tuku sepeda Fixie lewat kaskus,
Gundulan,mung rem ngarep thok....jlagrakane las2an kasar,kaya jemuran
dicat warna warni,
Jiaaaan...yen kebanting piye,wong mung nganggo 1 rem tangan...

Disertai foto validitas ,lokasi depan Kempinski Hotel.

Selamat Hari Selasa




From: <fuznaku@gmail.com>


Embun masih melekat di ujung daun,
menanti mentari menghantar datangnya pagi.
Terdengar doa rendah mengalun, memancarkan semangat meniti sukses hari ini.

Selamat hari Selasa penuh asa...


pohon kena kabel telpon...



From: Agus Dwi Rahardjo


dear saudara2ku telkomers...

permisi...
mau numpang tanya...
kalau ada pohon di dekat rumah kita, yang dahan & rantingnya kena kabel2 telpon; trus gimana ya?

sudah 2x nelpon 147 sejak senin minggu yll...
yang pertama, lupa nanya nama petugasnya; tapi dijanjikan akan ditangani 2x24jam...
kemudian setelah 2hari 2 malam berlalu, rabunya nelpon lagi ke 147 & kali ini 'dilayani' oleh mbak ria...
janjinya juga sama saja... :(
sekarang sudah seminggu lebih sejak nelpon pertama kali...
jangan2 karena depok juga kode area-nya 021, ternyata 147 yang dihubungi lokasinya jauh dari depok?

pertanyaannya: 'apakah warga yang harus nebang sendiri tuh pohon & kalau ada kabel yang putus baru lapor ke telkom?'

maaf, bila email ini salah alamat & membuat tidak berkenan...

--
terima kasih & salam,
agus dwi rahardjo
perumahan depok maharaja blok n4 no.5
--

Minggu, 28 November 2010

Copas saja..

Kiro2 masih berlaku ga ya?

Pesan jg bs disampaikan lewat tata rambut. Dlm tradisi
jawa, sanggulan, kondenan, atau diikat ekor kuda menunjukkan kalo
dia sdh menikah.
Kalo msh gadis rambutnya biasanya dirembyak.
Trus kalo Dikucir samping artinya lg kangen pacarnya.
Tp hati2 sama wanita yg rambutnya diKLABANG.. Seneng ngentup!
Hehehe...

foto mancing

dewi perssik...





From: Agus Dwi Rahardjo

http://showbiz.vivanews.com/news/read/190525-foto-dewi-perssik-dibuat-di-kantor-dhani

Foto Dewi Perssik Dibuat di Kantor Dhani
Depe merupakan artis dangdut pertama yang bergabung dengan RCM milik Ahmad Dhani.
KAMIS, 25 NOVEMBER 2010, 11:11 WIB
Ismoko Widjaya, Beno Junianto

VIVAnews - Artis Dewi Perssik mengakui foto seksinya tanpa berbusana atas itu jepretan asli. Meski lupa tahun dan tanggal pembuatannya, foto koleksi pribadi itu dibuat di kantor Republik Cinta Manajemen (RCM) milik Ahmad Dhani. 

"Itu fotonya saat saya membuat video klip di kantor RCM," kata Dewi Perssik saat berbincang dengan VIVAnews.com, Kamis 25 November 2010. 

Depe merupakan artis dangdut pertama yang bergabung dengan manajemen artis yang dikomandani Ahmad Dhani, pentolan grup band senior Dewa 19. Depe bergabung sejak lima bulan lalu.

Artis dangdut yang biasa disapa Depe ini tidak menyangka foto untuk koleksi pribadinya sudah beredar luas di dunia maya. Meski demikian, Depe tidak ambil pusing dan belum memikirkan untuk melaporkan si penyebar foto ke polisi.

"Foto itu zamannya saya masih dimanajeri Bunda Siska. Kan (Siska) ada di belakangnya. Memang saya suka foto seperti itu," kata wanita yang juga mantan istri Saiful Jamil ini. 

Ini bukanlah kali pertama foto-foto seksi Dewi Perssik beredar di dunia maya. Foto dengan berbagai gaya dan pose lainnya yang tidak kalah seksinya juga pernah diunduh dan menyebar di dunia maya. 

Apakah Depe mengetahui siapa yang menyebarkan foto koleksi pribadinya itu? "Yah mana saya tahu Mas. Tapi saya tidak permasalahkanlah," ujar Depe. (umi)

• VIVAnews
--
Sip... Sip.. Ayo ramaikan Pakan Iwak.



--

: ..Suamiku Suamimu...

Mysteri 666 Sifat Suami ...lol very funny

sebelum Bobo:

6 minggu: selamat bobo sayang,mimpi indah ya, muach

6 bulan: tolong matiin lampunya, silau nih.

6 tahun : Kesana-an dong kamu tidur dempet2an kayak mikrolet gini sih?!

Pakai Toilet

6 minggu: ngga apa-apa, kamu duluan deh, aku ngga buru2 koq

6 bulan: masih lama ngga nih?

6 tahun: brug! brug! brug! (suara pintu digedor), kalo mau bertapa di
gunung kawi sono

Balesin SMS:

6 minggu: iya sayang, bentar lagi nyampe rumah koq, aku beli martabak
kesukaanmu dulu ya

6 bulan: mct bgt di jln nih

6 tahun: ok. Cerewet

Bercumbu:

6 minggu: I love U, I love U, I love U.

6 bulan: Of course I love U.

6 tahun : Ya iyalah!! kalau aku tidak cinta kamu, ngapain nikah sama kamu??

Pulang Kerja:

6 minggu: Honey, aku pulang.

6 bulan : I'm BACK

6 tahun : ​:si mbok masak apa hari ini??

Hadiah (ulang tahun):

6 minggu : Sayangku, kuharap kau menyukai cincin yang kubeli

6 bulan :Aku membeli lukisan, nampaknya cocok dengan suasana ruang tengah

6 tahun :Nih duitnya, loe beli sendiri deh yang loe mau

Masakan:

6 minggu: Wah, tak kusangka rasa makanan ini begitu lezaattt...! !!

6 bulan: Kita makan apa malam ini??

6 tahun: HAH? MAKANAN INI LAGI?

Memaafkan:

6 minggu: Udah gak apa-apa sayang, nanti kita beli lagi ya

6 bulan: Hati-hati! Nanti jatuh tuh.

6 tahun: KAMU GAK NGERTI2 YA DAH BERIBU2 KALI AKU BILANGIN

Baju baru:

6 minggu: Duhai kasihku, kamu seperti bidadari dengan pakaian itu

6 bulan: Lho, kamu beli baju baru lagi?

6 tahun: BELI BAJU ITU HABIS BERAPA??

Rencana liburan:

6 minggu: Gimana kalau kita jalan-jalan ke tempat yg kamu mau honey?

6 bulan: Ke Surabaya naik bis aja ya gak usah pakai pesawat

6 tahun: JALAN-JALAN? DIRUMAH AJA KENAPA SEH? NGABISIN UANG AJA

Dijalan

6 minggu: aduh jatuh ya yang? Hati2 yang

6 bulan: hati2 nanti luka

6 tahun: DIMANA SIH MATA LO!

Di cafe

6 minggu: suapin dong yang

6 bulan: bagi sesuap dong

6 tahun: GAK PUNYA TANGAN APA MINTA DISUAPI

'Mengapa Sri Mulyani?'





From: A.Syauqi Yahya

Jumat, 26/11/2010 21:05 WIB
Barisan Pendukung Luncurkan Buku 'Mengapa Sri Mulyani?' 
Aprizal Rahmatullah - detikNews



Jakarta - Paska peluncuran situs www.srimulyani.net akhir bulan lalu, barisan pendukung Sri Mulyani terus berkampanye. Melalui sebuah buku, sosok mantan menteri keuangan itu kembali dimunculkan secara positif.

"Bukan untuk men-counter tapi memberikan pandangan berimbang. Saya kira perdebatan Bank Century nyaris sudah tak ada lagi," kata penulis buku, Steve Susanto, di acara peluncuran buku 'Mengapa Sri Mulyani?' di Graha Niaga, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (26/11/2010).

Steve mengatakan, buku ini ia tulis dari hasil diskusi harian para Facebooker 'Kami Percaya Integritas Sri Mulyani Indrawati (KPI-SMI)'. Ia sendiri menginginkan agar semakin banyak orang yang melihat sisi lain Sri Mulyani melalui buku ini.

"Ungkapan beberapa pandangan yang tercatat dalam Facebook. Ada keanehan dan kejanggalan. Mereka melihat konstelasinya kalau Sri Mulyani ini menjadi korban politik. Padahal dia bukan orang politik, Sri Mulyani orang yang berjuang untuk negara dan bangsanya," tutur Steve.

Sementara, salah satu pembedah dalam acara peluncuran buku ini, Eep Saefullah Fatah, mengatakan, sebagai mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani memberikan dampak yang signifikan membangun reformasi birokrasi. Masyarakat harus diberikan informasi seimbang untuk melihat sisi lain Sri Mulyani.

"Ini bukan buku yang mendalam. Ini famlet politik pendukung Sri Mulyani, Sri Mulyani tidak bersalah, Sri Mulyani layak didukung," kata Eep.

Buku setebal 202 halaman ini dibalut sampul berwarna putih. Foto Sri Mulyani dengan pose tertawa menjadi cover depannya.

Diskusi yang dipandu Wimar Witoelar ini mengupas tuntas sosok Sri Mulyani sebagai pribadi yang tegas soal integritas. Peluncuran buku ini juga membawa arah diskusi pada pencalonan Sri Mulyani menjadi calon Presiden 2014.

"Kalau dia ingin menjadi petarung politik tentu ada ikhtiar politik yang mau tidak mau harus melibatkan dirinya," saran Eep.

Acara peluncuran buku ini dihadiri sejumlah tokoh seperti Eep Saefullah Fatah, Goenawan Muhammad, Wimar Witoelar, dan Rocky Gerung.


(ape/lrn)


http://www.detiknews.com/read/2010/11/26/210546/1503650/10/barisan-pendukung-luncurkan-buku-mengapa-sri-mulyani?n991102605

--


Sabtu, 27 November 2010

Hunting rame2......

casting nyooookkk..

Cinta produk negeri







From: <ertsanto@yahoo.com>


Ikut senang lokal bikin "star buck" dan mulai laris.

Produk terbaru difoto bawah Avocado, kopi dg apokat,disajikan dg  pilihan hot n cold,

Dibanding starbuck ,harganya separohnya,

Boleh dicoba,dg label. Cofee Bengawan Solo.

(Postingan komersil bangsa dewe)


Never Get Sick




From: A.Syauqi Yahya

4 Rahasia Orang yang Jarang Sakit


SHUTTERSTOCK

Mandi air dingin bisa membantu meningkatkan jumlah sel-sel darah putih.

Artikel Terkait:

Jumat, 26/11/2010 | 17:02 WIB

KOMPAS.com — Di antara rekan-rekan kerja Anda, pasti ada orang yang sering sakit. Entah itu flu, diare, meriang, maag, atau apalah.... Rasanya sakit menjadi salah satu sahabatnya. Tetapi, ada juga orang yang terlihat selalu fit dan tak pernah sakit. Ia tidak pernah masuk angin, bersin, atau radang tenggorokan. Orang ini tak pernah absen selama masa kerjanya yang 10 tahun. Pasti Anda ingin tahu apa resepnya agar selalu fit.

Dalam bukunya, The Secrets of People Who Never Get Sick, Gene Stone memaparkan hasil risetnya mengenai apa yang menyebabkan seseorang bisa selalu sehat. Menurutnya, ada beberapa hal mengejutkan yang bisa kita lakukan untuk mengusir penyakit dan infeksi.

1. Mandi air dingin
Banyak orang yang takut mandi air dingin, bahkan khawatir akan gampang masuk angin bila mandi tanpa air hangat. Tetapi, menurut Stone, penelitian menunjukkan bahwa mandi air dingin bisa membantu meningkatkan jumlah sel-sel darah putih. Sel-sel darah putih ini bisa membantu mengusir penyakit dari tubuh Anda.

2. Mengunyah bawang putih mentah
Pilih mana, napas Anda dibilang bau bawang atau sehat? Sekali lagi Stone menunjukkan hasil penelitian, di mana bawang putih disebut memiliki senyawa antimikroba yang kuat, yang bisa membantu Anda tetap sehat. Agar napas Anda tidak terlalu beraroma bawang putih, geprek bawang lebih dulu, lalu telan semuanya dengan menggunakan satu sendok teh saus apel.

3. Minum air panas yang diberi ragi bir
Seperti apa rasanya? Hm... perlukah dibahas lebih lanjut? Yang pasti, ramuan ini telah terbukti mampu mengusir virus influenza, diare, dan infeksi saluran pernapasan. 

4. Hanya minum minuman panas
Misalnya, air hangat yang diberi perasan jeruk, teh, kopi, atau apa pun yang disajikan hangat atau panas. Minum lebih banyak cairan panas selama musim flu bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.


DIN

Editor: Dini

http://female.kompas.com/read/xml/2010/11/26/1702068/4.Rahasia.Orang.yang.Jarang.Sakit-12

--


Joke Sore

Seorang sopir bus antar jemput orang gila menghentikan kendaraannya
karena ban nya kempes,Waktu sedang menukar ban, si supir nggak sengaja
nendang 4 baut ke selokan dan hilang
Dengan paniknya si supir ngomong : Gilaaa.....gimana gue musti
masang ini ban kalo nggak ada bautnya....
Salah satu pasien nyaut dari dalem Bis: Bang...copotin aja tuh satu baut
dari masing2 tiga roda yang ada.....ntar kalo ada toko baut, tinggal
beli deh tuh 4 baut....
Si Supir langsung nyaut : Bener juga lo...tapi kok lo bisa masuk ke
rumah sakit Gila sihhh.....
Si Pasien langsung nyaut : jiaaaaah,....
gw ini GILA tauuk, bukannya GOBLOG kaya elo..

Rp 800 Juta Cuma Receh




From: A.Syauqi Yahya


Sabtu, 27/11/2010 11:31 WIB
Pelesiran ke Turki
Anggota DPR Sebut Rp 800 Juta Cuma Receh Dikecam 
Ramadhian Fadillah - detikNews


Jakarta - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR Nudirman Munir menyebut biaya kunjungan ke Turki sebesar Rp 800 juta cuma receh. Dia menilai uang ini sedikit jika dibandingkan dengan manfaat yang didapat dari kunjungan ke Turki. Ucapan Munir pun dinilai tidak etis diucapkan seorang wakil rakyat.

"Saya kira ini sangat tidak etis. Untuk rakyat kecil ini jumlah yang sangat banyak. Apalagi bangsa ini sedang menghadapi banyak bencana," ujar peneliti politik Charta Politika, Arya Fernandes kepada detikcom, Sabtu (27/11/2010).

Arya menilai tidak ada korelasinya kunjungan BK DPR ke Turki dengan tugas mereka di DPR. Apalagi menjual furniture, sama sekali tidak ada kaitannya.

"Hasil dari kunjungan tidak ada korelasi antara kunjungan ke Turki dengan penguatan BK DPR. Harusnya kunjungan untuk penguatan BK. Tidak ada hubungan dengan furniture," tegas Arya.

Arya menduga Nudirman hanya mencari-cari alasan saja agar tindakan para anggota dewan ke Turki ini dimaklumi. Menurut Arya, sebelumnya BK mengaku hanya transit 2 jam. Tapi belakangan mengaku hingga 2 hari.

"Nudirman hanya mencari apologi saja. Ini apologi yang tidak beralasan. Agar masyarakat bisa menerima saja," terang dia.

Sebelumnya anggota BK DPR yang pelesiran ke Turki di sela-sela kunjungan ke Yunani berharap tindakan mereka tidak dipermasalahkan terus. Di tengah serbuan kritik, mereka beranggapan kunjungan ke Turki tetap ada manfaatnya.

"Kenapa yang receh-receh kita pergi cuma habiskan Rp 800 juta dipermasalahkan. Padahal banyak manfaatnya," ujar Wakil Ketua BK DPR, Nudirman Munir, dalam diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (26/11).

(rdf/ndr)

http://www.detiknews.com/read/2010/11/27/113146/1503765/10/anggota-dpr-sebut-rp-800-juta-cuma-receh-dikecam?n991102605

--


Kamis, 25 November 2010

Memuliakan Guru dan Dosen ???





From: A.Syauqi Yahya

Kamis, 25/11/2010 19:04 WIB
Di Hari Guru, Sertifikasi Guru, Pemuliaan atau Dekadensi Moral? 
Moh Khairudin - detikNews



Jakarta - Guru ataupun dosen adalah jabatan fungsional yang sebenarnya memiliki lingkup kerja yang hampir sama, keduanya dipisahkan pada level jenjang pendidikan yang diampu. Guru dan dosen adalah salah satu tulang punggung masa depan bangsa dan negara. Suatu bangsa akan maju bila guru dan dosennya bekerja secara benar pada posisinya.

Alih-alih pemerintah ingin memberikan reward kepada guru dan dosen dengan cara memberikan tunjangan sertifikasi (baca: tunjangan bagi yg sudah mendapat sertifikat), apa daya pelayanan dan mutu pendidikan tak kunjung tercapai. Awalnya tunjangan sertifikasi sebagai senjata ampuh untuk memuliakan guru dan dosen oleh pemerintah, tetapi kemudian senjata itu bagai makan tuan. Entah itu sudah menjadi watak dan karakter, sebagian guru kemudian menggunakan berbagai macam cara untuk bisa mendapatkan sertifikasi karena nilai nominal yang akan didapat sangat menggiurkan.

Tengoklah kejadian proses sertifikasi guru di Riau, ternyata para guru memalsukan karya-karya ilmiah sebagai sarat mendapatkan sertifikasi. Kalau guru saja sudah berani memalsukan karya ilmiyah, lalu apa jadi dengan muridnya, bak pepatah guru kencing berdiri, murid kencing berlari.

Kalau demikian adanya apakah salah cita-cita pemerintah memuliakan guru dengan sertifikasi ternyata yang terjadi adalah penuruan moral para guru? Program sertifikasi ternyata banyak disalahartikan sebagai program kenaikan gaji berlipat-lipat. Perbedaan yang mencolok di lapangan antara guru ataupun dosen yang sudah sertifikasi dengan yang belum, hanyalah gaji saja sementara etos dan prestasi tak terlalu signifikan. Apakah pemerintah sudah melakukan evaluasi seberapa besar efek sertifikasi dengan kenaikan mutu kualitas para guru dan dosen?

Sebenarnya maksud pemerintah memuliakan guru dan dosen dengan tunjangan sudah benar, tetapi implementasinya yang sangat rentan dengan manipulasi. Pemberian tunjangan lebih kepada guru dan dosen sebenarnya tidak perlu melalui proses yang sangat rentan manipulasi yang akhirnya menurunkan martabat guru dan dosen itu sendiri?

Untuk dosen, sebenarnya dengan jenjang pendidikannya dan berapa publikasi ilmiah yang telah didesiminasikan tingkat international sudah bisa menunjukkan kualitas seorang dosen. Di negara lain seorang dosen yang sudah mencapai jenjang strata tiga (S3) pastilah dia akan langsung mendapat gaji yang standar untuk kesejahteraan hidupnya tanpa harus mengikuti persaratan lain dan tentunya akan meningkat sesuai prestasi yang dicapai. Hal ini tentunya juga agar memotivasi para dosen yang sudah S3 untuk dapat mengabdi ke institusinya.

Indonesia adalah negara yang berpenduduk banyak, yang tentunya juga sudah banyak penduduknya yang mencapai jenjang S3. Tetapi masih banyak penduduk Indonesia yang S3 di luar negeri ogah-ogahan pulang membangun negarinya. Hal ini dikarenakan nasib mereka tidak akan segera cerah bila mereka tetap tinggal di luar Indonesia. Tentunya ini adalah masalah besar, mereka yang sudah S3 masih memandang feodalisme pangkat di Indonesia yang sangat kental walau di institusi pendidikan sekalipun. Sehingga mereka kalau pulang harus mengabdi dulu dengan gaji yang relatif rendah bahkan untuk mendapat tunjangan yang memadahi seperti tunjangan sertifikasi mereka harus rela menunggu urut kacang (baca: urut senioritas).

Kalau orang-orang yang S3 saja enggan untuk pulang kampung, jangan heran kalau mereka yang cuma alumni sekolah menengah beramai-ramai keluar Indonesia untuk antri menjadi TKI di luar negeri. Lalu kapan orang-orang cemerlang penduduk negeri ini mendapat peluang untuk membangun negerinya?

*) Moh Khairudin adalah mahasiswa S3 di Universitas Teknologi Malaysia, dosen Universitas Negeri Yogyakarta.


(vit/vit)

http://www.detiknews.com/read/2010/11/25/190429/1502687/103/di-hari-guru-sertifikasi-guru-pemuliaan-atau-dekadensi-moral
--


Jika Nurdin Halid .......




From: A.Syauqi Yahya


Jika Nurdin Halid Jadi Menteri Olahraga
Mad Mizan
26 November 2010 | 06:16

Megawati, kala itu masih jadi orang nomor satu Negeri ini murka. Masa, Hendrawan, Pahlawan Bulutangkis yang membuat Indonesia meraih Piala Thomas, mengeluh soal Kewarganegaraan yang belum beres. Sebagai orang China Keturunan Hendrawan belum memperoleh Kewarganegaraan Indonesia. Curhat Hendrawan, yang sekarang melatih di Malaysia, langsung ditanggapi serius dan sekarang sudah jadi WNI.

Tong Sin Fu pun gagal menetap lama dan akhirnya hengkang ke China lagi, dan sukses melatih di sana, gara-gara soal dipersulit kewarganegaraanya. Padahal dari tangan dinginnya lahir Generasi Alan Budi Kusuma, Ardi BW, Joko Suprianto, yang membangkitkan tidurnya Bulu tangkis Indonesia. Tapi, Pemerintah terlalu ribet untuk sekedar memberi status orang Indonesia.

Ah, beda dengan sekarang. Nurdin Halid malah dengan gampangnya kasih seragam kaos Merah Putih ke Christian Gonzales di Timnas! Demi sekedar Medali Emas di SEA GAMES! Dalihnya adalah Naturalisasi itu perlu, Christian Gonzales pun sudah lama di Indonesia dan dapat bini orang Indonesia. Nurdin Halid sudah sedemikian bingung dan akhirnya memakai cara Singapura yang suka kasih kewarganegaraan pemain Luar Negeri untuk membela Negaranya.

Coba dulu dulu si Nurdin ini jadi Ketua PBSI. Kali aja, Pak Tong nggak pergi. Lin Dan bisa jadi pemain Indonesia. Pemain Tunggal Putri China yang seabreg bisa membela Indonesia. Huh, menyebalkan memang kalau orang memakai politik JALAN PINTAS. Hasilnya selalu tak pernah bikin puas. Coba saja, menang, pasti lantas ada yang bilang; ada Si Gonzales gimana nggak menang! Terus kalau keok, pasti ada yang memaki! Sudah make Pemain Amerika Latin masih keok mulu!

Ironisnya bukan soal skil si Gonzales yang dibahas setelah masuk Timnas, tapi soal remeh temeh kayak, si Gonzales ini belum hapal lagu Indonesia Raya! Halah, jangankan orang Amerika Latin yang dipaksa jadi orang Indonesia, apa WNI asli ada jaminan hapal lagu kebangsaan sekarang?

Untung Nurdin Halid cuma dapat jabatan Ketua Umum PSSI. Coba kalau jadi Menpora! Bisa-bisa semua cabang olah raga ada pemain Naturalisasi semua!

http://olahraga.kompasiana.com/sport/2010/11/26/jika-nurdin-halid-jadi-menteri-olahraga/-12

--


wesel cara baru



ternyata wesel masih ada.. cuman ada inovasi`nya.. kreatif juga ya ??

Sop bebek dan sate bebek @ serang

From: *widinetwork*

tangane usil..

Rabu, 24 November 2010

o alah.. Ternyata monyet dan gajah podo wae..

http://m.detik.com/read/2010/11/24/180359/1501619/766/masturbasi-bukan-cuma-hobi-manusia?hlight

Sekali2 nggo DASI





From: A.Syauqi Yahya


Kamis, 25/11/2010 02:19 WIB
Seleksi Pimpinan KPK
4 Jam Ladeni Pertanyaan Anggota DPR, Bambang Diberi Applause 
Rachmadin Ismail - detikNews


Bambang Widjojanto (Rachmadin I/detikcom)


Jakarta - Usai uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto diberi tepuk tangan cukup meriah oleh beberapa anggota Komisi III DPR. Bambang dihargai karena mampu bertahan meladeni cecaran pertanyaan dari anggota dewan selama 4 jam dengan lugas.

Pantauan detikcom, tepuk tangan ini diberikan sesaat setelah Bambang memberikan pernyataan penutup (closing statement).

"Apapun jabatan saya, tidak penting. Tapi perbuatan apa yang saya lakukan, itu yang penting," ujar Bambang di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Rabu (24/11/2010).

"Saya minta maaf kalau ada kesalahan saat menjawab pertanyaan yang diajukan kepada saya," lanjut Bambang yang langsung disambut dengan tepuk tangan oleh anggota Komisi III.

Sebelumnya, Ketua Komisi III Benny K Harman juga sempat memberikan pujian untuk Bambang atas kemampuannya menjawab seluruh pertanyaan meski sudah larut malam.

"Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran saudara dan atas ketahannnya selama 4 jam menjawab setiap pertanyaan yang kami ajukan, baik yang (Anda) suka maupun yang tidak suka. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya," ucap Benny yang disambut anggukan oleh Bambang.

Pelaksanan fit and proper test untuk Bambang sendiri digelar lebih kurang 4 jam. Namun, acara yang harusnya mulai pukul 19.00 WIB molor sampai pukul 20.00 WIB, dan baru selesai sekitar pukul 00.15 WIB.

Setelah menyampaikan kata penutupnya, Bambang terlihat menandatangani berita acara sebagai tanda bahwa dirinya telah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan untuk menjadi pimpinan KPK. Tidak tampak kelelahan di wajah Bambang. Bahkan dia masih sempat meladeni beberapa anggota dewan yang masih ingin mengajaknya berdiskusi soal kasus pengkriminalisasian dua pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

Dengan demikian, rangkaian fit and propper test untuk menentukan calon pimpinan KPK sudah berakhir. Agenda selanjutnya adalah Komisi III akan melakukan rapat internal untuk memutuskan siapa yang akan dipilih dan mekanisme pemilihannya. Rencananya rapat tersebut akan digelar Kamis (25/11) dan siangnya sekitar pukul 14.00 WIB akan langsung diumumkan siapa yang terpilih menjadi pimpinan KPK. (lia/irw)

http://www.detiknews.com/read/2010/11/25/021946/1501808/10/4-jam-ladeni-pertanyaan-anggota-dpr-bambang-diberi-applause?n991103605

--


Dampak sistemik ???





From: A.Syauqi Yahya

Efek Menular Konflik Korea Mengkhawatirkan
Laporan wartawan KOMPAS Dwi Bayu Radius
Rabu, 24 November 2010 | 19:53 WIB
AFP PHOTO/YONHAP
Kepulan asap menjulang di Pulau Yeonpyeong, yang menjadi wilayah sengketa antara Korea Utara dan Korea Selatan, Selasa (23/11/2010). Asap tersebut menandai serangan di wilayah laut kuning, oleh pihak militer Korea Utara.

BANDUNG, KOMPAS.com Situasi di Korea Selatan (Korsel) memanas menyusul serangan militer Korea Utara (Korut) terhadap negara tetangganya itu. Meski muncul potensi perang, kemungkinan lain yang lebih dikhawatirkan yakni efek menular dari konflik tersebut.

Demikian dikatakan ekonom Universitas Gadjah Mada, Sri Adiningsih, seusai Seminar Nasional Akhir Tahun Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jawa Barat di Bandung, Rabu (24/11/2010). Perekonomian Korsel termasuk besar di Asia. Jika terjadi perang, maka negara-negara di sekitar wilayah konflik akan terkena imbasnya.

"Indonesia juga mengekspor ke Korsel melalui negara-negara lain. Perang bisa mengganggu ekspor Indonesia yang melalui negara-negara itu. Misalnya, China. Lalu, Jepang sudah bersiap-siap dengan berbagai rencana. Rusia juga mempertimbangkan langkah-langkah yang diperlukan," katanya.

Faktor lain yang dikhawatirkan yakni krisis di Eropa juga akan meluas. "Irlandia tengah mengalami krisis utang yang bisa merembet ke negara-negara lain. Spanyol dan Portugal, misalnya, sedang kesulitan uang. Di Yunani sudah terjadi. Krisis dikhawatirkan menular," ujarnya.

Editor: Erlangga Djumena Dibaca : 1028
--


Senin, 22 November 2010

Etha Bulo





From: A.Syauqi Yahya


Kisah TKW di Dubai
Anggota DPR Perempuan Itu Etha Bulo
Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra Liu
Senin, 22 November 2010 | 15:29 WIB
AGUS SAFARI
Foto sejumlah TKW dan rombongan DPR di Dubai. Kiri, seorang anggota rombongan DPR tengah berjalan dengan tangan dimasukkan ke dalam saku celana di Hotel Holiday Inn, Dubai, Minggu (7/11/2010). Tengah, perempuan yang mengenakan jaket kuning dan berjilbab adalah tenaga kerja wanita Indonesia yang kedua tangannya melepuh disiram air keras. Matanya pun memerah karena di colok majikannya. Ia baru bekerja satu minggu di Madinah dan dipulangkan. Kanan, rombongan anggota DPR tampak berkerumun di pinggir jendela di Hotel Holiday Inn, Dubai, Minggu (7/11/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi V DPR RI, Etha Bulo, mengaku bahwa ia bertemu dan berinteraksi dengan rombongan TKW di bandara Dubai, Sabtu (6/11/2010), (baca: Rombongan DPR "Telantarkan" TKW di Dubai). Ia juga mengaku menegur rombongan yang dikatakannya ribut di lobi Hotel Holiday Inn, Dubai, tempat para penumpang diinapkan karena penerbangan Emirates ke Jakarta dibatalkan.

"Bayangkan ada sekitar 150 orang di lobi, ribut. Apa tidak malu? Saya tanyakan, apa bisa 4-5 orang di antara mereka mewakili para TKW, dan menanyakan soal penerbangan. Saya tidak membentak," kata Etha, politisi perempuan dari Fraksi Partai Demokrat daerah pemilihan Papua, ketika dihubungi Kompas.com, Senin (22/11/2010).

Etha juga menceritakan, saat menasihati seorang TKW agar tidak bekerja di luar negeri, ia tidak bermaksud buruk (baca: Saya dari Moskow, Tugas Negara). "Saya mengatakan, sudah, kerja saja di dalam negeri, gaji Rp 1 juta. Ngapain kerja di luar negeri, mempertaruhkan nyawa. Tidak usah uber harta. Di sini masih banyak lahan yang bisa digarap," kata Etha.

Seperti diberitakan sebelumnya, TKW yang dimaksud adalah Diah. Saat itu Diah menyapa Etha. Diah bertanya apakah Etha mengetahui informasi kapan pesawat akan terbang menuju Jakarta.

"Eh, bukannya menjawab, ibu itu malah balik bertanya ke saya dengan ketus, ngapain cari duit ke luar negeri, di dalam aja banyak kok. Saya kaget, kok ditanya baik-baik malah ngomong ketus banget. Saya bilang aja kalau saya emang orang miskin, cari duit ke mana aja yang penting halal," terang Diah.

Diah pun langsung melengos pergi. "Di mata orang DPR, TKW itu enggak ada harganya. Ya, memang beginilah nasib kami, selalu dianggap menyusahkan di negeri sendiri," katanya.

Diah sudah empat tahun bekerja untuk sebuah keluarga di Madinah, Arab Saudi. Ia bersyukur mendapat majikan yang baik. "Saya cuti pulang kampung selama dua bulan untuk menengok anak. Majikan saya sayang sama saya. Dia malah nangis nganter saya pulang, minta saya cepet balik lagi ke Madinah," katanya.

DPR sudah bekerja setengah mati di Rusia. Kami capek, mesti ketemu parlemen,
 menteri. Jangan dipikir kami senang jalan-jalan ke luar negeri.


-- Etha Bulo

Terenyuh

Etha mengaku terenyuh mendengar ada TKW di luar negeri yang diperlakukan seperti hewan. Etha pun sempat mencontohkan dirinya yang memiliki pembantu yang bisa meneruskan studi hingga ke tingkat perguruan tinggi. Dirinya mengaku tak bisa membantu para TKW karena kesulitan komunikasi bahasa Arab.

Justru, kata Etha, para TKW tersebut lebih fasih berbahasa Arab. Diakuinya, bahasa Inggris tak banyak digunakan di negara tersebut.

Etha juga meminta agar soal pengabaian ini jangan dibesar-besarkan. "DPR sudah bekerja setengah mati di Rusia. Kami capek, mesti ketemu parlemen, menteri. Jangan dipikir kami senang jalan-jalan ke luar negeri," imbuhnya.

Membantah

Wakil Ketua Komisi V Mulyadi, yang juga Ketua Tim Studi Banding ke Rusia, membantah bahwa dirinya beserta rombongan mengabaikan para TKW yang terdampar di Dubai, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya pula, politisi Demokrat Adjie Massaid, yang juga anggota Komisi V DPR RI, menegaskan bahwa tak satu pun anggota Fraksi Demokrat yang berada di Komisi V ikut serta dalam studi banding ke Rusia.

"Memang ada anggota komisi yang ke Rusia, tapi anggota Demokrat enggak ada yang bisa ikut. Waktu itu kan lagi bencana, tuh. Jadi, yang mau pergi ke luar negeri dilarang, sedangkan yang di luar negeri disuruh pulang secepatnya," kata mantan aktor ini.

Nyatanya, sejumlah anggota Partai Demokrat ada dalam daftar rombongan. Malah, ketua rombongan studi banding ke Rusia adalah Mulyadi dari Fraksi Partai Demokrat.

Editor: Heru Margianto
--


HAJI menurut Gus Mus





From: hernowo hasim




----- Forwarded Message ----
Gus Mus: Mengenai Haji

Ditulis oleh: Mustofa Bisri

1. Coba sekali-kali ditanyakan kepada Penatar manasik yang sering menyebut HAJI MABRUR itu. Kira-kira apa jawabnya?. Soalnya, yang selalu ditatarkan itu soal bagaimana tawaf, sa'i, wukuf, melempar jumrah YANG BENAR?

2. Padahal TAWAF itu kan 'hanya' mengitari Ka'bah; SA'I 'hanya' hilir mudik; Shafa-Mawah; WUKUF malah 'hanya' berdiam diri (Jawa: thenguk2); LEMPAR JUMRAH seperti melempar2 yang lain.

3. Apa sulitnya berputar-putar memutari Ka'bah, hilir-mudik (Jawa:riwa-riwi) Shafa-Marwah, berdiam diri, dan melempar? Ibadah haji itu ibadah amaliyah; tidak seperti shalat yang harus ada bacaannya segala. Jadi asal 'mutar-mutar'nya, 'hilir-mudik'nya, 'thenguk2'nya, 'melempar'nya plus niat dan urut-urutannnya benar, sudah sah hajinya. Doanya? Tidak harus bahasa Arab. Bahasa Ibu juga boleh. Tuhan bisa bahasa apa saja kok.

4. Ibadah Haji dalam pengertian tadi (sah dan memenuhi rukun Islam) adalah untuk kepentingan pribadi yang berhaji saja. Sementara KEMABRURAN HAJI  berkaitan dengan KEPENTINGAN ORANG BANYAK, SESAMA HAMBA ALLAH; seperti memberi makan, menolong org, saling mengingatkan, dan sebagainya.

5. Mereka yang berebut mencium Hajar Aswad hingga menyikuti saudara-saudaranya, misalnya,  jelas sedang lupa. Mereka mencium Hajar Aswad itu untuk mencari ridha Allah atau untuk menyenangkan diri sendiri? Bila jawab mereka untuk menyenangkan (mencari ridha) Allah, jelas mereka bohong. Bagaimana mau 'menyenangkan' (mencari ridha) Allah dengan menyikuti hamba-hambaNya. Lagi pula mencium Hajar Aswad itu paling tinggi hukumnya SUNNAH, sedangkan menyikut hamba Allah hukumnya
HARAM. Bagaimana mencari keSUNNAHan kok dengan cara HARAM? Ini kan seperti KORUPSI untuk SEDEKAH.Wallahu a'lam.
 
*) diambil dari twitter personal Gus Mus

Janjimu Ing Wengi




Janjimu Ing Wengi

PostDateIconApril 27th, 2010 | PostAuthorIcon Author: admin

janjimu ing wengi kang sepi
kemulan rembulan rerungketan
kinanthi kidung asih

janjimu ing wengi kang sepi
sliramu titipake marang rembulan
mbarengi gegodongan gegojekan
rerangkulan pang-pang garing

wengi kang atis
wengi kang tanpa lintang
mamring tanpa swara
panduluku tansah pengin ngaras pipimu

pengangen-angenku, panrawang kang pupus
kabukak siji mboko siji
alon.. prasasat tanpa suara
mung katresnan jati kang lumaku
tumapak lan kudu jumangkah
ngrungkepi janji-janjimu ing wengi..

lilakno anggamu tak rengkuh kang pungkasan
krana aku kepenging ngopeni crita iki
tresna kang kabuncang,….
bebarengi janjimu ing wengi kang cinidra

Blitar, 19-4-2010

--


[RESENSI] Menjala Keemasan Masa Kanak-Kanak




From: Bambang Udoyono

[RESENSI]

Menjala Keemasan Masa Kanak-Kanak
---Anwar Holid

Baru sekarang aku berkesempatan mengakses sebuah karya Tere-Liye,
yaitu Pukat (Penerbit Republika, 2010, 343 hal.), padahal dia sudah
menulis selusin karya fiksi dan banyak orang mengaku mengoleksi lebih
dari setengah buku-bukunya. Blogger di tatayulia.wordpress.com
mengaku: "Kalau ditanya siapa penulis/pengarang novel Indonesia yang
paling saya favoritkan saat ini, jawabannya adalah Tere-Liye." Bambang
Joko Susilo, penulis yang berdedikasi tinggi di ranah buku
kanak-kanak, juga berpendapat positif tentang karya Tere-Liye. Bambang
berkomentar: "Tere-Liye menurutku penulis berbakat, hebat, dan
produktif. Bahasanya lincah dan lancar. Bukunya banyak yang best
seller." Selain pembaca dewasa-umum, mayoritas pembaca karya Tere-Liye
ialah anak-anak dan remaja.

Pukat merupakan buku ketiga dari tetralogi Serial Anak-Anak Mamak.
Hanya karena munculnya acak, Pukat menjadi buku kedua yang terbit.
Volume pertama dari seri ini yang sudah terbit ialah Burlian (2009),
meski ia merupakan buku kedua. Kenapa membingungkan begitu? Di diskusi
Goodreads.com, Tere-Liye menerangkan, "Serial Anak-Anak Mamak dimulai
dari anak-anak cowok dulu, baru cewek, dan tidak urut kecil-besar atau
sebaliknya. Bisa mulai dibaca dari mana saja." Tere menjanjikan bahwa
dua buku tentang anak perempuan Mamak akan segera beredar, yaitu
Eliana dan Amelia.

Dalam diskusi pada Jumat, 12 November 2010 di Masjid Salman ITB,
Tere-Liye menyatakan bahwa Serial Anak-Anak Mamak punya ciri khas
antara lain tiap judulnya memuat kisah tertentu (spesifik) tentang
seorang anak di keluarga itu, bukan merupakan sekuensial, fokus
memotret kehidupan anak-anak dan keluarga, serta bernostalgia dengan
masa kanak-kanak di kampung---sebab sebagian pembaca kota tak
mengalami peristiwa tersebut.
_________________________________________
DETAIL BUKU

Pukat
Penulis: Tere-Liye
Penerbit: Republika, 2010
Tebal: vi + 351 hal.; 205x135x0 mm; softcover
ISBN-13: 9789791102735
Harga: Rp 50.000
_________________________________________

Seluruh keluarga Mamak menjuluki Pukat sebagai si anak pandai dan
panjang akal karena rajin mencari tahu jawaban atas segala pertanyaan.
Sifat tersebut berbeda dari Burlian yang dianggap si tukang tanya,
meski dia dijuluki anak spesial. Karena pandai dan hampir tahu segala
rupa, secara alamiah Pukat tumbuh menjadi anak yang bijak dan jujur.
Meski begitu ada kala dia juga kurang sabar, enggan mengalah, bahkan
bila perlu ngotot demi memegang prinsip yang dianggapnya benar.

Keluarga mereka tinggal di kampung di pulau Sumatera. Kampung itu
cukup terpencil, berada di dekat hutan tropik, belum memiliki sarana
listrik, namun jalan menuju kota cukup terbuka, dilalui jalur rel
kereta api, dan ada stasiun kereta api di sana. Sungai di kampung itu
masih jernih, di sanalah anak-anak mandi, saling terjun, dan bermain
bola. Meski terbilang sederhana, keluarga Pukat memiliki televisi
hitam-putih bertenaga aki untuk para tetangga dan kawan-kawan mereka
suka menumpang nonton bersama.

Fokus dalam novel ini ialah ketika Pukat kelas 5 hingga lulus SD.
Dalam dua tahun itu dia mengalami sejumlah peristiwa dramatik yang
amat berbekas sekaligus membentuk mentalnya menuju masa pertumbuhan
hingga dewasa. Kala itu, misalnya, dia bersama Burlian untuk pertama
kali diajak ayah naik kereta api mengunjungi kawannya di kota
kabupaten. Malang, persis ketika masuk terowongan panjang, kereta
mereka dibajak dan para penumpangnya dirampok secara terencana.
Setelah saling olok dan bantah-bantahan, Pukat akhirnya bermusuhan
amat sengit dengan kawan dekat sekaligus pahlawan permainan bola air
mereka, Raju. Bersama Can dan Burlian, dia juga nyaris mati terbakar
hidup-hidup ketika ayahnya bersama para tetangga membuka hutan untuk
dijadikan ladang. Kampung mereka juga sempat dilanda banjir dan
menyengsarakan semua penduduknya.

Di masa kanak-kanak itu Pukat belajar arti kejujuran, kerja keras,
rasa tabah, kasih sayang orang tua, persahabatan, berani bertindak,
menghargai rezeki, sekalian belajar perbedaan pertumbuhan anak
laki-laki dan perempuan, serta betapa panjang dan mengesankan
perjalanan segenggam beras sampai akhirnya menjadi nasi yang siap
disantap. Sikap positif di masa pembentukan mental yang bisa dikatakan
terjaga itu membuat Kak Seto (Seto Mulyadi) memberi endorsement
sebagai berikut: "Pukat mengajak kita untuk memahami nilai kejujuran,
persahabatan, dan kreativitas yang dikemas dalam sebuah kecerdasan
spiritual yang jernih." Karena itu, selain pantas disarankan sebagai
bacaan anak-anak dan keluarga, idealnya novel ini dikoleksi
perpustakaan sekolah di seluruh Indonesia.

Tere-Liye cukup mengesankan menuturkan kisah Pukat. Drama dan kelakuan
khas anak-anak hadir secara proporsional dan segar, tokoh-tokohnya
memiliki jiwa dan emosi, begitu pula dengan kejutan maupun denyut
masyarakat kampung yang mayoritas penduduknya memeluk Islam. Penulis
bertutur dari sudut pandang "aku" sebagai Pukat. Dia mengenang
masa-masa pertumbuhan itu dalam perjalanan pulang dua belas jam dari
Amsterdam ke Jakarta, ketika dirinya di luar dugaan menemukan jawaban
atas teka-teki dari uanya yang seumur hidup jadi pertanyaan besar
dalam dirinya dari surat yang dikirim Burlian dari Tokyo. Pertanyaan
itu ialah "Apa harta karun paling berharga di kampung ini?" Penemuan
itulah yang memberi dia energi untuk mudik menziarahi pusara uanya dan
menyatakan dirinya telah menemukan rahasia atas limpahan kasih sayang
yang selama ini memberkatinya.

Namun, karena merupakan kisah dari pengalaman orang dewasa yang sudah
jadi orang kota, Pukat kini sudah sulit sekali melepaskan diri dari
belitan kosakata urban seperti konfirmasi, disiplin, teknis,
komunikasi, eksotis, juga ekstase yang jadi terdengar aneh dalam
konteks cerita masa kanak-kanak, apalagi settingnya terjadi pada tahun
80-an. Sisi plusnya, novel ini mengandung kekayaan kosakata Indonesia
yang khas, seperti lanting, umbut, dan belincong.

Sayang kualitas penyuntingan buku ini terbilang masih buruk. Ada
banyak kesalahan di novel ini yang mengganggu pembacaan, terutama dari
cara penulisan, penggunaan tanda baca, ejaan, juga inkonsistensi
istilah. Kesalahan mendasarnya terlalu banyak. Contoh paling klise
antara lain penulisan 'rubah', 'dimana', 'ijin', juga 'takjim.'
Kecerobohan ini menunjukkan bahwa pekerjaan rumah bagi industri
penerbitan Indonesia masih menumpuk---terutama untuk editor dan
penulis. Bagi penulis berpengalaman seperti Tere-Liye, kekurangan ini
patut disayangkan.[]

Anwar Holid, penulis buku Keep Your Hand Moving (GPU, 2010). Bekerja
sebagai editor, penulis, dan publisis.



Copyright © 2010 oleh Anwar Holid


Sabtu, 20 November 2010

Ada epicentrum di jakarta?


From: puthut yulianto

Gempa Mag:5.2 SR,21-Nov-10 01:42:15 WIB,19 Km,(96 km Tenggara UJUNGKULON-JABAR ) http://twitpic.com/38lbep

Episentrum gempa 5,2 sr yg terjadi pk 01.42
A. Versi BMKG : 96KM tenggara u.kulon,slatan sukabumi.
B versi usgs, sama dg BMKG, dirinci : 37km barat pelabuhan ratu,31km tengara malingping banten. Episentrumnya  darat  malingping banten, 85km dr JAKARTA  yg paling sltan-yg trdkat dgn malingping, dan jarak 102km JAKARTA PUSAT. (Bukti ada episentrum dekat jakarta)
Demikian @andiariefnew.

tendang njur kejegur

Jumat, 19 November 2010

IBU

IBU

Pada malam itu, ada seorang anak gadis yang bertengkar dengan ibunya.
Karena sangat marah, gadis itu segera meninggalkan rumah tanpa membawa
apapun. Saat berjalan di suatu jalan, dia baru menyadari bahwa dirinya
sama sekali tidak membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, dia melewati sebuah kedai bakmi dan
mencium harumnya aroma masakan. Gadis itu ingin sekali memesan
semangkuk bakmi, tetapi dirinya segera sadar kalau dia tidak mempunyai
uang sama sekali.

Pemilik kedai melihat gadis itu berdiri cukup lama di depan kedainya,
lalu berkata "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?" "
Ya, tetapi, saya tidak membawa uang" jawab gadis itu dengan malu-malu
"Tidak apa-apa, saya akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai.
"Silahkan duduk, saya akan memasakkan bakmi untukmu".
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.
Gadis itu segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai
berlinang.

"Ada apa nona?" Tanya si pemilik kedai.

"tidak apa-apa" saya hanya terharu jawab gadis itu sambil mengeringkan
air matanya.

"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi saya semangkuk bakmi !,
tetapi, ibu saya sendiri, setelah bertengkar dengan saya, mengusir
saya dari rumah dan mengatakan kepada saya agar jangan kembali lagi ke
rumah"

"Kamu, seorang yang baru saya kenal, tetapi begitu peduli dengan saya
dibandingkan dengan ibu kandung saya sendiri" katanya kepada pemilik
kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan gadis itu, menarik nafas
panjang dan berkata "Nona mengapa kamu berpikir seperti itu?
Renungkanlah hal ini, saya hanya memberimu semangkuk bakmi dan kamu
begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kamu
kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya?
Dan kamu malah bertengkar dengannya"

Gadis itu terhenyak mendengar hal tersebut. "Mengapa saya tidak
berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang
baru saya kenal, saya begitu berterima kasih, tetapi kepada ibu saya
sendiri yang memasak untuk saya selama bertahun-tahun, saya bahkan
tidak memperlihatkan kepedulian saya kepadanya. Dan hanya karena
persoalan sepele, saya bertengkar dengannya.
Gadis itu, segera menghabiskan bakminya, lalu dia menguatkan dirinya
untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, dia
memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai
di ambang pintu rumah, dia melihat ibunya dengan wajah letih dan
cemas. Ketika ibunya bertemu dengan dia, kalimat pertama yang keluar
dari mulutnya adalah "Anakku kamu sudah pulang, cepat masuklah, ibu
telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kamu tidur,
makanan akan menjadi dingin jika kamu tidak memakannya sekarang". Pada
saat itu dia tidak dapat menahan tangisnya dan dia menangis dihadapan
ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang
lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan
kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita
(keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita
berterima kasih kepada mereka seumur hidup Kita.

RENUNGAN:

BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA.
SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES
ALAMI YANG BIASA SAJA; TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA
ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA
LAHIR.
PIKIRKANLAH HAL ITU??
APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?

HAI ANAK-ANAK, TAATILAH ORANG TUAMU DALAM SEGALA HAL, KARENA ITULAH
YANG INDAH DIDALAM TUHAN.

www.pengharapan.com

Kamis, 18 November 2010

Cangkriman



  1. Ngarep ireng, mburi ireng sing tengah methénthéng 
  2. Dikethok Malah Tambah Dhuwur
OPO KUWI ?????


Terbukalah, Pak Guru





From: A.Syauqi Yahya

Selama ini sekolah-sekolah cenderung tidak transparan dalam pengelolaan keuangannya. Dalam kasus penggunaan dana BOS, misalnya, tak banyak pula orang tua murid yang memahami soal ini. Sebuah penelitian yang dilakukan Bank Dunia menunjukkan, dari 3.600 orang tua siswa yang mereka survei, 71 persen tak tahu tentang program BOS. Para guru juga tidak proaktif menjelaskan soal BOS kepada orang tua murid. Ini sangat disayangkan. Sebab, alokasi dana BOS mestinya melibatkan peran orang tua murid sejak perencanaan hingga pelaporan.

Sikap sekolah-sekolah yang menutup diri akan menyuburkan korupsi. Inilah yang dikhawatirkan oleh lembaga antikorupsi seperti ICW. Apalagi audit BPK pun menyimpulkan bahwa enam dari sepuluh sekolah di Indonesia menyelewengkan dana BOS.

Terbukalah, Pak Guru

Kamis, 18 November 2010 | 01:36 WIB

Para guru di sekolah tak boleh mengingkari ajaran mengenai prinsip keuangan negara yang disampaikan ke murid. Setiap rupiah duit yang berasal dari anggaran negara atau daerah harus dipertanggungjawabkan penggunaannya. Begitu pula pemakaian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang diberikan oleh pemerintah. Sekolah mesti siap membeberkan penggunaannya kepada publik.

Kaidah itulah yang ditegakkan Komisi Informasi Pusat (KIP), lembaga yang mengawasi pelaksanaan keterbukaan informasi bagi masyarakat. Komisi ini memenangkan Indonesia Corruption Watch dan Komite Anti-Korupsi Pendidikan, yang bersengketa dengan lima sekolah negeri di Jakarta. Dengan gamblang Komisi Informasi menyatakan, sekolah-sekolah wajib membuka informasi mengenai penggunaan dana bantuan dari pemerintah.

Dua lembaga antikorupsi itu sebelumnya mengadukan lima sekolah menengah pertama negeri di Jakarta ke KIP lantaran menutup diri. Kelima sekolah itu adalah SMPN 28, SMPN 67, SMPN 84, SMPN 95, dan SMPN 190. Mereka tak mau memberikan laporan penggunaan dana BOS dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) sepanjang 2007 sampai 2009. Alasannya, data tersebut merupakan dokumen negara dan harus mendapat persetujuan kepala dinas pendidikan. Itu sebabnya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta termasuk pula yang diadukan karena juga tak mau membuka informasi.

Keputusan Komisi Informasi sungguh tepat. Bantuan Operasional Sekolah jelas berasal dari anggaran negara. Adapun Bantuan Operasional Pendidikan, yang diberikan di sekolah-sekolah di Ibu Kota, berasal dari anggaran pemerintah daerah. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, semua lembaga yang mendapat dana dari anggaran negara maupun anggaran daerah harus bersikap terbuka. Mereka wajib memberikan informasi mengenai penggunaan dana itu ke masyarakat.

Selama ini sekolah-sekolah cenderung tidak transparan dalam pengelolaan keuangannya. Dalam kasus penggunaan dana BOS, misalnya, tak banyak pula orang tua murid yang memahami soal ini. Sebuah penelitian yang dilakukan Bank Dunia menunjukkan, dari 3.600 orang tua siswa yang mereka survei, 71 persen tak tahu tentang program BOS. Para guru juga tidak proaktif menjelaskan soal BOS kepada orang tua murid. Ini sangat disayangkan. Sebab, alokasi dana BOS mestinya melibatkan peran orang tua murid sejak perencanaan hingga pelaporan.

Sikap sekolah-sekolah yang menutup diri akan menyuburkan korupsi. Inilah yang dikhawatirkan oleh lembaga antikorupsi seperti ICW. Apalagi audit BPK pun menyimpulkan bahwa enam dari sepuluh sekolah di Indonesia menyelewengkan dana BOS.

Lima SMP negeri dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta memang masih bisa mengajukan banding atas keputusan Komisi Informasi ke Peradilan Tata Usaha Negara. Tapi, jika dilakukan, hal itu hanya menunjukkan bahwa para pendidik tidak memiliki iktikad baik untuk melaksanakan Undang-Undang Keterbukaan Informasi. Para guru seharusnya memberi contoh bagi siswa maupun masyarakat tentang penggunaan duit negara secara transparan.

http://www.tempointeraktif.com/hg/opiniKT/2010/11/18/krn.20101118.218351.id.html

--