Rabu, 27 Oktober 2010

Ini Kesombongan Cangkringan




From: A.Syauqi Yahya


Sultan: Ini Kesombongan Cangkringan  

Rabu, 27 Oktober 2010 | 05:33 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X. TEMPO/Arif Wibowo

TEMPO Interaktif, Sleman -Banyaknya korban letusan Gunung Merapi di Desa Cangkringan, Umbulharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dinilai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai kesombongan Cangkringan. Sebab tokoh panutan di desa itu kekeh tidak mau dievakuasi saat status Merapi dinaikkan menjadi Awas, Senin (25/10) pukul 06.00 WIB.


Tokoh panutan di Desa Cangkringan ada dua orang yaitu Mbah Marijan dan Ponimin. Kedua orang yang dianggap paling berpengaruh itu tidak mau dievakuasi ke tempat pengungsian yang telah disediakan. Sehingga banyak warga yang masih "ngeyel" tidak mau mengungsi.

"Ini kesombongan Cangkringan," kata Sultan yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta saat berada dalam mobil Alphardnya mengunjungi lokasi pengungsian di Desa Hargobinangun dan Umbulharjo, Selasa malam (26/10).

Imbauan para ahli dengan data-data ilmiah justru ditanggapi warga dengan mengabaikan peringatan dan anjuran petugas yang sudah siap mengevakuasi mereka. Warga lebih memilih mengikuti panutan di desa mereka. Sehingga saat Merapi meletus masih banyak warga yang berada di Kawasan Rawan Bencana III dan II. Akibatnya, banyak korban jiwa yang terkena awan panas atau sering disebut wedus gembel.

Kabar Mbah Marijan saat berita ini ditulis masih simpang siur. Ada yang mengatakan dia selamat dan ditemukan di lereng di dekat rumahnya. Padahal, menurut kesaksian Tri Hartoko salah satu Tim SAR dari Penanggulangan Bencana Pemerintah Kabupaten Sleman rumah Mbah Maridjan rusak berat diterjang wedus gembel. Sedangkan orang yang berada di sekitar rumahnya sebanyak empat orang tewas tersapu awan panas itu.

"Empat orang ditemukan tewas dan gosong meskipun tubuh utuh," kata Tri. 

Sedangkan rumah-rumah disekitar rumah Mbah Marijan juga hancur, pohon bertumbangan dan menutup jalan akses ke dusun Kinahrejo tempat tinggal Mbah Marijan. 

Sedangkan Tukimin dan enam anggota keluarga lainnya yang sempat terjebak awan panas di rumahnya bisa diselamatkan oleh Tim SAR dan dibawa ke RS Panti Nugroho, Pakem, Sleman.

Saat ini jumlah korban tewas yang masuk ke RSUP dr Sardjito sudah 12 orang. Mereka sedang diidentifikasi. Sedangkan korban luka masih belum terdata secara komplit di Posko Pennggulangan Bencana di Pakem, Sleman.


--


Kok Tega Yaaa





From: A.Syauqi Yahya

Rabu, 27/10/2010 17:48 WIB
Belum Ada Rp 7 Juta RS Prikasih Abaikan Pasien dan Meninggal
Rosmiyati Dewi Kandi - suaraPembaca


Jakarta - Ayah saya Rusdin Zakaria kelahiran tahun 1952 mengalami sesak napas pada dini hari Selasa, 26 Oktober 2010. Saya lantas membawanya ke sebuah rumah sakit kecil di sekitar rumah saya. Ayah saya didiagnosa sakit jantung. Karena fasilitas rumah sakit tidak memungkinkan untuk menangani ayah saya lantas dirujuk ke RS Prikasih Pondok Labu.

Saya langsung melarikan ayah saya ke RS Prikasih dan tiba sekitar jam 5 pagi. Ayah saya langsung ditangani oleh dokter. Cek tekanan darah dan jantung dilakukan. Setelah selesai pengecekan saya dan abang diminta untuk mendaftar dan mengurus administrasi di kasir. Si kasir mengatakan saya harus membayar uang Rp 7 juta untuk perawatan ayah saya di Ruang ICU. Tapi, saya tidak bawa uang sejumlah itu.

Lalu abang saya menyatakan boleh deposit (DP) dulu atau tidak? "Tidak boleh". Bahkan, ketika abang saya memastikan akan memberi jaminan dan memastikan bahwa uang Rp 7 juta akan kami siapkan asal ayah ditangani dulu. Tapi, kasir menolak dengan alasan harus ada uang untuk bisa dirawat di ICU. Padahal kondisi ayah saya sudah payah.

Si kasir selanjutnya mengatakan bahwa ayah saya dibawa saja ke rumah sakit yang biayanya lebih murah. Apalagi ayah saya memiliki asuransi kesehatan sebagai pensiunan pegawai negeri sipil yang berprofesi sebagai guru. Dokter pun merujuk ayah ke RS Fatmawati Cilandak.

Karena lelah mendebat dan panik saya langsung membawa ayah ke Fatmawati dengan mencegat taksi. Setelah agak lama mencegat taksi, sekitar 10 menit, saya mendapat taksi. Tapi, di perjalanan menuju Fatmawati itu saya merasakan tubuh ayah saya tidak bergerak lagi. Selama di taksi ayah saya memang sudah makin payah kondisinya. Hingga saya merasa bahwa ayah saya sudah tidak
ada.

Tapi, saya tetap memutuskan untuk membawa ayah ke Fatmawati. Setiba di sana ayah saya langsung ditangani dokter. Tapi, dokter menggeleng dan memastikan bahwa ayah saya sudah tidak bisa ditolong. Itu terjadi sekitar jam 6.30. Dokter yang memeriksa mata ayah mengatakan kalau dilihat dari matanya ayah saya sudah meninggal beberapa waktu lalu.

Si dokter juga bertanya kenapa tidak langsung ditangani di Prikasih yang memiliki dokter dan fasilitas lengkap. Kenapa harus dirujuk lagi dengan kondisi seperti ini? Saya katakan karena belum ada uang Rp 7 juta saat itu juga.

Saya ingat, jam 6.10 saya sempat meminta taksi berhenti sesaat karena ayah saya sudah tidak bergerak. Tapi, saya tetap membawanya. Orang-orang di RS Fatmawati bilang, kok tega ya kondisi begini tidak diterima. Saya merasa, RS Prikasih mudah sekali mempermainkan nyawa seseorang hanya karena uang Rp 7 juta. Padahal, ternyata pagi itu juga Ibu saya di rumah juga sudah mendapat uang sejumlah itu.

Indra Prana Rusdiansyah, 23 tahun
Putra Bapak Rusdin Zakaria
Kelurahan Limo, Kota Depok, Jawa Barat

Atas nama,
Rosmiyati Dewi Kandi
Jakarta 10340
Telp: 021-3926955
Fax: 021-3927721
Mobile: 0888 972 8989



(msh/msh)

http://suarapembaca.detik.com/read/2010/10/27/174853/1476870/283/belum-ada-rp-7-juta-rs-prikasih-abaikan-pasien-dan-meninggal
--


Ada apa dgn tg 26?








---------- Forwarded message ----------



SEKILAS INFO :

Ada apa angka 26 bagi Indonesia??

Tsunami di Aceh tanggal 26 Desember'04,
Gempa Jogja 26 Mei 2006,
Tasik gempa 26 juni 2010,
Tsunami Mentawai 26 Oktober 2010,
Merapi Meletus 26 Oktober 2010.


Limrah Kaprahing Ngaurip







Kajupuk saka "Pasuwitaning Gesang" anggitanipun Eyang Mangkukusumo


Mangka wajibing tumitah
Sapisan, suwita Gusti:
"Eling lamun gesangira
iku sadherma nglakoni
narima sihing Gusti
kojur mujur kang tinemu
awas mring wajibira
limrah kaprahing ngaurip
ora ana wong urip tanpa sangsara."





Snack nGgumiwang ....








Snack nGGumiwang.............ndesit

http://3.bp.blogspot.com/_SJZB9x3QVL8/SYLG_sTQn4I/AAAAAAAAAFk/axVfyeyOB_U/s400/Singking+dan+sambal+tuna.JPG

Kok burik putih ky kwaci ki opo Yoen

http://i209.photobucket.com/albums/bb253/keluarganurhadi/IMG_1360.jpg

Tambah ngaksi tambahi KEJU

http://1.bp.blogspot.com/_blOXB91-nfQ/R740U209uzI/AAAAAAAAAh8/qS1PwEM_ZW8/s320/cassava+casanova.JPG


Selasa, 26 Oktober 2010

Genangan

Gaswat! Bogor banjir wis tekan sebatas bokong ..
Jakarta ati2 banjir kiriman ..
http://bit.ly/9gwR2D

Dewi Pepujaning Ati





Dewi Pepujaning Ati

By: Allief Billah

Dewi Pepujaning Ati

Tumetesing embun wengi iki
ora kaya wingi uni
nalika tanganmu tak kanti
miyak petenging ratri
: memuji

ora krasa luh tumetes ing dadaku
nganti teles kebes ngrasakake
ringkihing ati raga lan jiwa amarga
rumangsa tansah kagoda gumebyaring donya

duh katresnanku lilanana
aku lunga ngupadi pepadhanging ati
tumungkul nyawiji mrih rahayu jati
ora mung lamis ing sak kebaking lambe

Dewi lilanana
aku pasrah sumarah
karana rumangsa wirang
tansah memuji mring gusti
nanging mung ana pucuking lati.

luhmu tumetes ngebaki dadaku kang matu
ewuh aya pambudimu duh katresnanku
sabar anggonmu leladi ngupadi kamulyan jati

gawang gawang katon pasuryanmu
byar sumunar dadi pepadhanging atiku
peteng gumeleng lelakonku
tanpa sliramu kang tansah dadi pepujanku

Dewi lungaku ngupadi pepadahang dalan
waluya jati, jati temah nirmala



Tadi si Paul Gurita Peramal Mati di Akuarium













Tadi si Paul Gurita Peramal Mati di Akuarium

Tribunnews.com - Selasa, 26 Oktober 2010 21:25 WIB
ShareCetak PDF Print Berita Ini + 
Tadi si Paul Gurita Peramal Mati di Akuarium
AFP/PATRICK STOLLARZ
Gurita Paul menjagokan Spanyol dalam laga Semifinal Piala Dunia 2010, Afrika Selatan saat tim matador bertemu Jerman, Rabu (7/7/2010) dini hari. Ramalan Paul tepat padahal gurita itu berasal dari Jerman.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Masih ingat nama Paul si gurita peramal itu? Ya benar namanya begitu mendunia berkat ramalannya dianggap sukses memprediksi beberapa pertandingan sepak bola Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Kini Paul telah tiada, karena mati di akuriumnya di Jerman.

Para staf di taman maritim di Oberhausen mengatakan mereka sangat ''terpukul'' begitu mengetahui Paul telah mati, Selasa (25/10/2010) malam.

Paul tampak sehat ketika diperiksa kali terakhir Senin malam (25/10), tapi ditemukan tidak bernyawa lagi pagi hari Selasa.

Paul menjadi terkenal di seluruh dunia setelah dia memilih kerang di salah satu dari dua kotak yang masing-masing dibubuhi gambar bendera negara yang akan bertanding. Kotak berisi kerang yang dia pilih sesuai dengan negara yang kemudian menang dalam pertandingan.

Gurita jarang berumur lebih dari dua tahun, jadi kematian si Paul tidak mengejutkan karena sudah mencapai umur 2,5 tahun.

Manajer taman maritim Oberhausen, Stefan Porwoll, mengatakan Paul dengan tepat menerka pemenang dalam pertandingan-pertandingan timnas Jerman di Piala Dunia, termasuk kekalahan tim Panser, dan itu ''menarik perhatian orang dari segala benua''.

Ketika turnamen bola terpenting dunia bergulir, kemampuan si gurita memilih kotak yang tepat menarik perhatian media internasional, dan prestasi puncaknya adalah ketika dia memilih Spanyol sebagai Juara Piala Dunia 2010.

Dia kontan menjadi pahlawan di Spanyol. Ada permintaan agar gurita itu dipertontonkan di kebun binatang Madrid. Di tengah suka cita atas keberhasilan timnas Spanyol di Afrika Selatan, dia bahkan dijadikan warga kehormatan di sebuah kota kecil di Spanyol. (bbc)


Penulis: widodo
Editor: widodo


Kamis, 21 Oktober 2010

nelayan

boyo

sardulo wonten pinggir lepen



kemaren pas mancing di sungai ada liat ular ini.. cukup besar juga.. ada yg tahu ini ular jenis apa ??

Rabu, 20 Oktober 2010

Black Berry dan Doa Anak.





dari milis tetangga.., smoga bermanfaat

-===============================================








Blackberry dan Doa Anak Untuk Orang Tua


Aku dan adik sayang mama

Tapi maaf ma.
Mengapa saat adik menangis kehausan,
Mama masih asyik BerBBM
Mengapa saat aku tidak bisa mengerjakan PR
Mama selalu bilang coba dulu pikir sendiri,
sambil mata melotot ke BB
Mengapa saat aku tidak bisa memasang tali sepatu.
Mama selalu menyuruh mbak untuk membantunya,
sambil tangan mama lincah menyentuh BB

Aku dan adik sayang Papa

Tetapi, maaf Pa
Mengapa saat mama minta tolong ambilkan pampers
untuk adik.
Papa selalu bilang ambil sendiri,
sambil tertawa di depan layar BB

Mengapa saat aku mengajak main bola.
Papa selalu bilang papa lagi capek,
tapi tanpa lelah balas BBM

Mengapa papa sekarang jarang sekali menyanyikan
lagu saat membobokkan adik.
Tapi papa asyik terus pegang BB
Mengapa papa sekarang jarang sekali baca cerita
saat sebelum tidur.
Tapi papa selalu pegang BB saat membobokkan aku

Aku dan adik sayang Papa Mama

Tapi, maaf pa ma
Aku dan adik jadi benci BB,
padahal papa mama menyayanginya
Karena sejak ada BB, papa jarang cium aku
Karena bila pegang BB, mama kalau ditanya PR
selalu marah-marah
Karena bila ada bunyi BB,
papa selalu melepaskan gendongan adik
Karena sejak ada BB,
mama hanya bisa tertawa dengan BB
Karena sejak kerajingan BB,
papa jarang maen perang-perangan lagi denganku

Aku dan adik sayang Papa Mama

Tapi, maaf pa ma
Aku pernah ajak adik berdoa,
semoga BB papa mama selalu low batt.
Aku pernah ajak adik berdoa,
mudah-mudah wajahku berubah jadi BB.
Biar papa mama selalu pandangi aku terus

Aku pernah Ajak adik berdoa,
supaya BB papa mama ketinggalan di kantor.
Biar Aku dan adik bisa bersenang-senang seperti
dulu lagi

Aku pernah ajak adik berdoa,
supaya semua orang di rumah ini tidak beli BB
kayak papa mama.
Agar kalau papa mama mengacuhkan aku,
aku bisa main dengan mereka

Papa dan Mama
Maafin aku dan adik

Dr Widodo Judarwanto SpA
Save Our Children
http://saveourchildren.wordpress.com

(Gerakan Matikan BB di Depan Anak)

O QUAM BONUM ET IUCUNDUM HABITARE FRATRES IN UNUM.



Api dan Neraka, Apalagi Bertemu Orang Berwatak Setan






From: A.Syauqi Yahya

,
Kamis, 07/10/2010 12:58 WIB
Api dan Neraka
Suhandojo: Jadi Jaksa Sulit, Apalagi Bertemu Orang Berwatak Setan 

Ken Yunita - detikNews


Jakarta - Mantan Jaksa Agung Hendarman Supandji menyebut, bekerja di Kejaksaan bagaikan berada di antara api dan neraka. 'Pengalaman' semacam itu juga pernah dialami mantan Kapuspenkum Kejagung Suhandojo.

Menurut Suhandojo, godaan seorang jaksa saja sudah sangat banyak. Apalagi menjadi seorang Jaksa Agung yang harus mengambil kebijakan tertentu.

"Jaksa itu penegak hukum yang multikompleks, mulai dari ngurusin tersangkanya maupun saksi," katanya saat berbincang dengan detikcom, Kamis (7/10/2010).

Pria yang kini menjadi Juru Bicara Partai Hanura ini mengatakan, bekerja di Kejaksaan, jika tidak kuat iman pasti akan terjerumus ke salah satu sisi, api atau neraka. Suhandojo mengibaratkan, jika bertemu dengan setan, kemungkinan kita bisa berdoa, tapi bagaimana jika kita bertemu dengan orang yang berwatak setan?

"Bayangkan saja kalau tiba-tiba ada orang bawa segepok uang dan minta agar kasusnya diringankan. Kalau mata merah, itu artinya marah, tapi kalau mata ijo, ya sudah terjerumuslah," katanya.

Suhandojo mengatakan, kejadian semacam itu sering kali dihadapi oleh para jaksa. Dan sikap yang diambil oleh mereka pun berbeda-beda. "Jadi apa yang disampaikan oleh Pak Hendarman itu ya wajar, dan bisa dipahami," katanya.

Suhandojo percaya, institusi Kejaksaan yang menaunginya selama berpuluh-puluh tahun tidaklah seburuk apa yang dilihat orang. Dia berharap, Jaksa Agung baru yang akan menggantikan Hendarman bisa memiliki empat komitmen yang dipercayanya bisa membersihkan nama Kejaksaan.

"Jaksa Agung baru harus ikut menyukseskan pemberantasan korupsi dan perkara lain, kedua, Jaksa Agung tidak boleh diskriminatif dalam penegakan hukum, ketiga, Jaksa Agung harus jujur dan terakhir harus dapat memberdayakan peran serta masyarakat untuk ikut membantu dan mencegah pemberantasan korupsi," katanya.

"Kalau empat hal itu bisa dipegang oleh Jaksa Agung yang baru, itu akan menyelamatkan Kejaksaan," kata Suhandojo.

http://www.detiknews.com/read/2010/10/07/125803/1457984/10/suhandojo-jadi-jaksa-sulit-apalagi-bertemu-orang-berwatak-setan?n991102605
--


Kendangan ....






From: A.Syauqi Yahya
GB
Pementasan bertajuk 'Shadows to Life' tersebut digelar National Art Gallery Minggu 17 Oktober 2010. (Monamaria Bonifasia)
http://foto.detik.com/readfoto/2010/10/20/160533/1470140/464/1/shadows-to-life?n992205464
--


alumnus Teknik Elektro ITB MEMBOGEM





From: A.Syauqi Yahya

Kamis, 21/10/2010 04:47 WIB
Kasus Serempetan Mobil
Alumni ITB yang Membogem Alumni UI Minta Maaf 
Anwar Khumaini - detikNews


Jakarta - Sigit Prianggoro, alumni ITB yang terlibat perkelahian dengan Pipit Hendra Nurwinahyu, alumni UI, lantaran serempetan di jalan meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. Sigit berharap, masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Kamis (21/10/2010), Sigit berharap agar kejadian ini menjadi hikmah bagi kedua belah pihak. Sigit juga berharap antara keluarganya beserta keluarga Pipit Hendra Nurwinahyu tidak lagi ada permasalahan yang mengganjal dan saling mempererat silaturahmi.

Kasus ini bermula saat Sigit Priyanggoro, alumnus Teknik Elektro ITB angkatan 2002 membogem Pipit Hendra Nurwinahyu, seorang alumnus Teknik Mesin UI angkatan 2000. Penyebabnya sepele, mobil mereka serempetan saat mencari tempat makan berbuka puasa di daerah Jatiasih pada bulan puasa lalu.

Sampai akhirnya, kasus ini ramai dibicarakan di milis para alumni ITB dan UI. Masing-masing pihak punya cerita versi mereka tentang apa yang terjadi. Akhirnya, kasus ini pun berlanjut ke polisi. Sigit dilaporkan ke polisi dan akhirnya ditahan di ruang tahanan Polsek Jatiasih, Bekasi. Sigit terkena pasal 351 KUHP (penganiayaan) dan juga bisa ditambah pasal 335 KUHP (perbuatan tidak menyenangkan).

Berikut surat pernyataan maaf Sigit Priyanggoro & Keluarga selengkapnya:


Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Berdasarkan hasil pertemuan antara keluarga saya, Sigit Priyanggoro yang didampingi oleh Ustadz H. Syamsudin, guru saya di pengajian Al Ikhlas Jatiasih, dengan keluarga Pipit Hendra Nurwinahyu yang diwakilkan oleh Ayah Pipit Hendra Nurwinahyu dan juga oleh pengacaranya, Drs. Soesilo SH.MH., pada hari Rabu tanggal 20 Oktober 2010, Jam 10 pagi hingga jam 11.45 pagi di kediaman Drs. Soesilo SH, MH., telah dicapai kesepakatan untuk menyelesaikan permasalahan antara saya dan Pipit Hendra Nurwinahyu
secara damai dan kekeluargaan.

Oleh karena itu, saya atas nama pribadi dan keluarga menyatakan permintaan maaf kepada saudara Pipit Hendra Nurwinahyu beserta keluarga atas kesalahpahaman yang terjadi. Semoga dari kejadian tersebut dapat menjadi hikmah bagi kita semua. Besar harapan kami, antara saya dan keluarga beserta Pipit Hendra Nurwinahyu dan keluarga tidak lagi ada permasalahan yang mengganjal sekecil apapun, dan saling mempererat silaturahmi.

Adapun kesalahpahaman yang berkaitan dengan instansi/alumni tertentu, semoga disikapi dengan bijak. Kesalahpahaman murni terjadi antara pribadi saya dan Pipit Hendra Nurwinahyu, dan semoga tidak lagi dikait-kaitkan dengan instansi dan alumni tertentu karena kedua instansi dan alumni selama ini tidak pernah memiliki permasalahan dan bersaudara erat bersama membangun negeri ini. Saya sendiri memiliki banyak sahabat dan atasan dari alumni yang sama dengan Pipit Hendra. Demikian pula Pipit Hendra memiliki banyak sahabat dan atasan yang sama dengan alumni saya, dan tidak ada permasalahan apapun yang terjadi sebelum maupun sesudah kesalahpahaman terjadi.

Demikian surat permohonan maaf ini saya tulis dengan terbuka agar kesalahpahaman yang telah lalu tidak lagi menjadi halangan bagi semua pihak yang terkait untuk menjalin tali silaturahmi dalam Ukhuwah Islamiyah, serta menjaga persaudaraan sesama anak bangsa. Wassalammu'alaikum warohmatullaahi
wabarakatuh.

Hormat saya, ttd, Sigit Priyanggoro & Keluarga.
(anw/mpr)

http://www.detiknews.com/read/2010/10/21/044734/1470859/10/alumni-itb-yang-membogem-alumni-ui-minta-maaf?n991102605
--


Piranha Pemangsa Buaya Dilepas Lagi





 

 

Satwa Langka

Piranha Pemangsa Buaya Dilepas Lagi

Kamis, 21 Oktober 2010 | 03:26 WIB

bnps.co.uk

Jeremy Wade dari Inggris terlihat santai berpose dengan piranha raksasa pemangsa buaya dari Sungai Kongo, Afrika.

TERKAIT:

KOMPAS.com — Pemancing dari Inggris, Jeremy Wade, berhasil mendapatkan piranha raksasa saat melakukan ekspedisi ke Sungai Kongo di Afrika. Saat berfoto, lelaki 52 tahun tersebut terlihat biasa saja sembari membopong ikan pemangsa daging yang ganas itu.

Piranha raksasa yang biasa dijuluki sebagai ikan harimau goliath ini merupakan satu dari ikan air tawar yang paling ditakuti di dunia. Ukurannya jauh lebih besar dari piranha biasa dan merupakan varian piranha yang hampir punah.

Raksasa dari Sungai Kongo itu memiliki 32 gigi seukuran gigi hiu raksasa putih. Di Afrika, ikan ini biasanya memangsa manusia, bahkan buaya. Ikan ini hanya dapat ditangkap oleh segelintir nelayan dan habitatnya memang sulit dijangkau.

"Ikan ini juga punya gigitan yang sangat kuat dan dikenal biasa memangsa apa pun yang seukuran dirinya, menyerang manusia, dan mencabik-cabik buaya," kata Jeremy Wade. Ia membutuhkan waktu delapan hari untuk membawa ikan itu ke darat, tetapi kemudian melepaskannya lagi.

 

 



sarsaparilla (botolnya antik)




rasanya lumayan dan botolnya antiiiik...

Selasa, 19 Oktober 2010

SMP Negeri 1 Magelang






Sejarah SMP Negeri 1 Magelang
Monday, 28 April 2008

Sejarah SMP Negeri 1 MagelangSMP Negeri 1 seluas 7.717 m 2 terletak di Jalan Pahlawan No. 66 Kota Magelang. Dari segi wilayah, sekolah ini berada di Kampung Botton, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Lembaga pendidikan ini berdiri pada masa penjajahan Jepang, yaitu tahun 1942. Pada masa itu lebih dikenal dengan nama SMP Botton, karena letaknya berada di Kampung Botton. Sekolah menengah pada masa penjajahan Jepang diberi nama "Syoto Chu Gakko" (Prastowo, 1945 : 17).

Di Kota Magelang pada masa Hindia Belanda hanya terdapat empat Sekolah tingkat menengah, yaitu MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs), Sekolah Yayasan Kristen, Sekolah Menengah milik Perguruan Taman Siswa dan Sekolah Menengah tingkat atas MOSVIA (Midlebare Opleiding School Vor Inlandiche Ambtenaren). MOSVIA adalah Sekolah yang mendidik calon-calon Pamong Praja. Saat dibukanya SMP Magelang yang terletak di Jalan Botton (sekarang Jalan Pahlawan) sekolah tersebut baru mempunyai 4 kelas, dengan jumlah guru 4 orang, yaitu Bapak Soetedjo Atmodipoerwo (merangkap direktur), Bapak Soediman, Bapak Mardiyo dan Bapak P. Siagian (Prastowo, 1945 : 18). Mata Pelajaran yang disajikan adalah Pelajaran Umum, disamping Bahasa Jepang serta Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Kegiatan Belajar Mengajar pada saat itu harus disesuaikan dengan Kurikulum dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh penguasa Jepang.

Dibandingkan dengan Sekolah lain, SMP Negeri 1 Magelang memiliki nilai perjuangan yang ikut serta dalam meraih dan mempertahankan Kemerdekaan dari penjajah Jepang. Hal ini terbukti bahwa di lokasi lingkungan sekolah, terdapat tugu Pahlawan "Rantai Kencana", untuk mengenang 3 orang siswa yang gugur membela gurunya yang pada waktu itu disekap oleh tentara Jepang. Siswa yang gugur diantaranya Prapto Kecik, Soeprayitno dan Surono ( Panitia Reuni, 1995 : 9 ). Nama rantai Kencana diambil dari Organisasi Siswa, yang pada saat ini setaraf dengan OSIS. Pencetusan nama Rantai Kencana merupakan hasil musyawarah pada pertemuan antara perwakilan siswa yang bernama Nakula Soenarto (kini Prof. Dr. Dipl. Ing. Dan Guru Besar pada Fakultas Teknik UI) dengan Bapak Soetedjo Atmodipoerwo (direktur).

Gedung Aula SMP Negeri 1 MagelangUntuk mengabadikan Rantai Kencana, sampai saat ini nama tersebut dipakai untuk nama kelompok Drum Band SMP Negeri 1 Magelang serta nama majalah dinding sekolah. Perlu diketahui bahwa pada tangal 26 Oktober 1994, Ibu Mien Sugandi (mantan Menteri Negara UPW) berkenan hadir di SMP Negeri 1  Magelang untuk meresmikan tugu Pahlawan Rantai Kencana dan dalam rangka Reuni Besar Paguyuban Rantai Kencana. Disamping Ibu Mien Sugandi dan Ibu Inten Suweno (mantan Menteri Sosial), masih banyak lagi alumni yang menjadi orang penting / pejabat. Seiring dengan lajunya perkembangan zaman dan pembangunan, SMP Negeri 1 Magelang telah mengalami pergantian kepemimpinan sekolah, sejaka masa penjajahan Jepang tahun 1942 sampai sekarang.  Dapat dijelaskan tentang nama-nama Kepala Sekolah :

  1. Kepala Sekolah Pertama : Bp. Soetedjo Atmodipoerwo ( 1942 - 1944 )
  2. Kepala Sekolah Kedua : Bp. P. Siagian ( 1944 - 1946 )
  3. Kepala Sekolah Ketiga : Bp. M.S. Hadisapoetro ( 1946 - 1953 )
  4. Kepala Sekolah Keempat : Bp. Widyo Sapoetro ( 1953 - 1963 )
  5. Kepala Sekolah Kelima : Bp. R.I. Soewarno ( 1963 - 1965 )
  6. Kepala Sekolah Keenam : Ibu Rr. Soekarlina ( 1965 - 1972 )
  7. Kepala Sekolah Ketujuh : Bp. Soenarto ( 1972 - 1983 )
  8. Kepala Sekolah Kedelapan : Bp. Joko Sulih ( 1983 - 1989 )
  9. Kepala Sekolah Kesembilan : Ibu Moeslikah ( 1989 - 1990 )
  10. Kepala Sekolah Kesepuluh : Ibu Hj. Dra. Armani ( 1990 -1994 )
  11. Kepala Sekolah Kesebelas : Bp. Sutrisno ( 1994 - 1999 )
  12. Kepala Sekolah Keduabelas : Ibu Th. Sri Ambarwati ( 1999 - 2004 )
  13. Kepala Sekolah ketigabelas : Bp. Toto Karta Gunawan, S.H. (PLH 2004)
  14. Kepala Sekolah Keempatbelas : Bp. Drs. Harry Sumaryanto, M.Pd. ( 2004 - 2006 )
  15. Kepala Sekolah Kelimabelas : Bp. Papa Riyadi, S.Pd., M.Pd ( 2006 - Sekarang)

Telah disebutkan dimuka bahwa pada waktu berdiri hanya memiliki 4 kelas. Oleh karena kemajuan pembangunan, saat ini SMP Negeri 1 Magelang telah memiliki 21 ruang kelas dan ruang-ruang pendukung lainnya. Hal ini sesuai dengan perubahan tipe sekolah, dari tipe C menjadi tipe B (SK. Dirjen Dikmenum No. 443/C/Kep/I/1993, tanggal 21 September 1993). Selain fisik, prestasi akademik maupun non - akademik yang diraihpun selalu meningkat, baik ditingkat Kota, Provinsi, Nasional maupun Internasional.

--


10 Profesi Rawan Perceraian









VIVAnews - Perceraian bisa disebabkan banyak hal. Ternyata salah satunya adalah  profesi yang dijalani suami atau istri. Baru-baru ini, penelitian tim dari  Radford University, Amerika Serikat menemukan 15 jenis profesi yang memiliki  risiko perceraian yang tinggi.   Tidak dijelaskan secara spesifik mengapa profesi-profesi tersebut rawan  perceraian. Tapi, tampaknya kesibukan yang padat dan banyak bertemu orang baru  memicu orang yang menjalani profesi ini mudah berselingkuh atau memiliki  perkawinan tidak sehat.   Berikut 10 dari 15 jenis profesi yang memicu perceraian, seperti dikutip dari  cosmopolitan.com. Apakah profesi Anda salah satunya?  1. Pekerja di dunia hiburan (penyanyi, artis, pembawa acara dll) dan profesi  yang terkait dunia itu (manager artis, kru film, dsb).  2. Pekerja di bidang olahraga (atlet) dan profesi yang terkait bidang tersebut. 3. Tenaga medis, antara lain perawat dan psikiater. 4. Operator telepon 5. Pekerja pabrik : makanan dan rokok 6. Telemarketer 7. Terapis pijat 8. Bartender 9. Penari dan koreografer tari 10. Pekerja kasino  Penelitian juga menemukan beberapa profesi yang tingkat perceraiannya rendah.  Yaitu, sales engineer dan polisi lalu lintas. 

Ver ....




From: A.Syauqi Yahya


Kisah Ver Tersangka Trafficking (1)
Germo Cilik Pimpin PSK Cilik
Minggu, 10 Oktober 2010 | 15:41 WIB
surya
Ver

KOMPAS.com — Siapa sangka, Ver (17), germo cilik sekaligus pekerja seks komersial (PSK) yang punya belasan anak buah, ternyata siswi yang pintar. Semasa SD dan SMP sebelum dikeluarkan dari sekolahnya, dia selalu masuk peringkat 10 besar di kelasnya.

Namun, kecerdasan itu tak mendapat perhatian semestinya. Orangtuanya yang tinggal di Lamongan tergolong miskin. Saat pindah ke Surabaya, Ver hidup dalam lingkungan yang membuatnya nakal. Sampai akhirnya ia masuk dalam dunia hitam dan ditangkap anggota Satuan Pidana Umum (Sat Pidum) Reskrim Polresta Surabaya, Kamis (7/10) tengah malam.

Kini masalah Ver yang terakhir indekos di Jalan Pakis Sidokumpul I itu bertumpuk-tumpuk. Selain menjadi tersangka dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara karena menjual belasan anak di bawah umur seusia SMP dan SMA sebagai PSK, Ver juga tengah hamil tanpa suami.

Kepada Surya di tahanan Mapolresta Surabaya, Sabtu (9/10), Ver yang bertubuh kurus itu mengisahkan, sejak kecil kondisi keluarganya sudah tidak harmonis. Anak bungsu dari dua bersaudara itu menceritakan, sewaktu kelas III SD di Lamongan, ayah dan ibunya kerap bertengkar. Suatu ketika seusai pertengkaran hebat, ayahnya meninggalkan rumah dan tak diketahui ke mana perginya.

Bahkan, Ver yang gaya bicaranya ceplas-ceplos ini mengaku tidak begitu ingat bagaimana wajah ayahnya. "Saya tidak ingat lagi. Ibu cuma bilang kalau ayahnya sudah pergi dan tidak kembali," kata Ver lirih.

Masalah keluarga itu sedikit mengganggu sekolahnya. Ver yang sejak kelas I sampai kelas III SD selalu peringkat satu, dengan munculnya persoalan keuarga itu, maka saat kelas IV merosot ke peringkat kedua. "Mulai kelas IV sampai kelas VI, kadang saya menjadi juara kelas atau nomor 2 atau tiga. Enggak pastilah karena kepikiran kondisi keluarga," ucapnya.

Lalu terjadilah peristiwa saat dia kelas IV SD. Saat itu, ibunya yang terpaksa mencari nafkah dengan berjualan kosmetik keliling kampung, tiba-tiba meninggal dunia.

Ver shock mendapati kenyataan ayah dan ibunya sudah tidak di sampingnya lagi. Saudaranya yang ada di Lamongan kemudian merawatnya hingga lulus SD.

Hidup tanpa didampingi orangtua terkadang membuat Ver iri dan nelangsa. Ia kerap menyaksikan anak lain sepulang sekolah dijemput orangtuanya, ada yang naik sepeda motor atau sepeda ontel. "Saya benar-benar sedih kalau melihat itu," ungkapnya.

Setelah lulus SD, bibinya yang merawat Ver di Lamongan terbentur masalah ekonomi sehingga tidak bisa menyekolahkan Ver ke jenjang SMP. Maka, anak cerdas itu kemudian dititipkan ke tantenya di Mojokerto. "Saya lalu dimasukkan ke panti asuhan," kata Ver.

Di panti asuhan itu, Ver hanya bertahan sekitar sebulan. Ia dikeluarkan karena tidak mau mengaji dan sekolah atau mengikuti kegiatan lainnya. "Di sana (panti) saya enggak kerasan," katanya.

Mengetahui hal tersebut, tantenya kemudian menyekolahkan Ver ke SMP di Mojokerto. Namun, tidak lama tantenya merasa tak sanggup menyekolahkan Ver karena masalah ekonomi.

Ver kemudian diserahkan ke saudaranya yang lain di Nginden, Surabaya. Di Surabaya, Ver masuk di salah satu SMPN favorit di Surabaya. Di SMPN ternama itu, Ver cukup disegani karena memiliki otak encer. Mulai kelas I sampai pertengahan kelas II, Ver selalu masuk peringkat 10 besar di kelasnya.

Mulai kenal bolos

Namun, mulai kelas II, Ver sudah mulai kenal bolos sekolah. Ia merasakan kadang agak terkekang.

Saking seringnya bolos, Ver yang kini berstatus tersangka kasus trafficking ini lalu dipanggil ke kantor sekolah untuk diperingatkan. Meski begitu, perempuan berambut sebahu itu tidak kapok. Ia malah kerap bolos sekolah, meski hanya untuk jalan-jalan ke Kebun Binatang Surabaya atau cangkruk di Taman Bungkul. "Terakhir saya dikeluarkan dari sekolah sekitar tahun 2007," paparnya.

Tahu Ver dikeluarkan dari sekolah, tantenya marah. Ia sempat dikunci sendirian di rumah supaya kapok dan mau sekolah lagi. Setelah ditanya tantenya apakah masih ingin melanjutkan sekolah, Ver malah tegas mengatakan tak mau sekolah lagi. Tak pelak, semua pakaian Ver dibuang ke depan rumah. Ver yang masih berusia sekitar 14 tahun itu pun minggat dari rumah tantenya.

Ver mengaku tak mau sekolah lagi karena tiap hari oleh tantenya hanya diberi uang saku Rp 1.500. Menurut dia, itu hanya cukup untuk naik bemo, sedangkan pulangnya ke Nginden harus jalan kaki.

http://regional.kompas.com/read/2010/10/10/15413267/Germo.Cilik.Pimpin.PSK.Cilik.-8



cuplikan













Jangan pernah menyerah pada apa pun juga ketika kamu sedang meraih impianmu. Tidak ada alasan bagimu untuk menyerah. Orang yang gagal selalu mencari-cari alasan tapi orang yang mau berhasil selalu mencari jalan. Tahukah kamu bahwa berhasil di dalam hidup ini tidak hanya sekadar berada pada tempat dan waktu yang tepat tapi juga berada pada tempat dan waktu yang salah, namun tidak pernah menyerah.

Kamu boleh memiliki impian yang besar tetapi tanpa semangat, kerja keras, ketabahan hati, tahan uji, pantang menyerah dan bersandar kepada Tuhan, maka impianmu itu hanyalah sebuah fantasi atau khayalan belaka. Kamu tidak akan pernah melihat impianmu itu menjadi nyata dalam hidupmu. Yang ada kamu hanya bisa menikmati impianmu dalam pikiran atau imajinasimu saja. Pikirkanlah ini….


Ketika kamu mulai putus asa, ragu, lelah atau hampir diambang kegagalan, ingatlah kembali akan impian yang ingin kamu raih. Impianmu itu akan menjadi sumber inspirasi yang akan selalu menguatkan kamu dan memberi kamu sebuah motivasi yang besar. Hidup ini memang keras tapi bukan berarti kamu harus menyerah begitu saja tanpa mencoba cara yang lain. Biarlah kesuksesan yang kamu temukan pada diri orang lain menjadi cambuk untuk kamu bangkit kembali. Kalau mereka bisa berhasil kenapa kamu tidak bisa seperti mereka. Bukankah Tuhan selalu menyertai kamu?

paru


nyoto sapi di semarang wah lawuhnya ada ginian.. cukup nyoba satu sunduk saja.. mak nyus...

That's What Friends Are For







That's What Friends Are For lyrics


Stevie Wonder

And I never thought I'd feel this way
And as far as I'm concerned
I'm glad I got the chance to say
That I do believe I love you

And if I should ever go away
Well, then close your eyes and try
To feel the way we do today,
And then if you can remember,

Keep smiling, keep shining,
Knowing you can always count on me
For sure
That's what friends are for

For good times and bad times
I'll be on your side forever more.
That's what friends are for
I never thought I'd feel this way
Well you came and opened me
And now there's so much more I see
And so, by the way, I thank you.
And then for the times when we're apart
Well, then close your eyes and know
These words are coming from my heart
And then if you can remember
Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me
For sure
That's what friends are for

In good times and bad times
I'll be on your side forevermore
That's what friends are for


jaran



Kaku adalah kuda yang paling gagah di hutan. Tidak hanya gagah, ia pun kuat dan dapat berlari dengan cepat. Saking hebatnya, warga hutan yang lain memberikan gelar “Kuda Perkasa” padanya. Disingkat “kuper”, hehehe.

Sayangnya, perilaku Kaku tidak sehebat kemampuannya. Karena merasa dirinya yang paling jago, ia menjadi sombong dan sering menganggap remeh orang binatang lain. Tabiat buruknya yang lain adalah selalu ingin dipuja. Itu sebabnya ia iri 1/2 mati terhadap Horas.

Ya, Horas adalah kuda gemuk yang cenderung pendiam. Walaupun begitu, penghuni hutan lainnya senang kepadanya karena ia suka menolong dan ramah. Berbeda 180 derajat dengan Kaku.

Suatu hari Kaku pun mendatangi Horas yang sedang makan rumput di pinggir sungai.

“Hei Horas, ayo kita berlomba mengelilingi bukit timur itu”, tantang Kaku tanpa berbasa-basi. “Aku ingin tahu, siapa diantara kita yang paling hebat”.

Horas menoleh dengan santai ke arah Kaku.

“Buat apa ah”, jawabnya, “Kan sudah jelas, kamulah kuda paling hebat di hutan ini. Aku jelas gak mungkin menang melawanmu.”

“Tidak peduli!”, tukas Kaku. Kasar. “Pokoknya aku ingin kita bertanding. Kalau tidak, aku akan hancurkan rumah kayu milik Bu Beri Berang-berang yang kamu buat untuknya bulan lalu.”

Horas tertegun. Ingatannya melayang ke Bu Beri. Badannya yang sudah tua. Bulu-bulunya yang mulai memutih. Tongkat penyangga jalannya.

“Baiklah”, ujarnya sambil mengangguk lirih. “Kapan kita bertanding?”

Kaku menjawab sambil tersenyum sinis, “Besok sore.”

Malamnya Kaku mulai membayangkan dirinya yang tengah berlari di bukit timur dengan gagah. Bulunya yang hitam berkilauan terkena cahaya matahari sunset. Kakinya yang kokoh menapak mantap di atas tanah bukit timur yang berbatuan menimbulkan suara yang keras.

Ketepok. Ketepok. Ketepok.

Mendadak ia terkikik. Ia membayangkan Horas yang gemuk berlari dengan terengah-engah menaiki bukit dan akhirnya tersungkur kecapekan.

“Kemenangan sudah jelas ada di tanganku.”, batin Kaku. “Apabila aku menang, penduduk hutan akan makin menyadari bahwa aku lah kuda terhebat di sini. Popularitasku pasti akan jauh melebihi Horas. Sekarang aku harus cari cara agar aku tampak keren di hadapan mereka saat masuk ke garis finish.”

Ia berpikir. Tiba-tiba ia teringat pada majalah mingguan “Kueren” yang ia beli minggu lalu. Kaku pun mengambil majalah tersebut dari laci lemarinya dan mulai membuka lembar demi lembar. Sampai akhirnya…

“Ini dia!!!”, teriak Kaku sambil menunjukkan jarinya tangannya ke sebuah iklan tentang kacamata hitam. “Dengan ini aku pasti akan tambah cool di depan warga hutan”.

Keesokan harinya, Kaku menyempatkan diri untuk pergi ke mall dan membeli kacamata hitam yang paling mentereng. Setelah bersiap dengan menggunakan tapal kudanya yang berbalut emas, ia pun bergegas menuju ke bukit timur, tempat ia akan bertanding dengan Horas.

Sesampainya di sana, tampak Horas sedang berbincang riang dengan teman-temannya. Ada Kuri si Kura-Kura, Nur si burung Nuri, dan bu Beri Berang-Berang. Warga hutan lainnya pun berjejer di sepanjang jalur, bersiap untuk menyaksikan lomba antara Horas dan Kaku.

“Ayo segera kita mulai”, kata Kaku sembari memakai kacamata hitamnya yang baru.

Horas memandang Kaku dengan wajah aneh. Perhatiannya tertuju pada kacamata hitam Kaku dan label harganya yang entah sengaja atau tidak, lupa dicopotnya.

Namun Horas tidak berkata apa-apa. Sebaliknya, ia meminta Nur untuk membantu memasangkan kacamata kudanya yang sudah agak butut.

Kedua kuda itu pun bersiap di garis Start. Pak Hori Harimau yang bertugas sebagai penjaga garis melambai-lambaikan bendera putih di depan mereka. Dalam hitungan ketiga, ia menurunkan bendera dengan bersemangat sambil berteriak lantang, “Mulai!!!”

Kaku langsung melesat. Julukannya sebagai “Kuda Perkasa” memang bukan main-main. Dalam hitungan detik, ia sudah tidak tampak di balik bukit. Sebaliknya, Horas melaju dengan sambil menjaga kecepatan dan staminanya. Ia sadari bahwa dalam urusan keduanya, ia bukan tandingan Kaku, oleh karena itu ia harus berhati-hati dan tidak boleh gegabah.

Kaku yang jauh memimpin di depan tertawa lebar-lebar sambil terus memacu kecepatannya. Ia sudah tidak kuasa lagi membayangkan kemenangannya. Di hadapannya sudah tampak Bukit Curam, bukit terakhir dari deretan Bukit Timur.

Bukit Curam terkenal sebagai bukit paling berbahaya di daerah itu. Berbatu dan memiliki sudut tanjakan yang sempit. Siapa saja yang tidak berhati-hati pasti akan celaka. Di sisi lain, pemandangan dari atas Bukit Curam cukup indah. Dari sana terlihat jelas pemandangan hutan serta danau Leka yang luas dan banyak ikannya. Warga hutan sering berkumpul di danau tersebut, baik untuk mandi maupun sekedar untuk bersantai dan bersosialisasi.

Beberapa langkah menuruni Bukit Curam, perhatian Kaku terpecah. Di bawah, tampak Kutik, kuda betina yang jadi incarannya sejak masa sekolah dulu, sedang mematut-matut tubuhnya di hamparan air danau yang jernih. Tidak lagi konsentrasi terhadap jalan di depannya, kaki kanan Kaku tanpa sengaja menabrak sebuah batu yang cukup besar.

Kaku oleng. Ia terjungkal dan menggelinding ke sisi kiri bukit sebelum akhirnya mencapai garis finish barunya di sebuah kubangan tepat di samping Kutik yang melongo melihat adegan akrobat gratis.

Byurrrrr.

Sejurus kemudian, Kutik tertawa terbahak-bahak. ROTGLOL. Tanpa mempedulikan Kaku yang kesakitan setelah terguling-guling di bukit berbatu. Tanpa mempedulikan wajah Kaku yang merah padam. Tanpa mempedulikan kacamata hitam Kaku yang patah. Tanpa mempedulikan perasaan Kaku yang bingung antara menahan sakit dengan menahan malu.

Saat ia mencoba untuk berdiri (dengan diiringi tawa Kutik yang masih berkesinambungan), terdengar sorak sorai warga hutan. Rupanya Horas telah tiba di garis finish. Agak terengah-engah, tapi setidaknya ia sampai ke tujuan dengan berlari, bukan dengan menggelinding.

Dari kejauhan, ia menatap Kaku (yang masih mencoba berdiri) dan Kutik (yang masih terus tertawa). Horas juga suka pada Kutik dan ia mungkin akan melakukan kesalahan yang sama seperti Kaku seandainya ia tidak menggunakan kacamata kudanya. Ya, kacamata itulah yang membantunya untuk tetap berkonsentrasi sepanjang lomba.

Horas mengangkat kaki kanannya, ingin berjalan ke arah Kaku. Tapi kawan-kawan dan penghuni hutan lainnya mulai mengerubunginya, sibuk memberinya selamat dan memintanya bercerita tentang perasaannya. Akhirnya Horas pun membatalkan niatnya untuk membantu Kaku.

“Semoga ia baik-baik saja”, gumamnya.


“Setiap orang mungkin membutuhkan kacamata kuda agar tetap fokus dengan apa yang harus dikerjakannya.”

Senin, 18 Oktober 2010

Manfaat cowok sering lihat payudara cewek





From: Dody®




Manfaat cowok sering lihat payudara cewek

Studi Payudara dan anjuran2nya

Studi yang dimuat di New England Journal of Medicine tersebut
mengatakan bahwa menatap buah dada yang seksi selama 10 menit
bisa disamakan dengan latihan aerobik selama 30 menit.
Penelitian dilakukan oleh Dr. Karen Bouncer dan koleganya
di tiga rumah sakit di Frankfurt ,Jerman, yang melibatkan 200 lelaki.
Seratus orang disuruh melihat payudara secara teratur setiap hari, sebaliknya seratus lelaki lainnya justru dilarang untuk melihatnya.
Studi dilakukan selama lima tahun dan hasilnya menunjukkan
kelompok pengintip dada perempuan mempunyai tekanan darah lebih rendah,
denyut nadi lebih lambat saat istirahat,
dan mengalami gangguan pembuluh darah jantung lebih rendah.

"Kenikmatan seksual memacu denyut jantung
dan memperlancar sirkulasi darah," kata Dr. Bouncer.
"Kami percaya jika lelaki memandang dada ukuran 'cup D' secara teratur,
mereka akan hidup lebih panjang empat atau lima tahun."
Dia menganjurkan kaum lelaki, terutama usia di atas30 tahun,
untuk menonton acara TV seperti Baywatch dan majalah-majalah panas seperti Playboy,
yang menampilkan perempuan-perempuan berdada besar.
Para peneliti juga mencatat nama-nama selebritis berdada seksi
yang dianggap bisa 'menyehatkan' lelaki, diantaranya Dolly Parton,
Heather Locklear, Anna Nicole Smith, dan Demi Moore.
Kalau selebritis Indonesia , siapa ya kira-kira?
Jadi dianjurkan untuk para lelaki harus mengikuti terapi ini secara teratur
antara lain :

Dirumah :
Harus suka me-lihat2 payudara isteri,
kalau isteri ogah coba kebelakang lihat2 payudara pembantu
(usahakan cari pembantu yang payudaranya gede,
ini semata2 utk terapi umur panjang saja).
Alternative lainnya, berlangganan majalah Playboy atau sering nonton Blue Film.

Di Kampus :
Usahakan bergaul dengan teman cewek yang punya payudara gede
atau sesuaidengan selera masing2.
Coba curi2 pandangan utk melihat payudara tsb selama 10 menit saja.
Alangkah baiknya kalo punya temen cewek yang bisa memback-up terapi ini
dengan kata lain dapat memperlihatkan payudaranya hanya selama 10 menit saja setiap harinya.hahaha...

Di Jalanan :
Mata boleh jelalatan untuk me-lihat2 payudara perempuan di halte,
dibus atau dimana saja, tapi hati2 kalau lagi mengendarai mobil jangan sampai tubrukan

Di Cafe atau di Karaoke :
Usahakan untuk mendapatkan Ladies Companion yang sesuai dengan selera
yang mana semata2 untuk terapi, bukan utk selingkuh.

Untuk sang isteri (bagi yang sudah nikah nie!!) :
Harus 100 % mem back-up suami untuk terapi umur panjang ini,
kalau perlu bahkan menjalani terapi-terapi yang diperlukan.

Good Luck, selamat mencoba Terapi Millenium ini
semoga bermanfaat dan panjang umur.
--


U wish a does do wrong?






"U wish a does do wrong?
Next do wrong, a does the seek, been she gear and awake
is so she had & or a die crew booty smooth & law leer,
tour or a key cut !!.."

(diwoco coro JOWO wae yoo:
"Uwes adus durong ?
Nek durong, adus disek, ben seger en awak'e iso sehat &
ora dikrubuti semut & laler, tur ora kecut !..!").

dari lantai 2


Kerja Lembur untuk Meningkatkan Produktivitas Sudah Ketinggalan Zaman?



From: hernowo hasim

Kerja Lembur untuk Meningkatkan Produktivitas Sudah Ketinggalan Zaman?

Oleh Hernowo

 

 

Tadi pagi, habis subuh, saya mengklik video kiriman Anne Ahira. Video itu berisi sebuah wawancara menarik dengan Enny Hardjanto. Siapa Enny? Bagi yang belum tahu, dia adalah seorang ibu, pebisnis, banker, juga coach dan konsultan yang luar biasa.

 

Enny Hardjanto adalah orang yang memperkenalkan "kartu kredit" pertama kali di Indonesia. Pengalaman beliau berkecimpung di jalur bisnis banyak sekali. Dari mulai pernah menjabat sebagai Brand Manager LUX, President Director di beberapa perusahaan besar ternama, hingga menjadi anggota tim pengembangan "Consumer Bank" di Asia Pacific, wilayahnya dari Eropa Timur hingga Guam!

 

Nah, dalam video itu ditunjukkan tentang konsep produktivitas yang telah berubah. Sebenarnya, berubahnya konsep itu sudah bisa kita rasakan saat ini. Menurut Enny, orang yang produktif adalah orang yang merasa senang dengan pekerjaannya dan bekerja secara sungguh-sungguh.

 

Saya pun teringat apa yang dikatakan oleh sahabat saya, Haidar Bagir, ketika dia memberikan materi di pelatihan dasar editor Mizan. Haidar menyinggung soal bagaimana pentingnya mencintai pekerjaan. Dengan mencintai, bukan hanya hasil pekerjaan akan menjadi lebih baik tapi--merujuk ke pendapat Enny--juga akan lebih banyak.

 

Ringkasnya, ketika Anda merasa bahagia dalam mengerjakan pekerjaan Anda, hasil pekerjaan Anda akan berkualitas dan akan banyak--Anda akan produktif.

 

Data terbaru yang dikumpulkan Enny juga menunjukkan bahwa jika seseorang bekerja lembur dengan alasan untuk mengejar produktivitas, maka yang terjadi malah akan terjadi banyak penurunan. Kualitas hasil pekerjaan akan menurun (hingga kira-kira 10-12%), lalu produktivitas pun malah menurun (hingga 50%!).

 

Bagaimana merasa bahagia ketika bekerja? Pertama, ingatlah slogan ini, "Happiness is a choice!" Bahagia itu bergantung pada pilihan Anda. Kedua, rasa bahagia juga bisa muncul dari lingkungan dan rekan kerja yang nyaman dan familiar. Dan, ketiga, temukan makna dalam bekerja. Dalam hal ketiga ini, ingatlah cerita tentang dua orang tukang batu di mana yang satu hanya bekerja untuk menata bata, dan yang satunya lagi bekerja untuk membangun masjid.

 

Jadi, jadikan diri Anda bahagia ketika bekerja. Insya Allah, produktivitas akan meningkat pesat. Salam.[]




Suka kebajikan

Sapa sing gelem nglakoni kebecikan lan ugo gelem lelaku , ing tembe
bakal tampa kanugrahing Pangeran.
------------------
Beberapa turis dari Eropa yang tengah berada di Afrika, menjumpai
sebuah oase di tengah padang belantara. Di dekat danau itu banyak
batu-batuan dan terdapat sebuah papan bertuliskan: "Yang mengambil
batu akan menyesal. Yang tidak mengambil batu juga akan menyesal".
Heran dengan kalimat itu, ada yang malah tertarik untuk mengambil
beberapa butir batu-batu itu untuk melihat apa yang akan terjadi
selanjutnya. Beberapa yang lainnya tidak terlalu menggubrisnya. Jadi
mereka tidak mengambil batu-batu itu dan lebih tertarik untuk
menikmati segarnya air di oase itu.
Setelah kembali ke Eropa, mereka menyuruh ahli batu-batu untuk
memeriksa batu-batuan yang mereka bawa itu. Ternyata batu-batuan itu
adalah sejenis Safir yang dari luar tampaknya jelek, tapi di dalamnya
merupakan permata yang sangat indah dan mahal harganya. Yang tidak
membawa batu itu jadi menyesal karena tidak membawanya, tetapi yang
membawanya pun akhirnya menyesal karena tidak membawa lebih banyak.

Bukankah hidup manusia serupa seperti cerita di atas? Yang Maha Kuasa
memberikan kehidupan yang sangat berharga. Namun, bukankah kita
seringkali kurang menghargai waktu hidup ini justru saat kita masih
bisa hidup lama?

Hidup ini begitu bernilai. Jauh lebih bernilai daripada batu-batu
permata. Itulah sebabnya agar kita tidak menyesal di kemudian hari,
maka kita harus menjalani hidup dengan maksimal.

Bekerja dengan maksimal, mengasihi keluarga dengan maksimal, berkarya
bagi sesama dengan maksimal.

Intinya ketika kita sudah mengusahakan yang terbaik selama hidup ini,
maka kita tidak perlu lagi menyesal di kemudian hari.

Usahakan yang terbaik selama kesempatan itu masih ada.

--

Oalah.. Tole.. Tole...

Dari sekolah,si Tole nangis. Bapaknya heran dan bertanya-tanya apa
gerangan penyebabnya :
Bapak : "Kenapa kau Le ?? Aku liat wajah kau kusut kali..."
Tole : "Aku diusir Bu Guru Pak..."
Bapak : "Woalaah! Kenapa??"
Tole : "Bu Guru kan nanya.. siapa yang tandatangan teks proklamasi?"
Bapak : "Lantas kau jawab apa?"
Tole : "Bukan aku Bu... Sumpah! Bukan aku, Bu!!"
Bapak : "Ah, saalah kaulah itu! Ngaku aja kau, apa salahnya.. Sekarang
masuk sekolah susah nak."
Tole : "Iya.. ya Pak yaaa!"
Esoknya si Tole pulang cepat.. dengan tampang yang lebih kusut lagi..
Bapak : "Kenapa kau Le ??"
Tole : "Aku diskors Pak.. 3 hari.. gara-gara aku ikuti omongan Bapak."
Bapak : "Hayoo... kita balik ke sekolah kau itu. Aku kasih tahu Bu Guru,
siapa kau yang sebenarnya."
Di Sekolah
Bu Guru : "Wah.. selamat pagi Pak , ada perlu apa nih?"
Bapak (bicara pelan) : "Begini Bu Guru... aku kasih tahu Bu Guru tentang
teks proklamasi itu.."
Bu Guru (bengong) : "Yah.. kenapa Pak ??"
Bapak : "Sebenarnya Bu Guru rada salah juga. Masak si Tole yang
ditanya? Kan waktu itu dia belum lahir Bu?"
Bu Guru (makin bengong) : "Trus?"
Bapak : "Begini lho Bu, ini terus terang lho Bu.. Yang bener... yang
tanda tangan teks Proklamasi itu... aku.. Bu.."
Bu Guru : "Yaa ampun.. Pulang! Bapak pulang aja deh!!"
Di Jalan
Bapak : "Gimana Le , kau nggak ngaku... Salah. Kau ngaku salah pula! Aku
yang ngaku, salah juga....Puuzing kepala aku."
Tiba tiba mereka ketemu pak RT,
Pak RT : "Wah.. ada apa Pak sama nak Tole ini. Kok kusut banget
wajahnya. Onok opo to? Kepiyee critane?"
Maka Bpk nya Tole pun mulai cerita sejak awal sampai mereka diusir Bu
Guru... Pak RT langsung ketawa ngakak.
Pak RT : "Ha... Ha... Itu bukan masalah besar pak ... Mana... mana
teksnya? Biar saya yang tandatangan...

Minggu, 17 Oktober 2010

Fwd: How to Get your Money Back from a Woman



---------- Forwarded message ----------
From: Soni Magelang <superhampala@gmail.com>
Date: Mon, Oct 18, 2010 at 3:17 AM
Subject: How to Get your Money Back from a Woman
To:






--
Soni
dian_wiryatmo@yahoo.Co.Id


http://ceremende.blogspot.com/

cinta telah menggerakkan matahari dan semua bintang lainnya.





From: A.Syauqi Yahya


Penyelamatan Cile
Di Cile, Cinta Pindahkan Bintang
Kamis, 14 Oktober 2010 | 16:47 WIB
AFP
Presiden Cile, Sebastian Pinera (kanan) saat menyalami petambang Bolivia Carlos Mamani (kiri) setelah Mamani diselamatkan dari lubang tambang yang runtuh di tambang emas dan tembaga San Jose.

KOMPAS.com — Di Cile, cinta telah memindahkan matahari dan bintang-bintang. Begitu Arturo Fontaine, novelis, penyair, dan esais Cile memberi judul artikelnya di CNN, Rabu, terkait proses penyelamatan 33 petambang di San Jose, Cile utara, yang berujung sukses pada Selasa hingga Rabu waktu setempat. Ia sepertinya hendak melukiskan bahwa cintalah, yang antara lain ditunjukkan presiden negara itu, Sebastian Pinera, yang memungkinkan penyelamatan ke-33 petambang itu meski harapan sempat menipis dan para ahli dan penasihat presiden jelas mengemukakan bahwa penyelamatan tidak mungkin dilakukan.

Fontaine membuka artikelnya dengan mengatakan, orang jahat, Anda tahu, memang ada, antara lain pemilik tambang San Jose, di mana 33 pekerja telah terperangkap begitu lama. Perusahaan San Esteban Mining jelas memiliki masalah dengan hukum, katanya, karena telah mencemooh peraturan keselamatan kerja dan tidak bisa menjelaskan drama keserakahan yang mereka timbulkan. Mereka juga tak tahu malu ketika menyatakan bahwa mereka tidak bersedia membayar gaji 33 pekerja itu dengan menyatakan dirinya bangkrut.

Namun, untunglah, orang baik juga ada. Di bawah sana, dengan hampir tidak ada harapan, ke-33 petambang secara spontan membangun sebuah organisasi. Mereka dengan leluasa menciptakan metode pengambilan keputusan kolektif dan mampu mengendalikan naluri dan selera mereka dan menggunakan pikirannya untuk kepentingan bersama mereka.

Fontaine, yang novelnya yang terbaru berjudul Double Life dan diterbitkan tahun ini di Spanyol, membeberkan, para ahli meramalkan, hanya sedikit kesempatan untuk menemukan para petambang itu. Orang-orang bijak yang menasihati Presiden Sebastián Pinera, katanya, semua memberi saran: demi citra Anda, hal yang bijaksana adalah menjauhkan diri dari drama yang akan berakhir sedih.

Saat bersamaan, keluarga para petambang mulai marah. Harapan menipis! Orang-orang juga tidak senang dengan cara pencarian yang sedang ditangani. Para ahli itu terlalu lambat. Tentu saja, orang bisa turun lebih cepat ke bawah sana dengan menggunakan dinamit.

Polisi pun dikirim untuk menjaga ketertiban. Pinera terkenal karena kecerdasan, kekayaan, pengetahuan, dan kelihaiannya. Semua orang berharap darinya sebuah analisis biaya-manfaat yang hati-hati, sebuah pertaruhan perhitungan yang baik. Namun, ia tidak melakukan hal itu. Dia, menurut Fontaine, tampaknya, tidak mempertimbangkan pendapat penasihatnya yang hati-hati. "Tidak ada kalkulasi pintar yang dipekerjakan Presiden. Ia hanya melakukan hal yang benar," tulis Fontaine.

Jajak pendapat kini menunjukkan bahwa popularitasnya, sebagaimana juga menteri pertambangannya, naik. Fontaine mengutip Machiavelli yang mengatakan, di sebuah  republik, orang tidak menilai pengetahuan pemimpin mereka, tetapi karakter dari para pemimpin. Pinera telah membuktikan bahwa ia memiliki naluri yang baik dan nyali.

Di masa lalu, saya kecam Pinera, tulis Fontaine, karena menampilkan kecerdasan dan bukan hatinya. "Tidak kali ini."

Novelis itu melukiskan suasana Cile pada puncak proses evakuasi para petambang tersebut. "Sepi semalam. Tak ada mobil di jalanan. Setiap orang Cile duduk di depan TV dan menunggu untuk melihat wajah pertama yang muncul dari dasar bumi."

Suatu perangkat teknologi, sebuah sistem yang dirancang untuk mengangkat manusia yang berada di bawah dan membawa mereka ke atas adalah gambaran yang kuat. Itulah yang kita inginkan, tulis Fontaine, dalam sistem sosial-ekonomi lakukan terhadap orang miskin. Menurut dia, apa yang kita tonton dalam proses evakuasi tersebut agak terkait dengan mimpi tersebut.

Tentu saja, saat yang paling mengesankan adalah ketika kapsul Phoenix 2 muncul di sana. Kemudian, secara bertahap turun dan dengan lembut, dengan ragu-ragu, dengan rasa malu menyentuh lantai batu karang. Bagi Fontaine, teknologi + puisi = kemanusiaan.

Penambang pertama, Florencio Avalos, muncul, seperti bayi yang baru lahir. Anak dan istrinya ada di sana. Dia memeluk mereka. Dia tampak baik-baik saja. Setelah 68 hari di bawah bumi, matanya, meskipun dengan kacamata hitam, adalah yang pertama untuk mencari bintang-bintang. Fontaine menutup artikelnya dengan, "Kami merasa, bersama Dante tua, bahwa pada malam itu di Cile, cinta telah menggerakkan matahari dan semua bintang lainnya."

http://internasional.kompas.com/read/2010/10/14/16475269/Di.Cile..Cinta.Pindahkan.Bintang

TERKAIT:
http://internasional.kompas.com/read/2010/10/14/20515093/Cile..Buah.Bibir.Dunia-8


Indonesia Dianggap Sabotase





From: A.Syauqi Yahya


Indonesia Dianggap Sabotase Pengendalian Tembakau

Sabtu, 9 Oktober 2010 | 16:16 WIB
BANAR FIL ARDHI
Puteri Indonesia Lingkungan 2009 dan Duta Masyarakat Sehat Tanpa Rokok, Zukhriatul Hafizah bersama 38 finalis PPI 2010, menggelar aksi damai anti tembakau di Citywalk Sudirman, Jakarta, (2/10/2010). Kontribusi seperti apa yang akan dilakukan para puteri setelah kembali ke daerah nanti?

SYDNEY, KOMPAS.com - Asia Pacific Association for the Control of Tobacco (APACT) mengeluarkan pernyataan khusus bagi Indonesia dalam penutupan Conference on Tobacco or Health, Sabtu (9/10/2010). Dalam pernyataan khusus yang dibacakan Presiden APACT 2007-2010, Harley Stanton di hadapan ratusan delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik tersebut, Indonesia diminta ikut serta mengendalikan tembakau dan melindungi warganya dari bahaya merokok. Konferensi yang diselenggarakan APACT tersebut diikuti oleh antara lain pakar kesehatan, pemerhati kesehatan, organisasi masyarakat, dan utusan pemerintah.

Harley mengatakan, jika tidak mengendalikan konsumsi tembakau, Indonesia sangat rentan menjadi pasar dan tempat operasi menarik bagi industri rokok. Ini juga berarti Indonesia merendahkan dan menyabotase upaya pengendalian tembakau yang dilakukan susah payah oleh negara-negara lain. Hal itu karena terbuka kemungkinan Indonesia menjadi simpul penting beredarnya tembakau yang akan masuk ke negara-negara lainnya, dengan kata lain menciptakan lingkungan merugikan bagi kawasan.

Dia mengatakan, Indonesia menjadi sangat penting karena populasinya merupakan terbesar keempat di dunia dan prevalensi merokok meningkat. Apalagi Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia yang tidak meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Kami sangat prihatin karena tanpa pengendalian tembakau, Indonesia menciptakan bencana kesehatan masyarakat," ujar Harley seperti dilaporkan langsung wartawan Kompas, Indira Permanasari S dari Sydney, Australia.

Dalam kesempatan itu, Harley juga membacakan rekomendasi APACT bagi Indonesia yakni agar segera mengaksesi FCTC dan mendahulukan kepentingan kesehatan masyarakat. Di dunia hanya ada dua negara yang tidak meratifikasi FCTC yakni Indonesia dan Amerika. Selain itu, Indonesia juga diimbau untuk melarang iklan dan sponsor oleh industri tembakau. Artis dan atlet yang tampil di Indonesia juga diimbau agar tidak disponsori oleh industri tembakau.

http://health.kompas.com/index.php/read/2010/10/09/1616347/Indonesia.Dianggap.Sabotase.Pengendalian.Tembakau-12

--