Jumat, 03 September 2010

teologi proses.













From: Budiono



"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. "mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." Qs. Al Baqarah (2): 30.

Sebagai guru besar fisika dan teologi Carleton College Amerika, Barbour menyerukan agar terjadi sebuah integrasi sains dan agama berdasarkan teologi proses.  
Karena itu, melalui hasil-hasil temuan sains mutakhir kini menjadikan bukti dan landasan kuat eksistensi Tuhan. Dan berdasarkan teologi proses, dari hasil-hasil pencapaian sains mutakhir tersebut dijadikan sebagai jalan untuk mengintegrasikan sains dan agama.
Dari kaca mata teologi proses, bahwa Tuhan sesungguhnya telah "menghadiahkan" ilham pada makhluknya agar bertindak secara mandiri dengan kemampuan energi kreatifnya. Manusia memiliki qudrah (kreasi) guna menelusuri misteri yang terkandung di alam jagad raya ini. Antara kreasi Tuhan dan kreasi manusia sejatinya sama, akan tetapi jika terjadi benturan maka kreasi manusia harus di "rujukkan" kembali pada kreasi pertama (Tuhan).
Apa yang ditawarkan Barbour merupakan konsepsi teologi proses untuk melihat kesejatian hubungan antara sains dan agama. Sains yang diidentikkan dengan rasio tak selamanya bersebrangan dengan agama. Karena Tuhan sendiri yang menciptakan rasio dan sekaligus agama. Keeratan relasional antara sains dan dan agama semakin menunjukkan eksistensi Tuhan benar-benar tidak pernah menciptakan sesuatu ini bertolakbelakang.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar