Kamis, 30 September 2010

Ndleming wayah panjer-rina







Ndleming wayah panjer-rina

Cangkem tanpa kemucap
Mbako tak sebul
Pega gumulung ngebaki tutuk
Sinawang mega klamat
Nutupi langit semu semburat
Wayah sore
Ngawe-awe

Oalah mbakyu,
Wewayangmu
Kok le nglelidu
Manjing ana bathuk tanpa gumuyu

Kaya diyan senthir
Mobat-mabit
Kedamu mring sumilir

Kangenku ra nguwati
Nanging, piye maneh
Dudu rupa,
Dudu bandha,
Ujarmu marang aku
Mung cukup emas raja brana,
penjalukmu
Blae…

Wuyung,
Pancen mandraguna.

Ya wis,
Aku tak nglaras "lingsir wengi"ne Didi Kempot
Sinambi leyeh-leyeh, ndleming sak karepku dhewe.
Ana ing wayah panjer rina ngene.

Lingsir wengi
Sepi durung bisa nendra
Ka goda mring wewayang
Kang nglelidu ati

Nalikane, mung sembrana
Njur kulina…


Judul Buku: Dengarkan Hatimu Berbisik





From: Bambang Udoyono


Judul Buku: Dengarkan Hatimu Berbisik
Penulis : Muhammad Kuswanda
Penerbit Zaman

Saat kita berserah diri kepada kekuasaan Allah, Dia senantiasa
membimbing kita, bahkan dengan cara yang tanpa kita duga sama sekali.
Bimbingan itu kadang datang melalui bisikan kalbu, kadang melalui
hikmah dari pengalaman orang lain. <br><br>Adakah
&quot;kebetulan&quot; dalam hidup ini? Kehidupan adalah bagian dari
rencana-Nya. Kekuasaan Tuhan berada sangat dekat dan mengatur hidup
kita sesuai kehendak-Nya. Keberadaan dan kekuasaan Tuhan meliputi
setiap makhluk-Nya. <br><br>Sejumlah pengalaman pribadi yang terhimpun
dalam buku ini sungguh menyentuh dan membuka kesadaran kita bahwa
kekuasaan Tuhan sebenarnya telah membimbing hidup kita secara nyata
menuju perbaikan budi pekerti, kesejahteraan, dan kebahagiaan.
Syaratnya, berserah sepenuhnya kepada kekuasaan Tuhan yang Mahaagung
itu. buku ini unik, sederhana, menyentak keangkuhan nalar, dan
melembutkan rasa kemanusiaan kita.<br><br>


Menonton “Schizophrenia”





From: hernowo hasim

Menonton "Schizophrenia"*)

Oleh Hernowo

 

 

"Pernahkah Anda menonton film A Beautiful Mind?" tanya Jalaluddin Rakhmat dalam buku Belajar Cerdas, halaman 177, ketika ingin menjelaskan tentang pikiran yang dapat menyembuhkan sendiri pikirannya yang kacau. "John Nash, pemenang hadiah Nobel dalam ilmu ekonomi, selalu diganggu oleh 'makhluk halus' yang mengejar-ngejarnya ke mana pun dia pergi. Mula-mula Nash mematuhi perintahnya sehingga hidupnya jadi kacau balau. Terapi yang diberikan para psikiater tidak mampu mengusir makhluk halus itu. John Nash menyembuhkan dirinya dengan mengabaikan makhluk itu. Pada hakikatnya, Nash mempraktikkan teori Neural Darwinism dengan latihan mental.

 

"Teori Neural Darwinism inilah basis kita untuk melakukan program pengayaan otak (enrichment). Secara singkiat, pengayaan otak adalah upaya untuk mengembangkan jaringan-jaringan neuron yang baru atau menghidupkan kembali fungsi-fungsi neural yang hilang. Lewat pengayaan otak, secara sistematis kita memodifikasi lingkungan; lalu lingkungan mengubah struktur otak. Salah satu contohnya adalah latihan mental yang digunakan oleh Nash dan Grandin." Demikian Jalaluddin Rakhmat mencoba menjelaskan hal yang rumit itu kepada para pembaca bukunya. Lantas, siapa Grandin?

 

Nama lengkapnya adalah Temple Grandin. Grandin adalah perempuan penderita autis. Dia lahir normal, tetapi pada usia enam bulan, dia suka kejang-kejang ketika disentuh ibunya dan berusaha melepaskan diri dari pelukan ibunya. Setelah itu, dia tak tahan merasakan kulit yang lain menyentuh kulitnya. Bunyi dering telepon dan mobil yang lewat di depan rumahnya akan menyebabkan kebingungan besar dan rasa sakit pada telinganya sehingga dia sering mengamuk dan memukul siapa saja yang ada di dekatnya. Film tentang Grandin ini pun ternyata sudah ada dan dibuat oleh HBO.

 

 

Namun, kali ini kita tidak akan membicarakan film tentang John Nash ataupun Temple Grandin. Kita ingin membicarakan film The Soloist yang berkisah tentang pemain cello berbakat bernama Nathaniel Ayers yang terserang "schizophrenia". Menurut saya, Ayers diperankan secara sangat bagus oleh Jammie Foxx. Foxx dapat memerankan Ayers secara mengesankan karena dia—selain memang aktor hebat, juga—mendapat lawan main Robert Downey Jr. yang memerankan Steve Lopez—seorang wartawan suratkabar yang menemukan Ayers—yang juga bermain sangat menawan.

 

Saya beruntung dapat menonton The Soloist lewat tayangan televisi saluran HBO hingga tiga kali. Saya mencermati betul permaian Downey dan Foxx yang mempesona. Kita tidak tahu apa yang ada di pikiran seseorang yang menderita "schizophrenia". A Beautiful Mind memang melukiskan "makhluk halus" yang mengejar-ngejar si jenius Nash. Namun, apakah memang seperti itu kenyataan yang dialami Nash? Juga, Ayers—yang sangat berbakat bermain alat musik cello—diganggu oleh suara-suara yang berdengung di dalam pikirannya. Apakah benar dengungan-dengungan itu yang ada di dalam pikiran Ayers?

 

The Soloist mengisahkan persahabatan seorang wartawan dengan pemain musik yang hidup menggelandang. Steve Lopez, wartawan itu, suatu ketika, di sebuah gedung, mendengar bunyi biola digesek seseorang. Lopez tergerak untuk melihat siapa yang memainkan biola itu. Lopez terkejut karena suara biola yang merdu itu berasal dari biola yang hanya memiliki dua senar. Dan yang menggeseknya pun seorang gelandangan.

 

 

Akhirnya perkenalan terjadi dan Lopez menemukan keistimewaan si penggesek biola yang bernama Nathaniel Ayers. Secara rutin Lopez menuliskan kisah Ayers di koran Los Angeles Times tempatnya bekerja. Simpatinya terhadap penderitaan Ayers membawa Lopez untuk menolong Ayers agar dapat hidup normal dan tidak menggelandang lagi. Tidak seperti film A Beautiful Mind, The Soloist berakhir tragis.

 

Film A Beautiful Mind dan, lebih-lebih, The Soloist mengajari saya satu hal: kita sebaiknya mendorong anak-anak atau generasi yang lebih muda dari kita untuk berani mengungkapkan pikirannya secara terbuka dan bebas. Saya sendiri menggunakan kegiatan menulis untuk mengajak anak-anak dan murid-murid saya untuk berlatih menumpahkan pikirannya secara bebas. Jika pikiran mereka itu dapat ditumpahkan secara tertulis, pikiran itu akan dapat mereka baca (pahami). Setelah mereka pahami, mereka pun dapat mememilih dan menemukan pikiran yang kacau dan yang sehat.

 

Pikiran yang kacau dapat mereka buang (delete), sementara pikiran yang sehat dapat mereka kembangkan. Pikiran, diam-diam, ternyata dapat menggangu diri kita jika tidak kita kelola dengan baik. Dan jika kita dapat mengelola pikiran kita dengan baik, insya Allah pikiran yang baik itu akan dapat menumbuhkan ruhani kita secara baik pula.

 

____________________

*)Apa itu "schizophrenia"? "Schizophrenia" adalah kelainan otak yang kronis. Orang yang mendapat gangguan "schizophrenia" dapat mendengar suara yang tidak didengar orang lain atau mereka dapat percaya bahwa orang lain membaca pikiran mereka, mengendalikan pikiran mereka atau berencana menyakiti mereka. Pengalaman-pengalaman ini amat mengerikan dan dapat menyebabkan ketakutan, kecanduan, atau kemarahan yang ekstrem. Orang yang mengalami gangguan "schizophrenia" dapat berbicara tentang hal-hal yang tidak masuk akal, dapat duduk selama berjam-jam tanpa bergerak, atau dapat terlihat baik-baik saja sampai mereka mengatakan apa yang sebenarnya mereka pikirkan.


--


Ayu Ibune











Ayu Ibune

Jaman SMA ki pancen wayahe bocah ugal-ugalan. Demen dolanan, demen guyonan. Kadang nyeleneh lan ngguyokke. Apa maneh yen wis kumpul karo kanca, lali madhang, lali turu, apa maneh sinau. Wis, adoh tenan saka pengangen-angen.

Aku karo kanca sing akrab banget. Kanca sak bangku ana kelas. Seka kelas siji tekan kelas telu. Ora tau pisah. Anehe, yen nggolek lungguhan mesti sing mburi dewe. Ndadak, kesenengane kok ya pada. Nonton pelm action. Kui lho, jagoan sing doyan tendang-tendangan, jotos-jotosan, pentung-pentungan, kepara piting-pitingan, uga cokot-cokotan, tur mesti menang.

Kliwon, ngana jenenge kancaku. Asline mono gagah banget, Dwi Kuncoro Langen Jati. Embuh artine apa, pokoke apik tenan dirungokne kuping. Merga kabotan jeneng –jare mbah dukun- njur diganti kliwon. Saka cukur kuncung, dikalungi bawang, nganti sikil digelangi kawat bendrat. Ning ya mari tenan. Aneh. apa dukune sing pancen sekti, apa wong tuane sing goblok, wis rasah di bahas. Jare mbah dukun –jare maneh, pancen enak yen crita nganggo ukara jarene, ora kena disalahke- kuwi mau kanggo syarat kang awujut jimat. Asile saka ruwat. Adus empon-empon malem jumat kliwon.

Ngerti ta empon-empon? Iku, kembang pitung rupa cacahe. Di rendem banyu panas, njur dingo adus tengah wengi.

Kedadean iki tak alami nalika munggah kelas telu. Ya wis mesti saka kelas roro ta, masak kelas siji. Yen kelumpat siji langsung telu, ndak disengeni depdikbud. Aku sak kloron jane mono ya pinter, ra bakalan keteter langsung munggah kelas telu. Ning, ora oleh, mesti wae.

Aku lan kliwon pada dene kaweden utawa jireh yen kudu nyeraki bocah wadon. Ning, kanggo tes mental, aku sak kloron di wanek-wanekke nyoba kenalan karo cewek. Ayu tenan, kuliti putih, rambute potong cendak –ning ora brondhol lho- ndadak anake wong sugih pisan. Wis jan, tantangan abot ki.

Wiwik, arane cah wadon mau. Ndilalah kersanengalah, bocahe ki grapyak, semanak. Njur, pamburine sipat sing enak kuwi mau ndadekna aku lan kliwon salah sangka. Dikirane seneng. Ning durung jelas sapa sing dipilih.

Wis, rasah di jlentrehake. Singkate crita, aku lan kliwon janjian arep teka ana omahe wiwik. Dina minggu, wayah sore bar ashar. Aku sak kloron apel. Gayane manteb tenan. Numpak motor Honda 70 sing sepedo metere mung tekan angka pitung puluh. Operane gigi mung tekan telu. Kelingan ta karo montor iki? Rupane abang, bensine mung amot rong liter setengah.

Kathokku cutbray model kaya sing kerep dingo A-Rafiq –penyanyi dangdut. Sing isa dinggo nyapu ratan yen mlaku. Dene kliwon, clanane model baggy. Iku lho, sing ngisor cuilik, njur bokonge kombor, bokonge katon tepos. Kaose sragam olahraga kelas siji. Rupane putih asline, nig wis dadi semu kuning. Keseringen di pe ana srengenge. Arep nganggo kaos liyane ora nduwe. Jan, kere tenan koq. Ya iki sing ndadekna kurang pedhe yen arep nyeraki cah wadon.

Tekan ngarep lawang, mak jegagik. Sing mbukak jebule dudu wiwik. Ning Kenya ayu kinyis-kinyis, ndadak raine alus banget, alise celaan mlipis, lambene, weleh-weleh. Apa maneh eseme, marai nggeblag temenan. Ngana maneh, ayune katon alami banget. Karo wiwik ora ana miripe babar blas. Apa ya tumon, wiwik turun seka bapakne kabeh?

"kulo nuwun mbak. Badhe kepanggih wiwik, wonten?" ngana basaku mlipis. Jan sopan tenan yen mertamu nggonge wong ayu. Ngalah-ngalahke arep njilih duwit. Beda adoh karo wong nagih utang. Bengis.

"oh, wonten mas, mangga mlebet. Dipun tengga sekedhap kulo celukke", uedan, suarane empuk temen. Njur, mbalik memburi, tumuju pawon. Wuih, bokonge. Hayoo, aja ngiler.

Aku wis ana feeling, mesti kliwon ora sida ngesir wiwik. "milih mbakyune ki mesti" batin atiku.

Sak wetara di tinggal mamburi, aku wong loro ana ruang tamu. Celingak-celinguk kagum karo ruangan sing apik temata. Sinambo jagongan bisik-bisik.

"yaw is won, kowe wiwik, aku mbakyune" kandaku ora gelem kedhisikan.

"emoh, kowe sing kawit wingi ngebet wiwik koq"

"ora sida wis, nggo kowe wae" aku moh kalah.

"ya wis, manut. Nggo kowe. Wiwik ya ra elek koq. Ning aja mbalela loh ya?" ujare kliwon pasrah. Ning, ndadak nganggo syarat barang. Iku mung isa-isane kliwon wae. Cethane ki, yen di sawang saka prejengan genah kalah bagus karo aku. Aku ya wis modal bensin barang.

Jebule, pas wiwik metu. Lah kok, ana ngomah elik ngene. Ayune mung pas nganggo sragam sekolah. Aku lan kliwon jawil-jawilan. Critane, klowon emoh karo wiwik, pengine mbakyune. Aku semana uga. Ning, perjanjian wis ketok palu. Ora kena di ralat.

Suwe ning suwe, kliwon akrab banget karo wiwik. Aku sengaja jaga jarak, bene klowon ana kesempatan. Soale, yen aku agresif, mesti wiwik milih sing bagus ta? Mesakne kliwon.

Ndilalah, saka crita ngalor ngidul, jebule oh jebule. Mbak-mbak sing mbukak lawang mau dudu mbakyune wiwik. Nanging ibune! Blai tenan.

Oalah won, kliwon. Kok ya apes nemen aku. Ndadak kok ya wiwik uga seneng karo kliwon, minggu ngarep janjian apel maneh. Keconangan banget sak wise aku ngomong "wik, aku oleh dikenalke karo mbakyumu?"

Aku ngakoni wis, yen ruwatan lan ganti jeneng pancen nggawa kabegjan. Aku sesuk ya tak ganti jeneng, dadi pahing. Aku emoh nyeraki mbokne, isa di gorok karo bapakne wiwik mengko.

"wis manak semana gedhene kok ya isih ayu, apa rabine umur sepuluh tahun pa ya?" guyonku karo kliwon, liya wektu. --


Judul: THE EINSTEIN GIRL

From: Bambang Udoyono

SEORANG tokoh terkemuka selalu menyimpan sisi gelap asmara yang penuh
kontroversial, bahkan kadang berbau mitos. Kebenaran hakiki terkadang
sulit diperoleh karena fakta-fakta sejarah tidak mendukung. Penuturan
orang-orang terdekat seringkali menjadi sumber satu-satunya, tapi
dengan kebenaran yang tidak bisa dipegang. Semakin dekat sumber
tersebut dengan si Tokoh, semakin jauh kisahnya dari kebenaran.
Mungkin karena itulah kebenaran sejarah seringkali dipahami bukan
sebagai kebenaran absolut.

Di balik kejayaan seorang tokoh – dan juga di balik kehancurannya –
biasanya ada satu atau beberapa perempuan yang berperan di
belakangnya. Sebut saja Julius Cesar, Napoleon Bonaparte, sampai
Jenderal Simon Bolivar (1783 – 1830), tokoh historis yang dikenal
dunia sebagai pahlawan pembebas Amerika Latin berjuluk "El Liberator."
Banyak kisah dituliskan mengenai perjalanan cinta dan skandal para
tokoh besar dunia tersebut. Entah itu bagian dari fakta sejarah atau
mitos, terkadang sulit membedakannya.

Dalam konteks seperti itulah novel The Einstein Girl ini bisa
dipahami. Albert Einstein yang selama ini dikenal dengan kejeniusannya
melalui teori relativitas, ternyata juga menyimpan rahasia tentang
hubungan gelapnya dengan seorang perempuan sampai melahirkan seorang
anak haram pada 1902 di sebuah desa yang pada masa itu masuk wilayah
kerajaan Austro-Hongaria. Anak perempuan itu dikenal dengan nama
Elizabeth Einstein. Nama lain dari perempuan perempuan cantik itu
adalah Mariya Draganovic, sebuah nama yang beraroma Eropa timur.

Ini memang bukan fiksi pertama menyangkut kehidupan Einstein.
Sebelumnya – sekadar menyebut satu contoh – juga sudah beredar
Mimpi-Mimpi Einstein karya Alan Lightman (KPG, 1999). Bedanya,
Mimpi-Mimpi Einstein termasuk fiksi ilmiah yang memotret Einstein dari
sisi ilmiahnya dengan menggunakan pendekatan imajinatif. Dalam The
Einstein Girl, kita juga akan menemukan beberapa istilah dan diskusi
ilmiah di bidang fisika, tetapi akan lebih banyak bidang psikologi dan
kesehatan, terutama kesehatan jiwa karena masalah itulah yang dialami
para tokoh utamanya.

Tentu saja Philip Sington bukan hendak mencari sensasi dengan menulis
skandal Albert Einstein. Jauh sebelum novel itu ditulis, sudah beredar
berita yang mengungkap surat-menyurat Einstein dengan Mileva Maric,
seorang matematikawan Serbia yang menjadi istri pertamanya. Mengetahui
latar belakang surat-menyurat tersebut, sangat membantu menikmati
novel ini. Kalau pun itu dirasa merepotkan, bagi yang tak familiar
dengan isu-isu Einstein disarankan membaca catatan historis di halaman
belakang The Einstein Girl sebelum membaca keseluruhan novel ini. Hal
ini akan lebih menggambarkan pesan utama dan pembaca tidak mudah
kehilangan topik utama.

Dari catatan historis itu juga kita tahu, anak yang dipanggil Lieserl
itu benar-benar ada. Dilahirkan pada 27 Januari 1902 di sebuah desa
yang masuk wilayah Provinsi Vojvodina, Austro-Hongaria. Seperti
disebutkan dalam catatan tersebut, ada bukti anak perempuan Einstein
itu mengalami keterbelakangan mental, tetapi riwayat yang sebenarnya
masih misterius sampai saat ini. Rahasia itu dijaga bukan saja untuk
melindungi citra buruk sang Jenius, tetapi juga menghindari ancaman
Nazi pada masa itu. Kisah ini memang terjadi sekitar dua bulan sebelum
Adolf Hitler naik ke tampuk kekuasaan.

Rahasia keberadaan anak haram Einstein dikuak melalui tokoh Martin
Kirsch, seorang psikiater yang bekerja di Klinik Psikiatri Charite.
Perjalanan panjang menegangkan Kirsch dalam mencari kebenaran anak
Einstein bermula dari perjalanan dua anak laki-laki bersepeda di
daerah hutan di dekat Postdam, Berlin, pada Sabtu pagi di akhir
Oktober. Mereka bermaksud menyusuri tepian danau di Caputh karena
mendengar Albert Einstein pernah tinggal dan berperahu di sana.
Bukannya Einstein yang mereka temukan di sana, justru seorang
perempuan cantik yang terbaring di pinggir danau yang diduga sudah
meninggal dunia.

Perempuan itu tidak memiliki identitas apa pun. Satu-satunya petunjuk
identitas adalah ditemukannya secarik kertas di dekat tubuh perempuan
itu yang berisi pemberitahuan sebuah kuliah umum tentang Teori Kuantum
oleh Albert Einstein, sebuah fakta yang membuat media segera
menamainya `The Einstein Girl'.

Kirsch yang menyimpan rasa penasaran tinggi terhadap berbagai kasus
besar dan rumit, menjadi tertarik dengan kasu Mariya Draganovic.
Perempuan itu mengalami amnesia permanen sehingga tidak tahu siapa
dirinya, dari mana asalnya, dan apa yang dilakukannya sampai terdampar
dengan tubuh setengah telanjang di tepian sungai. Satu-satu benang
merah itu kemudian terkuak berkat kegigihan dokter Martin Kirsch.
Kesuksesan membuka tabir Mariya membawa Kirsch dalam sebuah masalah
besar secara personal maupun profesional. Ia mulai jatuh hati kepada
Mariya, sebuah perasaan yang bukan saja mengganggu rencana
pernikahannya dengan Alma Siegel, tetapi juga menghancurkan karirnya
di dunia kedokteran. Meski sempat dipromosikan menjadi wakil direktur
di klinik, Kirsch kemudian memilih mengundurkan diri untuk
menyelamatkan Mariya. Lelaki yang mantan dokter di militer itu
mengorbankan banyak hal untuk mengungkapkan kebenaran. Pengorbanan itu
juga terasa kian berat karena Kirsch juga menderita penyakit yang
membuat tubuhnya terserang demam tinggi bahkan ketika ia sedang berada
di keramaian.

Albert Einstein tampil begitu sedikit dalam buku ini dengan percakapan
yang juga sedikit, mungkin karena dia memang bukan tokoh utama meski
paling berperan dalam keberadaan Mariya. Profesor brilian itu bercakap
pendek dengan Hans de Vries, sopir sekaligus pengawal pribadinya.
Kemudian dengan Helena, mantan muridnya yang juga sahabat Mileva
Maric. Terakhir, Einstein terlihat berbincang dengan Mariya di kawasan
pemakaman, menunjukan kuburan mertuanya atau kakek Mariya kepada anak
perempuannya itu, juga sebuah kuburan yang awalnya diyakini sebagai
kuburan Mariya. Sesungguhnya, itu adalah kuburan Senka, adik Mariya
yang mengalami banyak penderitaan akibat ulah ayah mereka yang kejam.

Tokoh penting lainnya dalam buku ini adalah Eduard Einstein, anak
bungsu sang Jenius yang juga mengalami masalah instabilitas mental dan
mendapat perawatan di sebuah rumah sakit jiwa. Pembaca akan disuguhi
banyak surat dalam buku ini – sebagai salah satu media komunikasi
populer pada masa itu, antara lain surat Martin Kirsch, surat Mariya,
dan tentu saja surat Eduard. Sementara surat menyurat antara Einstein
dengan Mileva tidak ditampilkan, hanya muncul dalam perbincangan
Einstein dengan Helena. Albert Einstein menjumpai Helena di sebuah
warung kopi untuk mengambil surat-suratnya yang ia kirimkan kepada
Mileva untuk – menurut rencananya saat itu – dimusnahkan.

Kekuatan buku ini terletak pada risetnya yang lengkap sehingga pada
beberapa bagian kita sulit membedakan mana yang fakta dan mana yang
fiksi. Philip – yang sebelumnya menulis Zoia's Gold (2005), melakukan
riset antara lain dengan menelusuri arsip Albert Einstein di Jewish
National & University Library, Yerussalem. Ia juga mendapatkan banyak
dukungan dari pihak berkompeten di bidang kesehatan dan perang. Dengan
riset kuat inilah, dunia fiksi akan terasa sebagai sebuah kenyataan
tak terbantahkan.
Iki terjemahane Salsabila


(Resensi: Ayi Jufridar)

Data Buku
Judul: THE EINSTEIN GIRL
Penulis: Philip Sington
Penerbit: SERAMBI
Penerjemah: Salsabila Sakinah
Tebal: 525 hlm
Cetakan: I, Mei 2010

Rabu, 29 September 2010

Selamat Menikmati Dunia Liberal.






From: teguhris

copas dari milis tetangga...
benarkah informasi ini...? perlu klarifikasi
-----------------------------

INILAH salah satu hasil import liberal.
Selamat menikmati...
Kampanye Homoseksual dan Lesbiani SME dg nama FESTIVAL INTERNASIONAL HOMO&  Lesbi disponsori : KONTRAS, GRAMEDIA, TIM DKI, LBH, KPI, LSM LIBERAL. Digelar oleh Kedubes AS, Belanda, Perancis, Jerman dan Jepang dg dana asing mulai Rabu, 29 Sept 2010 di Goethe Hous Jkt, akan digelar di seluruh Indonesia. Acara: Putar Film Porno Homo dan Lesbi, Kontes Homo dan Lesbi,  Perkawinan Homo dan Lesbi, Perekrutan anak muda utk dijadikan Homo dan Lesbi. Kata kantor berita BBC dan AFP: "Pertama kali di dunia, Festival Homo dan Lesbi diadakan di negara mayoritas muslim yaitu Indonesia. MAKA "Selamat menjaga keluarga sebatas keluarga, selamat menjaga agama dengan doa, selamat mengikuti ajaran guru dan ulama dg perilaku yg baik." GEMPURAN HAM, PEPERANGAN PEMIKIRAN DAN BUDAYA SDH DI TENGAH2 KITA, bahkan sdh masuk ke kamar tidur.

------------------------------------


Bukti otak merespon kata,bukan huruf

Believe it or not,
Try ur self :

Murenut sautu pelneitian di Uinervtisas Cmabridge, utruan hruuf dlaam
ktaa tiadk penitng. Ckuup huurf petrama dan trekahhir ynag ada pdaa
tepmatyna. Siasyna bsia dtiluis bernataakn, teatp ktia daapt mebmacayna.
Ini dsieabbkan kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa huurf per hruuf, nmaun
ktaa per ktaa.Laur bisaa kan? Sdaar aatu ngagk klaian brau sjaa mambcea
dgnaen tiluasn ynag batrantakan. ... Laur basia!

Bisa tau kan?

3 Orang Tewas, 1 Orang Luka Parah / life is very cheap





From: A.Syauqi Yahya


Rabu, 29/09/2010 14:30 WIB
Jelang Sidang Blowfish
Polres Jaksel: 3 Orang Tewas, 1 Orang Luka Parah
Mega Putra Ratya - detikNews

@ayuthea/twitter
 
Jakarta - 3 Orang meninggal dalam bentrok dua kelompok massa di depan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya. Sementara satu orang kritis karena terluka parah.

"3 Orang meninggal satu orang masih masih belum tahu kondisinya," kata Kanit Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Nurdi Satriaji di lokasi, Rabu (29/9/2010).

Saat ini, ketiga jenazah masih berada di salah satu tempat laundry yang berada di Jalan Ampera Raya. Laundry itu berada di depan Circle K Ampera. Korban dengan luka parah juga berada di toko laundry tersebut.

"Ini saya mau lihat yang kondisinya terluka parah juga," kata Nurdi sambil berjalan masuk ke dalam laundry.

Saat ini situasi dan kondisi di Jalan Ampera Raya sudah cukup kondusif. Namun polisi anti huru-hara masih membentuk barikade untuk mengamankan dan mengantisipasi bentrok kembali terjadi.

Diduga bentrokan ini terkait kasus Blowfish yang tengah disidangkan. Pada Rabu 22 September, terdakwa kasus Blowfish, Bernadus Melala dan Kanor Lolo, diamuk penonton sidang dari kubu yang berbeda. Polisi sempat beberapa kali melepaskan tembakan peringatan.

Perkelahian di Blowfish, klub kongkow elite di Jakarta yang bertempat di  Plaza City,  terjadi pada 4 April 2010 lalu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar kala itu mengatakan peristiwa itu berlatar belakang kekesalan petugas keamanan yang sebelumnya dipukul pengunjung karena tak tersedianya meja. Dalam bentrokan itu, M Soleh meninggal disusul oleh temannya, Yopi Inggratubun yang meninggal 2 minggu kemudian setelah dirawat di RS Medistra.
(ken/nrl)

https://mail.google.com/mail/?hl=id&shva=1#compose

Baca juga :



Situs Sri Mulyani membuat Golkar/Aburizal Resah?



From: daniel



http://politik.kompasiana.com/2010/09/30/situs-sri-mulyani-membuat-golkaraburizal-bakrie-resah/

Di tengah-tengah isu yang mengatakan bahwa Aburizal Bakrie punya
ambisi dan berencana untuk maju sebagai capres 2014 dari Partai Golkar,
beredar kabar terbaru bahwa telah dipublikasikan situs dari &ldquo;musuh
bebuyutannya&rdquo; Sri Mulyani Indrawati (SMI).

 

Situs dengan alamat www.srimulyani.net tersebut sebetulnya
bukan murni dari yang bersangkutan sendiri. Tetapi merupakan gagasan dari
salah satu sahabat baiknya Wimar Witoelar. Disebutkan bahwa sosok Sri
Mulyani dipilih karena beliau sangat cocok sebagai ikon tokoh yang
berpegang teguh dengan etika politik.

 

Prakata situs tersebut antara lain menulis:

 

Situs-web ini
merupakan salah satu ikhtiar untuk mengkaji dan mengedepankan etika
publik. Mengambil inspirasi dari Sri Mulyani Indrawati yang konsisten
menjalankan kebijakan dengan berpegang pada etika publik dan berani
mengambil risiko berhadapan dengan kekuatan-kekuatan politik yang
mengabaikan etika publik, situs-web ini diberi nama srimulyani.net.
Situs-web ini bukan situs resmi dari Sri Mulyani Indrawati. Ia hanya
menjadi ikon dari etika publik.

 

Baru beberapa hari situs tersebut dipublikasikan, Golkar seperti
gerah dan resah meresponnya.

 

Keresahan Golkar itu diwakili oleh Ketua DPP Partai Golkar Priyo
Budi Santoso. Ketika diminta komentarnya oleh wartawan, Rabu, 29
September, Priyo mengatakan, &ldquo;Partai Golkar tidak yakin kalau situs
yang akan diluncurkan tersebut digunakan SMI untuk kembali ke dunia
politik dan ikut mencalonkan diri sebagai capres 2014 ...&rdquo;

 

Padahal di situs tersebut sedikitpun tidak menyinggung tentang
rencana politik apapun dari SMI, apalagi rencana untuk ikut bursa capres
2014 nanti.

 

Belum apa-apa Golkar seperti tidak pede dengan rencana comeback-nya SMI, sehingga baru
mendengar rencana peluncuran situs tersebut mereka sudah seperti panik
sendiri. Menghubung-hubungkannya sendiri dengan bursa capres 2014,
kemudianpanik sendiri.

 

Belum apa-apa Golkar seperti sudah merasa khawatir kalau sampai
SMI benar-benar maju dalam bursa capres 2014. Karena kalau sampai ini yang
terjadi, maka sudah hampir pasti SMI akan berhadapan dengan Aburizal
Bakrie &ndash; apabila memang dia jadi maju.

 

Tentu saja ini akan merupakan pertarungan dua capres yang sangat
menarik dan seru.

 

Tetapi dengan reputasi Aburizal yang buruk di mata publik seperti
sekarang ini, SMI akan merupakan suatu lawan yang sangat berat. Bahkan
bukan tak mungkin Aburizal malah akan dikalahkan dengan telak oleh SMI.

 

Membayangkan hal inilah yang membuat Golkar ketakutan sendiri.
Golkar, apalagi Aburizal Bakrie tentu tak sudi kalau sampai dikalahkan
oleh orang yang mungkin paling tidak disukai di seluruh dunia ini secara
sedemikian rupa.

 

Kalau sampai SMI kelak benar-benar maju dan menang, terpilih
sebagai Presiden RI 2014 &ndash; 2019, konsekuensi yang jauh lebih
mengerikan bagi kubu Aburizal Bakrie bakal terjadi.

 

Sebagai Presiden, SMI tentu akan kembali memerintahkan pengusutan
berbagai kasus yang melibatkan grup usaha Bakrie, terutama sekali dalam
skandal manipulasi pajak, mafia pajak, lumpur Lapindo, dan seterusnya.
Bilamana perlu dia (SMI) sendiri yang akan memimpin pengusutan tersebut
dengan segala konsekuensi hukumnya.

 

Kalau sudah begini, SMI bukan lagi diibaratkan sebagai kerikil di
sepatu Aburizal, atau seperti debu di mata, tetapi sudah merupakan suatu
batu raksasa yang siap melumatkannya.

 

Membayangkan hal ini yang bakal terjadilah yang belum apa-apa
sudah membuat Golkar, (dan)  Aburizal resah. A nightmare ...

 

Baru situsnya saja sudah membuat Golkar resah, apalagi kalau
orangnya benar-benar datang kembali ke Tanah Air, dan masuk bursa capres
2014, dan menang (saya sendiri mempredeksikan bahwa SMI sangat berpotensi
untuk itu). ***

Pria Gemuk Lebih Tahan Lama Ngeseks



Pria Gemuk Lebih Tahan Lama Ngeseks

Jum'at, 24 September 2010 - 16:43 wib
textTEXT SIZE :   
Share
Fitri Yulianti - Okezone
Hasil menyimpulkan bahwa pria yang membutuhkan pengobatan untuk ejakulasi dini memiliki skor BMI rendah, yang berarti mereka lebih bugar dibanding pria gemuk. (Foto: gettyimages)

PRIA gemuk bisa bertahan lebih lama di ranjang, sementara atlet gym rentan terhadap ejakulasi dini (edi). Demikian menurut penemuan sebuah studi baru.

Penelitian ilmiah dari Erciyes University di Turki menemukan bahwa pria dengan kelebihan lemak tubuh mengembangkan lebih banyak hormon seks wanita yang memengaruhi kinerja seksual mereka.

Pria dengan kadar lemak tinggi ditemukan memiliki tingkat hormon seks wanita (yang disebut oestradiol) lebih tinggi. Produksi berlebihan hormon ini mengakibatkan terganggunya keseimbangan kimiawi dalam tubuh sehingga membuat mereka bertahan lebih lama saat berhubungan seks.

Lebih lanjut, hasil survei mengungkapkan bahwa orang gemuk bisa bertahan rata-rata 7,3 menit saat bercinta, sementara yang lain hanya berlangsung 1,8 menit. Demikian seperti okezone lansir dari Couriermail, Jumat (24/9/2010).

Untuk menemukan hasil, peneliti menghabiskan waktu setahun untuk mencatat indeks massa tubuh (body mass index/BMI) lebih dari 100 pasien pria yang dirujuk untuk menjalani pengobatan ejakulasi dini. Mereka membandingkan hasil tersebut dengan 100 pasien pria lainnya yang bisa bertahan lebih lama saat berhubungan seks.

Hasil menyimpulkan bahwa pria yang membutuhkan pengobatan untuk ejakulasi dini memiliki skor BMI rendah, yang berarti mereka lebih bugar dibanding pria gemuk.

"Kami menemukan bahwa penderita ejakulasi dini (tubuhnya) cenderung lebih ramping," tulis para peneliti dalam laporannya.(ftr)

Catatan Agus Pambagio: Jangan Ada Pembusukan Informasi Publik













From: Suhardono


Catatan Agus Pambagio
Jangan Ada Pembusukan Informasi Publik
Agus Pambagio - detikNews
 
Jakarta - Untuk mengontrol kinerja aparatnya melayani masyarakat saat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1431 H, Presiden SBY telah melakukan peninjauan arus balik Lebaran di dua Posko Lebaran, yaitu di Posko Simpang Jomin dan Cikopo pada tanggal 17 September 2010 lalu. Seperti layaknya Presiden RI  lainnya, ketika mengunjungi suatu hajatan pasti akan melakukan komunikasi baik dengan rakyat maupun dengan pejabat daerah terkait.

Begitu pula pada kunjungan Presiden SBY saat itu. Presiden ingin memantau langsung arus balik Lebaran. Selain ingin melihat  kinerja aparatnya di lapangan, Presiden juga ingin berdialog dengan beberapa pejabat daerah yang berwenang mengatur arus mudik dan balik selama Lebaran ini. Untuk mempermudah pembahasan dengan aparat berwenang di beberapa daerah, maka digunakanlah fasilitas teknologi seluler untuk melakukan teleconference antara Presiden SBY dengan para pejabat dan publik di beberapa daerah sekaligus.

Tentu bagi Presiden SBY, pemanfaatan teknologi informasi seluler ini secara tidak langsung dapat mempermudah pemantauan sekaligus dapat digunakan untuk memperbaiki citra Presiden yang akhir-akhir ini terus merosot karena publik dapat melihat langsung bagaimana Presiden menangani persoalan kelancaran arus balik Lebaran secara langsung.

Namun apa mau dikata, niat baik tim Kepresidenan untuk menampilkan peran Presiden secara positif ternodai dengan  "ngadat"-nya sistem teknologi selular yang digunakan. Sayangnya Presiden juga memperoleh informasi yang tidak jelas tentang penyebab "ngadat"-nya sistem informasi yang digunakan. Presiden terlihat kesal dan situasi menjadi tidak enak untuk dilihat oleh pemirsa televisi.

Terlihat Presiden memberikan perintah agar mencari Direksi PT Telkom/Telkomsel setelah Presiden bertanya pada yang hadir: "Siapa yang bertanggung jawab atas teleconference ini?" Kemudian terdengar ada yang menyebut, "PT Telkom/Telkomsel, Pak". Benarkah bisikan tersebut? Siapa yang menyatakan itu?

Mari kita urai satu persatu sesuai dengan informasi yang saya dapat dari berbagai pihak yang paling berwenang. Publik  harus mendapatkan informasi yang benar tentang insiden teleconference tersebut. Jangan ada  pembusukan informasi publik karena patut diduga PT Telkom/Telkomsel tidak terlibat dalam acara hajatan di Cikopo tersebut akan dihukum.

Kepanikan Setelah Kemarahan

Setelah kemarahan Presiden SBY yang disiarkan ke seluruh Indonesia oleh berbagai media, tim Kepresidenan langsung menelepon Direksi PT Telkom/Telkomsel yang konon tengah berhalal bihalal di kantor pusat PT Telkom di Bandung sambil marah-marah. Sebagai bawahan yang patuh, maka dengan kebingungan meluncurlah pentolan PT Telkom dan Telkomsel tersebut ke Kantor Menteri Negara BUMN untuk melapor. Maka munculah berita di beberapa media online bahwa Meneg BUMN telah menegur keras Direktur Utama PT Telkom dan Telkomsel karena lalai.

Ketika membaca liputan media terkait teguran Meneg BUMN, saya sedih dan kecewa membacanya. Mengapa Meneg BUMN tidak cek dan ricek terlebih dahulu tentang kondisi lapangan yang sebenarnya. Tidak asal komentar. Saya sebagai rakyat biasa yang telah mendapatkan infomasi dari berbagai pihak yang terkait, segera mengontak Meneng BUMN melalui sms dengan tembuskan ke beberapa pejabat tinggi terkait, namun sampai tulisan ini ditulis belum ada respons dari Meneg BUMN.

Isi sms saya tersebut : "Ass Pak Meneg BUMN, statement Bapak di detik.com kurang benar karena komunikasi Presiden di Cikopo dengan Polda Jateng sama sekali tidak menggunakan fasilitas Telkomsel tetapi menggunakan  fasilitas komunikasi khusus milik POLRI yang menggunakan fasilitas satelit dan bernama ComMob. Yang ngadat saat itu perangkatnya yang milik POLRI, bukan satelitnya". Pesan sms ini direspons oleh beberapa pihak, termasuk salah satu Menteri yang terlihat hadir, POLRI, PT Telkomsel serta teman-teman lain yang saat itu juga ada di lokasi.

Tragedi Cikopo sebenarnya tidak perlu terjadi jika tim Kepresidenan tidak mengubah lokasi pemantauan yang semula akan dilaksanakan Presiden SBY di tiga lokasi, yaitu Terminal Bus Kampung Rambutan, Bandara Soekarno-Hatta dan Stasiun Senen. Saya tidak mendapatkan informasi mengapa lokasi diubah hanya sehari sebelum Presiden menuju Cikopo dan Simpang Jomin.

Di tiga lokasi awal semua fasilitas telekomunikasi untuk teleconference memang dipersiapkan oleh PT Telkom/Telkomsel dan siap untuk dioperasikan pada tanggal 17 September 2010. Namun mendadak pada hari Kamis 16 September 2010 lokasi diubah ke Cikopo dan Simpang Jomin oleh tim Kepresidenan, tanpa alasan yang jelas.

Berhubung terbatasnya waktu untuk mempersiapkan fasilitas teleconference di lokasi baru (hanya 1 hari), PT Telkom/Telkomsel menyatakan tidak sanggup untuk menyediakan fasilitas yang diminta. Dalam situasi yang mendesak, tim dari  Polri mengambil alih dengan menggunakan jaringan yang dipakai oleh Traffic Management Center (TMC) yaitu Communication Mobile (ComMob). Jadi perangkat ComMob-lah yang bermasalah dan PT Telkom/Telkomsel memang tidak berpartisipasi atau terlibat dalam hajatan di Cikopo tersebut.

Langkah yang Harus Dilakukan

Di saat UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik telah berlaku sejak 30 April 2010, Juru Bicara Kepresidenan harus segera dapat menjelaskan kepada publik apa yang sebenarnya terjadi saat itu di Cikopo. Kurang tepatnya informasi yang diterima oleh Presiden SBY, tentunya berakibat Presiden salah memberikan arahan dan keputusan yang pada akhirnya dapat merugikan korporasi dan publik.

Presiden harus melakukan teguran atau tindakan tegas kepada institusi (POLRI) yang patut diduga melakukan kesalahan tetapi melempar kesalahan tersebut pada institusi lain. Selain itu Presiden juga harus memberikan teguran keras kepada Meneg BUMN yang patut diduga telah merespons kemarahan Presiden  tanpa melakukan cek dan ricek di lapangan dengan maksud agar ia tampak tanggap melaksanakan perintah Presiden.

Akhir kata kemarahan Presiden yang salah alamat dan diikuti dengan tindakan bawahan yang membabi buta dapat mengakibatkan citra Presiden semakin kurang baik dimata publik. Semoga tulisan ini dapat menjelaskan  tentang tragedi Cikopo secara singkat dan jelas  tanpa berpihak pada siapa pun.

AGUS PAMBAGIO (Pemerhati Kebijakan Publik dan Perlindungan Konsumen).

--

Catatan Agus Pambagio: Elpiji Kok Dibuat Mainan






From: Suhardono

 
 



Rabu, 29/09/2010 09:02 WIB
Catatan Agus Pambagio
Elpiji Kok Dibuat Mainan
Agus Pambagio - detikNews

Jakarta - Beberapa hari yang lalu saya dihubungi seorang teman yang tinggal di daerah perumahan  Bumi Serpong Damai (BSD) yang menemukan kejanggalan dengan tabung elpiji Pertamina isi 12 kg miliknya. Pertama, api tidak sebiru biasanya. Kedua, ketika akan mengganti tabung gas yang sudah kosong, saat mengocok-ngocok terdengar suara gemericik di dalam tabung.

Berdasarkan pengaduan tersebut, selama beberapa hari ini saya berusaha  mencari tahu dengan menghubungi beberapa pihak yang berwenang, seperti pejabat dan Komisaris Pertamina, Menteri ESDM, Menteri Negara BUMN, YLKI, rekan-rekan di beberapa milist dan Blackberry Messenger Group serta berbagai sumber yang memahami persoalan elpiji tabung 12 kg produk Pertamina.
 
Dari komunikasi saya dengan Komisaris, mereka menyangkal ada perubahan kualitas gas elpiji 12 kg dan meminta saya untuk mengunjungi website Pertamina yang menampilkan program konversi dan meminta saya untuk mendiskusikan dengan bagian Pemasaran & Niaga. Jawaban ini patut diduga menghindar dan tidak nyambung. Lalu saya sms Menteri ESDM dan jawabannya : "Tksh  atas infonya, saya cek". Itu saja dan sampai tulisan ini saya buat, belum ada perkembangan.

Berhubung saya penasaran, maka saya juga menghubungi salah satu pejabat berwenang di Pertamina yang kebetulan saya kenal dan ternyata beliau mengakui kalau komposisi Butane dan Propane pada elpiji tabung 12 kg diubah. Beliau berjanji untuk menyampaikan masalah ini ke Direksi. Esoknya saya mendapat kabar bahwa Direksi berang setelah persoalan ini diberitakan di detikcom. Kemudian patut diduga ada instruksi agar pejabat Pertamina dilarang menanggapi, kecuali Corporate Secretary.

Dari beberapa komunikasi di atas, saya semakin yakin bahwa komposisi isi tabung gas elpiji untuk keperluan rumah tangga memang diubah. Dari komposisi semula sekitar 60% Propane dan 40% Butane menjadi 60% Butane dan 40% Propane. Komposisi ini patut diduga mulai berubah dan dipasarkan sekitar awal Agutus 2010.

Perkiraan saya, perubahan komposisi ini dimaksudkan untuk mengurangi bahaya ledakan yang diakibatkan oleh gas elpiji ukuran 12 kg dan 3 kg. Pertanyaannya, apakah pengurangan kadar Propane akan mengurangi bencana ledakan elpiji yang sampai hari ini masih terus sahut menyahut diseluruh Indonesia? Rugikah Pertamina/Negara dengan perubahan komposisi tersebut? Rugikah konsumen?

Pertanyaan selanjutnya jika benar diubah komposisinya, mengapa Pertamina tidak menginformasikan ke publik sesuai amanat UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik?

Siapa yang Dirugikan?

Berdasarkan data yang saya kumpulkan dari engineeringtoolbox.com, memang benar semakin tinggi komposisi Butane maka tekanan gas dalam tabung juga semakin rendah. Tekanan Propane akan turun sekitar 1,6 bar jika komposisi Propane diubah dari 60% (6,7 bar pada temperatur 32 derajat C) ke 40% (5,1 bar pada temperatur 32 derajat C). Pertanyaannya berapa daya tahan tabung elpiji 12 Kg?

Sesuai dengan yang tertulis di tabung 12 kg, tabung tersebut didesain sanggup menahan tekanan sampai 31 bar. Jadi meskipun komposisi Propane 60%, tabung masih sanggup menahannya, tidak meledak. Lalu mengapa komposisi harus diubah?

Sumber lain menyatakan bahwa komposisi 50% Propane, tekanan pada suhu 32 derajat C hanya sebesar 104 psi. Sedangkan dengan komposisi Propane 70%,  tekanan pada temperatur 32 derajat C sebesar 134 psi. Sehingga jika di prorata maka dengan komposisi 60% Propane pada temperatur 32 derajat C, tekanannya 119 psi.

Tekanan tersebut masih di bawah yang dipersyaratkan oleh Dirjen Migas melalui Surat Keputusan No. 25K/36/DDJM/1990 tentang Pengaturan Spesifikasi Elpiji yang Beredar di Masyarakat, yaitu 120 psi. Lalu mengapa komposisinya harus diubah kalau masih di bawah tekanan maksimum yang diatur oleh SK Dirjen Migas tersebut? Apa maksud Pertamina melakukan perubahan komposisi?

Melalui perbincangan saya dengan beberapa pakar kimia dan gas di Indonesia, nilai atau kadar kalori Butane memang lebih rendah dibandingkan dengan Propane. Sehingga semakin rendah komposisi Propane maka nyala api akan semakin tidak sempurna, tampak kemerah-merahan, dan panas yang dihasilkan juga berkurang. Akibatnya untuk memasak konsumen memerlukan waktu lebih lama dan pada akhirnya diperlukan elpiji lebih banyak.

Kerugian lain yang akan diterima oleh konsumen adalah dengan dinaikkannya komposisi Butane dari 40% menjadi 60% dan menurunkan Propane dari 60% menjadi hanya 40% akan sering menyisakan gas Butane yang tidak bisa terbakar di dalam tabung. Kondisi ini terjadi karena tekanan Butane lebih rendah dari Propane sehingga gas tidak bisa keluar dari tabung. Sisa Butane dalam tabung diperkirakan masih ada sekitar 10%.

Dengan sisa gas dalam tabung,  jika tabung dikembalikan ke agen dan diisi ulang maka gas baru yang masuk ke dalam tabung hanya 90%. Jelas ini merugikan konsumen, dengan harga tetap sama tetapi gas yang akan terbakar kurang dari 100% atau bahkan kurang dari 90% karena adanya  penumpukan Butane di dalam tabung hasil pengisian sebelumnya. Bayangkan, konsumen membayar untuk harga gas sebanyak 12 kg, namun yang bisa dibakar untuk memasak hanya sekitar 9,5 kg.

Di sisi lain, Pertamina atau Pemerintah mendapatkan keuntungan dengan adanya sisa Butane di dalam tabung. Karena ketika masih ada sisa Butane sekitar 10% dalam tabung dan tabung dikembalikan ke agen, maka agen Pertamina hanya mengisi sekitar 90%-nya saja (sekitar 10,8 kg untuk tabung 12 kg atau 2,7 kg untuk tabung 3 kg). Namun dijual ke konsumen dengan harga full 12 kg. Jadi Pertamina untung 1,2 kg/tabung isi 12 kg atau 0,3 kg/tabung 3 kg. Belum lagi karena rendahnya nilai kalori dari Butane maka konsumen akan memerlukan elpiji lebih banyak. Teganya Pertamina pada konsumennya, jika ini benar-benar terjadi.

Apa yang Harus Dilakukan Konsumen?

Jika semua analisa penulis benar, maka konsumen harus mengantisipasinya dengan baik melalui beberapa tahapan untuk menghindari kerugian permanen. Pertama, pastikan bahwa api di atas kompor menyala biru bukan kemerah-merahan. Kedua, ketika kompor tidak lagi bisa menyala karena gas habis, kocok-kocoklah tabung elpiji yang sudah habis gasnya tersebut. Jika masih ada suara gemericik, artinya masih ada sisa Butane  di dalamnya. Jika ini terjadi segera kembalikan ke agen Pertamina.

Konsumen baik secara individu dan kelompok, sesuai dengan UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dapat melakukan komplain dan gugatan kepada Pertamina karena patut diduga Pertamina melakukan kebohongan publik. Saya berharap gugatan konsumen bisa difasilitasi oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Selain melakukan gugatan langsung ke Pertamina atau Pemerintah,  sesuai dengan UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, konsumen dapat melakukan pengaduan ke Komisi Informasi Publik (KIP) agar Komisi ini dapat segera melakukan pemeriksaan kepada Pertamina.

Semoga untuk menjawab tulisan saya ini, Kementrian ESDM atau Pertamina dapat segera menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, agar konsumen tidak kembali dirugikan. 

AGUS PAMBAGIO

Menjadi Seperti Teko: Menulis 30 Hari Non-Stop di Bulan Ramadhan











From: hernowo hasim

Menjadi Seperti Teko: Menulis 30 Hari Non-Stop di Bulan Ramadhan

Oleh Hernowo

 

 

Alhamdulillah, untuk ke sekian kalinya, saya berhasil menulis secara konsisten dan berkelanjutan selama 30 hari. Kegiatan menulis tersebut saya lakukan ketika saya menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan pada tahun ini. Ketika saya menjalankan kegiatan menulis tersebut, saya benar-benar lebih mementingkan proses ketimbang hasil. Dan saya beruntung karena saya dapat menghasilkan 30 tulisan yang tak bertele-tele—kira-kira sekitar 1.000 hingga 1.500 karakter.

 

Apabila jumlah karakter itu dikonversi ke banyaknya paragraf, saya hanya menulis sekitar 5 hingga 7 paragraf. Setiap paragraf, saya upayakan untuk tidak melampaui 5 kalimat. Itu masih ditambah dengan fakta bahwa saya jarang menulis kalimat yang panjang atau memiliki anak kalimat. Tulisan saya rata-rata memuat kalimat pendek. Berapa jumlah kata di setiap kalimat yang saya buat? Ya kira-kira—sebagaimana yang saat ini saya tulis—15 hingga 17 kata paling banyak.

 

Perlu saya tambahkan hal penting di sini bahwa ketika saya menjalankan kegiatan menulis tersebut, saya memposisikan diri saya sebagai teko. Secara bahasa, teko adalah "cerek yang terbuat dari tembikar untuk tempat air minum". Posisi saya sebagai teko ketika sedang menulis ini saya tiru dari Kang Jalal. Beliau pernah menulis sebuah buku dan mengganggap dirinya, yang sedang menulis itu, bagaikan teko. Anda dapat membayangkan tentang peran sebuah teko 'kan?

 

Sebelum menulis, saya tentu harus terlebih dahulu rajin mengisi teko dengan berbagai macam "air". Ada air teh, kopi, atau hanya air putih. Bahan-bahan untuk mengisi teko saya peroleh dari banyak sekali sumber. Tentu, saya tidak sekadar mengambil—dari sumber tersebut—bahan-bahan yang saya perlukan. Ketika saya ingin mengambil bahan-bahan itu, saya harus memilih. Setelah kegiatan memilih selesai, saya pun harus mengolah bahan-bahan yang saya pilih menjadi bahan-bahan yang dapat mewakili diri saya.

 

Nah, ketika menuliskan (baca: mengolah) bahan-bahan itu, saya sesungguhnya sedang melakukan sebuah kegiatan yang sangat penting. Kegiatan yang sangat penting itu sering saya sebut sebagai kegiatan bertafakur—berpikir hati-hati, sistematis, dan mendalam. Memang, saya kadang hanya mengutip secara utuh sebuah bahan dari sumber tertentu. Namun, pengolahan akan segera terjadi ketika saya memberi konteks. Kadang juga ketika saya ingin memberikan judul tulisan.

 

Saya memulai membuat tulisan pertama (Catatan Ramadhan 1) di Bandung dengan bantuan buku Mas Arvan Pradiansyah, You Are Not Alone. Saya memilih dan kemudian mengambil bahan dari sumber ini karena saya ingin tidak sendirian ketika menjalankan puasa Ramadhan. Ketika saya menulis, saya juga berdoa semoga Tuhan menemani saya. Sementara itu, tulisan terakhir (Catatan Ramadhan 30) saya buat di Yogyakarta. Saya memilih topik kebahagiaan—tepatnya kebahagiaan milik-Nya.

 

Sesungguhnya, topik kebahagiaan itu sudah beberapa kali saya tulis di Catatan Ramadhan sebelumnya. Bahkan, secara sangat khusus, ada sebuah tulisan saya yang menyamakan pengejaran Lailatul Qadar dengan pengejaran meraih kebahagiaan. Baru pada Ramadhan tahun ini saya ingin meraih dan benar-benar dapat merasakan sebongkah kebahagiaan yang datang dari-Nya.

 

Adakah kemudian saya memperoleh kebahagiaan yang saya dambakan? Saya tidak tahu. Yang jelas, setelah kegiatan menulis selama 30 hari itu berhasil saya jalankan, saya pun setuju dengan pernyataan Natalie Goldberg--penulis buku Writing Down the Bones dan instruktur menulis "free writing" di Amerika Serikat terlaris--bahwa "sekadar dapat menulis pun sesungguhnya sudah surga."[]



menginap di Hotel JW Marriott Heathrow, London.




From: A.Syauqi Yahya


Kuwi kanggo ongkos taxi mondar mandir nang kutho we jutaan rupiah lhooo....teniiinnn
Ra percoyo....takono MES............/kung

Senin, 27/09/2010 12:15 WIB

Studi Banding ke London, Komisi III Bantah Nginap di Hotel Mewah

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Sejumlah anggota Komisi III yang pergi studi banding ke Inggris telah tiba di tanah air. Mereka menampik jika selama di London mereka menginap di hotel yang mewah.

"Kita kan hotelnya cari yang murah. Tempatnya di pinggir kota. Kita mau jalan kemana-mana susah," ujar anggota Komisi III dari Fraksi PPP, Ahmad Yani tanpa menyebut nama hotelnya.

Hal ini dikatakan Ahmad Yani ketika ditemui wartawan di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (28/9/2010).

Ahmad Yani mengatakan, mereka tidak sempat jalan-jalan selama di London karena cuaca yang terus menerus hujan. Meski demikian, mereka bisa membawa pulang cukup banyak uang, yaitu sekitar US$ 1.000 atau Rp 9,5 juta.

"Sisa uang sekarang sekitar US$ 1.000 lah. Saya baru datang kemarin sore," ucapnya.

Pernyataan Ahamd Yani ini, memang berbeda dengan rundown resmi agenda yang dikeluarkan oleh Setjen DPR saat para anggota dewan ini berangkat ke London. Dalam rundown yang diterima para wartawan itu, disebutkan jika 10 anggota dewan yang beserta sejumlah staf menginap di Hotel JW Marriott Heathrow, London.

Hotel ini memang berada di pinggir kota London. Namun fasilitas dan biaya menginap tetap saja sesuai dengan standar jaringan hotel grup JW Marriott. Berdasarkan situs resmi Hotel JW Marriott Heathrow, tarif kamar yang paling murah dibandrol 159 Poundsterling atau Rp 2,3 juta per malam. Sedangkan kamar paling mahal dibandrol 224 Poundsterling atau Rp 3,3 juta per malam.

10 Anggota DPR beserta sejumlah staf berangkat ke London pada tanggal 21 September 2010 lalu. Mereka adalah Aziz Syamsuddin (Golkar), Edi Sadeli (Demokrat), Himatul Awaliyah (Demokrat), Setya Novanto (Golkar), I Gusti Ketut Adhipura (Golkar), Adang Darajatun (PKS), Yahdil Harahap (PAN), Ahmad Yani (PPP), Ahmad Kurdi Moekri (PPP), dan Desmon Junaidi Mahesa (Gerindra).

(gun/fay)

http://www.detiknews.com/read/2010/09/27/121538/1449282/10/studi-banding-ke-london-komisi-iii-bantah-nginap-di-hotel-mewah?n991102605
--


Ayah




From: <ertsanto@yahoo.com>




Ad se'org ayah yg sngat sayang anaknya..
Ayah ini pny sgalanya, dia kaya raya.., n anak'ny pun tau kalo papanya sayang banget sm dia..,

Suatu hri, saat anak ni ber'ulang tahun, anak ni meminta MOBIL SPORT pda ayah'nya..
Anak ni yakin bakalan ϑ kasi,,
Tpi, papa'nya malah ga jwb..
Akhir'ny, hari ultah pun tiba..., ayah hanya memberi sebuah BUKU pada anak'nya...

Anak itu kaget, lalu memarahi ayah'nya habis ² an.. !!! Dia membuang buku itu! Dia prgi mninggalkan rmh, lalu ia merantau, berusaha bekerja keras utk mndpt mbl sport..
Tlpn dri ayah'nya pun tdk prnh ϑ angkat..

Hari ² berlalu, anak ni nrima sbuah surat..., yg mrngabarkan bhwa ayah'nya tlah mninggal :(.
ia pergi k rmh lama'ny, & seorg notaris memberinya sbuah kunci brankas..
Anak it m'buka brankas ayh'ny, lalu ia melihat buku yg wkt it ϑ buang oleh'nya...
Di samping buku it ad setumpuk uang, berlian, dll..
Namun ia tdk lagi menghiraukan smua it,, ia membuka buku it, 1 / 1...
Lembar demi lembar...
Pada hlman pertama tertulis "ayah syang km anakku.."
Dan halaman beriku ²nya adl kata ² mutiara..
anak ni mbukaa trs 1/1..
Hingga pda halman trakir, ad sbuah kunci , stnk, bpkb , dan kata "ini hadiah utk km anakku" :'(

Anak ini menangiss sekuat ²nya,, ia amat menyesal atas smua yg dia lakukan..


Message :::: cintai ortu'mu slagi mreka ad.., jangan terlalu berpikir buruk ttg mreka, krna yg mreka mau hanya kebaikan u/ anak'nya... :)



Selasa, 28 September 2010

Badai Geomagnetik akan Lumpuhkan Seluruh Bumi

http://internasional.kompas.com/read/2010/09/21/16343620/Badai.Geomagnetik.Lumpuhkan.Seluruh.Bumi-5#

sprei

becak dan klenteng

1172 pesan belum dibaca ?? mampus deh...

Contoh 'Kegagalan' selain Jalan Martadinata...

http://cetak.kompas.com/read/2010/09/18/03391567/dki.membantu.investigasi...

kutipannya:

*Kerusakan turap Banjir Kanal Barat (BKB) di Jalan Sultan Agung, Setiabudi,
Jakarta Selatan, hingga Jumat kemarin, makin parah. Turap sepanjang 130
meter ambles, dinding beton dan pagar tembok tampak berserak nyaris
tenggelam. Sementara tanah di sekitar turap berbatasan dengan jalan aspal
retak - retak dan sebagian ambles.*

*Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Pitoyo
Subandrio mengatakan, turap mulai rusak sejak Jumat (10/9). Menurut dia, BKB
sepanjang 17.5 kilometer diperkuat dengan tiang-tiang pancang hingga
kedalaman 12 meter.*

*"Saat pembangunan dulu, di lokasi kejadian baru sampai 9 meter sudah
menyentuh tanah keras. Lalu, diambil kebijakan menancapkan tiang pancang 9
meter di lokasi itu," kata Pitoyo.*

*Menurut dia, ada salah perhitungan dalam pengambilan sampel pemancangan
tiang pancang. Ternyata, di sepanjang 130 meter lahan itu tidak semuanya
memiliki lapisan tanah keras dangkal di kedalaman 9 meter. Akibatnya, ketika
tergerus air dan beberapa faktor lainnya, turap tidak kuat dan ambles.*

*"Namun, bangunan turap ini masih dalam tahap pemeliharaan. Untuk itu,
kontraktor masih bertanggung jawab," lanjutnya.*

*Menurut Pitoyo, ditargetkan, pada 22-23 September, pengamanan jalan dengan
pembangunan turap sementara di dekat badan jalan akan memungkinkan ruas
tersebut bisa dilalui seperti biasa. Saat ini, satu lajur jalan terpaksa
ditutup.*
*Selanjutnya, proses perbaikan dan pembangunan turap dijanjikan akan
dilakukan secepatnya*.

cuci

Ngumbahe kakehan banyu

Arus balik

Stelah libur lebaran....

Senin, 27 September 2010

Saat Darurat Bukalah Bra Anda



Saat Darurat Bukalah Bra Anda

Senin, 27 September 2010 | 07:44 WIB
ebbra.com
emergency bra

Kompas.com — Kutang atau bra kini memiliki peran ganda. Selain sebagai penutup payudara dan penunjang penampilan, bra masa kini juga berfungsi untuk melindungi kesehatan saluran pernapasan. Dalam urusan yang terakhir, kini telah diciptakan bra yang bisa digunakan sebagai masker dalam keadaan darurat.

Bra multifungsi tersebut dinamakan emergency bra. Bentuknya tidak berbeda dengan bra konvensional, tetapi bra ini bisa dipakai sebagai masker karena talinya tinggal diselipkan di kepala dan memiliki cup yang terpisah sehingga bisa dipakai oleh dua orang. 

"Tujuan pembuatan bra ini adalah menyelamatkan sistem pernapasan kita dari kontaminasi partikel berbahaya saat kejadian darurat. Desainnya juga sudah dalam bentuk seperti masker sehingga praktis dipakai," kata Dr Elena Bodnar, pencipta emergency bra. 

Mungkin bagi Anda, kehadiran bra ini terasa mengada-ada, tetapi Bodnar telah melakukan riset mengenai dampak ledakan reaktor nuklir Chernoblyl pada tahun 1986. "Bila langsung memakai masker satu jam pasca-ledakan nuklir, kita akan terhindar dari menghirup lodine-131, partikel nuklir yang menyebabkan penyakit radiasi," katanya.

Bra yang bisa disulap sebagai masker ini barangkali juga akan banyak membantu para wanita di sekitar lokasi kejadian pada 11 September. "Kita tak tahu kapan bencana akan datang karena itu harus waspada. Praktiknya, setiap wanita memakai bra sehingga lebih praktis dipakai sebagai penyelamat dalam keadaan darurat," kata Bodnar. 

Untuk bra ciptaannya ini, Bodnar meraih penghargaan Ignoble Award, ajang penghargaan untuk penemuan yang terkesan sepele, tetapi pada praktiknya sangat bermanfaat. Saat ini emergency brabisa dipesan secara online dengan harga 29,95 dollar AS (sekitar Rp 200.000). 

Jadi, bila ada keadaan darurat, bukalah bra Anda!

Penulis: AN   |   Editor: Lusia Kus Anna   |   Sumber :FOXNewsDibaca : 29855


Jangan menangis isteriku

From: ertsanto


Jangan menangis isteriku,

Dia membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia,namun cukup
lembut utk memberikan kenyamanan saat kubergayut.

Dia memberikan kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak &
mampu menerima penolakan yang sering datang dari anak-anaknya dimasa
dewasa.

Dia memberi kekerasan untuk membuatnya tetap tegar saat suami dan
anak2nya menyerah, & sabar mengasuh keluarganya walau dengan
penderitaan ,serta menepis kelelahan tanpa mengeluh.

Dia memberi kepekaan untuk mencintai anak2nya dalam tiap keadaan,
bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.

Dia memberinya kekuatan untuk mendukung suami dalam kegagalannya &
melengkapi dengan tulang rusuk suami untuk melindungi hatinya.

Dia memberi kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa suami yang baik
takkan pernah menyakiti istrinya,tapi kadang menguji kekuatannya &
ketetapan hatinya untuk berada di sisi suaminya tanpa ragu.


Dia memberinya air mata utk diteteskan.
Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.

Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya,
sosok yang ia tampilkan atau bagaimana ia menyisir rambutnya.
Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah
pintu hatinya tempat dimana cinta itu ada

(Kunci G-Aminor-Dminor-C balik G lagi)

Mbesok yen mati arep nangendi....?





From: Budiono


Mbesok yen mati arep nangendi....?

Wayahe katon wus lingsir, aku dumadakan tangi soko turu kang wus kepati, dak sumurupi kahanan udan deres tanpo kendat, katambah katumpo barat gede kang nggegirisi malah ugo kaprungu suara jemblegur pambengoke gludug ing ngawang-awang kang kasusul mak...pet..... listrik PLN mati.
Dumadakan ing ngen-ngenku tuwuh pitakonan kang aneh tur nyleneh.
Mangkene......
Mbesok yen mati paranku menyang ngendi.....? mlebu suwargo opo njegur ing nroko....? opo malah kaporo ora nang endi-endi......?

Wiwit pangangenku gremet-gremet mlaku..........
lho biyen jaman mojopait aku nangendi, koyo ngopo lan opo sing tak rasake....?.
Kanyoto angel banget anggonku arep ngudari amargo pancen aku durong kacipto.

Saiki..................
aku jelas wus kacipto kanti urip kang dewoso, wengi iki aku iso mangerteni anane udan deres, angin kang sumiyut sarto suarane gluduk kang mangampak-ampak.
Oh..... koyo ngene iki to sing jenenge urip, aku duwe roso seneng, roso susah, duwe roso tentrem, ugo roso wedi lan liyo liyane.
Aku mau seko sore wis turu, jenenge mono wong turu kaporo aku ngimpi keporo babar blas ora tinemu impen, nek ngimpi mesti wae aku iso ngeling-eling lan crito kadadean kang dumadi ing alam pangimpen, ananging leh ku turu mau kepati sarto ora nuwuhake impen.

Sakdurunge aku tangi, aku ramangerteni kapan to udan iki kawiwitan....? mau ono angin gede opo ora....? terus ono gluduk opo ora.....? kamongko jelas aku isih urip, aku ijih ambegan, jantungku isih mompa getih lan disalurake menyang otak lan sakabeh papan ing ragaku. Ananging ngopo aku kok ora kroso opo-opo....?

Pitakon iki katerusake tekan babagan tekaning tiwas.
Wong mati mono jelas rogo wis sumeleh, jantung wis macet, getih yo mandeg, samono ugo otak yo wis rakalap koyo otake einstin kang kasimpen ing lodong kanggo bahan penelitian.
Terus opo kiro-kiro sing dak rasak ake...? opo podo karo jaman sak durunge aku kacipto....?
opo koyo ngimpi....? opo koyo turu kepati tanpo impen....?
Yen kudune kahanane luwih nyenyet katimbang wong turu.

Lha terus swargo lan nroko nangendi papan dununge.....?

Nyuwun sewu sakdurengipun, temtu kito pitados dumateng Kuwaosing Gusti, ugi misteri ingkang karipto saking Astanipun Gusti.
Koco benggolo iman temtu mboten sami kaliyan punopo ingkang kito penggalih saking paningal kadonyan.
Kawulo boten mangertos duko saking cubluking manah sarto seserepan utawi tipising kapitadosan kawulo saenggo nuwuhaken ngen-ngen engkang cetek sarto njelehi puniko.





Imam Tergugat





From: dewanto



Imam Tergugat
IMAM adalah posisi yang selalu aku hindari ketika sholat berjamaah di masjid perumahan yang memang tak punya imam tetap itu, karena aku merasa tak pantas. Tak pantas menjadi pemimpin bagi banyak orang, apalagi dalam urusan "bertemu" Tuhan. Wong memimpin diri sendiri saja acap mletho! Tapi di rumah, aku harus jadi imam bagi istri dan anak-anak. Tak bisa tidak.

Suatu malam, saat hendak sholat isyak, iseng aku bilang pada Entik, "Mbok sekali-sekali Ibuk yang jadi imam, gantian. Capek juga terus-terusan jadi imam." Dia pun maju, aku mundur. Tapi sebelum takbiratul ikhram, dia atret. "Nggak ah! Jadi imam, nanti Ibuk punya kewajiban mblanjani. Enakan jadi makmum, diblanjani. Hahaha…. Udah, ayo, Bapak aja!"

Aku tertawa sekaligus sadar, konsekuensi jadi imam di rumah tak hanya soal blanjan-mblanjani. Banyak konsekuensi yang jauh lebih berat. Satu di antaranya, bisa menjadi teladan kebaikan. Ohoho! Padahal, sebagaimana kebiasaan "banyak orang" di negeri ini, aku pun lebih pintar bicara ketimbang "melaksanakan kata-kata".

Maka sholat berjamaah di rumah menjadi kritik tak habis-habis. Apalagi, setiap usai sholat, ada ritual muamalah yang tak pernah kami tinggalkan: Entik mencium tanganku, anak-anak mencium tangan kami. Biru mencium tangan Tia. Gigih mencium tangan dua kakaknya. "Lha yang cium tanganku siapa?" protes Gigih suatu ketika. "Bapak kok nggak cium tangan siapa-siapa?"

Ngimami saja aku selalu tergedor pertanyaan "memang sudah layakkah menjadi pemimpin dan teladan", lebih-lebih cium tangan itu. Setiap kali Entik mencium tanganku, rasa damai mengalir dari ujung jari sampai hati. Tapi bersamaan dengan itu, aku tergugat: sebagai suami, sudahkah kau alirkan kedamaian yang sama di hatinya saban hari? Setiap kali anak-anak mencium tanganku, rasa terhormati menjalari seluruh nadi. Tapi berbarengan dengan itu, aku tergugat pula: sebagai bapak, sudahkah kau jalarkan rasa sayang tanpa banyak tuntutan ke dalam darah mereka?

Tuhan tahu jawaban diam-diamku atas gugatan itu. Maka tak juga berubahlah doaku: Ya Muhaimin, berikan esok-Mu padaku, agar bisa kulunasi utangku hari ini….

[link to original | source: Siluet Bulan Luka | published: 4 hours ago | shared via feedly]


Djalal a friend in Washington





From: Adji Prihananto


Ini ada bacaan menarik dari Aussie...nyuwun pangapunten tdk di translate...wong Inggris-e kulo, style Bogeman, pating grathul.
Mungkin mbak Yanti yang pas...
 
Intinya ya...karakter yg baik dikemas dg diplomasi yg bagus akan memberikan image yg positive buat bangsa ini.
Enjoy..
 

Djalal a friend in Washington

INDONESIA'S new US ambassador will build relationships that will benefit Australia.

WHEN Dino Djalal presented his credentials to Barack Obama as the new Indonesian ambassador to the US last week, there was nearly a nasty diplomatic incident. Djalal took his wife and children to meet the President. As the family was waiting outside the Oval Office, his four-year-old son, Keanu, was sniffling.

He'd caught a cold on the plane from Indonesia. He asked his dad if he could blow his nose on dad's suit. No! He asked his mum if he could blow his nose on mum's dress. No!

At that moment the doors of the Oval Office opened, the President appeared and young Keanu ran towards him. Only Djalal's rapid intervention prevented a snotty international problem.

I learned this from Djalal himself at a grand Washington dinner to welcome him to the US. In a foreign affairs life you hear a lot of diplomatic speeches. Djalal's was the best after-dinner speech I've heard. Until a few weeks ago Djalal was Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono's special adviser on foreign affairs as well as his spokesman.

He is a great friend of Australia and we are lucky he has gone to Washington, for the US-Indonesia relationship is of vital importance to Australia.

Obama's three cancelled trips to Jakarta were a golden opportunity missed. Obama must surely now include Indonesia on his itinerary when he visits India and South Korea in November. Australian diplomacy should bend every effort towards that end. Otherwise Indonesians, who are primed to love Obama, will feel seriously slighted, a crazy setback for Washington and Australia.

Djalal is such a good speaker partly because he has a sense of humour. US Assistant Secretary of State for East Asia Kurt Campbell is also a pretty good stand-up comic and he was there to welcome Djalal, but he was uncharacteristically put in the shade by Djalal's speech, which was all about why and how the US and Indonesia should be friends.

Djalal recalled his own family's experience with the US: "If you care to hear my opinion, to ensure that the American moment has not passed, America must continue to relentlessly project to the world what is best about America.

"My family has had first-hand experience with what is best about America. When my father arrived in this country in the 1950s as the first Indonesian student ever in the University of Virginia, he found that he was without means to pursue his PhD. His family back in Sumatra were poor Muslim farmers, as they had been for generations.

"But his American professor, Alfred Fernbach, seeing the potential of this young man, tucked him in, found him shelter, struggled to find him a scholarship and treated him with respect and kindness. He never asked anything in return, only the joy of helping another human being in unfortunate circumstances."

Djalal's father went on to become an immensely distinguished Indonesian diplomat.

"Years later, it was my turn. After my father left for Canada in 1983, an American family, the Carlo family in Queens, took me into their home. One of the boys, Michael, my roommate, later became a New York City fireman. He died heroically trying to save lives during 9/11. When I lived with them, they gave me lots of love, blind to the colour of my skin and indifferent to my funny accent, and refused to take my rent money because they said I was family. This is America's true national character: kind, compassionate, decent. It is this basic goodness, this pristine goodwill, this generosity of spirit that must always be reflected in America's engagement with the world.

"The world expects America's leadership, but the world also wants to see an American leadership which exercises its enormous power with great heart and wisdom."

Djalal also understands all the hard-headed reasons the US and Indonesia have to co-operate with each other: "My old college friend from Bayside, New York, asked me: why should America give a hoot about Indonesia?

"I told him after I slapped him you should give a hoot because if you count the things that are dear to America, Indonesia's got plenty of them. America prides herself on being the beacon of democracy. Well, Indonesia is the third largest democracy in the world. America wants to extend her outreach to the Islamic world. Well, Indonesia has the largest Muslim population in the world. There are more Muslims in Indonesia than in the entire Middle East. America wants to save planet Earth and have clean air. Well, much of the air that you breathe now comes from Indonesia because we have 30 per cent of the world's tropical rainforests, and we have been providing free environmental service to America and to humanity.

"America wants to fight terrorism around the world. Well, Indonesia's counter-terrorism efforts to capture and neutralise terrorist networks have been an outstanding success. America wants always to be a Pacific power. Well, Indonesia is the largest country, the largest economy in Southeast Asia, the largest archipelago in the world, and with Malaysia and Singapore we occupy one of the most strategic straits in the world, the Strait of Malacca.

"But Indonesia is also important because it is a tricky experiment that worked. The Indonesian democratic experiment was full of danger signs. If we failed, the consequences were very worrying: collapse of democracy, breakdown of law and order, return to authoritarianism, economic crisis, ethnic warfare, dismemberment of Indonesia and who knows what else." Instead, as Djalal pointed out, the Indonesian experiment succeeded and proved many things, among them that democracy and development were not incompatible.

The Australian interest in Indonesian success is overwhelming. The US-Indonesia relationship is comparable in importance to Australia with the US-China, US-Japan and US-India relationships.

It is good luck for all of us that Djalal sits at the cockpit of this relationship in Washington. He has plenty of work ahead of him.

Greg Sheridan is a visiting scholar at the Woodrow Wilson International Centre for Scholars.



Theme from VAN DER VALK

Ada yg masih ingat lagu ini? Suka lagunya tp film'nya kagak.. Alurnya lambat..


http://m.youtube.com/watch?desktop_uri=http%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DDnSH6L_Xxfs%26sns%3Dfb&sns=fb&v=DnSH6L_Xxfs&gl=US

Jakarta terendam

From: ertsanto


Ini jalan yg selama ini ngga pernah terendam,tapi kali ini...
Astaghfirullah ...Jakarta..adakah bener dikau kan tenggelam dua tahun lagi

My oh My

Lagu yg sederhana tapi apik... Iso nggo pangeling2...

http://m.youtube.com/watch?desktop_uri=http%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DoyRTuCM3RR0%26sns%3Dfb&sns=fb&v=oyRTuCM3RR0&gl=US

I believe in woman, my oh my
I believe in lovin', my oh my
Don't a women need a man, try and catch one if you can
I believe in woman, my oh my
We all need someone to talk to my oh my
We all need someone to talk to my oh my
Ya need a shoulder to cry on, call me I'll be standing by
We all need someone to talk to my oh my
We all need a lot of lovin' my oh my
Yeah, a whole lot of lovin' my oh my
I can lend a helpin' hand if you ain't go nothing planned
We all need some lovin' my oh oh my
So let's all swing together my oh my
We can all swing together my oh my
You've got troubles on your own, no need to face them all alone
We can all swing together my oh my
So let's all pull together my oh myyyyyy
The art has nothing to do with the song!

Push Up

kakak kelas cak dadang bersabda

http://wap.vivanews.com/news/read/179157-persatuan-insinyur--jalan-ambles-salah-bangun

Enak sing endi

anak gajah + boyo

Tom & Jerry_ TRAP HA

video

Sempurna - Andra and the Backbone

Sayang lagu bagus2 gini intro'nya pake lagunya Kansas-dust in the
wind... Ckckckck..


http://m.youtube.com/watch?gl=US&warned=True&client=mv-google&hl=en&v=8zUMeCw99HU

Festival film ?

Tanpa ada publikasi sebelumnya, tiba-tiba saja beredar berita bahwa
festival film gay terbesar di Asia dihelat di Indonesia. Berita itu
disampaikan AFP dan Al Arabiya. Ditulis dalam berita itu bahwa
festival film gay itu merupakan kali pertama digelar di negara
mayoritas berpenduduk Muslim.
Festival film yang kerap disebut Q! Film Festival itu mulai
berlangsung Jumat. Dalam ajang yang kesembilan kalinya ini
rencananya bakal ditampilkan sebanyak 150 film dari lebih 20 negara
di dunia termasuk dari Prancis, Jepang, dan Filipina. Film-film itu
bertemakan persoalan hak kaum homoseksual dan HIV/AIDS.
Sutradara Festival, John Badalu, mengaku tak mengharapkan
penolakan dari publik, lantaran itu ajang ini dijaga kerahasiaannya
karena adanya stigma yang menentang homoseksual dari kalangan
konservatif Muslim di Indonesia. ''Kami tak mau mempublikasi acara
ini di media lokal karena mayoritas penduduk masih konservatif,''
ujarnya.
Situs jejaring sosial seperti Twitter (twitter.com/Qfilmfestival) banyak
mengulas ajang tersebut. Dengan maksud untuk memperlihatkan
tujuan dari ajang itu, bahwa komunitas gay yang masih dianggap
aneh itu tetap ada di Indonesia. ''Biarkan masyarakat mengetahui,
bahwa komunitas yang dianggap aneh ini masih hidup di
Indonesia,'' katanya.
Juru bicara Kementerian Informasi dan Telekomunikasi, Gatot Dewa
Broto, dalam berita itu, mengatakan bahwa pemerintah pusat telah
memberikan jaminan bahwa festival film gay itu bisa berjalan. ''Kami
tidak keberatan selama kontennya tidak menampilkan seks secara
eksplisit, tidak terlalu vulgar, kita setuju, kita dapat mentolerir,''
ujarnya.
''Festival ini telah berlangsung selama bertahun-tahun. Panitia tahu
apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta mempertimbangkan
nuansa etis dan norma di Indonesia,'' tambahnya. Penyelenggara
festival tidak mau mengambil risiko dan telah mengambil langkah-
langkah untuk memastikan ajang itu berlangsung tanpa insiden.
Dukungan Asing
Pemutaran film-film tentang gay itu akan dilakukan tanpa dikenakan
biaya, di klub-klub swasta dan pusat-pusat kebudayaan asing di
enam kota termasuk Jakarta dan Yogyakarta. Internasional
mendukung untuk menyediakan payung perlindungan dan legitimasi
bahwa unsur-unsur radikal di Indonesia tak akan mengganggu.
Demikian dikatakan Badalu.
''Pendanaan festival film ini berasal dari kelompok-kelompok asing.
Kami memutar film di pusat-pusat asing. Kelompok radikal tidak
akan berani menyerang kita. Jika mereka melakukannya, ini sama
saja menyerang negara asing,'' ujar Badalu.
Dan ingatlah ketika Kaum Luth di bumi hanguskan oleh Allah karena
kasus homoseksual dan menentang dakwah Nabi, apakah kita rela
daerah kita tercemari virus homoseksual?[muslimdaily.net/rpk]
Komentar aqse : ape maksudnye coba ? mo nyebarin penyakit jiwa
ntu di sini-kah atau mo ape ? mo supaye di bilang penyakit jiwa "laki
demen ame laki-perempuan demen ame perempuan" adalah
normal ?? atau mao ape coba ?? .. mereka nggak laen gak bukan
cuman pengen ngeledekin Ummat Beragama di Indonesia
doang !!