Selasa, 31 Agustus 2010

Emosional

From: suhardono

Ora selalu sing emosional iku pasti elek. Yen pener panggone ya malah
isa menguntungkan. Sing adem lan kakehan mikir kadang ya malah isa
mung jalan di tempat.

Merga kudu ana contone ya tak coba wenehi fakta.

Yen mbiyen ora ana cah remaja sing ora kakehan mikir lan isih
emosiopnal, sing njur meksa Bung Karno kudu ndang maca Proklamasi,
kayane kemerdekaan durung mesti saiki isa dinikmati. Bung Karno wektu
iku kakehan mikir pasti akeh korban lan meneh bangsa Indonesia durung
siap.

November 45, yen ditelaah wektu saiki lan nganggo logika, iku jelas
dudu perang, iku pembantaian masal. Tapi yen wektu iku ora ana Bung
Tomo sing tukang kompor lan ora ana rakyat sing kebakar emosine tentu
sejarah isa beda. (Mungkin wae saiki luwih maju merga dadi jajahane
inggris).

Paling ora iku sing menunjukan yen Indonesia sing wis memproklamirkan
kemerdekaane duwe kekuatan. Lan ternyata seorang jendralpun (Mallaby)
nang perang ya isa dipateni (ora mung kroco).

Yen seumpama pak Dirman nuruti nasehate pak Karno sing logis rasional
tetep nang kota kanggo berobat, mungkin nasib Indonesia uga beda.

Almarhum bapakku cerita rikala melu nyerang Ambarawa, jarene yen
mikir logis ya pasti ora ana sing gelem mangkat. Pasti kalah merga
saben patangpuluh wong paling bedile mung siji. Pelurune ya luwih
terbatas. Dadi ya matur nuwun kanggo sing wektu iku isa menehi sugesti
kedigdayaan kayata Mbahe Anis sing jarene isa mabur lan kyai-kyai
liyane merga iku isa nggo nggethak londo ben gelem mundur ke Semarang
meneh.

Memang ora kudu perang, ning yen kawit awal wis pasrah lah apa gunane
duwe tentara? Eman-eman tenan duwite negara nggo mbiyayai tentara.

Yen bener TKI dipulangkan, emange Malaisia ya seneng? Mereka ya cotho.
Sapa sing arep ngopeni perkebunan karet? Perkebunan sawit? Tukang
batu? Durung-durung wis nglokro mikirke nelangsane TKI njur nggo
mbenerke alesane ngalah.

Perang memang jalan terakhir (dan semoga tdk pernah terjadi), MAKA
bedialoglah dan bernegolah dengan diplomasi yang bermartabat. Jangan
dg sikap yang penuh ketakutan, agar kami juga merasa bangga menjadi
warga negara Indonesia ini.

Humor pagi lagi













Sang ayah đăň ibu sangat murka ketika mengetahui anak perempuan mereka hamil.
"Siapa si bedebah itu?!" Jerit sang ayah,sedang si ibu menangis.
"Suruh dia dtg kesini!"
Si anak pun menelpon pria yg menghamilinya.
Setengah jam kemudian sebuah ferrari merah berhenti didpn rumah.
Seorg lelaki separuh baya keluar dr mobil,memberi salam lalu masuk kerumah.
Lelaki itu berhadapan dgn ibu đăň ayah perempuan yg tlh dihamilinya.
Dia berkata" saya lelaki yg tlh menghamili anak anda.tp terus terang saya katakan saya tdk bs menikahi anak anda karena istri saya tak mengizinkan.namun bagaimanapun saya akan bertanggung jawab.
Sekiranya anak anda melahirkan seorg bayi perempuan,saya akan memberikan untuknya 2 supermarket,1 hotel đăň uang tunai 5 milyar rupiah.
Sekiranya dia melahirkan anak lelaki,saya akan memberikan untuknya 2 kilang,2 supermarket,2 hotel đăň uang tunai 10 milyar rupiah.
Tapi sekiranya anak anda keguguran apakah yg harus saya lakukan?"

Sang ayah berfikir. Si ibu berhenti menangis dan keduanya berkompromi.
Akhirnya sambil menepuk bahu lelaki itu,sang ayah berkata:

"KALAU KEGUGURAN,KAMU COBA LAGI YA !!":)


Humor pagi

Good pagi,Selamat Morning,
Seorang suami suatu hari sedang mencari surat2 dilemari pakaian istrinya
dan menemukan sebuah foto laki2. Suami tersebut merasa cemburu dan
marah, ia kemudian menanyakan foto tersebut kepada istrinya "Ma ini foto
siapa?" Istrinya kaget dan sangat gugup "Ini foto pacarmu ya?" Istrinya
menjawab "bukan mas" "kalo bukan pacarmu ini siapa?" Selingkuhanmu ya?"
Sang istri menjadi sangat gugup "bukan mas bukan selingkuhanku"
Mendengar jawaban sang istri suami semakin marah "bukan... Bukan terus
ini foto siapa?" Sang istri dgn lirih menjawab " bukan mas ... Itu...
Itu aku mas... Dulu =D =)) :D

Tayangan Pagi Trans 7






From: Priska Raharjo


Hey guys, wanna share something dari milis tetangga..
Saya seneng nih kalau ada orang yang tanggapnya sperti ini..
Please check the message below (dari seorang penonton TV kepada redaksi TV terkait)..

--------------------
 Yth. Redaksi Trans 7,

Menonton tayangan minggu pagi yang salah satu bagiannya menampilkan acara jalan-jalan ke Sea World (?), saya sungguh terkejut melihat adegan Sisca Husein yang menyiksa ikan "Puffer" dengan menggelembungkannya di darat!

Lebih dari itu dia memantul-mantulkan ikan tersebut seolah-olah ikan tersebut adalah bola.
Dengan cerianya dia berkata: Ikan ini akan menggelembung kalau dirinya merasa terancam. Tega sekali dia menyiksa ikan yang tidak berdosa itu.

Saya cuma bisa berharap semoga dilain kesempatan alam tidak memunyai kesempatan untuk mendidiknya karena jika alam mendidik kita tidak selalu melalui cara yang meyenangkan dan aman (sebagai contoh: kasus Steve Irwin).

Rasanya seyogyanya Trans 7 yang telah menjadi salah satu kanal siaran panutan yang terkenal dengan acara-acara mencintai alamnya lebih selektif dalam menyiapkan tayangan. Tayangan seperti di atas tadi alih-alih memberi pendidikan yang baik malah memberi contoh penyiksaan terhadap binatang dan karena ditayangkan di Minggu pagi maka mayoritas penontonnya adalah anak-anak.

Tegakah Trans 7 memberikan sumbangan kepada dunia pendidikan berupa penciptaan manusia-manusia yang kejam terhadap mahluk Tuhan yang lain?

Salam,
Tom F. Chandra
Jl. Tukad Badung XI-B no.1, Denpasar


Ramadhan 9: Tiga sumber pengetahuan menurut Al-Quran





From: hernowo hasim


Ramadhan 9: Tiga sumber pengetahuan menurut Al-Quran

Oleh Hernowo


 

Menurut Dr. Sir Muhammad Iqbal---di bukunya Membangun Kembali Pemikiran Agama dalam Islam---kita dapat memperoleh pengetahuan dari tiga sumber: alam, sejarah, dan diri (anfus). Saya adalah orang yang telah banyak mendapat pengetahuan yang bersumber pada diri.

 

Saya bukanlah psikolog. Saya juga bukan orang yang pandai dalam memahami diri. Saya hanya percaya bahwa diri saya menyimpan pengetahuan yang amat kaya dan bermanfaat bagi saya sehingga saya terus dapat memperbaiki diri tanpa batas. Saya memanfaatkan kegiatan menulis untuk "menggali" pengetahuan yang bersumber pada diri.

 

Pengetahuan tentang diri yang saya peroleh memang bersifat subjektif. Tapi, siapakah yang paling mengetahui diri saya? Lantas, ketika mencari pengetahuan tersebut, apa tujuan saya? Meski ketika melakukan pencarian itu, metode yang saya gunakan bersifat subjektif, saya tak ingin membohongi diri.

 

"Tuhan menampakkan tanda-tandanya dalam pengalaman batin dan pengalaman lahir. Sudah menjadi tugas manusialah untuk menggali kedua macam pengalaman tersebut menjadi pengetahuan yang bermanfaat untuk dirinya," kata Iqbal.[]




[ AXIC ] Mohon bantuan info





From: Haryono




---------- Forwarded message ----------
From: iwansams <iwansams@gmail.com>
Date: 2010/8/29
Subject: [ AXIC ] Mohon bantuan info


Adakah kawan yang bisa membantu?



---------- Forwarded message ----------
From: Lastiko Wibisono <leonhart135@gmail.com>
Date: 2010/8/28
Subject: [Itb] FW: Kabar duka
To: itb@itb.ac.id, IA-ITB@yahoogroups.com

Mungkin temen2 dari milis ITB atau IA-ITB bisa membantu.
Mengenai kebenaran berita bisa ditanyakan langsung ke email sigit, saya hanya memforward email tersebut. Trims.

-----Original Message-----


From:
if03@googlegroups.com
Sent: 28 Agustus 2010 21:32
Subject: [if03] Kabar duka

Temans,


Ada kabar duka dari Sigit Priyanggoro (anak EL '02).

Gw baru dpt beritanya
dr milis tetangga.
In case ada yang bisa bantu..
Semoga bisa buat
pembelajaran kita bersama juga.

----------------------


From: "Sigit Priyanggoro" <
sigit.priyanggoro@gmail.com >
Date: Sat, 28 Aug 2010 11:32:38 +0000
To: Mailing List Elektro 02 ITB <
el02itb@googlegroups.com >
Subject: Re: [EL02ITB] HP gw ilang, huhuhuuu


Dear all,


Ini maya istri sigit.


Kami sedang mengalami musibah.
Sabtu mgg kemarin, 15mnt sebelum berbuka,
mobil
kami diserempet mobil sedan di daerah komsen jatiasih.
penyerempet tdk mau
berenti waktu kami minta.
namun ternyata dia singgah di sebuah resto.


disana kami ikut menepi, dan setelah di cek ternyata baretnya cukup
parah, mengingat mobil tsb adalah mobil kantor, sigit mendatangi mobil tsb dan sempat mengetuk pintunya.

saat itu seorang lAki2 yg menyetir membuka pintu mobil dan mendorongkan
dadanya ke badan sigit.
karena terpancing sigit menonjok laki2 itu.
hal itu
memicu keributan.

Istri dari laki2 tsb mengancam saya kalau dia akan laporkan ke bapaknya ke
polisi.
salahnya, saya tantang dia dg perkataan 'silahkan,
sy ga takut, biar tau
siapa yg slah duluan'.

Malam jumat kemarin pukul 23.30 4 org polisi dtg dan menciduk kami.
semenjak
saat itu sigit ditahan di polsek jatiasih sbg tersangka tidak pidana penganiayaan.

Saya dan keluarga sudah usaha untuk meminta sigit menjadi tahanan luar, namun
kApolsek tidak menyanggupi dg alasan 'maaf bos, saya ga bs,
ini titipan
jendral'.

Saya dan keluarga jg sudah mencari2 laki2 tsb dan keluarganya, namun mereka
menghindar utuk ditemui, dan usaha lewat tlp selalu dijawab 'kami akan konsisten melanjutjkan ke persidangan'.

Siang td saya sempat bertemu sigit,
kondisi terakhirnya sangAaaaaat
mengkhawatirkan, bibirnya berdarah, ntah habis dipukuli siapa.
dan dia sangat
berharap agar cpat dpt keluar dari sel yg berisi 30 org penjahat narkoba, maling, dsb.

sigit di sel sp dg batas waktu yg tdk ditentukan, tergantung pelapor.
Laki2
tsb bernama pipit hendra nurwinahyu,
teknik mesin ui angkatan 2000.
skrg kerja
di pertamina gambir.

Mohon bantuan teman2 semua, apabila punya kenalan anak mesin ui atau org
pertamina, mohon bantu pendekatan persuasif.. tolong bantu ketuk hati pipit
hendra dan keluarga untuk dpt memaafkan kekhilafan sy dan sigit, dan untuk
mencabut tuntutannya.

Tolong sampaikan bahwa sy dan klg mau bersujud dan mencium kaki mereka untuk
mengemis maaf dari merka, tolong sampaikan bahwa sigit yg mereka bui saat ini adalah penopang hidup keluarga, dr seorang anak 2 tahun, 3 org adik yg masih bersekolah dan mertuanya yg sudah tdk memiliki suami.

Sekali lagi mohon teman2 bantu kami, minimal dg doanya di bulan suci
ini.
mudah2an Allah akan mendengar doa dari teman2 semua.


Salam hangat,


Maya, sigit, aimee


Regards


-SP-


Presiden Juga Manusia






From: Adhi Cahyono


Selasa, 31 Agustus 2010 pukul 09:07:00

Presiden Juga Manusia


Heru Lelono
Staf khusus Presiden RI


"Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataannya daripada Allah?" (An-Nisa. Surat ke-4 ayat 87).

Membaca ayat Alquran di atas, terhenyak nuraniku. Tepatkah sikap dan tutur kataku selama ini? Pantaskah arogansiku yang tetap saja mengatakan bahwa apa yang terucap dari mulutku selama ini adalah paling benar? Di sisi keping hati yang lain sering beranggapan bahwa keberanian kita berbicara telah didasari oleh kemampuan tinggi olah pikir dan akal. Kemampuan yang kita bangun dengan tujuan agar tidak terlihat bodoh di mata orang lain. Dalam kehidupan yang penuh dengan tantangan ini, kita memang perlu memiliki keberanian. Keberanian sebagai selimut tebal untuk membangun rasa percaya diri.

Hanya dengan kepercayaan dan karakter itulah, manusia mampu menyesuaikan dirinya di segala situasi kehidupan, survive. Namun, benarkah seseorang akan mampu mempertahankan hidupnya tanpa orang lain? Tuhan menciptakan alam semesta ini dengan isinya. Tuhan menciptakan manusia-manusia. Tuhan menciptakan manusia-manusia untuk hidup berdampingan saling menjaga dan bertanggung jawab bersama memelihara dunia. Hanya nafsu dan ketamakan duniawilah yang meracuni kesadaran manusia, dan menjadikannya bermusuhan. Kita menjadi khilaf, nurani kita menjadi buta dan lupa bahwa kesempurnaan hanyalah milik Allah. Tidak ada salah satu dari kita yang sempurna, dan untuk itulah ada sesama. Allah tidak akan mengubah nasib sebuah kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Sejatinya, itulah makna membangun masa depan yang harus menjadi tonggak keyakinan bangsa ini, Indonesia. Bangsa ini akan mampu dan berhasil meraih masa depan yang lebih baik, hanya bila bangsa ini mau bersama bahu-membahu bekerja untuk mencapainya. Dengan ketidaksempurnaan yang telah melekat, tidak mungkin bangsa ini bisa berhasil maju hanya oleh orang-seorang, bahkan oleh seorang pemimpin sehebat apa pun.

Presiden juga manusia, yang selalu memiliki ketidaksempurnaan. Untuk itulah, ada wakil presiden, menteri, gubernur, bupati, wali kota, anggota DPR, tentara, polisi, pengamat, cendekiawan, rohaniawan, LSM, kritikus, termasuk oleh karenanyalah ada kita, rakyat. Semuanya harus menjadi sebuah kaum. Kaum yang saling memberi manfaat inilah yang bisa mengubah Indonesia menjadi lebih gemilang masa depannya. Bukan kaum yang saling cerca, saling caci-maki, saling menyalahkan, bahkan terpuruk dalam kelam baku hantam. Firman Allah dengan bijak menerangkan, "Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." ( Al-Hujurat. Surat ke-49 ayat 12).

Firman di atas sepantasnyalah menjadi titik awal kita mengubah saling mencerca menjadi saling mengingatkan, makian menjadi usulan, prasangka buruk menjadi kritik membangun. Dalam sebuah kaum, orang-seorang selalu memiliki peran penting. Hanya dengan menyadari, memahami, dan menggunakan peran tersebut sebaik dan setepat mungkin, anggota kaum itu menjadi berarti. Sebaliknya, orang tersebut menjadi tak berarti apa-apa bagi kaumnya bila tak memahami perannya ataupun bahkan ingin mengambil alih peran orang lain. Walaupun sebuah kaum harus ada pemimpinnya, kaum tersebut tidak akan mencapai apa-apa bila masyarakatnya tidak taat terhadap perannya masing-masing. Pemimpin sebuah kaum tidak akan mampu membawa kaumnya berhasil maju, tanpa ditopang peran masyarakatnya. Selain itu, di dunia yang semakin demokratis, seangkuh apa pun seseorang yang ingin mendapatkan kekuasaan maka keinginan itu akan hanya menjadi ilusi ketika mayoritas masyarakatnya tidak menghendakinya. Bangsa Indonesia telah memiliki modal kebenaran untuk itu. Pemimpin bangsanya (kaum) dikehendaki oleh mayoritas masyarakatnya secara demokratis. Tanah airnya subur sarat dengan sumber kehidupan. Namun, penentu loh jinawi-nya bangsa ini bukan hanya bergantung di pundak Presiden yang hanya seorang manusia, melainkan di pundak seluruh bangsa (kaum) Indonesia. Dengan kesadaran itu, kita bisa mengatakan dengan tegar kepada Tuhan, kami mampu dan siap mengubah bangsa kami sendiri. Dan, kita pasti akan berhasil, karena itulah janji Tuhan kepada manusia.

Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang tepat untuk kita berkaca diri. Bulan yang harus diisi oleh kesejukan hati, memaknai hidup dengan semakin memahami isi kitab suci. Tepatlah pula bila ucap Presiden SBY dalam peringatan Nuzulul Quran, sama-sama kita resapi, "Di bulan Ramadhan ini, dan sesungguhnya juga untuk seterusnya, kita harus pandai membasuh jiwa dan menjaga kebersihan hati kita."

Sebagaimana diingatkan oleh Yusuf bin Asbath, sebagai seorang Muslim hendaknya kita rajin untuk mawas diri atau introspeksi, dan tidak mudah menyalahkan orang lain. Imam Al-Ghazali juga mengingatkan, agar akhlak kita tetap terjaga dan semakin tinggi, kita diharapkan tetap pandai bersyukur, sabar, tenang, dan bersifat penyayang, serta tidak suka mencela, memfitnah, mengadu domba, dan bermanis bibir dan wajah, tetapi dengki di hati."    

Bermanis bibir dan wajah, tetapi dengki di hati. Serigala berbulu domba. Tersesatlah manusia bila perumpamaan di atas melekat dalam dirinya. Allah Maha Pengasih lagi Penyayang dan Maha Pemberi Jalan. Firman di bawah ini membuktikannya. 

"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat." ( Al-Ma'arij. Surat ke-70 ayat 19-22). 

"Barangsiapa yang datang dengan membawa kebaikan, maka baginya pahala yang lebih baik daripada kebaikan itu; dan barangsiapa yang datang dengan membawa kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan seimbang dengan apa yang dahulu mereka kerjakan." (Al-Qasas. Surat ke-28 ayat 84 ).

Akhir Ramadhan tidak lama lagi. Masih ada waktu bagi kita untuk mengubah diri, menjadi kaum yang beruntung, bukan kaum yang merugi. Sehingga di hari fitri nanti, bangsa ini benar-benar siap menjawab, "Tuhan, kaum kami siap berubah."
 


Makna kultum

Bagus banget :)

A : Aku tdk menyukai istriku lg !
B : Pulang dan cintailah dia
A : Anda tdk mengerti aku, aku sdh tdk punya perasaan itu lg.
B : Pulang dan cintailah dia
A : Tetapi scr emosi aku berarti tdk jujur kalau aku memperlakukan
istriku spt itu, pdhl aku tdk merasakannya.
B : Apakah menurutmu Ibumu mencintaimu?
A : Tentu saja (dg mantap)
B : Kira2 1 minggu stlh ibumu plg dr RS & membawamu plg, dan kamu
menangis menjerit2 di tengah mlm krn popokmu basah dan dia terpaksa
bangun walau tubuhnya masih sangat letih, berjalan di lantai yg dingin
tanpa alas kaki utk mengganti popokmu dan menyusuimu. Apakah menurutmu
dia sungguh2 menikmati itu semua?
A : Tidak (menunduk)
B : Kalau bgtu, Apakah Ibumu secara emosi jg tidak jujur?

Ukuran besarnya cinta bukan krn dia menikmati mengganti popok di tengah
mlm, melainkan krn ibumu RELA melakukan itu semua meski dia tdk begitu
menyukainya.

Pernikahan tdk hanya didasari perasaan Cinta, lbh dari itu yaitu KOMITMEN.
Saat pertama seseorg menikahi istrinya pasti krn cinta, ttp cinta yg
menggebu2 akan padam seiring dg berjalannya WAKTU

Hanya Komitmen yg membuat Cinta manggebu2 mjadi Cinta yg matang dan dewasa

Lalu.. Apa yg disebut dg Cinta Sejati ?? Cinta yg sifatnya turun ke
bawah, yaitu cinta yg tdk memikirkan untung rugi, cinta yg rela
berkorban demi seseorg yg dikasihinya. Inilah cinta yg hrs diusahakan
dlm setiap Pernikahan.

Ada org berkata "aku cinta kamu".. berarti : "aku ingin memilikimu &
biarlah km kumiliki" adlh cinta yg egois krn hnya bgantung pd Perasaan
seseorg. Sebab perasaan akan dimakan oleh wkt dan bisa saja perasaan ini
muncul pd diri org lain

Suasana hati mudah brubah, KONDISI FISIK smakin tua dan tdk menarik,
komitmenlah yg menyelamatkan pernikahan

Berani mlakukan "tindakan" baik dlm keadaan suka maupun tdk utk
mengasihi pasangan & mpertahankan Pernikahan yg telah ALLAH anugrahkan

Forward ke tmn2mu & semoga ini mjd nasihat bg setiap org yg akan atau
sudah menikah.... :)

Ramadhan 22: Meraih Lailatul Qadar, meraih kebahagiaan?



From: hernowo hasim


Ramadhan 22: Meraih Lailatul Qadar, meraih kebahagiaan?

Oleh Hernowo

 

Dirimu,

sama seperti semua orang di seluruh alam raya,

berhak atas cinta dan kasih sayangmu.--BUDDHA

 

 

Saya baru saja membaca pemikiran Deepak Chopra---penulis lebih dari 50 buku yang telah diterjemahkan ke lebih dari 35 bahasa---tentang kebahagiaan. Menurutnya, beberapa peneliti terkemuka di bidang psikologi positif---antara lain Sonja Lyubomirsku, Ed Diener, dan Martin Seligman---telah menemukan formula kebahagiaan. Inilah formula tersebut:

 

H = S + C + V

 

Menurut para peneliti itu, ada tiga faktor spesifik yang menentukan kebahagiaan (H, happiness): Pertama, S (set point); kedua, C (conditions of living.); dan ketiga, V (voluntary activities). Kebahagiaan adalah jumlah dari ketiga faktor spesifik tersebut.

 

S atau titik awal terkait dengan otak. "Orang yang tidak bahagia memiliki mekanisme otak yang cenderung menafsirkan berbagai situasi sebagai masalah. Sebaliknya, orang yang bahagia memiliki mekanisme otak yang menafsirkan situasi yang sama sebagai peluang." Yang mengejutkan, titik awal ini sebagian bersifat genetis (keturunan).

 

C atau kondisi kehidupan terkait dengan peristiwa-peristiwa yang dialami seseorang. Bagaimana kemampuan seseorang beradaptasi dengan keadaan lingkungan dan peristiwa yang dialaminya sangat menentukan tingkat kebahagiaannya. "Hal buruk bisa terjadi kepada siapa pun, namun kemampuan beradaptasilah yang menentukan apakah hal buruk itu dapat membawa ke arah kebahagiaan atau penderitaan." Yang menarik, di ranah ini ada istilah "eustress"---stres yang diakibatkan oleh pengalaman yang menyenangkan (mendapat lotere, misalnya).

 

V atau kegiatan sukarela---biasanya bersifat sosial. "Hampir 50% formula kebahagiaan ini bergantung pada faktor ketiga atau V ini. Ini merupakan kegiatan yang kita pilih untuk kita lakukan setiap hari. Jika kita memilih kegiatan yang dapat membahagiakan orang lain, itu berarti kita telah memilih jalur cepat menuju kebahagiaan sejati."

 

Apakah ketika kita kita berburu Lailatul-Qadar, kita juga sedang berburu kebahagiaan? Atau, sejatinya yang sedang kita buru itu sesuatu yang lebih besar daripada sekadar kebahagiaan?[]



Puasa of the day : Alternatif Pengganti Khamar.




From: L.Meilany

Alternatif Pengganti Khamar
 
"Maka makanlah dari apa-apa yang telah Allah rezekikan kepada kamu
yang halal lagi baik..............." [QS An Nahl; 16:114]
 
Saat ini banyak kuliner berasal dari barat-resep masakan, kue kering,
cakes, coklat, puding yang menggunakan khamar ( minuman keras/
minuman alkohol ] di ajarkan di setiap kursus masak, buku resep.
Panduan Ringkas memilih Produk Halal Pangan, Obat dan Kosmetik
yang disusun oleh Nurbowo di bawah ini; kiranya dapat membantu para
pecinta masak-memasak untuk menggantikan bahan yang mengandung
miras-mikol dengan bahan yang halal.
 
- Bir diganti dengan Air soda
- Wine diganti dengan Jus apel tanpa gula
- Bourbon diganti dengan Jus apel tanpa gula, ekstrak vanila, jus anggur,
      atau jus cranberry
      
- Liquor diganti dengan Jus apel tanpa gula
- Red Wine diganti dengan Jus anggur, jus cranberry atau jus tomat
- Brandy diganti dengan Buah atau selai cherry
- White Wine diganti dengan Jus anggur, sari buah apel, kaldu (air) sayuran
       atau air biasa
 
- Mirin dan Sake diganti dengan Air plus gula pasir, jus anggur dicampur
       air jeruk lemon atau gist
- Muscat diganti dengan Jus anggur dicampur air dan gula putih
- Arak diganti dengan Sakti honey, halal vinegar dan cooking oil, perasan
        jeruk nipis, atau air rendaman daun pepaya
 
- Rum diganti dengan Vanili
- Vodka diganti dengan Sari buah apel atau jus anggur dicampur perasan
        jeruk nipis
- Angciu, tak perlu digunakan/diganti tak ada efek hanya kebiasaan.

Puisi - Syahadat



From: L.Meilany

SYAHADAT
Oleh : A. Mustofa Bisri-Gelap Berlapis-lapis

Inilah kesaksianku
Inilah pernyataanku
Inilah ikrarku :

Laa ilaaha illa Llah
Tak ada yang boleh memperhambaku kecuali
Allah
Tapi nafsu terus memperhambaku

Laa ilaaha illa Llah
Tak ada yang boleh menguasaiku kecuali
Allah
Tapi kekuasaan terus menguasaiku

Laa ilaaha illa Llah
Tak ada yang boleh menjajahku kecuali
Allah
Tapi materi terus menjajahku

Laa ilaaha illa Llah
Tak ada yang boleh mengaturku kecuali
Allah
Tapi benda mati terus mengaturku

Laa ilaaha illa Llah
Tak ada yang boleh memaksaku kecuali
Allah
Tapi syahwat terus memaksaku

Laa ilaaha illa Llah
Tak ada yang boleh mengancamku kecuali
Allah
Tapi rasa takut terus mengancamku

Laa ilaaha illa Llah
Tak ada yang boleh merekayasaku kecuali
Allah
Tapi kepentingan terus merekayasaku

Laa ilaaha illa Llah
Hanya kepada Allah
aku mengharap
Tapi kepada siapa pun
Masya Allah
aku mengharap

Laa ilaaha illa Llah
Hanya kepada Allah
aku memohon
Tapi kepada siapa pun
Masya Allah
aku memohon

Laa ilaaha illa Llah
Hanya kepada Allah
aku bersimpuh
Tapi kepada apa pun
Masya Allah
aku bersimpuh

Laa ilaaha illa Llah
Hanya kepada Allah
aku bersujud
Tapi kepada apa pun
Masya Allah
aku bersujud

Laa ilaaha illa Llah
Masya Allah!

Minggu, 29 Agustus 2010

[News] Hati-Hati Mengisi Bensin Saat SPBU Juga Sedang Mengisi BBM dari Mobil Tanki!!!





From: Haryono



---------- Forwarded message ----------





Dari millist tetangga, mungkin bisa jadi bahan Diskusi...

dan pencerahan bagi Rekan rekan sekalian

 

Hati-Hati Mengisi Bensin Saat SPBU Juga Sedang Mengisi BBM dari Mobil Tanki!!!


Kejadian ini dialami sendiri dan langsung oleh istri saya,

pada Minggu 22 Agustus 2010, pk 07:00 WIB.


Istri hendak mengisi bensin mobil di SPBU dekat rumah,

awalnya dia sudah ragu karena tampak ada mobil truk tanki s

edang parkir di tempat pengisian BBM untuk SPBU.

Karena tidak diperhatikan dengan seksama,

istri tidak mengetahui secara persis dengan proses pengisian

BBM dari truk tanki ke SPBU apakah: belum berlangsung,

sedang berlangsung atau telah selesai.


Tapi karena tidak ada peringatan dan penghalang apapun

di jalan masuk SPBU, maka istri saya berpikir SPBU

beroperasi normal-normal saja untuk melayani

pelanggannya dengan aman.


Istri lalu memposisikan kendaraan persis di Dispenser yang

paling dekat dengan Port Pengisian Bahan Bakar SPBU dan

Truk Tanki, karena Dispenser tsb menyediakan Pertamax dan

posisi port bensin mobil ada di sebelah kiri belakang.


Untuk tidak berada terlalu dekat dengan truk tanki,

istri memilih Dispenser 1 (seperti pada gambar) dan

menghentikan serta mematikan mesin mobil seperti

prosedur biasanya.

Setelah mobil mati dan istri turun, petugas pengisian BBM

di SPBU yang berseragam merah, menyuruh mobil untuk

maju ke Dispenser No 2.


Istri kemudian kembali masuk mobil dan hendak

memajukan kendaraan.


Tepat pada saat mobil di Start, tanpa diduga sama

sekali sebelumnya (baik oleh istri maupun petugas yang

ada di lokasi), timbul suara ledakan yang keras dan segera

dibarengi oleh munculnya jilatan api yang besar dan

membumbung tinggi hingga 2 meter lebih, yang menyala

merah di depan dan di samping kendaraan.

 

Untungnya mobil sama sekali tdk tersambar api sedikitpun.


Hal ini membuat istri keluar dengan tenang dari

mobil, menyelamatkan diri, dan sempat memberi

(setengah) perintah kepada pegawai yang ada untuk

segera memadamkan api.


Dengan kesigapan petugas lapangan dan didukung peralatan

yang memadai, api segera padam dan menyisakan

jalan / lingkungan sekitar dan mobil yang menjadi putih

karena terkena siraman foam pemadam api.


Setelah api bisa dipadamkan - yang berlangsung selama

kira2x 3 menit), petugas sempat menyalahkan mobil istri

dengan mengatakan telah keluar api dari mesin.


Istri tidak terima, dan mengatakan mesin selama ini tdk ada

masalah karena baru saja turun mesin 2 bulan yang lalu,


Setelah didebat demikian oleh istri, petugas sekarang

menyalahkan knalpot mobil yang telah mengeluarkan

api saat distart.


Segera setelah mendapat kabar dari istri via HP,

saya langsung ke lokasi dan menanyakan kejadian

yang sesungguhnya kepada Istri,

Petugas SPBU dan Polisi yang telah datang ke lokasi.


Dari informasi diketahui bahwa kejadian tsb terjadi

saat / bersamaan dengan pengisian BBM dari Truk Tanki ke SPBU.


Saya tanyakan apa prosedur keamanan standar saat pengisian

dari truk tanki, apakah boleh mobil atau motor juga mengisi

bensin di saat yang sama.


Tapi dari petugas SPBU, mereka tidak memberikan jawaban

yang jelas dan seakan-akan mengelak untuk

memberikan keterangan yang baku tentang Standar Operasional

dan Prosedur (SOP).


Mereka berkata bahwa selama ini tidak menjadi masalah,

bila SPBU mengisi BBM dan pada saat yang sama juga

melayani konusmen yang hendak mengisi bensin.

Dari keterangan itu mereka cenderung menyalahkan bahwa

mobil sayalah yang telah menjadi penyebab utama

munculnya ledakan dan kebakaran tadi.


Berbekal pengetahuan dari kakak saya yang seorang pekerja

Safety Profesional di pengeboran minyak lepas pantai,

dia mengatakan bahwa ledakan dan kebakaran yang terjadi

pada kasus saya, bisa terjadi karena dua hal:

  1. Konsentrat uap bensin yang tinggi, yang mungkin timbul karena adanya kesalahan prosedur (kebocoran) yang terjadi saat pengisian dari truk tanki BBM ke SPBU.
  2. Adanya Spark dan/atau api yang menjadi pemicu, pemantik ledakan dan kebakaran tsb.


Dua hal di atas adalah syarat mutlak, jika salah satu

komponen / parameter di atas tidak ada, maka ledakan

dan kebakaran tidak akan timbul.


Sekarang jelas, adanya konsentrat uap bensin yang tinggi

berasal dari kesalahan SOP pengisin BBM dari truk tanki

ke tanki SPBU.


Setelah itu, apakah kini benar bahwa penyebab ledakan

dan kobaran api tsb adalah berasal dari kendaraan saya?

kalau memang betul, pertanyaannya sekarang dari mana sumber

api tsb?


Lagi-lagi dari kakak saya tadi yang juga pernah menjadi

mekanik kendaraan bermotor, kemungkinan besar spark atau

asal api adalah berasal dari, STARTER MOTOR.

Apakah starter motor mobil saya bermasalah?


Selama starter motor kendaraan (apapun itu, baik baru atau

lama) masih menggunakan sistem inti Brush,

maka saat starter motor diaktifkan,

secara normal di dalam komponen inti starter motor tsb pasti

akan mengeluarkan percikan api yang kecil.


Hal itu bisa dibuktikan bila kita menyalakan bor listrik tangan

dan memperhatikan bagian dalam dari motor listrik tsb,

yang biasanya bisa kita lihat dengan mengintip dari kisi-kisi

ventilasi udara yang berfungsi untuk pelepasan panas dari motor.


Tapi percikan api sekecil itupun,

bahkan jika ada percikan api kecil lainnya yang mungkin timbul

dari komponen sebuah relay terbuka yang aktif,

sudah cukup untuk menyalakan api bila di udara telah

terhimpun konsentrat uap gas yang tinggi.


Maka bisa disimpulkan, hanya saja kebetulan saya yang sedang

apes ketiban sial menyalakan mobil saat konsentrasi uap

bensin di udara sedang tinggi.

 

Jadi apapun mobilnya yang ada di lokasi pada saat itu,

hampir bisa dipastikan akan mengalami hal yang sama karena

adanya 2 kondisi di atas tadi:


1. Konsentrat uap bensin yang tinggi.

2. Percikan api dari starter motor mobil (yang memang normal).


Bayangkan apa jadinya bila istri sejak awal menghentikan

mobil di Dispenser no 2, lalu menyalakan mobil saat konsentrasi

uap bensin yang tinggi ada di sana,

pasti selain mobil ikut meledak dan terbakar,

ditambah dengan tangki di mobil yang sudah terisi bensin,

praktis nyala api akan lebih besar, menyambar kemana-mana,

sulit untuk segera dipadamkan,

dan yang kemudian juga akan melahap habis SPBU tsb.


Secara bijak pihak SPBU menyadari dan mengetahui

kesalahan mereka - yang tidak menutup SPBU saat pengisian

dan mensterilkan lokasi pengisian dari konsentrat uap bensin

yang berbahaya.


Setelah saya katakan bahwa, untung saja kejadian-nya

menimpa saya yang rahayat kecil,

bagaimana kondisinya bila hal itu terjadi pada kendaraan

pejabat tinggi, mobil perwira polisi atau mobil jenderal tentara?


Pasti pihak SPBU akan dituntut dan dikenai sanksi hukum yang

keras karena telah dianggap lalai dalam menjalankan

tugas operasional pelayanan kepada masyarakat secara aman.


Untuk menjadi bahan pelajaran bagi kita semuanya kedepan,

dan peristiwa seperti ini tidak terulang lagi,

maka dengan rendah hati saya menghimbau kepada siapa saja

yang hendak mengisi bensin di SPBU,

sebaiknya diperhatikan atau pilih SPBU yang juga tidak

sedang melaksanakan pengisian dari Truk tanki

ke tanki penyimpanan SPBU.


Dan kepada Pertamina saya juga menghimbau untuk melakukan

SOP yang ketat, dimana pada saat pengisian BBM dari truk

tanki ke tanki SPBU, SPBU sama sekali tidak boleh

melayani dan/atau mengisikan BBM ke kendaraan konsumen

dalam bentuk apapun (SPBU ditutup).


Lebih jauhnya bila memungkinkan,

setiap SPBU mempunyai alat monitor (gas meter) untuk

bisa mengetahui level atau kadar uap bensin di udara,

Dengan begitu pihak SPBU bisa mengantisipasi hal2x yang

tidak diinginkan dari kebocoran atau kandungan uap besin

yang tinggi di udara.

 

Demikian pengalaman dan himbauan saya,

mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kebaikan bersama,

 

salam.

Edited:
Kalo bisa tolong sebarkan info ini seluas-luasnya.


Skenario terburuk jika mobil terbakar,

tanki bensin mobil ukut meledak dan terbakar,

lalu tanki spbu ikut terbakar dan juga meledak…


Bayangkan sesudah kejadian tsb,

boro2x mobil atau kendaraan kita diganti oleh spbu,

yang ada, udah kita rugi kehilangan mobil,

kitapun masih dituntut ganti rugi oleh SPBU karena telah

menjadi penyebab kebakaran besar tsb.

 

Tanpa ada tambahan maupun Edited dari Milis Toyota Kijang...

 






RI Diminta Tertibkan Pendemo Atau Malaysia Murka






From: Adhi Cahyono


Mantabs juga datuk ini, surat dari jakarta sudah diterima tapi belum dibaca dan ini reaksi baliknya "pemerintah Indonesia didesak untuk bersikap tegas terhadap para pemrotes anti-Malaysia di Jakarta. Kalau tidak, akan menimbulkan murka rakyat Malaysia"......mantaabs datuk...!!!!
 
salam
PS: sorry kalau repost

RI Diminta Tertibkan Pendemo Atau Malaysia Murka

Senin, 30 Agustus 2010 | 06:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mendesak pemerintah Indonesia bersikap tegas terhadap para pemrotes anti-Malaysia di Jakarta. Kalau tidak, "(Akan) menimbulkan risiko murka rakyat Malaysia," kata dia kepada wartawan di Kuala Lumpur seperti dilansir The Star kemarin. Dia menjanjikan pemerintahnya akan mengontrol situasi di Malaysia.

Najib berharap kondisi tegang ini tak berlarut-larut sampai merusak hubungan kerja sama kedua negara yang telah terjalin lama. "Saya imbau rakyat Malaysia tetap tenang dan tak terpancing."

Perdana Menteri Najib mengatakan telah menerima surat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Tapi saya belum baca isinya."

Najib, yang juga anggota parlemen Malaysia, mengatakan pemerintah Indonesia menyadari ada lebih dari dua juta warganya yang bekerja di Malaysia. "Sebaliknya, Malaysia punya banyak investasi di Indonesia," kata dia. Perdana Menteri menegaskan, pemerintah Malaysia belum akan mengeluarkan travel advisory atas Indonesia.

Pada hari yang sama, 144 pekerja Indonesia dipulangkan pemerintah Malaysia dari Tawau, Serawak, menuju Nunukan. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pengamanan Pelabuhan Tunun Taka, Nunukan, Ajun Komisaris Benny Catur Waluyo, yang dihubungi Tempo tadi malam. "Mereka dipulangkan setelah menjalani hukuman terkait masalah imigrasi," ujar AKP Benny.

Benny mengatakan, ketegangan di antara kedua negeri bertetangga itu akhir-akhir ini tak membuat hubungan sosial di daerah perbatasan turut tegang. Kondisi penyeberangan di Pelabuhan Tunon Taka, Kalimantan Timur-Tawao, Malaysia, berjalan normal. "Tak ada masalah," ujarnya.

Adapun Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar membantah tudingan bahwa tingginya angka tenaga kerja indonesia yang terlibat masalah hukum--sebagian terancam hukuman mati--di Malaysia itu akibat lemahnya bentuk kerja sama perlindungan tenaga kerja di antara kedua negara. "Penyebabnya, posisi TKI kita lemah secara hukum," katanya di Pamekasan kemarin.

Menteri Muhaimin menyebutkan sejumlah kelemahan itu. "Mulai dari segi pendidikan, bidang pekerjaan, dan asal daerah," katanya. Menurut Muhaimin, pemerintah sedang mengusahakan pengiriman TKI sebagai karyawan toko atau pabrik. "Lebih kuat posisinya secara hukum," ujar Muhaimin.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi Ketenagakerjaan, Irgan Chaerul, mengatakan kasus sengketa perbatasan antara Indonesia dan Malaysia yang mencuat belakangan ini hanya menjadi pemicu bagi permasalahan tenaga kerja Indonesia di Malaysia. "Permasalahan TKI kita itu 80 persen ada di dalam negeri kita," ujarnya.

Ia mengimbau agar warga Indonesia menghargai TKI. "Kita menuntut bangsa lain untuk menghargai TKI, sementara kita sendiri tidak menghargai TKI kita," katanya.

http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2010/08/30/brk,20100830-274863,id.html




Naturalisasi





From: dewanto



Naturalisasi

SETUJU ATAU TIDAK?

Isu naturalisasi pemain untuk tim nasional kembali menghangat. Kali ini benar-benar akan diwujudkan. Pelatih Alfred Riedl bahkan akan berangkat ke Belanda untuk menjaring pemain-pemain berdarah Indonesia.

Sedangkan Sergio van Dijk, pemain yang punya darah Maluku dan Magelang, sudah tiba di Jakarta dan bersiap mewujudkan niatnya memperoleh paspor Garuda. Ramai-ramai media online mengumpulkan nama-nama pemain berdarah Indonesia di seluruh dunia, kebanyakan di Belanda.

Saya tahu ini adalah buntut dari frustrasinya orang Indonesia atas prestasi timnas. Saking frustrasinya, mereka menjadi setuju dengan langkah PSSI untuk melakukan naturalisasi.

Mungkin benar jika ada yang mengatakan bahwa orang Indonesia tak pernah bisa belajar. Tak pernah bisa mengurus dan bermain sepakbola. Maafkan jika saya salah.

Naturalisasi sejatinya bukan jawaban sahih dari kekeringan prestasi timnas. Bila jawabannya mencari juara, cuma ada dua negara yang mampu melakukannya. Singapura di Asean dan Italia di Piala Dunia. Tetapi Singapura melakukannya karena terpaksa sebab hanya sedikit orang sana yang mau main bola. Sedangkan Italia pun hanya memasukkan Mauro Camoranesi seorang.

Singapura pun hanya berhasil dalam dua kesempatan (dengan naturalisasi), tahun 2004 dan 2007. Ketambahan pemain dari Nigeria, Bosnia atau Australia, Singapura tetap tak mampu berprestasi di Asia, apalagi masuk Piala Dunia. Mereka yang direkrut juga memakai sistem kontrak untuk beberapa tahun sebelum melepas status warga negera Singapura setelah selesai kontrak.

Beberapa negara dunia yang menggunakan naturalisasi adalah Meksiko, Kroasia atau Jepang. Hasilnya tetap tak signifikan. Lalu untuk apa kita mengikuti jejak mereka?

Mengganti status kewarganegaraan juga tak semudah membicarakannya. Status kewarganegaraan adalah milik Direktorat Imigrasi Departemen Kehakiman, bukan PSSI. Beberapa atlet Tionghoa, seperti Susi Susanti, misalnya, pun sempat kesulitan untuk memperoleh paspor Indonesia 100 persen meski sudah berprestasi. Para pemain asing Liga Indonesia yang merasa "jatuh hati" pada negeri ini dan "jatuh cinta" pada wanita Indonesia pun tak kunjung mendapat paspor Indonesia.

Paul Cumming, "si gila" dari Inggris yang lama tinggal di Lampung dan pernah melatih PSBL Bandar Lampung, pun pernah menyatakan rasa frustrasinya tak kunjung mendapat status warganegara Indonesia. Padahal Paul dan sejumlah pemain asing di Liga Indonesia itu sudah memenuhi syarat jangka waktu tinggal di Indonesia, menguasai bahasa kita dengan fasih dan menikahi orang Indonesia.

Pemberian status warga negara bagi orang asing akan ditelisik dengan cermat oleh Imigrasi. Mereka akan melakukan uji tuntas (due diligence) dengan seksama. Apakah yang bersangkutan bakal memberi manfaat pada negara dan bukan menambah jumlah penduduk yang harus ditanggung pemerintah?

Naturalisasi pada akhirnya hanya pelengkap penyakit sepakbola Indonesia dengan budaya instannya. Tarkam. Comot sana sini. Padahal sebuah prestasi sepakbola dibangun dalam waktu yang cukup panjang. Bukan dalam setahun, dua tahun. Real Madrid yang mengumpulkan pemain kelas bintang pun tak dijamin bisa juara.

Sepakbola memang kelihatan simpel. Cuma 22 orang saling berebut satu bola untuk kemudian mencetak gol. Tapi bagaimana proses merebut bola dan mencetak gol itulah yang tak pernah simpel.

Berkali-kali saya tulis, lakukan pembinaan lewat kompetisi yang jelas, berjenjang, rapi, konsisten dan profesional. Bila kita sabar, prestasi akan datang. Indonesia pernah berprestasi, walau hanya untuk kawasan regional terbatas dan di saat belum banyak negara memainkan sepakbola — termasuk Jepang. Paling tidak, kita tahu bahwa negeri ini pernah bisa "main" bola.

Lalu sekarang ini tim Jakarta Football Academy sedang berjibaku di Gothia Cup Swedia, kompetisi U-12 dunia. Baru saja mereka lolos ke-16 besar dengan permainan yang berkelas. Ini sebuah bukti bahwa Indonesia tak pernah kering potensi. Apa yang terjadi kemudian hanya salah asuhan. Dengan tidak ada kompetisi kelompok umur di sini dan kemudian langsung masuk kompetisi sekelas Liga Indonesia, saya yakin anak-anak itu nantinya tak akan lebih baik dari saat masih berusia 12 tahun, bahkan bisa merosot drastis.

Pemain-pemain yang sedang diburu PSSI dan barisannya untuk masuk ke timnas, ironisnya hanya tampil di klub-klub gurem seperti Harlem, ADO Den Haag, atau Go Ahead Eagles. Skillnya hanya sedikit lebih baik dari pemain lokal, tapi tetap tak signifikan. Naturalisasi kok tanggung-tanggung. Kenapa tidak berusaha mengambil pemain-pemain kelas satu dunia, misalnya?

Naturalisasi sekali lagi bukan obat cespleng atas sakitnya persepakbolaan nasional. Beberapa kawan bilang, ini mungkin cuma untuk sementara waktu. Benarkah? Saya pesimistis melihat kinerja PSSI selama ini. Andai naturalisasi berhasil, ini justru akan membuat mereka melupakan pembenahan kompetisi. Mereka akan mengacuhkan akar dari sebuah ajang sepakbola sebagai basis pembinaan mental, karakter dan skill.

Rusaknya sepakbola nasional disebabkan oleh ketidakbecusan pengurusnya, baik di PSSI maupun klub. Bila ingin naturalisasi, kenapa tidak merekrut orang asing dari Inggris, Jerman, Italia, Jepang atau Spanyol? Berikan mereka paspor Indonesia lalu jadikan mereka pengurus PSSI dan klub.

Saya yakin, naturalisasi pengurus akan jauh lebih berdaya guna, ketimbang naturalisasi pemain.

Ramadhan 17: Surga dan neraka di mata Iqbal




From: hernowo hasim

Ramadhan 17: Surga dan neraka di mata Iqbal

Oleh Hernowo



Surga dan neraka adalah keadaan bukan tempat. Penggambaran Al-Quran merupakan penyajian secara visual tentang suatu fakta batin, yakni watak. Neraka, menurut Al-Quran, adalah "api Tuhan yang dinyalakan memarak di atas hati"---penyadaran yang pedih tentang kegagalan seseorang sebagai manusia. Sementara itu, surga adalah kenikmatan akan kemenangan terhadap kekuatan-kekuatan disintegrasi.

 

Dalam Islam, tak ada hal yang disebut pengutukan abadi. Perkataan "abadi" yang dipakai oleh ayat-ayat tertentu, yang berhubungan dengan neraka, diterangkan oleh Al-Quran sendiri bahwa itu hanya berarti suatu jangka waktu tertentu. Waktu tak mungkin seluruhnya tak terpakai untuk digunakan manusia dalam mengembangkan kepribadiannya.

 

Watak condong untuk menjadi permanen; dan pembentukannya kembali harus memakan waktu. Oleh karena itu, neraka---sebagaimana diartikan oleh Al-Quran---bukanlah suatu jurang siksaan yang kekal yang diciptakan oleh Tuhan untuk pembalasan dendam, melainkan sebuah pengalaman kreatif yang memungkinkan suatu ego yang telah membatu dapat kembali menjadi peka terhadap tiupan angin berkah Ilahi.

 

Surga bukan pula suatu liburan. Hidup adalah satu dan terus-menerus. Manusia senantiasa bergerak maju untuk selalu menerima cahaya yang baru dari suatu Realitas Yang Tak Terbatas, yang "setiap saat muncul sebagai kemegahan yang baru". Dan sang penerima cahaya Ilahiah itu bukanlah hanya seorang penerima yang pasif. Setiap tindakan ego yang merdeka menciptakan siatuasi baru, dan dengan demikian memberikan kemungkinan selanjutnya untuk sebuah kerja kreatif.

 

Saya membaca semua itu di halaman 135 di buku Iqbal yang sungguh mengasyikkan, Membangun Pikiran Agama dalam Islam, Tintamas, Jakarta, 1982.[]



Ramadhan 19: Lailatul Qadar dan momen penemuan diri





From: hernowo hasim

Ramadhan 19: Lailatul Qadar dan momen penemuan diri

Oleh Hernowo

 

 

 

Ada yang berpendapat bahwa Lailatul Qadar itu bisa datang kapan saja, apa betul?

 

Lailatul Qadar, dalam arti momen penemuan diri, memang tidak terbatas pada malam-malam di bulan puasa. Mengapa? Karena setiap orang mempunyai potensi untuk menemukan dirinya sendiri di tempat dan waktu lain yang, biasanya, memang didahului dengan ibadah yang terus-menerus.

 

Buya Hamka mengatakan bahwa Lailatul Qadar itu bersifat individual. Tetapi, kadang-kadang, harganya terlalu mahal. Seorang Takdir Alisyahbana harus mengalami kecelakaan kapal terbang terlebih dahulu untuk mendapatkan Lailatul Qadar itu.

 

 

Bisa dijelaskan lebih jauh mengenai momen penemuan diri itu?

 

Ya. Jadi, yang paling penting ialah bahwa Lailatul Qadar merupakan momen yang menentukan. Momen ketika ditemukan sesuatu yang mempengaruhi seluruh hidup kita dalam pengertian yang baik, bukan dalam pengertian yang jahat.

 

Oleh karena itu, jika hal ini terjadi pada pribadi-pribadi maka pengaruhnya akan terjadi pada pribadi-pribadi tersebut. Lalu, ukurannya juga pribadi, yaitu kira-kira pengaruhnya akan berlangsung lebih dari waktu hidup manusia (80 tahunan)---ini makna "lebih baik dari 1.000 bulan".

 

Dicuplik dari Dialog Ramadhan bersama Cak Nur: Merenungi Makna dan Hikmah Ibadah Puasa, Nuzulul Qur'an, Lailatul Qadar, Zakat, dan Idul Fitri, Dian Rakyat, Jakarta, 2010, halaman 86.




Puasa of the day : (1) Antara Kebutuhan dan Keinginan




From: L.Meilany


(1) Antara Kebutuhan dan Keinginan
 
Saya memiliki sebuah pembatas halaman buku (bookmark) yang bertuliskan :
'Kebahagiaan adalah memiliki apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan'.
Kebutuhan adalah suatu 'standar' untuk hidup yang mungkin sangat individual sifatnya.
Bagi seseorang bisa makan setiap hari dengan lauk sederhana adalah kebutuhan utama.
Tapi bagi orang lain makan dengan lauk yang memenuhi gizi adalah suatu kebutuhan.
Jika kemudian kebutuhan itu telah terpenuhi dan ia mendambakan lebih dari yang dibutuhkan
itu merupakan keinginan.
 
Keinginan merupakan pintu masuk bagi hawa nafsu yang menimbulkan ketagihan, ketamakan.
Keinginan yang tak terbatas mendorong perilaku yang senantiasa gelisah dalam hidupnya.
Ada kegembiraan, gairah memuncak di hati, kala menginginkan-mengidamkan sesuatu. 
Tapi setelah mendapatkan keinginan itu, semua yang telah didapatkan itu, seolah tidak ada lagi
artinya, ketika ada lagi keinginan yang lain.
Kegembiraan, gairah yang mengasyikkan itu hanya tatkala dalam proses untuk mendapatkan keinginan.
Begitu selalu seterusnya, selalu banyak godaan-godaan dan kemudian datang keinginan baru.

Tidak pernah merasa puas. Senantiasa timbul keinginan-keinginan lain yang sulit dibendung.
Padahal keinginan itu bukan merupakan kebutuhan. Sehingga akhirnya diupayakan segala cara untuk
memperoleh keinginan itu.
Keinginan pada puncaknya akan menyengsarakan karena akan menjadikan pelakunya tidak pandai
bersyukur. Padahal jika kita pandai bersyukur Allah akan menambah nikmatNya [QS Ibraahiim; 14:7]
 
Ustad Yusuf Mansur dengan indahnya mengatakan bahwa untuk mencapai kebahagiaan lebih baik
membatasi keinginan daripada menurutinya-memanjakannya.
Bahwa keinginan itu adalah bentuk hawa nafsu yang seharusnya jangan diikuti; karena justru
menyesatkan dari jalan Allah [QS Shaad; 38:26] -

Peran Penting Akal Dalam Konsep Agama





From: A.Syauqi Yahya


Peran Penting Akal Dalam Konsep Agama

Ikatan antara akal dan agama adalah pembahasan yang cukup mendetail
dalam sejarah pemikiran manusia. Banyak cabang pembahasan yang dibahas
di dalamnya, di antaranya: bagaimana ikatan antara akal dan iman
(dalam pandangan dunia Barat dan Islam)? Masalah yang perlu
dilontarkan ikatan antara akal dan iman; keduanya menyangkut tentang
keyakinan kita terhadap Allah Swt. Apakah keimanan atau kepercayaan
terhadap sesuatu harus dijelaskan melalui dalil akal dan akal
memberikan peran penting di dalamnya? Ataukah sudah merupakan hal yang
jelas sehingga tidak butuh lagi oleh penjelasan dalil akal. Atau
keimanan berdiri di luar garis tatanan akal dan tidak saling terkait?
Bagaimana hubungan antara akal dan syariat?

Akal dan Iman

Salah satu pentingnya masalah dalam filsafat agama hubungan antara
iman dan akal. Dalam masalah ini pertanyaan-pertanyaan telah
diutarakan sebelumnya. Apakah keyakinan beragama yang berasaskan iman
merupakan hal yang rasionalitas, perbuatan yang selain itu
bertentangan dengan rasio. Jika apa yang kita sajikan tersebut tidak
mampu mengklaim atau tidak mampu menetapkan keyakinan agama sesuai
dengan akal, apakah itu benar. Sebagai contoh: untuk menetapkan adanya
wujud Tuhan melalui sesuatu dalil, dengan itu kita yakin wujud Tuhan
sesuatu yang bisa diterima oleh akal? Dalam pandangan agama Nasrani,
pembahasan antara hubungan antara iman dan akal, terdapat dua
pandangan yang saling bertentangan. Pertama, kesesuaian antara
keyakinan-keyakinan agama dengan akal, contohnya; iman terhadap Tuhan
sesuatu yang diterima secara akal (Rasionalisme) Salah satu tokohnya
adalah Thomas Aquinas (1224-1273) berpendapat bahwa keimanan melalui
pengajaran oleh kitab suci dan keseluruhan ajaran atau peraturan yang
ada di dalamnya, adalah Tuhan langsung sebagai pengajarnya. Juga tidak
diragukan sebagai kitab suci (perkataan Tuhan) yang diyakini adalah
sudah merupakan hal-hal yang bersifat rasionalitas. Pendapat kedua,
keyakinan-keyakinan agama tidak sesuai dengan akal (Fideisme). Di
antara tokohnya adalah Alvin Plantinga (1932-) yang menyerupai fitrah
pada diri manusia, dengan mengatakan keyakinan manusia terhadap Tuhan
terdapat dalam jiwa manusia tanpa memerlukan dalil akal. Banyak lagi
tokoh-tokoh yang mengatas namakan kedua kelompok di atas, juga
terdapat pro dan kontra terhadap pendapat-pendapat di atas. Lain lagi
yang berpendapat bahwa akal dapat mengganggu ketenangan iman, oleh
karenanya tidak ada hubungan antara akal dan iman. Artinya iman akan
di putar balikkan melalui dalil akal, sehingga dalil akal akan
membahayakan keimanan bagi khalayak awam. Namun, sama-sama kita
mengetahui bahwa salah satu kelebihan yang ada pada manusia dibanding
dengan makhluk lainnya, jika manusia mengfungsikan akalnya. Banyak
persoalan yang ada dalam konsep keagamaan diselesaikan melalui dalil
akal. Di sini akal terus berjuang mempertahankan haknya. Dan dalam
persoalan syariatpun, dalil akal untuk menopang kesempurnaannya.
Hubungan akal dan agama secara jelas, bahwa akal dan agama merupakan
suatu pemberian Allah Swt yang keduanya menyampaikan manusia kepada
suatu kesempurnaan. Dalam ayat:; "Sesungguhnya kami turunkan alqur'an
dengan bahasa arab supaya mereka berakal." [1] Dalam Islam akal
sangatlah terkait hubungannya dengan iman, yakni melalui akalnya dia
akan memahami agama karena akal adalah salah satu sumber syariat
Islam. Ikatan keduanya akan menghantarkan manusia ke jalan
kebahagiaan. Dalam riwayat Imam Shadiq berkata:"Akal adalah dalil
seorang mukmin. Dan petunjuk bagi orang mukmin."Dalam riwayat lain
disebutkan: " Setiap yang berakal pasti memiliki agama. Dan yang
mempunyai agama akan menghantarkan ia ke surga."[2] Dalam ayat dan
riwayat di atas secara tegas Islam sangat mementingkan masalah akal.
Namun, ada beberapa pendapat dalam mazhab Islam yang satu dengan yang
lainnya saling bertentangan dan ada pula yang mendukung fungsi dan
peran akal. Diantaranya: Pendapat Ahlul Hadist ; penggunaan
dalil-dalil rasionalitas dalam masalah keimanan dan agama adalah
haram. Cukuplah perkara-perkara agama apa yang didatangkan oleh nabi..
Akal tidak mampu menyingkap hukum-hukum Tuhan. Juga mereka berpegang
kepada penafsiran yang nampak(dhahir) yang ada pada alqur'an, sehingga
adanya pengertian tajsim atau tasybih pada zat Tuhan. Begitu pula
mereka mengklaim bid'ah terhadap penafsiran dan takwil ayat-ayat
alqur'an. Pendapat kaum Mu'tazilah ; penggunaan dalil-dalil
rasionalitas yang sangat berlebihan. Pendapat Syiah Imamiyah untuk
menyingkap hukum agama diperlukan dalil rasionalitas baik itu secara
langsung maupun tidak langsung.

Akal dan Syariat

Dalam Islam kita lihat bahwa ada sebagian hukum-hukum syariat yang
secara rasional tidak bisa kita jelaskan, seperti: mengapa shalat
zuhur empat rakaat dan shalat subuh dua rakaat. Dan dalam kategori
lain sebagian hukum-hukum syariat dengan dijelaskan alasan dan tujuan
dari hukum-hukum tadi berdasarkan dalil akal, contohnya: berdusta
adalah perbuatan yang jelek(dalil akal), dikarenakan merugikan orang
lain, riba dianggap sebagai perbuatan yang jelek dikarenakan tidak
menjaga maslahat kaum miskin, dan penguasaan kekayaan hanya berputar
pada orang-orang kaya, membantu orang lain dianggap sebagai perbuatan
baik karena memberikan manfaat. Seorang mujtahid menetapkan hukum
berdasarkan hukum akal, ketika hukum tersebut tidak kita temukan di
dalam al-qur'an dan hadist serta ijma'. Melalui jalan ini dalil khusus
tidaklah diketahui, juga dalil yang berasal dari nash yang sahih tidak
dapat menetapkan (tidak ada nash). Akal memberikan hukumnya dalam
bentuk ikhtiyat(kehati-hatian), bara'ah (berlepas), pemilihan,
memberikan fatwa penafian segala bentuk yang berbahaya, dan
lain-lain.Namun, kita percaya bahwa semua perbuatan pasti mempunyai
tujuan, dan manfaat tersebut akan kembali pada manusia. Dalam syariat
pun berlaku demikian. Kita berkeyakinan bahwa semua hukum-Nya
(termasuk hukum-hukum yang tidak diketahui manfaat dan tujuan oleh
kita) memiliki tujuan dan bermanfaat bagi manusia. Bukan hanya tugas
seorang ulama yang menemukan dengan melalui hasil ijtihadnya untuk
menjelaskan hukum-hukum syariat tadi, juga tugas dari para pakar sains
dan ilmuwan untuk menyingkap tujuan dari hukum-hukum tersebut. Para
mujtahid bekerja sama dalam menyingkap hukum berdasarkan dalil-dalil
yang didapat dari alqur'an dan hadist. Di sini Islam menentang adanya
penafsiran hukum-hukum syariat berdasarkan pendapat sendiri.

Batasan-batasan Akal

Ahli Ma'rifat mengatakan: akal untuk mengenal agama, adalah sesuatu
yang lazim, akan tetapi itu tidaklah cukup. Karena apa yang akan
dipahami, melebihi atas pemahaman ilmu usuli, apa yang disebut dengan
penyaksian (syuhudi), yakni di luar apa yang dipahami oleh akal.
Begitu juga apa yang dapat kita rasakan langsung melalui perantara
panca indera , setelah melalui proses uji coba, tidaklah memerlukan
dalil akal (burhan), akal hanya memberikan hukum general (kulli)
terhadap permasalahan tersebut.

Pembelaan Akal terhadap Agama

Jika ditanyakan bahwa apakah permasalahan general(kulli) dan
partikular(juz'i) adanya pembelaan akal terhadap agama? Jawabannya
adalah: terhadap masalah-masalah partikular, akal tidak berperan di
dalamnya, dan tidak memerlukan dalil akal (argumentasi) , juga
terhadap masalah partikular alam, partikular syariat. Adapun
sebaliknya terhadap masalah-masalah general alam dan syariat, adalah
jalan untuk menggunakan dalil akal. Oleh karena itu, akal berperan
penting dalam menggariskan hukum-hukum general agama dan syariat, juga
hukum-hukum general alam , yakni setelah keberadaan Allah Swt kita
yakini, dan Allah Swt dengan ilmu, kehendak, dan hikmah dan semua
sifat kebaikan-Nya telah kita kenali, sehingga dapat dipahami bahwa
Allah Yang Maha Bijaksana mempunyai tujuan dalam ciptaan-Nya. Dengan
kata lain, oleh karena segala perkara, tujuan alam tidak dapat
diketahui. Dan dikarenakan alam adalah ciptaan Allah Swt. Pastilah
dalam ciptaan-Nya pun mempunyai tujuan dan maksud. Namun perlu
diketahui bahwa semua tujuan dan manfaat tersebut kembali pada manusia
. Dapat disimpulkan bahwa:

1. Agama bersifat general (kulli), mendapatkan pembelaan akal secara langsung.

2. Partikular agama secara langsung dan tanpa perantara tidak bisa
dibuktikan melalui dalil akal, akan tetapi secara tidak langsung dan
melalui perantara dengan menggunakan dalil akal.

3. Tidak adanya pembelaan secara akal, tanpa perantara atas partikular
agama dikarenakan terbatasnya akal dalam perkara-perkara secara
partikular.

4. Setelah merasakan penyaksian kebenaran perkara-perkara partikular,
mampu untuk diterangkan melalui dalil akal.

5. Akal dalam menegakkan dalil untuk masalah-masalah partikular
sangatlah terbatas dan ukuran kebenaran atasnya tidaklah bisa
dipertahankan.

Kebenaran Iman

Beberapa contoh tentang beberapa kemungkinan rasionalitas iman dan
tidak mungkinnya rasionalitas iman:

1. Jika yang dimaksud dengan iman di sini adalah perkara-perkara
partikular, yang memiliki realitas di luar. Maka di sini akal tidak
mampu menerima perkara partikular, dan keimanan tidak dapat diuraikan
dengan dalil akal. Contohnya: wujud adanya surga, yang merupakan wujud
realitas di luar, dengan dalil akal tidak dapat membuktikannya. Namun
apabila surga dengan pemahaman general sebagai sebuah tempat pahala
yang akan diterima dari perbuatan baik atau sebagai bentuk luar
(misdaq) dari perbuatan pahala perbuatan.

2. Jika yang dimaksud dengan iman adalah hasil dari pengalaman
spiritual atau sebuah pengalaman spiritual pribadi yang tertentu, maka
dalil akal tidak dapat membuktikannya. Karena dengan pengalaman
spiritual pribadi akan mengakibatkan berbagai macam interpretasi dari
bentuk keimanan. Oleh karenanya para nabi mengajak kaumnya kepada
keimanan dengan dalil akal dan ditopang oleh wahyu dan tidaklah dengan
menerangkan hasil dari pengalaman pribadinya tanpa melalui penerangan
wahyu.[]

By: Abu Aqilah

[1] .Surat Yusuf ayat 2[2]. Kulaini juz 1 hal 11

http://abuaqilah.wordpress.com/2007/04/11/17/


Berbagi cerita





From: Wibowo Laksono


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ada cerita fiksi menarik. Mudah-mudahan ada manfaatnya.

Disadur dari blog: http://islamunderattack.multiply.com/journal/item/2975

Bocah Misterius di Bulan Ramadhan


Bocah itu menjadi pembicaraan di kampung ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan.yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana-kemari sambil tangan kanannya membawa roti isi daging yang tampak cokelat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat di plastiknya.


Pandangan tersebut menjadi biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa. Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa. Bulan ketika dimana orang banyak menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya. Pemandangan itu semakin tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari di kampung itu lebih terik dari biasanya.


Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampung mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti daging tersebut. Pernah ada yang melarangnya. Tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.

Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap ba'da zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin, dan akan muncul bersama es kelapa dan roti isi yang sama juga.


Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah ini tentu membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es situ juga. Luqman pun lalu menegurnya. Cuma, ya itu tadi, bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar. "Bismillah…" ucap Luqman dengan kembali mencengkram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir, kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini. Kalau memang bocah itu bocah beneran-pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan darimana sesungguhnya bocah itu.


Mendengar ucapan basmallah itu, bocah itu mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tangannya, menyeret dengan halus bocah itu dan membawanya kerumah. Gerakan Luqman itu diikuti dengan tatapan penuh tanda Tanya dari orang-orang yang melihatnya.

"Ada apa tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?" Tanya bocah itu sesampainya dirumah Luqman, seakan-akan tahu Luqman akan bertanya tentang kelakuannya itu. Matanya masih menatap tajam pada Luqman.


"Ma'af ya, karena kamu melakukannya dibulan puasa" jawab Luqman dengan halus. "apalagi kamu tahu, bukankah kamu juga berpuasa? Kamu bukannya iktu menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu…"


Sebenarnya Luqman masih ingin mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi.


"Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya…?!


Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa..?!


Bukankah kalian juga yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami yang sedang menangis…?!


Bukankah kalian yang selalu saja berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluhkan kesakitan hingga kematian menjemput ajal…?!


Bukankah juga dibulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus? Ketika bedug maghrib bertalu, ketika adzan maghrib terdengar kalian kembali kepada kerakusan kalian…?!"


Bocah it terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela.Tiba-tiba bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar sangat menusuk, kini ia bersuara lirih dan mengiba.


"Ketahuilah tuan… kami ini berpuasa tanpa ujung. Kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa. Lantaran memang tak ada makanan yang bias kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang hari saja.


Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang disekeliling tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan menggunakan pakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramahdan dan 'Idul Fitri..?


Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan 'Idul Fitri..?


Tuan… sebelas bulan kalian semua tertawa disaat kami menangis. Bahkan pada bulan Ramadhan hanya ada kepedulian yang seadanya.

Tuan… kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami. Dua belas bulan tanpa terkecuali dibulan Ramadhan ini.


Apa yang saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami…! Lalu kenapa kalian masih saja mendekap harta secara berlebihan.


Tuan… sadarkah sadarkah apa yang terjadi bila tuan dan orang-orang sekeliling tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat..? bahkan berlebihannya Tuan dan orang-orang disekeliling tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat…


Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang menimpa..?


Tuan… jangan merasa aman lantara kaki masih menginjak bumi.


Tuan… jangan merasa perut 'kan tetap kenyang lantaran masih tersisa pangan utnuk setahun.


Jangan pernah merasa bumi tak akan pernah menyatu dengan matahari kelak…"


Wuahh… entahlah apa yang di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah itu tanpa bias dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan oleh bocah tersebut adalah benar adanya! Hal itu menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah itu bukanlah bocah sembarangan.


Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, sang bocah pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong. Dari kejauhan Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar Luqman langsung berlari mengejar keluar rumah hingga ke tepian jalan raya di kampung ketapang. Ia edarkan pandangannya keseluruh sudut yang bias dilihatnya, tapi ia tak menemukan bocah itu.


Ditengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semua menggeleng bingung. Bahkan orang-orang yang menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tak melihat bocah itu keluar rumah Luqman! Bocah itu benar-benar misterius. Dan sekarang ia malah menghilang.


Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irassional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan yang seharusnya kita ingat. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghasilam yang layak.

Bocah tadi juga memberikan Luqman bahwa seharusnya mereka yang berada diatas, yang sedang mendapat karunia Allah, jangan sekali-sekali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan. Marilah bepikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar.


Luqman berterimakasih pada Allah yang telah memberinya hikmah yang luarbiasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya. Entah mau dipercaya atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialami bersama boca itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang.


Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati. Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak lagi pernah melihatnya, selama-lamanya. Luqman merindukan kalimat-kalaimat pedas dan tudingan-tudingan tajam yang benar adanaya. Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah




--