Jumat, 30 April 2010

Jadah Bakar mBah KARTO






From: syauqi yahya


ReviewReviewReviewReview Jadah Mbah Karto Oct 20, '08 2:10 AM
for everyone
Category: Restaurants
Cuisine: Other
Location: Selo, Boyolali
Jika sedang melintasi jalur Boyolali - Magelang, melewati lekukan gunung Merapi-Merbabu, selain bisa mampir di Ketep Pass untuk menikmati Merapi Volcano Theater, makan jagung bakar, dan menikmati udara pegunungan, jangan lupa mampir di Selo. 

Di Selo kita bisa istirahat sejenak menikmati view Merapi--anda beruntung jika puncaknya tidak sedang tertutup kabut, begitu indah, agung, mempesona sekaligus misterius *halaahhh*. Sambil istirahat, kita bisa minum kopi dan makan jadah (uli) bakar. Nah, salah satu warung yang bisa dituju adalah warung Mbah Karto. 

Di warungnya yang kecil dan sederhana, Mbah Karto menyajikan jadah yang lembut dan lumer, yang bisa dinikmati dengan cara dibakar ataupun tidak, disertai srundeng manis ataupun tempe bacem. Bahkan karena rasa gurihnya yang pas, jadah ini bisa dinikmati begitu saja tanpa tambahan apapun. Dan yang patut dicatat, jadah Mbah Karto tidak cepat kering seperti kebanyakan jadah. Jadah Mbah Karto ini benar-benar lembut dan lumer, serta tahan lebih dari 1 hari. Tentunya hal ini tidak terlepas dari bahan yang digunakan. Beras ketan yang berkualitas (Mbah Karto bilang ketannya dari luar, nyebrang segoro. Entah benar atau tidak, tapi ketika ditunjukkan pada saya, ketan yang dipergunakan memang ketan kualitas nomer satu dengan bulir-bulir utuh berbentuk panjang dan berwarna seputih susu)

Mbah Karto memang pelopor produksi jadah di Selo sejak jaman dulu. Namun jadah Selo baru booming setelah pencanangan jalur wisata Solo-Selo-Borobodur (Sosebo). Seringkali orang sengaja datang ke Selo hanya untuk menikmati jadah bakar dan segelas teh hangat. 

DAlam satu kali masak, Mbah Karto sanggup membuat jadah dari 7 kg beras ketan dengan 10 butir kelapa parut. Dan dalam satu hari, Mbah Karto bisa memasak 2-4 kali. Untuk itu Mbah Karto yang sudah sangat sepuh ini dibantu oleh 3 orang asisten untuk mengupas kelapa, memarut, memasak ketan, dan njojoh. Untuk urusan resep dan berhubungan dengan pembeli, Mbah Karto lah yang akan banyak berperan. 

Selain jadah, Mbah Karto juga menjual wajik (sayang kemarin wajiknya habis kemarin), panganan oleh-oleh khas Selo, dan nasi yang dilengkapi beberapa macam sayur dan lauk. Saya sempat menengok, ada sayur tumpang, opor ayam yang menggunakan ayam kampung, sambel goreng, dll.

Saat itu saya dan seorang teman menghabiskan 2 piring jadah srundeng, 2 gelas kopi, 1 gelas teh, dan 1 bungkus kerupuk. Dihargai hanya Rp 7.000,-

Saat pulang tak lupa kubawa jadah srundeng untuk oleh-oleh di rumah. Dengan Rp. 10.000,- saya bisa membawa sebungkus jadah srundeng yang mampu membuat perut bodong dan hati bersyukur atas karunia alam yang mensejahterakan. 

Foto-foto lainnya bisa dilihat disini



"Bila kita tahu kita tak pernah memiliki apapun."











"Bila kita tahu kita tak pernah memiliki apapun."

Diadaptasi dari The Healing Stories karya GW Burns.

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.

Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya
terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.
"Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok," gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.

"Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno," kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya kekolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.

Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata
pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu.
Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu.
Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, "Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?"

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".

Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?




Santai dulu ah...







Santai dulu ah...


Biar Racun Tidak Menyebar
-------------------------
Dua orang pramuka baru, si Andi dan Doni,
mengikuti persami di hutan di temani seorang
pembinanya. Saat disuruh mencari kayu bakar,
tiba-tiba Andi berlari menghampiri pembinanya
yang sedang menyiapkan api unggun.

Andi : "MAS, LAPOR MAS!!!" (sambil setengah
berteriak)

Pembina : "Ada apa Andi???"

Andi : "SI DONI DIPATOK ULAR MAS!!!"

Pembina : "APA???!!! Cepat kamu berikan
pertolongan
pertama, dengan mengikat bagian
tubuhnya yang digigit ular itu dengan tali.
Ikatnya yang kencang, biar racunnya tidak
menyebar. Saya akan mencari bantuan di warga
sekitar.

Kemudian Andi berlari menuju Doni sambil
membawa seutas tali pramuka. Tak lama kemudian
ia kembali ke pembinanya.

Andi : "MAS, LAPOR MAS!!!"

Pembina : "Tenang saja Andi, seorang dokter
sudah
menuju kemari."

Andi : "Terlambat mas, si Doni sudah meninggal
dunia."

Pembina : "APA??!!! (agak shock mendengarnya).
Apa kamu sudah melakukan pertolongan pertama
yang saya suruh???"

Andi : "Sudah mas, bahkan wajahnya sampai biru."

Pembina : "Kok wajahnya sampai membiru."

Andi : "Iya, kan yang digigit tuh lehernya,
saya ikat
aja pake tali mpe kencang, biar tuh
racun nggak menyebar ke kepalanya. Eh si Doni
gak lama kemudian malah meninggal."

Pembina : "Busyettt dah...??!!!! "



Cerita Opa Bagian 2
-------------------
Belum puas menceritakan kehebatannya, sang Opa
pun melanjutkan ceritanya kepada sang cucu.

Opa : "Waktu tahun 70an Opa pernah jadi atlet
sepak takraw yang hebat sekali."

Cucu : "Apa hebatnya jadi atlet sepak takraw???"

Opa : "Jangan pesimis gitu dulu donk, Opa dulu
waktu pemanasan sendirian, 10 menit terbang di
udara."

Cucu : "Wah Opa hebat banget, apa Opa punya
kekuatan khusus???"

Opa : "Kekuatan khusus??? Waktu itu Opa mau
salto, eh malah nyangkut di net, baru 10 menit
kemudian Opa bisa turun"

Cucu : "Sial nih Opa... dasar Opa geblek!!!"
(dalam hati)



Cerita Opa Bagian 1
-------------------
Saat pagi hari ada seorang Opa dan cucunya
sedang berbincang-bincang tentang kehebatan
Opanya pada zaman dahulu kala.

Opa : "Cu, dulu waktu Opa masih muda,
Opa pemberani.."

Cucu : "Kok bisa di bilang bgitu opa???"

Opa : "Waktu Indonesia berperang melawan
tentara Belanda di hutan, 9 tentara Indonesia
kabur semua tinggal Opa sendiri di sana."

Cucu : "Wah Opa pemberani sekali, tapi kenapa
gak ikut kabur aja? Nanti kalo ditembak tentara
Belanda gimana?"

Opa : "Ngapain kabur, orang Opa ikut jadi
anggota tentara Belanda"

Cucu : "!@#$%#!!"



Minuman Dari Barat Tidak Memabukkan
-----------------------------------
Pada suatu hari kakek yang sedang santai
mendapati cucunya yang sedang mabok..

Kakek : "Kamu mabok ya??"

Cucu : "Iya kek ... tadi habis minum ma
temen-temen .."

Kakek : "Minum berapa botol kamu sampai mabok
gini..?"

Cucu : "Cuman 2 botol kek.."

Kakek : "Ahhh kamu ini maluin aja, kakek dulu
waktu muda dulu minum 4 botol gak mabok-mabok...
minuman dari barat lagi."

Cucu : "Wah kakek jago dong ... emang muda
dulu minum apa kek ?"

Kakek : "Hmmmm tunggu kakek pikir-pikir dulu ...
kalau gak salah namannya ... "Mineral water"

Cucu : "Yahhhh... &**&%@^%^&@% ..."


Waspadalah, perampokan kendaraan bermotor jaman sekarang






‎​‎​Waspadalah, perampokan kendaraan bermotor jaman sekarang

http://www.gulfup.com/lives/12720337411.gif

:d

Alat pembesar multifungsi

Alat ini bersifat multifungsi untuk memperbesar organ2 tubuh. Alat ini
bisa juga digunakan memperbesar payudara wanita bahkan "P" pria.
Pemakaiannya mudah dan tidak meninggalkan effek samping apapun.

Keterangan bisa dilihat di internet link dibawah ini :

http://bit.ly/ctN99k

Menanam Watak





Menanam Watak

 

Seorang Raja yang sudah tua memakai cara unik untuk mencari calon penggantinya. Suatu hari pemuda dari seluruh pelosok negeri dikumpulkan di balai pertemuan istana, masing-masing diberi sebutir benih tanaman.

"Anak-anakku sekalian, aku akan memilih penggantiku dari antara kalian. Benih yang sudah kalian terima akan menentukan masa depan kalian. Sekarang pulanglah, semaikanlah benih tersebut. Tahun depan, kembalilah kesini dan tunjukkan hasilnya".

Joni bergegas pulang. Benih tersebut disemaikan dalam sebuah pot. Setiap hari ia rajin menyiram dan memberi pupuk. Hari demi hari berlalu. Bulan demi bulan lewat sudah. Namun, benih tersebut tak kunjung bersemi. Keadaan ini membuat Joni frustrasi. Sementara tenggang waktu setahun sudah habis. Kalau tidak dibujuk oleh ibunya, ia nyaris tak mau kembali ke istana, "Nak, kau tidak perlu malu. Kamu sudah melakukan apa yang diperintahkan kepadamu. Laporkan kepada raja dan bilang secara jujur hasilnya".

Kekhawatiran Joni benar terjadi. Ketika sampai istana, ia kaget melihat begitu banyak tumbuhan hasil persemaian teman-temannya. Joni minder dan sedih. Raja berkeliling memeriksa satu demi satu tanaman yang dibawa para pemuda. "Hei, kamu yang bersembunyi di belakang, kemarilah". Sambil menenteng pot kosong, Joni maju ke depan diiringi cemooh pemuda pemuda lain.

Tak dinyana Sang Raja membungkuk memberi hormat kepada Joni seraya berkata, "Setahun yang lalu saya memberi kalian masing-masing sebutir benih kering yang sama sekali takkan bisa tumbuh. Kini berbagai jenis tanaman berkumpul disini. Di antara kalian hanya Joni satu-satunya yang dengan jujur berani membawa potnya yang kosong dan siap menerima cemooh dan celaan. Integritas semacam inilah yang menunjukkan kemuliaan hati seseorang. Dialah yang terpilih jadi Raja Baru!".
 

 

 

Sumber: Yustinus Sumantri



kuda

Ada brp?

Why do couples still SMS

videoUpss…..

Wuyung

W U Y U N G


wuyung

Kamis, 29 April 2010

Man Jadda Wa Jada




From: syauqi yahya

Man Jadda Wa Jada
"Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil". 

Yang Tua yang Berkarya
Akbar Zainudin
|  23 April 2010  |  05:41





Baru, Virus untuk Membunuh Kanker



From: Dody


Terapi Gen
Baru, Virus untuk Membunuh Kanker
Senin, 26 April 2010 | 09:21 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Virus tak selamanya menjadi momok menakutkan bagi
manusia. Dengan kemajuan di bidang ilmu kedokteran, virus dapat
dimodifikasi untuk membantu mengenali dan menghancurkan sel-sel kanker
pada masa depan.

Kabar baik datang dari para ilmuwan di Universitas Leeds, Inggris.
Kajian dan riset terbaru mereka menemukan bahwa dengan menambahkan
protein ke dalam virus, maka virus dapat "diberdayakan" untuk mengenali
suatu penanda atau unique marker yang akan tampak pada permukaan sel-sel
kanker.

Para ahli mengklaim bahwa virus juga dapat membantu proses terapi gen
pada sel-sel kanker. Sejauh ini, penelitian yang didanai Cancer Research
Inggris telah berjalan di laboratoriun. Namun, para ahli berharap teknik
baru ini dapat segara diaplikasikan dalam uji klinis.

Menjanjikan
Dalam risetnya, peneliti menemukan bahwa ketika virus berhasil mengenali
dan menyusup ke dalam sel kanker, makhluk hidup ini juga dapat
"mengirimkan" gen untuk memengaruhi sel-sel ganas ini. Gen-gen ini dapat
membuat kanker menjadi sensitif terhadap obat.

Dengan kata lain, gen-gen "bunuh diri" ini dapat disusupkan dalam sel
menggantikan gen-gen yang tidak sempurna yang menjadi penyebab
berkembangnya kanker dalam tubuh. Proses mengintroduksi atau menyusupkan
gen, atau dikenal dengan istilah terapi gen, sebenarnya bukan hal baru
dalam kedokteran.

"Terapi gen tidak begitu dikenal dalam beberapa tahun terakhir. Ini
bukanlah suatu indikasi bahwa terapi ini tidak berhasil, tetapi hanya
karena kami belum dapat menemukan cara terbaik untuk menggunakannya,"
kata pemimpin riset Dr John Chester yang memublikasikan temuannya dalam
jurnal kesehatan, Gene Therapy.

Saat ini para ahli di Universitas Leeds tengah menguji cobanya pada
sel-sel kanker kandung kemih di laboratorium. Pada masa mendatang, para
ahli meyakini, teknik baru ini dapat diaplikasikan untuk jenis kanker lain.

--


6 pertanyaan untuk direnungkan








Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..
Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. ..
Pertama...
"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab.... "orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya" ..
Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar...
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian".. ..
Sebab kematian adalah PASTI adanya....
Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua...
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab... "negara Cina", "bulan", "matahari", dan "bintang-bintang" ...
Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar...
Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"...
Siapa pun kita... bagaimana pun kita...dan betapa kayanya kita... tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu...
Sebab itu kita harus menjaga hari ini... dan hari-hari yang akan datang..
Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga...
"Apa yang paling besar di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab "gunung", "bumi", dan "matahari".. ..
Semua jawaban itu benar kata Sang Guru ...
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu"...
Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...
Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi ...
Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini...
jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)...
Pertanyaan keempat adalah...
"Apa yang paling berat di dunia ini...???"
Di antara muridnya ada yang menjawab... "baja", "besi", dan "gajah"...
"Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru ..
tapi yang paling berat adalah "memegang amanat"...
Pertanyaan yang kelima adalah...
"Apa yang paling ringan di dunia ini...???"
Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan"
..."Semua itu benar...", kata Sang Guru...
tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"...
Lalu pertanyaan keenam adalah...
"Apakah yang paling tajam di dunia ini...???"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak... "PEDANG...!! !"
"(hampir) Benar...", kata Sang Guru
tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia"...
Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati...
dan melukai perasaan saudaranya sendiri...
 
 
Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN...
senantiasa belajar dari MASA LALU...
dan tidak memperturutkan NAFSU...???
Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAT sekecil apapun...
dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH....
serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...???

Indahnya berprasangka baik







INDAHNYA BERPRASANGKA BAIK  Dua laki-laki bersaudara bekerja di sebuah pabrik kecap dan sama-sama  belajar agama islam untuk sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. Mereka berjalan kaki mengaji kerumah gurunya yang jaraknya sekitar 10 KM dari rumah peninggalan orangtua mereka.   Suatu ketika sang kakak berdo'a memohon rezeki untuk membeli sebuah Mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia  miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja.  Lalu sang kakak berdo'a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak  bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik perangai.  Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo'a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain dengan itikad supaya  bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do'anya itu.  Sementara itu sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati  bersama dengan Kakaknya. Namun karena kakaknya seringkali sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, dan sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka.  Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya  dengan perjalanan hidup adiknya, dan dia teringat adiknya selalu membaca selembar kertas apabila dia berdo'a menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk  berdo'a. lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo'a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do'a-do'anya  tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla.  Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.   Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya  sehubungan do'anya takpernah terkabul.  Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya  yang berisi  tulisan do'a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do'a untuk guru mereka, do'a selamat dan ada kalimah di akhir do'anya:  "Yaa, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu,   Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do'a kakak ku, bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat, "   Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya, tak dinyana ternyata adiknya tak pernah satukalipun berdo'a untuk memenuhi nafsu duniawinya.  Sumber : tIdak diketahui

“Brain-Based Teaching”: The Learning Revolution Part 6













From: hernowo hasim

"Brain-Based Teaching": The Learning Revolution Part 6
Oleh Hernowo



Judul buku Brain-Based Teaching bukan judul asli. Ini judul buku terjemahan dalam bahasa Indonesia. Judul aslinya berbunyi, Teaching to the Brain's Natural Learning Systems. Buku ini ditulis oleh Barbara K. Given—Direktur Pusat Riset Pembelajaran Remaja, Lembaga Kajian Lanjut Krasnow, dan professor di Sekolah Tinggi Pendidikan, Universitas George Mason di Faifax, Virginia. Sebelum menulis buku ini, Given sudah menulis beberapa artikel tentang hubungan riset otak dan pendidikan. Buku lain yang ditulisnya adalah Learning Style: A Guide for Teachers and Parents.

Brain-Based Teaching ingin memaparkan sistem pembelajaran alamiah otak yang melibatkan lima komponen penting. Kelima komponen penting ini akan berfungsi secara komplementer ketika otak sedang melakukan kegiatan belajar. Apa kelima komponen penting itu? Pertama, dinamakan "otak emosional". Kedua, "otak sosial". Ketiga, "otak kognitif". Keempat, "otak kinestetis/taktil". Dan kelima, "otak reflektif". Sesungguhnya, buku ini terkait dengan bagaimana otak merespons sebuah pembelajaran. Namun dikarenakan dalam buku ini Given menekankan pentingnya setiap kurikulum disesuaikan dengan bekerjanya sistem alamiah otak tersebut, jadi akan sangat bagus jika para gurulah yang pertama kali mengadopsi dan memasukkannya ke dalam kurikulum pembelajaran yang digelutinya.




Edisi bahasa Indonesia Brain-Based Teaching diberi pengantar seorang ahli otak asal Indonesia, Dr. Taufiq Pasiak. Judul pengantarnya cukup menarik: "Belajar Memakai Otak". Dr. Taufiq mencoba memaparkan sebuah "sirkuit otak" yang ada di setiap kepala manusia yang ditinjau dari kacamata seorang ahli otak. Sehingga, ketika selesai menjelaskan apa itu "sirkuit otak", Dr. Taufiq menulis, "Apa yang diuraikan oleh Barbara Given adalah sebuah upaya lebih menyederhanakan cerita otak itu. Barbara Given memang bukan pemula dalam menerjemahkan riset-riset otak ke dalam sebuah praksis pendidikan."

Menurut Dr. Taufiq, sebelum Barbara Given, sudah banyak para tokoh yang punya perhatian di bidang pendidikan berusaha memanfaatkan riset otak untuk mengefektifkan kegiatan pendidikan. Dia menyebut, misalnya, Ned Hermann yang terkenal dengan konsep Hemispheric Dominance. Lalu ada Tony Buzan dengan Mind Mapping, Edward de Bono dengan Berpikir Lateral, Bobbi Deporter dengan Quantum Learning, Geil Browning dengan Emergenetics, Daniel Goleman dengan Emotional Intellkigence, Danah Zohar dan Ian Marshall dengan Spiritual Intelligence, Pierce Howard dengan The Big Vive, dan Howard Gardner dengan Multiple Intelligences-nya.

"Penggunaan riset-riset otak dalam dunia pendidikan wajib dilakukan," tulis Dr. Taufiq. "Bukan saja karena pendidikan mensyaratkan adanya otak (betapa sulitnya mendidik orang yang tak berotak atau otak nirnormal), tetapi juga karena pendidikan memiliki tujuan mengoptimalkan penggunaan otak. Tidak saja untuk mengasah aspek rasional-kognitif, tetapi juga emosi, fisik, dan spiritual. Otak yang optimal adalah otak yang semua potensinya teroptimalkan dengan baik."

Karya lain Barbara Given


Nah, kelima konponen otak yang bekerja secara alamiah ketika pemiliknya melakukan kegiatan belajar itulah yang ingin dioptimalkan oleh Goven lewat Brain-Based Teaching. "Otak emosional", misalnya, perlu disentuh terlebih dahulu karena ialah yang akan membangkitkan hasrat belajar. Jadi, sebaiknya, seorang guru tidak langsung menjejali materi pelajaran kepada anak didik, tetapi menunjukkan manfaat materi itu kepada "otak emosional" agar hasrat belajar anak didik meningkat. Lalu, "otak sosial" juga penting diperhatikan karena ia berperan membangun visi untuk melihat apa yang mungkin dari pelbagai materi yang akan, sedang, dan telah diajarkan. Jadi, pengajaran perlu tidak hanya berputar-putar pada soal kekininian tetapi juga dikaitkan dengan sesuatu yang akan terjadi jauh ke depan.

Sementara itu, "otak kognitif" dapat juga dimanfaatkan untuk menumbuhkan niat karena otak ini sangat berhubungan dengan pengetahuan dan kecakapan. Hanya dengan kepemilikan pengetahuan yang luas dan juga kecakapan yang tinggi dalam menangani suatu permasalahanlah, seseorang akan terbangkitkan kemauannya untuk terus menimngkatkan dirinya. Otak keempat yang disbeut "otak taktil" berfungsi untuk mendorong tindakan dalam upaya anak didik mengubah mimpi menjadi kenyataan. Dan "otak reflektif" adalah otak yang dapat digunakan untuk berpikir dalam tingkat yang sangat tinggi yang, ujung-ujungnya, akan membuahkan wisdom.

Asyikkan jika sebuah kegiatan belajar-mengajar di sekolah dapat melibatkan kelima jenis otak sebagaimana ditunjukkan oleh Barbara Given? Sudahkah kita menyadari tentang keberadaan kelima jenis otak versi Given tersebut?[]

--


God Will Ask


















8 Kiat Menghindari Kegemukan






8 Kiat Menghindari Kegemukan
1. Jangan makanan yang digoreng
Masaklah mi dalam air, jangan digoreng. Begitu juga dengan nasi. Sajikan nasi yang ditanak/dikukus, jangan yang digoreng. Memilih daging juga lebih baik yang dipanggang.

2. Kunyah perlahan
Kunyahlah makanan secara perlahan-lahan dan cobalah menikmati makanan sewaktu berada dalam mulut. Dengan demikian akan menyebabkan lambung cepat kenyang dan membantu mencegah makan terlalu banyak. Nasihat lama yang masih boleh diikuti, kunyahlah makanan setidaknya 32 kali sebelum menelannya.

3. Ambil sedikit
Ambillah makanan pertama sedikit mungkin ke dalam piring Anda. Tambah sedikit demi sedikit bila masih lapar. Cara ini dilakukan agar Anda tidak merasa terpaksa harus menghabiskan makanan yang sudah berada di piring.

4. Tinggalkan meja setelah selesai
Diimbau untuk segera meninggalkan meja makan setelah selesai dan jangan dilanjutkan dengan mengobrol. Ini dilakukan untuk menghindarkan diri dari iseng atau keinginan ngemil dan mengambil makanan dari sana-sini sehingga tak terasa perut menjadi terlalu kenyang.

5. Hindari kadar gula dan lemak tinggi
Hindari makanan berkadar gula dan lemak tinggi seperti cake cokelat, kue-kue (pastries), lemak hewan, mentega, fullcream milk, jeroan, dan lain-lain.

6. Konsumsi banyak buah
Mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan karbohidrat dapat menjaga jumlah kalori yang masuk agar sesuai dengan kebutuhan.

7. Waspadai minuman bersoda
Anak-anak yang mengonsumsi minuman ringan bergula berisiko tinggi mengalami kegemukan. Laporan para peneliti Amerika yang diterbitkan oleh The British Medical Journal The Lancet, remaja AS perlu segera mengurangi minuman bersoda dan junk food yang berisiko mengganggu kesehatan. "Kami menemukan selalu ada minuman ringan di setiap hidangan tambahan, dan risiko kegemukan meningkat kira-kira 50 persen," kata Ludwig.

8. Kurangi menonton televisi
"Kegemukan pada anak-anak diakibatkan oleh banyak faktor. Tidak ditekankan hanya pada satu faktor, yaitu minuman ringan dan masalah gizi, melainkan juga kebiasaan seperti menonton televisi,"ungkap Ludwig. Membanjirnya acara di televisi, termasuk film-film kartun dan telenovela, membuat anak-anak dan ibu rumah tangga semakin lama duduk di depan televisi sambil ngemil. Keadaan demikian mendorong tubuh kurang gerak dan mudah menjadi gemuk. Dari 4.771 wanita yang diteliti di Singapura, mereka yang menonton televisi tiga sampai empat jam sehari berpeluang dua kali lipat menjadi gemuk dibanding kelompok yang jarang menonton televisi. --


Pentingnya Kalsium Pada Osteoporosis





Weekly Newsletter - April 2010
 

Pentingnya Kalsium Pada Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit rapuh tulang diatas usia 50 tahun yang ditandai dengan bekurangnya densitas tulang.

 

Sebenarnya baik pada laki-laki maupun pada wanita sudah merupakan kodrat bahwa suatu saat jaringan masa tulang akan menyusut. Hanya, penyusutan pada wanita lebih banyak daripada laki-laki, karena tulang wanita sangat dipengaruhi oleh hormon estrogen. Pada wanita, penyusutan terjadi 3% pertahun dan akan berlangsung terus hingga 5-10 tahun setelah menopause. Seumur hidup, wanita akan mengalami penyusutan masa tulang sekitar 40-50%, sedangkan pada laki–laki masa tulang hanya akan mengalami penyusutan sekitar 20-30%.

 

Pemberian Kalsium dapat mencegah terjadinya osteoporosis, meskipun pendapat ini masih menjadi pertentangan di banyak kalangan. Memang dengan pemberian


Baca Selengkapnya >>

   
Hubungi Kami | Klikdokter Website



TERTIMPA TANGGA



-------- Original Message --------
Subject: TERTIMPA TANGGA
Date: Thu, 29 Apr 2010 06:24:08 +0700
From: Soni Magelang <hampala234@gmail.com>
Reply-To: hampala234@yahoo.co.id
To: undisclosed-recipients:;


Biarlah engkau jatuh dan tertimpa tangga pula.Biarlah lecet-lecet bekas jatuh itu mengering dengan sendirinya,bila ingin cepat sembuh maka obatilah. Jangan biarkan sakit itu terus berada dalam dirimu karena sakit akan membuatmu merana.Layangkan dirimu terbang menghapus dendam dan sakit hati,masih ada sahabatmu lainnya yg mampu menjadi pelipur laramu. Pejamkan matamu,dan buka kembali,maka engkau lihat seribu orang yang masih menyayangimu.

Jangan Biarkan Dirimu Hancur

Suatu ketika, ada seorang sahabat memulai ceramahnya dengan mengeluarkan sepuluh lembar uang seratus ribu yang baru. Kemudian dia bertanya "Siapa di antara kamu yang mau uang ini, jika diberikan ikhlas padamu?" Langsung saja yang mengangkat tangan banyak sekali.

Katanya lagi " Ya, ini akan saya berikan, tapi sebelumnya biar saya melakukan hal ini". Sahabat tersebut meremas seluruh uang kertas seratus ribu itu , menjadi gulungan kecil yang kumal.

Kemudian dia buka lagi ke bentuk semula : sepuluh lembar seratus ribu, tapi sudah kumal sekali. Lalu dia bertanya " Siapa yang masih mau uang ini?" Tetap saja banyak yang angkat tangan, sebanyak yang tadi.

"Oke, akan saya kasih, tapi biarkan saya melakukan hal ini". Dia menjatuhkan lembaran uang itu ke lantai, terus diinjak-injak pakai sepatunya yang habis berjalan di tanah becek sampai nggak karuan bentuknya. Dia tanya lagi "Siapa yang masih mau?" Tangan-tangan masih saja terangkat. Masih sebanyak tadi.

"Nah, sahabatku, sebenarnya aku dan kau sudah mengambil satu nilai yang sangat berharga dari peristiwa tadi. Kita semua masih mau uang ini walau bentuknya sudah nggak karuan lagi. Sudah jelek, kotor, kumal... tapi nilainya nggak berkurang: tetap satu juta rupiah."

"Sama seperti kita. Walau kau tengah jatuh, tertimpa tangga pula... tengah sakit, tengah hancur pula, atau kau gagal, nggak berdaya, terhimpit, dan merasa terhina, kecewa dan terkhianati, atau dalam keadaan apapun, kau tetap nggak kehilangan nilaimu... karena kau begitu berharga. Jangan biarkan kekecewaan, perasaan, ketakutan, sakit hati, menghancurkan kamu, harapanmu, atau cita-citamu. "

"Kamu akan selalu tetap berharga, bagi dirimu, bagi diriku, bagi sahabatmu, bagi sahabat yang lain dan kau tetap sama dimata Tuhanmu. Dia, Tuhanmu, akan berlari mendekatimu, jika kau berjalan menuju-Nya. Aku pun sahabatmu akan melakukan hal yang sama, karena fithrah setiap diri kita akan mulia jika mencoba mendekati sifat2 Tuhan kita. Disanalah nilai dirimu berada."

sumber : catatan kawan di pesbuk ..

Burung Merpati dan Melati


Pada suatu hari,hiduplah seekor burung merpati jantan yang hidup di sangkar dekat ranting pohon akasia di Taman Kota. Hari-hari indah selalui di laluinya, mengapa demikian? Karena ia selalu ditemani oleh setangkai bunga melati di bawah sangkarnya. Entah mengapa, burung merpati sangat mencintai bunga melati itu,namun,sang melati malah sebaliknya,ia benci dan iri terhadap burung merpati yang selalu terbang bebas kemanapun ia pergi, dan melati, ia selalu dianggap tidak menarik dengan warna bunga yang biasa ini. Sore hari, Sang Merpati melihat Melati sedih sendiri di tengah rerumputan yang tak bisa diajak berteman. Merpati pun mendaratkan tubuhnya di salah satu pagar taman yang melindungi bunga melati itu.

“Hei melati yang indah,kenapa kau bersedih ?” Tanya Sang Merpati.
“Apa? indah? untuk apa kau datang kemari? Jangan sok peduli” Bukannya membalas dengan baik, Melati malah memarahi Sang Merpati.
“Iya,kau memang indah, kau selalu terlihat mempesona dimataku, aku memang peduli terhadapmu, taukah kamu? bahwa aku selalu memperhatikanmu setiap saat setelah mencari makan, dan taukah kamu? bahwa yang selalu menyirammu dengan air hangat di tengah malam yang dingin itu aku, aku yang selalu membasahi bulu-bulu ku di bukit dekat pemandian air panas itu dan membawanya kesini dan ku berikan padamu disaat kau terlelap kedinginan,dan taukah kamu? bahwa aku sangat sangat mencintaimu” Kata Merpati . 
“Oh ... makasih,jadi,apakah aku harus berbalas budi padamu? aku ini tidak seperti dirimu,yang bisa terbang bebas ke sana kemari, aku .. aku hanya disini sendiri, ditemani rerumputan ini yang tidak ingin berbicara denganku, aku yang memiliki warna yang tidak memikat ! aku kesepian selama ini !!” Melati pun menitikkan air mata, “Apa ?? kau mencintaiku? bohong!” marah si Melati tak percaya dengan kata-kata sang Merpati . 

“Iya ! aku sangat mencintaimu ! aku akan lakukan apa saja yang kau inginkan !” Kata Sang Merpati.
“OK ! buktikan itu ! aku ingin kau dapat merubahku menjadi merah dalam jangka waktu 2 hari !” Pinta sang Melati. “OK ! akan ku lakukan itu,berikan aku waktu”Kata Sang Merpati dan ia segera terbang ke ranting pohon dekat sangkarnya.

Selama 2 hari itu, merpati selalu memikirkan bagaimana cara merubah melati putih menjadi merah, ia selalu memikirkan nya . 2 hari kemudian, datanglah merpati ke pagar dekat melati. Melati sedang terlelap di subuh hari itu.
Merpati belum menemukan cara bagaimana membuat melati putih menjadi merah. Setelah beberapa saat ia memandangi melati, terlintaslah cara untuk merubah melati putih menjadi merah. Merpati terbang ke tepi jalan,dilihatnya lampu jalan yang terlak di sudut kota, ia segera memecahkan bohlam lampu dengan kepalanya sehingga bohlam jatuh dan pecah. Diambilnya pecahan bohlam yang terbesar dan dibawanya ke Taman. Taman masih terlihat sepi. Merpatipun terbang ke atas Sang Melati, di pegangnya pecahan kaca yang terletak di sayap kanannya, dalam keadaan terbang di atas, Merpati mulai menggoreskan pecahan bohlam itu ke sayap kirinya, setelah beberapa waktu, darah menetes ke melati putih itu, dan keajaiban terjadi, melati yang semula putih itu berubah menjadi kemerah merahan, ternyata mahkota yang menyerap darah yang penuh cinta itu. Merpati tersenyum bahagia, di potongnya lagi sayap kirinya sampai putus dan jatuh kebawah. Merpatipun terlihat semakin melemah namun tetap tersenyum, kini, merpatipun terbang dengan satu sayap saja,walau sulit untuk di percaya, merpati masih dapat terbang dengan satu sayap saja. Demi membahagiakan melati putih kesayangannya, merpati rela menggigit sayap kanannya dengan mulutnya, hingga keluarnya tetes tetes darah merpati, darah semakin deras menetes ke melati.

Kini, melati itu benar-benar merah. Merah yang bukan merah biasa, merah yang sangaaaaat merah sekali.
Kini, melati terlihat memikat hati. Namun, merpati tersenyum, jatuh, dan melemah.
Terlihat merpati mengatakan sesuatu terhadap rerumputan itu. Waktu menunjukkan pukul 6:30, matahari terbit di timur sana, melati putih yang kini menjadi merah pun terbangun. Ia kaget, ia melihat merpati jatuh dengan 1 sayap yang terpisah dari tubuhnya, dan satu sayap terkoyak dan masih melekat ditubuh sang merpati. Entah mengapa, melati pun menangis.

“Melati-melati, sekarang lihatlah, merpati telah membuktikannya, kini kau telihat anggun dengan warna merah yang sangaaaaat merah! Ia tadi bilang: Bilang pada melati, bahwa aku mencintainya, aku rela melakukan apapun untuknya, walaupun itu tidak dapat membuatku bahagia lagi. Kini, aku tidak memiliki sayap yang dapat berfungsi lagi, cinta itu tidak memandang perbedaan, aku sangat mencintai melati, dan bilanglah, maaf, aku tidak dapat melindungimu lagi di tengah malam yang dingin dengan meneteskan air panas. Kini, ia pasti akan memikat hati pengunjung taman ini, ia pasti akan hidup bahagia tanpa diriku, aku sungguh bahagia bila melihatnya bahagia, lihatlah rumput! melati anggun bukan dengan warna merah darahku? aku rela mati untuknya, dan bilang padanya .. aku sangat mencintainya.. dan ntah mengapa.. merpati tidur dan tidak terbangun lagi !” Kata rerumputan menyampaikan pesan dari detik-detik terakhir kehidupan merpati. 

Melati sekali lagi meneteskan air mata tanda kesedihan, ia kini menyesal.
“Kenapa aku selalu tidak mempercayai kata-kataa merpati ?? kenapa ??? aku sungguh menyesal !! oh tuhan !! buatlah merpati kembali bahagia !! ku inginkan ia bahagia !! “
Melati teriak menangis. Namun, itu telah terlambat, sekarang ia tak dapat lagi melihat merpati, dan ternyata..sebenarnya... melati juga mencintai merpati, namun ia tak ingin mengakuinya.

Seorang wanita cantik datang menghampiri melati.
“Hei sayang ! lihatlah ! melati ini sungguh anggun,dan ia... merah ! sungguh merah !” Kata wanita itu dengan lelaki di sampingnya. Lelaki itu memetik melati,dan memberikan kepada wanita itu.
“Ini,kamu rawat ya?” Kata lelaki itu sambil tersenyum.
“OK say !”Jawab sang wanita. Merekapun meninggali taman.

“Merpati, sungguh ku takpercaya, kata-kata mu membuatku percaya apa arti cinta, kini..aku mungkin dapat hidup bahagia dengan wanita ini...ku harapkan engkau dapat hidup di surga sana dengan bahagia, dan makasih atas darahmu .. dan ... i love you” Kata melati dalam benaknya .


---

Rabu, 28 April 2010

Karena Cinta Tidak Selalu Harus Berwujud Bunga




Hi rekan2 semua,
Ini tulisan dr rekan lain yg bagus utk direnungkan...



Karena Cinta Tidak Selalu Harus Berwujud Bunga
 
Suami saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang
alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya,
ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.
Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan,
saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya
mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta
berperasaan halus.
Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan
permen.
Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.
Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang.
Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam
pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang
ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya,
bahwa saya menginginkan perceraian.

"Mengapa?", tanya suami saya dengan terkejut.
"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan,"
jawab saya..
Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya,
tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat
mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?
Dan akhirnya suami saya bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk
merubah pikiran kamu?"
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,"Saya punya
pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya,
saya akan merubah pikiran saya :
"Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yg ada di tebing gunung.
Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati.
Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?"
Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok."
Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar
kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu
hangat yang bertuliskan ......
"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya
untuk menjelaskan alasannya."
Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya.
Saya melanjutkan untuk membacanya.
"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baik kamu' datang setiap
bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu
yang pegal.."
"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'..
Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau
meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."
"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku,
dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya
agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku
kamu dan mencabuti uban kamu."
"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai,
menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna
bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu."
"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing
gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata
kamu mengalir.
"Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari
saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan
tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa
menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat
membahagiakan kamu."
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur,
tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.
"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya.
Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk
tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang
sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."
"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk
untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan mempersulit
hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia."
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu
dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan
saya..
Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari
dia mencintai saya.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang
dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta
dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir
dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan
kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.
Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga". Tetapi kasih sayang yg
tulus

Waspada Pakaian Dalam Ketat







Weekly Newsletter   •   Edisi 95, April 2010 www.klikdokter.com


Topik Utama

Waspada Pakaian Dalam Ketat

Pakaian dalam memiliki fungsi yang tak kalah penting dengan pakaian luar. Selayaknya memiliki fungsi seperti pakaian luar yaitu sebagai pelindung kulit tubuh dari lingkungan luar yang kotor, penggunaan pakaian dalam juga ditujukan demi kenyamanan dan kesehatan pemakainya.

Untuk menunjang fungsi tersebut, perhatikan pemilihan jenis bahan dan ukuran pakaian dalam. Jenis bahan yang tidak menyerap keringat ataupun ukuran pakaian dalam yang sangat ketat dapat mengganggu kesehatan.
Baca Selengkapnya »



Profil Tokoh Kesehatan

Dr. dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, Sp.KK(K)



Lembut, ramah dan karismatik hanyalah tiga dari banyak kata positif yang dapat diutarakan untuk menggambarkan dokter spesialis kulit dan kelamin satu ini. Meski dengan aktivitas yang cukup padat, mulai dari praktik,
Baca Selengkapnya »




Opini Anda



Masihkah pornografi memberikan manfaat kepada kehidupan bermasyarakat?




Tips Hidup Sehat

Pemeriksaan Payudara Sendiri



Kanker payudara dapat menyerang siapa saja tidak pandang usia dan golongan, wanita bahkan pria. Kanker payudara menduduki peringkat kedua setelah kanker leher rahim di
Baca Selengkapnya »





Topik Kesehatan

Zat Gizi Utama Yang Baik



Zat gizi utama yang dibutuhkan oleh tubuh adalah protein, karbohidrat, dan lemak. Zat-zat gizi tersebut terutama dibutuhkan untuk metabolisme, membangun dan memperbaiki sel-
Baca Selengkapnya »




Hubungi Kami  |  Klikdokter Website



Menjadi Guru yang Bercahaya?: The Learning Revolution Part 12





From: hernowo hasim


Menjadi Guru yang Bercahaya?: The Learning Revolution Part 12
Oleh Hernowo



Jangan salah membaca judul catatan saya ini ya? Karena huruf "b" dan "c" amat dekat letaknya , dan siapa tahu "c" tampak seperti "b", ujung-ujungnya, bisa jadi, "c" dalam kata BERCAHAYA tergantikan oleh "b". Berabe kan? He-he-he…. Tak ada seorang manusia pun yang ingin menjadi guru yang berbahaya bagi murid-muridnya.

Entah kenapa saya suka sekali dengan metafor cahaya. Mungkin gara-gara dahulu pernah menikmati pembacaan ayat-ayat suci yang dilantunkan Cak Nun—sapaan akrab budayawan Emha Ainun Nadjib—di Pesantren Zaituna, Bantul, Yogya, miliknya. Waktu itu Cak Nun melantunkan ayat-ayat Al-Quran di Surah An-Nur—khususnya ayat ke-35. Dan sepengetahuan saya, Cak Nun sendiri pernah menciptakan puisi-indah berjudul—kalau tak salah ingat—"Cahaya Maha Cahaya". Suaranya yang berat begitu berwibawa di tengah keheningan yang syahdu. Saya terpesona!



Atau mungkin juga saya menyukai metafor cahaya ini gara-gara pengalaman dan ucapan Imam Syafi'i yang saya abadikan di halaman 58 buku catatan haji saya, Terapi Hati di Tanah Suci: "Diriwayatkan bahwa Imam Syafi'i berkata, 'Aku mengadukan perihal keburukan hafalanku kepada guruku, yang bernama Imam Waki' bin Jarrah. Guruku lalu berwasiat agar aku menjauhi maksiat dan dosa. Guruku juga berkata, "Muridku, ketahuilah bahwa ilmu itu adalah cahaya (nur). Dan cahaya Allah (nurullah) tidak akan diberikan kepada orang-orang yang suka berbuat maksiat."'" Kata-kata guru Imam Syafi'i itu membekas sangat dalam di dalam diri saya hingga kini.

Atau mungkin juga—sebagaimana pernah saya sampaikan dalam catatan saya sebelum ini—dikarenakan buku Quantum Learning dan, tentu saja, Quantum Teaching. Dalam buku Quantum Teaching, saya menemukan endorsement menarik yang berasal dari salah seorang penggagas lahirnya buku sangat unik dan menarik Chicken Soup for the Soul, Jack Canfield. Dia berkata tentang Quantum Teaching, "Untuk guru-guru yang telah kehilangan idealisme, gairah, cinta mengajar yang pernah mereka miliki, saya menganjurkan untuk membaca Quantum Teaching. Buku ini akan mengobarkan kembali api dalam diri Anda—juga diri siswa Anda."



Perhatikan kata "api" dalam deretan kata-kata Canfield itu. "Api" di sini mungkin dapat dipadankan dengan semangat dan gairah baik ketika seseorang sedang mengajar maupun belajar. Atau, "api" juga dapat dipadankan dengan "cahaya"—tentu, cahaya yang terang benderang dan berkobar-kobar membara. Ketika saya membaca Quantum Teaching, saya merasakan sekali kebenaran kata-kata Canfield. Dalam setiap bab, saya tentu diajak untuk menciptakan terlebih dahulu di benak saya sesuatu yang "wah" karena bab-bab dalam Quantum Teaching senantiasa diawali dengan kata, "Bayangkanlah....." Bagi saya, trik ini sangatlah menarik karena pikiran saya lantas mengimajinasikan sesuatu yang hebat dan berkesan di dalam sebuah kegiatan belajar-mengajar.

Sekarang, coba Anda bayangkan apa jadinya jika Anda berkali-kali mengimajinasikan menjadi guru yang bercahaya—jangan keliru "berbahaya" lho? Dan guru yang saya maksud di sini bukan hanya guru yang mengajar di sebuah kelas di sekolah. Guru di sini saya artikan secara cukup luas—ya pendidik, ya orangtua, ya Anda sendiri yang mengajari diri Anda, atau siapa saja ketika Anda menjadi bos di sebuah perusahaan, menjadi pemimpin di suatu organisasi, menjadi seorang tokoh panutan di dalam komunitas sosial, menjadi pembimbing dalam sebuah konseling, dan menjadi pemberi materi tentang apa saja. Sekali lagi, coba bayangkanlah seperti apa sesunggunya menjadi gurus yang bercahaya menurut Anda?



Menurut Quantum Teaching, guru yang bercahaya bagaikan pemimpin orkestra yang andal dan berwibawa. Anda bagaikan seorang konduktor simfoni yang piawai dalam mengahasilkan nada-nada terbaik dari setiap musisi, dari setiap instrumen, dan bahkan dari ruang konser. Anda juga piawai menggubah kesuksesan—semua instrumen (murid) berhasil mencuatkan potensi-uniknya. Anda juga sangat peka dalam memperhitungkan segala sesuatu yang ada di dalam kelas (ruangan) Anda—setiap kata, pikiran, tindakan, asosiasi , dan individu. Semua itu Anda sinergikan secara apik dengan lingkungan dan rancangan kurkulum. Dan, akhirnya, Anda berhasil menyajikan (mempresentasikan) semua materi Anda secara sangat profesional.

Sudahkah Anda menjadi guru yang bercahaya? Jika belum, berhasilkah Anda membayangkan sesosok guru yang bercahaya di dalam benak Anda?[]

--


Fiuuuhhh...Fanassss......














Fiuuuhhh....Fanassss..................









Sarjana Cum Laude Jadi Tukang Pel




From: hernawan widjajanto



Selasa, 27/04/2010 18:23 WIB

LPMP Riau Minta Jack Lord Sabar
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews

Foto: Chaidir / detikcom
Pekanbaru - Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Riau mengakui Jack Lord hanya bekerja sebagai tukang sapu dan pel. Namun, LPMP meminta sarjana cum laude yang menjadi PNS golongan III A ini untuk bersabar, sebelum ada penempatan baru.

"Memang benar Jack sebagai tukang sapu. Tapi masalah ini sudah menjadi perhatian kita. Cuma dia memang harus bersabar," kata Kabag Umum LPMP Riau, Sumide Hendri saat ditemui detikcom di ruang kerjanya, di LPMP Riau, Pekanbaru, Selasa (27/04/2010).

Kepada detikcom, Sumide menyebut, pihaknya akan berencana menyerahkan urusan cleaning service ini ke pihak swasta. Hanya saja, dia tidak berani menyebut kapan hal itu dilaksanakan.

"Kita sudah merancang agar cleaning service diserahkan kepada pihak swasta. Tapi kapan waktunya kami belum tahu. Hanya baru rencana saja," kata Sumide.

Jack Lord sudah menjadi PNS selama 8 tahun. Awalnya, Jack Lord mendaftar PNS dengan ijazah SMA pada 2002. Pada 2003 dia meraih gelar S1. Pada 2008, dia berhasil memperjuangkan karirnya lewat penyetaraan ijazah dan naik menjadi PNS golongan III A. Namun tetap saja, pekerjaanya menyapu dan mengepel lantai di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Riau.

(cha/fay)


Negara Istimewakan Fasilitas Penjara Khusus Koruptor





From: hernawan widjajanto




Selasa, 27 April 2010 18:47 WIB
Foto : MI/Susanto

JAKARTA--MI: Direktur Jenderal Pemasyarakatan Untung Sugiyono mengatakan perbedaan dan kekhususan fasilitas yang diterima oleh para koruptor adalah wajar. Mereka dianggap lebih dari rakyat biasa, sehingga perlakuannya pun harus berbeda.

"seorang narapidana itu kan punya kebutuhan yang beda-beda. Apalagi koruptor, banyak pertimbangan," ujarnya di sela-sela pembukaan dan pengoperasian Blok Khusus Koruptor di Rutan klas I Cipinang, Jakarta, Selasa (27/4).

Dikatakannya kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan fisik, psikologis, intelejensi dan keamanan. Koruptor dianggap memiliki kelebihan dari sisi-sisi tersebut.

"kebutuhan fisik karena tua, biasanya kan sudah di atas 50 tahun. Makanya juga kenapa klosetnya kloset duduk. Kebutuhan psikologis, sudah biasa hidup dilayani, tidak biasa hidup sendiri. Ini pertimbangan-pertimbangan bagaimana kita memperlakukan mereka," jelasnya.

Perlakuan yang berbeda, lanjut Untung, lebih kepada melindungi keamanan koruptor. Karenanya, imbuhnya, koruptor tak bisa disatukan dengan tahanan biasa.

"Koruptor perlu dilindungi dari gangguan kebutuhan tersebut. Dari sisi keamanan, perlu diperhatikan juga, kalau mereka disatukan dengan penjahat biasa, nanti mereka bakal dipukulin, apalagi mereka kan punya harta. Ini membuat keamanan mereka rentan, dimintain sama napi lain," kilahnya.

Menurut Untung, pembedaan tersebut tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasikan dengan penjahat kelas teri lainnya. Menurutnya itu adalah penyesuaian saja dengan tingkat kebituhan para koruptor.

"Ini bukannya mau dibedakan dengan maling ayam, tapi kita kan mencoba memenuhi sesuai kebutuhan," tandasnya.

Purwo Andoko, salah satu perancang Blok Khusus Tipikor mengakui ada sedikit perbedaan rancangan antara Blok Khusus Koruptor dengan blok napi pada umumnya. Blok Khusus Koruptor sengaja didesain lebih sehat.

"volumenya sengaja kami tinggikan, tiap lantai tingginya 4 meter. Jadi setiap narapidana akan mempunyai cadangan udara sebanyak 3 meter kubik. Struktur yang tinggi ini biar tidak pengap, udara cukup dan terhindar penyakit kulit," jelasnya.

Purwo manambahkan, tahanan dan narapidana tipikor memang perlu dipisahkan. Pasalnya percampuran dengan narapidana kriminal lain akan membuat ketergantungan narapidana lain terhadap narapidana tipikor.

Meski demikian, kata Purwo, pihaknya telah berusaha meminimalisir adanya celah penambahan fasilitas mewah. Tapi di sana, napi ataupun tahanan boleh tetap bekerja.

"Teknis agar tidak ada fasilitas mewah kita sudah jaga. Tidak ada stop kontak, listrik tidak dialirkan, air juga sudah diatur. Tapi bagi yang mau, boleh menggunakan tv kecil atau laptop, hanya tenaganya di charge di kantor dulu. Mereka boleh kerja di penjara tapi tidak semena-mena, terbatas. Siapa tahu mungkin bisa berkarya lebih bagus," kilahnya. (*/OL-7)