Jumat, 08 Januari 2010

Nur Muhammad Versi Kitab Wirid Hidayat Jati

From: PGB-SMG [pgbsmg@indo.net.id]
Sent: Wednesday, July 16, 2008 11:04 AM
To: Sudrajat
Subject: Re: ajaran SUBUD - termasuk Kejawen ?
makasih ya pak....
 
btw semoga dibawah ini bisa membantu menjawab pertanyaan pak drajat
 
 
Kata Pendahuluan Tentang Subud
oleh Roseanna Sawrey-Cookson






 official website ; www.subud.org

 Meskipun Subud bersumber pada pengalaman-pengalaman dalam bidang keagamaan,
Subud sendiri bukanlah agama atau ajaran. Subud merupakan pengakuan terhadap
kekuasaan Tuhan, yang meliputi dan menguasai seluruh alam raya, baik yang
kasatmata maupun yang gaib. Subud juga merupakan pengalaman tentang faal
kekuasaan Tuhan di dalam kepribadian manusia. Di dalam Subud sama sekali
tidak terdapat dogma atau pendeta. Tidak terdapat pula penguasa selain Tuhan
Yang Maha Esa.

Berpadanan dengan ajaran semua agama besar, maka para anggota Subud
berkeyakinan bahwa Tuhan tidak dapat tercapai oleh akal-pikiran manusia.
Untuk itu kita hanya perlu berserah diri kepada-Nya dengan sabar, tawakal,
dan ikhlas sambil memasrahkan kehendak pribadi kita kepada kehendak Tuhan.
Subud tidak bersifat ketimur-timuran ataupun kebarat-baratan. Subud adalah
milik umat manusia yang esa dalam menghadap ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa.
Subud juga bukan sesuatu yang baru, karena hal-hal yang dialami di dalam
Subud, yaitu pencurahan kemurahan Tuhan kepada manusia sesuai dengan
kehendak-Nya, sama umurnya dengan sejarah manusia. Namun demikian, ada satu
segi Subud yang boleh dikatakan baru, yaitu kenyataan bahwa baru kali ini
kiranya curahan kemurahan Tuhan dapat diterima dengan semudah seperti
sekarang.




 Sejarah Subud mulai di sekitar tahun 1925, ketika almarhum R. M. Muhammad
Subuh Sumohadiwijoyo secara tak terduga dijamah dengan hebat oleh kekuasaan
Tuhan. Kontak dahsyat ini disusul dengan masa tiga tahun yang ditandai
gejolak luar biasa di dalam jiwanya. Pada akhir masa itu, doanya terkabul
dengan diperolehnya petunjuk bahwa karunia yang telah diterima beliau tidak
hanya untuk dirinya sendiri dan dapat dibagi-bagikan kepada siapa saja yang
berminat. Hanya disyaratkan bahwa anggota tidak boleh dicari-cari. Perlu
menunggu kedatangan para peminat atas prakarsa mereka sendiri. Mula-mula
kontak itu hanya disampaikan kepada anggota keluarga dan tetangga dekat,
tetapi lama kelamaan ternyata ada peminat yang datang dari lain-lain tempat
di Indonesia untuk menerima kontak, dan lambat laun anggota-anggota tertentu
pada gilirannya juga diizinkan menyampaikan kontak kepada para peminat.

 Nama Subud mulai dipakai pada tahun 1947, dan sejak tahun 1956 latihan
kejiwaan Subud mulai menyebar ke hampir seluruh dunia. Karena sama sekali
tidak mencari publisitas, Subud semata-mata menjalar melalui pengenalan dan
keteladanan pribadi. Hanya, setelah terbitnya beberapa buku tentang Subud,
karangan perseorangan, cukup banyak pembaca menemui di dalamnya sesuatu yang
sedang mereka dambakan, secara sadar atau di bawah sadar, sehingga
terbangkitlah hasratnya untuk masuk Subud.

Mulai dari tahun 1957 sampai dengan wafatnya pada tahun 1987, Pak Subuh
(panggilan akrabnya) banyak bepergian ke luar negeri. Mula sekali--lawatan
pertamanya ke luar Indonesia--atas undangan mereka beliau mengunjungi selama
beberapa bulan sekelompok kecil anggota Inggris yang telah menerima kontak
melalui seorang Eropa yang pernah beberapa lama tinggal di Indonesia. Selama
paroan kedua tahun 1957, ratusan orang masuk Subud, banyak di antaranya
warga Afrika, Australia, dan Amerika, serta negeri-negeri lain di Eropa, dan
mereka pun mengundang Bapak Subuh untuk mengunjungi negerinya masing-masing.

Di dalam Subud Bapak Subuh tidak berfungsi sebagai guru atau penguasa,
melainkan sebagai pemimpin kejiwaan yang hanya membimbing para anggota dan
memberi keterangan serta nasihat yang dimintanya. Seluruh ajaran yang
dibutuhkan manusia telah tersedia, tuturnya, dalam agama-agama besar. Subud
tidak bermaksud memisahkan manusia dari agamanya, malah kebalikannya. Subud,
melalui proses pembersihan diri, memungkinkan para anggotanya mengamalkan
ajaran agama masing-masing, karena lambat laun mereka dapat menjadi manusia
sejati sesuai dengan kehendak Tuhan.

Penyampaian kontak Subud tidak memerlukan kehadiran Bapak Subuh pribadi. Di
negeri-negeri tempat didirikan cabang Subud, maka banyak anggota, pria dan
wanita, yang diizinkan mewakili Bapak sebagai Pembantu Pelatih. Para
Pembantu Pelatih belum tentu orang yang telah mencapai derajat rohani yang
tinggi--meskipun, setelah 40 atau 50 tahun melakukan latihan Subud, tentu
ada orang yang telah mencapai perkembangan rohani yang cukup memuaskan.
Pembantu Pelatih dipilih dari para anggota yang pengalaman kejiwaannya
memadai. Sebelum wafatnya, Bapak Subuh sendiri mengangkat semua Pembantu
Pelatih. Sekarang Pembantu Pelatih baru diangkat oleh sekelompok Pembantu
Pelatih dengan nama Dewan Pembantu Pelatih Internasional yang mengabdi
selama periode tertentu. Yang dibenarkan bertindak sebagai Pembantu Pelatih
hanya mereka yang resmi diangkat oleh Bapak Subuh atau Dewan Pembantu
Pelatih Internasional.

Nama Subud tidak mempunyai hubungan langsung dengan nama pribadi Bapak
Subuh. Subud merupakan singkatan tiga kata Sanskerta, yaitu Susila, Budhi,
dan Dharma. Di dalam Subud ketiga kata tersebut ditafsirkan sebagai berikut:
Susila berarti budi pekerti manusia yang baik, sejalan dengan kehendak Tuhan
Yang Maha Esa. Budhi berarti daya kekuatan diri pribadi yang ada pada diri
manusia. Dharma berarti penyerahan, ketawakalan, dan keikhlasan terhadap
 kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Setelah kontak dengan daya atau kekuatan
Tuhan (Budhi) diterimanya, pelatih menyerah kepada bimbingan Tuhan (Dharma),
dan, dengan demikian, dituntun kepada budi pekerti yang utama (Susila).
Bimbingan Tuhan seperti itu dialami baik di dalam latihan kejiwaan maupun di
dalam kehidupan sehari-hari.

Latihan kejiwaannya adalah dasar Subud. Latihan kejiwaan Subud bangkit
dengan sendirinya setelah diterima kontak dengan Kekuasaan Tuhan melalui
seseorang yang telah menerima latihan dan mantap dalam berlatih. Oleh karena
itu, maka latihan kejiwaan Subud sama sekali tidak dapat diajarkan atau
ditiru. Sifatnya niscaya berbeda-beda menurut kebutuhan pelatih
 masing-masing,. Latihan Subud bangkit atas kehendak Tuhan semata-mata,
bukan
atas kehendak atau perbuatan seseorang, ataupun atas pemanfaatan hati dan
akal pikiran manusia. Walaupun demikian, oleh sebab latihan itu hanya
berlangsung selama si pelatih rela menerimanya, maka pelatih mempunyai
wewenang tiap saat untuk menyudahinya proses latihan begitu saja.

 Pembantu Pelatih, sebagai petugas yang berwenang menyampaikan kontak, tidak
melakukan apa-apa untuk membantu orang untuk menerima kontak itu. Pembantu
Pelatih hanya menyerah dan menerima latihannya sendiri sambil menyertai
latihan orang yang datang untuk menerima kontak Subud itu. Dengan sendirinya
terbangkitlah proses yang sama di dalam diri pelatih baru dan, mulai saat
itu, proses itu akan berjalan terus. Setelah diambil keputusan awal untuk
menerima kontak, dan setelah kontak diterima melalui Pembantu Pelatih, maka
pelatih tidak membutuhkan lagi campur tangan hati, akal-pikiran, atau
kehendak pribadinya. Yang dibutuhkan, baik dalam latihan awal maupun dalam
latihan-latihan selanjutnya, ialah kesediaan menyerahkan kehendak pribadinya
kepada kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Latihan kejiwaan Subud dilakukan dua kali seminggu dalam kelompok, dihadiri
Pembantu Pelatih. Pria dan wanita berlatih secara terpisah. Pembantu Pelatih
bertugas mengatur tempo latihan (setengah jam). Tamat beberapa bulan
melakukan latihan, maka seorang anggota baru biasanya akan siap untuk
melakukan satu latihan tambahan tiap minggu seorang diri selama setengah
jam. Bagaimanapun juga para anggota dianjurkan dengan amat sangat agar tidak
melibihi takaran latihan tiga kali seminggu, masing-masing setengah jam.

Pengalaman anggota di dalam latihan beragam-ragam. Latihan tiap orang
bersifat khas, dan ciri latihannya senantiasa berubah-ubah. Pada tingkat
awal, yang menonjol lazimnya suara dan gerak-gerik jasmani. Perwujudan
seperti itu merupakan manifestasi lahir yang normal terhadap jamahan
kekuasaan Tuhan. Hal itu mirip cara alat-alat musik tertentu berbunyi dan
bergetar jika disentuh oleh tangan manusia. Tetapi seringkali sifat lahiriah
yang keras seperti itu akan mereda sedemikian rupa sehingga makin lama makin
lembut dan mendalam.

Latihan kejiwaan Subud merupakan kebaktian sejati kepada Tuhan melalui
penyerahan kita kepada kehendak-Nya, dan faal latihan adalah proses
pembersihan dan perkembangan batin. Banyak unsur di dalam diri kita yang
kotor, baik yang ternoda oleh kesalahan turun-menurun maupun yang ternoda
oleh kesalahan kita pribadi. Banyak hal yang masih perlu diperbaiki, dan
latihan kejiwaan Subud dapat memperbaikinya dengan cara yang di luar
kemampuan kita sendiri. Hanya kekuasaan Tuhan yang dapat merasuk sampai
lubuk jiwa, tempat perbaikan diri perlu dikerjakan. Hanya Tuhan yang tahu
apa yang kita butuhkan. Tidak ada ajaran, tiruan, atau disiplin lahiriah
yang dapat memperbaiki kerusakan di dalam diri kita. Itulah karenanya, maka
di dalam Subud tidak ada manusia yang mengajar sesama manusianya. Hanya
Tuhan sendirilah yang bertindak sebagai guru.

Proses pembersihan diri berlangsung setahap demi setahap sesuai dengan
kebutuhan para pelatih, kemampuannya untuk menerima, dan kerelaanya untuk
berpasrah diri kepada runtunan perubahan yang menandai pengembangan dirinya.
Kekuasaan yang berkarya di dalam latihan tak terhingga tenaganya, namun daya
itu tidak akan memaksa seseorang yang belum rela menyerah. Di dalam latihan,
kita hanya akan maju sebanding dengan tingkat kepasrahan dan penyerahan
kehendak pribadi kita kepada kehendak Tuhan. Proses perbaikan akan mulai
pada tingkat jasmani. Seringkali terjadi pemulihan kesehatan jasmani, tetapi
jalan latihan tidak dapat diramalkan. Yang boleh dikatakan ialah bahwa tiap
orang akan menerima apa yang benar-benar cocok untuk dirinya asalkan dia
sungguh-sungguh dalam menyerah kepada Tuhan dan memasrahkan kehendak
pribadinya kepada kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Cepat-lambannya proses
pembersihan tergantung pada keadaan awal tiap-tiap pelatih dan tidak dapat
dipercepat melalui usaha-usaha apapun dari pihak kita. Kita hanya dapat
menerima apa yang kita terima sambil menjauhi segala sifat larangan Tuhan.
Dengan demikian proses perbaikan yang sedang berlangsung dalam diri kita
tidak akan tersia-sia.

Bagi para anggota pribadi maupun persaudaraan secara menyeluruh, Subud
meliputi kehidupan lahir dan batin. Oleh karena itu, maka selain latihannya,
Subud mempunyai organisasi untuk menangani kepentingannya duniawinya.
Namanya World Subud Association (Asosiasi Subud Sedunia: WSA). Di samping
itu, tiap cabang mempunyai Komite dan Grup Pembantu Pelatih sendiri yang
bekerja sama secara erat menurut rumusan tugas dan kewajibannya
masing-masing. Di negeri-negeri yang sudah mempunyai organisasi nasional,
terdapat Komite Nasional yang bertanggung jawab atas hal-hal yang berskala
nasional. Tanggung jawab pihak Komite meliputi keuangan, pengadaan tempat
untuk latihan, pendermaan, usaha-usaha komersial

regards,
..../dee
 
PT Pancaran Gita Bahari
Semarang Branch
as Agent Sea Consortium PTE LTD
Jl Puri Anjasmoro G1/55 Semarang
Phone : 62-24 7613449,7613450
Fax     : 62-24 7613448
Email  : pgbsmg@indo.net.id
 
The Global Common Carrier
----- Original Message -----
From: Sudrajat
Sent: Wednesday, July 16, 2008 10:11 AM
Subject: ajaran SUBUD - termasuk Kejawen ?

 

 

 

 

Dear mbak Diah,

 

Oke,,…done it.

 

Mana..ajaran leluhur dari SUBUD ?,  apakah termasuk kejawen ?.  Cabang di Indonesia ? , pusatnya  masih di Cilandak Jkt ?

 

 

Thanks/Sudrajat


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.4.7/1545 - Release Date: 7/10/2008 18:43
From: Sudrajat


*Pembahasan tentang Nur Muhammad bisa ditemukan pada kitab Misykatul Anwar
karangan Al Ghazali, Al Ajaibul Qulub karya Al Ghazali, juga pada
ajaran-ajaran Ibn Arabi. Tetapi saya mencoba menulisnya melalui ajaran
Muhammad Subuh Sumohadiwidjojo melalui kitab "Adam And His Children" karena
uraiannya lebih sederhana.*

*Konsep yang mendasari kitab Wirid Hidayat Jati (KWHJ) karangan Raden
Ngabehi Ranggawarsita adalah konsep Manunggaling kawula gusti (kesatuan
manusia dengan Tuhan).**

*

--------

Dear all ….para sahabat arief billah

*Buat mbak Opik , bapak H.Wbharata, bapak H.Medy S*..dan sahabat lainnya
yang sudah pernah menunaikan rukun Islam yang ke 5.., mohon sudilah sedikit
sharing di sini…perihal sedikit pengalaman ruhani di Mekah and madinah..,
terutama tempat tempat tertentu..yang baik , bagus .untuk ber tafakur,
Mikraj atau meditasi. Please.

Ada sahabat..kita..yang belum mau disebutkan namanya..yang akan pergi ke
sana., semoga kita doakan sama sama..bisa menjadi haji Mahbrur…dan selamat
kembali ke tanah air…., dan bisa sharing pengalaman..kepada kita kita ini..
yang belum pernah ke sana. Amin.

Terima kasih…kepada mas Daday…yang pertama melontarkan artikel
Nur Muhammad…yang tidak bosan bosan terus di bahas .., konon…Sebelum alam
tercipta..NUR MUHAMMAD sudah terlebih dahulu ada.

Maaf baru sempat tulis …, sedikit adding saja…, semoga bisa
nyambung – menambahkan.,

*Al Ghazali :* - dalam bukunya HUDAYATUL ISLAM (penutupnya Ilmu
Islam ), menerangkan tentang tiga Dzat :

1. DZAT 1 = Nuurul Illahi / Cahaya Tuhan

2. DZAT 2 = Nuurul Muhammad / cahaya yang terpuji / Utusan Tuhan

3. DZAT 3 = Nuurul Insani / Suksma Manusia

Pertanyaannya..apakah Al Ghazali..menemukan ini dari kitab basahnya sendiri
(pengalaman bathin) atau terpengaruh

Dengan kitab kering lainnya..seperit dari TAO TSE TSING., dimana Lao Tse ..
berdasarkan kitab basahnya..menyatakan

1. Tao (Tuhan) sudah ada terlebih dahulu sebelum langit dan bumi
beserta isinya terwujdu.

2. TAO : DAZT KE 1 , melahirkan dzat ke II.., menimbulkan dzat ke III

3. Ke tiga dzat tersebut menjadi bibitnya seluruh makhluk manusia

4. Tao mendayai semua roh manusia serta melahirkan dan meciptakan isi
alam semesta.

Kalau tidak salah ingat..di ajaran Pangestu.dari bapak Alm.
Sunarto..adaistila TRI PURUSHA.

1. Sukma Kawekas ( Nuur Allah )

2. Sukma Sejati ( Nuur Muhammad )

3. Roh Suci.

Saya ..tidak tahu persis.., apakah Istilah MALAIKAT JIBRIL…adalah Roh Suci..
atau roh Kudus.., dimana setiap wahyu yang datang harus melalui malaikat
Jibril ( roh Suci = yang setiap manusia memilikinya ? ).

*Muhammad Subuh Sumohadiwojo*

Pendiri organisasi SUBUD…, kurang jelas..*bisa** ditanyakan kepada mbak Diah
*.

Termasuk..siapa cahaya./ cahaya apa .yang terus mengejar ngejar bapak
Subuh…sampai ber hari hari .

*Wirid Hidayat Jati.*

Ini menarik.., karena beliau seorang kejawen..membahas kebatinan
..dengan bersumber kepada :

- Hadits

- Ajaran Para Wali dari agama Islam

- Ajaran Pandito dari agama Hindu dan Buddha

Para pendukungnya menyatakan , kurang lebih sbb ;

WHJ adalah petunjuk sejati atau filsafat Nusantara atau suatu ilmu yang
diperoleh manusia melalui hati sanubarinya ( tidak melalui akal ). Wirid
mengajarkan hakekat Tuhan….yang mengajarkan Sufisme. Nah ..berarti juga
kawruh Kasampurnaning Gesang atau ilmu manunggal .

Tegasnya..WHJ bukan kitab suci..tapi karya tentang mistikisme = kebatinan.

Matur nuwun..and mohon maaf kalau keliru

Salam Persaudaraan.

Imam Sudrajat

-----Original Message-----
*From:* Verri DJ [mailto:verri_dj@component.astra.co.id]
*Sent**:* Monday, November 17, 2008 11:34 AM
*To:* Daday Rahmat Hidayat S, SE; pram pambudi; sunari@ssp.co.id;
adam@indonesian-aerospace.com; madeg@japfacomfeed.co.id;
sudrajat@srg-mscid.com; ramdan.ramdan@gmail.com; superhampala@gmail.com
*Cc:* admkcbg_ygy@bukopin.co.id; syafroni@mkpi.panasonic.co.id;
kangncep@gmail.com; allonso86@yahoo.com; yprastiawan@gmail.com;
yahya.bin.syarif@qmail.com; agussyafii@yahoo.com;
palg@indonesian-aerospace.com; qcdept@indac.co.id;
anugraha@indonesian-aerospace.com; djuki@indonesian-aerospace.com;
medy.soesetyo@yahoo.co.id; sem.sutrisno@cma-cgm.com;
yprastiawan@rpxholding.com; rosidi@mscid.com; yusa.nugroho@gmail.com;
nuniek@srg-mscid.com; arakhman@indonesian-aerospace.com;
tidar@peter.petra.ac.id; pram@metrotvnews.com; om_rib@plasa.com
*Subject:* Nur Muhammad Versi Kitab Wirid Hidayat Jati


Nur Muhammad Menurut Kitab Wirid Hidayat Jati

Pada permulaan kitab dijelaskan bahwa yang menjadi pangkal ilmu makrifat
adalah Sabda Allah kepada Musa AS, bahwa "Manusia adalah tajalli Dzat yang
bersifat Esa". Dalam konsep tajalli ini Tuhan bersifat aktif dengan
memperlihatkan diri melalui tujuh martabat. Diibaratkan manusia itu ibarat
bayangan Tuhan di dalam cermin. Kalau boleh berkomentar, ajaran ini
sebenarnya seperti ajaran Ibn Arabi yang kemudian dikembangkan oleh Abdul
Karim Al Jilli.

*Konsep yang mendasari kitab Wirid Hidayat Jati (KWHJ) karangan Raden
Ngabehi Ranggawarsita adalah konsep Manunggaling kawula gusti (kesatuan
manusia dengan Tuhan).**
*
Salah satu ajaran yang melengkapi wejangan delapan orang wali, adalah kata
untuk mengumpulkan kawula Gusti. Kaya yang dipandang mengandung magis ini :
"Aku Dzat Tuhan yang bersifat Esa, meliputi hamba-Ku. Manunggallah menjadi
satu keadaan, sempurna lantaran Kodrat-Ku".

Hubungan kesatuan antara Dzat Tuhan dengan ketujuh unsur pokok manusia.

1. Hayu = Artinya hidup, manunggal dengan keadaan dzat

2. Nur artinya cahaya, berada di luar hidup

3. Sir = artinya rahsa, berada di luar cahaya

4. Roh = artinya nyawa, disebut sukma, berada diluar rahsa

5. Nafsu = artinya angkara, berada di luar sukma

6. Akal = artinya badan, berada di luar budi

7. Jasad = artinya badan, berada di luar budi.

Ajaran martabat 7 ini nampaknya bersumber pada kitab Al Tuhfatul Mursalah
Ila Rahim Nabi, karya Muhammad Ibn Fadlillah, seorang Sufi dari Gujarat (W:
1620). Yang mengajarkan bahwa segala yang ada dalam alam semesta, termasuk
manusia adalah aspek lahir dari suatu hakikat yang tunggal.

Untuk skemanya, sebagai berikut : Sajaratul yakin -> Nur Muhammad ->
Mir'atul Haya'i -> Roh Idlafi -> Kandil -> Dharrah -> Kijab

Martabat tujuh, konsep lainnya tentang proses penciptaan alam, menurut
Syamsuddin Pasai:
Ahadiyat -> Wahdat -> Wahidiya -> Alam Arwah -> Alam Mitsal -> Alam Ajsam ->
Alam Insan

Mengenai nur muhammad di kitab KWHJ , di literatur lain disebut nur, dari
sudut dzt disetarakan dengan alam wahdat, dari sudut la ta'yun masuk
kategori ta'yun tsani. Penjelasan detail tentang nur muhammad adalah Hakikat
Muhammadiyah. Dalam ajaran tasawuf, disebut martabat 7, Nur Muhammad adalah
sinar Tuhan karena semua kejadian dalam alam semesta berasal dari pada-Nya.

Salam,
Http ://ferrydjajaprana.multiply.com

At 09:12 AM 17/11/08 +0700, Daday Rahmat Hidayat S, SE" , "pram pambudi"
<spambudi@hotmail. wrote:

Apa yang dijelaskan menurutku sudah representatif, karena nur muhammad
adalah bukan perangkat fisik. Dalam metode ilmiah apa yang dijelaskan harus
melalui pengamatan indria, artinya menjabarkannya harus nampak. Andai kata
nur muhammad itu bersarang di fisik, anggap berada di hati, maka Anda akan
menjelaskan hati itu sendiri, dus ini maknanya akan mendangkalkan hakikat
arti Nur Muhammad.

Kalau Mas Daday, kreatif seharusnya Anda masuk dalam fisika Quantum.
Asosiasikan nur muhammad dengan cahaya, atau energi. Bawa materi tersebut
dalam fisika Quantum, masukkan dalam teorema hukum energinya Einstein. E =
MC2 (MC Kwadrat), maksudnya energi berantai dari pelepasan energi. Fenomena
yang sama ini terlihat dalam reaksi atom, dimana kekuatan dahsyat
dikeluarkan dengan mengeluarkan sejumlah massa fisika dalam energi yang
besar. Nah, energi Ilahiah ini yang mengaktifkan kekuatan kehidupan yang
bersarang pada bagian tubuh yang memerlukan. Hal ini bisa dilihat dengan
melihat aura tubuh. Energi Tuhan adalah energi positip, yaitu akan
memakmurkan kehidupan sementara energi atom ciptaan manusia justru
sebaliknya menghancurkan dunia, Jangan dikira reaksi bom atom sudah
berhenti, itu masih bereaksi sampai sekarang karena itu adalah sunatullah
(baca: hukum alam), yang efeknya rusaknya atmosfer kita.

Tapi apa kita yakin bahwa yang dimaksud nur muhammad adalah kontek cahaya
atau energi? Kalau, benar itu maka kita akan terperangkap dalam alat atau
konteks. Alih-alih kita merasakan kesadaran akan Nur Muhammad pada diri,
justru kita terjerembab dalam ilmu 'kertas" untuk memuaskan fikir.

Intinya, logika verbal phisical terkadang belum mampu membuka ruang ilmu
hakikat. Kecuali dengan kepasrahan, dan menaikkan kesadaran akan
keberadaan-Nya dalam segala ruang dan waktu. Karena Dia adalah DzatYang
Mahameliputi. Jadi caranya, Anda sendiri datang menjumpai-Nya. Katakan bahwa
Anda ingin diajarkan untuk memahami Nur Muhammad.

Tulisan ini juga bukan kebenaran, hanya ekspresi saja untuk berbagi.
Mudah-mudahan rekan yang lain bisa membantu. Nanti, aku bantu tulis tentang
Nur Muhammad dari Raden Ngabehi Ronggo Warsito, dari kitab Serat Wirid
Hidayat Jati. Nunggu waktu luang..

Salam,
Verri Dj


At 08:37 AM 17/11/08 +0700, Daday Rahmat Hidayat S, SE wrote:

Yth. Mas Pambudi
Terima kasih atas penjelasan Mas Pram. Saya pernah juga memperolehnya
paparan tersebut dan saya mengharapkan ada yg bisa menjelaskannya kepada
saya dan teman teman yg belum tahu, disesuaikan dengan kekinian ilmu
pengetahuan (sistematika berpikir ilmiah) dan kondisi saat ini.
Walaupun begitu, saya apresiasi kepada Mas Pram dan teman teman yg memiliki
wacana dan wawasan tentang Nur Muhamad, dan alangkah baiknya bila bisa juga
menjelaskannya secara sistematika ilmiah
Daday Rahmat Hidayat S
(Changing to The Best Life)
Kemudahan + Keberuntungan + Keberlimpahan

----- Original Message -----

From: pram pambudi <spambudi@hotmail.com>

To: daday@bukopin.co.id ; sunari@ssp.co.id ; adam@indonesian-aerospace.com ;
madeg@japfacomfeed.co.id ; sudrajat@srg-mscid.com ; ramdan.ramdan@gmail.com;
superhampala@gmail.com ; verri_dj@component.astra.co.id

Cc: admkcbg_ygy@bukopin.co.id ; syafroni@mkpi.panasonic.co.id ;
kangncep@gmail.com ; allonso86@yahoo.com ; yprastiawan@gmail.com ;
yahya.bin.syarif@qmail.com ; agussyafii@yahoo.com ;
palg@indonesian-aerospace.com ; qcdept@indac.co.id ;
anugraha@indonesian-aerospace.com ; djuki@indonesian-aerospace.com ;
medy.soesetyo@yahoo.co.id ; sem.sutrisno@cma-cgm.com ;
yprastiawan@rpxholding.com ; rosidi@mscid.com ; yusa.nugroho@gmail.com ;
nuniek@srg-mscid.com ; arakhman@indonesian-aerospace.com ;
tidar@peter.petra.ac.id ; pram@metrotvnews.com ; om_rib@plasa.com

Sent: Friday, November 14, 2008 9:05 AM

Subject: RE: Apalah arti sebuah nama -- Tubuh Cahaya

Ass,..

Mas Daday, apa kabar,..??

Gak pulang ke Serang nih,.. mau bareng,..?

NUR MUHAMAD = Hakekatnya adalah Cahaya Kebajikan : MICRO

Bahasa saya, Nur Muhammad adalah ORBIT hidup manusia, kesana kita mesti
meleburkan diri. Siapa yang keluar dari orbitnya, bersiaplah akan
bertabrakan dengan planet lain, inilah yg disebut MUSIBAH.

NUR MUHAMAD = Penurunan "derajat" Tuhan agar eksistensinya dikenali oleh
umatnya : MACRO

Bisa dipahami dengan baik pada Kajian "Martabat-7". Saya punya beberapa
tulisan para Aulia mengenai ini, namun ditulis dengan bahasa sunda.

Di Alquran, mungkin "Akulah cahaya diatas cahaya",

Tersesat,..?? jangan takut pak,.. bapak tidak sendiri,.. saya juga masih
tersesat,...

Sekian dulu pak,.. kapan kita nongkrong di warung kopi lagi,.. gak pernah
keliatan di SI..

Salam Pram
------------------------------

From: daday@bukopin.co.id

To: sunari@ssp.co.id; spambudi@hotmail.com; adam@indonesian-aerospace.com;
madeg@japfacomfeed.co.id; sudrajat@srg-mscid.com; ramdan.ramdan@gmail.com;
superhampala@gmail.com; verri_dj@component.astra.co.id

CC: admkcbg_ygy@bukopin.co.id; syafroni@mkpi.panasonic.co.id;
kangncep@gmail.com; allonso86@yahoo.com; yprastiawan@gmail.com;
yahya.bin.syarif@qmail.com; agussyafii@yahoo.com;
palg@indonesian-aerospace.com; qcdept@indac.co.id;
anugraha@indonesian-aerospace.com; djuki@indonesian-aerospace.com;
medy.soesetyo@yahoo.co.id; sem.sutrisno@cma-cgm.com;
yprastiawan@rpxholding.com; rosidi@mscid.com; yusa.nugroho@gmail.com;
nuniek@srg-mscid.com; arakhman@indonesian-aerospace.com;
tidar@peter.petra.ac.id; pram@metrotvnews.com; om_rib@plasa.com

Subject: Re: Apalah arti sebuah nama -- Tubuh Cahaya

Date: Thu, 13 Nov 2008 17:41:40 +0700

Yth. Pak Verri DJ dan rekan lainnya

Saya ingin tahu sejarah dan alasan dari dicantumkannya istilah NUR MUHAMAD.
Saya belum banyak tahu tentang masalah ini, walaupun saya pernah tahu
sedikit sedikit dari khazanah klasik dan tradisonil, hanya saja saya merasa
belum memperoleh jawaban yg tuntas dan sistematis sesuai perkembangan zaman.


Bila ada rekan di forum ini yg bisa sharing dan bisa memberikan wawasan dan
wacana mengenai NUR MUHAMAD, saya sangat berterima kasih sekali.

Kalau masalah tersesat bagi saya bukan masalah yg ditakuti atau dihindari,
kalau memang tersesat itu menjadikan kita bisa sampai kepada tujuan, kenapa
tidak? karena saya anggap bahwa hal itu adalah bagian dari proses
pencapaian kesempurnaan.

Ketersesatan akan terjadi karena kurangnya informasi dan petunjuk yg kita
miliki, oleh karenanya kita patut untuk terus belajar dan mengupdate wawasan
dan wawacana agar kita tidak tersesat.

Kalaupun terpaksa kita harus tersesat , maka ketersesatan kita itu tidak
terlalu fatal dampaknya karena kita sudah berikhtiar dan berusaha sesuai
potensi dan kemampuan yg kita miliki, dan adalah wajar bagi manusia untuk
berbuat salah karena keterbatasan kapasitas kita sebagai manusia.

Terima kasih

Wassalam

Daday Rahmat Hidayat S

(Changing to The Best Life)

Kemudahan + Keberuntungan + Keberlimpahan

----- Original Message -----

From: Verri DJ <verri_dj@component.astra.co.id>

To: Daday Rahmat Hidayat S, SE <daday@bukopin.co.id> ;
sunari<sunari@ssp.co.id>; 'pram
pambudi' <spambudi@hotmail.com> ; adam@indonesian-aerospace.com ;
madeg@japfacomfeed.co.id ; sudrajat@srg-mscid.com ; ramdan.ramdan@gmail.com;
superhampala@gmail.com

Cc: admkcbg_ygy@bukopin.co.id ; syafroni@mkpi.panasonic.co.id ;
kangncep@gmail.com ; allonso86@yahoo.com ; yprastiawan@gmail.com ;
yahya.bin.syarif@qmail.com ; agussyafii@yahoo.com ;
palg@indonesian-aerospace.com ; qcdept@indac.co.id ;
anugraha@indonesian-aerospace.com ; djuki@indonesian-aerospace.com ;
medy.soesetyo@yahoo.co.id ; sem.sutrisno@cma-cgm.com ;
yprastiawan@rpxholding.com ; rosidi@mscid.com ; yusa.nugroho@gmail.com ;
nuniek@srg-mscid.com ; arakhman@indonesian-aerospace.com ;
tidar@peter.petra.ac.id ; pram@metrotvnews.com ; om_rib@plasa.com

Sent: Thursday, November 13, 2008 4:12 PM

Subject: Re: Apalah arti sebuah nama -- Tubuh Cahaya

Dear Mas Daday,

Tulisan ini adalah terjemahan dari kitab "Adam And His Children", Luqman Mc
Kingley, Star Ligt Press, Australia, karya Pak Subuh (hasil tanya jawab),
beliau pendiri Subud. Konsep Nur Muhammad adalah konsep tentang awal
penciptaan oleh Tuhan. Ini adalah ekspressi para Sufi Master, melalui takwil
(bukan lagi tafsir) dan intuisi.

Kalau rajin mencarinya Insya Allah bisa Anda temukan sumber ayat sucinya.
Penjabaran tentang ini merupakan sub dari Tasawuf. Kalau Anda mau lebih
lengkap dibahas secara filsafat Anda bisa membaca kitab-kitab karangan Ibn
Arabi, seperti Futuhat Al Makiyah dll tetapi lebih komplek dan detail
walaupun demikian Anda akan mendapat penjelasan dari Sang Maestro.

Hanya saja asal Anda tahu, Ibn Arabi sudah dihukumi sesat oleh kalangan
ulama sunni saat itu, tetapi diagungkan oleh ulama Syii.

Mempelajari ini Anda harus siap melonggarkan kungkungan dogma religi (zona
nyaman) khususnya tentang syariat. Karena tidak main di tataran itu dan
masuk ke sudut pandang thariqat dan hakikat menjadi satu ikatan utuh.
Seperti anda makan Burger gitu.

Kalau Anda tertarik, ikuti aja diskusi kawan-kawan di sini mudah-mudahan
membuat Anda memahami sudut pandang yang lain. Mungkin itu komentar saya.

Dan pesan saya "Hati-hati Anda sudah "tersesat" di sini hehehehe : ) ".

Salam,

Dj

At 03:39 PM 13/11/08 +0700, Daday Rahmat Hidayat S, SE wrote:

Yth. Pak Verri DJ

Dari penjelasan Pak Verri , ada menyinggung masalah NUR MUHAMAD.

Saya tertarik perihal NUR MUHAMAD ini, kalau boleh saya tahu, Bisakah
dijelaskan referensi atau buku (selain dari buku Al Ghazali) yg membahas
masalah ini. dan kalaupun ada , karena saya beragama Islam, tolong juga
dijelaskan juga ayat AlQuran atau Hadits yg shohih yg membahas NUR MUHAMAD.
sehingga saya bisa mengambil kesimpulan berdasarkan NASH, bahwa NUR MUHAMAD
itu memang ada pembahasannya.

Apakah materi Nur Muhamad adalah bagian dari aqidah/tawhid atau masuk dalam
kategori Hakekat, Ma'rifat.?

Terima kasih

Wassalam

Daday Rahmat Hidayat S

(Changing to The Best Life)

Kemudahan + Keberuntungan + Keberlimpahan

----- Original Message -----

From: Verri DJ <verri_dj@component.astra.co.id>

To: sunari <sunari@ssp.co.id> ; 'pram pambudi' <spambudi@hotmail.com> ;
adam@indonesian-aerospace.com ; madeg@japfacomfeed.co.id ;
sudrajat@srg-mscid.com ; ramdan.ramdan@gmail.com ; superhampala@gmail.com

Cc: admkcbg_ygy@bukopin.co.id ; syafroni@mkpi.panasonic.co.id ;
kangncep@gmail.com ; allonso86@yahoo.com ; yprastiawan@gmail.com ;
yahya.bin.syarif@qmail.com ; agussyafii@yahoo.com ;
palg@indonesian-aerospace.com ; qcdept@indac.co.id ;
anugraha@indonesian-aerospace.com ; djuki@indonesian-aerospace.com ;
medy.soesetyo@yahoo.co.id ; sem.sutrisno@cma-cgm.com ;
yprastiawan@rpxholding.com ; rosidi@mscid.com ; yusa.nugroho@gmail.com ;
nuniek@srg-mscid.com ; arakhman@indonesian-aerospace.com ;
tidar@peter.petra.ac.id ; pram@metrotvnews.com ; daday@bukopin.co.id ;
om_rib@plasa.com

Sent: Thursday, November 13, 2008 3:10 PM

Subject: RE: Apalah arti sebuah nama -- Tubuh Cahaya

Manifestasi Awal

Membahas tentang Nur Muhammad dan Zatullah

*Pembahasan tentang Nur Muhammad bisa ditemukan pada kitab Misykatul Anwar
karangan Al Ghazali, Al Ajaibul Qulub karya Al Ghazali, juga pada
ajaran-ajaran Ibn Arabi. Tetapi saya mencoba menulisnya melalui ajaran
Muhammad Subuh Sumohadiwidjojo melalui kitab "Adam And His Children" karena
uraiannya lebih sederhana.*

Pada awal muawalnya di alam ini tidak ada apa-apa kecuali Tuhan semata.
Pada masa itu dunia belum ada, keseluruhan jagad raya belum ada.

Tuhan kemudian mengambil keputusan melalui Kekuasaan-Nya. Tuhan memiliki
kemampuan menjadikan ada dari sesuatu yang tidak ada.

Tiba-tiba ada kecerahan.

Dari ketiadaan tiba-tiba muncul manifestasi awal. Tiba-tiba saja ada cahaya
yang disebut "Nur", cahaya ilahiah yang disebut "Nur Muhammad".

Nur Muhammad adalah "Cahaya Kehidupan".

Menurut cerita pewayangan, pertama adalah kedatangan "Tuhan dari Cahaya".
Agama menjelaskan bahwa itulah apa yang disebut Zat, "Zatullah" (Apakah
ini yang dimaksud Nur Ilahi? Atau Nurullah?) yang maknanya adalah Esensi
Ketuhanan.

Melalui cahaya-Nya ini, Tuhan mulai bekerja. Artinya kata " Tuhan bekerja"
adalah beribadah : Bersembahyang kepada Dirinya Sendiri."

Dari Cahaya itu, kemudian sesuatu itu dipisahkan (off).

Yang pertama dipisahkan adalah bagian dari intisari: yang kemudian akan
menjadi tanah, menjadi air, menjadi udara dan menjadi api atau cahaya.
Empat elemen dasar ini diciptakan secara bertahap (gradual).

Akhirnya mereka menjadi bumi yang kita tinggali, dan lainnya menjadi dunia
yang lain yang disebut planet.

Demikian penjelasan Bapak Subuh, tentang awal kejadian secara sederhana.

Salam,

Verri Dj


At 12:22 PM 13/11/08 +0700, sunari wrote:

<<Orang yang telah sampai kepada Allah (Wasil), terpancar daripadanya cahaya
yang dianugerahkan Allah kepadanya. Ia melihat Allah dengan mata hatinya
(basirah). Hamba yang telah mencapai tingkat ini telah sampai kepada haqul
yaqin. Cahaya yang memancar itu disebut anwarul muwajjahah. >>


[1]

Mungkin ada sahabat yang mau memberi sumbangan tulisan seputar; nurulloh dan
nur muhammad? Mas Verri?, silahkan.


[2]

Dalam dunia wayang, ada mahadewa dilangit.. eh di ka-Hyang-an yang tidak
pernah ada jejerannya di pagelaran wayang namanya Sang Hyang NurCahyo. Di
langit yang kurang lebih sama ada Sang Hyang NurRoso, Sang Hyang Wenang,
Sang Hyang Wening, Sang Hyang Tunggal.

Hanya Sang Hyang Wenang.. atau Sang Yang [maha] Kuasa yang berdiam di
ka-Hyang-an Alang-ALang Kumitir alias Ondar Andir Buwono inilah yang pernah
muncul dalam pagelaran.. semisal pada lakon lahirnya WisangGeni, Cucu Sang
Hyang Brahma.

Jika ada sahabat yang tahu tentang hubungan antara mereka.. saya ingin
mendengarkannya.. silahkan di ceritakan..


[3]

Perihal kalimat mas Verri diatas.

Saya dengar dari orang yang belajar ilmu Kundalini, atau disebut juga
Kundaliniyoga, sebuah cara Yoga (persatuan dengan ilahi) lewat pembangkitan
energy ibu Kundalini Chakti, dikatakan; secara umum, pada orang biasa yang
tidak belajar.. besarnya jalur energy dari tulang sacrum di tulang ekor ke
atas Cakra Mahkota di Ubun-ubun melalui tulang belakang tengah (Sushumna)
adalah sebesar jarum atau lidi. Dengan belajar ilmu ini.. saluran ini di bor
oleh sang Master.. kemudian dengan praktek yang terus-menerus saluran energy
tersebut semakin besar dan semakin besar, sehingga akhirnya dapat sebesar
tubuh, menyatukan jalur tengah dengan jalur kiri maupun kanan
(Sushumna-Ida-Pingala). Warna energy mulai dari kabut menjadi merah membara
dan terus berkembang menjadi warna biru.

Nah orang2 yang sudah demikian, jika dilihat oleh orang yang bisa melihat..
tubuh dia adalah ; mulai dari cahaya (sebesar) SAK SODO LANANG sampai dengan
TUBUH CAHAYA. Orang2 yang mencapai tahap demikian dengan sekilas melihat
kepada kita.. dapat menilai seberapa jauh progress perjalanan jiwa seseorang
dijalan pembinaan diri.

Saking kuatnya pancaran enerji seorang master, dalam hal ini adalah Ibunda
Shri Mataji Nirmala Devi, bahkan dapat ditangkap secara fisikal oleh alat
fotograpi.. silahkan lihat di.. www.sahajayoga.org.

Hanya seorang master sekitar tingkat itulah menurut saya yang dapat..
memberi shaktipat pada seseorang.

Ooom tuwamewaaa saksat, shri matajiiii saksat, shri matajii shri nirmalaa
devi namooo namah.

Begitulah yang aku pernah dengar.. J

Silahkan jika para sahabat sekalian memberikan komentar tentang apa yang
pernah saya dengar ini.

Salam,

Sun

From: Verri DJ [mailto:verri_dj@component.astra.co.id<verri_dj@component.astra.co.id>]


Sent: Wednesday, November 12, 2008 3:54 PM

Subject: RE: Apalah arti sebuah nama.. Pram to Mas Verry + Eyang Drajad


Tentang Wujud Allah dan Asma Allah

Dua perbedaan sebagai dalil yang menunjukkan adanya Allah SWT. Pertama orang
berpegang pada dalil dengan melihat dari wujudnya Allah SWT itu menunjukkan
adanya alam.

Kedua, adanya alam (ciptaan Allah) menunjukkan wujudnya Allah SWT. Pendapat
pertama lebih melihat Allah itu memang ada, maka terjadilah alam semesta.
Yang ada itu adalah Allah, karena Allah SWT jua yang menciptakan alam.
Pendapat ini menegaskan bahwa wujud yang sebenarnya adalah milik Allah.
Itulah wujud asalnya. Adapun dalil yang menyebutkan adanya alam ini
menunjukkan adanya Allah SWT (adanya makhluk menunjukkan adanya Al-Khalik),
adalah karena belum sampainya si hamba kepada Allah. Untuk emmperkuat
pendapat pertama, lalu timbul pertanyaan, kapan Allah SWT itu gaib (tidak
ada), lalu mencari dalil untuk mengenalNya? Sejak kapan Allah itu jauh,
sehingga memerlukan jalan untuk menemuiNya?

Anak Adam (manusia) yang dibesarkan melalui rahim seorang ibu, lalu tumbuh
dan berkembang menjadi manusia sempurna, bermula adalah tidak mengetahui
apa-apa (jahil), Kemudian Allah SWT melengkapi mereka dengan kekhusyuan
tubuh dengan anggota badan, lalu mereka aktif menggunakan peralatan jasmani
mereka, sehingga mereka mengetahui kebutuhan yang diperlukan, lalu menjadi
insan yang berpengetahuan. Dari ketidaktahuan menjadi tahu. Seperti
dijelaskan dalam Al-Qur an, surat An-Nahl ayat, 78, Allah telah mengeluarkan
kamu dari perut ibumu, tidak mengetahui suatu apa pun. Kelengkapan untuk
manusia diberikan oleh Allah, maksudnya agar manusia mengenal Allah secara
sempurna. Pengetahuan yang meliputi lahir dan batin, pikiran dan ikhtiar.
Al-Qur an mengisyaratkan hal ini dalam kalimat, Allah menciptakan manusia
dengan memberikan pendengaran, penglihatan, hati sanubari.

Pemberian Allah kepada manusia dengan kelengkapan indera mereka, agar mampu
memikirkan kekuasaan Allah, lalu mendekatkan diri kepada Maha Pencipta.
Mentaati peraturan dan hukum yang diciptakanNya, agar dengan demikian mereka
termasuk orang yang bersyukur.

Ada dua golongan manusia menurut pembagian Syaikh Ahmad Ataillah. Pertama
yang mengenal Allah langsung mengetahui wujudnya Allah tanpa melihat ciptaan
Allah. Mengenal Allah tanpa perantaraan selain Allah sendiri. Sebab tanpa
benda-benda ciptaan Allah, si hamba akan langsung makrifat kepada Allah.
Mata hati si hamba telah mampu menyingkap tabir penghalang yang menutup
antara si hamba dengan Allah, atas izin Allah jua adanya. Penglihatan dengan
mata hati iman ini mengangkat si hamba ke tingkat makrifat yang terpuji.
Golongan ini tidak memerlukan wujud akan ciptaan Allah ini dalam
mengenalNya. Akan tetapi tidak berarti alam ciptaan Allah yang sangat
dahsyat ini tidak dapat dipergunakan untuk mengenal Allah, justru dengan
mengenal ciptaaNya manusia akan lebih akrab denganNya. Kedua, hamba yang
mempergunakan alat alam dan seluruh wujud ciptaannya sebagai jalan untuk
mengenal Allah menurut ukuran logika. Golongan ini disebut orang yang sedang
menuju kepada Allah SWT.

Perjalanan menuju Allah, ialah dengan mengenal Allah selain mengikuti
petunjuk di atas, yang paling sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW., ialah
dengan mempelajari ilmu tauhid (Aqaid) dengan mengenal sifat-sifat Allah
yang 99, bersama pembagianya. Pemantapan iman diperlukan bagi setiap orang,
baik orang awam maupun orang alim, melalui ilmu yang telah dikenal dalam
islam. Mengenal ilmu yang berkaitan dengan Allah, berarti si hamba mendekati
Allah dengan ilmuNya sendiri yang diwahyukan kepada junjungan Nabi SAW.
Sebab tanpa ilmu Aqaid manusia mengenal tanpa ilmu.

Hamba yang telah mengenal Allah tanpa alam semesta dan lain-lain, adalah
orang yang mendapatkan sinar cahaya Allah. Sedangkan hamba yang menuju Allah
untuk mengenalNya adalah orang yang sedang mencari sinar cahayaNya.

Orang yang telah sampai kepada Allah (Wasil), terpancar daripadanya cahaya
yang dianugerahkan Allah kepadanya. Ia melihat Allah dengan mata hatinya
(basirah). Hamba yang telah mencapai tingkat ini telah sampai kepada haqul
yaqin. Cahaya yang memancar itu disebut anwarul muwajjahah. []

Mutu Manikan dari Kitab Al-Hikam - Syaikh Ahmad Ataillah. Posted by Ya
Allah..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar